29
Universitas Kristen Petra
3. METODE PENELITIAN
3.1 Definisi Konseptual
Konsep yang di bahas di dalam penelitian ini adalah sikap sebagai dampak setelah diadakanya program CSR Akademi Komunitas PT.PJB:
Sikap
Sikap disini berarti reaksi yang di ciptakan oleh perasaan mahasiswa yang mengikuti program CSR Akademi Komunitas PT.PJB, baik perasaan mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavourable) pada objek tersebut (Azwar, 2013, p.6).
CSR
CSR is the voluntary actions that a corporation implements as it pursues its mission and fulfills its perceived obligations to stakeholders, including employees, communities, the environment, and society as a whole (Combs, 2012, p.19), yang artinya CSR adalah suatu komitment bisnis untuk berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja, keluarga dari pekerja, komunitas lokal, masyarakat, dan lingkungan secara berkelanjutan.
3.2 Definisi Operasional
Definisi operasional disini menjelaskan pengoperasionalan teori tentang perubahan perilaku masyarakat sekitar dengan indikator vaiabel, yang dimana penelitian ini menggunakan hanya satu variabel yaitu variabel sikap. Sikap yang dimaksudkan disini adalah sikap alumni mengenai aktivitas dalam program CSR
“Akademi Komunitas”. Aktivitas yang dikaitkan dengan operasional ini adalah aktivitas belajar mengajar yang telah dilakukan oleh para alumni Akademi Komunitas ini. Dibagi dengan indikator sebagai berikut:
1. Komponen kognitif (cognitive), komponen yang berisi kepercayaan seseorang
mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek, sehingga
30
Universitas Kristen Petra
kepercayaan yang terbentuk akan menjadi dasar pengetahuan seseorang mengenai yang berhubungan dengan aktivitas “Akademi Komunitas” PT.PJB.
- Human Capital:
- Saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, membawa dampak postif bagi pendidikan.
- Saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, memberikan pengetahuan di bidang kelistrikan.
- Environtments :
- Saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, mengajak untuk dapat mengelola sumber daya alam misalnya gas, air, tumbuhan, dan tanah.
- Saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, berpartisipasi dalam mengelola kebersihan lingkungan di sekitar PT.PJB (bebas dari sampah).
- Social Cohesion:
- Saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, merupakan salah satu sarana komunikasi dengan perusahaan untuk dapat mengetahui kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh PT.PJB - Saya tahu dengan adanya aktivitas Akademi Komunitas dapat menjadi jembatan untuk mengenal PT.PJB.
- Economic Strength:
- Saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, membantu mengurangi tingkat pengangguran dengan memberi kesempatan bekerja di Unit Pembangkit.
- saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, membantu mengurangi tingkat kemiskinan disekitar PT.PJB dengan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar PT.PJB yang kurang mampu.
- Good Corporate Governance:
31
Universitas Kristen Petra
- Saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, karena salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan masyarakat sekitar dalam memberdayakan masyarakat untuk bekerja di Unit Pembangkit.
- Saya tahu bahwa aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, karena salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar dalam hal pendidikan.
2. Komponen afektif (affective), komponen yang berisi dimensi emosional dari sikap seseorang, yang jika dikaitkan dengan penelitian ini maka emosi yang berhubungan dengan aktivitas Akademi Komunitas yang dijalankan oleh PT.
PJB.
- Human Capital:
- Saya menyukai aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, membawa dampak postif bagi pendidikan.
- Saya menyenangi aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, memberikan pengetahuan di bidang kelistrikan.
- Environtments :
- Saya menyukai aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, mengajak dalam pengelolaan sumber daya alam misalnya gas, air, tumbuhan, dan tanah.
- Saya menyenangi aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, berpartisipasi dalam mengelola kebersihan lingkungan di sekitar PT.PJB (bebas dari sampah).
- Social Cohesion:
- Saya menyukai aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, karena dapat membuat berkomunikasi dengan perusahaan seperti mengetahui kegiatan-kegiatan yang di buat oleh perusahan.
- Saya menyukai aktivitas Akademi Komunitas karena dapat
menjadi jembatan untuk mengenal PT.PJB.
32
Universitas Kristen Petra
- Economic Strength:
- Saya menyenangi aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, membantu mengurangi tingkat pengangguran dengan memberi kesempatan bekerja di Unit Pembangkit.
- Saya menyukai aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, membantu mengurangi tingkat kemiskinan disekitar PT.PJB dengan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar PT.PJB yang kurang mampu.
- Good Corporate Governance:
- Saya menyukai aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, karena salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan masyarakat sekitar dalam memberdayakan masyarakat untuk bekerja di Unit Pembangkit.
- Saya menyukai aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, karena salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar dalam hal pendidikan.
3. Komponen konatif (behavior), dalam struktur sikap menunjukan bagaimana perilaku dari diri seseorang yang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya jika dikaitkan dengan aktivitas “Akademi Komunitas” PT.PJB yaitu kecendrungan untuk berbuat sesuatu setelah mengetahui dan mengikuti aktivitas ini.
- Human Capital:
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, karena membawa dampak postif bagi pendidikan.
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, memberikan pengetahuan di bidang kelistrikan.
- Environtments :
33
Universitas Kristen Petra
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, mengajak untuk dalam pengelolaan sumber daya alam misalnya gas, air, tumbuhan, dan tanah.
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, karena mengajarkan untuk bekerja dengan peduli lingkungan sekitar.
- Social Cohesion:
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, merupakan salah satu sarana komunikasi dengan perusahaan untuk dapat mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PT.PJB.
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas karena dapat menjadi jembatan untuk mengenal PT.PJB.
- Economic Strength:
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, membantu mengurangi tingkat pengangguran dengan memberi kesempatan bekerja di Unit Pembangkit.
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB, membantu mengurangi tingkat kemiskinan disekitar PT.PJB dengan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar PT.PJB yang kurang mampu.
- Good Corporate Governance:
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT. PJB, karena salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan masyarakat sekitar dalam memberdayakan masyarakat untuk bekerja di Unit Pembangkit.
- Saya mendukung aktivitas Akademi Komunitas PT.PJB,
karena salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada
masyarakat sekitar dalam hal pendidikan.
34
Universitas Kristen Petra
3.3 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penilitian kuantitatif deskriptif. Karena menurut Burhan Bungin dalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif (2005, p.35)“
Penelitian kuantitatif dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi.”
Penelitian sikap dari alumni AK mengenai CSR Akademi Komunitas PT.PJB ini bertujuan untuk mengukur sikap mereka mengenai implementasi aktivitas dalam program ini dengan melewati kuisioner yang diberikan.
3.4 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey karena menurut Bungin (2005, p.44) penelitian survei berkisar pada ruang lingkup seperti: Ciri-ciri demografis masyarakat, lingkungan sosial mereka, aktivitas mereka, pendapat dan sikap mereka. Jadi menggunakan metode survei menajadi sangat cocok dengan penelitian ini, karena di penelitian ini ingin mengetahui mengenai sikap dari alumni AK mengenai aktivitas CSR Akademi Komunitas PT.PJB
3.5 Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dari penelitian adalah siapa yang menjadi orang yang diteliti oleh peneliti. Menurut judul penelitian ini Sikap mahasiswa AK mengenai aktivitas CSR Akademi Komunitas yang diadakan PT.PJB, jadi subjek dari penelitian ini adalah alumni AK 3 angkatan 2011-2015. Dan objek dari penelitian adalah hal apa yang ingin di teliti, dalam penelitian ini yaitu sikap dari alumni AK mengenai aktivitas CSR Akademi Komunitas PT. PJB.
3.6 Populasi dan Sampel Penelitian
Dalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D yang
ditulis oleh Sugiyono (2014, p.80) mendefinisikan populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
35
Universitas Kristen Petra
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulanya.
Sampel menurut Sugiyono (2014, p.81) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi.
Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik total sampling, karena jumlah alumni mahasiswa hanya 120 orang, menurut Bungin (2005, p.101) tidak semua penelitian menggunakan sampel sebagai sasaran penelitian pada penelitian tertentu dengan skala kecil, skala kecil disini dimaksudkan untuk sampel yang berjumlah 100, dalam istilah penelitian kuantitatif, objek penelitian yang kecil ini disebut sebagai total sampling, yaitu keseluruhan populasi merangkap sebagai sampel penelitian. Karena di dalam penelitian ini hanya memiliki 120 sampel dan jumlah tersebut mendekati syarat dari total sampling maka peneliti menggunakan teknik sampling tersebut.
Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik survey. Peneliti membagi kuisioner dengan menggunakan media email atau membaginya secara langsung, dikarenakan sampel tidak semua berada di wilayah Surabaya.
3.7 Jenis sumber data
Menurut Bungin dalam bukunya Metodologi Penelitian Kuantitatif (2005, p.122) data dibagi menjadi dua yaitu data sekunder dan data primer.
1. Data Primer
Data Primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian. Data primer diperoleh dari sumber data primer, yaitu sumber pertama dimana sebuah data dihasilkan.
Dalam penelitian ini data primer di dapat dari pembagian kuisioner yang
dibagikan kepada alumni Akademi Komunitas angkatan 2011 – 2015. Dan
teknik penilaian kuisoner di dalam penelitian ini menggunakan skala likert,
36
Universitas Kristen Petra
yang dimana skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi (Sugiyono, 2014, p.93).
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang di peroleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang dibutuhkan. Data ini bisa membantu jika peneliti sukar atau tidak memperoleh data dari sumber data primer, dan kemungkinan karena menyangkut hal hal yang pribadi. Disini data sekunder didapatkan peneliti dengan bantuan dokumentasi, buku, dan internet untuk melengkapi data – data yang ada.
3.8 Jenis Data
Penelitian ini menggunakan jenis data ordinal, menurut Bungin (2005, p.121) data ordinal menunjukan data dalam suatu urutan tertentu atau dalam satu seri.
Penentuan posisi tidak memerhatikan jarak antara data kuantitatif yang satu dengan yang lain.
3.9 Teknik Pengumpulan Data
Metode untuk mengumpulkan data yang di pakai oleh peneliti dengan memberi kuisoner. Dari hasil kuisioner tersebut peneliti menilai dengan menggunakan skala likert. Skala likert mempunyai alternatif jawaban yang cukup banyak, tetapi di dalam penelitian ini peneliti menggunakan salah satu alternative jawaban yaitu: “Sangat setuju”, “Setuju”, “Ragu-ragu”, “Tidak setuju”, “Sangat tidak setuju”. Yang dimana masing – masing jawaban ini di beri bobot oleh peneliti dari 1 hingga 5. Responden bisa memberikan jawaban dengan memberi tanda cawang (√) salah satu dari jawaban tersebut. Kriteria penilaian dari masing – masing variabel tersebut sebagai berikut:
Sangat Setuju memiliki skor 5 (ST)
Setuju memiliki skor 4 (S)
Netral/Ragu-Ragu memiliki skor 3 (N)
Tidak Setuju memiliki skor 2 (TS)
37
Universitas Kristen Petra
Sangat Tidak Setuju memiliki skor 1 (STS)
Dari pengumpulan data tersebut akan ditemukan hasil dari pembentukan sikap dari komponen kognitif, konatif, afektif sebagai berikut (Azwar, 2013, p.20):
1. Sikap Positif adalah sikap yang menunjukan bahwa suatu individu memperihatkan sikap menyetujui, menerima, mengakui, melakukan, serta melaksanakan norma yang berlaku dimana individu tersebut berada.
Pendakatan tersebut sebagai wujud penerimaan yang merupakan perubahan sikap dari keputusan yang menuju pada tujuan sikap yang sesuai tujuan diadakanya program CSR “Akademi Komunitas”.
2. Sikap Negative adalah sikap yang menunjukan bahwa suatu individu memperlihatkan atau menunjukan, pertentangan, penolakan, tidak menyetujui, serta tidak melaksanakan tindakan sesuai pesan atau tujuan yang disampaikan dalam program CSR “Akademi Komunitas”.
3. Sikap Netral adalah Sikap yang tidak memihak atau netral tetap disebut sikap juga walaupun arahnya tidak positif dan tidak negatif yang menuju pada tujuan sikap yang sesuai tujuan diadakanya program CSR “Akademi Komunitas”.
Dalam penelitian ini kelas akan dibagi menjadi tiga bagian, yang dimana meliputi: positif, negatif, netral. Setelah pembagian kelas maka dapat ditemukan beberapa interval kelas yang didapatkan dari penjumlahan skor dari variabel sikap, yang dapat berdasarkan skor total dari ketiga unsur sikap yakni kognitif, afektif, konatif.
Besar Interval =
=
= 1.33
38
Universitas Kristen Petra
Status Mean Kategori
1,00 ≤ mean ≤ 2,33 Negatif
2,34 ≤ mean ≤ 3,67 Netral
3.68 ≤ mean ≤ 5,00 Positif
Tabel 3.1 Tabel Pembentukan Sikap Sumber : Olahan Peneliti, 2015
3.10 Teknik Analisis Data
Setelah peneliti mendapatkan data maka yang akan menjadi langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. peneliti menganalisis data melalui beberapa tahap pengelolaan data yaitu (Bungin, 2005, p.164):
1. Editing adalah kegiatan yang dilaksanakan setelah peneliti selseai menghimpun data dilapangan. Kegiatan ini menjadi penting karena kenyataanya bahwa data yang terhimpun kadang kala beleum memenuhi harapan peneliti, ada diantaranya kurang atau terlewatkan, tumpang tindih, berlebihan bahkan terlupakan. Oleh karena hal tersebut menjadi penting untuk peneliti melakukan kegiatan editing data.
2. Coding adalah kegiatan setelah dilakukanya proses editing pada data yang sudah didapatkan. Kegiatan coding berguna untuk mengklasifikasikan data – data tersebut melalui tahapan coding. yang berarti data yang telah melalui proses editing diberi identitas sehingga memiliki arti tertentu pada saat dianalisis. Didalam penelitian ini responden diminta menjawab pertanyaan yang sudah dibagikan dengan pilihan jawaban Sangat setuju, setuju, netral / ragu-ragu, tidak setuju, dam sangat tidak setuju, dari jawaban tersebut di beri simbol berupa angka, dan angka disini yang disebut sebagai kode.
3. Tabulasi adalah bagian terakhir dari pengelolaan data. Maksud dari
tabulasi adalah memasukan data pada table – table tertentu dan mengatur
angka – angka serta menghitungnya.
39
Universitas Kristen Petra
Dalam penelitian ini penulis tidak menggunakan tabulasi silang (crosstab) dikarenakan peneliti hanya ingin melihat sikap dari alumni Akademi Komunitas mengenai aktivitas Akademi Komunitas saja.
3.10.1 Distribusi Frekuensi
Dalam penelitian sosial dikenal beberapa teknik statistik deskriptif antara lain Distribusi Frekuensi, Tendensi Sentral, Standar Deviasi, dan sebagainya. Namun pada penelitian ini peneliti menggunakan Distribusi Frekuensi sebagai teknik menganalisis data, yang dimana Dimensi Frekuensi melakukan perhitungan data dengan menghitung frekuensi data tersebut kemudian dipresentasekan. Dan dalam frekuensi tersebut dapat dilihat penyebaran presentasenya, yang oleh kebanyakan orang dikenal dengan frekuensi relatif (Bungin, 2005, p.172). Rumus yang digunakan untuk menghitung sebaran presentasi tersebut adalah:
N =
x 100%
Keterangan
fx = Frekuensi Individu N = Jumlah Kejadian
3.11 Uji Validitas, Uji Realibilitas, Distribusi Frekuensi & Tabulasi Silang
Uji validitas adalah prosedur untuk memastikan apakah kusioner yang dipakai
untuk mengukur variabel penelitian valid atau tidak. Kusioner dikatakan valid apabila
dapat mempresentasikan atau mengukur apa yang hendak diukur (variabel
penelitian). Uji validitas dilakukan dengan melihat hasil corrected item total
colleration dengan ketentuan bahwa variabel yang di teliti dinyatakan valid
dibandingkan r
tabel(Santoso, 2002, p. 270).
40
Universitas Kristen Petra