• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nomor 1 Tahun 2OO4 tentang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Nomor 1 Tahun 2OO4 tentang"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

WALIKOTA PAYAI(UMBUH PROVINSI SUMATERA BARAT

PERATURAN WALIKOTA PAYAIIUMBUH Nomor: 11

TAHUN 2ol8

TENTANG

PEflIIfJI'I(

PEI"AIGAITAAX PEI|GEITDALIAN AI'UIIIISTRASI XTGIATAIT PEUBAITGIII|AIT DI LINGKI'ilGAIT PETERIITTAII KOTA PAYAI('UBI'H

DENGAil RAHIIIAT TT'HAN YANG MAIIA ESA WALIKOTA PAYAKT'UBI'H,

bahwa untuk

terlaksananya

Kegiatan

Pembangunan

dilingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh

untuk

tertib administrasi, tepat waktu, tepat sasaran dan sesuai dengan

ketentuan yang berlaku, setiap unsur pelaksana kegiatan perlu dibekali dengan petunjuk dan pedoman pelaksanaan

administrasi kegiatan berupa Petunjuk

Pelaksanaan Pengendalian Administrasi Kegiatan Pembangunan;

bahwa

untuk

memberikan landasan yang

kuat dari

segi

aspek legalitas terhadap Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Pengendalian

Administrasi

Kegiatan Pembangunan di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, perlu ditetapkan dengan Peraturan Walikota Payakumbuh.

Undang-Undang

Nomor 8 Tahun 1956

Tentang

Pembentukan

Daerah Otonom Kota Kecil

Dalam

Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah jo Peraturan

Menteri Dalam Negeri Nomor

8 Tahun l97O

Tentang

Pelaksanaan Pemerintahan Kotamadya Solok

dan

Payakumbuh, (lrmbaran Negara Republik Indonesia Nomor 1e);

Undang-Undang

Nomor 28 Tahun 1999

tentang

PenyelJnggaraan Negara

yang

Bersih

dan

Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (L,embaran Negara republik Indonesia

Tahun

2OO4 Nomor

5,

Tambahan Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Mengingat

:

1

Undang-Undang Perbendaharaan

Indonesia Tahun

Nomor 1 Tahun 2OO4

tentang

Negara

(L,embaran

Negara

Republik 20O4 Nomor

5,

Tambahan kmbaran

J

4

Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Undang-Undang

Nomor 15 Tahun 2OO4

tentang

Pemeritsaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (kmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O04 Noiror 66, Tambahan kmbaran Negara Republik Indonesia

Nomor 44OO);

Menimbang

:

a.

b.

,

(2)

5.

Undang-Undang

Nomor 23 Tahun 2Ol4

Tentang

Pemerintah Daerah (l.rmbaran Negara Republik Indonesia

Talrun 2Ol4

Nomor

244,

Tatnbahan l.embaran Negara Republik Indonesia Nomor 5877) sebagaimana telah diubah beberapa

kali

terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9

Tahun 2015

tentang Perubahan Kedua

Atas

Undang- Undang

23

Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679l.;

6.

Undang-Undang Nomor O2

Tahun 2017

tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2017

Nomor

1l

Tambahaa l.embaran Negara Republik Indonesia Nomor 6018);

7.

Peraturan Pemerintah Nomor

29 Tahun

2OOO tentang

Penyelenggaraan

Jasa Konstruksi

(l,embaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2OO0 Nomor

64,

Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor

30 Tahun

20OO tentang Penyelenggaraan Pembinaan

Jasa

konstruksi (kmbaran Negara

Republik

Indonesia

Tahun

2O0O

Nomor

65, Tambahan

lrmbaran

Negara Republik Indonesia Nomor 39s7);

9.

Peraturan Pemerintah Nomor

58 Tahun 2005

tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah (l.rmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OO5 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

lO.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun

2O 1 8 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

tentang Pedomaa

Pengelolaan

Keuangan

Daerah,

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2O11;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tabun 2OO7 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;

13.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor

86

Tahun 2017

tentang Tata Cara Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Rancangan Peraturan Peraturan daerah tentang RPJPD ,

RPJMD serta

tata

cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD;

14.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43 Tahun 20O7 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi;

15.

Peraturan LKPP Nomor O7 Tahun 2O18 tentang Pedoman Perencanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;

16.

Peraturan LKPP Nomor O8 Tahun 2018 tentang Pedoman

Swakelola;

17.

Peraturan LKPP Nomor 09 Tahun 2018 tentang Pedoman

Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa melalui Penyedia;

18.

Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman

Pengadaan Barang/Jasa yang dikecualikan

pada

Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;

2

(3)

19.

Peraturan LKPP Nomor 14 Tahun 2018 tentang Unit Keda Pengadaan Barang/ Jasa;

20.

Peraturan LKPP Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pelaku

Pengadaan Barang/ Jasa;

21.

Peraturan LKPP Nomor 17 Tahun 2O18 tentang Sanksi Daftar Hitam dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

22. Peraturan LKPP Nomor 19 Tahun 2Ol8

tentang

Pengembangan

Sistem dan Kebijakan

Pengadaan

Barang/Jasa;

23.

Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 17 Tahun 2O16

tentang Pembentukan

dan

Susunan Perangkat Daerah

(l.,embaran Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2016 Nomor 17, Tambahan l,embaran Daerah Nomor 25);

24.

Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor

I

Tahun 2018 Tentang RPJMD (lembaran Daerah

Kota

Payakumbuh

Tahun 2018 Nomor 1);

25.

Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor 19 Tahun 2OO9 tentang Implementasi Sistem e-Procurement di Lingkungan Pemerintah

Kota

Payakumbuh

(Berita Daerah

Kota

Payakumbuh Tahun 2OO9 Nomor l9);

26.

Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor

21

Tahun 2009 tentang Pembentukan

Unit

Layanan Pengadaan Secara

Elektronik (LPSE)

pada

Pemerintah

Kota

Payakumbuh (Berita Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2O09 Nomor 21);

27.

Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor

51

Tahun 20lO tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Payakumbuh (Berita Daerah Kota Payakumbuh Tahun

2O1O Nomor 51);

}IEMUTUSKAIT:

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA PAYAKUMBUH TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGENDALIAN ADMINISTRASI KEGIATAN PEMBANGUNAN

DI

LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA

PAYAKUMBUH

BAB

I

KETENTUAN IIMT'IU Pasal 1

Dalam peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan :

1.

Daerah adalah Kota PaYakumbuh.

2.

Pemerintahan Daerah adalah Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara

Pemerintah Daerah yang memimpin pelaksanan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom'

3.

Perangkat Daerah adalah

unsur

pembantu Kepala Daerah dan. Dewan

perwa*kilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah otonom'

(4)

4.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya

disingkat LKPP adalah Lembaga Pemerintah yang

berlugas mengembangkan dan merumuskan kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.

5.

Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban Daerah dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban Daerah tersebut.

6.

Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi

Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan,

Pelaporan,

Pertanggungiawaban, dan Pengawasan Keuangan Daerah.

7.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disebut APBD adalah Rencana Keuangan Tahunan Pemerintahan Daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

8.

Peraturan Daerah adalah Peraturan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah.

9.

Unit Ke{a adalah bagian dari Perangkat Daerah yang melaksanakan satu atau beberapa program.

10. Program adalah penjabaran kebijakan Perangkat Daerah dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi Perangkat Daerah.

11. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih

unit

kerja pada Perangkat Daerah sebagai bagian dari pencapaian sasaran

terukur pada suatu

program

dan terdiri dari

sekumpulan

tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana,

atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input)

untuk

menghasilkan keluaran (outputl dalam bentuk barang/jasa.

12. Pengguna Anggaran

yang

selanjutnya disingkat

PA adalah

pejabat

pemegang kewenangan penggunaan anggaran Perangkat Daerah.

13. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Perangkat Daerah.

14. Pejabat Pembuat Komitmen

yang

selanjutnya disingkat PPK adalah

pejabat yang diberi

kewenangan

oleh

PA/KPA

untuk

mengambil

keputusan

dan/atau

melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran .rnggaran belanja negara/ anggaran belanja daerah.

15.

Unit

Kerja Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disingkat UKPBJ adalah

unit

keda

di

Perangkat Daerah yang menjadi pusat keunggulan

Pengadaan Barang/Jasa.

16. Kelompok Kerja Pemilihan yang selanjutnya disebut Pokja Pemilihan adalah sumber daya manusia yang ditetapkan oleh pimpinan UKPBJ untuk melakukan pemilihan Penyedia.

17.

Pejabat Pengadaan adalah pejabat

administrasi/ pejabat fungsional/personel yang bertugas melaksanakan Pengadaan l'angsung, Penunjukan Langsung, dan/ atau E purchasing.

4

(5)

18. Pejabat Pemeriksa

Hasil

Pekerjaan yang selanjutnya disingkat $PHP adalah pejabat administrasi/pejabat personel yang bertugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.

19. Panitia Pemeriksa

Hasil

Pekerjaan

yang

selanjutnya disingkat PPHP adalah

tim yang

bertugas memeriksa administrasi

hasil

pekerjaan

Pengadaan Barang/ Jasa.

20.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan

yang

selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat yang diangkat oleh Pengguna Anggaran pada Perangkat

Daerah yang melaksanakan

satu atau

beberapa Kegiatan

dari

suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.

22.

Panitlla Pengadaan adalah

tim

yang diangkat oleh Pengguna Anggaran

untuk

melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa

di

Perangkat Daerah,

menjelang dibentuknya UKPBJ.

23.

Pengadaan secara

elektronik atau

e-Procarement

adalah

pengadaan

Barang/ Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

24. l,ayanan Pengadaan Secara Elektronik yang selanjutnya disingkat LPSE

adalah layanan pengelolaan teknologi informasi

untuk

memfasilitasi pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik.

25.

Aplikasi sPSE adalah aplikasi perangkat lunak sistem Pengadaan Secara

Elektronik (SPSE) berbasis rueb

yang

terpasang

di

server Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dapat diakses melalui uebsite

LPSE.

26.

Pengguna sPSE adalah perorangan atau badan usaha yang memiliki hak aksJJ kepada aplikasi SPSE, dipresentasikan oleh user ID dan passuord yang dibirikan oleh LPSE, antara lain Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kelo-mpok

Kerja Unit

Layanan Pengadaan

(Pokja ULP),

Penyedia

Barang/Jasa dan Auditor/ Pemeriksa.

27.

Pembelian secara elektronik yang selanjutnya disebut E-purclnsing adalah tata cara pembelian Barang/Jasa melalui sistem katalog elektronik.

28. Portal

Pengadaan Nasional

adalah pintu

gerbang- sistem- informasi

elektronik yang terkait dengan informasi pengadaan barang/jasa secara nasional yang dikelola oleh LKPP.

2g.LembagaKebijakanPengadaanBarang/JasaPemerintahyangselanjutnya

disingliat Lkpp aaatarr lembaga pemerintah yang

bertugas

menfembangkan dan merumuskan kebijakan pengadaan barang/jasa' 21.

30.

IlserID adalah nama

atau

pengenal

Pengguna yang

e-Proalrement.

digunakan

untuk

31.

32.

33.

Pemilihan

penyedia pekerjaan.

Aparat Pengawas

Intern

Pemerintah yang selanjutnya

adalah aparat yang

melakukan pengawasan melalui pemantauan,

evaluasi dan kegiatan

pengawasan

penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah.

disingkat APIP

audit,

reviu,

lain

terhadap

unik

sebagai identitas

diri

dari

beroperasi

di dalam

sistem

Password adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh

Pengguna untuk memvCrifikasi user ID kepada sistem e-Proanrement'

Penyedia Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Penyedia adaiafr Pelaku iJsaha

yang

menyediakan Barang/Jasa berdasarkan Kontrak.

Penyedia Barang/Jasa adalah kegiatan

untuk

menetapkan

Baring/Jasa

V"t

g akan ditunjuk untuk

melaksanakan

(6)

34.

Barang adalah setiap benda

baik

berwujud maupun

tidak

berwujud,

bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai' dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang.

35.

Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang

meliputi

pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan kembali suatu bangunan.

36.

Jasa Konsultansi adalah

jasa

layanan profesional yang membutuhkan keahlian

tertentu

diberbagai bidang keilmuan

yang

mengutamakan adanya olah pikir (brainwarel.

37.

Jasa l,ainnya adalah jasa non-konsultansi atau jasa yang membutuhkan peralatan, metodologi khusus, dan/atau keterampilan dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

38. Sertilikat Keahlian

Pengadaan

Barang/Jasa adalah tanda

bukti pengakuan dari pemerintah atas kompetensi dan kemampuan profesi di bidang pengadaan barang/j asa.

39.

Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disingat RUP adalah daftar rencana Pengadaan Barang/Jasa yang akan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah.

40.

Pengadaan Barang/Jasa melalui Swakelola

yang

selanjutnya disebut Swakelola adalah cara memperoleh Barang/Jasa yang dikerjakan sendiri

oleh

Perangkat Daerah, organisasi kemasyarakatan,

atau

kelompok

masyarakat.

41.

Organisasi Kemasyarakatan

yang

selanjutnya disebut Ormas adalah organisasi yang yang didirikan

dan

dibentuk oleh masyarakat secara

sukarela

berdasarkan kesamaaan

aspirasi,

kehendak, kebutuhan, kepentingan,

kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi

dalam pembangunan

demi

tercapainya

tujuan

Negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

42.

Kelompok Masyarakat adalah kelompok masyarakat yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa dengan dukungan anggaran dari APBN/APBD'

43.

Pengadaan Barang/Jasa melalui

Penyedia

adalah

cara

memperoleh

barang/jasa yang disediakan oleh Pelaku Usaha.

44.

Pelaku Usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik

yang

berbentuk badan

hukum

maupun

bukan

badan

hukum

yang

ilaii1..,

dan berkedududkan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum Negara republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama

melalui peijanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai

bidang ekonomi.

45.

Harga Perkiraan sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah perkiraan harga Baralg/Jasa yang ditetapkan oleh PPK'

46. Tender adalah

metode

pemilihan untuk

mendapatkan Penyedia Barang/ Pekerjaan Kontruksi/ Jasa lainnya'

4T.SeleksiadalahmetodepemilihanuntukmendapatkanPenyediaJasa

Konsultasi.

4g.

Tender/seleksi

Internasional

adalah pemilihan Penyedia Barang/Jasa denganpesertapemilihandapatberasldaripelakuusahanasionaldan

pelaku usaha asing.

6

(7)

49.

Penunjukan l,angsung adalah metode pemilihan

untuk

mendapatkan

-

penyedia sarangT petlrj

aan

Konstruksi/Jasa Konsultansi/Jasa lainnya dalam keadaan tertentu.

50.

Pengadaan Langsung Barang/ Pekerjaan Kontruksi/Jasa Lainnya

-

adalah

metide

pemilif,an

-untuk

-mendapatkan penyedia Barang/ Pekerjaan xonstruksi/.lasalainyayangbernilaipalingbanyakRp.2oo.0o0.o00,00

(dua ratus juta ruPiah).

5l.PengadaanLangsungJasaKonsultansi-adalahmetodepemilihanuntuk mentapatkan eenyella, Jasa Konsultansi yang bernilai paling banyak Rp'

1OO.OOO.OOO,O0 (seratus juta rupiah)'

52.

E-reverse Auction adalah metode penawaran harga secara berulang'

53.

Dokumen

Pemilihan

adalah dokumen

yang

ditetapkan oleh- Pokja Pemilihan/Pejabat Pengadaan/Agen Pengadaan yang memuat informasi

dan

ketentuan yang

f,arus ditaati

oleh para

pihak

dalam pemilihan

Penyedia.

54. Kontrak -

Pengadaan Barang/Jasa

yang

selanjutnya -disebut Kontrak

"aa"n

perja-njian

tertulis

antara-

PA/KPA PPK dengan

penyedia

barang/jasa atau pelaksana swakelola'

55.

Usaha Mikro

adalah

usaha produktif

milik

orang perorang- dan/ atau

badan usaha

perorang€rn

yarrg

memenuhi

kriteria Usaha

Mikro

sebagaimana dimaksud ialam undang-undang tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

56.UsahaKeciladalahusahaekonomiproduktifyangberdirisendiridan dilakukan oleh orang

perorangan

atau badan usaha yang

bukan

*"*put .t anak

perirsahaan atau

.

bukan

cabang perusahaan yang

dimiliki,

dikuasai

itau

menjadi bagian

baik

langsung maupun tidak

hil;;;g

dari Usaha Menengih atau Badan Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaiitana yang dimaksud dalam Undang-undang tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah'

57. -

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang. berdiri sendiri'

t "g dilakuk;

oleh orang perorangan. atau badan. usaha YanE- bukan

'*"rtprr".

"".t p".".J?at

atau-cabang perusah""".,y,1?-c, dimiliki' dikuasai, atau menjadi bagian

baik

langsung maupun.

tldak

langsung

dengan

u""t a x."ii ai", ti""h"

Besar dingan juml.ah kekayaan bersih

"t^ri

t

""if

penjualan

t h""""

sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Usitra

Uitro,

Kecil, dan Menengah'

58.

Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan adalah jaminan tertulis yang dikelua.tun

oi"f' aant

timumT Perusahaan Penjaminan/ Perusahaan Asuransi/lembaga keuangan khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan,

p.nlrmlnai, dan asuranii untuk

mendorong ekspor

Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan

di

bidang

lembaga pembiayaan ekspor Indonesia'

59.

Sanksi

Daftar Hitam

adalah sanksi

yang

diberikan kep3da peserta pemilihan/ Perry"ai^ berupa larangan me.ngikuti Pengadaan Barang/ Jasa diseluruh

r.*"rtJaii/t;;;g;/i".angt<a:t

Daerah dalam jangka waktu tertentu'

60.

Pengadaan Berkelanjutan ad-alah Pengadaan Barang/Jasa yang bertujuan

untuk

mencapai

niiai

manfaat yang menguntunfkan

**t"-:t111:

tidak hanya

,rrrt k

Perangkat Ole.raf sebagai pen-ggulalya tetapl Juga

untuk, se.ta

siminu., *.".rgor".gi

dampak negatif terhadaP lingkungan dalam keseluruhan siklus penggunaannya'

7

I t

I

(8)

61. Konsolidasi

Pengadaan

Barang/Jasa adalah strategi

Pengadaan

Barang/Jasa yang

menggabungkan

beberapa paket

Pengadaan Barang/Jasa sejenis.

62.

Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dalam kontrak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

Pasal 2

( 1

)

Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Administrasi Kegiatan Pembangunan

ini dimaksudkan sebagai acuan, sekaligus sebagai alat pengendalian bagi

setiap

unsur

pimpinan pada masing-masing Perangkat Daerah dalam pengelolaan APBD Kota Payakumbuh setiap tahun anggaran, khususnya terhadap belanja modal, sesuai azas pengelolaan keuangan daerah, yaitu efisien, efektif, transparan

dan

dapat dipertanggungiawabkan dengan memperhatikan azas keadilan dan kepatutan.

(2)

Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Administrasi Kegiatan Pembangunan

ini

bertujuan untuk :

a.

Terciptanya tertib administrasi pelaksanaan Kegiatan Pembangunan sesuai dengan aturan yang berlaku;

b.

Terciptanya pemahaman dan persamaan persepsi dalam pengelolaan anggaran;

c.

Memudahkan pengukuran kinerja organisasi;

d.

Terlaksananya anggaran yang rasiona.l, transparan, ekonomis dan efisien.

(3)

Sasaran dari Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian Administrasi Kegiatan Pembangunan

ini

adalah Pimpinan Perangkat Daerah (PA/KPA), PPK, PPTK

dan

pihak-pihak yang

terkait

lainnya dalam pengelolaan APBD sehingga terlaksananya seluruh kegiatan dengan

baik

sesuai schedule yang telah direncanakan.

BAB

II

PRINSIP DASAR Pasal 3

Pengadaan Barang/Jasa menerapkan prinsip sebagai berikut :

a.

Efisien, Pengadaan Barang/Jasa harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimum

untuk

mencapai kualitas dan sasaran dalam

waktu yang

ditetapkan

atau

menggunakan

dana yang

telah ditetapkan

untuk

mencapai

hasil dan

sasaran dengan kualitas yang maksimum;

b.

Efektif, Pengadaan Barang/Jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasafan yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar- besarnya;

c.

Transparan, semua ketentuan

dan informasi

mengenai Pengadaan

Barang/Jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh Penyedia Barang/Jasa yang berminat serta oleh masyarakat pada umumnya;

d.

Terbuka, Pengadaan Barang/Jasa dapat

diikuti

oleh semua Penyedia Barang/Jasa yarrg

me-enuhi

persyaratan / kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur Yang jelas;

8

(9)

f

e

(1) (21

Bersaing, Pengadaan Barang/Jasa harus dilakukan melalui persaingan yang sehat diantara sebanyak mungkin Penyedia Barang/Jasa yang setara

dan memenuhi persyaratan, sehingga dapat diperoleh Barang/Jasa yang ditawarkan secara kompetitif dan tidak ada intervensi yang mengganggu terciptanya mekanisme pasar dalam Pengadaan Barang/jasa;

Adil,

memberikan perlakuan yang sama

bagi

semua calon Penyedia Barang/Jasa dan

tidak

mengarah

untuk

memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional, dan;

Akuntabel,

harus

sesuai dengan

aturan dan

ketentuan yang terkait

dengan Pengadaan Barang/ Jasa sehingga dapat dipertanggungiawabkan.

BAB

III

PARA PIHAX DALAM PELII,ITSAJTAAN I(EGIATAI{

Bagian Pettama Peaggune Anggaran

Pasal 4

PA ditetapkan berdasarkan Keputusan Walikota.

PA

mempunyai

tugas dan

kewenangan sebagaimana

diatur

dalam

peraturan perundang

-

undangan yang berlaku.

Bagtan Kedua

Kuasa Pongguna Aaggeran Paeal 5

Bagtaa Kettga

PeJabat Pembuat

Koaltmen

Pasd 6

(1)

PPK merupakan Pejabat yang ditetapkan- oleh PA

untuk

melaksanakan

PengadaanBarang/Jasakecualiditentukanlainolehperaturanyang

berlaku.

(2)

Dalam

hal

penuniukan PPK, diutamakan KPA Yang

telah

memiliki

sertilikat

Keahlian' Pengadaan Barang/Jasa dalam rang!<a mengawasi pelaksanaan anggaran dan penyimpanan dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

(3)

Persyaratan, tugas pokok dan kewenangan PPK sebagaimana diatur dalam

p".a-t r.a., perundang-undangan yang berlaku'

(1)

KPA merupakan Pejabat yang ditetapkan oleh Walikota atas usul PA.

(2)

Pengangkatan KPA atas dasar pertimbangan besaran beban pekedaan atau rentang kendali organisasi pada masing-masing Perangkat Daerah'

(3)

KPA memiliki kewenangan sesuai pelimpahan oleh PA sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku'

(10)

(1)

PA dalam melaksanakan program dan kegiatan menunjuk pejabat pada

Perangkat Daerah selaku PPTK.

(2)

Penunjukan pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berdasarkan pertimbangan kompetensi jabatan, anggaran kegiatan, beban kerja, lokasi dan/ atau rentang kendali dan pertimbangan objektif lainnya.

(3)

PPIK bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada PA/ KPA.

(4)

PPTK mempunyai tugas :

a,

Mengendalikan pelaksanaan kegiatan;

b.

Melaporkan perkembangan pelalsanaan kegiatan; dan

c.

Menyiapkan dokumen €rnggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan.

(5)

Dokumen anggaran sebagaimana dimaksud pada

ayat (4) huruf

c,

mencakup dokumen administrasi kegiatan maupun administrasi yang terkait dengan persyaratan pembayaran yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Baglan Kellma Po$a Pemlllhan

Pasd 8

Pokja Pemilihan ditetapkan oleh pimpinan UKPBJ.

Pokja

Pemilihan melaksanakan persiapan

dan

pelaksanaan untuk Pemilihan Penyedia dan Katalog Elektronik.

Pokja Pemilihan ditetapkan dan melaksanakan tugas untuk setiap paket pengadaan.

Pokja

Pemilihan

harus

memenuhi

syarat

sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Selain

itu

Po$a Pemilihan memiliki tugas untuk menetapkan pemenang pemilihan/Penyedia untuk metode pemilihan :

a.

Tender/

Penunjukan Langsung untuk paket

Pengadaan

Barang/Pekerjaan

Konstruksi/Jasa lainnya dengan nilai

Pagu

Anggaran

paling

banyak

Rp.

100.000.000.000,0O (seratus miliar rupiah);

b.

Seleksi/Penunjukan

Langsung untuk paket

Pengadaan Jasa

Konsultansi dengan nilai Pagu Anggaran paling

banyak

Rp. I 0.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Anggota Pokja Pemilihan bedumlah gasa1, paling sedikit berjumlah 3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai kompleksitas pekerjaan'

Anggota Pokja Pemilihan

tidak

boleh merangkap sebagai PPSPM atau Se;Aahara

atau

PjPHP/PPHP

untuk

pengadaan

paket

Pengadaan

Barang/Jasa yang sama.

Pokja Pemilihan dapat dibantu oleh Tim atau Tenaga Ahli.

(l)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7\

(8)

10

Bagtan Keenpat

PeJabat Pelaksaaa Tekntg Keglatan

Pasal 7

(11)

Baglan Keenarn PeJabat Peagadaer

Pasal 9

(1)

Pejabat Pengadaan ditetapkan melalui Keputusan PA yang dapat ditunjuk lebih

dari 1

(satu) orang pada Perangkat Daerah sesuai dengan beban kerja.

(21 Pejabat Pengadaan melaksanakan :

a.

Persiapan

dan

pelaksanaan Pengadaan Langsung

dan

Penunjukan

Langsung

untuk

Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling banyak Rp. 2OO.OO0.O00 (dua ratus

juta

rupiah);

b.

Persiapan

dan

pelaksanaan Pengadaan Langsung

dan

Penunjukan Langsung

untuk

Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling banyak Rp. 10O.O0O.000 (seratus juta rupiah);

c. Melaksanakan E-purchasing yang bemilai paling

banyak

Rp.2OO.0OO.OO0,OO (dua ratus juta rupiah).

(3)

Dalam hal tidak ada personil yang memenuhi persyaratan untuk ditunjuk sebagai Pejabat Pengadaan,

maka

dapat meminta bantuan kepada anggota Pokja Pemilihan atau personil pada Perangkat Daerah lain untuk ditetapkan sebagai Pejabat Pengadaan pada Perangkat Daerah yang bersangkutan.

Bagian KetuJuh Untt LPSE

Pasal 1O

(1) Walikota membentuk LPSE

untuk

menyelenggarakan fungsi Layanan Pengadaan Secara Elektronik.

Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa dilakukan secara elektronik menggunakan sistem informasi

terdiri

atas Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan sistem pendukung.

LPSE menyelenggarakan fungsi layanan secara elektronik meliputi :

a.

Pengelolaan seluruh sistem informasi Pengadaan Barang/Jasa dan infrastrukturnya;

b.

Pelaksanaan registrasi

dan verifikasi

pengguna

seluruh

sistem informasi Pengadaan Barang/ Jasa;

c.

Pengembangan sistem informasi yang dibutuhkan oleh pemangku

kepentingan;

d. Mengoperasikan dan memelihara Sistem Pengadaan secara Elektronik serta -menfasilitasi

seluruh proses Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik;

e.

Melakukan registrasi

dan

verifikasi Penyedia Barang/Jasa untuk memastikan Penyedia Barang/Jasa memenuhi Persyaratan yang berlaku;

f.

Melakukan sosialisasi, pelatihan dan bimbingan teknis kepada pelaku Pengadaan B ar ang / J as a;

g.

Sebagai media penyedia informasi

dan

konsultasi

untuk

pelaku

Pengadaan Barang/ Jasa;

(21

(3)

(12)

h.

Menyusun aturan-aturan penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik, melalui koordinasi serta penyediaan

data

dan informasi berkaitan dengan LPSE;

i.

Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Wa-likota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(4)

Proses e-proan rement

di

lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh yang diselenggarakan oleh

unit

LPSE Kota Payakumbuh dilakukan melalui alamat situs www.lpse.payakumbuhkota.go.id.

Bagtan Kedelapen

Panttia/PeJabat Pemerltsa Hasll PekerJaan

Pasd 11

(1)

(2)

(3)

(4) (s)

PA menetapkan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) dan Pejabat

Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PjPHP).

Pengangkatan

atau

pemberhentian PjPHP/PPHP

tidak terikat

tahun

anggaran dan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

PjPHPIPPHP

tidak

boleh dirangkap oleh Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) atau Bendahara.

PjPHP/PPHP dapat ditetapkan oleh Pengelola Pengadaan Barang/Jasa.

Tugas $PHP/PPHP harus memenuhi syarat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bagian KesGmbllen Penyelerggara Swakelola

Pasal 12

(l)

Penyelenggara Swakelola

terdiri

atas

Tim

Persiapan,

Tim

Pelaksana,

dan/ atau Tim Pengawas.

l2l

T\rgas

dan

Pengangkatan

Tim

sesuai dengan peraturan pemndang- undangan yang berlaku.

Baglal Kcsepuluh Penycdle

Pesel 13

(1)

Persyaratan dan ketentuan Penyedia sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(21 Setiap Penyedia yang mengikuti proses pemilihan Penyedia, wajib memiliki s,rraf iri.r usaha menurut bidang Pengadaan Barang/Jasa yang diikutinya

sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku'

(3)

Pokja Pemilihan

atau

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa agar meneliti dokumen-dokumen izin usaha dari Penyedia sebagaimana dimaksud pada ayat (2), berkaitan dengan masa berlaku maupun kewajiban lainnya

terhadap izin usaha yang dimiliki Penyedia.

L2

(13)

BAB TV

PELAKSANAAN PEXER^IAAN Baglan Pertama

Rencaan Uaum Poagadaan Pasd 14

(l)

(2t

(3)

PA menetapkan dan mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP).

Pengumumkan RUP Perangkat Daerah

dilakukan

setelah rancangan Peraturan Daerah tentang APBD disetujui bersama Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Pengumuman RUP dilakukan kembali dalam ha1 terdapat perubahan/

revisi paket pengadaan atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Untuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (21 dan ayat (3), PA

menunjuk

I

(satu) orang Admin yang akan membantu PA menginput data RUP melalui aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang dapat diakses melalui alamat situs https:/ / sirup.lkpp.go.id.

Admin yang ditunjuk membawa Surat Tugas penunjukan sebagai Admin, sebelum mendapatkan User

Id

dan Password

untuk

masuk

ke

dalam

aplikasi SiRUP ke Bagian Dalbang Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh.

(4)

(s)

Bagian Kedua

Perslapan Pengadaan Baralg/.lasa

ParqgrafKodua Perencanaen Pengadnaa

Pagel 16

(1) Ruang lingkup

Perencanaan Pengadaan

meliputi

penyusunan

perencanaan pengadaan, indentifrkasi kebutuhan,

Penetapan

Barang/Jasa, cara, jadwal dan anggaran Pengadaan Barang/Jasa.

(2t Perencanaan Pengadaan

dilakukan bersamaan dengan

proses

penyusunan Rencana

Kerja dan

Anggaran Perangkat Daerah (RKA

Perangkat Daerah) setelah nota kesepakatan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Paragraf Pertama Perslapaa Adatnlstrasl

Pasal 15

(1) Untuk

Pekerjaan Konstruksi, sebelum proses perencanaan teknis dan pekerjaan

lisik dimulai, lokasi

pekerjaan

sudah harus jelas

status kepemilikannya.

l2l

Dalam pemilihan lokasi pekerjaan berkoordinasi dengan instansi terkait

bila

dalam pelaksanaannya menyangkut dengan pekerjaan

fisik

yang

dilaksanakan oleh instansi lain.

(3)

Pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan pembongkaran/ penghapusan aset daerah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Payakumbuh.

(14)

Paragraf Kettga

Pereacanaan Pengadaan Dlelalul Swatelola Pa88l 17

(1) Perencanaan pengadaan melalui Swakelola meliputi :

a.

Penetapan tipe Swakelola;

b.

Penyusunan spesifikasi teknis/KAK; dan

c.

Penyusunan perkiraan biaya/ Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Tipe Swakelola sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari;

a.

Tipe

I

yaitu Swakelola yang direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran;

b.

Tipe II yaitu Swakelola yang direncanakan dan diawasi oleh Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran dan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah lain pelaksana Swakelola;

c.

Tipe III yaitu Swakelola yang direncanakan dan diawasi oleh Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran dan dilaksanakan oleh Ormas pelaksana Swakelola; atau

d.

Tipe

IV yaitu

Swakelola yang direncanakan oleh Perangkat Daerah penanggung jawab anggaran dan/ atau berdasarkan usulan Kelompok irtasyatakai,

-

aat dilalsanakan usulan diawasi oleh

Kelompok

Masyarakat pelaksana Swakelola.

Penetapan Tipe Swakelola disesuaikan dengaa Pelaksana Swakelola'

persyaratan

dan tata

cara Pengadaan Barang/Jasa melahri swakelola

-..r-g^", dan

mempedomani ketentuan sebagaimana

diatur

dalam

peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2t

(3) (4)

(1)

(2t

(s)

Paragraf KeemPat

Perencanan Pengadaaan Melatul Penyedla Pasd 18

Perencanaan pengadaan

melalui

Penyedia

meliputi;

Penyusunan

spesifikasi teknis/KAK, Penyusunan spesifikasi biaya/RAB, Pemaketan Plngadaan Barang/Jasa, Konsolidasi Pengadaan Barang/Jasa; dan

Penyusunan biaYa Pendukung'

Perencanan pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengacu

kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku'

Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia dilakukan dengan metode :

a. Untuk Pemilihan

Penyedia Barang/ Pekerjaan Konstrusksi/Jasa lainnya terdiri atas:

1)

E-purchasing;

2)

Pengadaan Langsung;

t4

(3)

Perencanaan pengadaan terdiri atas:

a.

Perencanaan pengadaan melalui Swakelola; danl atau

b.

Perencanaan pengadaan melalui Penyedia.

(15)

3)

Penunjukan Langsung

4)

Tender Cepat; dan

5)

Tender.

b.

Untuk Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi terdiri atas:

1) Seleksi;

2) Pengadaan Langsung; dan

3) Penunjukan l,angsung.

(4)

Pelaksanaan pemilihan Penyedia selain Tender/Seleksi sebagaimana pada ayat 3 menggunakan metode pemilihan melalui Toko Daring.

(5)

Persyaratan

dan tata cara

Pengad

aat

Barang/Jasa melalui Penyedia

mengacu

dan

mempedomani ketentuan sebagaimana

diatur

dalam

peraturan pemndang-undangan yang berlaku.

BRrrchaslag Pasd 19

(1)

E-purchasing dilaksanakan

untuk

Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang sudah tercantum dalam katalog elektronik.

(21

Dalam hal Barang/Jasa yang dibutuhkan tidak termasuk kriteria wajib, namun terdapat dalam katalog elektronik, keputusan pembelian melalui e-Purchasing

harus

mempertimbangkan pemerataan ekonomi dengan memberikan kesempatan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta pelaku usaha lokal.

(3)

PPK metakukan persiapan pengadaan E-purchasing meliputi penyusunan spesifikasi teknis, perkiraan harga dan penyusunan surat pesanan.

(4)

E-purchasing

untuk

Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa

Lainnya yang pagu anggarannya bernilai paling

banyak

Rp.2OO.OO0.OO0,O0 (dua ratus

juta

rupiah) dilaksanakan oleh Pejabat

Pengadaan.

(5)

E-purchasing

untuk

Pengadaan Batang/Pekeqaan Konstruksi/Jasa

Lainnya yang pagu

anggarannya

bernilai paling sedikit

diatas

Rp.2O0.OOO.O00,0O (dua ratus juta rupiah) dilaksanakan oleh PPK.

(1)

12\

Tender Cepat Pasal 20

Tender Cepat dilakukan untuk metode pemilihan

Penyedia

Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa l,ainnya dengan menggunakan Sistem Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa (SIKaP).

Tender Cepat dilakukan

untuk

metode pemilihan Penyedia yang tidak

memerlukan penilaian kualifrkasi, evaluasi penawaran administrasi, evaluasi penawaran teknis, sanggah dan sanggah banding dengan kriteria:

a.

spesifikasi teknis/KAK dan volume pekerjaan telah ditentukan secara rinci sehingga persyaratan teknis tidak dikompetisikan;

b.Dimungkinkanpenyebutanmerekdalamspesifikasiteknis/I(AK

sebagaiLana daiam- ketentuan pasal 19 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan Barang/Jasa; dan

c.

Peserta telah terkualifikasi dalam SIKaP'

(16)

(3) Metode penyampaian penawaran dalam Tender Cepat menggunakan penyampaian penawaran harga berulan g (E-reserue Auctionl.

Penyusunan jadwal pelaksanaan Tender Cepat diserahkan kepada Pokja Pemilihan berdasarkan

hari

kalender, dengan waktu proses pemilihan paling cepat

3

(tiga)

hari

dengan batas

akhir

penyampaian penawaran pada hari dan jam ke{a.

(4)

Paragraf Kelima

Pea5rusunan Dokunen Pemlllhan Pasd 21

(1) Pokja Pemilihan menJrusun Dokumen Pemilihan berdasarkan dokumen persiapan pengadaan yang ditetapkan oleh PPK dan telah

di

review oleh Pokja Pemilihan/ Pejabat Pengadaan.

Dokumen Pemilihan adalah Dokumen yang telah ditetapkan oleh Pokja

Pemilihan / Pejabat Pengadaan yang memuat informasi yang harus ditaati oleh para pihak dalam pemilihan Penyedia.

Dokumen Pemilihan terdiri atas;

a.

Dokumen Kualifikasi; dan

b. Dokumen Tender/Seleksi/Penunjukan

langsung/Pengadaan Langsung.

Penyusunan Dokumen secara elektronik melekat pada Aplikasi SPSE dan di unggah (upload) pada Aplikasi SPSE.

(21

(3)

(41

(1)

(2t

Paragraf Pertama

Itrekenlsme Pengadaaa Berang/ Jaaa Pasal 23

Untuk pelaksanaan pekerjaan yang membutuhkan proses Pengadaan baik

untuk

Pengada"n

ear"n!,

Pelerjaan Konstruksi, Jasa Konsultansi dan

Jr"" 1,"i""!"

baik yang di-l,aksanakan melalui penyedia mSypun Swakelola

a..tg"t

meirrp.doma.ti peraturan dan ketentuan yang berlaku'

pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud

pada ayat (1)

juga m.mp.domatti' dan- mengikuti tahapan-tahapan

yang

sudah disusun dalam Kerangka Acuan Kerja (t(AK), Time Schedule dan Anggaran Kas yang sudah ditetaPkar.

16

Beglen Kettga

Pelaksanaan Pcrrgadaan Barang/Jaca Paragraf Koenem

Perencaman Telnte Paarl22

(1) Dalam rangka

percepatan

dan efektivitas

pelaksanaan kegiatan pembangunan khususnya

fisik

konstruksi, setiap perencanaan teknis dianggarkan pada tahun sebelumnya.

l2l Bagr

Perangkat

Daerah yang

mempunyai perencanaan

_ strategis,

perencanaannya meminta

saran /

pertimbangan teknis

dan

mempresentasikan pada Instansi teknis terkait'

(17)

ParagrafKedue

Pelateanaan Peagadaan Secara

Elektroalt

Pesd 24

(l) Untuk

implementasi pelaksanaan e-Procuremend Pengguna Anggaran masing-masing Perangkat Daerah agar menetapkan paket-paket pekerjaan yang akan diproses menggunakan aplikasi SPSE melalui LPSE.

(2)

PPK dan Pokja Pemilihan/Pejabat Pengadaan yang belum memiliki kode

akses (user ID dar: passwordl aplikasi SPSE harus melakukan pendaftaran sebagai pengguna SPSE dengan membawa Keputusan Pengangkatan sebagai PPK

dan

Pokja Pemilihan / Pejabat Pengadaan

dan

persyaratan lainnya kepada LPSE Kota Payakumbuh.

(3) Untuk

pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan e-Procarement,

Pejabat Pembuat Komitmen

dan

Pokja Pemilihan / Pej

abat

Pengadaan

harus melakukan koordinasi dengan LPSE Kota Payakumbuh.

(4)

Dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik, semua

pihak yang terlibat

didalamnya agar mematuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(1) Jenis Kontrak untuk

Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya

terdiri

atas Lumsum, Harga Satuan, Gabungan Lumsum dan Harga Satuan, Terima Jadi (Turnkey), dan Kontrak Payung.

(2)

Jenis Kontrak

untuk

Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri atas Lumsum, Waktu Penugasan, dan Kontrak Payung.

(3)

Bentuk Kontrak terdiri atas

bukti

pembelian/pembayaran dan kuitansi, Surat Perintah Kerja (SPK), surat perjanjian dan surat pesanan.

ParagrafKedua Penyusuaen

Kortrak

Pssd 25

(1)

Pejabat Penandatangan Kontrak (PAIKPA/PPK) menyusun rancangan SPK/Surat Perjanjian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

12) Untuk pemenuhan persyaratan dan tata

urutan

didalam dokumen SPK

atau

Surat Perjanjian disusun berdasarkan

tata urutan

sebagaimana

diatur dalam Peraturan penrndang-undangan yang berlaku.

Bagtan I(eeapat Kontrak Paragraf Pertama Jenls

d.n

BeatuL

Koatrat

Pasd 25

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana peningkatan literasi saintifik siswa setelah dilatihkan

Menyediakan rancangan pelajaran untuk tempoh setahun / harian bagi mata pelajaran yang diajar dalam Buku Rekod Mengajar.. Menjalankan proses Pengajaran dan Pembelajaran yang

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul tersebut, peneliti merumuskan judul “Gangguan Pembentukan Afiks dalam Tuturan Bahasa Indonesia pada Anak Autisme” dengan

UMKMK sebagai pilar ekonomi kerakyatan tidak luput dari persaingan dalam perdagangan bebas. Di era perdagangan bebas, peranan standar sangat vital. Di samping untuk

I always receive good marks in school. The marks on my report card

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa serbuk biji tua Moringa o/eifera dapat mengkoagulasi bakteri Enterobacter aerogenes, dan dengan bertambalmya

Kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah S.W.T. sebelum al-Quran i- Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s.. ii- Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s. iii- Kitab

Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang belajar melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan siswa yang