• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS PERHITUNGAN PERSYARATAN TEKNIS SIH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STUDI KASUS PERHITUNGAN PERSYARATAN TEKNIS SIH"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KASUS PERHITUNGAN

PERSYARATAN TEKNIS SIH

(2)
(3)

3

DATA-DATA PROSES PRODUKSI PERUSAHAAN X

Nama Bahan Lokal Impor

Jumlah Penggunaan Satuan Jumlah Penggunaan Satuan

Biji Kopi 45.272.951 Ton 1.230.542 Ton

1. Bahan baku (periode Febriari 2020-Januari 2021)

2. Energi Panas untuk produksi dan utilitas (periode Febriari 2020-Januari 2021) Nama Perusahaan: Perusahaan X

Alamat : Jalan Jombang, Jawa Barat Produk : Kopi Instan

No Jenis bahan bakar Satuan Untuk proses produksi untuk pembangkit listrik sendiri

1. Solar Liter - -

2. Gas alam mmbtu 546.874.380 -

3. Biomass (spent Coffee) Ton 405.203.876 -

(4)

3. Energi Listrik untuk produksi dan utilitas (periode Febriari 2020-Januari 2021)

No Jenis Energi Satuan PLN Non PLN Pembangkit Sendiri

1. Listrik Kwh 9.104.203.846 - -

DATA-DATA PROSES PRODUKSI PERUSAHAAN X

4. Air untuk proses produksi dan utilitas (periode Febriari 2020-Januari 2021)

No Sumber Air Satuan Jumlah Penggunaan Air

1. Air Tanah

m3

311.634.015

2. Air Daur ulang 24.562328

3. Air Reuse 135.713.523

(5)

5

5. Proses Produksi (periode Febriari 2020-Januari 2021)

No Uraian Satuan Besaran

1. Rencana Waktu beroperasi jam 7.792

2. Waktu beroperasi jam 7.195

3. Produksi Riil ton 16.423.765

4. Produk yang sesuai standar (good product) ton 15.691.218 5. Tingkat produksi terbaik (Ideal run rate) ton/tahun 2.500

DATA-DATA PROSES PRODUKSI PERUSAHAAN X

Keterangan ;

❖ Asumsi nilai kalor spent coffee : 6603 kal/g

❖ Jumlah spent coffee yang dihasilkan dalam periode Februari 2020-Januari 2021 sebesar

411.652.343 Ton;

(6)

PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU

1.1. Kriteria Sumber Bahan Baku

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

1. Bahan Baku

1.1. Sumber bahan baku Lokal dan impor

Telah melakukan seleksi kepada pemasok biji kopi

- Verifikasi ketersediaan dan penerapan SOP/

acuan penilaian pemasok biji kopi yang

menjalankan best practice dalam pengelolaan biji kopi;

- Verifikasi ketersediaan dan penerapan sistem seleksi kepada pemasok biji kopi; dan/atau - Verifikasi bukti penilaian/sertifikat dari pihak

ketiga.

Pemenuhan Kriteria Sumber bahan baku:

1. Perusahaan X telah memiliki SOP untuk seleksi pemasok biji kopi yang menjalankan best practice dalam pengelolaan biji kopi;

2. Perusahaan X telah menerapkan sistem seleksi pemasok biji kopi;

(7)

7

1.2. Kriteria Spesifikasi bahan baku

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

1. Bahan Baku

1.2 Spesilikasi bahan baku

Sesuai dengan SNI 01-2907-2008, Biji kopi

- Verifikasi data hasil laporan spesifikasi bahan baku memenuhi SNI;

- Hasil uji laboratorium perusahaan terakreditasi ISO 17025 minimal 1 kali pada periode 1 (satu) tahun terakhir. Bagi yang tidak memiliki

laboratorium yang terakreditasi, bukti hasil uji minimal 1 kali setahun oleh laboratorium

terakreditasi ISO 17025.

Pemenuhan Kriteria Spesifikasi bahan baku:

Hasil uji bahan baku biji kopi telah memenuhi SNI 01-2907-2008 yang dilakukan oleh laboratorium perusahaan yang terakreditasi.

PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU

(8)

PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU

1.3. Kriteria Penanganan bahan baku

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

1. Bahan Baku

1.3 Penanganan bahan baku

Penanganan biji kopi telah

mengikuti SOP yang ditetapkan

Verifikasi ketersediaan dan penerapan SOP penerimaan, penyimpanan,

pengangkutan, penggunaan, dan pelaksanaannya di lapangan.

Pemenuhan Kriteria Penanganan bahan baku:

Perusahaan X telah memiliki dokumen SOP penanganan bahan baku meliputi penerimaan, penyimpanan, pengangkutan, penggunaan, dan pelaksanaannya di lapangan. Penanganan bahan baku telah dilaksanakan dengan tepat sehingga keamanan bahan baku dapat

terjaga.

(9)

9

1.4. Kriteria Ratio bahan baku

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

1. Bahan Baku 1.4 Rasio produk kopi instanterhadap bahan baku (biji kopi)

Rata-rata minimal 35%

Verifikasi data:

- Penggunaan bahan baku rata-rata pada periode 1 (satu) tahun terakhir; dan - Produksi rata-rata riil kopi instan pada

periode 1 (satu) tahun terakhir.

Rumus Perhitungan Ratio Produk terhadap Bahan Baku ;

PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU

(10)

Perhitungan Ratio Produk terhadap Bahan Baku ;

PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU

Tahun

Penggunaan Material Input*) Total Produk yang Dihasilkan*

(Ton)

Rasio Produk/

Bahan baku Batasan SIH Bahan Baku

(Ton)

Bahan

Penolong Total

A B X = (A+B) C Rb = C/X

Februari 2020-Januari

2021

46.503.493 - 46.503.493 16.423.765 35,32% Min 35 %

Review:

Dari tabel perhitungan ratio produk terhadap bahan baku diperoleh sebesar 35,32 %,

dimana batas minimum SIH adalah sebesar min 35%. Sehingga untuk kriteria ratio produk

terhadap bahan baku memenuhi SIH.

(11)

11

PERHITUNGAN ASPEK ENERGI

3.1. Kriteria Energi panas dan listrik per ton produk

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

3. Energi 3.1. Konsumsi Energi panas dan listrik per ton produk

Maksimum 40 GJ/Ton Verifikasi data:

- penggunaan energi panas dan listrik spesifik pada periode 1 (satu) tahun terakhir;

- produksi riil kopi instan pada periode 1 (satu) tahun terakhir.

Rumus perhitungan konsumsi energi panas dan listrik spesifik:

(12)

Perhitungan konsumsi energi panas dan listrik spesifik

PERHITUNGAN ASPEK ENERGI

Energi dari Gas Alam

(GJ)

Energi dari Listrik (GJ)

EBT (GJ)

Total Penggunaan

Energi (GJ)

Total Produksi (TON)

Pemakaian energi/ton

produk (GJ/Ton)

Batasan SIH untuk Energi Panas dan listrik*

(GJ/Ton)

A B C X=A+B+C Y X/Y

577.007.159 32.775.134 1,420848 609.782.294 16.423.765 37,128 40

Review:

Dari tabel perhitungan konsumsi energi panas dan listrik, perusahaan X menggunakan

sumber energi gas alam, listrik dan EBT dari biomass (Spent Coffee) dengan total konsumsi energi spesifik sebesar 37,128 GJ/Ton sedangkan batasan pada SIH sebesar 40 GJ/Ton

Catatan: - Sumber energi disesuaikan dengan penggunaa di perusahaan Saudara;

- Satuan agar disesuaikan dengan batasan SIH setiap komoditi

(13)

13

PERHITUNGAN ASPEK ENERGI

3.2. Kriteria Penggunaan Spent coffee sebagai bahan bakar

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

3. Energi 3.2. Penggunaan spent coffee sebagai

bahan bakar

Minimum 98% Verifikasi data melalui penggunaan spent coffee sebagai bahan bakar pada periode 1 (satu) tahun terakhir

Rumus perhitungan penggunaan spent coffee sebagai bahan bakar

Rumus kebalik

(14)

Perhitungan Penggunaan Spent coffee sebagai bahan bakar

PERHITUNGAN ASPEK ENERGI

Total Spent coffee yang dihasilkan (Ton)

Pemakaian Spent coffee untuk bahan bakar (Ton)

Ratio pemakaian Spent

coffee (%) Batasan SIH

A B X= B/A

411.652.343 405.203.876 98,4 % Min 98 %

Review:

Dari tabel perhitungan Penggunaan Spent coffee sebagai bahan bakar diperoleh ratio

sebesar 98,4 % sedangkan batasan SIH adalah minimal 98%, sehingga perusahaan X

memenuhi SIH.

(15)

4.1. Kriteria Sumber Air

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

4. Air 4.1 Sumber Air Air berasal dari sumber yang berizin: PDAM,

dan/atau sumur dalam

- Veriflkasi SIP, SIPA, dan/atau SIPAP untuk air yang bersumber dari sumur dalam.

- Veriflkasi bukti penggunaan air bersumber dari PDAM.

Pemenuhan Kriteria Sumber Air:

PT X menggunakan air tanah sebagai kebutuhan proses produksi dan memiliki 3 sumur bor. Berikut ijin pemanfaatan air tanah:

• Dokumen SIPAT No. ... tahun 2020 berlaku sd 2023 (sumur 1)

• Dokumen SIPAT No. ... tahun 2020 (sumur 2 dalam proses perijinan)

• Dokumen SIPAT No. ... tahun 2020 (sumur 3 dalam proses perijinan)

PERHITUNGAN ASPEK AIR

(16)

4.2. Kriteria Sumber Air

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

4. Air 4.2 Spesifikasi Air Proses

Air yang digunakan memenuhi baku mutu Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum

- Veriflkasi hasil uji dari laboratorium terhadap kriteria kandungan air yang disediakan oleh perusahaan/ industri

Pemenuhan Kriteria Spesifikasi Air Proses:

Air untuk proses yang di gunakan perusahaan X telah memenuhi baku mutu Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum yang diuji oleh laboratorium

PERHITUNGAN ASPEK AIR

(17)

17

4.3. Kriteria konsumsi freshwater untuk proses produksi

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

4. Air 4.3 Konsumsi

freshwater untuk proses produksi

Maksimum 30 m3/ton (data dr Referensi: LCA Coffee

Veriflkasi data:

- penggunaan freshwater untuk produksi kopi instan pada periode 1 (satu) tahun terakhir

- produksi riil kopi instan pada periode 1 (satu) tahun terakhir

Rumus perhitungan konsumsi freshwater untuk proses produksi

PERHITUNGAN ASPEK AIR

(18)

PERHITUNGAN ASPEK AIR

Perhitungan konsumsi air spesifik untuk proses produksi periode Feb 2021- Jan 2021

Freshwater (m3)

Recycle Water

(m3)

Reuse (m3)

Total Recycle+Reuse

(m3)

Total Konsumsi Air

(m3)

Total Produksi

(ton)

Penggunaan Air (m3/ton)

Batasan SIH untuk Pemakaian Air

(m3/ton)

A B C D=B+C X = A+B+C E Z = X/E

11.634.015 24.562.328 135.713.523 160.275.851 471.909.866 16.423.765 28,733 Maks 30

Review:

Dari tabel perhitungan konsumsi air untuk proses produksi periode Feb 2021- Jan 2021

diperoleh konsumsi air spesifik sebesar 28,733 m3/ton produk sedangkan batasan SIH

adalah maksimal 30 m3/ton sehingga perusahaan X memenuhi SIH.

(19)

19

PERHITUNGAN ASPEK AIR

4.4. Kriteria penggunaan air reuse dan/atau recycle terhadap freshwater

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

4. Air 4.4 Penggunaan air reuse dan/atau recycle terhadap freshwater

Minimum 50% Veriflkasi data:

- penggunaan freshwater untuk produksi kopi instan pada periode 1 (satu) tahun terakhir - penggunaan air daur ulang (recycle) pada

periode 1 (satu) tahun terakhir

Rumus perhitungan penggunaan air reuse dan/atau recycle terhadap freshwater

(20)

Perhitungan penggunaan air reuse dan/atau recycle terhadap freshwater

PERHITUNGAN ASPEK AIR

Freshwater (m3)

Recycle Water (m3)

Reuse (m3)

Total Recycle+Reuse

(m3)

Total Konsumsi Air

(m3)

% Air reuse dan/atau Recycle

Batasan SIH untuk Air reuse dan/atau

Recycle (%)

A B C D=B+C X = A+B+C Y = D/X

311.634.015 24.562.328 135.713.523 160.275.851 471.909.866 51,43% Min 50%

Review:

Dari tabel perhitungan penggunaan air reuse dan recycle terhadap freshwater periode Feb

2020- Jan 2021 diperoleh ratio penggunaan air recycle sebesar 51,43% sedangkan batasan

SIH adalah minimal 50% sehingga perusahaan X memenuhi SIH.

(21)

21

5. Proses Produksi

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

5. Proses produksi

Kinerja peralatan yang dinyatakan dalam OEE

Minimum rata-rata 75%

Verifikasi data:

- waktu produksi yang direncanakan dan waktu produksi riil pada periode 1 (satu) tahun terakhir;

- produksi riil dan produksi yang sesuai dengan standar (good products] pada periode 1 (satu) tahun terakhir;

- ideal run rate kinerja peralatan.

Rumus perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)

PERHITUNGAN ASPEK PROSES PRODUKSI

(22)

Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)

PERHITUNGAN ASPEK PROSES PRODUKSI

Indikator Satuan Simbol Hasil

Waktu Rencana produksi (jam/tahun) D 7.792

Down time (jam/tahun) C 597

Waktu produksi (jam/tahun) E 7.195

Availability Index F = E/D 0,92

Total Product/waktu beroperasi (ton/jam) G = A/E 2.282,6

Ideal run rate (ton/jam) H 2500

Production Performance Index I = G/H 0,91

Good Product (ton/tahun) B 15.691.218

Total Product (ton/tahun) A 16.423.765

Quality Performance Index J = B/A 0,96

OEE 80,55%

(23)

23

6. Produk

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

6. Produk Standar mutu produk

Mutu produk memenuhi SNI 2983:2014

Verifikasi data:

- dokumen SPPT SNI KopiInstan yang masih berlaku - hasil uji parameter yang sesuai dengan SNI oleh

laboratorium yang terakreditasi ISO 17025 pada periode 1 (satu)tahun terakhir.

Pemenuhan Aspek Produk:

1. Perusahaan X telah memiliki SPPT SNI kopi instan yang masih berlaku;

2. Terdapat hasil uji dengan parameter sesuai dengan SNI kopi instan yang dilkeluarkan dari laboratorium terakreditasi 17025;

PERHITUNGAN ASPEK PRODUK

(24)

7. Kemasan

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

7. Kemasan Bahan kemasan:

Bahan kemasan plastik, karton, alumunium dan kaca

- Perencanaan pengurangan bahan kemasan yang sulit terurai;

- Penggunaan karton yang berbahan daur ulang;

- Penggunaan kembali (reuse) big/mini bag (secondary bag) pada produk curah

Veriflkasi spesifikasi kemasan produk dan dokumen

perencanaan pengurangan kemasan plastik berdasarkan laporan perusahaan.

Veriflkasi SOP dan

implementasi reuse big/ mini bag di perusahaan.

Pemenuhan Kriteria Bahan Kemasan:

1. Dilengkapi dengan CoA kemasan produk;

2. Perusahaan telah memiliki dokumen perencanaan, pengurangan bahan kemasan

PERHITUNGAN ASPEK KEMASAN

(25)

25

8. Aspek Limbah

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

8. Limbah 8.1 Sarana

pengelolaan limbah cair

- Memiliki IPAL mandiri atau IPAL yang dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki izin

- Memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) yang dikeluarkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/ Kota.

Verifikasi keberadaan IPAL, kondisi operasional IPAL (berfungsi atau tidak), dan dokumen IPLC yang masih berlaku

Pemenuhan Kriteria Sarana Pengelolaan Limbah Cair:

1. Pengelolaan limbah cair menggunakan kolam sedimentasi yang terdiri dari 5 kolam endapan;

2. Perpanjangan ijin pembuangan air limbah sesuai dengan Keputusan Bupati Bogor no.

... berlalu sampai... dan sedang proses pengajuan ijin Perpanjangannya.

3. IPAL berfungsi dengan baik;

4. Hasil outlet IPAL di uji pada lab uji ... setiap sebulan sekali.

PEMENUHAN ASPEK LIMBAH

(26)

8. Aspek Limbah

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

8. Limbah 8.2 Pemenuhan parameter limbah cair

Memenuhi baku mutu sesuai ketentuan

peraturan Perundang undangan.

Verifikasi laporan hasil uji dari

laboratorium terakreditasi ISO 17025 yang tercantum dalam dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup pada periode 2 (dua) semester terakhir.

Dalam hal belum terdapat laboratorium yang terakreditasi, dapat menggunakan laboratorium lain yang telah mendapat penunjukan dari instansi yang berwenang.

Pemenuhan Kriteria Parameter Limbah Cair;

Hasil outlet IPAL di uji pada lab uji ... yang terakreditasi KAN LP-091-IDN, pengujian

PEMENUHAN ASPEK LIMBAH

(27)

27

8. Aspek Limbah

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

8. Limbah 8.3 Sarana

Pengelolaan emisi gas buang dan udara

Memiliki sarana pengelolaan emisi gas buang dan udara sesuai denganketentuan peraturan perundang undangan.

Verifikasi keberadaan dan operasional

(berfungsi atau tidak) sarana pengelolaan emisi gas buang dan udara.

Pemenuhan Kriteria Sarana Pengelolaan Emisi gas buang dan udara:

1. Pengolahan emisi menggunakan cerobong. Syarat alat cerobong mengacu pada Kepdal 205 tahun 1996.

PEMENUHAN ASPEK LIMBAH

(28)

PEMENUHAN ASPEK LIMBAH

8. Aspek Limbah

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

8. Limbah 8.4 Pemenuhan parameter emisi gas buang, udara dan

gangguan (kebisingan, getaran, dan kebauan)

Memenuhi baku mutu sesuai ketentuan peraturan perundang undangan

Verifikasi laporan hasil uji dari laboratorium terakreditasi ISO 17025 yang tercantum dalam dokumen pengelolaan dan

pemantauan lingkungan hidup pada periode 2 (dua) semester terakhir. Dalam hal belum terdapat laboratorium yang terakreditasi, dapat menggunakan laboratorium lain yang telah mendapat penunjukan dari instansi yang berwenang.

Pemenuhan kriteria parameter emisi gas buang, udara dan gangguan (kebisingan, getaran, dan kebauan)

1. Pengujian udara ambien dilakukan setiap 6 bulan untuk parameter emisi gas buang, udara dan

(29)

29

8.Aspek Limbah

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

8. Limbah 8.5 Sarana Pengelolaan

limbah B3

- Memiliki TPS limbah B3 yang berizin;

- Diserahkan pada pihak ketiga yang memiliki izin.

Verifikasi pelaksanaan pengelolaan limbah B3 dan izinpengelolaannya yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan Pemenuhan Kriteria Sarana Pengelolaan LB3:

1. Ijin penyimpanan sementara limbah B3 berdasarkan Keputusan Bupati Nomor ... Tahun 2015 tentang Ijin penyimpanan sementara limbah B3 tanggal 28 Mei 2015 berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. rekomendasi perpanjangannya Dinas LH Kabupaten …………. nomor ...

2. Terdapat sarana pengelolaan limbah B3 berupa ruangan khusus. Pengangkutan limbah B3 bekerjasama dengan PT ……….berlaku 5 tahun sejak 2019.

3. Nama limbah B3 : Oli bekas, Bekas kemasan terkontaminasi, Wool/serat penahan panas, Kain majun dan sarung tangan bekas terkontaminasi, limbah elektronik, Sisa tinta prnting, Sparepart bekas, Sludge ipal, Limbah padat terkontaminasi.

4. Manifest Limbah Bahan Berbahaya dan beracun no. BDC 0000067 jenis B3 padat 9-9-2020 dengan transpoter PT ...

5. Terdapat SOP penyimpanan sementara.

PEMENUHAN ASPEK LIMBAH

(30)

8.Aspek Limbah

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

8. Limbah 8.6 Sarana pengelolaan limbah padat

Mengacu pada rencana pengelolaan limbah padat yang tertuang dalam

dokumen lingkungan yang telah disetujui

Verifikasi pengelolaan limbah padat dan ketentuan yang tertuang dalam dokumen lingkungan pada periode 2 (dua) semester terakhir

Pemenuhan Kriteria Sarana pengelolaan limbah padat:

1. Ada SOP Penanganan Limbah Padat

2. Telah melakukan pemilahan limbah padat dilakukan dengan memisahkan limbah yang tidak bisa digunakan (scrap, dll)

3. Limbah padat yang tidak bisa digunakan diangkut oleh truk transporter limbah B3;

PEMENUHAN ASPEK LIMBAH

(31)

31

9. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi

9. Emisi GRK Emisi CO2 spesifik Maksimum 3,75 ton CO2 ekuivalen/ton produk

Verifikasi perhitunganemisi CO2, yang dibuktikan dengan

datapenggunaan energi pada

periode 1 (satu) tahun terakhir dan faktor emisi yang digunakan.

Rumus perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca ;

PERHITUNGAN ASPEK EMISI GRK

Catatan :

Untuk faktor emisi dari sistem ketenagalistrikan, update data faktor emisi dapat diunduh

melalui tautan: https://gatrik.esdm.go.id/frontend/download_index/?kode_category=emisi_pl

(32)

Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca periode Februari 2020-Januari 2021;

Penggunaan Listrik Penggunaan Gas

Total Konsumsi (kWh)

Faktor Emisi (kg CO2/kWh)

Total Emisi CO2 (kg CO2)

Total Konsumsi (TJ)

Faktor Emisi (kg CO2/TJ)

Total Emisi CO2 (kg CO2)

A B C = A * B A B D = A * B

9.104.203.846 0,88 8.011.699.384 577,0072 62.500 36.062.947 Penggunaan EBT

TOTAL EMISI CO2 (Ton CO2)

TOTAL PRODUCT

(Ton)

EMISI CO2 (Ton CO2/Ton) Total Konsumsi

(TJ)

Faktor Emisi (kg CO2/TJ)

Total Emisi CO2 (kg CO2)

H I J =H*I R = C+D+J S T = R/S

0,00000001 0 0

PERHITUNGAN ASPEK EMISI GRK

(33)

33

Review :

1. Sumber energi yang digunakan PT X untuk proses produksi adalah gas alam, listrik dan EBT (biomass) dari spent coffee;

2. Emisi yang dihitung adalah emisi dari sumber energi fosil saja sehingga diperoleh emisi CO2 spesifik sebesar 0,490 ton CO2/ton produk, sehingga memenuhi batasan SIH.

PERHITUNGAN ASPEK EMISI GRK

(34)

Referensi

Dokumen terkait

GURU MADRASAH IBTIDA 2003 LAMPISANG, PEUKAN BADA KAB... AIR

Observasi yang dilakukan dengan mencari referensi-referensi bentuk logo dari beberapa contoh di internet dan bentuk logo dari industry kreatif sebelumnya untuk dijadikan gambaran –

Universitas Sriwijaya Diantara banyaknnya faktor risiko lingkungan pengolahan kelapa sawit (PKS) yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, debu merupakan salah satu

~ Integrated fine mesh water filter ~ Garden hose adapter A3/4” ~ High-pressure hose 6 m ~ Detergent suction hose with filter ~ Trigger gun with Quick Connect ~ Vario-power spray

Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang terkait erat dengan harga sahamnya Harga saham yang tinggi membuat nilai

Pemberlakuan sanksi atas pelanggaran disipilin dokter atau dokter gigi oleh Majelis Kehormatan Disiplin Dokter Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004

Identifikasi atribut dan operasi setiap klas Definisi struktur klas ( class diagram )?. Definisi model relasi antar klas ( collaboration/sequence