• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ayub etc, Studi Korelasi sistem pembelajaran Daring dan peran orang tua...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Ayub etc, Studi Korelasi sistem pembelajaran Daring dan peran orang tua..."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

50 Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1

STUDI KORELASI SISTEM PEMBELAJARAN DARING DAN PERAN ORANG TUA TERHADAP KELANCARAN MENGHAFAL AL-QUR’AN

DALAM PROGRAM TAHFIDZ SISWA SD MUHAMMADIYAH PLUS KOTA PROBOLINGGO

Ayub Baitullah 1Benny Prasetiya2Heri Rifhan Halili3 Email : [email protected] 1[email protected]2,

[email protected]3

Abstrak

Penelitian ini menjelaskan tentang sistem pembelajaran daring dan peran orang tua terhadap kelancaran menghafal alqur’an. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, terdiri dari tiga variable, yaitu dua variable bebas dan satu variable terikat. Variable bebasnya adalah sistem pembelajaran daring dan peran orang tua, variable terikatnya adalah sistem pembelajaran daring. Dalam penelitian ini yang akan diuji pengaruhnya adalah sistem pembelajaran daring yang menjadi X1 dan orang tua yang menjadi X2, sedangkan kelancaran al-qur’an sebagai Y dengan melakukan analisis data. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas 5&6 SD Muhammadiyah Plus, dimana kelas 5 terdiri dari 2 kelas yaitu kelas 5A dan kelas 5B dan kelas 6 yang hanya 1 kelas saja. Populasi yang diambil sebanyak 72 anak, terdiri dari 19 anak kelas 5A, 20 anak kelas 5B dan 33 anak kelas 6. Selanjutnya sampel yang dipakai adalah jumlah dari anak yang telah mengisi angket melalui via google form yang dikirimkan oleh penulis.Dari hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh sebesar 4,9% dari Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Pengaruh sebesar 95,1% berasal dari faktor lain.

Kata Kunci: Sistem Pembelajaran daring, Peran Orang Tua dan Program tahfidz.

Abstrack:

This study describes the online learning system and the role of parents in the smooth memorization of the Qur'an. This study uses quantitative methods, consisting of three variables, namely two independent variables and one dependent variable. The independent variable is the online learning system and the role of parents, the dependent variable is the online learning system. In this study, what will be tested for its effect is the online learning system which becomes X1 and parents who become X2, while the fluency of the Qur'an as Y by conducting data analysis. The population in this study were students in grades 5

& 6 of SD Muhammadiyah Plus, where grade 5 consisted of 2 classes, namely class 5A and class 5B and class 6 which only had 1 class. The population taken is 72 children, consisting of 19 children in grade 5A, 20 children in grade 5B and 33 children in grade 6. Furthermore, the sample used is the number of children who have filled out a questionnaire via google form sent by the author. From the results of the research, the online learning system and the role of parents have a

(2)

Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1 51 positive impact on the fluency of memorizing the Koran for students at SD Muhammadiyah Plus Probolinggo City.

Keywords: Online Learning System, Role of Parents and Tahfidz Program.

PENDAHULUAN

Masyarakat Indonesia mayoriras mengikuti agama Islam. Sebagaimana yang diketahui bahwa dalam Islam mewajibkan seluruh umatnya untuk mengetahui dan mempelajari al-qur’an yang mengandung beberapa sumber hukum utama bagi seluruh umat Islam. Selain mengetahui dan mempelajarinya, umat Islam juga harus mengamalkan apa yang telah diketahui dan dipahami dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia telah ada al-qur’an hadits sebagai mata pelajaran yang diajarkan di bidang pendidikan, baik dalam tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sederajat sampai ke tingkat Universitas. Di situasi pandemi saat ini telah banyak perubahan ketentuan dari pemerintah bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik dalam bidang ekonomi, industri, kesehatan, maupun pendidikan. Ketetapan sistem pembelajaran daring merupakan salah satu perubahan dalam bidang pendidikan semasa pandemi Corona virus. Sistem dengan belajar daring diterapkan dengan tujuan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Situasi ini memiliki pengaruh yang cukup relevan untuk perkembangan siswa, terutama dalam hal pembelajaran tahfidzul qur’an. Yang mana saat ini banyak terjadi pemerosotan hafalan siswa.

Pada kemampuan menghafal ayat Al-Qur’an terdapat dua aspek yang mempengaruhi yakni aspek dari luar serta aspek dari dalam. Aspekdari dalam terdapat pada siswa itu sendiri, bila mana siswa memiliki keinginan untuk bisa menghafal ayat demi ayat, akan sangat mudah bagi siswa tersebut untuk dapat menghafal, namun sebaliknya jika siswa sama sekali tidak ada keinginan untuk menghafal, maka akan sulit bagi siswa untuk bisa menghafal. Ketidak inginan siswa dalam menghafal ayat al-qu’an harus ada dukungan serta bimbingan dari faktor luar, seperti bimbingan orang tua, bimbingan orang tua salah satu cara untuk dapat mensukseskan siswa dalam menghafal al-qur’an(Agistiana, 2021).

Beberapa tugas orang tua yang harus dilakukan terhadap anak untuk meningkatkan keinginan menghafal al-qur’an anak yaitu dengan memberikan bimbingan rutin kepada anak, selalu memberikan pengawasan terhadap anak, memberikan dorongan semangat kepada anak, menitipkan anak pada pendidikan menghafal qur’an, memberikan peraturan ketat terhadap anak, misalnya ketika anak bolos atau enggan dalam belajar menghafal maka sebagai orang tua harus memberikan tindakan hukuman, dan sebaliknya jika anak sukses dan rajin dalam pembelajaran tahfidzul qur’an, maka orang tua memberinya hadiah sebagai bentuk rasa bangga dan semangat terhadap anak dalam menghafal al- qur’an(Saputri, 2021).

Orang tua yang memberikan dorongan serta semangat terhadap anak akan sangat menunjang kemajuan anak, utamanya pada anak tingkat Sekolah Dasar di masa pandemi Covid-19 saat ini. Populasi dalam penelitian kali ini merupakan siswa tingkat Sekolah Dasar yang tepatnya siswa kelas 5&6 di SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo yang bertujuan untuk menganalisa hubungan antara peran orang tua dan sistem pembelajaran daring terhadap

(3)

52 Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1

kelancaran membaca al-qur’an anak. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai media informasi, penambah wawasan serta pertimbangan bagi orang tua, guru maupun masyarakat dalam menunjang potensi anak dengan baik dan tepat.

Mengetahui betapa pentingnya orang tua untuk dapat membimbing dalam era pandemi Covid-19 saat ini, sangatlah perlu untuk mengangkat penelitian ini.

KAJIAN TEORI

Sistem Pembelajaran Daring

Pembelajaran daring merupakan program pembelajaran yang pelaksanaanya tidak sama dengan tatap muka, melainkan dengan secara daring atau secara online. Hal ini dilakukan guna sistem pembelajaran tetap harus berjalan walaupun siswa berada di rumah. Sistem pembelajaran yang dilakukan secara online mengharuskan siswa menggunakan fasilitas dan alat dalam menunjang proses pembelajaran berlangsung meski dengan jarak yang jauh. Salah satu fasilitas yang berguna dalam metode pembelajaran yang diaplikasikan pada era endemi Covid- 19 saat ini adalah internet. Internet tidak hanya berguna dalam menggunakan media teknologi informasi sebagai sarana bersosial media dan bermain game online. Media sosial juga dapat menjadi media untuk memberikan pembelajaran, seperti bentuk video, gambar, maupun narasi materi. Sistem pembelajaran daring yang dilakukan secara online membutuhkan bimbingan orang tua dalam pendampingan anak pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Bimbingan orang tua sangat penting untuk dapat memilah dan mengatur penggunaan media sosial bagi anak, dimana penggunaan media sosial ini memiliki efek positif dan negatif (Risalah et al., 2020).

Dalam dunia pendidikan, sekolah dasar menjadi salah satu pendidikan bagia anak yang juga dapat merasakan dampak dari wabah Covid-19 ini, sehingga semua pihak sekolah harus dapat merubah sistem pembelajarannya. Yang biasanya belajar bersama di kelas pendidikan, sekarang belajar dari rumah masing-masing. Guru memberikan bimbingan pembelajaran dengan berbentuk video atau materi dengan dikirim ke aplikasi yang telah disiapkan khusus oleh pemerintah sebagai media pendidikan, seperti google class room misalnya, lalu diharapkan semua siswa dapat menyimak dari rumah melalui HP atau laptop dan lain sebagainya.(Anugrahana, 2020).

Peran Orang Tua

Orang tua ialah seseorang yang memiliki fungsi penting terhadap pertumbuhan dan pendidikan anak ialah orang tua. Keduanya menjadi faktor utama yang dapat memberikan pengaruh baik atau buruk kepada anak dalam kehidupan di dunia dan akhirat.(Agistiana, 2021; ( benny A. D. S. H. Prasetiya, 2019).

Keikutsertaan orang tua adalah hal yang wajib demi tercapainya kesuksesan anak dalam hal pembelajaran. Namun ada beberapa faktor yang memperngaruhi keberhasilan anak dalam belajar yaitu, apabila bila orang tua memiliki perbedaan dalam membimbing, seperti orang tua satu mengajarkan anak untuk disiplin sedangkan orang tua yang lain membiarkan anak dalam melakaukan hal kesalahan. Maka perbedaan tersebut akan menyebabkan ketidak berhasilan anak dalam sebuah pembelajaran.(Ristianti, 2015).

(4)

Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1 53 Bukan hanya orang tua atau keluarga yang dapat mempengaruhi pendidikan anak, namun ada beberapa lingkungan pendidikan yaitu lingkungan sekolah dan lingkungan masyarkat. Semuanya juga harus dapat dipertanggung jawabkan. Pada lingkungan keluarga, yang mana keluarga sudah merupakan pendidikan pertama dan yang paling utama tehadap anak sebelum lingkungan pendidika lembaga ataupun masyarakat. Oleh karena itu bimbingan, perhatian, motivasi orang tua begitu penting bagi anak, memberikan pengawasan terhadap proses belajar anak baik ketika anak di sekolah maupun di rumah. termasuk dalam hal pembelajaran menghafal al-qur’an, dalam semua aktivitas anak, tentunya anak akan selalu membutuhkan semangat, dorongan, motivasi dari orang tua. Hal itu dilakukan agar anak lebih bersemangat dan giat dalam melalukan semua yang berkaitan dengan aktivitas belajar. Sehingga proses menghafal al-qur’an anak dapat berjalan dengan baik dan maksimal.(Herdiansyah, 2020).

Dalam proses meningkatkan kelancaran menghafal AL-Qur’an pada anak, orang tua memiliki peran yang penting di dalamnya. Orang tua harus mengetahui atau menyelaraskan dari tujuan pendidikan yang di sekolah dengan pendidikan di rumah, agar tujuan utama terhadap keberhasilan anak dalam menghafal al-qur’an dapat menghasilkan nilai yang baik. Karena anak yang memiliki pencapaian hafalan al-qur’an yang tinggi merupakan anak yang berasal dari keluarga yang memiliki pola asuh yang baik. Seperti komunikasi konsesual dalam keluaraga, yang mana merupakan suatu kegiatan bimbingan interaksi antar anggota keluarga yang dapat mempengaruhi dan meningkatkan semangat menghafal Al-Qur’an, sehingga hafalan al-qur’annya dapat memenuhi target yang diinginkan anak.

(Mardhiyah & Imran, 2019).

Dari sebagian opini itu bisa ditarik kesimpulan kalau kedudukan orang tua sangat berarti untuk kemajuan anak, paling utama saat melakukan proses pembelajaran daring atau online di rumah. Peran orang tua yang dimaksud, diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Mengarahkan serta membimbing anak dalam proses pembelajaran.

b. Memantau kegiatan anak selama proses pembelajaran.

c. Menyediakan media beajar yag dibutuhkan selama proses pembelajaran.

d. Memberikan motivasi serta dukungan selama proses pembelajaran.

Dorongan orang tua ialah salah satu aspek yang sangat berkaitan dengan keberhasilan anak, dari itu utuk meningkatkan ghiroh belajar siswa maka sangat diperlukan peran orang tua dalam membimbing, menemani serta mengontrol segala keperluan untuk perkembangan anak, baik dari segi lahiriyah seperti fasilitas dalam belajar, alat tulis, buku maupun kebutuhan lainnya serta kebutuhan batiniyah seperti perhatian dari orang tua, yang mana hal itu bisa menumbuhkan gairah belajar pada peseta didik. Ghiroh tersebut dapat menjadikan gairah anak dalam belajar sehingga dapat menigkatkan dan menghasilkan prestasi yang bagus bagi anak dengan dilandaskan dengan gemar dan rajin belajar. Kurangnya perhatian, kasih sayang ,fasilitas belajar serta motivasi dari orang tua bisa menyebabkan hasil belajar anak tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, meskipun sebenarnya mereka mampu dan mempunyai minat dan keinginan (Nurdin, 2012).

(5)

54 Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1

Kelancaran Menghafal Al-Qur’an Dalam Program Tahfidz

Tahfizdul Qur’an merupakan suatu pembelajaran yang mempunyai tujuan untuk memperkenalkan al-qur’an, memahami al-qur’an dengan cara membiasakan anak dalam membaca dan menghafalkan al-qur’an, terkhuhus bagi siswa sekolah dasar. Karena dengan membiasakan anak untuk menghafal al-qur’an sejak kecil, maka akan mudah bagi anak untuk mengingat dan akan mudah juga bagi orang tua dalam menancapkan anak tentang ajaran al-qur’an, agar menjadi anak yang hebat dan bergenerasi Qur’ani kelak dimasa yang akan datang.(Agistiana, 2021).

Pembelajaran tahfidz al-qur`an harus di terapkan tingkat pendididkan dasar. dengan harapan supaya anak gemar dan cinta terhadap al-qur’an, suka membaca dan mengafal al-qur’an dan memiliki budi pekerti yang baik.

Pembelajaran tahfidzul qur’ an ialah keberusahaan untuk menjaga Al- Qur’ an serta melestarikan keaslian Al- Qur’ an yang sudah diturunkan pada Rasul Muhammad SAW, supaya tidak terjadi perubahan serta manipulasi dan bisa melindungi dari lupa dengan cara totalitas maupun sebagian. Dan waktu yang paling tepat untuk menghafal adalah pada usia dini, karena menghafal pada usia dini lebih mudah untuk menghafal dari pada di usia dewasa (Sari, 2018)

Banyak seseorang diluar sana yang berkeinginan untuk menghafal al- qur’an, namun mereka takut jika mereka tidak bisa menjaga hafalannya. Bahkan banyak yang mengaggap teknik menghafal al-qur’an merupakan beban, terutama dikalangan mahasiswa yang banyak melalukan aktifitas, sehingga menghafal al- qur’an tidak sampai selesai 30 juz.Guru harus berperan dalam menjaga proses menghafal Al-Qur’an dengan memberi motivasi-motivasi positif terhadap siswa, karena jika seseorang tidak dapat menjaga hafalannya, akan berdampak buruk bagi dirinya.(Syarifah, 2020).

Menurut B. Prasetiya, (2019) kebiasaan belajar memiliki peran penting untuk mengembangkan hasil belajar siswa. Problematika dalam disiplin belajar untuk meraih keberhasilan merupakan akibat dari minimnya kebiasaan dan minat fokus anak didik kepada modul penataran yang diterimanya. Perihal ini akan berbanding terbalik apabila siswa memiliki kebiasaan dan minat fokus yang tinggi pada saat melaksanakan cara penataran, bagus dengan cara orang ataupun golongan dimana hal tersebut akan berpengaruh baik pada hasil belajar yang didapatkan.

Hal ini berlaku bagi setiap pembelajaran, salah satu diantaranya adalah pembelajaran tahfidzul qur’an yang biasa diajarkan dalam program tahfidz di setiap lembaga yang memilikinya. Dalam pembelajaran mengahafal al- qur’ an, tidak hanya pembiasaan menghafal, motivasi dan fokus siswa juga sangat penting dalam perkembangan serta kelancaran penghafalan ayat-ayat al-qur’an yang sudah ditargetkan oleh guru kepada siswa.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini, penulis telah menggunakan tipe riset kuantitatif. Riset kuantitatif ialah tipe riset dengan menggunakan angka-angka diperoleh dari data yang ada di lapangan. Data diperoleh dari hasil survei angket yang kemudian akan dianalisa menggunakan aplikasi SPSS 21. Variabel pada riset kali ini menggunakan 3 variabel yaitu Sistem Pembelajaran Daring sebagai X1, Peran Orang Tua sebagai X2 dan Kelancaran Membaca Al-Qur’an sebagai Y. Populasi

(6)

Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1 55 dalam riset kali ini merupakan siswa kelas 5&6 SD Muhammadiyah Plus, dimana kelas 5 terdapat 2 kelas yakni kelas 5A dan kelas 5B dan kelas 6 yang hanya 1 kelas saja. Populasi yang diambil sebanyak 72 anak, terdiri dari 19 anak kelas 5A, 20 anak kelas 5B dan 33 anak kelas 6. Selanjutnya sampel yang dipakai adalah jumlah dari anak yang telah mengisi angket melalui via google form yang dikirimkan oleh penulis. Pengumpulan data melalui survei angket yang disebarkan menggunakan via google form akan dinilai dan direkap. Teknik analisa data dalam penelitian kali ini adalah menganalisa hasil dari rekapitulasi data survei angket menggunakan rumus-rumus yang ada dalam aplikasi SPSS 21. Data yang diperoleh akan diuji dengan beberapa pengujian, yaitu uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis antar variabel. Dari hasil analisa data akan diperoleh deskripsi data yang ada.

DESKRIPSI DATA HASIL PENELITIAN

Penelitian kali ini mencari korelasi antara 2 variable bebas terhadap 1 variabel terikat. Variabel bebas yang dimaksud adalah sistem pembelajaran daring sebagai X1 dan pola asuh orang tua sebgai X2, sedangkan variabel terikat adalah Kelancaran Menghafal AL-Qur’an sebagai Y. Data diperoleh dari hasil penghitungan angka pada survei angket dengan nilai sebagai berikut:

Dari hasil rekap nilai yang diperoleh untuk masing-masing variabel kemudian akan dianalisa dan menghasilkan hasil pengujian. Berikut deskripsi dari hasil nilai setiap variabel yang diperoleh:

Sistem Pembelajaran Daring (X1)

Perolehan analisa data dari 39 siswa kelas 5 & 6 SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo mengenai Sistem Pembelajaran Daring sebagai X1 daripersentil 25 sampai 100 mendapat nilai meansebesar 21,6154, nilai median sebanyak 22, Std Deviation sebanyak 2,71075, Range sebesar 12, angka minimum sebesar 15 serta angka maximum sebesar 27. Berikut pembagian frekuensi hasil nilai dari Sistem Pembelajaran Daring dapat dilihat dari tabel 12.1

Tabel 12.1 Frekuensi Sistem Pembelajaran Daring (X1)

Dari tabel 12.1 dapat diketahui nilai yang diperoleh dengan responden tertinggi pertama terdapat pada kelas interval ke 4 dengan frekuensi sebanyak 16 siswa atau 41%dan tertinggi kedua bterdapat pada kelas interval ke 3 dengan frekuensi sebanyak 13 siswa atau 33%. Jumlah dari kedua hasil nilai tertinggi

NO Kelas

Inerval Frekensi Frekuensi Relatif (%)

Frekuensi Kumuatif

(%)

1 14 16 1 3% 3%

2 17 18 4 10% 13%

3 19 21 13 33% 46%

4 22 24 16 41% 87%

5 23 25 1 3% 90%

6 26 28 4 10% 100%

Jumlah 39 100%

(7)

56 Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1

tersebut adalah sebanyak 29 siswa atau 74%. Gambaran hasil perolehan nilai dari variabel Sistem Pembelajaran Daring sebagai X1 bisa diamati pada tabel 13.1

Tabel 13.1 Histogram Sistem Pembelajaran Daring (X1)

Pola Asuh Orang Tua (X2)

Perolehan analisa data dari 39 siswa kelas 5 & 6 SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo mengenai Pola Asuh Orang Tua sebagai X2 daripersentil 25 sampai 100 mendapat nilai meansebesar 16,5641, nilai median sebanyak 10 dan nilai maximum sebanyak 28. Berikut pembagian frekuensi hasil nilai dari Sistem Pembelajaran Daring bisa diamati pada tabel 13.2

Tabel 13.2

Frekuensi Pola Asuh Orang Tua (X2)

Dari tabel 13.2 dapat diketahui nilai yang diperoleh dengan responden tertinggi pertama terdapat pada kelas interval ke 3 dengan frekuensi sebanyak 17 siswa atau 44% dan tertinggi kedua berada pada kelas interval ke 2 dengan frekuensi sebanyak 9 siswa atau 23%. Jumlah dari kedua hasil nilai tertinggi tersebut adalah sebanyak 26 siswa atau 67%. Gambaran hasil perolehan nilai dari variabel Pola Asuh Orang Tua sebagai X2 dapat dilihat pada tabel 14.1

NO Kelas

Interval Frekuensi Frekuensi Relatif (%)

Frekuensi Kumulatif

(%)

1 8 11 5 13% 13%

2 12 15 9 23% 36%

3 16 19 17 44% 79%

4 20 23 6 15% 95%

5 24 27 1 3% 97%

6 28 31 1 3% 100%

Jumlah 39 100%

(8)

Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1 57 Tabel 14.1 Histogram Pola Asuh Orang Tua (X2)

Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

Perolehan analisa data dari 39 siswa kelas 5 & 6 SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo mengenai Kelancaran Menghafal AL-Qur’an sebagai Y dari persentil 25 sampai 100 mendapat nilai meansebesar79,8462, nilai median sebesar 70, Std Deviation sebesar7,94235, Range sebesar 25, nilai minimum sebesar 70 dan nilai maximum sebesar 95. Berikut pembagian frekuensi hasil nilai dari Sistem Pembelajaran Daring dapat dilihat dari tabel 14.2

Tabel 14.2

Frekuensi Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

Dari tabel 14.2 dapat diketahui nilai yang diperoleh dengan responden tertinggi pertama berada pada kelas interval ke 5 dengan frekuensi sebanyak 11 siswa atau 28% dan tertinggi kedua berada pada kelas interval ke 1 dengan frekuensi sebanyak 10 siswa atau 26%. Jumlah dari kedua hasil nilai tertinggi tersebut adalah sebanyak 21 siswa atau 54%. Gambaran hasil perolehan nilai dari variabel Kemampuan Membaca Al-Qur’an sebagai Y bisa diamati pada tabel 15.1

No Kelas

Interval Frekuensi Frekuensi Relatif (%)

Frekuensi Kumulatif

(%)

1 66 70 10 26% 26%

2 71 75 6 15% 41%

3 76 80 5 13% 54%

4 81 85 6 15% 69%

5 86 90 11 28% 97%

6 91 95 1 3% 100%

Jumlah 39 100%

(9)

58 Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1

Tabel 15.1 Histogram Kemampuan Mengahafal AL-Qur’an (Y)

PENGUJIAN PERSYARATAN ANALISIS a. Uji Normalitas

Tujuan dilakukannya uji coba normalitas guna mencari tahu normal tidaknya pembelajaran darin (X1), peran orang tua (X2), serta kelancaran menghafal al-qur’an (Y). untuk melakukan uji coba normalitas ini dipakai uji coba kolmogrov-smirnov, dengan dukungan aplikasi SPSS 21 dengan dasar ketetapan bila angka sig > 0,05 sehingga statistik berdistribusi normal, tetapi bila angka sig

< 0,05 sehingga statistik tidak normal. Hasil sepenuhnya dapat diamati pada tabel 16.1

Tabel 16.1 Hasil Uji Normalitas

Berdasarkan tabel 16.1 tersebut, dapat dilihat bahwa perolehan nilai sig dari Sistem Pembelajaran Daring sebesar 0,734, Pola Asuh Orang Tua sebesar 0,937 dan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an sebesar 0,170. Masing-masing data

(10)

Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1 59 tersebut membuktikan bahwa angka sig yang diperoleh > dari 0,05 yang berarti data tersebut berdistribusi normal.

Uji Linearitas

Uji linearitas merupakan sebuah pengujian data yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) memiliki hubungan yang linear secara signifikan ataukah tidak. Dasar pengambilan hasil pengujian linearitas apabila angka sig Deviation from linearity> 0,05, maka kedua variabel memiliki hubungan linear yang signifikan.

Apabila angka sig Deviation from linearity < 0,05, maka kedua variabel tidak memiliki hubungan linear yang signifikan. Perolehan pengujian data yang pertama adalah Sistem Pembelajaran Daring (X1) denganKelancaran Menghafal AL- Qur’an (Y).hasil pengujian linearitas yang pertama bisa diamati pada tabel 17.1

Tabel 17.1 Uji Linearitas Sistem Pembelajaran Daring (X1) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

Dari tabel 17.1 diperoleh angka sig Deviation from linearity sebanyak 0,409 yang berarti > 0,05. Perolehan nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan inear yang signifikan antara SistemPembelajaran Daring (X1) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Pengujian kedua adalah uji linearitas Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Hasil pengujian kedua dapat dilihat pada tabel 17.2

Tabel 17.2 Uji Linearitas Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

Dari tabel 17.2 didapatkan angka sig Deviation from linearity diperoleh sebanyak 0,522 dimana > dari 0,05. Perihal tersebut membuktikan adanya

(11)

60 Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1

hubungan yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Pengujian selanjutnya adalah uji multikolinearitas antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Uji multikolenearitas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinearitas dalam regresi ganda antara dua variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil yang baik adalah apabila tidak terjadi multikolinearitas. Dasar pengambilan uji multikolinearitas apabila angka tolerance

> 0,10, maka tidak terjadi multikolinearitas. Apabila nilai tolerance < 0,10, maka terjadi multikolinearitas, melihat angka VIF apabila angka VIF< 10,00, maka tidak terjadi multikolinearitas, apabila angka VIF> 10,00, maka terjadi multikolinearitas. Hasil pengujian dari uji multikolinearitas Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL- Qur’an (Y) dapat dilihat pada tabel 18.1

Tabel 18.1 Uji Multikolinearitas Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

Dari tabel 18.1 diperoleh angka Tolerance sebanya 0,967 yang berarti >

dari 0,10 dan nilai VIF sebanyak 1,034 yang berarti >dari 10,00 membuktikan bahwa antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y) tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebasnya.

Uji Hipotesis

Hipotesis merupakan suatu gambaran hasil penelitian yang masih belum terbukti kebenarannya. Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui benar atau tidaknya sebuah hipotesis yang dibuat. Dasar pengambilan apaila angka sig >

dari 0,05, maka ada hubungan yang signifikan antar variabel. Apabila angka sig <

dari 0,05, maka tidak ada hubungan yang signifikan antar variabel. Melihat nilai R Square yang dikalikan dengan 100% untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antar variabel. Berikut hasil dari pengujian hipotesis yang dilakukan:

a. Korelasi antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

Hipotesis pertama pada riset kali ini adalah sebagai berikut:

 Ha : Adanya hubungan yang signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y).

(12)

Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1 61

 H0 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y).

Hasil pengujian hipotesis pertama bisa diamati pada tabel 20.1

Tabel 20.1 Uji Hipotesis Sistem Pembelajaran Daring (X1) dengan Kelancaran Menghafal Al-Qur’an (Y)

Dari tabel 20.1 dapat dilihat bahwa angka sig yang diperoleh sebesar 0,826 yang berarti > dari 0,05. Hasil tersebut membuktikan bahwa adanya korelasi atau hubugan yang signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dengan Kelancaran Menghafal Al-Qur’an (Y). Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan melihat hasil R Square yang diperoleh sebesar 0,001, menunjukkan adanya pengaruh sebesar 0,1% dari Sistem Pembelajaran Daring (X1) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Pengaruh sebesar 99,9%

berasal dari faktor lain.

b. Korelasi antaraPola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

(13)

62 Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1

Hipotesis kedua pada riset kali ini ialah sebagai berikut:

 Ha : Adanya hubungan yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y).

 H0 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y).

Hasil pengujian hipotesis kedua dapat dilihat pada tabel 21.1

Tabel 21.1 Uji Hipotesis Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

Dari tabel 21.1 bisa diamati bahwa nilai sig yang didapat sebanyak 0,205 yang berarti > dari 0,05. Hasil tersebut membuktikan bahwa adanya korelasi atau hubugan yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Perihal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan melihat hasil R Square yang diperoleh sebesar 0,043, menunjukkan adanya pengaruh sebesar 4,3% dari Pola Asuh Orang Tua (X2) terhadap Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Pengaruh sebesar 95,7% berasal dari faktor lain.

(14)

Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1 63 c. Korelasi antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh

Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y) Hipotesis pertama dalam penelitian kali ini adalah sebagai berikut:

 Ha : Adanya hubungan yang signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL- Qur’an (Y).

 H0 : Tidak ada hubungan yang signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y).

Hasil pengujian hipotesis ketiga dapat dilihat pada tabel 22.1

Tabel 22.1 Uji Hipotesis Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y)

Dari tabel 22.1 dapat dilihat bahwa nilai sig yang diperoleh sebesar 0,407 yang berarti > dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya korelasi atau hubugan yang signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan melihat hasil R Square yang diperoleh sebesar 0,049, menunjukkan adanya pengaruh sebesar 4,9% dari Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal AL-Qur’an (Y). Pengaruh sebesar 95,1% berasal dari faktor lain.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mencari ada atau tidaknya hubungan linier yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam proses analisa data, pengujian yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas dan uji hipotesis. Hasil yang diperoleh dalam uji normalitas menggunakan uji kolmogrov-smirnof dengan ketentuan analisa hasil apabila nilai Asymp. Sig (2-tailed) > 0,05, maka data berdistribusi normal. Setiap variabel menunjukkan nilai Asympt. Sig sebesar 0,743 bagi Sistem Pembelajaran Daring (X1), sebesar 0,937 bagi Pola Asuh Orang Tua

(15)

64 Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1

(X2), dan sebesar 0,170 bagi Kelancaran Menghafal Al-Qur’an (Y), dimana masing-masing nilai > 0,05 yang berarti masing-masing data berdistribusi normal.

Pengujian selanjutnya adalah uji linearitas yang mencari ada atau tidaknya hubungan linier yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

Dalam penelitian kali ini, uji linearitas dilakukan sebanyak dua kali pengujian.

Dasar penentuan hasil analisa adalah apabila nilai sig. Deviation from linearity >

dari 0,05, maka ada hubungan linier yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil uji linearitas pertama memperoleh nilai sig. Deviation from linearity sebesar 0,409, menunjukkan bahwa perolehan nilai > 0,05 mengartikan adanya hubungan linier yang signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dengan Kelancaran Menghafal Al-Qur’an (Y). Hasil pengujian kedua menperoleh nilai sig. Deviation from linearity sebesar 0,522, berarti nilai > 0,05 menunjukkan adanya hubungan linier yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kemlancaran Menghafal Al-Qur’an (Y).

Pengujian selanjutnya adalah uji multikolinearitas yang bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi multikolinearitas antar variabel bebas yang ada dalam suatu regresi. Ketentuan dasar penilaian apabila nilai Tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10,00, maka tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas. Hasil pengujian memperoleh nilai Tolerance sebesar 0,967 yang berarti > 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,034 yang berarti < 10,00 menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas yang ada.

Uji hipotesis merupakan uji yang dilakukan setelah pengujian multikolinearitas. Dengan 3 H0 dan 3 Ha yang ada, pengujian dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu 2 kali regresi tunggal dan 1 kali regresi ganda. Dasar ketentuan analisa hasil uji hipotesis yaitu apabila nilai sig > 0,05, maka ada korelasi signifikan antar variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil uji hipotesis pertama memperoleh nilai sig sebesar 0,826 yang berarti > 0,05 menunjukkan adanya korelasi signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dengan Kelancaran Menghafal Al-Qur’an (Y). Pengujian kedua memperoleh nilai sig sebesar 0,205 yang berarti > 0,05 menunjukkan adanya korelasi signifikan antara Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Memnghafal Al-Qur’an (Y). Uji hipotesis ketiga memperoleh nilai sig sebesara 0,407 yang berarti > 0,05 menunjukkan adanya korelasi signifikan antara Sistem Pembelajaran Daring (X1) dan Pola Asuh Orang Tua (X2) dengan Kelancaran Menghafal Al-Qur’an (Y). Dari ketiga uji hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa masing-masing Ha diterima dan menolak masing-masing H0 yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Agistiana, I. (2021). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Siswa Kelas V Di SD Islam Karya Mukti Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online), 5(6), 416–430.

Anugrahana, A. (2020). Hambatan , Solusi dan Harapan: Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 Oleh Guru Sekolah Dasar. Scholaria:

Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 10(3), 282–289.

Herdiansyah, H. (2020). Pengaruh Perhatian Orang Tua Dan Kedisiplinan Belajar Terhadap Kemampuan Menghafal Al-Qur’an. AL-IDRAK: Jurnal

(16)

Al-Ibtidaiyah, Volume. II Nomor 1 65 Pendidikan Dan Budaya, 1(1), 91–105.

Mardhiyah, A. N., & Imran, A. I. (2019). Motivasi Menghafal Al-Qur’an Pada Anak Melalui Komunikasi Interpersonal. NYIMAK: Journal Of

Communication, 3(2), 97–105.

Nurdin, M. (2012). Hubungan Pemberian Motivasi Orang Tua Dan Hasil Belajar Siswa Di Sd Inpres 6/86 Biru Kabupaten Bone. Jurnal Publikasi Pendidikan, II(3), 170–181.

Prasetiya, benny A. D. S. H. (2019). Bimbingan Orang Tua, Kedisiplinan dan Kosntribusinya Terhadap Pencegahan Perilaku Menyimpang. Shautut Tarbiyah, 25(2), 221–238.

Prasetiya, B. (2019). Analisis Studi Korelasional Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam. AL- MURABBI:, 5(2), 165–184.

Risalah, A., Ibad, W., Maghfiroh, L., Azza, M. I., Cahyani, S. A., & Ulfayati, Z.

A. (2020). DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI MI / SD ( Studi KBM Berbasis Daring Bagi Guru Dan Siswa ). 1(1), 10–16.

Ristianti, E. P. (2015). Pengaruh Keterlibatan Orang Tua Dalam Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Se-daerah Binaan III Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Universitas Negeri Se.

Saputri, D. (2021). Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Minat Anak Baca Al- Qur’an Di Desa Talang Kerinci Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Sari, N. E. (2018). Pengaruh Kreativitas Mengajar Guru Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Kemampuan Menghafal Siswa Di SD IT An-Nida. Al- Bahtsu, 3(1), 0–13.

Syarifah, Z. (2020). Peran Guru Ngaji Dalam Mengatasi Masalah Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Santri Komplek Dua Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Gambar

Tabel 12.1 Frekuensi Sistem Pembelajaran Daring (X1)
Tabel 13.1 Histogram Sistem Pembelajaran Daring (X1)
Tabel 15.1 Histogram Kemampuan Mengahafal AL-Qur’an (Y)
Tabel 17.1 Uji Linearitas Sistem Pembelajaran Daring (X1) dengan Kelancaran  Menghafal AL-Qur’an (Y)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan akhir ini yang berjudul “Analisis

Data dalam penelitian ini adalah skor hasil observasi kompetensi PCK mahasiswa yang meliputi kemampuan dalam merancang pembelajaran, kemampuan dalam mengelola pembelajaran,

Pada sistem yang diusulkan, untuk menampilkan objek struktur rangka manusia 3 dimensi di layar monitor user mengarahkan marker pada kamera kemudian kamera mendeteksi

Pada masa pandemi sekarang ini tidak tertutup kemungkinan untuk kita dapat memberikan pendidikan yang berkarakter untuk mereka.. Anak-anak cenderung melakukan segala

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ullman (2012: 287) yang menyatakan bahwa proses perubahan ameliorasi dimulai secara perlahan-lahan, suatu kata yang tidak

bahwa mempedoman i Ketentuan Pasal 8 ayat (6) Peraturan Pem eri ntah Nomor 55 Tahun 2016 tentang Ketentuan Um u m dan Tatacara Pemungutan Pajak Daerah dan Per a turan Gubernur

Teori hierarki kebutuhan Maslow mengidentifikasi akan adanya kebutuhan tingkat tinggi (high-order needs) aktualisasi diri dan penghargaan diri dan kebutuhan tingkat lebih

Metode percepatan yang digunakan adalah metode time cost trade off dengan proses crashing menggunakan alternatif penambahan tenaga kerja dan shift kerja.. Crashing