• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN SINGKAT

RAPAT DENGAR PENDAPAT UMUM (RDPU) PANITIA KERJA BADAN LEGISLASI DENGAN PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA, DR. ADNAN BUYUNG NASUTION,

DAN DR TODUNG MULYA LUBIS DALAM RANGKA PENYUSUNAN RUU TENTANG ADVOKAT.

TANGGAL 28 JANUARI 2013 --- Tahun Sidang

Masa Persidangan Rapat ke

Jenis rapat Hari/tanggal P u k u l T e m p a t

A c a r a

Ketua Rapat Sekretaris Hadir

: : : : : : :

:

: : :

2012 – 2013 III

6 (enam).

RDPU.

Senin, 28 Januari 2013.

13.30 WIB – 15.00 WIB.

Ruang Rapat Badan Legislasi Gd. Nusantara I Lt.1, Jakarta.

Mendengarkan masukan dari Prof.Dr. Yusril Ihza Mahendra, Dr. Adnan Buyung Nasution, dan Dr. Todung Mulya Lubis atas Penyusunan RUU tentang Advokat.

Dr. HA. Dimyati Natakusuma, SH.,MH.,MSi.

Dra. Tri Budi Utami, MSi.

18 orang, izin 2 orang dari 28 Anggota Panja.

KESIMPULAN/KEPUTUSAN I. PENDAHULUAN

1. Rapat Dengar Pendapat Umum Badan Legislasi dalam rangka penyusunan RUU tentang Advokat dengan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Dr. Adnan Buyung Nasution, dan Dr. Todung Mulya Lubis dibuka pada pukul 13.30 WIB oleh Ketua Rapat, Wakil Ketua Badan Legislasi, Dr. HA.Dimyati Natakusuma, SH.,MH.,MSi.

2. Ketua Rapat menyampaikan pengantar rapat, selanjutnya mempersilahkan Ketiga Narasumber untuk memberikan masukan atas RUU tentang Advokat.

II. POKOK PEMBAHASAN

(2)

A. Substansi/materi RUU tentang Advokat mendapatkan masukan dari Narasumber sebagai berikut:

1. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra.

a. Dalam menyusun RUU perlu diperhatikan asas kepastian hukum dan dalam draft RUU tentang Advokat banyak mengandung ketidakpastian hukum yang akan menimbulkan multi tafsir.

b. Penegak hukum harus dipahami sebagai salah satu organ negara dan pemerintah, sedangkan advokat adalah swasta atau non pemerintah (bukan organ negara/pemerintah).

c. Pembela kepentingan hukum klien perlu dirumuskan dengan tegas sampai sejauhmana, dimana jaksa akan mewakili negara dan advokat mewakili klien.

d. Jaksa sebaiknya dalam penuntutan jangan selalu berprinsip bahwa terdakwa harus dihukum.

e. Rumusan ketentuan Pasal 8 tidak perlu menjadi pasal sendiri tetapi menjadi Pasal 7 huruf e.

f. Dalam Pasal 9 ada hal mengandung ketidakpastian hukum, dimana yang dimaksud “jabatan lain” tidak jelas apa yang dimaksud, sehingga perlu dipertajam.

g. Rumusan Pasal 9 ayat (2) mengandung ketidak pastian karena harus melaporkan bila Advokat menjadi pejabat negara padahal di Pasal 9 ayat (1) tidak menyebutkan pejabat negara.

h. Perlu dirumusan kembali ketentuan yang tegas apabila seorang advokat yang diangkat sebagai pejabat negara.

i. Perlu kajian secara mendalam terhadap konstruksi bahwa advokat diangkat oleh organisasi advokat dan organisasi advokat didirikan oleh advokat.

j. Apabila organisasi advokat sebagai badan hukum apa bentuk organisasinya, apakah organisasi masyarakat, perkumpulan, atau lainnya.

k. Rumusan ketentuan Pasal 18 terkait dengan Dewan Kehormatan dapat dibentuk di daerah, daerah mana yang dimaksud apakah provinsi atau kabupaten/kota dan persyaratan advokat yang berpengalaman 15 tahun di suatu daerah sangat sulit ditemukan.

l. Perlu dipertajam rumusan dalam draft RUU, apakah boleh mendirikan organisasi advokat sebanyak-banyaknya tetapi ada satu federasi serta ada satu badan kode etik.

m. Harus ada satu dewan kode etik yang dapat memberikan sanksi kepada advokat yang melanggar kode etik.

2. Dr. Adnan Buyung Nasional.

a. Perjuangan untuk memperjuangkan UU tentang Advokat sudah dilakukan sangat panjang karena waktu itu Orde Baru tidak menghendaki adanya UU tersebut.

b. Apakah Advokat sebagai mitra atau penegak hukum, sebaiknya penegak hukum adalah para fungsionaris penegak hukum.

(3)

c. Yang paling ideal bentuk organisasi advokat adalah single bar seperti yang ada di Amerika Serikat dan Belanda.

d. Secara sosiologis dan historis memang sangat sulit untuk menyatukan advokat dalam satu wadah organisasi, sehingga bentuknya menjadi multi bar..

e. Walaupun bentuk organisasi advokat multi bar namun diperlukan satu badan kode etik seperti halnya Dewan Pers di organisasi PWI.

f. Sumpah jabatan di Pengadilan Tinggi dilakukan dalam rangka menghormati/kehormatan pengadilan.

g. Terkait sumpah advokat harus dilakukan di depan hakim dan pengertiannya bukan disumpah oleh Ketua Pengadilan Tinggi.

h. Advokat asing bekerja di Indonesia secara individual dan bukan beracara untuk kasus Indonesia tetapi untuk kasus internasional, misalnya masalah arbitrase dll.

i. Dalam Lembaga Bantuan Hukum tidak hanya ahli hukum yang ada tetapi juga ahli sosiologi dan ahli psykologi.

j. Seseorang yang sudah menjadi hakim agung dan hakim mahkamah konstitusi tidak boleh menjadi advokat lagi dan tradisi ini sudah berlaku di seluruh dunia.

k. Perlu dipikirkan adanya upgrading process/sertifikasi advokat terkait dengan bidang-bidang khusus, misalnya pasar modal, terorisme, dan sebagainya.

l. Para mantan profesi penegak hukum (polisi, jaksa, dan hakim) sebaiknya jangan menjadi advokat.

m. Dalam draft RUU tentang Advokat perlu dirumuskan secara tegas bahwa seorang yang bukan advokat dilarang berprofesi sebagai advokat.

n. Harus ada badan tersendiri yang menyelenggarakan ujian advokat dan menjadi contoh di Jepang setelah lulus S1 hukum seorang yang akan menjadi advokat, jaksa, dan hakim harus melanjutkan ke sekolah khusus untuk memperdalam system peradilan yang dilaksanakan selama 2 tahun.

3. Dr. Todung Mulya Lubis.

a. Perlu dipahami paradigma yang berubah dalam draft RUU dibandingan UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang advokat, karena kondisi dan keadaan yang ada dewasa ini di organisasi advokat.

b. Rumusan pengaturan dalam draft RUU sudah mengadopsi model multi bar dan mengakui keberadaan beberapa organisasi yang sudah ada misalnya IKADIN, HAPI, KAI dan sebagainya.

c. Di Jepang ada 56 Organisasi Advokat dan Jerman juga banyak organisasi advokat, sedangkan di USA hanya ada satu (single bar).

d. Perlu dicermati ketentuan dalam Pasal 5 yang mengatur wilayah kerja advokat mencakup/meliputi seluruh wilayah Indonesia (nasional) akan menyebabkan advokat-advokat Jakarta membanjiri daerah-daerah.

e. Dalam praktek semakin banyak advokat-advokat yang dipaksa oleh penyidik untuk menyerahkan dokumen-dokumen dan apabila tidak mem berikan dapat dijadikan sebaga tersangka.

(4)

f. Terkait bantuan hukum secara cuma-cuma memang tidak dapat dipaksakan kepada advokat tetapi apabila tidak dapat dilakukan hendaknya dapat diganti dengan sejumlah dana untuk kepentingan pembelaan.

g. Dalam ujian advokat memang dibutuhkan standarisasi, apabila dalam sistem multi bar tidak ada standarisasi akan tidak seragam diantara organisasi advokat.

h. Di Amerika Serikat ada lembaga independen yang mengelola/menyelenggarakan ujian para calon advokat.

i. Soal sumpah advokat sudah cukup dilakukan oleh masing-masing organisasi advokat dan apabila tetap di muka ketua pengadilan tinggi harus dijamin pengadilan tinggi tidak diskriminatif.

j. Penghentian advokat harus dilakukan secara fair dan adil, sehingga perlu ada kode etik yang dilakukan oleh Badan/Dewan Kehormatan dan yang duduk dalam Dewan Kehormatan adalah advokat yang sudah tidak berpraktek, mantan ketua MA, MK, Dekan Fakultas Hukum, dan ahli hukum senior.

k. Diusulkan dibentuk Dewan Advokat Indonesia yang membuat Kode Etik dak modul ujian advokat.

l. Tidak boleh advokat aktif menjadi anggota Dewan Kehormatan Advokat.

m. Lebih rasional bentuk organisasi advokat adalah berbentuk multi bar disesuaikan dengan era demokrasi yang berkembang.

B. Tanggapan Anggota:

1. Perlu kajian secara cermat apakah dalam draft RUU dapat hanya menetapkan 8 organisasi advokat yang ada yang diakui oleh UU.

2. Terkait pelaksanaan sumpah advokat, sebaiknya UU memerintahkan Pengadilan Tinggi wajib menyumpah calon advokat.

3. Keberadaan kantor cabang advokat sebanyak 3 kantor di daerah sebaiknya ditetapkan di tingkat provinsi saja.

4. Perlu penjelasan/argumentasi dari Narasumber apakah memang karakter advokat Indonesia memang tidak dapat dipersatukan.

5. Pendidikan advokat sebaiknya tidak dilakukan oleh organisasi advokat, namun dilakukan oleh lembaga independen dan dilakukan tidak terpusat di Jakarta.

6. Terkait sanksi selama ini diberikan kepada advokat tetapi tidak diberikan kepada pihak lain misalnya kepolisian, kejaksaan, dan sebagainya.

7. Advokat sebaiknya juga dapat meminta penggantian penyidik atau hakim dig anti apabila dianggap mempunyai koflik kepentingan.

8. Di usulkan agar dalam draft RUU dirumusakan sanksi terhadap pihak-pihak yang menghalang-halangi tugas advokat.

9. Apakah seorang yang tidak masuk organisasi advokat dapat menjadi seorang advokat.

III. KESIMPULAN/KEPUTUSAN

(5)

Semua masukan/pandangan yang telah disampaikan oleh ketiga Narasumber akan menjadi bahan pertimbangan Panitia Kerja Badan Legislasi dalam penyusunan RUU tentang Advokat.

Rapat ditutup pada pukul 15.45 WIB.

Jakarta, 28 Januari 2013

AN. KETUA RAPAT / SEKRETARIS

DRA. TRI BUDI UTAMI, M.SI.

NIP. 196105201988032001

Referensi

Dokumen terkait

(website), surat kabar, dan praktisi hukum sebagai data mengenai kedudukan dan peran dewan kehormatan advokat dalam penegakan kode etik advokat khususnya di Cabang Sleman

- Pasal 14 angka 3 tentang Kode Etik Advokat Indonesia dinyatakan bahwa “Majelis dipilih dalam rapat dewan Kehormatan cabang/Daerah yang khusus dilakukan untuk

KETUA RAPAT (LASARUS. Kita memang mengundang Gubernur semua supaya kita duduk maksudnya duduk satu tempat kita. Tentu Komisi V ini kan mengundang bukan tanpa

Apakah tidak dipikirkan hal seperti itu, Pak, atau sekalian saja yang menegakkan dewan etik itu adalah komisi nasional itu yang anggota-anggotanya bukan hanya para Advokat tapi

Permasalahan yang dikaji dalam penulisan jurnal ini adalah: peranan Badan Kehormatan DPRD dalam penegakkan pelanggaran kode etik yang dilakukan anggota dewan, faktor

[2.1] Menimbang Pengadu mengajukan pengaduan kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (selanjutnya disebut DKPP) atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan

KETUA RAPAT (LASARUS. Kita memang mengundang Gubernur semua supaya kita duduk maksudnya duduk satu tempat kita. Tentu Komisi V ini kan mengundang bukan tanpa

Berpakaian Tidak Sesuai Kode Etik Kendala yang dihadapi badan kehormatan Kabupaten Solok dalam mencegah terjadinya pelanggaran dalam hal berpakaian yaitu, berdasarkan wawancara dengan