• Tidak ada hasil yang ditemukan

Juristek, Vol. 9, No. 1, Juli 2022, Hal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Juristek, Vol. 9, No. 1, Juli 2022, Hal"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK TEMA 3 PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP MELALUI METODE OBSERVASI PADA

SISWA KELAS IV SDN 3 MENDAWAI TAHUN AJARAN 2020/2021 Susnaniah, S.Pd.SD.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Mendawai Kabupaten Kotawaringin Barat Abstract

Based on the results of teacher observations in the classroom, thematic test learning results in fourth grade SDN 3 Mendawai Year of Study 2020/2021 on the theme of 3 care for living things showed low learning outcomes, because of the total number of students who amounted to 26 students only 6 students or 23.07% of all students who scored above KKM which is above ≥ 70. This is also because the learning process is still teacher-centered so that students lack the opportunity to be active inlearning. The purpose of this study is to find out: 1. Application of observation methods in fourth grade SDN 3 Mendawai.

Observation methods can improve thematic learning outcomes of theme 3 caring for living things in students of fourth grade SDN 3 Mendawai. This research method was carried outat SDN 3 Mendawai with research subjects as many as 21 students. The design of each cycle consists of planning, action, observation and reflection. Data collection techniques through observations, interviews, test results and documentation.

Keyword : Thematic Learning Outcomes, Observation Methods And Classroom Action Research Abstraks

Berdasarkan hasil observasi guru di kelas, hasil belajar tes tematik pada Kelas IV SDN 3 Mendawai Tahun Pelajaran 2020/2021 pada tema 3 peduli terhadap makhluk hidup menunjukkan hasil belajar yang rendah, karena dari jumlah keseluruhan siswa yang berjumlah 26 siswa hanya 6 siswa atau 23,07% dari keseluruhan siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM yakni di atas ≥ 70. Hal ini juga disebabkan proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang mendapat kesempatan untuk aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1. Penerapan metode observasi di Kelas IV SDN 3 Mendawai. 2. Metode observasi dapat meningkatkan hasil belajar tematik tema 3 peduli terhadap makhluk hidup pada siswa Kelas IV SDN 3 Mendawai. Metode penelitian ini dilaksanakan di SDN 3 Mendawai dengan subjek penelitian sebanyak 21 orang siswa. Desain penelitian setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, hasil tes dan dokumentasi.

Kata Kunci : Hasil Belajar Tematik, Metode Observasi Dan Penelitian Tindakan Kelas PENDAHULUAN

Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar.

Berdasarkan hasil observasi guru di kelas, hasil belajar tes tematik pada Kelas IV SDN 3 Mendawai Tahun Pelajaran 2020/2021 pada tema 3 peduli terhadap makhluk hidup menunjukkan hasil belajar yang rendah, karena dari jumlah keseluruhan siswa yang berjumlah 26 siswa hanya 6 siswa atau 23,07% dari keseluruhan siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM yakni di atas

≥ 70. Hal ini juga disebabkan proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang mendapat kesempatan untuk aktif dalam

pembelajaran.

Metode observasi adalah pengamatan langsung menggunakan alat indera atau alat bantu untuk penginderaan suatu subjek atau objek. Observasi merupakan basis sains yang dilakukan dengan menggunakan panca indera atau instrumen sebagai alat bantu penginderaan ( Purnomo, 2008).

Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan PTK dengan judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup Melalui Metode Observasi Pada Siswa Kelas IV SDN 3 Mendawai Tahun Ajaran 2020/2021.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan jenis

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang

dilakukan di SD Negeri 3 Mendawai pada

kelas IV dengan jumlah subjek penelitian

(2)

sebanyak 26 siswa dan dilaksanakan selama tiga bulan mulai dari September sampai November 2020.

Rangkaian kegiatan berurutan mulai dari rencana tindakan sampai dengan refleksi disebut satu siklus penelitian. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan:

1. Perencanaan tindakan;

2. Pelaksanaan tindakan;

3. Observasi dan interpretasi;

4. Analisis dan refleksi.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi, observasi dan metode tes.

Untuk memperoleh hasil penelitian seperti yang diharapkan, prosedur penelitian ini meliputi tahap-tahap sebagai berikut:

Observasi digunakan untuk mengamati pelaksanaan dan perkembangan pembelajaran materi. Ekspresi yang dilakukan oleh guru dan siswa. Pengamatan dilakukan sebelum, selama dan sesudah siklus penelitian berlangsung.

Untuk memperoleh hasil penelitian seperti yang diharapkan, prosedur penelitian ini meliputi tahap-tahap sebagai berikut:

1. Tahap Pengenalan Masalah

Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah:

1) Mengidentifikasi masalah

2) Menganalisis permasalahan penelitian secara mendalam dengan mengacu pada teori-teori yang relevan

3) Mengidentifikasi tindakan yang relevan

2. Tahap Persiapan Tindakan

Pada tahap ini peneliti melakukan persiapan yang meliputi:

1) Penyusunan jadwal penelitian 2) Penyusunan rencana pembelajaran 3) Penyusunan strategi pelaksanaan

penerapan Pendekatan Saintifik Metode Diskusi Dan Tanya Jawab 3. Tahap Penyususnan Rencana Tindakan

Rencana tindakan dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus pertama dan kedua. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

4. Tahap Implementasi Tindakan

Dalam tahap ini peneliti melaksanakan hipotesis tindakan, yakni untuk meningkatkan Hasil Belajar.

5. Tahap Pengamatan

Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar dibawah bimbingan guru.

6. Tahap Penyusunan Laporan

Pada tahap ini peneliti menyusun laporan dari semua kegiatan yang telah dilakukan selama penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I

Dalam siklus pertama terdapat empat tahapan yang dilakukan oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitiannya. Empat tahapan itu yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berikut akan dijelaskan tiap tahapnya:

Perencanaan Tindakan

a. Mengkaji beberapa indikator Hasil Belajar b. Menyiapkan alat evaluasi dan lembar

kerja siswa.

c. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa serta catatan lapangan.

Pelaksanaan

a. kegiatan pendahuluan

1) Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing.

2) Guru mengecek kehadiran siswa.

3) Menyanyikan lagu wajib nasional.

(Nasionalisme dengan mengingat perjuangan pahlawan untuk menumbuhkan rasa syukur akan kemerdekaan)

4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

5) Guru menjelaskan aspek, jenis dan teknik penilaian yang akan dilaksanakan.

6) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan literasi selama 15 menit. (Kemandirian dalam mengembangkan wawasan melalui kegiatan literasi)

b. kegiatan inti c. penutup

1) Melaksanakan penilaian dan refleksi.

2) Siswa membuat kesimpulan dibimbing guru kemudian dilaksanakan kegiatan remedial dan/atau pengayaan.

(Integritas dalam menerapkan konsep

ilmu yang didapat)

(3)

3) Menutup pelajaran dengan berdo’a dan salam. (Religius dengan mengimplementasikan nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari)

Tabel 1 Hasil Belajar Siklus I

No Nama Nilai Keterangan

1 ASL 60 Tidak Tuntas

2 AY 60 Tidak Tuntas

3 AGU 70 Tuntas

4 AK 70 Tuntas

5 DM 70 Tuntas

6 DP 80 Tuntas

7 IFS 90 Tuntas

8 KAR 80 Tuntas

9 MLK 60 Tidak Tuntas

10 ME 60 Tidak Tuntas

11 MER 80 Tuntas

12 ML 80 Tuntas

13 MY 90 Tuntas

14 MI 60 Tidak Tuntas

15 MI 70 Tuntas

16 RA 70 Tuntas

17 RM 70 Tuntas

18 RAM 80 Tuntas

19 RS 90 Tuntas

20 RR 80 Tuntas

21 SN 60 Tidak Tuntas

22 SR 60 Tidak Tuntas

23 SS 80 Tuntas

24 SC 80 Tuntas

25 TS 90 Tuntas

26 TM 60 Tidak Tuntas

Nilai Rata-Rata 73,42 Jumlah Siswa Tuntas 18 Persentase Ketuntasan 69,23%

Sumber: Data diolah

Siswa dikatakan tuntas belajar setidaknya apabila mencapai nilai ≥ 70. Berdasarkan tabel tersebut, maka persentase hasil belajar siswa pada mata Pelajaran tematik Kelas IV pada siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 2

Persentase Hasil Belajar Siklus I

No Hasil

Siklus I Jumlah Presentase 1 Jumlah Siswa

Tuntas 18 69,23%

2 Jumlah Siswa

Tidak Tuntas 8 30,77%

Jumlah 26 100%

Refleksi

Selama kegiatan pembelajaran berlangsung terdapat beberapa kendala yang terjadi pada siklus I, di antaranya adalah guru yang dalam hal ini berperan sebagai peneliti masih kurang mampu memberikan pengarahan kepada peserta didik baik yang menjadi pemeran maupun yang menjadi pengamat, media yang digunakan selama proses kegiatan belajar berlangsung sudah menarik peserta didik, dan guru jelas dalam memberikan tugas kepada masing-masing peserta didik akibatnya peserta didik sebagian masih merasa senang dan semangat.

Jadi, dalam siklus II perlu menambah aktivitas agar hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran lebih meningkat lagi.

Siklus II

Dalam siklus II ini juga terdapat empat tahapan yang dilakukan oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitiannya. Empat tahapan itu yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berikut akan dijelaskan tiap tahapnya:

a. Mengkaji beberapa indikator Hasil Belajar

b. Menyiapkan alat evaluasi dan lembar kerja siswa.

c. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa serta catatan lapangan.

Pelaksanaan Tindakan a. Kegiatan Pendahuluan b. Kegiatan Inti

c. Penutup

1) Melaksanakan penilaian dan refleksi.

2) Siswa membuat kesimpulan dibimbing guru kemudian dilaksanakan kegiatan remedial dan/atau pengayaan. (Integritas dalam menerapkan konsep ilmu yang didapat)

3) Menutup pelajaran dengan berdo’a dan salam. (Religius dengan mengimplementasikan nilai keimanan dalam kehidupan sehari- hari)

Tabel 3

(4)

Hasil Belajar Siklus II

No Nama Nilai Keterangan

1 ASL 60 Tidak Tuntas

2 AY 60 Tidak Tuntas

3 AGU 90 Tuntas

4 AK 80 Tuntas

5 DM 90 Tuntas

6 DP 80 Tuntas

7 IFS 90 Tuntas

8 KAR 80 Tuntas

9 MLK 90 Tuntas

10 ME 80 Tuntas

11 MER 90 Tuntas

12 ML 80 Tuntas

13 MY 90 Tuntas

14 MI 80 Tuntas

15 MI 90 Tuntas

16 RA 80 Tuntas

17 RM 90 Tuntas

18 RAM 80 Tuntas

19 RS 90 Tuntas

20 RR 80 Tuntas

21 SN 90 Tuntas

22 SR 80 Tuntas

23 SS 90 Tuntas

24 SC 80 Tuntas

25 TS 90 Tuntas

26 TM 90 Tuntas

Nilai Rata-Rata 83,94 Jumlah Siswa Tuntas 24

Prosentase

Ketuntasan 92,30%

Sumber: Data diolah

Tabel 4

Persentase Hasil Belajar Siklus II

No Hasil

Siklus II Jumlah Presentase 1 Jumlah Siswa

Tuntas

24 92,30%

2 Jumlah Siswa Tidak

Tuntas 2 7,70%

Jumlah 26 100%

Penerapan metode observasi dalam kegiatan belajar siswa pada siklus II telah menunjukkan adanya peningkatan dari kondisi siklus I. Hal tersebut terjadi karena masing-masing siswa saling berkompetisi dengan temannya dalam kelompok, sehingga timbul semangat untuk aktif belajar mata pelajaran tematik.

Refleksi

Tindakan yang dilakukan oleh peneliti dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode observasi sangat berpengaruh terhadap kenaikan persentase hasil belajar siswa.

Presentase siswa meningkat (92,30%) dari keseluruhan siswa 26 siswa. Tindakan yang dilakukan peneliti adalah perbaikan kualitas pembelajaran serta dorongan moral pada siswa.

Metode observasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa 75%.

Tindakan perbaikan dapat dikatakan berhasil pada siklus II, dimana guru sebagai peneliti berusaha memaksimalkan kinerja untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini berarti tingkat hasil belajar siswa pada pembelajaran Tematik telah telah sesuai dengan indikator hasil belajar yaitu 75%

dan hal tersebut biasanya diikuti dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas. Akan tetapi perlu dilaksanakan siklus III agar hasil belajar lebih optimal lagi.

Siklus III

Dalam siklus III ini juga terdapat empat tahapan yang dilakukan oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitiannya. Empat tahapan itu yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berikut akan dijelaskan tiap tahapnya:

a. Mengkaji beberapa indikator Hasil Belajar

b. Menyiapkan alat evaluasi dan lembar kerja siswa.

c. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa serta catatan lapangan.

Pelaksanaan Tindakan a. Kegiatan Pendahuluan b. Kegiatan Inti

c. Penutup

1) Melaksanakan penilaian dan refleksi.

2) Siswa membuat kesimpulan dibimbing guru kemudian dilaksanakan kegiatan remedial dan/atau pengayaan.

(Integritas dalam menerapkan konsep ilmu yang didapat)

3) Menutup pelajaran dengan berdo’a dan salam. (Religius dengan mengimplementasikan nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari)

Tabel 5

(5)

Hasil Belajar Siklus III

No Nama Nilai Keterangan

1 ASL Nilai Keterangan

2 AY 80 Tuntas

3 AGU 80 Tuntas

4 AK 90 Tuntas

5 DM 80 Tuntas

6 DP 90 Tuntas

7 IFS 90 Tuntas

8 KAR 90 Tuntas

9 MLK 80 Tuntas

10 ME 100 Tuntas

11 MER 90 Tuntas

12 ML 90 Tuntas

13 MY 90 Tuntas

14 MI 90 Tuntas

15 MI 80 Tuntas

16 RA 100 Tuntas

17 RM 80 Tuntas

18 RAM 100 Tuntas

19 RS 80 Tuntas

20 RR 90 Tuntas

21 SN 80 Tuntas

22 SR 90 Tuntas

23 SS 80 Tuntas

24 SC 90 Tuntas

25 TS 80 Tuntas

26 TM 90 Tuntas

Nilai Rata-Rata 83,94 Jumlah Siswa Tuntas 26

Prosentase

Ketuntasan 100%

Sumber: Data diolah

Tabel 6

Persentase Hasil Belajar Siklus III

No Hasil

Siklus III Jumlah Presentase 1 Jumlah Siswa

Tuntas 26 100%

2 Jumlah Siswa Tidak Tuntas

0 0%

Jumlah 26 100%

Sumber: Data diolah Refleksi

Tindakan yang dilakukan oleh peneliti dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tematik Kelas IV Semester 1 SDN 3 Mendawai dengan menggunakan metode observasi sangat berpengaruh terhadap kenaikan persentase hasil belajar siswa. Hasil belajar semua siswa tuntas dengan jumlah persentase 100 % dari keseluruhan siswa 26 siswa.

Berikut adalah grafik hasil belajar tematik

tema 3 peduli terhadap makhluk hidup melalui metode observasi pada siswa kelas IV SDN 3 Mendawai dari siklus I, II. Dan III.

Grafik 1

Hasil Belajar Siklus I, Siklus II Dan Siklus III

Sumber: Data diolah KESIMPULAN

Pada kondisi pra siklus, hasil belajar siswa pada pelajaran tematik masih tergolong rendah. Pada pra siklus hasil tes menunjukkan bahwa siswa yang tuntas belajar hanya mencapai 6 siswa atau 23,07%

dari jumlah keseluruhan 26 siswa. Sedangkan yang tidak tuntas belajar mencapai 20 siswa atau 76,93%.

Selanjutnya pada siklus I peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tematik dengan menggunakan metode observasi, siswa tuntas belajar mencapai sejumlah 18 anak (69,23%) sedangkan yang tidak tuntas belajar sejumlah 8 anak (30,77%). Target pencapaian ini belum terpenuhi kriteria keberhasilan kinerja pada siklus I, maka perlu dilakukan tindakan siklus II dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tematik mencapai 100%. Perlu diteruskan untuk tahap siklus II sebagai bentuk perbaikan pada siklus sebelumnya.

Hasil dari tindakan yang dilakukan

pada siklus I peneliti masih belum maksimal,

hal ini dibuktikan ada beberapa siswa kurang

mendengarkan penjelasan guru dengan baik

serta saat pembelajaran masih terlihat siswa

yang pasif terutama yang tidak dikontrol oleh

guru dalam kegiatan berdiskusi kelompok,

masih terlihat ada yang tidak bekerja sama

ada yang pasif berpartisipasi.

(6)

Hal tersebut juga dipengaruhi peneliti karena saat pembelajaran peneliti kurang maksimal dalam memberikan fasilitator terhadap siswa, serta tidak memberikan motivasi kepada siswa.

Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat dari jumlah 26 siswa (92,30%) dari keseluruhan siswa. Tidakan yang dilakukan peneliti adalah perbaikan kualitas pembelajaran serta dorongan secara moral dari siswa.

Pada siklus III hasil belajar siswa meningkat dari 26 siswa (100%) dari keseluruhan siswa.

Berdasarkan data tersebut, maka hal ini membuktikan hasil penelitian yang dilakukan mengalami peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tematik di Kelas IV SDN 3 Mendawai tahun pelajaran 2020/2021

DAFTAR PUSTAKA

Aristo, Rahadi. 2003. Media Pembelajaran.

Departemen Pendidikan Nasional.

Jakarta

Asmani, Jamal Ma’mur. 2011. Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Diva Press.

Jogjakarta

Hamalik, Oemar. 2014. Proses Belajar Mengajar. PT Bumi Aksara. Jakarta Kunandar. 2013. Penilaian Autentik

(Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013).

Suatu Pendekatan Praktis Disertai Dengan Contoh. Rajawali Pers. Jakarta Kunandar. 2011. Langkah Mudah

Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru.

Rajawali Press. Jakarta

Martinis, Yamin. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Gaung Persada Press. Jakarta Moleong, Lexy. 2002. Metode Penelitian

Kualitatif. CV. Remaja. Bandung Moleong,2002. Metode Penelitian Kualitatif.

Remaja Rosdakarya. Bandung

Mukhtar. 2007. Bimbingan Skripsi Tesis dan Artikel Ilmiah. Gaung Persada Press. Jambi

Punaji, Setyosari. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan.

Kencana Prenada Media Group.

Jakarta

Saminanto. 2011. Ayo Praktik PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Rasail.

Semarang

Sarwiji, Suwandi. 2011. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah. Yuma Pustaka. Surakarta Setyosari, Punaji. 2013. Metode Penelitian

Pendidikan dan Pengembangan.

Kencana Prenada Media Group.

Jakarta

Sumantri, Mulyani dan Johar Permana. 1998.

Strategi Belajar Mengajar. CV. Maulana.

Bandung

Suwandi, Joko. 2011. Penelitian Tindakan

Kelas. Universitas Muhammadiyah

Surarta Press. Surakarta

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gugus ini remaja akan memiliki risiko kesadaran yang lebih rendah pengaruh positif yang lebih kuat terhadap perilaku brand

Tetapi dalam batas tertentu respon manusia terhadap kebisingan karena tingkat terganggunya kebisingan karena tingkat terganggunya kebisingan Kebisingan pada transportasi

maka ceteris paribus jumlah yang diminta konsumen akan barang tersebut turun; dan. sebaliknya bila harga barang turun, maka jumlah barang yang diminta

Unsur- unsur yang dievaluasi sesuai yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan, meliputi Metode Pelaksanaan, Jadwal dan Uraian Tugas Harian dan Mingguan Petugas Kebersihan,

Sesungguhnya terbuka peluang bagi petani padi di lahan rawa lebak Kabupaten HSU untuk meningkatkan pendapatan rumahtangganya melalui strategi pengalokasian tenaga kerja

Aplikasi e-label batik mampu memberikan dukungan penerapan Peraturan Daerah Kota PekalonganNomor 6 Tahun 2014 di lapangan, dan label “Batik Pekalongan” yang

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data dari penelitian Analisis Information Literacy, Technology Literacy, dan Media Literacy Terhadap Kompetensi Pedagogik