• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

Pengoperasian Thermoluminesence Dosimetry (TLD) Badge dengan Menggunakan Form Daily Check untuk Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi

RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

Disusun Oleh :

Rachmad Yogi Setiyono, A.Md.Rad NIP. 19931213 202012 1 004

NDH : 31

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XXXVII PROVINSI JAWA TIMUR

TAHUN 2021

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

Pengoperasian Thermoluminesence Dosimetry (TLD) Badge dengan Menggunakan Form Daily Check untuk Pekerja Radiasi di Instalasi

Radiologi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

Telah disempurnakan berdasarkan masukan dari Coach, Mentor dan Penguji pada Seminar Pelaksanaan Aktualisasi, hari rabu, 8 November 2021

Disusun Oleh :

Rachmad Yogi Setiyono, A.Md.Rad NIP. 19931213 202012 1 004

NDH : 31

Mengesahkan :

Coach, Mentor,

DR. H. Abdul Malik., SE., M.Si Siti Ainur Rif'ah, S. Si.

NIP. 19570830 198209 1 001 NIP. 19751116 200406 2 018

(3)

BERITA ACARA

Sehubungan dengan penyelenggaraan Diklat Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXX VII Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 Hari Rabu Tanggal 08 September 2021 telah melaksanakan Seminar Rancangan Aktualisasi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kabupaten Malang.

Nama : Rachmad Yogi Setiyono, A.Md.Rad

Angkatan/NDH : XXXVIII/31

Judul : Pengoperasian Thermoluminesence Dosimetry (TLD)

Badge dengan Menggunakan Form Daily Check untuk Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan ditandatangani oleh:

Mentor,

Siti Ainur Rif'ah, S. Si.

NIP. 19751116 200406 2 018

Peserta,

Rachmad Yogi Setiyono, A.Md.Rad NIP. 19931213 202012 1 004

Coach/Pembimbing,

DR. H. Abdul Malik., SE., M.Si NIP. 19570830 198209 1 001

Penguji,

Prof. Dr. H. Agus Sholahuddin, M.Si Guru Besar Universitas Merdeka Malang NIDN. 0721115801

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis mampu menyelesaikan rancangan aktualisasi yang berjudul “Pengoperasian Thermoluminesence Dosimetry (TLD) Badge dengan Menggunakan Form Daily Check untuk Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang” ini bisa tersusun sesuai dengan rencana.

Laporan ditulis guna memenuhi prosedur pendidikan dan pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II. Keberhasilan penyusunan laporan aktualisasi ini tidak lepas dari usaha dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu dengan segala ketulusan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. H. IG. NG. Indra Ranuh, AH CH M.Ai, sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan dukungan dalam pengaktualisasian nilai – nilai dasar Profesi Aparatur Sipil Negara.

2. Bpk. DR.H. Abdul Malik.,SE.,M.Si sebagai coach yang telah memberikan bimbingan dan memotifasi agar kegiatan yang diaktualisasikan senantiasa berjalan dengan baik.

3. Prof. Dr. H. Agus Sholahuddin, M.Si selaku penguji yang telah memberikan saran dan dukungan terkait aktualisasi.

4. Ibu Siti Ainur Rif'ah, S. Si. selaku mentor yang telah memberikan kesempatan serta mendukung kegiatan aktualisasi ini berjalan dengan lancar.

5. Seluruh Widya Iswara, Panitia dan Tim Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur yang selalu memberikan pengetahuan kepada penulis, membantu memfasilitasi semua kebutuhan selama latihan dasar.

6. Kedua orang tua, keluarga, dan teman– teman yang selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk penulis.

7. Seluruh rekan– rekan CPNS peserta latihan dasar golongan II angkatan 34, 35, dan 36 BPSDM Kawi Malang yang selalu mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan laporan dan kegiatan latihan dasar ini.

8. Semua pihak yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan laporan dan kegiatan latihan dasar ini.

(5)

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis perlukan demi kesempurnaan laporan. Semoga apa yang telah penulis laporkan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Malang, 08 September 2021

Rachmad Yogi Setiyono, A.Md.Rad NIP. 19931213 202012 1 004

(6)

v DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN AKTUALISASI ... i

BERITA ACARA SEMINAR AKTUALISASI ... ii

KATA PENGANTAR ...iii

DAFTAR ISI ...v

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi ...3

1.2.1 Tujuan Aktualisasi ...3

1.2.2 Manfaat Aktualisasi ...3

1.3 Ruang Lingkup Aktualisasi...4

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI AKTUALISASI ...5

2.1 Gambaran Umum ...5

2.1.1 Sejarah...5

2.1.2 Letak dan Denah Wilayah ...6

2.1.3 Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi ...7

2.1.4 Susunan Organisasi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang ...8

2.1.5 RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang (Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Program dan Kegiatan) ...20

2.1.6 Nilai dan Motto RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang ...21

2.2 Instalasi Radiologi Rumah Sakit ...21

2.2.1 Definisi Instalasi Radiologi Rumah Sakit ...21

2.2.2 Struktur Organisasi Instalasi Radiologi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang 23 2.2.3 Kedudukan dan Fungsi Unit Kerja ...23

2.2.4 Tugas dan Fungsi Radiographer ...23

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ...25

3.1 Internalisasi Pembelajaran ...25

3.1.1 Sikap dan Perilaku Bela Negara ...25

A. Wawasan Kebangsaan dan Nilai – Nilai Bela Negara ...25

B. Analisa Isu Kontemporer ...25

C. Kesiapsiagaan Bela Negara ...26

(7)

D. Nilai – Nilai Dasar ASN ...26

1. Akuntabilitas ...26

2. Nasionalisme ...26

3. Etika Publik ...27

4. Komitmen Mutu ...27

5. Anti Korupsi...27

E. Kedudukan ASN dalam NKRI ...28

1. Manajemen ASN ...28

2. Whole of Government ...28

3.Pelayanan Publik ...28

3.2 Identifikasi dan Penetapan Isu ...28

3.2.1 Identifikasi Isu ...28

3.3 Penetapan Isu ...32

3.4 Gagasan dan Diagram Pemecahan Isu ...32

3.5 Matriks Rencana Aktualisasi ...34

3.6 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ...45

(8)

vii DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Sasaran Kegiatan ...29

Tabel 3.2 Parameter AKPL ...30

Tabel 3.3 Seleksi Isu Metode AKPL ...30

Tabel 3.4 Identifikasi Isu Teknik USG ...31

Tabel 3.5 Teknik tapisan Mc Namara ...32

Tabel 3.6 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi ...34

Tabel 3.7 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ...45

DAFTAR DIAGRAM Diagram 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ...33

(9)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Sebelum menjadi ASN, CPNS / Calon Pegawai Negeri Sipil dibekali dengan pelatihan dasar yaitu pendidikan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pengelolaan ASN seperti ini diharapkan menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Berdasarkan UU Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu. Pegawai ASN terdiri dari atas PNS dan PPPK. Dalam undang-undang tersebut juga dijabarkan bahwa PNS memiliki fungsi, yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

Sebagai pelayan publik, PNS diwajibkan memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas.

Tenaga Kesehatan sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara seharusnya juga dapat membentuk karakter dalam dirinya sendiri untuk menjadi ASN yang berkompeten, professional, berintegritas dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi yang diembannya.

Untuk itulah dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, yang menjadi dasar ditetapkannya pelatihan dasar yang strategis untuk mewujudkan ASN yang profesional dalam melayani masyarakat. Pada pelatihan dasar (LATSAR) CPNS kali ini, dilaksanakan secara distance learning, dimana terdiri atas e-learning dan aktualisasi. CPNS diharapkan dapat mengaktualisasikan nilai – nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi) dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 4 Tahun 2013 tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir, Pekerja

(10)

3 Intervensional yang diperkirakan dapat menerima dosis radiasi tahunan melebihi dosis untuk masyarakat umum. Pekerja radiasi mempunyai resiko terkena paparan radiasi selama menjalankan tugasnya. Tertera dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 4 Tahun 2013 bagian 4 tentang proteksi dan keselamatan radiasi pasal 41 yaitu “Optimasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi sebagai mana dimaksud dalam Pasal 10 huruf c harus dilaksanakan oleh pemegang Izin meelalui : pembatas Dosis dan atau tingkat panduan untuk paparan medik”. Sedangkan pengkajian pembatasan dosis pekerja radiasi tertera pada pasal 44 poin 1 yaitu “Pemegang Izin harus melaksanakan kaji ulang terhadap Pembatas Dosis untuk Pekerja Radiasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (1) selama pengoperasian fasilitas atau instalasi”.

Sinar x-ray dapat menyebabkan beberapa efek seperti: kulit terbakar, rambut rontok, hingga efek terburuk adalah mutasi DNA sehingga beresiko untuk terjadinya kanker di kemudian hari. Untuk alasan ini, sinar x-ray diklasifikasikan sebagai karsinogen oleh World Health Organization/WHO. Maka dari itu, asas manfaat untuk penegakkan diagnosa harus dipertimbangkan untuk permintaan pemeriksaan x-ray. Melihat dari efek radiasi sinar x-ray, maka keselamatan kerja sangat penting bagi pekerja yang berada di lingkungan radiasi.

Oleh karena itu, setiap pekerja radiasi wajib memenuhi persyaratan keselamatan radiasi agar dosis radiasi dapat terkontrol dan tidak melampaui nilai batas dosis (NBD).

Pemantauan dosis dilakukan dengan memakai peralatan pemantau dosis perorangan dalam hal ini yang dimaksud adalah pemakaian Thermoluminisensi Dosimeter (TLD).

Thermoluminisensi Dosimeter (TLD) adalah alat pemantau dosis radiasi perorangan dengan cara membaca jumlah energi radiasi yang tersimpan di dalamnya. TLD juga dapat dimanfaatkan untuk menilai potensi efek kesehatan jangka panjang bagi penggunanya.

Dalam upaya untuk menerapkan prinsip dasar Keselamatan Radiasi untuk memberikan perlindungan terhadap individu Direktur RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang menetapkan Pembatas dosis untuk pekerja radiasi sebesar ½ dari Nilai Batas Dosis pekerja radiasi dan anggota masyarakat sebagai mana tertera dalam Progam Proteksi dan Keselamatan Radiasi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Dari hasil pengamatan dan kegiatan yang dilakukan selama menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai radiografer terampil, belum adanya dokumentasi kepatuhan pengoprasian TLD badge sehingga data yang direkam TLD tidak mewakili dosis yang diterima pekerja radiasi saat bekerja. Nilai kepatuhan pengoprasian TLD di RSUD

(11)

Kanjuruhan sebelum aktualisasi sebesar 0%. Maka dari itu, perlu pembuatan dokumentasi kepatuhan terkait dengan keselamatan radiasi. Hal ini yang mendasari penulis untuk mengambil judul rancangan aktualisasi “Pengoprsian Thermoluminesence Dosimetry (TLD) Badge dengan Menggunakan Form Daily Check untuk Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang”.

1.2 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi 1.2.1 Tujuan Aktualisasi

Tujuan yang diperoleh dari hasil aktualisasi kegiatan ini adalah:

a) Tujuan Jangkan Pendek

1) Mewujudkan penggunaan form daily check sebagai dokumentasi kepatuhan para pekerja radiasi dalam pengoprasian TLD Badge.

2) Melaksanakan sosialisasi penggunaan form daily check sebagai dokumentasi kepatuhan para pekerja radiasi dalam pengoprasian TLD Badge.

3) Melaksanakan implementasi monitoring kepatuhan pengoprasian TLD dengan form daily check.

b) Tujuan Jangkan Menengah

Memberikan data Valid untuk pengkajian ulang pembatasan dosis yang diterima para pekerja radiasi

c) Tujuan Jangka Panjang

1) Mengoptimalkan pemantauan dosis radiasi perorangan sebagai persyaratan keselamatan radiasi.

2) Meningkatkan kepedulian staf radiologi tentang proteksi radiasi.

3) Menjadikan pengoprasian TLD sebagai salah satu prilaku budaya keselamatan kerja

1.2.2 Manfaat Aktualisasi

Manfaat yang diperoleh dari hasil aktualisasi kegiatan ini adalah:

a) Bagi penulis

Penulis menjadi lebih memahami dan mematuhi pentingnya pemakaian TLD sebagai budaya keselamatan kerja.

(12)

5 b) Bagi Organisasi

1. Mewujudkan akuntabilitas aparatur sipil negara dalam melaksanakan tugas.

2. Mengoptimalkan pemantauan dosis radiasi perorangan.

3. Meningkatkan fungsi kontrol dan evaluasi saat terjadi kecelakaan kerja akibat paparan radiasi.

c) Bagi Masyarakat

1. Menjamin masyarakat dan lingkungan dari paparan radiasi yang berlebih apabila terjadi kerusakan alat.

2. Meningkatkan proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien dan lingkungan sekitar.

1.3 Ruang Lingkup Aktualisasi

Ruang lingkup dari penulisan laporan ini adalah kegiatan - kegiatan dalam rangka meningkatkan pengawasan penggunaan TLD badge untuk mengoptimalkan pemantauan dosis radiasi perorangan. Dari pembuatan tempat penyimpanan TLD badge dan checklist penggunaan TLD badge kemudian melakukan sosialisasi pentingnya penggunaan TLD badge. Kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 09 September sampai dengan 13 Oktober 2021 dengan sasaran para pekerja radiasi di Instalasi Radiologi RSUD Kepanjen Kabupaten Malang yang berjumlah 11 orang terdiri dari 1 orang Dokter Spesialis Radiologi dan 10 orang radiographer.

(13)

BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI AKTUALISASI

2.1 Gambaran Umum 2.1.1 Sejarah

Perkembangan sejarah dari RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang berawal dari perubahan yang sebelumnya “Balai Kesehatan” yang dipimpin oleh dr. Ham Wi Sing pada tahun 1958-1966. Pada saat itu, balai kesehaan ini memiliki jumlah karyawan sebanyak 40 orang dan 41 buah tempat tidur. Pada tahun 1966 hingga 1971, balai kesehatan berubah menjadi “Puskesmas (basic seven dengan perawatan)” yang diresmikan oleh Bupati Malang pada 10 April 1967 yang dipimpin oleh dr. Hartono Wijaya. Pada saat itu, jumlah karyawan bertambah menjadi 45 orang yang termasuk dua dokter, enam perawat dan 38 non medis.

Pada tahun 1971-1978 statusnya berubah lagi menjadi “Puskemas Pembina (basic twelve)”. Sejak tahun 1975 kepimpinan berganti oleh dr. Ibnu Fadjar dan jumlah karyawannya bertambah lagi menjadi 69 orang termasuk satu dokter, dua bidan, 5 perawat dan PLKB serta tempat tidur bertambah menjadi 46 buah.

Pada tahun 1978 hingga 1983, status Puskemas Pembina berganti menjadi

“Puskesmas dengan Perawatan” dan dilakukan pengusulan studi kelayanan ke Bupati menjadi rumah sakit kelas D. Pada saat itu, kepemimpinan berada dibawah dr. Tuti Hariyanto. Kemudian pada 1983- 1984 terjadi transisi dari “Puskesmas”

menjadi “Rumah Sakit”. Jumlah karyawan bertambah lagi menjadi 80 orang dan tempat tidur bertambah 61 buah. Pada tahun 1984 hingga 1996 terjadi peningkatan status menjadi “Rumah Sakit Tipe C” (SK Menkes RI No.

303/SK/IV/1987) dan dipimpim kembali oleh dr. Ibnu Fadjar dengan jumlah karyawan bertambah 180 orang termasuk lima dokter spesialis dan tempat tidur bertambah 130 buah/ pada tahun 1985, instansi ini berhasil mendirikan “Sekolah Perawat Kesehatan” dengan jumlah 40 siswa.

Pada tanggal 10 Desember 1997, status instansi berganti menjadi “Rumah Sakit Umum Unit Swadana” yang diresmikan oleh Bupati Malang. Pada 1996 hingga 2001, rumah sakit kembali dipimpin oleh dr. Tuti Hariyanto, MARS

(14)

7 dengan jumlah tempat tidur sebanyak 155 buah dan 334 orang karyawan termasuk 10 dokter umum, 11 dokter spesialis dan 2 dokter gigi. Pada tahun 2001 hingga 2003 status berganti lagi menjadi “Badan Rumah Sakit Daerah” Kabupaten Malang yang dipimpin oleh dr. Setyo Darmono dengan jumlah tempat tidur menjadi 156 buah dan jumlah karyawan berkurang menjadi 327 orang termasuk 9 dokter umum, 11 dokter spesialis dan 2 dokter gigi. Pada tahun 2003- 2000, status berubah menjadi “Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Malang” dibawah pimpinan dr. April Mustiko R., Sp.A dengan jumlah tempat tidur sebanyak 169 buah dan 339 orang karyawan. Selanjutnya, pada 2004-2008 pimpinan berganti oleh dr. Agus Wahyu Arifin, MM. dan karyawan bertambah menjadi 424 orang dan jumlah tempat tidur 201 buah. Selain itu, status rumah sakit menjadi “Badan Layanan Umum” dengan tipe kelas rumah sakit menjadi “Tipe B Non Pendidikan” (SK Bupati 2008).

Pada tahun 2008 hingga 2010 terjadi perubahan nama menjadi “Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Kabupaten Malang” berdasarkan SK Bupati No.

180/37/Kep/424.013/2008 tentang Pemberian nama RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Selain itu juga terjadi perubahan struktur organisasi berdasarkan Peraturan Bupati Malang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Rumah Sakit Umum Daerah. Berdasarkan SK Bupati Malang No. 180/232/KEP/421.013/2009 tentang Penetapan RSUD Kanjuruhan Kabupaten malang sebagai SKPD yang menerapkan PPK BLUD status “Penuh”. Saat itu rumah sakit dipimpin oleh dr. Lina Julianty P., Sp.M, MM dengan jumlah karyawan menjadi 564 orang dan jumlah tempat tidur menjadi 221 buah. Pada tahun 2011-2018 pimpinan berganti oleh dr. Harry Hartanto, MM dengan diikuti jumlah karyawan menjadi 687 orang dengan jumlah tempat tidur menjadi 280 buah. Kemudian terjadi pergantian kepemimpinan RSUD Kanjuruhan Kepanjen oleh drg. Marhendrajaya, MM, Sp.KG mulai 2018 hingga sekarang dengan jumlah tempat tidur menjadi 280 buah.

2.1.2 Letak dan Denah Wilayah

Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Kabupaten Malang berlokasi di Jl.

Panji No.100, Krajan, Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Malang, Jawa Timur.

Adapun batas wilayah RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang adalah sebagai berikut:

(15)

a. Sebelah Utara : Kecamatan Pakisaji b. Sebelah Timur : Kecamatan Godanglegi c. Sebelah Selatan : Kecamatan Pagak d. Sebelah Barat : Kecamatan Ngajum

Gambar 2.1 Denah RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang 2.1.3 Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi

Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan yang selanjutnya disingkat dengan RSUD Kanjuruhan adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dengan mengutamakan pengobatan dan pemulihan tanpa mengabaikan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit yang dilaksanakan melalui penyediaan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat (emergensi) dan tindakan medik.

RSUD Kanjuruhan merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah bidang salah satu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, mempunyai tugas:

1. Melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang penyelenggaraan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dan berkesinambungan dengan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan

(16)

9 sesuai peningkatan kesehatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud tersebut diatas, RSUD Kanjuruhan berada dan berintegrasi dalam Sistem Kesehatan Daerah, mempunyai fungsi:

1. Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data berbentuk database serta Analisa data untuk Menyusun program kerja

2. Perencanaan strategis bidang pelayanan Kesehatan perorangan 3. Perumusan kebijakan tekis bidang pelayanan Kesehatan perorangan

4. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang pelayananan Kesehatan perorangan

5. Pembinaan dan pelkasanaan tugas bidang pelayanan Kesehatan perorangan 6. Penyelenggaraan dan pengawasan standar pelayanan pegawai sipil daerah

minimal yang wajib dilaksanakan bidang pelayanan Kesehatan

7. Penyelenggaraan urusan kesekretariaran pada Rumah Sakit Umum Daerah 8. Pengkoordinasian, integrasi dan sinkronisasi kegiatan bidang kepegawaian

di lingkungan Pemerintah Daerah

9. Penyelenggaraan administrasi Pegawai Negeri Daerah 10. Pelayanan medik

11. Pelayanan penunjang medik dan non medik 12. Pelayanan dan asuhan keperawatan

13. Pelayanan rujukan

14. Pendidikan dan pelatihan bidang Kesehatan dan bidang lainnya sesuai kebutuhan rumah sakit

15. Penelitian dan pengembangan

16. Pengelolaan sumber daya rumah sakit

17. Pelayanan fungsi social dengan memperhatikan kaidah ekonomi

18. Perencanaan program, rekam medik, evaluasi dan pelaporan serta humas dan pemasaran rumah sakit

19. Pembinaan dan pelaksanaan Kerjasama dengan masyarakat, Lembaga pemerintah dan Lembaga lainnya

(17)

2.1.4 Susunan Organisasi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

Struktur organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan berdasarkan Peraturan Bupati Malang No. 19 Tahun 2014 tanggal 6 Agustus 2014 tentang Organisasi Perangkat Daerah Rumah Sakit Umum Daerah, diatur dan ditetapkan sebagai berikut :

1. Direktur

Berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Malang melalui Sekretaris Daerah

2. Wakil Direktur

Berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur.

a. Wakil Direktur Pelayanan

1) Bidang Pelayanan Medik, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan.

a) Seksi Pelayanan Medik.

b) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medik

2) Bidang Pelayanan Keperawatan, berada di bawa dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan.

a) Seksi Pelayanan Keperawatan

b) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Keperawatan 3) Bidang Sarana danPelayanan Penunjang, berada di bawah dan

bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan.

a) Seksi Pelayanan Penunjang

b) Seksi Monitoring dan Evaluasi Sarana Penunjang b. Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan

1) Bagian Umum dan Kepegawaian, berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan.

a) Sub Bagian Umum b) Sub Bagian Kepegawaian c) Sub Bagian Perlengkapan

(18)

11 2) Bagian Keuangan, berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan.

a) Sub Bagian Penerimaan b) Sub Bagian Pengeluaran

c) Sub Bagian Akuntansi dan Verifikasi

3) Bagian Perencanaan Program, Rekam Medik, Evaluasi dan Pelaporan serta Humas dan Pemasaran, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan.

a) Sub Bagian Perencanaan Program

b) Sub Bagian Rekam Medik, Evaluasi dan Pelaporan c) Sub Bagian Humas dan Pemasaran

c. Unit-unit Non Struktural

a. Komite, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur.

a) Komite Farnasi da Terapi b) Komite Medik

c) Komite Keperawatan

d) Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

b. Instalasi, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur sesusai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing penyelenggaraan kegiatan dalam tanggung jawab masing-masing Wakil Direktur.

a) Instalasi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Wakil direktur pelayanan:

1. Instalasi Rawat Jalan 2. Instalasi Rawat Inap 3. Instalasi Gawat Darurat 4. Instalasi Bedah Sentral

5. Instalasi Anestesiologi dan Terapi Intensif

(19)

6. Instalasi Hemodialisa

7. Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu 8. Instalasi Pelayanan Khusus 9. Instalasi Rehabilitasi Medik

10. Instalasi Perinatal Resiko Tinggi dan Persalinan Komprehensif

11. Instalasi Patologi Klinik 12. Instalasi Radiologi 13. Instalasi Farmasi 14. Instalasi Gizi

15. Instalasi Sterilisasi Sentral 16. Instalasi Pemeliharaan Sarana 17. Instalasi Sanitasi Lingkungan 18. Instalasi Kedokteran Kehakiman

19. Instalasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

b) Instalasi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan:

1. Instalasi Pelatihan

2. Instalasi Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan 3. Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit

4. Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit 5. Instalasi Peningkatan Mutu Rumah Sakit

d. Satuan Pengawas Internal (SPI)

Berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur e. Kelompok Jabatan Fungsional

1. Terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi atas berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya, dalam unit kegiatan sesuai dengan kompetensinya,

(20)

13 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur.

2. Dalam rangka mempersiapkan peningkatan kelas RS menjadi kelas B Pendidikan serta menjaga dan/atau memelihara mutu pelayanan sesuai standar akreditasi RS dan/atau sertifikasi SMM ISO 9001:2015, RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, Direktur membentuk beberapa unit pelayanan, Panitia-panitia dan Tim- Tim yang bertugas membantu Direktur dalam penyelenggaraan RS sesuai fungsinya.

3. Unit-unit Pelayanan, Panitia-panitia dan Tim-Tim tersebut dibentuk dengan SK Direktur, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur, dengan struktur organisasi menyesuaikan/menyelaraskan dengan organisasi fungsi Rumah Sakit serta peraturan per undang- undangan yang berlaku, terdiri dari :

a) Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit (PKPRS) b) Tim PPRA

c) Tim Geriatri d) Tim HIV Aids e) Tim TB Dots

f) Tim Etik dan Hukum g) Panitia Rekam Medik

(21)

Gambar 2.2 Struktur Organisasi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

(22)

20 2.1.5 RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

1. Visi

Menjadi rumah sakit Pendidikan dengan pelayanan paripurna, mandiri dan berdaya saing.

2. Misi

1. Meningkatkan kualitas sumber daya rumah sakit yang mendukung mutu pelayanan kesehatan

2. Menyelenggarakan kegiatan pengelolaan rumah sakit untuk pengembangan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat

3. Melaksanakan pelayanan Kesehatan rujukan secara komprehensif dan professional

4. Melaksanakan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah (BLUD) secara efektif dan efisien

5. Mewujudkan pelayanan Kesehatan unggulan melalui inovasi yang berbasis teknologi informasi

3. Tujuan

Mewujudkan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan sesuai standar 4. Sasaran

a. Meningkatnya kualitas pelayanan yang didukung oleh ketersediaan sarana prasarana dan peralatan serta sumber daya manusia

b. Terwujudnya pelayanan yang terstandar akreditasi sesuai dengan kelasnya

c. Meningkatnya kepuasan pelanggan

d. Dukungan penganggaran yang efektif dan efisien 5. Strategi

a. Peningkatan performance b. Optimalisasi layanan c. Inovasi tiada henti

d. Pengembangan pendidikan dan penelitian

(23)

6. Program dan Kegiatan

a. Standarisasi pelayanan kesehatan

b. Peningkatan pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana Rumah sakit c. Pembinaan lingkungan sosial

2.1.6 Nilai dan Motto RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang 1. Motto RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

Kepuasan adalah tujuan utama layanan kami.

2. Nilai-nilai RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

Cinta kasih, Tulus ikhlas, Kejujuran, Profesional, Kebersamaan.

2.2 Intalasi Radiologi Rumah Sakit

2.2.1 Definisi Instalasi Radiologi Rumah Sakit

Instalasi Radiologi adalah salah satu instalasi penunjang medis di suatu rumah sakit. Keberadaan instalasi radiologi ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu menegakkan diagnosa. Radiologi memberikan gambaran anatomi tubuh yang ditampilkan dalam imaging.

Dalam ruang lingkup sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit, Instalasi Radiodiagnostik memberikan pelayanan pemeriksaan radiologi bagi seluruh pasien di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang meliputi:

a. Pasien rawat jalan b. Pasien rawat inap

c. Pasien rawat darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) d. Pasien rawat intensif di ICU (Intensive Care Unit)

e. Pasien pelayanan operasi di kamar operasi (C-Arm fluoroscopy)

Dari aspek kontinuitas pelayanan, Instalasi Radiologi memberikan pelayanan pada saat jam kerja maupun di luar jam kerja, baik pelayanan non emergensi maupun emergensi, selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam satu minggu dengan didukung sarana dan peralatan yang memadai, serta sumber daya manusia yang berkualitas.

(24)

22 2.2.2 Struktur Organisasi Instalasi Radiologi RSUD Kanjuruhan Kabupaten

Malang

2.2.3 Kedudukan dan Fungsi Unit Kerja 1. Kedudukan

Instalasi Radiologi memiliki kedudukan sebagai penunjang layanan kesehatan di wilayah RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang yang terintegrasi dengan visi dan misi guna mencapai derajat kesehatan yang setinggi – tingginya.

2. Fungsi

Melaksanakan pelayanan kesehatan untuk menunjang penegakkan diagnosa suatu penyakit melalui citra yang dihasilkan dan diintepretasikan oleh sumber daya yang berkompeten di bidangnya

2.2.4 Tugas dan Fungsi Radiographer

Berdasarkan Permenpan No.29 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Radiografer dan Angka Kreditnya dapat menjelaskan mengenai rincian kegiatan Radiografer Terampil sesuai dengan jenjang jabatan, sebagai berikut:

1. Melakukan persiapan dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras Pelaksana pemeriksaan

(Radiografer)

(25)

2. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi tulang-tulang belakang (columna vertebralis/ dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

3. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi torax dalam rangka pemeriksaan radiograli non kontras

4. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi tulang iga los costae) dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

5. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi kepala (skull) rutin dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

6. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi kepala (skull) khusus dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

7. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi tulang-tulang ekstremitas atas (extremity superior) dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

8. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi tulang-tulang ekstremitas bawah (extremity inferior) dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

9. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi gigi - geligi (dental / periapikal) 10. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi panoramic (panoramic dental)

dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

11. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi BNO dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

12. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi perut (abdomen) dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

13. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi panggul (pelvis) dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

14. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi mammografi dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

15. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi jaringan lunak (soft tissue) dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

16. Melakukan tindakan pemeriksaan radiografi bone age dalam rangka pemeriksaan radiografi non kontras

17. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi sistem perkencingan (traktus urinarius) dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras 18. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi sistem pencernaan (traktus

digestivus) dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

(26)

24 19. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi sistem saluran empedu

(traktus biliaris) dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

20. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi sistem Reproduksi (traktus reproduktif) dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras 21. Melakukan persiapan pemasangan pace maker/kateterisasi jantung dalam

rangka pemeriksaan radiologi dengan kontras dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

22. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi pembuluh darah secara digital angiografi subtraction (DSA) dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

23. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi PTC dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

24. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi APG dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

25. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi RPG dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

26. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi t-tube dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

27. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi ERCP dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

28. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi PTCD dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

29. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan radiografi analisa jantung dalam rangka pemeriksaan radiologi dengan kontras

30. Melakukan persiapan untuk pelayanan radioterapi CT planning pada pasien dengan kompensator bolus keras di pesawat CT/CT simulator dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

31. Melakukan persiapan untuk pelayanan radioterapi CT planning lokalisasi aplikator brakhiterapy dengan pesawat CT/CT simulator dalam rangka pemeriksaan radiografi dengan kontras

32. Menyusun laporan pemeliharaan asesoris pemeriksaan radiografi 33. Menyusun laporan analisa penolakan film radiografer (reject analisis)

(27)

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Internalisasi Pembelajaran

3.1.1 Sikap dan Perilaku Bela Negara

1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara

Wawasan Kebangsaan Indonesia adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Nilai-nilai dari bela negara terdiri dari lima, yaitu:

1) Cinta tanah air

2) Sadar berbangsa dan bernegara

3) Yakin kepada pancasila sebagai ideologi negara 4) Rela berkorban untuk bangsa dan negara

5) Memiliki kemampuan awal bela negara secara fisik dan mental

2. Analisa Isu Kontemporer

Lingkungan strategis adalah situasi internal dan eksternal baik yang statis (trigatra) maupun dinamis (pancagatra) yang memberikan pengaruh pada pencapaian tujuan nasional.Analisa perubahan lingkungan strategis ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan memahami konsepsi perubahan lingkungan strategis sebagai wawasan strategis ASN, sehingga ASN dapat memahami modal insani dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, dapat mengidentifikasi isu-isu kritikal, dan dapat melakukan analisis isu-isu kritikal dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu ASN dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam tindakan profesionalnya.

(28)

26 3. Kesiapsiagaan Bela Negara

Kesiapsiagaan bela negara adalah adalah kebulatan sikap, tekad dan perilaku warga negara yang dilakukan secara ikhlas, sadar dan disertai kerelaan berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI 1945 untuk menjaga, merawat, dan menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Dasar hukum mengenai bela negara terdapat dalam isi UUD NKRI 1945, yakni: Pasal 27 ayat (3) yang menyatakan bahwa semua warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Selanjutnya pada Pasal 30 ayat (1) yang menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

4. Nilai - Nilai Dasar ASN 1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah suatu kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

Adapun nilai-nilai dasar dari akuntabilitas, yaitu: tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral, mendahulukan kepentingan publik, adil, transparan, konsisten, dan partsipatif.

2. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain.

Nasionalisme pancasila merupakan pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai pancasila.

Ada lima nilai dasar dari nasionalisme yang harus diperhatikan, yaitu:

a. Ketuhanan: religius, etos kerja, transparan, dan amanah

b. Kemanusiaan: humanis, tenggang rasa, persamaan derajat, saling menghormati, dan tidak diskriminatif.

(29)

c. Persatuan: cinta tanah air, rela berkorban, menjaga ketertiban, mengutamakan kepentingan publik, dan gotong-royong

d. Kerakyatan: musyawarah mufakaat, kekeluargaan, menghargai pendapat, dan bijaksana

e. Keadilan: bersikap adil, tidak serakah, tolong menolong, kerja keras, dan sederhana

3. Etika Publik

Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan tertulis. Kode etik profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu. Adapun nilai-nilai dasar dari etika publik, yaitu: jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada peraturan, taat perintah, dan menjaga rahasia.

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai.

Komitmen mutu merupakan tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi, dan kinerja yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Adapun nilai-nilai dasar dari komitmen mutu, yaitu: Efektivitas, efisiensi, inovasi, dan berorientasi mutu.

5. Anti Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi dikatakan sebagai kejahatan yang luar biasa karena dampaknya yang luar biasa yaitu mampu merusak tatanan kehidupan dalam ranah pribadi, keluarga, masyarakat maupun ranah kehidupan yang lebih luas lagi. Adapun nilai-nilai dasar dari

(30)

28 anti korupsi , yaitu: jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli

5. Kedudukan ASN dalam NKRI 1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

Manajemen ASN meliputi Manajemen PNS dan Manajemen PPPK.

2. Whole of Goverment (WoG)

Whole of Goverment (WoG) merupakan suatu pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik.

3. Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

3.2 Identifikasi dan Penetapan Isu 3.2.1 Identifikasi Isu

Berdasarkan pengalaman kegiatan pelayanan kesehatan selama 7 bulan, terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam proses pelayanan medik.

Secara umum persoalan tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1) Belum tersedianya pelindung radiasi portable di ruang isolasi rawat inap untuk pemeriksaan bed foto .

2) Kurang optimalnya penggunaan leaflet dan banner sebagai media informasi edukasi kepada masyarakat tentang bahaya radiasi.

3) Belum tersedianya sistem penyimpanan gambar dan arsip terpusat dengan

(31)

menggunakan teknologi PACS (picture archiving communicating system).

4) Kurang patuhnya radiographer dalam menjalankan 5 moment cuci tangan.

5) Kurang terpantaunya kepatuhan penggunaan TLD Badge untuk pekerja radiasi.

Dari beberapa isu di atas, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan isu yang menjadi prioritas utama yang dapat dicari solusi permasalahan sehingga dapat diterapkan kedalam proses habituasi 1 bulan mendatang. Isu tersebut di atas dihadapkan dengan kondisi yang ingin dicapai agar dapat mengetahui tujuan yang diharapkan.

Tabel 3.1 Sasaran Kegiatan

NO SASARAN KEGIATAN

KONDISI SAAT INI KONDISI YANG DIHARAPKAN

1

Belum tersedianya pelindung radiasi portable di ruang isolasi rawat inap untuk pemeriksaan bed foto

Tersedianya pelindung radiasi portable di ruang isolasi rawat inap untuk pemeriksaan bed foto

2

Kurang optimalnya penggunaan leaflet dan banner sebagai media informasi edukasi kepada masyarakat tentang bahaya radiasi

Optimalnya penggunaan leaflet dan banner sebagai media informasi edukasi kepada masyarakat tentang bahaya radiasi

3

Belum tersedianya sistem penyimpanan gambar dan arsip terpusat dengan menggunakan teknologi PACS ( picture archiving communicating system )

Tersedianya sistem penyimpanan gambar dan arsip terpusat dengan menggunakan teknologi PACS ( picture archiving communicating system ) 4 Kurang patuhnya radiographer dalam

menjalankan 5 moment cuci tangan

Patuhnya radiographer dalam menjalankan 5 moment cuci tangan

5

Kurang terpantaunya kepatuhan pengoprasian TLD Badge untuk pekerja radiasi

Patuhnya radiographer dalam pengoprasian TLD Badge

(32)

30 Dari beberapa isu di atas, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan isu yang akan menjadi prioritas utama yang dapat dicari solusi berdasarkan peran dan wewenang jabatan di instansi. Selanjutnya untuk menganalisis isu tersebut, menggunakan metode AKPL.

Tabel 3.2 Parameter AKPL

NO INDIKATOR KETERANGAN

1 Aktual ( A ) Isu yang sering terjadi atau dalam proses kejadian, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat

2 Kekhalayakan ( K ) Isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya

3 Problematik ( P ) Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak

4 Layak ( L ) Isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Tabel 3.3 Seleksi Isu Metode AKPL

NO ISU

KRITERIA

KETERANGAN A K P L

1 Belum tersedianya pelindung radiasi portable di ruang isolasi rawat inap untuk

pemeriksaan bed foto Memenuhi Syarat

2 Kurang optimalnya penggunaan leaflet dan banner sebagai media informasi edukasi

kepada masyarakat tentang bahaya radiasi - - Tidak Memenuhi Syarat

3 Belum tersedianya sistem penyimpanan gambar dan arsip terpusat dengan menggunakan teknologi PACS ( picture archiving communicating system )

- - Tidak Memenuhi Syarat

4 Kurang patuhnya radiographer dalam

menjalankan 5 moment cuci tangan - Memenuhi Syarat 5 Kurang terpantaunya kepatuhan

pengoprasian TLD Badge untuk pekerja radiasi

Memenuhi Syarat

(33)

Berdasarkan penetapan isu dengan menggunakan teknik AKPL, dapat dikerucutkan menjadi tiga isu yang kemudian akan dipertimbangkan kembali untuk dijadikan isu prioritas. Kemudian tiga isu tersebut kembali diidentifikasi dengan menggunakan Teknik U (Urgency), S (Seriousness), dan G (Growth) dengan masing–masing penilaian:

Urgency ( U ) : berarti seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti

1 : Tidak penting

2 : Kurang penting

3 : Cukup penting

4 : Penting

5 : Sangat penting

Seriousness ( S ) : berarti seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan

1 : Akibat yang ditimbulkan tidak serius 2 : Akibat yang ditimbulkan kurang serius 3 : Akibat yang ditimbulkan cukup serius 4 : Akibat yang ditimbulkan serius

5 : Akibat yang ditimbulkan sangat serius

Growth ( G ) : berarti seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak segera ditangani

1 : Tidak berkembang

2 : Kurang berkembang

3 : Cukup berkembang

4 : Berkembang

5 : Sangat berkembang

Tabel 3.4 Identifikasi Isu Teknik USG

NO ISU KRITERIA

NILAI

U S G

1 Belum tersedianya pelindung radiasi portable di

ruang isolasi rawat inap untuk pemeriksaan bed foto 3 3 3 9

(34)

32 2 Kurang patuhnya radiographer dalam menjalankan

5 moment cuci tangan 3 3 4 10

3 Kurang terpantaunya kepatuhan pengoprasian TLD

Badge untuk pekerja radiasi 4 4 4 12

3.3 Penetapan Isu

Dari analisa isu menggunakan Teknik AKPL dan Teknik USG didapatkan hasil isu prioritas adalah “Kurang terpantaunya kepatuhan pengoprasian TLD Badge untuk pekerja radiasi”. Pemilihan isu tersebut dipilih karena berdampak pada hal – hal berikut, seperti:

1. Mengoptimalkan pemantauan dosis radiasi perorangan sebagai persyaratan keselamatan radiasi.

2. Tidak ada data informasi (pendokumentasian) ketertiban penggunaan TLD badge untuk pekerja radiasi.

3. Terjadinya kemungkinan hilangnya TLD karena belum tersedianyan tempat penyimpanan TLD badge yang layak.

4. Meningkatkan kesadaran staf radiologi dalam penggunaan TLD Badge.

5. Meningkatkan kepedulian staf radiologi tentang proteksi radiasi.

3.4 Gagasan dan Diagram Pemecahan Isu

Selanjutnya beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk pemantauan kepatuhan penggunan TLD yang akan dipilih menggunakan Teknik tapisan Mc Namara, yaitu:

1. Diadakannya software khusus untuk memantau penggunaan TLD Badge untuk pekerja radiasi.

2. Ditugaskan petugas khusus yang melakukan pemantauan penggunaan TLD Badge untuk pekerja radiasi

3. Pembuatan form daily check penggunaan TLD Badge untuk pekerja radiasi.

Tabel 3.5 Tabel Teknik tapisan Mc Namara

NO Upaya/Alternatif

KRITERIA

NILAI

Efektifivitas Kemudahan Biaya

1

Diadakannya software khusus untuk memantau pengoprasian TLD

Badge untuk pekerja radiasi 3 3 2 8

(35)

2

Ditugaskan petugas khusus yang

melakukan pemantauan

pengoprasian TLD Badge untuk pekerja radiasi

3 2 2 7

3

Pembuatan form daily check pengoprasian TLD Badge untuk pekerja radiasi

4 4 5 13

Dari analisa tekhnik tapisan Mc Namara berupa Pembuatan form daily check pengoperasian TLD Badge untuk pekerja radiasi. Rangkaian kegiatan pemecahan isu dapat dilihat padadiagram di bawah ini:

Diagram 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Topik

• Pengoprsian Thermoluminesence Dosimetry (TLD) Badge dengan menggunakan form daily check untuk pekerja radiasi di Instalasi radiologi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

1

• Melakukan konsultasi dengan mentor tentang pemantauan dosis radiasi dilakukan secara berkala

2 • Mengumpulkan literature untuk pembuatan checklist pengoprasian TLD Badge

3 • Berkonsultasi kepada mentor mengenai draft form daily check penggunaan TLD Badge

4 • Pembuatan dan pencetakan form checklist penggunaan TLD Badge

5

• Melakukan sosialisasi form daily checklist penggoprasionalan TLD Badge kepada Kepala Instalasi Radiologi dan radiografer lainnya

6 • Implementasi kegiatan aktualisasi

7 • Melakukan evaluasi pelaksanaan aktualisasi

8 • Melakukan penyusunan laporan aktualisasi

(36)

34 3.5 Matriks Rancangan Aktualisasi

Tabel 3.6 Matriks Rancangan Aktualisasi

NO Kegiatan Tahapan

Output/

Hasil Kegiatan

Nilai – Nilai Dasar ANEKA

Kontribusi Terhadap Visi Misi

Organisasi

Penguatan Nilai - Nilai Organisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Melakukan konsultasi dengan mentor tentang pemantauan dosis radiasi dilakukan secara berkala

1. Menyampaikan isu dan rencana

kegiatan aktualisasi 2. Menyusun jadual

aktualisasi 3. Meminta saran,

masukan dan persetujuan dari mentor

1. Tersampaikannya kegiatan yang akan dilakukan pada saat aktualisasi

2. Tersusunnya jadual kegiatan

3. Lembar persetujuan dari mentor

Akuntabilitas (Kejelasan target, konsisten) Rencana tindak lanjut mempunyai target yang jelas, dan konsisten terhadap jadual yang ditentukan.

Nasionalisme (Menghargai pendapat) Menghargai dan menerima pendapat dari mentor terkait kegiatan aktualisasi.

Etika public

(Hormat, sopan santun,

Kegiatan ini sesuai dengan :

Keputusan Mentri kesehatan RI No.1014 Tahun 2008

Tentang standart pelayanan Radilogi diagnostik di sarana pelayanan kesehatan

Peraturan Kepala BAPETEN No. 4 tahun 2013 tentang

Kegiatan ini sesuai dengan tata nilai RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Etika : Mampu melakukan diskusi dengan cara musyawarah dan berbahasa indonesia yang baik dan benar.

Inovatif:

membawa dampak perubahan bagi kemajuan dan peningkatan

Gambar

Gambar 2.1 Denah RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang  2.1.3  Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi
Gambar 2.2 Struktur Organisasi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang
Tabel 3.1 Sasaran Kegiatan
Tabel 3.2 Parameter AKPL
+6

Referensi

Dokumen terkait

(3) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Tenaga Fungsional senior selaku Ketua Kelompok yang berada di bawah dan

dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas. Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana

dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur dan dalam pembinaan sehari-hari berada di bawah Pembantu Direktur I. Dalam melaksanakan

(3) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior sebagai ketua kelompok dan bertanggung jawab kepada Kepala

(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini, terdiri dari sejumlah tenaga, dalam jenjang jabatan fungsional yang dipimpin oleh seorang

Kepala Seksi adalah nama jabatan pimpinan Seksi pada Sub Dinas dilingkungan Dinas Kebudayaan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.... 1L Jabatan

(1) Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dipimpinoleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala

Kelompok Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner, dan sejumlah jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional