STUDI KASUS PERHITUNGAN
PERSYARATAN TEKNIS SIH
3
DATA-DATA PROSES PRODUKSI PERUSAHAAN X
Nama Bahan Lokal Impor
Jumlah Penggunaan Satuan Jumlah Penggunaan Satuan
Biji Kopi 45.272.951 Ton 1.230.542 Ton
1. Bahan baku (periode Febriari 2020-Januari 2021)
2. Energi Panas untuk produksi dan utilitas (periode Febriari 2020-Januari 2021) Nama Perusahaan: Perusahaan X
Alamat : Jalan Jombang, Jawa Barat Produk : Kopi Instan
No Jenis bahan bakar Satuan Untuk proses produksi untuk pembangkit listrik sendiri
1. Solar Liter - -
2. Gas alam mmbtu 546.874.380 -
3. Biomass (spent Coffee) Ton 405.203.876 -
3. Energi Listrik untuk produksi dan utilitas (periode Febriari 2020-Januari 2021)
No Jenis Energi Satuan PLN Non PLN Pembangkit Sendiri
1. Listrik Kwh 9.104.203.846 - -
DATA-DATA PROSES PRODUKSI PERUSAHAAN X
4. Air untuk proses produksi dan utilitas (periode Febriari 2020-Januari 2021)
No Sumber Air Satuan Jumlah Penggunaan Air
1. Air Tanah
m3
311.634.015
2. Air Daur ulang 24.562328
3. Air Reuse 135.713.523
5
5. Proses Produksi (periode Febriari 2020-Januari 2021)
No Uraian Satuan Besaran
1. Rencana Waktu beroperasi jam 7.792
2. Waktu beroperasi jam 7.195
3. Produksi Riil ton 16.423.765
4. Produk yang sesuai standar (good product) ton 15.691.218 5. Tingkat produksi terbaik (Ideal run rate) ton/tahun 2.500
DATA-DATA PROSES PRODUKSI PERUSAHAAN X
Keterangan ;
❖ Asumsi nilai kalor spent coffee : 6603 kal/g
❖ Jumlah spent coffee yang dihasilkan dalam periode Februari 2020-Januari 2021 sebesar
411.652.343 Ton;
PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU
1.1. Kriteria Sumber Bahan Baku
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
1. Bahan Baku
1.1. Sumber bahan baku Lokal dan impor
Telah melakukan seleksi kepada pemasok biji kopi
- Verifikasi ketersediaan dan penerapan SOP/
acuan penilaian pemasok biji kopi yang
menjalankan best practice dalam pengelolaan biji kopi;
- Verifikasi ketersediaan dan penerapan sistem seleksi kepada pemasok biji kopi; dan/atau - Verifikasi bukti penilaian/sertifikat dari pihak
ketiga.
Pemenuhan Kriteria Sumber bahan baku:
1. Perusahaan X telah memiliki SOP untuk seleksi pemasok biji kopi yang menjalankan best practice dalam pengelolaan biji kopi;
2. Perusahaan X telah menerapkan sistem seleksi pemasok biji kopi;
7
1.2. Kriteria Spesifikasi bahan baku
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
1. Bahan Baku
1.2 Spesilikasi bahan baku
Sesuai dengan SNI 01-2907-2008, Biji kopi
- Verifikasi data hasil laporan spesifikasi bahan baku memenuhi SNI;
- Hasil uji laboratorium perusahaan terakreditasi ISO 17025 minimal 1 kali pada periode 1 (satu) tahun terakhir. Bagi yang tidak memiliki
laboratorium yang terakreditasi, bukti hasil uji minimal 1 kali setahun oleh laboratorium
terakreditasi ISO 17025.
Pemenuhan Kriteria Spesifikasi bahan baku:
Hasil uji bahan baku biji kopi telah memenuhi SNI 01-2907-2008 yang dilakukan oleh laboratorium perusahaan yang terakreditasi.
PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU
PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU
1.3. Kriteria Penanganan bahan baku
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
1. Bahan Baku
1.3 Penanganan bahan baku
Penanganan biji kopi telah
mengikuti SOP yang ditetapkan
Verifikasi ketersediaan dan penerapan SOP penerimaan, penyimpanan,
pengangkutan, penggunaan, dan pelaksanaannya di lapangan.
Pemenuhan Kriteria Penanganan bahan baku:
Perusahaan X telah memiliki dokumen SOP penanganan bahan baku meliputi penerimaan, penyimpanan, pengangkutan, penggunaan, dan pelaksanaannya di lapangan. Penanganan bahan baku telah dilaksanakan dengan tepat sehingga keamanan bahan baku dapat
terjaga.
9
1.4. Kriteria Ratio bahan baku
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
1. Bahan Baku 1.4 Rasio produk kopi instanterhadap bahan baku (biji kopi)
Rata-rata minimal 35%
Verifikasi data:
- Penggunaan bahan baku rata-rata pada periode 1 (satu) tahun terakhir; dan - Produksi rata-rata riil kopi instan pada
periode 1 (satu) tahun terakhir.
Rumus Perhitungan Ratio Produk terhadap Bahan Baku ;
PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU
Perhitungan Ratio Produk terhadap Bahan Baku ;
PERHITUNGAN ASPEK BAHAN BAKU
Tahun
Penggunaan Material Input*) Total Produk yang Dihasilkan*
(Ton)
Rasio Produk/
Bahan baku Batasan SIH Bahan Baku
(Ton)
Bahan
Penolong Total
A B X = (A+B) C Rb = C/X
Februari 2020-Januari
2021
46.503.493 - 46.503.493 16.423.765 35,32% Min 35 %
Review:
Dari tabel perhitungan ratio produk terhadap bahan baku diperoleh sebesar 35,32 %,
dimana batas minimum SIH adalah sebesar min 35%. Sehingga untuk kriteria ratio produk
terhadap bahan baku memenuhi SIH.
11
PERHITUNGAN ASPEK ENERGI
3.1. Kriteria Energi panas dan listrik per ton produk
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
3. Energi 3.1. Konsumsi Energi panas dan listrik per ton produk
Maksimum 40 GJ/Ton Verifikasi data:
- penggunaan energi panas dan listrik spesifik pada periode 1 (satu) tahun terakhir;
- produksi riil kopi instan pada periode 1 (satu) tahun terakhir.
Rumus perhitungan konsumsi energi panas dan listrik spesifik:
Perhitungan konsumsi energi panas dan listrik spesifik
PERHITUNGAN ASPEK ENERGI
Energi dari Gas Alam
(GJ)
Energi dari Listrik (GJ)
EBT (GJ)
Total Penggunaan
Energi (GJ)
Total Produksi (TON)
Pemakaian energi/ton
produk (GJ/Ton)
Batasan SIH untuk Energi Panas dan listrik*
(GJ/Ton)
A B C X=A+B+C Y X/Y
577.007.159 32.775.134 1,420848 609.782.294 16.423.765 37,128 40
Review:
Dari tabel perhitungan konsumsi energi panas dan listrik, perusahaan X menggunakan
sumber energi gas alam, listrik dan EBT dari biomass (Spent Coffee) dengan total konsumsi energi spesifik sebesar 37,128 GJ/Ton sedangkan batasan pada SIH sebesar 40 GJ/Ton
Catatan: - Sumber energi disesuaikan dengan penggunaa di perusahaan Saudara;
- Satuan agar disesuaikan dengan batasan SIH setiap komoditi
13
PERHITUNGAN ASPEK ENERGI
3.2. Kriteria Penggunaan Spent coffee sebagai bahan bakar
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
3. Energi 3.2. Penggunaan spent coffee sebagai
bahan bakar
Minimum 98% Verifikasi data melalui penggunaan spent coffee sebagai bahan bakar pada periode 1 (satu) tahun terakhir
Rumus perhitungan penggunaan spent coffee sebagai bahan bakar
Rumus kebalik
Perhitungan Penggunaan Spent coffee sebagai bahan bakar
PERHITUNGAN ASPEK ENERGI
Total Spent coffee yang dihasilkan (Ton)
Pemakaian Spent coffee untuk bahan bakar (Ton)
Ratio pemakaian Spent
coffee (%) Batasan SIH
A B X= B/A
411.652.343 405.203.876 98,4 % Min 98 %
Review:
Dari tabel perhitungan Penggunaan Spent coffee sebagai bahan bakar diperoleh ratio
sebesar 98,4 % sedangkan batasan SIH adalah minimal 98%, sehingga perusahaan X
memenuhi SIH.
4.1. Kriteria Sumber Air
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
4. Air 4.1 Sumber Air Air berasal dari sumber yang berizin: PDAM,
dan/atau sumur dalam
- Veriflkasi SIP, SIPA, dan/atau SIPAP untuk air yang bersumber dari sumur dalam.
- Veriflkasi bukti penggunaan air bersumber dari PDAM.
Pemenuhan Kriteria Sumber Air:
PT X menggunakan air tanah sebagai kebutuhan proses produksi dan memiliki 3 sumur bor. Berikut ijin pemanfaatan air tanah:
• Dokumen SIPAT No. ... tahun 2020 berlaku sd 2023 (sumur 1)
• Dokumen SIPAT No. ... tahun 2020 (sumur 2 dalam proses perijinan)
• Dokumen SIPAT No. ... tahun 2020 (sumur 3 dalam proses perijinan)
PERHITUNGAN ASPEK AIR
4.2. Kriteria Sumber Air
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
4. Air 4.2 Spesifikasi Air Proses
Air yang digunakan memenuhi baku mutu Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum
- Veriflkasi hasil uji dari laboratorium terhadap kriteria kandungan air yang disediakan oleh perusahaan/ industri
Pemenuhan Kriteria Spesifikasi Air Proses:
Air untuk proses yang di gunakan perusahaan X telah memenuhi baku mutu Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum yang diuji oleh laboratorium
PERHITUNGAN ASPEK AIR
17
4.3. Kriteria konsumsi freshwater untuk proses produksi
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
4. Air 4.3 Konsumsi
freshwater untuk proses produksi
Maksimum 30 m3/ton (data dr Referensi: LCA Coffee
Veriflkasi data:
- penggunaan freshwater untuk produksi kopi instan pada periode 1 (satu) tahun terakhir
- produksi riil kopi instan pada periode 1 (satu) tahun terakhir
Rumus perhitungan konsumsi freshwater untuk proses produksi
PERHITUNGAN ASPEK AIR
PERHITUNGAN ASPEK AIR
Perhitungan konsumsi air spesifik untuk proses produksi periode Feb 2021- Jan 2021
Freshwater (m3)
Recycle Water
(m3)
Reuse (m3)
Total Recycle+Reuse
(m3)
Total Konsumsi Air
(m3)
Total Produksi
(ton)
Penggunaan Air (m3/ton)
Batasan SIH untuk Pemakaian Air
(m3/ton)
A B C D=B+C X = A+B+C E Z = X/E
11.634.015 24.562.328 135.713.523 160.275.851 471.909.866 16.423.765 28,733 Maks 30
Review:
Dari tabel perhitungan konsumsi air untuk proses produksi periode Feb 2021- Jan 2021
diperoleh konsumsi air spesifik sebesar 28,733 m3/ton produk sedangkan batasan SIH
adalah maksimal 30 m3/ton sehingga perusahaan X memenuhi SIH.
19
PERHITUNGAN ASPEK AIR
4.4. Kriteria penggunaan air reuse dan/atau recycle terhadap freshwater
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
4. Air 4.4 Penggunaan air reuse dan/atau recycle terhadap freshwater
Minimum 50% Veriflkasi data:
- penggunaan freshwater untuk produksi kopi instan pada periode 1 (satu) tahun terakhir - penggunaan air daur ulang (recycle) pada
periode 1 (satu) tahun terakhir
Rumus perhitungan penggunaan air reuse dan/atau recycle terhadap freshwater
Perhitungan penggunaan air reuse dan/atau recycle terhadap freshwater
PERHITUNGAN ASPEK AIR
Freshwater (m3)
Recycle Water (m3)
Reuse (m3)
Total Recycle+Reuse
(m3)
Total Konsumsi Air
(m3)
% Air reuse dan/atau Recycle
Batasan SIH untuk Air reuse dan/atau
Recycle (%)
A B C D=B+C X = A+B+C Y = D/X
311.634.015 24.562.328 135.713.523 160.275.851 471.909.866 51,43% Min 50%
Review:
Dari tabel perhitungan penggunaan air reuse dan recycle terhadap freshwater periode Feb
2020- Jan 2021 diperoleh ratio penggunaan air recycle sebesar 51,43% sedangkan batasan
SIH adalah minimal 50% sehingga perusahaan X memenuhi SIH.
21
5. Proses Produksi
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
5. Proses produksi
Kinerja peralatan yang dinyatakan dalam OEE
Minimum rata-rata 75%
Verifikasi data:
- waktu produksi yang direncanakan dan waktu produksi riil pada periode 1 (satu) tahun terakhir;
- produksi riil dan produksi yang sesuai dengan standar (good products] pada periode 1 (satu) tahun terakhir;
- ideal run rate kinerja peralatan.
Rumus perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)
PERHITUNGAN ASPEK PROSES PRODUKSI
Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)
PERHITUNGAN ASPEK PROSES PRODUKSI
Indikator Satuan Simbol Hasil
Waktu Rencana produksi (jam/tahun) D 7.792
Down time (jam/tahun) C 597
Waktu produksi (jam/tahun) E 7.195
Availability Index F = E/D 0,92
Total Product/waktu beroperasi (ton/jam) G = A/E 2.282,6
Ideal run rate (ton/jam) H 2500
Production Performance Index I = G/H 0,91
Good Product (ton/tahun) B 15.691.218
Total Product (ton/tahun) A 16.423.765
Quality Performance Index J = B/A 0,96
OEE 80,55%
23
6. Produk
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
6. Produk Standar mutu produk
Mutu produk memenuhi SNI 2983:2014
Verifikasi data:
- dokumen SPPT SNI KopiInstan yang masih berlaku - hasil uji parameter yang sesuai dengan SNI oleh
laboratorium yang terakreditasi ISO 17025 pada periode 1 (satu)tahun terakhir.
Pemenuhan Aspek Produk:
1. Perusahaan X telah memiliki SPPT SNI kopi instan yang masih berlaku;
2. Terdapat hasil uji dengan parameter sesuai dengan SNI kopi instan yang dilkeluarkan dari laboratorium terakreditasi 17025;
PERHITUNGAN ASPEK PRODUK
7. Kemasan
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
7. Kemasan Bahan kemasan:
Bahan kemasan plastik, karton, alumunium dan kaca
- Perencanaan pengurangan bahan kemasan yang sulit terurai;
- Penggunaan karton yang berbahan daur ulang;
- Penggunaan kembali (reuse) big/mini bag (secondary bag) pada produk curah
Veriflkasi spesifikasi kemasan produk dan dokumen
perencanaan pengurangan kemasan plastik berdasarkan laporan perusahaan.
Veriflkasi SOP dan
implementasi reuse big/ mini bag di perusahaan.
Pemenuhan Kriteria Bahan Kemasan:
1. Dilengkapi dengan CoA kemasan produk;
2. Perusahaan telah memiliki dokumen perencanaan, pengurangan bahan kemasan
PERHITUNGAN ASPEK KEMASAN
25
8. Aspek Limbah
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
8. Limbah 8.1 Sarana
pengelolaan limbah cair
- Memiliki IPAL mandiri atau IPAL yang dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki izin
- Memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) yang dikeluarkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/ Kota.
Verifikasi keberadaan IPAL, kondisi operasional IPAL (berfungsi atau tidak), dan dokumen IPLC yang masih berlaku
Pemenuhan Kriteria Sarana Pengelolaan Limbah Cair:
1. Pengelolaan limbah cair menggunakan kolam sedimentasi yang terdiri dari 5 kolam endapan;
2. Perpanjangan ijin pembuangan air limbah sesuai dengan Keputusan Bupati Bogor no.
... berlalu sampai... dan sedang proses pengajuan ijin Perpanjangannya.
3. IPAL berfungsi dengan baik;
4. Hasil outlet IPAL di uji pada lab uji ... setiap sebulan sekali.
PEMENUHAN ASPEK LIMBAH
8. Aspek Limbah
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
8. Limbah 8.2 Pemenuhan parameter limbah cair
Memenuhi baku mutu sesuai ketentuan
peraturan Perundang undangan.
Verifikasi laporan hasil uji dari
laboratorium terakreditasi ISO 17025 yang tercantum dalam dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup pada periode 2 (dua) semester terakhir.
Dalam hal belum terdapat laboratorium yang terakreditasi, dapat menggunakan laboratorium lain yang telah mendapat penunjukan dari instansi yang berwenang.
Pemenuhan Kriteria Parameter Limbah Cair;
Hasil outlet IPAL di uji pada lab uji ... yang terakreditasi KAN LP-091-IDN, pengujian
PEMENUHAN ASPEK LIMBAH
27
8. Aspek Limbah
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
8. Limbah 8.3 Sarana
Pengelolaan emisi gas buang dan udara
Memiliki sarana pengelolaan emisi gas buang dan udara sesuai denganketentuan peraturan perundang undangan.
Verifikasi keberadaan dan operasional
(berfungsi atau tidak) sarana pengelolaan emisi gas buang dan udara.
Pemenuhan Kriteria Sarana Pengelolaan Emisi gas buang dan udara:
1. Pengolahan emisi menggunakan cerobong. Syarat alat cerobong mengacu pada Kepdal 205 tahun 1996.
PEMENUHAN ASPEK LIMBAH
PEMENUHAN ASPEK LIMBAH
8. Aspek Limbah
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
8. Limbah 8.4 Pemenuhan parameter emisi gas buang, udara dan
gangguan (kebisingan, getaran, dan kebauan)
Memenuhi baku mutu sesuai ketentuan peraturan perundang undangan
Verifikasi laporan hasil uji dari laboratorium terakreditasi ISO 17025 yang tercantum dalam dokumen pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup pada periode 2 (dua) semester terakhir. Dalam hal belum terdapat laboratorium yang terakreditasi, dapat menggunakan laboratorium lain yang telah mendapat penunjukan dari instansi yang berwenang.
Pemenuhan kriteria parameter emisi gas buang, udara dan gangguan (kebisingan, getaran, dan kebauan)
1. Pengujian udara ambien dilakukan setiap 6 bulan untuk parameter emisi gas buang, udara dan
29
8.Aspek Limbah
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
8. Limbah 8.5 Sarana Pengelolaan
limbah B3
- Memiliki TPS limbah B3 yang berizin;
- Diserahkan pada pihak ketiga yang memiliki izin.
Verifikasi pelaksanaan pengelolaan limbah B3 dan izinpengelolaannya yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan Pemenuhan Kriteria Sarana Pengelolaan LB3:
1. Ijin penyimpanan sementara limbah B3 berdasarkan Keputusan Bupati Nomor ... Tahun 2015 tentang Ijin penyimpanan sementara limbah B3 tanggal 28 Mei 2015 berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. rekomendasi perpanjangannya Dinas LH Kabupaten …………. nomor ...
2. Terdapat sarana pengelolaan limbah B3 berupa ruangan khusus. Pengangkutan limbah B3 bekerjasama dengan PT ……….berlaku 5 tahun sejak 2019.
3. Nama limbah B3 : Oli bekas, Bekas kemasan terkontaminasi, Wool/serat penahan panas, Kain majun dan sarung tangan bekas terkontaminasi, limbah elektronik, Sisa tinta prnting, Sparepart bekas, Sludge ipal, Limbah padat terkontaminasi.
4. Manifest Limbah Bahan Berbahaya dan beracun no. BDC 0000067 jenis B3 padat 9-9-2020 dengan transpoter PT ...
5. Terdapat SOP penyimpanan sementara.
PEMENUHAN ASPEK LIMBAH
8.Aspek Limbah
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
8. Limbah 8.6 Sarana pengelolaan limbah padat
Mengacu pada rencana pengelolaan limbah padat yang tertuang dalam
dokumen lingkungan yang telah disetujui
Verifikasi pengelolaan limbah padat dan ketentuan yang tertuang dalam dokumen lingkungan pada periode 2 (dua) semester terakhir
Pemenuhan Kriteria Sarana pengelolaan limbah padat:
1. Ada SOP Penanganan Limbah Padat
2. Telah melakukan pemilahan limbah padat dilakukan dengan memisahkan limbah yang tidak bisa digunakan (scrap, dll)
3. Limbah padat yang tidak bisa digunakan diangkut oleh truk transporter limbah B3;
PEMENUHAN ASPEK LIMBAH
31
9. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
No. Aspek Kriteria Batasan Metode Verifikasi
9. Emisi GRK Emisi CO2 spesifik Maksimum 3,75 ton CO2 ekuivalen/ton produk
Verifikasi perhitunganemisi CO2, yang dibuktikan dengan
datapenggunaan energi pada
periode 1 (satu) tahun terakhir dan faktor emisi yang digunakan.
Rumus perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca ;
PERHITUNGAN ASPEK EMISI GRK
Catatan :
Untuk faktor emisi dari sistem ketenagalistrikan, update data faktor emisi dapat diunduh
melalui tautan: https://gatrik.esdm.go.id/frontend/download_index/?kode_category=emisi_pl
Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca periode Februari 2020-Januari 2021;
Penggunaan Listrik Penggunaan Gas
Total Konsumsi (kWh)
Faktor Emisi (kg CO2/kWh)
Total Emisi CO2 (kg CO2)
Total Konsumsi (TJ)
Faktor Emisi (kg CO2/TJ)
Total Emisi CO2 (kg CO2)
A B C = A * B A B D = A * B
9.104.203.846 0,88 8.011.699.384 577,0072 62.500 36.062.947 Penggunaan EBT
TOTAL EMISI CO2 (Ton CO2)
TOTAL PRODUCT
(Ton)
EMISI CO2 (Ton CO2/Ton) Total Konsumsi
(TJ)
Faktor Emisi (kg CO2/TJ)
Total Emisi CO2 (kg CO2)
H I J =H*I R = C+D+J S T = R/S
0,00000001 0 0
PERHITUNGAN ASPEK EMISI GRK
33