WALIKOTA PAYAI(UMBUH PROVINSI SUMATERA BARAT
PERATURAN WALIKOTA PAYAIIUMBUH Nomor: 11
TAHUN 2ol8TENTANG
PEflIIfJI'I(
PEI"AIGAITAAX PEI|GEITDALIAN AI'UIIIISTRASI XTGIATAIT PEUBAITGIII|AIT DI LINGKI'ilGAIT PETERIITTAII KOTA PAYAI('UBI'HDENGAil RAHIIIAT TT'HAN YANG MAIIA ESA WALIKOTA PAYAKT'UBI'H,
bahwa untuk
terlaksananyaKegiatan
Pembangunandilingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh
untuk
tertib administrasi, tepat waktu, tepat sasaran dan sesuai denganketentuan yang berlaku, setiap unsur pelaksana kegiatan perlu dibekali dengan petunjuk dan pedoman pelaksanaan
administrasi kegiatan berupa Petunjuk
Pelaksanaan Pengendalian Administrasi Kegiatan Pembangunan;bahwa
untuk
memberikan landasan yangkuat dari
segiaspek legalitas terhadap Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Pengendalian
Administrasi
Kegiatan Pembangunan di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, perlu ditetapkan dengan Peraturan Walikota Payakumbuh.Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1956
TentangPembentukan
Daerah Otonom Kota Kecil
DalamLingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah jo Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor
8 Tahun l97O
TentangPelaksanaan Pemerintahan Kotamadya Solok
danPayakumbuh, (lrmbaran Negara Republik Indonesia Nomor 1e);
Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 1999
tentangPenyelJnggaraan Negara
yang
Bersihdan
Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (L,embaran Negara republik IndonesiaTahun
2OO4 Nomor5,
Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4355);
Mengingat
:
1Undang-Undang Perbendaharaan
Indonesia Tahun
Nomor 1 Tahun 2OO4
tentangNegara
(L,embaranNegara
Republik 20O4 Nomor5,
Tambahan kmbaranJ
4
Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
Undang-Undang
Nomor 15 Tahun 2OO4
tentangPemeritsaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (kmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O04 Noiror 66, Tambahan kmbaran Negara Republik Indonesia
Nomor 44OO);
Menimbang
:
a.b.
,
5.
Undang-UndangNomor 23 Tahun 2Ol4
TentangPemerintah Daerah (l.rmbaran Negara Republik Indonesia
Talrun 2Ol4
Nomor244,
Tatnbahan l.embaran Negara Republik Indonesia Nomor 5877) sebagaimana telah diubah beberapakali
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9Tahun 2015
tentang Perubahan KeduaAtas
Undang- Undang23
Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679l.;6.
Undang-Undang Nomor O2Tahun 2017
tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2017
Nomor1l
Tambahaa l.embaran Negara Republik Indonesia Nomor 6018);7.
Peraturan Pemerintah Nomor29 Tahun
2OOO tentangPenyelenggaraan
Jasa Konstruksi
(l,embaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2OO0 Nomor
64,
TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956);
8.
Peraturan Pemerintah Nomor30 Tahun
20OO tentang Penyelenggaraan PembinaanJasa
konstruksi (kmbaran NegaraRepublik
IndonesiaTahun
2O0ONomor
65, Tambahanlrmbaran
Negara Republik Indonesia Nomor 39s7);9.
Peraturan Pemerintah Nomor58 Tahun 2005
tentangPengelolaan Keuangan Daerah (l.rmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OO5 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
lO.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun2O 1 8 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedomaa
PengelolaanKeuangan
Daerah,sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2O11;
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tabun 2OO7 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;
13.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor86
Tahun 2017tentang Tata Cara Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Rancangan Peraturan Peraturan daerah tentang RPJPD ,
RPJMD serta
tata
cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD;14.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43 Tahun 20O7 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi;15.
Peraturan LKPP Nomor O7 Tahun 2O18 tentang Pedoman Perencanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;16.
Peraturan LKPP Nomor O8 Tahun 2018 tentang PedomanSwakelola;
17.
Peraturan LKPP Nomor 09 Tahun 2018 tentang PedomanPelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa melalui Penyedia;
18.
Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2018 tentang PedomanPengadaan Barang/Jasa yang dikecualikan
padaPengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;
2
19.
Peraturan LKPP Nomor 14 Tahun 2018 tentang Unit Keda Pengadaan Barang/ Jasa;20.
Peraturan LKPP Nomor 15 Tahun 2018 tentang PelakuPengadaan Barang/ Jasa;
21.
Peraturan LKPP Nomor 17 Tahun 2O18 tentang Sanksi Daftar Hitam dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;22. Peraturan LKPP Nomor 19 Tahun 2Ol8
tentangPengembangan
Sistem dan Kebijakan
PengadaanBarang/Jasa;
23.
Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 17 Tahun 2O16tentang Pembentukan
dan
Susunan Perangkat Daerah(l.,embaran Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2016 Nomor 17, Tambahan l,embaran Daerah Nomor 25);
24.
Peraturan Daerah Kota Payakumbuh NomorI
Tahun 2018 Tentang RPJMD (lembaran DaerahKota
PayakumbuhTahun 2018 Nomor 1);
25.
Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor 19 Tahun 2OO9 tentang Implementasi Sistem e-Procurement di Lingkungan PemerintahKota
Payakumbuh(Berita Daerah
KotaPayakumbuh Tahun 2OO9 Nomor l9);
26.
Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor21
Tahun 2009 tentang PembentukanUnit
Layanan Pengadaan SecaraElektronik (LPSE)
pada
PemerintahKota
Payakumbuh (Berita Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2O09 Nomor 21);27.
Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor51
Tahun 20lO tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Payakumbuh (Berita Daerah Kota Payakumbuh Tahun2O1O Nomor 51);
}IEMUTUSKAIT:
Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA PAYAKUMBUH TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGENDALIAN ADMINISTRASI KEGIATAN PEMBANGUNAN
DI
LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTAPAYAKUMBUH
BAB
I
KETENTUAN IIMT'IU Pasal 1
Dalam peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan :
1.
Daerah adalah Kota PaYakumbuh.2.
Pemerintahan Daerah adalah Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggaraPemerintah Daerah yang memimpin pelaksanan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom'
3.
Perangkat Daerah adalahunsur
pembantu Kepala Daerah dan. Dewanperwa*kilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah otonom'
4.
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnyadisingkat LKPP adalah Lembaga Pemerintah yang
berlugas mengembangkan dan merumuskan kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.5.
Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban Daerah dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban Daerah tersebut.6.
Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputiPerencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan,
Pelaporan,Pertanggungiawaban, dan Pengawasan Keuangan Daerah.
7.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disebut APBD adalah Rencana Keuangan Tahunan Pemerintahan Daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.8.
Peraturan Daerah adalah Peraturan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah.9.
Unit Ke{a adalah bagian dari Perangkat Daerah yang melaksanakan satu atau beberapa program.10. Program adalah penjabaran kebijakan Perangkat Daerah dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi Perangkat Daerah.
11. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih
unit
kerja pada Perangkat Daerah sebagai bagian dari pencapaian sasaranterukur pada suatu
programdan terdiri dari
sekumpulantindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana,
atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input)
untuk
menghasilkan keluaran (outputl dalam bentuk barang/jasa.12. Pengguna Anggaran
yang
selanjutnya disingkatPA adalah
pejabatpemegang kewenangan penggunaan anggaran Perangkat Daerah.
13. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Perangkat Daerah.
14. Pejabat Pembuat Komitmen
yang
selanjutnya disingkat PPK adalahpejabat yang diberi
kewenanganoleh
PA/KPAuntuk
mengambilkeputusan
dan/atau
melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran .rnggaran belanja negara/ anggaran belanja daerah.15.
Unit
Kerja Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disingkat UKPBJ adalahunit
kedadi
Perangkat Daerah yang menjadi pusat keunggulanPengadaan Barang/Jasa.
16. Kelompok Kerja Pemilihan yang selanjutnya disebut Pokja Pemilihan adalah sumber daya manusia yang ditetapkan oleh pimpinan UKPBJ untuk melakukan pemilihan Penyedia.
17.
Pejabat Pengadaan adalah pejabat
administrasi/ pejabat fungsional/personel yang bertugas melaksanakan Pengadaan l'angsung, Penunjukan Langsung, dan/ atau E purchasing.4
18. Pejabat Pemeriksa
Hasil
Pekerjaan yang selanjutnya disingkat $PHP adalah pejabat administrasi/pejabat personel yang bertugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.19. Panitia Pemeriksa
Hasil
Pekerjaanyang
selanjutnya disingkat PPHP adalahtim yang
bertugas memeriksa administrasihasil
pekerjaanPengadaan Barang/ Jasa.
20.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatanyang
selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat yang diangkat oleh Pengguna Anggaran pada PerangkatDaerah yang melaksanakan
satu atau
beberapa Kegiatandari
suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.22.
Panitlla Pengadaan adalahtim
yang diangkat oleh Pengguna Anggaranuntuk
melaksanakan Pengadaan Barang/Jasadi
Perangkat Daerah,menjelang dibentuknya UKPBJ.
23.
Pengadaan secaraelektronik atau
e-Procarementadalah
pengadaanBarang/ Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
24. l,ayanan Pengadaan Secara Elektronik yang selanjutnya disingkat LPSE
adalah layanan pengelolaan teknologi informasi
untuk
memfasilitasi pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik.25.
Aplikasi sPSE adalah aplikasi perangkat lunak sistem Pengadaan SecaraElektronik (SPSE) berbasis rueb
yang
terpasangdi
server Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dapat diakses melalui uebsiteLPSE.
26.
Pengguna sPSE adalah perorangan atau badan usaha yang memiliki hak aksJJ kepada aplikasi SPSE, dipresentasikan oleh user ID dan passuord yang dibirikan oleh LPSE, antara lain Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kelo-mpokKerja Unit
Layanan Pengadaan(Pokja ULP),
PenyediaBarang/Jasa dan Auditor/ Pemeriksa.
27.
Pembelian secara elektronik yang selanjutnya disebut E-purclnsing adalah tata cara pembelian Barang/Jasa melalui sistem katalog elektronik.28. Portal
Pengadaan Nasionaladalah pintu
gerbang- sistem- informasielektronik yang terkait dengan informasi pengadaan barang/jasa secara nasional yang dikelola oleh LKPP.
2g.LembagaKebijakanPengadaanBarang/JasaPemerintahyangselanjutnya
disingliat Lkpp aaatarr lembaga pemerintah yang
bertugasmenfembangkan dan merumuskan kebijakan pengadaan barang/jasa' 21.
30.
IlserID adalah namaatau
pengenalPengguna yang
e-Proalrement.
digunakan
untuk31.
32.
33.
Pemilihanpenyedia pekerjaan.
Aparat Pengawas
Intern
Pemerintah yang selanjutnyaadalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui pemantauan,evaluasi dan kegiatan
pengawasanpenyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah.
disingkat APIP
audit,
reviu,lain
terhadapunik
sebagai identitasdiri
dariberoperasi
di dalam
sistemPassword adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh
Pengguna untuk memvCrifikasi user ID kepada sistem e-Proanrement'
Penyedia Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Penyedia adaiafr Pelaku iJsaha
yang
menyediakan Barang/Jasa berdasarkan Kontrak.Penyedia Barang/Jasa adalah kegiatan
untuk
menetapkanBaring/Jasa
V"tg akan ditunjuk untuk
melaksanakan34.
Barang adalah setiap bendabaik
berwujud maupuntidak
berwujud,bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai' dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang.
35.
Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yangmeliputi
pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan kembali suatu bangunan.36.
Jasa Konsultansi adalahjasa
layanan profesional yang membutuhkan keahliantertentu
diberbagai bidang keilmuanyang
mengutamakan adanya olah pikir (brainwarel.37.
Jasa l,ainnya adalah jasa non-konsultansi atau jasa yang membutuhkan peralatan, metodologi khusus, dan/atau keterampilan dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.38. Sertilikat Keahlian
PengadaanBarang/Jasa adalah tanda
bukti pengakuan dari pemerintah atas kompetensi dan kemampuan profesi di bidang pengadaan barang/j asa.39.
Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disingat RUP adalah daftar rencana Pengadaan Barang/Jasa yang akan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah.40.
Pengadaan Barang/Jasa melalui Swakelolayang
selanjutnya disebut Swakelola adalah cara memperoleh Barang/Jasa yang dikerjakan sendirioleh
Perangkat Daerah, organisasi kemasyarakatan,atau
kelompokmasyarakat.
41.
Organisasi Kemasyarakatanyang
selanjutnya disebut Ormas adalah organisasi yang yang didirikandan
dibentuk oleh masyarakat secarasukarela
berdasarkan kesamaaanaspirasi,
kehendak, kebutuhan, kepentingan,kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi
dalam pembangunandemi
tercapainyatujuan
Negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.42.
Kelompok Masyarakat adalah kelompok masyarakat yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa dengan dukungan anggaran dari APBN/APBD'43.
Pengadaan Barang/Jasa melaluiPenyedia
adalahcara
memperolehbarang/jasa yang disediakan oleh Pelaku Usaha.
44.
Pelaku Usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baikyang
berbentuk badanhukum
maupunbukan
badanhukum
yangilaii1..,
dan berkedududkan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum Negara republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-samamelalui peijanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai
bidang ekonomi.
45.
Harga Perkiraan sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah perkiraan harga Baralg/Jasa yang ditetapkan oleh PPK'46. Tender adalah
metodepemilihan untuk
mendapatkan Penyedia Barang/ Pekerjaan Kontruksi/ Jasa lainnya'4T.SeleksiadalahmetodepemilihanuntukmendapatkanPenyediaJasa
Konsultasi.
4g.
Tender/seleksiInternasional
adalah pemilihan Penyedia Barang/Jasa denganpesertapemilihandapatberasldaripelakuusahanasionaldanpelaku usaha asing.
6
49.
Penunjukan l,angsung adalah metode pemilihanuntuk
mendapatkan-
penyedia sarangT petlrjaan
Konstruksi/Jasa Konsultansi/Jasa lainnya dalam keadaan tertentu.50.
Pengadaan Langsung Barang/ Pekerjaan Kontruksi/Jasa Lainnya-
adalah
metide
pemilif,an-untuk
-mendapatkan penyedia Barang/ Pekerjaan xonstruksi/.lasalainyayangbernilaipalingbanyakRp.2oo.0o0.o00,00(dua ratus juta ruPiah).
5l.PengadaanLangsungJasaKonsultansi-adalahmetodepemilihanuntuk mentapatkan eenyella, Jasa Konsultansi yang bernilai paling banyak Rp'
1OO.OOO.OOO,O0 (seratus juta rupiah)'
52.
E-reverse Auction adalah metode penawaran harga secara berulang'53.
DokumenPemilihan
adalah dokumenyang
ditetapkan oleh- Pokja Pemilihan/Pejabat Pengadaan/Agen Pengadaan yang memuat informasidan
ketentuan yangf,arus ditaati
oleh parapihak
dalam pemilihanPenyedia.
54. Kontrak -
Pengadaan Barang/Jasayang
selanjutnya -disebut Kontrak"aa"n
perja-njiantertulis
antara-PA/KPA PPK dengan
penyediabarang/jasa atau pelaksana swakelola'
55.
Usaha Mikroadalah
usaha produktifmilik
orang perorang- dan/ ataubadan usaha
perorang€rnyarrg
memenuhikriteria Usaha
Mikrosebagaimana dimaksud ialam undang-undang tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
56.UsahaKeciladalahusahaekonomiproduktifyangberdirisendiridan dilakukan oleh orang
peroranganatau badan usaha yang
bukan*"*put .t anak
perirsahaan atau.
bukan
cabang perusahaan yangdimiliki,
dikuasaiitau
menjadi bagianbaik
langsung maupun tidakhil;;;g
dari Usaha Menengih atau Badan Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaiitana yang dimaksud dalam Undang-undang tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah'57. -
Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang. berdiri sendiri't "g dilakuk;
oleh orang perorangan. atau badan. usaha YanE- bukan'*"rtprr".
"".t p".".J?at
atau-cabang perusah""".,y,1?-c, dimiliki' dikuasai, atau menjadi bagianbaik
langsung maupun.tldak
langsungdengan
u""t a x."ii ai", ti""h"
Besar dingan juml.ah kekayaan bersih"t^ri
t""if
penjualant h""""
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang UsitraUitro,
Kecil, dan Menengah'58.
Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan adalah jaminan tertulis yang dikelua.tunoi"f' aant
timumT Perusahaan Penjaminan/ Perusahaan Asuransi/lembaga keuangan khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan,p.nlrmlnai, dan asuranii untuk
mendorong eksporIndonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan
di
bidanglembaga pembiayaan ekspor Indonesia'
59.
SanksiDaftar Hitam
adalah sanksiyang
diberikan kep3da peserta pemilihan/ Perry"ai^ berupa larangan me.ngikuti Pengadaan Barang/ Jasa diseluruhr.*"rtJaii/t;;;g;/i".angt<a:t
Daerah dalam jangka waktu tertentu'60.
Pengadaan Berkelanjutan ad-alah Pengadaan Barang/Jasa yang bertujuanuntuk
mencapainiiai
manfaat yang menguntunfkan**t"-:t111:
tidak hanya
,rrrt k
Perangkat Ole.raf sebagai pen-ggulalya tetapl Jugauntuk, se.ta
siminu., *.".rgor".gi
dampak negatif terhadaP lingkungan dalam keseluruhan siklus penggunaannya'7
I t
I
61. Konsolidasi
PengadaanBarang/Jasa adalah strategi
PengadaanBarang/Jasa yang
menggabungkanbeberapa paket
Pengadaan Barang/Jasa sejenis.62.
Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dalam kontrak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.Pasal 2
( 1
)
Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Administrasi Kegiatan Pembangunanini dimaksudkan sebagai acuan, sekaligus sebagai alat pengendalian bagi
setiap
unsur
pimpinan pada masing-masing Perangkat Daerah dalam pengelolaan APBD Kota Payakumbuh setiap tahun anggaran, khususnya terhadap belanja modal, sesuai azas pengelolaan keuangan daerah, yaitu efisien, efektif, transparandan
dapat dipertanggungiawabkan dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan.(2)
Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Administrasi Kegiatan Pembangunanini
bertujuan untuk :a.
Terciptanya tertib administrasi pelaksanaan Kegiatan Pembangunan sesuai dengan aturan yang berlaku;b.
Terciptanya pemahaman dan persamaan persepsi dalam pengelolaan anggaran;c.
Memudahkan pengukuran kinerja organisasi;d.
Terlaksananya anggaran yang rasiona.l, transparan, ekonomis dan efisien.(3)
Sasaran dari Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Administrasi Kegiatan Pembangunanini
adalah Pimpinan Perangkat Daerah (PA/KPA), PPK, PPTKdan
pihak-pihak yangterkait
lainnya dalam pengelolaan APBD sehingga terlaksananya seluruh kegiatan denganbaik
sesuai schedule yang telah direncanakan.BAB
II
PRINSIP DASAR Pasal 3
Pengadaan Barang/Jasa menerapkan prinsip sebagai berikut :
a.
Efisien, Pengadaan Barang/Jasa harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimumuntuk
mencapai kualitas dan sasaran dalamwaktu yang
ditetapkanatau
menggunakandana yang
telah ditetapkanuntuk
mencapaihasil dan
sasaran dengan kualitas yang maksimum;b.
Efektif, Pengadaan Barang/Jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasafan yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar- besarnya;c.
Transparan, semua ketentuandan informasi
mengenai PengadaanBarang/Jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh Penyedia Barang/Jasa yang berminat serta oleh masyarakat pada umumnya;
d.
Terbuka, Pengadaan Barang/Jasa dapatdiikuti
oleh semua Penyedia Barang/Jasa yarrgme-enuhi
persyaratan / kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur Yang jelas;8
f
e
(1) (21
Bersaing, Pengadaan Barang/Jasa harus dilakukan melalui persaingan yang sehat diantara sebanyak mungkin Penyedia Barang/Jasa yang setara
dan memenuhi persyaratan, sehingga dapat diperoleh Barang/Jasa yang ditawarkan secara kompetitif dan tidak ada intervensi yang mengganggu terciptanya mekanisme pasar dalam Pengadaan Barang/jasa;
Adil,
memberikan perlakuan yang samabagi
semua calon Penyedia Barang/Jasa dantidak
mengarahuntuk
memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional, dan;Akuntabel,
harus
sesuai denganaturan dan
ketentuan yang terkaitdengan Pengadaan Barang/ Jasa sehingga dapat dipertanggungiawabkan.
BAB
III
PARA PIHAX DALAM PELII,ITSAJTAAN I(EGIATAI{
Bagian Pettama Peaggune Anggaran
Pasal 4
PA ditetapkan berdasarkan Keputusan Walikota.
PA
mempunyaitugas dan
kewenangan sebagaimanadiatur
dalamperaturan perundang
-
undangan yang berlaku.Bagtan Kedua
Kuasa Pongguna Aaggeran Paeal 5
Bagtaa Kettga
PeJabat Pembuat
Koaltmen
Pasd 6
(1)
PPK merupakan Pejabat yang ditetapkan- oleh PAuntuk
melaksanakanPengadaanBarang/Jasakecualiditentukanlainolehperaturanyang
berlaku.
(2)
Dalamhal
penuniukan PPK, diutamakan KPA Yangtelah
memilikisertilikat
Keahlian' Pengadaan Barang/Jasa dalam rang!<a mengawasi pelaksanaan anggaran dan penyimpanan dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.(3)
Persyaratan, tugas pokok dan kewenangan PPK sebagaimana diatur dalamp".a-t r.a., perundang-undangan yang berlaku'
(1)
KPA merupakan Pejabat yang ditetapkan oleh Walikota atas usul PA.(2)
Pengangkatan KPA atas dasar pertimbangan besaran beban pekedaan atau rentang kendali organisasi pada masing-masing Perangkat Daerah'(3)
KPA memiliki kewenangan sesuai pelimpahan oleh PA sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku'(1)
PA dalam melaksanakan program dan kegiatan menunjuk pejabat padaPerangkat Daerah selaku PPTK.
(2)
Penunjukan pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berdasarkan pertimbangan kompetensi jabatan, anggaran kegiatan, beban kerja, lokasi dan/ atau rentang kendali dan pertimbangan objektif lainnya.(3)
PPIK bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada PA/ KPA.(4)
PPTK mempunyai tugas :a,
Mengendalikan pelaksanaan kegiatan;b.
Melaporkan perkembangan pelalsanaan kegiatan; danc.
Menyiapkan dokumen €rnggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan.(5)
Dokumen anggaran sebagaimana dimaksud padaayat (4) huruf
c,mencakup dokumen administrasi kegiatan maupun administrasi yang terkait dengan persyaratan pembayaran yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Baglan Kellma Po$a Pemlllhan
Pasd 8
Pokja Pemilihan ditetapkan oleh pimpinan UKPBJ.
Pokja
Pemilihan melaksanakan persiapandan
pelaksanaan untuk Pemilihan Penyedia dan Katalog Elektronik.Pokja Pemilihan ditetapkan dan melaksanakan tugas untuk setiap paket pengadaan.
Pokja
Pemilihanharus
memenuhisyarat
sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.Selain
itu
Po$a Pemilihan memiliki tugas untuk menetapkan pemenang pemilihan/Penyedia untuk metode pemilihan :a.
Tender/Penunjukan Langsung untuk paket
PengadaanBarang/Pekerjaan
Konstruksi/Jasa lainnya dengan nilai
PaguAnggaran
paling
banyakRp.
100.000.000.000,0O (seratus miliar rupiah);b.
Seleksi/PenunjukanLangsung untuk paket
Pengadaan JasaKonsultansi dengan nilai Pagu Anggaran paling
banyakRp. I 0.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
Anggota Pokja Pemilihan bedumlah gasa1, paling sedikit berjumlah 3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai kompleksitas pekerjaan'
Anggota Pokja Pemilihan
tidak
boleh merangkap sebagai PPSPM atau Se;Aaharaatau
PjPHP/PPHPuntuk
pengadaanpaket
PengadaanBarang/Jasa yang sama.
Pokja Pemilihan dapat dibantu oleh Tim atau Tenaga Ahli.
(l)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7\
(8)
10
Bagtan Keenpat
PeJabat Pelaksaaa Tekntg Keglatan
Pasal 7
Baglan Keenarn PeJabat Peagadaer
Pasal 9
(1)
Pejabat Pengadaan ditetapkan melalui Keputusan PA yang dapat ditunjuk lebihdari 1
(satu) orang pada Perangkat Daerah sesuai dengan beban kerja.(21 Pejabat Pengadaan melaksanakan :
a.
Persiapandan
pelaksanaan Pengadaan Langsungdan
PenunjukanLangsung
untuk
Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling banyak Rp. 2OO.OO0.O00 (dua ratusjuta
rupiah);
b.
Persiapandan
pelaksanaan Pengadaan Langsungdan
Penunjukan Langsunguntuk
Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling banyak Rp. 10O.O0O.000 (seratus juta rupiah);c. Melaksanakan E-purchasing yang bemilai paling
banyakRp.2OO.0OO.OO0,OO (dua ratus juta rupiah).
(3)
Dalam hal tidak ada personil yang memenuhi persyaratan untuk ditunjuk sebagai Pejabat Pengadaan,maka
dapat meminta bantuan kepada anggota Pokja Pemilihan atau personil pada Perangkat Daerah lain untuk ditetapkan sebagai Pejabat Pengadaan pada Perangkat Daerah yang bersangkutan.Bagian KetuJuh Untt LPSE
Pasal 1O
(1) Walikota membentuk LPSE
untuk
menyelenggarakan fungsi Layanan Pengadaan Secara Elektronik.Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa dilakukan secara elektronik menggunakan sistem informasi
terdiri
atas Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan sistem pendukung.LPSE menyelenggarakan fungsi layanan secara elektronik meliputi :
a.
Pengelolaan seluruh sistem informasi Pengadaan Barang/Jasa dan infrastrukturnya;b.
Pelaksanaan registrasidan verifikasi
penggunaseluruh
sistem informasi Pengadaan Barang/ Jasa;c.
Pengembangan sistem informasi yang dibutuhkan oleh pemangkukepentingan;
d. Mengoperasikan dan memelihara Sistem Pengadaan secara Elektronik serta -menfasilitasi
seluruh proses Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik;
e.
Melakukan registrasidan
verifikasi Penyedia Barang/Jasa untuk memastikan Penyedia Barang/Jasa memenuhi Persyaratan yang berlaku;f.
Melakukan sosialisasi, pelatihan dan bimbingan teknis kepada pelaku Pengadaan B ar ang / J as a;g.
Sebagai media penyedia informasidan
konsultasiuntuk
pelakuPengadaan Barang/ Jasa;
(21
(3)
h.
Menyusun aturan-aturan penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik, melalui koordinasi serta penyediaandata
dan informasi berkaitan dengan LPSE;i.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Wa-likota sesuai dengan tugas dan fungsinya.(4)
Proses e-proan rementdi
lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh yang diselenggarakan olehunit
LPSE Kota Payakumbuh dilakukan melalui alamat situs www.lpse.payakumbuhkota.go.id.Bagtan Kedelapen
Panttia/PeJabat Pemerltsa Hasll PekerJaan
Pasd 11
(1)
(2)
(3)
(4) (s)
PA menetapkan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) dan Pejabat
Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PjPHP).
Pengangkatan
atau
pemberhentian PjPHP/PPHPtidak terikat
tahunanggaran dan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
PjPHPIPPHP
tidak
boleh dirangkap oleh Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) atau Bendahara.PjPHP/PPHP dapat ditetapkan oleh Pengelola Pengadaan Barang/Jasa.
Tugas $PHP/PPHP harus memenuhi syarat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagian KesGmbllen Penyelerggara Swakelola
Pasal 12
(l)
Penyelenggara Swakelolaterdiri
atasTim
Persiapan,Tim
Pelaksana,dan/ atau Tim Pengawas.
l2l
T\rgasdan
PengangkatanTim
sesuai dengan peraturan pemndang- undangan yang berlaku.Baglal Kcsepuluh Penycdle
Pesel 13
(1)
Persyaratan dan ketentuan Penyedia sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.(21 Setiap Penyedia yang mengikuti proses pemilihan Penyedia, wajib memiliki s,rraf iri.r usaha menurut bidang Pengadaan Barang/Jasa yang diikutinya
sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku'
(3)
Pokja Pemilihanatau
Pejabat Pengadaan Barang/Jasa agar meneliti dokumen-dokumen izin usaha dari Penyedia sebagaimana dimaksud pada ayat (2), berkaitan dengan masa berlaku maupun kewajiban lainnyaterhadap izin usaha yang dimiliki Penyedia.
L2
BAB TV
PELAKSANAAN PEXER^IAAN Baglan Pertama
Rencaan Uaum Poagadaan Pasd 14
(l)
(2t
(3)
PA menetapkan dan mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP).
Pengumumkan RUP Perangkat Daerah
dilakukan
setelah rancangan Peraturan Daerah tentang APBD disetujui bersama Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat.Pengumuman RUP dilakukan kembali dalam ha1 terdapat perubahan/
revisi paket pengadaan atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Untuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (21 dan ayat (3), PA
menunjuk
I
(satu) orang Admin yang akan membantu PA menginput data RUP melalui aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang dapat diakses melalui alamat situs https:/ / sirup.lkpp.go.id.Admin yang ditunjuk membawa Surat Tugas penunjukan sebagai Admin, sebelum mendapatkan User
Id
dan Passworduntuk
masukke
dalamaplikasi SiRUP ke Bagian Dalbang Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh.
(4)
(s)
Bagian Kedua
Perslapan Pengadaan Baralg/.lasa
ParqgrafKodua Perencanaen Pengadnaa
Pagel 16
(1) Ruang lingkup
Perencanaan Pengadaanmeliputi
penyusunanperencanaan pengadaan, indentifrkasi kebutuhan,
PenetapanBarang/Jasa, cara, jadwal dan anggaran Pengadaan Barang/Jasa.
(2t Perencanaan Pengadaan
dilakukan bersamaan dengan
prosespenyusunan Rencana
Kerja dan
Anggaran Perangkat Daerah (RKAPerangkat Daerah) setelah nota kesepakatan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
Paragraf Pertama Perslapaa Adatnlstrasl
Pasal 15
(1) Untuk
Pekerjaan Konstruksi, sebelum proses perencanaan teknis dan pekerjaanlisik dimulai, lokasi
pekerjaansudah harus jelas
status kepemilikannya.l2l
Dalam pemilihan lokasi pekerjaan berkoordinasi dengan instansi terkaitbila
dalam pelaksanaannya menyangkut dengan pekerjaanfisik
yangdilaksanakan oleh instansi lain.
(3)
Pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan pembongkaran/ penghapusan aset daerah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Payakumbuh.Paragraf Kettga
Pereacanaan Pengadaan Dlelalul Swatelola Pa88l 17
(1) Perencanaan pengadaan melalui Swakelola meliputi :
a.
Penetapan tipe Swakelola;b.
Penyusunan spesifikasi teknis/KAK; danc.
Penyusunan perkiraan biaya/ Rencana Anggaran Biaya (RAB).Tipe Swakelola sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari;
a.
TipeI
yaitu Swakelola yang direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran;b.
Tipe II yaitu Swakelola yang direncanakan dan diawasi oleh Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran dan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah lain pelaksana Swakelola;c.
Tipe III yaitu Swakelola yang direncanakan dan diawasi oleh Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran dan dilaksanakan oleh Ormas pelaksana Swakelola; ataud.
TipeIV yaitu
Swakelola yang direncanakan oleh Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran dan/ atau berdasarkan usulan Kelompok irtasyatakai,-
aat dilalsanakan usulan diawasi oleh
KelompokMasyarakat pelaksana Swakelola.
Penetapan Tipe Swakelola disesuaikan dengaa Pelaksana Swakelola'
persyaratan
dan tata
cara Pengadaan Barang/Jasa melahri swakelola-..r-g^", dan
mempedomani ketentuan sebagaimanadiatur
dalamperaturan perundang-undangan yang berlaku.
(2t
(3) (4)
(1)
(2t
(s)
Paragraf KeemPat
Perencanan Pengadaaan Melatul Penyedla Pasd 18
Perencanaan pengadaan
melalui
Penyediameliputi;
Penyusunanspesifikasi teknis/KAK, Penyusunan spesifikasi biaya/RAB, Pemaketan Plngadaan Barang/Jasa, Konsolidasi Pengadaan Barang/Jasa; dan
Penyusunan biaYa Pendukung'
Perencanan pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengacu
kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku'
Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia dilakukan dengan metode :
a. Untuk Pemilihan
Penyedia Barang/ Pekerjaan Konstrusksi/Jasa lainnya terdiri atas:1)
E-purchasing;2)
Pengadaan Langsung;t4
(3)
Perencanaan pengadaan terdiri atas:a.
Perencanaan pengadaan melalui Swakelola; danl ataub.
Perencanaan pengadaan melalui Penyedia.3)
Penunjukan Langsung4)
Tender Cepat; dan5)
Tender.b.
Untuk Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi terdiri atas:1) Seleksi;
2) Pengadaan Langsung; dan
3) Penunjukan l,angsung.
(4)
Pelaksanaan pemilihan Penyedia selain Tender/Seleksi sebagaimana pada ayat 3 menggunakan metode pemilihan melalui Toko Daring.(5)
Persyaratandan tata cara
Pengadaat
Barang/Jasa melalui Penyediamengacu
dan
mempedomani ketentuan sebagaimanadiatur
dalamperaturan pemndang-undangan yang berlaku.
BRrrchaslag Pasd 19
(1)
E-purchasing dilaksanakanuntuk
Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang sudah tercantum dalam katalog elektronik.(21
Dalam hal Barang/Jasa yang dibutuhkan tidak termasuk kriteria wajib, namun terdapat dalam katalog elektronik, keputusan pembelian melalui e-Purchasingharus
mempertimbangkan pemerataan ekonomi dengan memberikan kesempatan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta pelaku usaha lokal.(3)
PPK metakukan persiapan pengadaan E-purchasing meliputi penyusunan spesifikasi teknis, perkiraan harga dan penyusunan surat pesanan.(4)
E-purchasinguntuk
Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/JasaLainnya yang pagu anggarannya bernilai paling
banyakRp.2OO.OO0.OO0,O0 (dua ratus
juta
rupiah) dilaksanakan oleh PejabatPengadaan.
(5)
E-purchasinguntuk
Pengadaan Batang/Pekeqaan Konstruksi/JasaLainnya yang pagu
anggarannyabernilai paling sedikit
diatasRp.2O0.OOO.O00,0O (dua ratus juta rupiah) dilaksanakan oleh PPK.
(1)
12\
Tender Cepat Pasal 20
Tender Cepat dilakukan untuk metode pemilihan
PenyediaBarang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa l,ainnya dengan menggunakan Sistem Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa (SIKaP).
Tender Cepat dilakukan
untuk
metode pemilihan Penyedia yang tidakmemerlukan penilaian kualifrkasi, evaluasi penawaran administrasi, evaluasi penawaran teknis, sanggah dan sanggah banding dengan kriteria:
a.
spesifikasi teknis/KAK dan volume pekerjaan telah ditentukan secara rinci sehingga persyaratan teknis tidak dikompetisikan;b.Dimungkinkanpenyebutanmerekdalamspesifikasiteknis/I(AK
sebagaiLana daiam- ketentuan pasal 19 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan Barang/Jasa; dan
c.
Peserta telah terkualifikasi dalam SIKaP'(3) Metode penyampaian penawaran dalam Tender Cepat menggunakan penyampaian penawaran harga berulan g (E-reserue Auctionl.
Penyusunan jadwal pelaksanaan Tender Cepat diserahkan kepada Pokja Pemilihan berdasarkan
hari
kalender, dengan waktu proses pemilihan paling cepat3
(tiga)hari
dengan batasakhir
penyampaian penawaran pada hari dan jam ke{a.(4)
Paragraf Kelima
Pea5rusunan Dokunen Pemlllhan Pasd 21
(1) Pokja Pemilihan menJrusun Dokumen Pemilihan berdasarkan dokumen persiapan pengadaan yang ditetapkan oleh PPK dan telah
di
review oleh Pokja Pemilihan/ Pejabat Pengadaan.Dokumen Pemilihan adalah Dokumen yang telah ditetapkan oleh Pokja
Pemilihan / Pejabat Pengadaan yang memuat informasi yang harus ditaati oleh para pihak dalam pemilihan Penyedia.
Dokumen Pemilihan terdiri atas;
a.
Dokumen Kualifikasi; danb. Dokumen Tender/Seleksi/Penunjukan
langsung/Pengadaan Langsung.Penyusunan Dokumen secara elektronik melekat pada Aplikasi SPSE dan di unggah (upload) pada Aplikasi SPSE.
(21
(3)
(41
(1)
(2t
Paragraf Pertama
Itrekenlsme Pengadaaa Berang/ Jaaa Pasal 23
Untuk pelaksanaan pekerjaan yang membutuhkan proses Pengadaan baik
untuk
Pengada"near"n!,
Pelerjaan Konstruksi, Jasa Konsultansi danJr"" 1,"i""!"
baik yang di-l,aksanakan melalui penyedia mSypun Swakelolaa..tg"t
meirrp.doma.ti peraturan dan ketentuan yang berlaku'pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1)
juga m.mp.domatti' dan- mengikuti tahapan-tahapanyang
sudah disusun dalam Kerangka Acuan Kerja (t(AK), Time Schedule dan Anggaran Kas yang sudah ditetaPkar.16
Beglen Kettga
Pelaksanaan Pcrrgadaan Barang/Jaca Paragraf Koenem
Perencaman Telnte Paarl22
(1) Dalam rangka
percepatandan efektivitas
pelaksanaan kegiatan pembangunan khususnyafisik
konstruksi, setiap perencanaan teknis dianggarkan pada tahun sebelumnya.l2l Bagr
PerangkatDaerah yang
mempunyai perencanaan_ strategis,
perencanaannya meminta
saran /pertimbangan teknis
danmempresentasikan pada Instansi teknis terkait'
ParagrafKedue
Pelateanaan Peagadaan Secara
Elektroalt
Pesd 24
(l) Untuk
implementasi pelaksanaan e-Procuremend Pengguna Anggaran masing-masing Perangkat Daerah agar menetapkan paket-paket pekerjaan yang akan diproses menggunakan aplikasi SPSE melalui LPSE.(2)
PPK dan Pokja Pemilihan/Pejabat Pengadaan yang belum memiliki kodeakses (user ID dar: passwordl aplikasi SPSE harus melakukan pendaftaran sebagai pengguna SPSE dengan membawa Keputusan Pengangkatan sebagai PPK
dan
Pokja Pemilihan / Pejabat Pengadaandan
persyaratan lainnya kepada LPSE Kota Payakumbuh.(3) Untuk
pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan e-Procarement,Pejabat Pembuat Komitmen
dan
Pokja Pemilihan / Pejabat
Pengadaanharus melakukan koordinasi dengan LPSE Kota Payakumbuh.
(4)
Dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik, semuapihak yang terlibat
didalamnya agar mematuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.(1) Jenis Kontrak untuk
Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnyaterdiri
atas Lumsum, Harga Satuan, Gabungan Lumsum dan Harga Satuan, Terima Jadi (Turnkey), dan Kontrak Payung.(2)
Jenis Kontrakuntuk
Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri atas Lumsum, Waktu Penugasan, dan Kontrak Payung.(3)
Bentuk Kontrak terdiri atasbukti
pembelian/pembayaran dan kuitansi, Surat Perintah Kerja (SPK), surat perjanjian dan surat pesanan.ParagrafKedua Penyusuaen
Kortrak
Pssd 25
(1)
Pejabat Penandatangan Kontrak (PAIKPA/PPK) menyusun rancangan SPK/Surat Perjanjian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.12) Untuk pemenuhan persyaratan dan tata
urutan
didalam dokumen SPKatau
Surat Perjanjian disusun berdasarkantata urutan
sebagaimanadiatur dalam Peraturan penrndang-undangan yang berlaku.
Bagtan I(eeapat Kontrak Paragraf Pertama Jenls
d.n
BeatuLKoatrat
Pasd 25