• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODELOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODELOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

Adalah sebuah patokan dalam penelitian yang bertujuan agar selama melakukan penelitian berjalan dengan terarah, terstruktur, dan sistematis. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif karena dilakukan berdasarkan data, memanfaatkan teori sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan sebuah teori. Oleh karena itu, diperlukan sampel yang dapat mewakili keseluruhan populasi dari penelitian ini yaitu tenaga medis di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuisioner kepada tenaga medis.

3.2 Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian adalah proses penelitian dari awal hingga akhir. Terdapat 4 alur tahapan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:

1. Tahap pendahuluan, yaitu pengidentifikasian masalah, studi literature, rumusan masalah, dan menentukan tujuan penelitian.

2. Tahap pengumpulan data, yang pada penelitian ini digunakan data primer 3. Tahap mengolah data, meliputi penentuan jumlah sampel, uji validitas dan

realibilitas, hingga analisa data

4. Tahap akhir, meliputi analisa pembahasan, kesimpulan, dan saran.

Keseluruhan tahapan dapat dilihat dalam flowchart pada gambar 3.1

(2)

3.3 Flow Chart Penelitian

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian

3.4 Tahap Pendahuluan 1) Identifikasi Masalah

Tahap ini dilakukan pengidentifikasian masalah melalui pengamatan langsung. Tahap ini bertujuan untuk mengetahui dan mendefinisikan masalah sebagai langkah awal penelitian.

(3)

2) Studi Literatur

Tahap ini berkaitan dengan referensi-referensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas penelitan. Referensi yang digunakan dapat berupa jurnal, skripsi/thesis, maupun buku yang berkaitan dan relevan terhadap penelitian yang akan dilakukan.

3) Rumusan Masalah

Tahap ini adalah tahapan yang dapat dilakukan setelah masalah telah teridentifikasi sehingga dapat dirumuskan berdasarkan pengamatan pada kondisi nyata.

4) Tujuan Penelitian

Tahapan ini membuat suatu penelitian menjadi lebih terarah dan terstruktur. Tahapan ini bertujuan untuk menunjukkan suatu poin yang ingin dicapai pada suatu penelitian.

3.4 Tahap Pengumpulan Data

Pada tahap pengumpulan data ini berisi perihal pengumpulan berbagai informasi yang didapat terkait dengan penelitian yang dilakukan. Jenis data yang dilakukan adalah data primer. Data primer yang ada pada penelitian ini didapat melalui pengumpulan data dari kuisioner yang telah disebar. Kuisioner merupakan suatu alat untuk mengukur sesuatu dalam sebuah penelitian yang berisi pertanyaan tertulis, dan bertujuan untuk mendapatkan respon dari beberapa orang yang kita inginkan atau butuhkan.

3.5 Tahap Pengolahan Data

Tahap ini bertujuan untuk menganalisa data yang telah didapat melalui penyebaran kuisioner. Kuisioner yang digunakan adalah kuisioner yang telah digunakan oleh banyak peneliti sebelumnya, yaitu Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), Self-rating Anxiety Scale (SAS), dan Fatigue-self assessment scale (FSAS). Dari data yang telah didapat melalui kuisioner tersebut, dibuat analisa statistik berdasarkan kategori-kategori sehingga dapat diketahui kategori mana yang paling berpengaruh terhadap adanya pandemic COVID-19.

(4)

3.5.1 Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9)

PHQ-9 adalah item untuk menscreening depresi berdasarkan kriteria (Kroenke et al., 2001, Spitzer et al., 1999). Kuisioner ini ditulis dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dan berisi pertanyaan yang mengharuskan responden untuk menilai frekuensi gejala depresi. Item pertanyaan tersebut meliputi: (1) anhedonia, (2) suasana hati tertekan, (3) Insomnia atau hypersomnia, (4) kelelahan atau kehilangan energy, (5) gangguan nafsu makan, (6) rasa bersalah atau tidak berharga, (7) berkurang kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, (8) perasaan gelisah yang berlebih dan (9) pikiran untuk bunuh diri. Skor untuk setiap item berkisar dari 0 “tidak sama sekali” hingga 3 “hamper setiap hari” dengan total skor total mulai dari 0 hingga 27. Contoh kuisioner dapat dilihat pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Item pertanyaan PHQ-9

(5)

Penilaian dilakan dengan menjumlahkan semua item pertanyaan pada kuisioner.

Hasil penjumlahan tersebut memiliki arti secara klinis dan anjurannya. Arti dan anjuran tersebut antara lain:

• < 10 : Gejala depresi ringan. Anjuran psikoedukasi bila semakin memburuk.

• 10-14: Depresi ringan. Anjuran melakukan observasi gejala yang ada dalam waktu 1 bulan

• 15-19: Depresi sedang. Dianjurkan melakukan psikoterapi.

• Skor ≥ 20 : Depresi berat. Dianjurkan untuk melakukan psikoterasi secara intensif (Chen et al., 2006).

3.5.2 Self-rating Anxiety Scale (SAS)

Kuisioner self-anxiety scale memiliki 20 item yang terdiri dari beberapa item positif dan beberapa item negative. Dalam menggunakan skala dalam kuisioner ini, responden diminta untuk menilai 20 item sesuai dengan apa yang mereka alami selama 1 minggu terakhir dan menggunakan skala waktu seperti:

tidak pernah terjadi, jarang terjadi, terkadang terjadi, dan sering terjadi. Nilai 1- 4 ditetapkan untuk item yang positif. Penilaian dihitung terbalik untuk item yang bertuliskan negative. Semakin cemas responden, maka nilainya akan semakin tinggi. Indeks penilaian untuk kuisioner ini diperoleh dengan membagi jumlah nilai yang didapat pada 20 item dengan 80 (nilai maksimum) dan mengalikan jawabannya dengan 100 (Zung, 1971).

(6)

Table 3.2 item pertanyaan SAS

Total skor mentah berkisar antara 20-80. Skor mentah tersebut kemudia perlu diubah menjadi skor “indeks kecemasan” yang kemudian dapat digunakan pada skala dibawah ini untuk menentukan interpretasi klinis dari tingkat kecemasan seseorang:

• 20-44 Rentang Normal

• 45-59 Tingkat Kecemasan Ringan hingga Sedang

• 60-74 Ditandai dengan Tingkat Kecemasan Parah

• ≥ 75 Tingkat Kecemasan Ekstrim

3.5.3 Fatigue-self assessment scale (FSAS)

Dari 6 kuisioner untuk meguji tingkat kelelahan yang ada, skala penilaian kelelahan (FSAS), dinyatakan oleh De Vries et al. (2003) sebagai kuisioner yang paling baik dalam mengukur kelelahan. Kuisioner ini terdiri dari 10 item kelelahan. 5 pertanyaan mencerminkan kelelahan fisik dan 5 pertanyaan mencerminkan kelelahan mental. Item-item tersebut dijawab dengan skala 1-5 poin(1 atau tidak pernah sampai 5 atau selalu). Setiap pertanyaan haruslah dijawab meskipun responden tidak punya keluhan pada saat itu. Selanjutnya, total nilai FAS dapat dihitung dengan menjumlahkan nilai pada semua pertanyaan. Nilai total berkisar antara 10 hingga 50 (Hendriks et al., 2018).

(7)

Table 3.1 Butir-butir pertanyaan FSAS

No Tidak

pernah

Kadang- kadang

Biasa Terjadi

Sering terjadi

Selalu terjadi 1 Saya terganggu dengan kelelahan

2 Saya merasa lelah dengan sangat cepat

3 Saya tidak melakukan banyak hal sepanjang hari 4 Saya memiliki cukup energi untuk kehidupan

sehari-hari

5 Secara fisik, saya merasa lelah

6 Saya mempunyai masalah/kesulitan untuk memulai sesuatu

7 Saya memiliki masalah/kesulitan untuk berpikir secara jernih

8 Saya merasa tidak ada keinginan untuk melakukan apapun

9 Secara mental, saya merasa lelah

10 Ketika saya melakukan sesuatu, saya bisa berkosentrasi dengan cukup baik

Total skor mentah berkisar antara 10-50. Skor mentah tersebut kemudia perlu diubah menjadi skor “indeks kelelahan” yang kemudian dapat digunakan pada skala dibawah ini untuk menentukan interpretasi klinis dari tingkat kelelahan seseorang:

• 1-10 Rentang tidak pernah merasa kelelahan

• 11-20 Tingkat Kadang-kadang merasa lelah

21-30 Biasa terjadi kelelahan

31-40 Sering merasa kelelahan

41-50 Sangat sering merasa kelelahan

3.5.4 NASA-TLX

NASA-TLX adalah sebuah alat untuk mengukut beban kerja operator secara subjektif. Metode ini merupakan sebuah alat untuk menilai skor beban kerja berdasarkan pada rata-rata penilaian 6 sub-skala. Sub-skala tersebut antara lain

(8)

(effort) dan tingkat stress (frustration). Terdapat beberapa langkah dalam penggunaan metode ini, yaitu:

a) Penjelasan indikator beban kerja mental yang diukur

• Mental Demand

Menggambarkan seberapa besar tuntutan mental yang dibutuhkan untuk melihat, mengingat, dan mencari saat bekerja. Kemampuan pekerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan tuntutan pekerjaannya, maka pekerja akan mengalami kebosanan. Sedangkan, jika tuntutan pekerjaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pekerja, maka akan menyebabkan kelelahan pada pekerja. Kelelahan yang berlebih dapat menyebabkan stress kerja pada karyawan dan menyebabkan sering terjadinya kecelakaan kerja dan kecacatan produk.

• Physical Demand

Menggambarkan seberapa besar tuntutan fisik yang dibutuhkan saat bekerja. Sebagai contoh aktivitas mendorong, menarik, mengangkat dan lain-lain. Pengukuran beban kerja mental dapat diukur dengan mempertimbangkan denyut jantung serta tekanan darah yang merupakan respon terhadap stress yang disebabkan oleh kegiatan fisik.

• Temporal demand

Menggambarkan seberapa besar tuntutan waktu yang dibutuhkan pada saat bekerja. Apakah pekerjaan tersebut perlahan, sedang, bahkan cepat. Menurut penelitian, jumlah jam kerja berbanding terbalik dengan produktivitas pekerja. Sehingga semakin banyaknya jumlah jam kerja, maka semakin menurun produktivitasnya.

• Own performance

Aspek performansi menunjukkan seberapa besar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Pekerja dengan perfomansi yang baik, maka akan memberikan dampak positif bagi perusahaannya. Tingkat perfomansi berkaitan erat dengan beban kerja suatu pekerjaan. Seorang pekerja dapat menunjukan perfomansi yang baik jika beban kerja yang dilakukannya sesuai dengan kemampuannya.

(9)

• Effort

Setiap pekerja memiliki kapasitas beban kerja yang berbeda.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh tingkat keterampilan pekerja, fisik pekerja, kebugaran pekerja usia pekerja, jenis kelamin dan lain-lain.

Sehingga suatu pekerjaan harus dirancang untuk dapat menyesuaikan kondisi pekerjanya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban kerja serta tingkat usaha berlebih yang dilakukan pekerja.

• Frustation

Tingkat frustasi berkaitan dengan keadaan emosional pekerja.

Seberapa aman, nyaman, putus asa dan kepuasan yang dirasakan. Stres adalah tuntutantuntutan eksternal yang mengenai seseorang. Stres juga diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Stress yang disebabkan oleh beban akibat kerja, dapat mengakibatkan penurunan produktivitas kerja, seperti performansi, meningkatnya angka absensi, menurunnya moral kerja dan lain sebagainya.

b) Pembobotan

Tahap ini responden akan memilih salah satu dari dua indikator yang dirasa lebih berperan dalam meningkatnya beban kerja. Kuisioner yang diberikan berbentuk perbandingan berpasangan. Hasil kuisioner ini dihitung melalui jumlah skor dari setiap indikator yang dirasakan paling berpengaruh. Jumlah skor ini kemudian akan menjadi bobot untuk setiap indikator beban kerja.

Tabel 3.4 Indikator Pembobotan

No Indikator pembobotan

1 Effort

Or Performance

Temporal Demand Or Frustation

Temporal Demand Or Effort 2 Physical Demand

Or Frustation

Performancw Or Frustation

Physical Demand Or Temporal Demand

(10)

4 Performance Or Mental Demand

Performance Or Temporal Demand

Mental Demand Or Effort 5 Mental Demand

Or Physical Demand

Effort Or Physical Demand

Frustation Or Mental Demand

c) Pemberian rating

Tahap ini responden diminta memberikan rating terhadap keenam indikator beban mental. Rating yang diberikan bersifat subjektif tergantung pada beban mental yang dirasakan oleh responden tersebut. Pemberian rating untuk keenam variable yang ada pada metode NASA-TLX dibagi menjafi 5 level, yaitu sangat rendah (0 s/d 9), rendah (10 s/d 29), sedang (30 s/d 49), tinggi (50 s/d 79) dan sangat tinggi (80 s/d 100). Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pekerja dalam menjawabnya.

Tabel 3.5 Range penilaian dan klasifikasi

Nomer Range Nilai Kategori Beban Kerja

1 0 – 9 Rendah

2 10 – 29 Sedang

3 30 – 49 Agak Tinggi

4 50 – 79 Tinggi

5 80 - 100 Tinggi Sekali

d) Menghitung nilai produk

Dihitung dengan cara rating dikali dengan bobot faktor tiap indikator.

Rumus untuk mendapat nilai produk yaitu:

Nilai produk = Rating x Tally

Dengan demikian dihasilkan 6 nilai produk untuk 6 indikator yang ada.

e) Menghitung nilai Weighted Workload (WWL) Nilai WWL dihitung dengan persamaan berikut:

WWL= ∑ Nilai Produk f) Menghitung rata-rata nilai WWL

NIlai rata-rata WWL diperoleh dengan persamaan berikut:

(11)

Skor = 𝑊𝑊𝐿

15

g) Interpretasi hasil nilai skor

Hasil skor kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategori sebagai berikut:

• Rata-rata WWL < 2 Klasifikasi Sangat Rendah

• Rata-rata WWL 2,1-4 Klasifikasi Rendah

• Rata-rata 4,1-6 Klasifikasi Sedang

• Rata-rata 6,1-8 Klasifikasi Tinggi

• Rata-rata 8,1-10 Klasifikasi Sangat Tinggi.

3.5.5 Uji Validitas dan Realibilitas

Tahap selanjutnya adalah pengujian kevalidan dan ke realibilitasan, untuk mengetahui apakah hasil dari penyebaran kuisioner tersebut sudah valid dan reliable.

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk menguji apakah hasil kuisioner sudah valid atau belum. Hasil kuisioner diuji menggunakan bantuan software SPSS. Hasil kuisioner dikatakan valid apabila dalam perhitungan menggunakan software SPSS didapatkan nilai r hitung ≥ r tabel.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur hasil penyebaran kuisioner sudah reliabel atau belum. Reliabel yang dimaksud adalah hasil penyebaran kuisioner tersebut dapat diandalkan/dipercaya atau tidak. Uji reliabilitas dilakukan dengan bantuan software SPSS menggunakan rumus Alpha Crobach. Untuk menentukan reliabel atau tidaknya hasil kuisioner tersebut dapat dilihat dari nilai nilai alpha. Jika r hitung/alpha ≥ r table, maka data reliable (Novikasari, 2016).

3.6 Tahap Akhir

Pada tahap ini dilakukan penjabaran hasil dari data yang sudah diolah dan kemudian dianalisa hasil dari penelitian tersebut. Setelah didapat hasil dan analisa

Gambar

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian
Gambar 3.1 Item pertanyaan PHQ-9
Table 3.2 item pertanyaan SAS
Table 3.1 Butir-butir pertanyaan FSAS No    Tidak  pernah  Kadang-kadang  Biasa  Terjadi  Sering terjadi  Selalu  terjadi  1  Saya terganggu dengan kelelahan
+3

Referensi

Dokumen terkait

Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya dapat disingkat SKRDLB adalah Surat Keputusan yang jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena jumlah kredit

keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia dan Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia dan berbudi

Kondisi penderita yang membutuhkan jalan napas yang bersih, ventilasi paru adequat, dan terhindar dari perdarahan lanjut serta terlindungi dari

4.2 Semua calon akan diberikan borang permohonan manual KRK001 bagi tujuan pengisian pilihan sekolah, calon akan mengisi pilihan aliran yang dipohon dan perlu

Berdasarkan Tabel 2 pada hari ke-0 setiap perlakuan belum mengalami perubahan susut bobot, pada Tabel 3 seluruh perlakuan mengalami penyusutan bobot pada hari

Kelimpahan mikroplastik dari setiap zona di tiga stasiun, tiga transek, dan dua kedalaman yang diamati menunjukkan bahwa zona 1 memiliki kelimpahan mikroplastik tertinggi

Dalam Temu Alumni yang dihelat di Hotel Padjajaran tersebut, beberapa kontingen UNAIR juga berkesempatan untuk mempresentasikan karyanya di hadapan para alumni.. Nasih menjelaskan

pendidikan dalam waktu 6 (enam) semester maupun karena kesalahan/pelanggaran yang dilakukan oleh Penerima Beasiswa selama masa perkuliahan yang dapat berakibat pada