• Tidak ada hasil yang ditemukan

Provinsi Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung BAB IV1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Provinsi Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung BAB IV1"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

P

PE

EN

NY

YE

EL

LE

EN

NG

GG

GA

AR

RA

AA

AN

N

T

TU

UG

GA

AS

S

P

PE

EM

MB

BA

AN

NT

TU

UA

AN

N

A.

TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA

a.

Perkebunan

Dinas Perkebunan Provinsi Lampung

1.

Dasar hukum

a) Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas Pembantuan

Nomor: SP DIPA-018.05.4.129072/2015 tanggal 14 November 2014

Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun)

dan revisi I Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas

Pembantuan Nomor: SP DIPA-018.05.4.129072/2015 tanggal 5

Januari 2015 Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan

(Ditjenbun);

b) Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas Pembantuan

Nomor: SP DIPA-018.07.4.129027/2015 tanggal 05 Desember 2014

Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran

Hasil Pertanian (Ditjen PPHP);

2.

Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

a) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik

Indonesia;

b) Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan

Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

3.

Program dan Kegiatan

a) Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu

Tanaman Perkebunan Berkelanjutan

Kegiatan:

1) Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman rempah

dan penyegar;

2) Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim;

3) Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman tahunan;

B

(2)

4) Pengembangan penanganan pasca panen dan pembinaan usaha komoditas

perkebunan;

5) Dukungan perlindungan perkebuanan;

6) Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Perkebunan.

b) Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran,

dan Ekspor Hasil Pertanian

Kegiatan:

1) Pengembangan pengolahan hasil pertanian;

2) Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya ditjen pengolahan dan

pemasaran hasil pertanian.

4.

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

a) Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman

Perkebunan Berkelanjutan

Capaian:

1) Terlaksananya pengembangan tanaman Kopi melalui kegiatan intensifikasi

tanaman kopi robusta seluas 3.900 hektar di Kabupaten Lampung Barat,

Tanggamus dan Pesisir Barat.

Kelompok-kelompok Tani sasaran tersebut adalah sebagai berikut :

No Kabupaten/ Jenis Kegiatan

Kelp.

- Terlaksananya pengawalan dan pendampingan tanaman kopi di provinsi dan

di Kabupaten Lampung Barat. Dilakukan pendampingan oleh petugas lapang

kabupaten dan provinsi untuk memfasilitasi kemitraan permodalan dan hasil

produk perkebunan. Dilakukan pendampingan oleh petugas lapang

kabupaten secara berkala sehingga diharapkan hasil kegiatan budidaya dapat

berjalan sesuai prosedur teknis dengan memperhatikan budidaya yang baik

(3)

- Terlaksananya pengembangan tanaman lada melalui kegiatan;

Intensifikasi tanaman lada. Kegiatan intensifikasi tanaman lada telah

dilaksanakan di 4 (empat) kabupaten, yaitu : Kabupaten Lampung Utara

seluas 700 Ha, Kabupaten Lampung Timur seluas 500 Ha, Kabupaten Way

Kanan seluas 500 Ha, dan Kabupaten Tanggamus seluas 600 Ha.

Kegiatan intensifikasi lada untuk kelompok tani penerima manfaat di

Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan dan Tanggamus

sudah dilaksanakan pembagian pupuk NPK, insektisida dan gunting stek

telah dilaksanakan100 %. Dengan rincian sebagai berikut :

No Kabupaten Luas

Rehabilitasi tanaman lada. Kegiatan rehabilitasi tanaman lada telah

dilaksanakan di 3 (tiga) kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Utara seluas

200 Ha, Kabupaten Lampung Timur seluas 250 Ha, dan Kabupaten Way

Kanan seluas 200 Ha.

Kelompok penerima manfaat tersebut adalah sebagai berikut :

(4)

No

Kegiatan rehabilitasi lada untuk kelompok tani penerima manfaat di

Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur, dan Way Kanan sudah

dilaksanakan pembagian pupuk NPK, insektisida dan gunting stek telah

dilaksanakan100 %. Dengan rincian sebagai berikut :

No Kabupaten Luas

- Terlaksananya pelatihan pemberdayaan pekebun tanaman rempah dan

penyegar yang terdiri dari kegiatan:

(5)

kelas yang diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 7—8

November 2015.

 Kegiatan Pelatihan administrasi pembukuan dan program tabungan komoditas tanaman kopi di Kabupaten Lampung Barat (APBN-P)

Tahun 2015 sebanyak 1 kelas yang diselenggarakan selama tiga hari

pada tanggal 9—11 November 2015.

 Kegiatan Pelatihan Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga Komoditas

Tanaman Kopi di Kabupaten Lampung barat (APBN-P) Tahun 2015

sebanyak 1 kelas yang diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal

12—14 November 2015.

 Kegiatan pelatihan manajemen kemitraan budidaya tanaman kopi di Kabupaten Lampung barat (APBN-P) Tahun 2015 sebanyak 7 kelas

yang diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 5—6 November

2015.

 Kegiatan pelatihan Strategi Pengembangan Kelembagaan Tanaman

Kopi di Kabupaten Lampung barat Tahun 2015 sebanyak 7 kelas yang

diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 03—04 November 2015.

 Pertemuan diselenggarakan di tingkat kelompok tani secara pararel di masing-masing kelas.

Peserta pelatihan penguatan kelembagaan pekebun tanaman rempah dan

penyegar di Kabupaten Barat sebagai berikut:

 Peserta pelatihan kepemimpinan dan komunikasi komoditas tanaman

kopi berasal dari kelompok tani pelaksana kegiatan intensifikasi

tanaman kopi tahun 2014 sebanyak 1 kelompok dengan jumlah

keseluruhan peserta 18 orang, yang berasal dari perwakilan pengurus

dari beberapa kelompok tani.

 Peserta pelatihan administrasi pembukuan dan program tabungan komoditas tanaman kopi berasal dari kelompok tani pelaksana kegiatan

intensifikasi tanaman kopi Tahun 2014 sebanyak 1 kelas dengan jumlah

keseluruhan peserta 18 orang yang merupakan perwakilan pengurus

dari beberapa kelompok tani.

 Peserta pelatihan pengembangan ekonomi rumah tangga komoditas

tanaman kopi berasal dari kelompok tani pelaksana kegiatan

intensifikasi tanaman kopi Tahun 2014 sebanyak 1 kelas dengan jumlah

keseluruhan peserta 36 orang yang merupakan perwakilan pengurus

dari beberapa kelompok tani.

 Peserta pelatihan manajemen kemitraan budidaya tanaman kopi berasal

(6)

2015 sebanyak 7 kelompok dengan jumlah keseluruhan peserta 126

orang, setiap kelompok/kelas terdiri dari 18 orang petani yang

merupakan perwakilan pengurus dari beberapa kelompok tani.

 Peserta pelatihan strategi pengembangan kelembagaan tanaman kopi berasal dari kelompok tani pelaksana kegiatan intensifikasi tanaman

kopi Tahun 2015 sebanyak 7 kelompok dengan jumlah keseluruhan

peserta 126 orang, setiap kelompok/kelas terdiri dari 18 orang petani

yang merupakan perwakilan pengurus dari beberapa kelompok tani.

Lokasi kegiatan pelatihan penguatan kelembagaan pekebun tanaman rempah

dan penyegar di Kabupaten Barat sebagai berikut:

 Lokasi dan peserta pelatihan Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga

Komoditas Tanaman Kopi Di Kabupaten Lampung Barat (Apbn-P)

Tahun Anggaran 2015

No. Lokasi Pertemuan Kelompok Peserta

(orang)

I. Kecamatan Air Hitam 1. Marga Yasa 2

Desa Semarang Jaya 2. Mekar Jaya 4

3. Bina Tani 3

4. Sumber Rezeki 3

5. Lestari 3

6. Harapan Jaya 3

Jumlah 18

 Lokasi dan peserta pelatihan Kepemimpinan Dan Komunikasi

Komoditas Tanaman Kopi Di Kabupaten Lampung Barat (Apbn-P)

Tahun Anggaran 2015.

Lokasi Pertemuan Kelompok Peserta

(orang)

Kecamatan Air Hitam 1. Marga Yasa 2

Desa Semarang Jaya 2. Mekar Jaya 4

3. Bina Tani 3

4. Sumber Rezeki 3

5. Lestari 3

6. Harapan Jaya 3

Jumlah 18

 Lokasi dan peserta pelatihan Administrasi Pembukuan Dan Program Tabungan Komoditas Tanaman Kopi Di Kabupaten Lampung Barat

(APBN-P) Tahun Anggaran 2015.

Lokasi Pertemuan Kelompok Peserta (orang)

Kecamatan Air Hitam 1. Marga Yasa 2

Desa Semarang Jaya 2. Mekar Jaya 4

3. Bina Tani 3

4. Sumber Rezeki 3

5. Lestari 3

6. Harapan Jaya 3

(7)

 Lokasi dan peserta pelatihan Manajemen Kemitraan Budidaya Tanaman

Kopi Di Kabupaten Lampung Barat (Apbn-P) Tahun Anggaran 2015.

Kecamatan Lokasi Kegiatan Peserta (Kelompok)

Air Hitam 1. Semarang Jaya 1. Margoyoso

 Lokasi dan peserta pelatihan Strategi Pengembangan Kelembagaan

Petani Kopi di Kabupaten Lampung Barat Tahun Anggaran 2015

2) Meningkatnya produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim;

- Terlaksananya pengembangan tanaman tebu melalui:

 Kegiatan perluasan tanaman tebu seluas 774 hektar di Kabupaten

Lampung Tengah, perluasan tanaman tebu seluas 2.350 hektar di

Kabupaten Way Kanan, perluasan tanaman tebu seluas 1.000 hektar di

Kabupaten Lampung Utara dan perluasan tanaman tebu seluas 100

hektar di Kabupaten Tulang Bawang Barat;

 Kegiatan bongkar ratoon di Kabupaten Lampung Tengah seluas 250

hektar dan bongkar ratoon di Kabupaten Lampung Utara seluas 50

(8)

 Kegiatan rawat ratoon di Kabupaten Lampung Tengah seluas 1.000

hektar, rawat ratoon di Kabupaten Lampung Utara seluas 300 hektar

dan rawat ratoon di Kabupaten Way Kanan seluas 550 hektar.

Gambar 1. Kegiatan pengembangan tanaman tebu di Kabupaten Lampung Tengah

(9)

- Terlaksananya pemberdayaan pekebunan tanaman semusim melalui

pelatihan petani tebu yang dilaksanakan pada tanggal 10-12 Desember

2015 bertempat di Kampung Bandar Sakti Kecamatan Terusan Nyunyai

Kabupaten Lampung Tengah, dengan peserta berasal dari 3 kelompok

tani. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan

dan kemampuan petani tebu, membangun dan menumbuhkan

kebersamaan petani dalam penguatan kelembagaan, dan

menumbuhkembangkan kemitraan usaha diantara petani dan industri yang

berbahan baku perkebunan yang dimiliki.

- Terlaksananya pemberian bantuan peralatan tebu yaitu traktor 7 unit,

dump truck 7 unit, truck 6 unit, GPS 78 unit, bantuan pompa air 130 unit

dan bantuan peralatan berupa fertilizer applicator 2 unit, hand

refractometer 50 unit, grab loader 12 unit.

- Terlaksananya pendampingan pelaksanaan analisi rendemen tebu petani

melalui fasilitasi pengawalan rendemen di Kabupaten Lampung Tengah

dan Kabupaten Lampung Utara. Dalam upaya meningkatkan rendemen

tebu melalui penataan varietas tebu untuk mendapatkan komposisi

varietas tebu unggul pada wilayah pengembangan tebu secara profesional

berdasarkan tingkat kemasakan, sehingga masa giling optimal dapat

tercapai serta meningkatkan rendemen.

Gambar 4. Sosialisasi dan core sampler pada laboratorium PT. Gunung Madu Plantations Lampung Tengah

Gambar 5. Unit Usaha Bunga Mayang Lampung Utara

- Terlaksananya pengembangan database tebu sistem online dengan hasil

(10)

CP/CL tebu menggunakan GPS, sosialisasi dan pembekalan teknis tebu,

dan terkavernya data luasan lahan milik petani tebu dengan GPS.

3) Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan

- Terlaksananya revitalisasi perkebunan, melalui kegiatan :

 Peremajaan karet di Kabupaten Mesuji seluas 150 hektar. Kelompok

sasaran penerima bantuan kegiatan pengembangan tanaman karet di

Kabupaten Mesuji adalah sebagai berikut :

Kelompok Penerima Lokasi Luas

(Ha) Bantuan Gapoktan Adi Makmur (58

KK)

Desa Adi Luhur Kec. Panca Jaya

 Peremajaan kelapa di Kabupaten Lampung Selatan seluas 267 hektar.

Kelompok sasaran penerima bantuan kegiatan peremajaan kelapa di

Kabupaten Lampung Selatan adalah sebagai berikut :

Kelompok Penerima Lokasi Luas

(Ha) Bantuan

Desa Bumi Daya Kec. Palas Gapoktan Sinar Bakti (31

KK)

Desa Bakti Rasa Kec. Sragi

15 1.949 btg bibit 1.209 kg NPK

Jumlah 267 26.001 btg bibit

(11)

 Penyediaan dana operasional petugas pendamping TKP/PLP-TKP

Revitalisasi tanaman perkebunan dengan rincian tenaga TKP 6 orang,

PLP-TKP 9 orang yaitu terlaksananya pendampingan program

revitalisasi perkebunan di Provinsi Lampung untuk komoditi kelapa

sawit, kakao, dan karet (100%).

 Pertemuan revitalisasi perkebunan tahun 2015 di selenggarakan di

Ruang Rapat Dinas Perkebunan Provinsi Lampung pada tanggal 27

Maret 2015 yang di hadiri oleh 30 orang peserta berasal dari Dinas

Perkebunan Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Lampung Utara,

Tim Revitalisasi Perkebunan Provinsi Lampung, BANK BRI Tanjung

Karang, BANK BRI Telukbetung, BANK BRI Kota Bumi dan BANK

BRI Pringsewu serta petugas TKP/PLP-TKP Dinas Perkebunan

Provinsi Lampung.

4) Dukungan Penanganan Pasca Panen dan Pembinaan Usaha Komoditas

Perkebunan

- Terlaksananya pengadaan alat pasca panen tanaman rempah dan penyegar

yang terdiri atas :

 Pengadaan alat pascapanen tanaman kopi di Kabupaten Lampung

Barat. Kelompok tani penerima bantuan terdiri dari 4 kelompok tani

yaitu Poktan Sinar Harapan Pekon Padang Tambak Kecamatan Way

Tenong. Jenis bantuan yang diterima adalah huller 2 unit, terpal 29

unit dan alat ukur kadar air 1 unit. Kelompok tani Andini Makmur

pekon Muara Jaya II Kecamatan Kebun Tebu dengan jenis bantuan

yang diterima adalah huller 2 unit, terpal 29 unit dan alat ukur kadar

air 1 unit. Kelompok tani Usaha Bersama Pekon Giham Sukamaju

Kecamatan Sekincau dengan jenis bantuan yang diterima adalah

huller 2 unit, terpal 35 unit dan alat ukur kadar air 1 unit. Kelompok

tani Gedung Jaya Pekon Trimulyo Kecamatan Gedung Surian dengan

dengan jenis bantuan yang diterima adalah huller 2 unit, terpal 35 unit

dan alat ukur kadar air 1 unit (100%).

 Pengadaan alat pascapanen tanaman lada di Kabupaten Lampung

Timur dengan kelompok penerima bantuan adalah Kelompok Tani

Sentosa Dusun V Desa Sukadana Baru Kecamatan Marga Tiga. Jenis

bantuan yang diterima adalah perontok buah lada 1 unit, terpal 27 unit

dan lantai jemur 1 unit (10 x 15 meter persegi). Kelompok tani

Sangkuriang Dusun VIII Desa Sukadana Kecamatan Marga Tiga

(12)

terpal 14 unit dan lantai jemur 1 unit dengan ukuran 10 x 15 meter

persegi.

- Terlaksananya penanganan gangguan usaha dan konflik perkebunan

melalui fasilitasi, inventarisasi dan identifikasi serta penanganan kasus

gangguan usaha dan konflik perkebunan.

Gambar 6. Pertemuan Koordinasi Penanganan Gangguan Usaha dan Konflik Perkebunan

5) Dukungan perlindungan pekebunan;

- Terlaksanaya kegiatan SL-PHT Perkebunan untuk tanaman kakao di Kab.

Pringsewu (2 KT); SL-PHT Perkebunan untuk tanaman kakao di Kab.

Tanggamus (4 KT) ; SL-PHT Perkebunan untuk tanaman kakao di Kab.

Lampung Selatan (2 KT); dan SL-PHT Perkebunan untuk tanaman tebu

di Kab. Lampung Tengah (2 KT); Jumlah peserta tiap kelompok

sebanyak 25 orang dan sanggup mengikuti SL-PHT selama 16 kali

pertemuan tanpa terputus. Setiap kelompok SL-PHT di pandu oleh 2

orang pemandu lapang yang telah bersertifikat, dalam kondisi tertentu 1

kelompok SL-PHT dapat di pandu oleh 1 orang PL di bantu 1 orang

petugas teknis yang mempunyai kemampuan sebagai pemandu. Di

Kabupaten Pringsewu pada KT Karya Makmur Pekon Purwodadi

Kecamatan Adiluwih dan KT Sepakat Pekon Banjar Rejo Kecamatan

Banyumas. Pada Kabupaten Lampung Selatan di KT Suka Bungah Desa

Sumur Kumbang Kecamatan Kalianda dan KT Bina Warga V Desa Raja

Basa Kecamatan Raja Basa. Pada Kabupaten Tanggamus di KT Harapan

Jaya Pekon Sidomulyo Kecamatan Air Naningan, KT Maju Jaya IV

(13)

Bulok. Pada Kabupaten Lampung Tengah di KT Manunggal Jaya

Kampung Candi Rejo Kecamatan Way Pengubuan dan KT Sumber

Makmur Mandiri Kampung Bandar Agung Kecamatan Terusan Nyunyai.

6) Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Tugas Pembantuan

Ditjen Perkebunan

- Terlaksananya dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen

Perkebunan melalui laporan kegiatan dan pembinaan administrasi tugas

pembantuan.

b) Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran,

dan Ekspor Hasil

Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran, dan

Ekspor Hasil, terdiri dari 2 (dua) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 100%.

1) Pengembangan pengolahan hasil pertanian/perkebunan;

- Terlaksananya pengembangan hasil pertanian/perkebunan melalui

kegiatan Pengembangan Bokar Bersih di Kabupaten Tulang Bawang

Barat.

Pengembangan bokar bersih di Kabupaten Tulang Bawang Barat melalui

bantuan mekanisme bansos dalam bentuk barang berupa bangunan TPH

ukuran 6 x 4 x 3 meter persegi (3 unit), bahan pembeku lateks/sintas 90%

(1.550 unit), box karet ukuran 631 x 414 x 307 meter persegi (135 unit)

dan timbangan duduk 3 unit. Kelompok penerima manfaat adalah

Gapoktan Harapan Mulya, Kampung Mulya Kencana Kecamatan Tulang

Bawang Tengah. Bimbingan teknis pengembangan bokar bersih

dilaksanakan 2 (dua) kali yaitu pada tanggal 16 April 2015 di Balai Desa

Blambangan Umpu Kecamatan Blambangan Umpu dengan jumlah

peserta 20 orang yang terdiri dari petani penerima manfaat dan

narasumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Dinas Perkebunan

dan Kehutanan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan BP3K Kabupaten

Tulang Bawang Barat. Bimtek ke pada tanggal 14 November 2015

bertempat di Kampung Mulya Kencana Kecamatan Tulang Bawang

Tengah dengan jumlah peserta 20 orang yang terdiri dari petani penerima

manfaat dan narasumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, BRI

Pulung Kencana KCP Lampung Utara dan PT. Komering Jaya Perdana.

Bimtek ini bertujuan untuk memfasilitasi sarana pengolahan bokar bersih

dan meningkatkan mutu dan daya saing bokar bersih (100%).

- Terfasilitasinya sarana pembangunan UPH kopi di Kabupaten Lampung

(14)

bangunan UPH kopi dan bahan pengemas alumunium. Kelompok

penerima manfaat bantuan yaitu KWT Mandiri Pekon Padang Cahaya

Kecamatan Balik Bukit dan BUMP PT. Gapoktan Lampung Robusta

Pekon Sinar Jaya Kecamatan Air Hitam. KWT Mandiri menerima UPH

kopi 1 unit dengan ukuran 8 x 3 x 3.25 meter kubik, alsin kemasan dan

bahan pengemas. Status lahan bangunan UPH kopi merupakan hibah dari

anggota kelompok.

Bimbingan teknis fasilitasi agroindustri kopi bubuk sebanyak 2 9dua) kali

yaitu :

 Bimtek I dilaksanakan pada tanggal 09 April 2015 bertempat di Pekon

Padang Cahaya Kecamatan Balik Bukit dengan jumlah peserta 20

orang yang berasal dari anggota kelompok penerima manfaat dengan

nara sumber berasal dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung dan

BP3K Kabupaten Lampung Utara.

 Bimtek II dilaksanakan pada tanggal 11 November 2015 bertempat di

Pekon Sinar Jaya Kecamatan Air Hitam dengan jumlah peserta 20

orang yang berasal dari anggota kelompok penerima manfaat dengan

nara sumber berasal dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung dan

BP3K Kabupaten Lampung Utara (100%).

2) Terlaksananya dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen

Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian melalui laporan kegiatan dan

pembinaan administrasi tugas pembantuan.

5.

Sumber dan Jumlah Anggaran

Sumber Dana Tugas Pembantuan Provinsi berasal dari :

a) Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun)

Anggaran : Rp. 211.903.562.000,-

Realisasi : Rp. 160.960.721.000,-

b) Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen P2HP)

Anggaran : Rp. 750.000.000,-

Realisasi : Rp. 732.294.085,-

Jumlah keseluruhan Dana Tugas Pembantuan Provinsi Satker Dinas Perkebunan

Provinsi Lampung Rp. 212.653.562.000,- dengan Realisasi anggaran sebesar

(15)

6.

SKPD yang melaksanakan Tugas Pembantuan

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan adalah Dinas Perkebunan

Provinsi Lampung.

7.

Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat/Golongan, Jumlah

Pejabat Struktural dan Fungsional.

JUMLAH KUALIFIKASI

PANGKAT/GOL JUMLAH PEJABAT (0rang)

PEGAWAI PENDIDIKAN STRUKTURAL FUNGSIONAL

1 2 3 4 5

Sumber : Sub. Bagian Umum Kepegawaian 2015

8.

Kondisi Sarana dan Prasarana yang Digunakan

NO SARANA DAN PRASARANA JUMLAH

(16)

NO SARANA DAN PRASARANA JUMLAH

Sumber : Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian, 2015

9.

Permasalahan dan Solusi

Permasalahan

Beberapa masalah yang masih terus dihadapi dalam pembangunan perkebunan dalam

pelaksanaan kebijakan/program/kegiatan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran

secara utuh adalah :

a) Luas lahan perkebunan yang terus berkurang akibat konversi lahan perkebunan

yang produktif ke penggunaan non perkebunan;

b) Disisi sarana produksi permasalahan yang dihadapi adalah belum cukup

tersedianya benih/bibit unggul bermutu, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian

hingga ke tingkat usaha tani serta belum berkembangnya kelembagaan penyedia

sarana produksi. Belum berkembangnya usaha penangkaran benih/bibit secara luas

hingga di sentra produksi mengakibatkan harga benih/bibit menjadi mahal bahkan

mengakibatkan banyak beredarnya benih/bibit palsu di masyarakat yang pada

akhirnya merugikan petani.

Solusi

Beberapa upaya pemecahan yang dilakukan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan

kegiatan pembangunan perkebunan adalah :

a) Diperlukan peran aktif pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Daerah

(Perda) terutama dalam penyediaan peraturan perlindungan bagi lahan

(17)

b) Perlunya dikembangkan sistem perbenihan yang didukung oleh beberapa

subsistem yaitu subsistem pengembangan varietas, subsistem produksi dan

distribusi benih, subsistem perbaikan mutu melalui sertifikasi dan pelabelan

dan subsistem kelembagaan dan peningkatan SDM.

10.

Hal Lain yang dianggap perlu untuk dilaporkan

Tidak ada hal lain yang di anggap perlu untuk dilaporkan.

b.

Kelautan dan Perikanan

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung

1.

Dasar Hukum

Peraturan Pemerintah 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan

dalam rangka mendukung program pembangunan kelautan dan perikanan di

Provinsi Lampung.

2.

Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

a) Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan

RI berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran

(DIPA) : DIPA-032.03.4.129123/2015 tanggal 14 November 2015 untuk

bidang Perikanan Tangkap;

b) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan

Perikanan RI berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan

Anggaran (DIPA) : DIPA-032.04.4.129124/2015 tanggal 14 November 2015

untuk Bidang Perikanan Budidaya;

c) Direktorat Jenderal Perikanan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan

RI berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran

(DIPA) : DIPA-032.06.4.129125/2015 tanggal 14 November 2015 untuk

Bidang Perikanan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.

3.

Program dan Kegiatan

a) Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap

1) Pengembangan Pelabuhan Perikanan Bengkunat;

2) Pembangunan PPP Lempasing;

3) Pengembangan PPP Labuhan Maringgai;

(18)

b) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

1) Penyediaan sarana produksi induk unggul;

2) Penyediaan sarana dan prasarana produksi benih bermutu ;

3) Peningkatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya

ditjen Perikanan Budidaya.

c) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP)

1) Pengembangan distribusi dan pemasaran di sentra perikanan;

2) Pengembangan produk dan usaha pengolahan hasil kelautan dan perikanan;

3) Pengembangan produk dan usaha pasca panen non pangan hasil perikanan.

4.

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

a) Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap

1) Pengembangan Pelabuhan Perikanan Bengkunat;

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan Pelabuhan

Perikanan Bengkunat sehingga diharapkan meningkatkan produktifitas

perikanan tangkap dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.000.000.000,-.

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Desember 2015 di Pelabuhan

Perikanan Bengkunat Kab. Pesisir Barat dengan hasil kegiatan berupa

terbangunnya breakwater sepanjang 26,01 meter. Pembangunan breakwater

Pelabuhan Perikanan Bengkunat dilaksanakan dengan beberapa tahap

dimulai dari persiapan administrasi kegiatan, pelelangan pelaksanaan

pembangunan, pengawasan, monitoring dan pelaporan.

2) Pembangunan PPP Lempasing

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pelayanan dan

operasional Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing dengan pagu anggaran

sebesar Rp. 2.000.000.000,-. Pedagang lapak berjualan ikan di areal

dermaga, sehingga menyebabkan areal dermaga kotor/kumuh sehingga para

pedagang tersebut perlu dipindahkan ke areal yang dibangun khusus untuk

(19)

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Desember 2015 di Pelabuhan

Perikanan Pantai Lempasing Bandar Lampung dengan hasil kegiatan berupa

terbangunnya 60 lapak pedagang ikan.

3) Pengembangan PPP Labuhan Maringgai

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pelayanan dan

operasional Pelabuhan Perikanan Pantai Labuhan Maringgai dengan pagu

anggaran sebesar Rp. 4.000.000.000,-. Kolam pelabuhan mengalami

pendangkalan yang menyebabkan kapal-kapal besar tidak dapat masuk/

sandar ke pelabuhan, sehingga kolam perlu dikeruk agar kapal-kapal besar

dapat masuk/sandar ke pelabuhan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Desember 2015 di Pelabuhan

Perikanan Pantai Labuhan Maringgai Lampung Timur, dengan hasil kegiatan

berupa terlaksananya normalisasi/pengerukan kolam pelabuhan PPP

Labuhan Maringgai.

4) Program Pengelolaan Sumber Daya Ikan (SDI)

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk pemulihan sumberdaya

perikanan sehingga terwujud kelestarian sumberdaya perikanan di perairan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 05 - 07 Mei 2015 di Kab. Pringsewu

dengan hasil berupa penebaran sebanyak 62.900 ekor ikan nila di Cekdam

(20)

b) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

1) Penyediaan sarana produksi induk unggul;

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan

produksi/perbanyakan calon induk ikan unggul dengan pagu sebesar Rp.

369.710.000. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari – Desember

2015 di desa Taman Sari Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung

Timur dengan produksi sebanyak 5.000 ekor calon induk.

2) Penyediaan sarana dan prasarana produksi benih bermutu

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produksi benih

bermutu dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dengan

pagu sebesar Rp. 513.105.000. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari

– Desember 2015 di desa Taman Sari Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur dengan produksi sebanyak 3.500.000 ekor benih bermutu.

(21)

3) Peningkatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis Lainnya

Ditjen Perikanan Budidaya

Terlaksananya kegiatan ini yang mendukung pelaksanaan kegiatan Tugas

Pembantuan dari Ditjen Perikanan budidaya lainnya dengan efisien dan

efektif yang dilakukan selama bulan Januari – Desember 2015 di Kelurahan

Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung.

c) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP)

1) Pengembangan distribusi dan pemasaran di sentra perikanan

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperlancar dan

meningkatkan efesiensi pemasaran baik Ikan segar maupun Bentuk olahan

dari ikan dan meningkatkan Nilai tambah bagi masyarakat terutama di sektor

Perikanan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 650.000.000,-

2) Pengembangan produk dan usaha pengolahan hasil kelautan dan perikanan

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan

pemahaman bagi para pengolah ikan di sentra pengolahan ikan,

meningkatkan Nilai tambah bagi masayarakat terutama di sektor Perikanan,

dan mewujudkan produk kelautan dan perikanan yang berkualitas dengan

pagu anggaran sebesar Rp. 1.050.000.000,-.

3) Pengembangan produk dan usaha pasca panen non pangan hasil perikanan

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan

pemahaman bagi para pengrajin tentang nilai tambah bagi produk olahan

non pangan terutama di sektor Perikanan, dan mewujudkan produk kelautan

dan perikanan yang berkualitas dengan pagu anggaran sebesar Rp.

3.089.200.000,-.

(22)

5.

Alokasi dan Realisasi Anggaran

Anggaran TP bidang kelautan dan perikanan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara (APBN) Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2012 dengan

rincian sebagai berikut :

No. Unit Eselon I Alokasi Dana Realisasi Persentase Realisasi 1. Ditjen Perikanan Budidaya 1.051.955.000 1.051.113.600 99,92

2 Ditjen P2HP 4.844.040.000 4.780.133.970 98,68

3. Ditjen Perikanan Tangkap 8.300.000.000 8.063.863.900 97,15

Jumlah 14.195.995.000 13.895.111.470 98,58

6.

Proses Perencanaan Pembangunan

Perencanaan program/kegiatan harus dilakukan secara cermat, terarah dan komprehensif

sesuai Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional (SPPN) dengan mekanisme sebagai berikut :

a) DPA SKPD (APBD)

1) Sosialisasi program/kegiatan tahun berjalan dab rencana program tahun

berikutnya ke 14 kabupaten/kota dan instansi terkait

2) Rapat koordinasi teknis/pra Musrenbang oleh eselon IV DKP Provinsi

Lampung dan 14 kab/kota disertai Bakorluh

3) Musrenbang Provinsi

4) Penyusunan KUA PPAS

5) Finalisasi dan Penetapan PPA

6) Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA)

7) Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)

b) DIPA DEKOSENTRASI/TP (APBN)

1) Sosialisasi program/kegiatan tahun berjalan dan rencana program tahun

berikutnya ke 14 kabupaten/kota dan instansi terkait

2) Rapat koordinasi teknis perencanaan pada tiap-tiap unit teknis eselon I

lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

3) Musrenbang Provinsi

4) Penyusunan Program/Kegiatan Rencana Kerja

(23)

7.

Kondisi Sarana dan Prasarana

Aset-aset pendukung pembangunan kelautan dan perikanan yang dimiliki dinas baik

yang terinventarisir sebagai asset bergerak maupun tidak bergerak dan asset kearsipan.

Aset yang dimiliki Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung selengkapnya dapat

dilihat pada uraian berikut:

a) Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) atau Pelabuhan Perikanan Tipe C

Provinsi Lampung memiliki 4 (empat) PPP berdasarkan SK Menteri Kelautan dan

Perikanan Ri No. 12 Tahun 2004, yaitu :

1) PPP Lempasing di Kota Bandar Lampung

2) PPP Kota Agung di Kabupaten Tanggamus

3) PPP Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampug Timur

4) PPP Teladas di Kabupaten Tulang Bawang

b) Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) di Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur

Didukung oleh Balai Benih Ikan Lokas serta Dempond, Demplot yang tersebar di

15 kab/kota

1) Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan

2) Laboratorium Pengujian Mutu Benur

3) Pasara Ikan Hygienis

4) Sentra Pengolahan Ikan

5) Balai Budidaya Laut (UPT Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian

Kelautan dan Perikanan RI)

6) Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPMN) Kota Agung

(Sekolah Kejuruan Perikanan milik BPSDM Kementerian Kelautan dan

Perikanan RI)

7) Sarana operasional berupa kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua

NO SARANA DAN

PRASARANA JUMLAH

KONDISI

KET Penanggung

Jawab

BAIK RUSAK

1 2 3 4 5 6

1 Gedung Kantor Kasubag

Umum dibantu staf Siswadi

a. Gedung Kantor 10 √

d. Tanah 36 √

2 Kendaraan

a. Kendaraan Roda Empat

8 Operasional

Dinas

b. Kendaraan Roda Dua 21

c. Kapal Patroli 2

3 Peralatan kantor 4.907 Sarpras

(24)

8.

Permasalahan dan Solusi

Secara umum untuk kegiatan-kegiatan yang dibiayai oleh APBN tahun 2015 yang

dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung dapat berjalan

dengan baik dan tidak ditemui masalah/hambatan yang berarti.

c.

Pertanian

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

1.

Dasar Hukum

a) Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 135/Permentan/OT.140/12/2014,

tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

125/Permentan/OT.140/11/2014 tentang Penugasan kepada Gubernur Dalam

Pelaksanaan Kegiatan dan Tanggung Jawab Dana Tugas Pembantuan

Provinsi Tahun Anggaran 2015;

b) Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)

1) SP DIPA-018.03.4.129112/2015

2) SP DIPA-018.04.4.129113/2015

3) SP DIPA-018.07.4.129116/2015

4) SP DIPA-018.08.4.129119/2015

2.

Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

a) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik

Indonesia;

b) Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia;

c) Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian

Pertanian Republik Indonesia;

d) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian

Republik Indonesia.

3.

Program dan Kegiatan

a) Program Peningkatan Produksi Tanaman Pangan melalui

Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan

Kegiatan :

1) Pengelolaan produksi tanaman aneka kacang dan umbi;

2) Pengelolaan produksi tanaman serealia;

(25)

4) Penguatan perlindungan tanaman pangan dari gangguan OPT dan DPI;

5) Penanganan pasca panen tanaman pangan;

6) Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Tanaman

Pangan.

b) Program Peningkatan Produksi, Produktivitas Hortikultura Ramah

Lingkungan

Kegiatan :

1) Peningkatan produksi dan produktivitas produk sayuran dan tanaman

obat ramah lingkungan ;

2) Pengembangan sistem perlindungan tanaman hortikultura ramah

lingkungan;

3) Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Hortikultura.

c) Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Mutu, Pemasaran

Hasil dan Investasi Pertanian

Kegiatan :

1) Pengembangan mutu dan standarisasi;

2) Pengembangan pemasaran domestik;

3) Pengembangan pengolahan hasil pertanian;

4) Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Pengolahan

dan Pemasaran Hasil Pertanian.

d) Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana

Pertanian

Kegiatan:

1) Pengelolaan air irigasi untuk pertanian;

2) Perluasan areal dan pengelolaan lahan pertanian;

3) Pengelolaan sistem penyediaan dan pengawasan alat mesin pertanian;

4) Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Prasarana

dan Sarana Pertanian;

5) Fasilitasi pupuk dan pestisida;

6) Pelayanan pembiayaan pertanian dan pengembangan usaha agribisnis

(26)

4.

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

a) Peningkatan Produksi Tanaman Pangan melalui Produktivitas dan

Mutu Hasil Tanaman Pangan

Program peningkatan produksi tanaman pangan melalui produktivitas dan

mutu hasil tanaman pangan dengan realisasi fisik sebesar 93,08%.

Capaian:

1) Pengelolaan produksi tanaman aneka kacang dan umbi (Pagu Rp.

8.798.013.000,-);

Kegiatan perluasan areal tanam kedelai melalui peningkatan IP di

Kabupaten Mesuji seluas 1.750 hektar tersebar di 4 kecamatan

(Mesuji, Mesuji Timur, Simpang Pematang, dan Panca Jaya), 19 desa

(Sungai Badak, Mulya Sari, Sumber Makmur, Suka Maju, Tanjung

Serayan, Wira Laga 2, Wiralaga Mulya, Tirta Laga, Tebing Karya

Mandiri, Pangkal Mas Mulya, Talang Batu, Margo Jadi, Margo Jaya,

Bangun Mulyo, Tanjung Mas Makmur, Wira Bangun, Jaya Sakti,

Harapan Jaya dan Adimulyo), dan melibatkan 78 kelompok tani.

Laporan CPCL, pendampingan, pengawalan, monev, dan evaluasi

akabi di Kab. Way Kanan, Mesuji, Pringsewu dan Pesisir Barat.

Pelaksanaan ubinan kedelai di 79 lokasi di Kabupaten Mesuji,

Pringsewu, Pesisir Barat, dan Way Kanan. Gerakan Peningkatan

Penerapan Tanaman Terpadu (GP-PTT) kedelai seluas 1.700 hektar,

tersebar di 4 kabupaten (Mesuji, Pringsewu, Pesisir Barat dan Way

Kanan), melibatkan 100 kelompoktani di 17 kecamatan.

2) Pengelolaan produksi tanaman serealia (Pagu Rp. 5.687.500.000,-);

Laporan pelaksanaan GP-PTT jagung di 5 kabupaten (Way Kanan,

Pesawaran, Mesuji, Pringsewu dan Pesisir Barat). Data ubinan jagung

sebanyak 43 lokasi di GP-PTT. Kegiatan GP-PTT jagung hibrida

seluas 2.500 hektar, tersebar di 5 kabupaten (Way Kanan, Pesawaran,

Mesuji, Pringsewu, dan Pesisir Barat), melibatkan 93 kelompok tani di

16 kecamatan.

3) Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan (Pagu Rp.

670.000.000,-);

Laporan pelaksanaan pemberdayaan benih padi sebanyak 2 unit (100

hektar) di Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Candipuro, Desa

Rawa Selapan, Kel.Tani Mekar Jaya seluas 50 hektar dan Kabupaten

Pesawaran, Kecamatan Gedung Tataan, Desa Kutoarjo, Kel. Tani

(27)

hektar), di Kecamatan Raman Utara, Desa Raman Fajar, Kel.Tani Sido

Rukun I dan Kecamatan Braja Selebah, Desa Braja Harjosari, Kel.Tani Baru

Muncul. Kabupaten Pringsewu (25 hektar) di Kecamatan Setia Tani I, Desa

Tanjung Anom, Kel.Tani Ambarawa.

4) Penguatan perlindungan tanaman pangan dari gangguan OPT dan DPI

(Pagu Rp. 32.088.000,-);

Pengadaan pompa air (2 unit) sebagai prasarana penanggulangan OPT/DPI

tanaman pangan, dialokasikan di Laboratorium Proteksi Tanaman Pangan

dan Hortikultura Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu dan Laboratorium

Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Trimurjo, Kabupaten Lampung

Tengah.

5) Penanganan pasca panen tanaman pangan (Pagu Rp. 1.419.000.000,-);

Pengawalan penanganan kegiatan pasca panen di Kabupaten Tanggamus,

Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang,

Pesawaran dan Pringsewu. Pengadaan alat pasca panen berupa corn sheller

(4 unit) di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur

dan Pesawaran, dan dryer jagung (3 unit) di Kabupaten Lampung Selatan,

Lampung Timur dan Lampung Tengah.

6) Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan

(Pagu Rp. 484.070.000,-).

Dokumen perencanaan kegiatan/anggaran tanaman pangan sebanyak 6

dokumen, pelaksanaan administrasi kegiatan tanaman pangan selama 12

bulan, laporan manajemen tanaman pangan (SAI, SIMAK/BMN, Simonev

dan LM3) tahun anggaran 2015.

b) Peningkatan Produksi, Produktivitas Hortikultura Ramah Lingkungan

Program peningkatan produksi, produktivitas hortikultura ramah lingkungan,

terdiri dari 3 (tiga) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 99,32%.

Capaian :

1) Peningkatan produksi dan produktivitas produk sayuran dan tanaman obat

ramah lingkungan (Pagu Rp. 13.160.125.000,-);

Sekolah Lapang GAP sayuran, dilaksanakan di 5 kabupaten (Kabupaten

Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Tengah dan

Pesawaran) diikuti 15 kelompok tani. Fasilitasi/pengadaan pompa air

mendukung budidaya cabai di Lampung Tengah, Kecamatan Kalirejo, Desa

Watu Agung, Kel.Tani Agung Makmur III dan Kecamatan Padang Ratu,

Desa Sendang Ayu, Kel.Tani Setia Karya. Bantuan sarana prasarana

(28)

Padang Ratu, Desa Sendang Ayu. Kel.Tani Setia Karya I. Sarana prasarana

budidaya cabai merah, berupa pH meter 32 unit tersebar di Lampung Selatan

(9 unit), Tanggamus (8 unit), Lampung Barat (8 unit) dan Pesawaran (7

unit); sprayer elektrik 64 unit tersebar di Lampung Selatan (18 unit),

Tanggamus (16 unit), Lampung Barat (16 unit), dan Pesawaran (14 unit) ;

sarana irigasi sederhana 32 unit, tersebar di Lampung Selatan (9 unit),

Tanggamus (8 unit), Lampung Barat (8 unit), dan Pesawaran (7 unit).

Sarana prasarana budidaya bawang merah berupa pH meter 70 unit tersebar

di Lampung Selatan (20 unit), Tanggamus (20 unit), Lampung Tengah (30

unit). Pengadaan motor R-3 (1 unit) mendukung pasca panen cabai merah di

Lampung Tengah, Kecamatan Padang Ratu, Desa Sendang Ayu, Kel.Tani

Agung Makmur III, sarana pasca panen cabai merah (motor roda 3) di

Lampung Tengah, Kecamatan Kalirejo, Desa Watu Agung, Kel.Tani Setia

Karya I. Pengadaan keranjang panen 640 unit, tersebar di Lampung Barat

(160 unit), Tanggamus (160 unit), Lampung Selatan (180 unit), dan

Pesawaran (140 unit) . Pengadaan terpal 350 unit, tersebar di Lampung

Selatan (100 unit), Tanggamus (100 unit), Lampung Tengah (150 unit).

Fasilitasi bantuan pengembangan kawasan cabai merah seluas 60 hektar di 2

kabupaten; Lampung Tengah, Kecamatan Kalirejo, Desa Watu Agung,

Kel.Tani Agung Makmur III, Kecamatan Padang Ratu, Desa Sendang Ayu,

Kel.Tani Setia Karya I; Pesawaran, Kecamatan Way Ratai, Desa Pesawaran

Indah, Kel.Tani Suka Subur I dan Desa Gunung Rejo, Kel.Tani Mugi

Rahayu, Kecamatan Punduh Pedada, Desa Rusaba, Kel.Tani Karya Bakti

dan Desa Bangun Rejo, Kel.Tani Mawar Mandiri, Kecamatan Padang

Cermin, Desa Gayau, Kel.Tani Mulia Tani. Fasilitasi bantuan

pengembangan kawasan bawang merah seluas 2 hektar di Lampung Tengah

di Kecamatan Kota Gajah, Desa Sumber Jaya, Kel.Tani Tani Maju dan

Kecamatan Kelirejo, Desa Sri Purnama, Kel.Tani Barokah. Pengembangan

kawasan cabai merah seluas 32 hektar (Lampung Selatan 9 hektar,

Tanggamus 8 hektar, Lampung Barat 8 hektar dan Pesawaran 7 hektar),

pengembangan kawasan bawang merah seluas 70 hektar (Lampung Selatan

20 hektar, Tanggamus 20 hektar dan Lampung Tengah 30 hektar) (97,97%).

2) Pengembangan sistem perlindungan tanaman hortikultura ramah lingkungan

(Pagu Rp. 520.500.000,-);

Fasilitasi gerakan pengendalian OPT hortikultura untuk bawang merah

berupa fasilitasi bahan pengendali OPT ramah lingkungan (bakteri pemacu

(29)

Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan dan Lampung Tengah dengan

luasan 70 hektar. Fasilitasi pengendalian OPT cabai merah (bakteri pemicu

pertumbuhan tanaman, bakteri antagonis patogen layu bakteri, cendawan

entomopatogen, cendawan pemacu pertumbuhan perakaran, atraktan lalat

buah, feromon sex ulat grayak cabai) di Kabupaten Lampung Barat,

Tanggamus, Lampung Selatan dan Pesawaran .

3) Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Hortikultura

(Pagu Rp. 283. 307.000,-)

Dukungan administrasi mendukung pelaksanaan kegiatan hortikultura di 4

kabupaten (Lp. Barat, Tanggamus, Lp. Selatan, Lp. Tengah dan Pesawaran).

c) Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Mutu, Pemasaran Hasil dan

Investasi Pertanian

Program peningkatan nilai tambah, daya saing, mutu, pemasaran dan investasi

pertanian, terdiri dari 4 (empat) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 100%.

Capaian :

1) Pengembangan mutu dan standarisasi (Pagu Rp. 542.000.000,-);

Penerapan sistem jaminan mutu hasil pertanian melalui dukungan 1 unit

packing house (kontainer plastik, hand pallet jack, timbangan meja digital,

brongsong plastik, timbangan duduk dan pisau penyisir pisang) di

Kabupaten Pesawaran, Kecamatan Padang Cermin, Desa Wates Way Ratai.

2) Pengembangan pemasaran domestik (Pagu Rp. 450.000.000,-);

Optimalisasi sarana dan kelembagaan pasar domestik (pasar tani) melalui

fasilitasi pengadaan tenda (8 unit), meja lipat besar (8 unit), kursi plastik (16

unit), kontainer/keranjang (24 buah) di Kota Bandar Lampung dan

Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Sidomulyo, Desa Talang Baru,

Gapoktan Bina Karya, berupa sarana perlengkapan promosi/pemasaran

(pompa air dan perlengkapannya, meja kantor, kursi kantor, timbangan

gantung, kontainer plastik, gerobak motor, angkong, dll);

3) Pengembangan pengolahan hasil pertanian (Pagu Rp. 9.350.000.000,-);

Kegiatan revitalisasi dan pembangunan penggilingan padi (RMU) sebanyak

22 unit di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Barat,

Tulang Bawang, Way Kanan, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Lampung

Selatan, Pesawaran, Lampung Utara dan Pesisir Barat. Revitalisasi

pengolahan hasil hortikultura sebanyak 4 unit di Kabupaten Lampung

(30)

4) Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya pada Ditjen Pengolahan

dan Pemasaran Hasil Pertanian (Pagu Rp. 75.000.000,-)

Dukungan administrasi kegiatan Tugas Pembantuan dan adminsitrasi

kegiatan lelang.

d) Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian

Program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian, terdiri

dari 6 (enam) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 100%.

Capaian :

1) Pengelolaan air irigasi untuk pertanian (Pagu Rp. 272.275.395.000,-);

Bantuan benih padi inbrida di lokasi kegiatan upsus padi di 14 kabupaten.

Pembangunan dan rehab jaringan irigasi untuk pertanian mendukung

kegiatan upsus seluas 153.550 hektar di 14 kabupaten/kota.

2) Perluasan areal dan pengelolaan lahan pertanian (Pagu Rp.

195.306.143.000,-);

Pengembangan optimasi lahan mendukung tanaman pangan seluas 160.880

hektar di 13 kabupaten (Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Selatan,

Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Tulang

Bawang, Pesawaran, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesisir Barat dan

Kota Metro). Pengembangan System of Rice Intensification/SRI seluas 732

hektar tersebar di 6 kabupaten (Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung

Timur, Way Kanan, Pesawaran dan Mesuji). Operasional pembinaan dan

pendampingan perluasan sawah seluas 1.000 hektar di Kabupaten Mesuji.

3) Pengelolaan sistem penyediaan dan pengawasan alat mesin pertanian

(Pagu Rp. 76.652.325.000,-);

Pengembangan alat dan mesin pertanian mendukung kegiatan upsus melalui

pengadaan combine harvester kecil 168 unit di Kabupaten Lampung Barat,

Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah,

Lampung Utara, Way Kanan, Tulang Bawang, Pesawaran, Pringsewu,

Tulang Bawang Barat, Mesuji dan Kota Metro; pengadaan vertical dryer 25

unit di Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur,

Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Tulang Bawang, Pesawaran

dan Pesisir Barat; pengadaan corn sheller 130 unit di Kabupaten Lampung

Barat, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah,

Lampung Utara, Way Kanan, Tulang Bawang, Pesawaran, Pringsewu dan

Tulang Bawang Barat; pengadaan power thresher multiguna 40 unit di

Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Timur, Lampung

(31)

Bawang Barat, Pesisir Barat; pengadaan traktor roda 2 sebanyak 455 unit di

Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Timur, Lampung Tengah,

Lampung Utara, Way Kanan, Tulang Bawang, Mesuji, Tulang Bawang

Barat dan Pesisir Barat.

4) Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Prasarana dan

Sarana Pertanian (Pagu Rp. 8.238.640.000,-);

Dukungan administrasi pelaksanaan program/kegiatan sarana dan prasarana

pertanian di provinsi dan 15 kabupaten/kota. Laporan akhir tahun

pelaksanaan kegiatan/anggaran serta laporan pembinaan dan monitoring.

5) Fasilitasi pupuk dan pestisida (Pagu Rp. 9.238.205.000,-);

Pendampingan kepada kelompoktani/petani dalam penyusunan RDKK di 15

kab/kota. Penguatan kelembagaan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida di

tingkat provinsi dan 15 kab/kota.

6) Pelayanan pembiayaan pertanian dan pengembangan usaha agribisnis

perdesaan (PUAP) (Pagu Rp. 600.000.000,-).

Dukungan operasional pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) di

154 kab/kota.

5.

Sumber dan Jumlah Anggaran

Jumlah anggaran APBN (Tugas Pembantuan) yang berasal dari 4 Eselon 1 lingkup

Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2015 sebagai berikut :

Alokasi : Rp. 658.018.480.000,-

Realisasi : Rp. 642.330.234.306,-

6.

SKPD yang melaksanakan

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.

7.

Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan

JUMLAH

PEGAWAI

KUALIFIKASI PENDIDIKAN

PANGKAT/ GOL

JUMLAH PEJABAT

STRUKTURAL FUNGSIONAL

PNS : 246 S3 : - IV/d : - Ess IV = 29 Pengawas benih 39

PTHL : 30 S2 : 17 IV/c : 3 Ess III = 10 Pengamat OPT 76

S1 : 212 IV/b : 14 Ess II = 1 PPL 1

D4 : - IV/a : 32 PMHP 1

D3 : 16 III/d 81

D2 : - III/c : 58

D1 : - III/b : 84

SLTA : 160 III/a : 32

SLTP : 12 II/d : 19

SD : 9 II/c : 37

II/b : 43

II/a : 11

I/d : 6

I/c : 5

I/b : 1

(32)

8.

Kondisi Sarana dan Prasarana

NO SARANA DAN

PRASARANA JUMLAH

KONDISI

KET.

BAIK KURANG

BAIK

1 2 3 4 5 6

1 Gedung kantor

(kantor dinas, rumah dinas, gudang, asrama)

109 109 -

2 Kendaraan

a. roda 4 10 10 -

b. roda 2 557 557 -

3 Peralatan kantor

a. meja 215 215 -

b. kursi 242 242 -

c. almari kayu 24 24 -

d. filing cabinet 42 42 -

e. mesin tik 21 18 3

f. computer/PC 18 18 -

g. note book/laptop 28 28 -

h. Rak kayu 6 6 -

i. kursi rapat 80 80 -

j. Printer 30 25 5

k. mesin potong rumput 12 12 -

l. Faximilie 4 4 -

m. Jam dinding 11 11 -

n. Kamera 8 8 -

o. Brangkas 3 3 -

9.

Permasalahan dan Solusi

Tidak ada permasalahan dan Solusi di tahun 2015.

10.

Hal lain yang Dianggap Perlu untuk Dilaporkan.

Tidak ada hal lain yang dianggap perlu untuk dilaporkan.

d.

Perumahan

Dinas Pengairan dan Perumahan Provinsi Lampung

1.

Dasar hukum

a) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang

Dekosentrasi dan Tugas Pembantuan;

b) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 03/PRT/M/2008 tentang

Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang

merupakan kewenangan pemerintah dan dilaksanakan melalui dekosentrasi

dan tugas pembantuan;

c) UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara;

d) UU No. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara;

e) UU No. 27 Tahun 2014 Tentang APBN TA 2014;

f) Dasar hukum DIPA Kementerian PU RI.

(33)

2.

Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

3.

Program dan Kegiatan

Program Pengelolaan Sumber Daya Air

1) Pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah, rawa, dan tambak;

2) Penigkatan tatakelola pengelolaan SDA terpadu.

4.

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Pengelolaan Sumber Daya Air

Terlaksananya penembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa, dan jaringan

pengairan lainnya.

5.

Sumber dan Jumlah Anggaran

Sumber dana Tugas Pembantuan Provinsi berasal dari Kementerian Pekerjaan

umum dengan jumlah anggaran:

Program Pengelolaan SDA

Dana DIPA : Rp. 35.394.096.000

Realisasi : 98,39%

Keuangan : 98.39 (Rp.34.823.554.790)

6.

SKPD yang melaksanakan Tugas Pembantuan

Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung.

7.

Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat/Golongan,

Jumlah Pejabat Struktural dan Fungsional

JUMLAH KUALIFIKASI

PANGKAT/GOL JUMLAH PEJABAT

PEGAWAI PENDIDIKAN STRUKTURAL FUNGSIONAL

1 2 3 4 5

PNS : 638 S3 : 1 IV/d : 1 Ess IV = 27

L : 514 S2 : 25 IV/c : - Ess III = 9

P : 124 S1 : 104 IV/b : 5 Ess II = 1

D4 : - IV/a : 13

PTHL : 341 D3 : 27 III/d 40

D2 : - III/c : 48

D1 : - III/b : 120

SLTA : 428 III/a : 29

SLTP : 33 II/d : 13

SD : 20 II/c : 191

II/b : 124

II/a : 34

I/d : 7

I/c : 10

I/b : 3

(34)

8.

Kondisi Sarana dan Prasarana yang Digunakan

No Sarana dan

Prasarana

Jumlah Kondisi Keterangan

Baik Kurang Baik

37 Daftar Daerah Irigasi

LPG 4 Baik

38 Peta Penggunaan stts

tanah 2 Baik

9.

Permasalahan dan Solusi

Tidak ada permasalahan dan solusi di tahun 2015.

10.

Hal lain yang Dianggap Perlu untuk Dilaporkan

(35)

e.

Pekerjaan Umum

Dinas Bina Marga Provinsi Lampung

1.

Dasar hukum

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 15/PRT/M/2011 Tentang Pedoman

Pelaksanaan Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum Yang Merupakan

Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Melalui Dekonsentrasi dan Tugas

Pembantuan.

2.

Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina

Marga.

3.

Program dan Kegiatan

Program Penyelenggaraan Jalan

Kegiatan :

Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional Batas Provinsi

Sumsel – Bukit Kemuning.

4.

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Program Penyelenggaraan Jalan

Capaian :

1) Terlaksananya peningkatan jalan Bts. Provinsi Sumsel – Sp. Empat;

2) Terlaksananya pemeliharaan Provinsi Sumsel – Sp. Empat;

3) Terlaksananya pemeliharaan rutin Jalan Sp. Empat – Bukit Kemuning;

4) Terlaksananya pelaporan secara elektronik (e-monitoring) sebanyak 28

laporan;

5) Tersedianya sarana dan prasarana perkantoran selama 12 bulan.

5.

Sumber dan Jumlah Anggaran

Sumber dana Tugas Pembantuan Provinsi berasal dari APBN Kementerian

Pekerjaan Umum dengan jumlah anggaran Rp. 19.546.304.000 ,-.

6.

SKPD yang melaksanakan Tugas Pembantuan

(36)

7.

Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat Dan Golongan

JUMLAH PEGAWAI

KUALIFIKASI

PENDIDIKAN PANGKAT/GOL.

JUMLAH PEJABAT

STRUKTURAL FUNGSIONAL

1 2 3 4 5

PNS : 21 S3 : 0 IV/d : 0

PTHL : 33 S2 : 2 IV/c : 0

S1 : 6 IV/b : 0

D4 : 0 IV/a : 1

D3 : 1 III/d : 4

D1 : 0 III/c : 2

SMA : 12 III/b : 3

SMP : 0 III/a : 0

SD : 0 II/d : 1

II/c : 3 II/b : 5 II/a : 2 I/d : 0 I/c : 0 I/b : 0 I/a : 0

8.

Kondisi Sarana Dan Prasarana Yang Digunakan

No Item Jumlah Kondisi

1. Komputer 2 unit Baik

2. Printer 2 unit Baik

9.

Permasalahan dan Solusi

Di tahun 2015 pelaksanaan Tugas Pembantuan tidak ada permasalahan yang

signifikan. Cuaca yang kadang tidak menentu terkadang menjadi masalah tetapi

masih mampu diatasi.

f.

Ketransmigrasian

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung

1.

Dasar hukum

a) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Nomor:

067.07.4.350183/2015;

b) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Nomor:

(37)

2.

Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

a) Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman

Transmigrasi;

b) Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi.

3.

Program dan Kegiatan

a) Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman

Transmigrasi

Kegiatan:

1) Pemetaan persebaran penduduk;

2) Pembangunan permukiman dan instruktur kawasan transmigrasi;

3) Pembinaan potensi kawasan transmigrasi;

4) Dukungan teknis dan manajemen.

b) Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi

Kegiatan:

1) Pengembangan sarana dan prasarana kawasan transmigrasi;

2) Pengembangan sosial budaya transmigrasi;

3) Pelayanan pertanahan transmigrasi ;

4) Promosi dan kemitraan ;

5) Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya .

4.

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

a) Program Penyiapan Kawasan pembangunan Pemukiman Transmigrasi

Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi, terdiri dari 4 (empat)

kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 100%.

Capaian:

1) Terfasilitasinya perpindahan dan penempatan transmigrasi sebanyak

55 KK (78.57%), dengan rincian sebagai berikut :

Program Tahun 2015 sebanyak 55 KK, Sebagai Berikut :

- Daerah asal Kabupaten Pringsewu sebanyak 15 KK ke lokasi

Anuwa Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara;

- Daerah asal Kabupaten Pesawaran sebanyak 15 KK ke lokasi

Keliling Semulung Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan

Barat;

- Daerah asal Kabupaten Lampung sebanyak 10 KK ke lokasi

(38)

- Daerah Asal Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 15 KK ke

lokasi Satai Lestari Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan

Barat.

2) Pembangunan Permukiman dan Insfrastruktur di Kawasan

Transmigrasi dengan realisasi fisik menacapai 100% dengan rincian

pembangunan :

Pembangunan :

- Pembangunan jalan onderlagh panjang 1750 M, 4 M di Jln Poros

Minngu SP3/SP45 Kec. Ngambur Kabupaten Pesisir Barat;

- Supervisi Pembangunan jalan poros Pasar Minggu SP3/SP4;

- Pembangunan jalan onderlagh P 0,590 KM Jln semangka desa

bawang sakti jaya Kec. Banjar Baru Kab. Tulang Bawang;

- Pembangunan jalan onderlagh P 0,700 KM L 3.5 airlanga desa

bawang sakti jaya Kec. Banjar Baru Kab. Tulang Bawang ;

- Supervisi Pembangunan Desa Bawang sakti Jaya;

- Pembangunan Jln sd lapen panjang P 1,100 km L 3 M di jln

pahlawan desa mekar jaya Kec. Banjar Baru Kab. Tulang Bawang;

- Pembangunan Jln sd lapen panjang P 0.250 km L 3.5 M di jln

pemuda desa mekar jaya Kec. Banjar Baru Kab. Tulang Bawang;

- Supervisi pembangunan jalan desa mekar jaya Kec. Banjar Baru

Kab. Tulang Bawang;

- Pembangunan Jln sd lapen panjang P 0.250 km L 3.5 M di jln

risma desa mekar indah jaya Kec. Banjar Baru Kab. Tulang Bawang

- Pembangunan Jln sd lapen panjang P 0.480 km L 3 M di jln

cempedak desa mekar indah jaya Kec. Banjar Baru Kab. Tulang

Bawang;

- Pembangunan Jalan desa Cendana Desa Mekar Jaya Indah;

- Supervisi Pembangunan Jln di Desa Mekar Indah Jaya Kec, Banjar

Baru Kabupaten Tulang Bawang;

3) Pelaksanaan Penyuluhan dan penyebarluasan Informasi melalui

Penyediaan Pesan Promosi sebanyak2 lembaga;

4) Kesepakatan Kerjabersama antara Provinsi/antar Kabupaten/kota 2

lembaga;

5) Fasilitasinya Dukungan Teknis dan Manajemen Ditjen P4 Trans, 12

(39)

b) Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi

Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi terdiri dari 5 (lima) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 100%.

Capaian :

1) Pembangunan Pengembangan sarana dan prasarana kawasan transmigrasi

yaitu :

- Pembangunan Rumah Seed Centre KTM Way Tuba 1 unit;

- Pembangunan Rumah Masjid Islamic Centre di KTM Rawa Pitu 1 unit.

2) Pengembangan sosial budaya transmigrasi :

- Pengadaan sarana kantor pengelola di KTM Rawa Pitu 1 paket;

- Pengadaan Saran Rumah Ibadah di KTM Rawa Puitu 1 paket.

3) Invetarisasi kepemilikan lahan lokasi transmigrasi 2 paket

- Pengukuran dan pembagian LU II 1 paket;

- Pengukuran dan pemasangan tanda batas UPT lokasi Batu Teritip 1 pkt.

4) Operasionalisasi Pokja KTM kawasan Mesuji, Rawa Pitu dan Way Tuba

sebanyak 1 kawasan;

5) Terfasilitasinya dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya 12

bulan layanan.

5.

Sumber dan Jumlah Anggaran

Sumber dana Tugas Pembantuan Provinsi berasal dari :

a) Program penyiapan kawasan dan pembangunan permukiman transmigrasi

sebesar Rp. 4.933.078.000;

b) Program pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi dengan jumlah

anggaran sebesarRp. 2.400.751.000.

6.

SKPD yang melaksanakan Tugas Pembantuan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung.

7.

Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat/Golongan, Jumlah

Pejabat Struktural dan Fungsional

(40)

8.

Kondisi Sarana dan Prasarana yang Digunakan

NO SARANA DAN PRASARANA JUMLAH

KONDISI

KET

BAIK KURANG

BAIK

A. TANAH

1. Tanah Bangunan Kantor Pemerintah (jl. Gatost Subroto No. 28 Pahoman – B. Lampung)

1 Bidang 1

-

4.936 m²

2. Tanah Bangunan Rumah Fasilitas

Tempat Tinggal Lainnya -

a. Di Jl. Nusa Indah Gg. Karyawan 1 Bidang 1 - 2.000 m²

b. Di Jl. Jati No.105 Tj. Raya 1 Bidang 1 - 200 m²

c. Di Jl. U. Suropati L. Ratu - Bdl 1 Bidang 1 - 20.000 m²

d. Di Jl. Nunyai Rajabasa - Bdl 1 Bidang 1 - 8.160 m²

e. Di Jl. H.Said Kotabaru - Bdl 1 Bidang 1 - 1.000 m²

3. Tanah Bangunan Museum Nasional Ketransmigrasian

1 Bidang 1

- 63.389 m²

B. KENDARAAN DINAS

1. Kendaraan Dinas Roda 4 a. Minibus (penumpang 14 orang

kebawah)

C. PERALATAN KANTOR DAN RUMAH TANGGA

Gambar

Gambar 2.   Kegiatan pengembangan tanaman tebu di KabupatenWay Kanan
Gambar 4. Sosialisasi dan core sampler pada laboratorium PT. Gunung  Madu Plantations Lampung Tengah
Gambar 6.   Pertemuan Koordinasi Penanganan Gangguan Usaha dan  Konflik Perkebunan

Referensi

Dokumen terkait

Dengan merujuk pada isu kesenjangan gender serta faktor penyebab internal dan eksternal (langkah 3-5) dan sesuai dengan reformulasi kebijakan atau program

Terlebih dahulu dibahas dan dianalisa mengenai kemampuan guru PKn perencanaan pembelajaran berdasarkan data yang ada dan telah dipaparkan secara panjang lebar, maka ketegasanya

masyarakat sebagai entitas terdekat dengan sumber daya yang diinvestasikan juga perlu dilindungi keamanannya baik dari segi ekonomi, lingkungan dan sosial. Berdasarkan

Tingkat stres pada mahasiswa keperawatan angkatan 2010 Universitas Respati Yogyakarta setelah dilakukan terapi musik instrumental mayoritas dalam kategori stres

If the left side of final matrix (reduced. row echelon) is not I, then A is

Indriani (2002) berpendapat sama dengan penelitian ini, yang menyimpulkan bahwa pengetahuan Dewan tentang anggaran berpengaruh secara signifikan terhadap pengawasan keuangan

Dari kedua bentuk sanksi atau hukuman tersebut penulis menilai bahwa terdapat Persamaan Sanksi bagi pelaku pengedaran obat farmasi tanpa izin yaitu berupa hukuman

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara dan (2) studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, kebijakan penerimaan peserta didik baru