• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 3.1 Lokasi Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Gambar 3.1 Lokasi Penelitian"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

22 BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN 3.1 Metodologi

3.1.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berada di Bandar Udara Internasional Radin Inten II yang beralamat di Jl. Lintas Sumatera No.758, Haduyang, Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung 35362, dan wilayah permukiman sekitarnya.

Gambar 3.1 Lokasi Penelitian 3.1.2 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif deskriptif yaitu melakukan pengukuran kuantitatif dengan metode deskriptif menggunakan penelitiaan perpustakaan dengan mengumpulkan data melalui berbagai literatur.

Adapun penelitian yang akan dilakukan selama 10 jam/hari dengan menyesuaikan jam kerja bandara, pada tanggal 6-12 September 2021. Perhitungan berlangsung selama satu minggu pada saat weekday (senin dan rabu) dan weekend (jumat dan sabtu). Lokasi observasi titik sampling kebisingan telah ditentukan berdasarkan

(2)

23

jarak dari landasan pacu Bandar Udara Internasional Radin Inten II sesuai dengan ketentuan International Civil Aviation Organisation (ICAO), dengan 12 titik sampling pada jarak rentang 300 – 4000 meter dari landasan pacu (runaway) [11]. Adapun 4 titik sampling tambahan yang terdapat perumahan warga. Titik sampling dapat dilihat pada Gambar 3.2 dan keterangannya dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Gambar 3.2 Titik Sampling Kebisingan

(3)

24

Tabel 3.1 Keterangan Titik Sampling

Titik Lokasi Jarak Dari Landasan

Pacu (m)

Rentang Indeks

Sampling (m) Latitude Longitude

1 Brantiraya, Pondok Pesantren Perkemas ±300

0-300

5°15'3.76"S 105°11'25.40"E

2 Brantiraya, Perumahan warga ±300 5°15'7.02"S 105°11'28.11"E

3 Tower ATC, Bandar Udara Internasional Radin

Inten II ±300 5°14'31.78"S 105°10'33.70"E

4 Apron, Bandar Udara Internasional Radin Inten II ±300 5°14'35.92"S 105°10'37.13"E

5 Jl. Rajawali, Gg. 12, Perumahan Warga ±1000 300-1000 5°15'41.51"S 105°11'50.19"E

6 Jl. Rajawali, Perumahan Warga ±2000 1000-2000 5°16'3.79"S 105°12'14.74"E

7 Jl. Rajawali, SMP Negeri 5 NATAR ±3000 2000-3000 5°16'13.65"S 105°12'47.47"E

8 Masjid Miftahul Huda, Natar ±4000 3000-4000 5°16'17.33"S 105°13'16.24"E

9 Jl Candimas 1, Natar ±1000 300-1000 5°13'47.89"S 105°10'18.11"E

10 Masjid Nurul Huda, Natar ±2000 1000-2000 5°13'16.68"S 105°10'8.82"E

11 Jl Branti Raya, Natar ±3000 2000-3000 5°12'38.12"S 105°10'20.46"E

12 Masjid Al Istiqomah, Natar ±4000 3000-4000 5°12'7.97"S 105°10'30.33"E

13 Jl Sejahtera, Natar (Perumahan)* ±450

300-1000

5°15'4.06"S 105°10'52.04"E

14 Jl Brantiraya, Natar (Perumahan)* ±450 5°14'43.52"S 105°11'16.17"E

15 Jl Sejahtera, Natar (Perumahan)* ±550 5°15'12.38"S 105°10'37.06"E

16 Jl Brantiraya, Natar (Perumahan)* ±550 5°14'35.50"S 105°11'29.60"E

Keterangan: *, merupakan titik sampling tambahan.

(4)

25 3.2Tahap Percobaan

3.2.1 Alat

Pada tahap ini penelitian memerlukan:

- Sound Level Meter (SLM) type AS824 dan UT353 dengan pengukuran kebisingan 35-140 dB(A), kemudian membuat dan mencetak lembar tabel formulir nilai kebisingan untuk mencatat hasil dari perhitungan.

- Google Earth (Aplikasi) untuk penentuan titik pengambilan sampel.

- Stopwatch untuk mengukur waktu saat sampling.

- GPS digunakan untuk menentukan titik koordinat lokasi sampling.

3.2.2 Prosedur

Mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI No. 48 tahun 1996 tentang baku tingkat kebisingan maka perlunya visualisasi kondisi eksisting persebaran kebisingan di wilayah studi. Penelitian ini menggunakan data primer sebagai teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan pengukuran pada 10 titik sampel utama yang telah di fokuskan pada kebisingan pada landasan pacu pesawat saat aktivitas landing dan takeoff. Pengambilan data primer ini dengan menggunakan alat Sound Level Meter (SLM) type AS824 dan UT353, citra satelit menggunakan Google Earth untuk penentuan titik pengambilan sampel dan distribusi spasial kebisingan. Lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 3.3.

(5)

26

Gambar 3.3 Diagram Alir Metode Penelitian Mulai

Studi Literatur

Identifikasi Masalah

Observasi dilapangan

Persiapan Sampling

16 titik sampling rekomendasi ICAO

Pengumpulan Data:

a. Data Primer : Berdasarkan Perhitungan.

b. Data Sekunder : Di dapat dari PT Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Radin Inten II.

Pengukuran Kebisingan Sound level meter type AS824

dan UT353

Analisis Data:

1. Pengolahan data primer dan sekunder.

2. Menganalisis (distribusi frekuensi dan ANOVA).

3. Pemetaan kebisingan.

Kesimpulan

Selesai Tahap Penentuan Tingkat Kebisingan:

-Distribusi frekuensi, Perhitungan Leq mengacu pada KEPMENLH No.48/MenLH/11/1996

-Indeks WECPNL yang direkomendasikan oleh ICAO

(6)

27 3.2.2.1 Studi Literatur

Studi literatur dilakukan sebagai tahap awal untuk menganalisis data dalam pembahasan dengan cara mengumpulkan serta mempelajari data-data dan informasi yang bersumber dari buku literatur, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian terkait kebisingan pada Bandar Udara.

3.2.2.2 Identifikasi Masalah

Dari penentuan ide penelitian yang di dapat dilakukan identifikasi masalah yang selanjutnya akan dibahas dan dikembangkan sehingga memperjelas arah penelitian yang dilaksanakan.

3.2.2.3 Observasi dilapangan

Observasi dilapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting daerah penelitian, terkait kondisi lingkungan kawasan studi, lalu lintas, aktivitas sekitar, dan besaran kebisingan di Bandar Udara.

3.2.2.4 Persiapan Sampling

Persiapan Sampling untuk mengukur kebisingan menggunakan data yang dikumpulkan yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperlukan untuk menjadi acuan untuk mengetahui kondisi eksisting di masa sekarang. Data sekunder diperlukan sebagai perbandingan kondisi eksisting di masa lalu.

Melakukan pembagian kelompok sampling menjadi 3 tim yang terdiri dari 2 orang, dengan pembagian sebagai berikut:

 Tim 1: Di titik 1, 2, 3, 4, 13 dan 15.

 Tim 2: Di titik 5, 6, 7, 8, 14, dan 16.

 Tim 3: Di titik 9, 10, 11,dan 12.

3.2.2.5 Pengukuran Kebisingan

Pengukuran kebisingan menggunakan 3 alat sound level meter, yaitu 1 (satu) SLM dengan type AS824 yang memiliki sertifikat kalibrasi dan 2 (dua) SLM dengan type UT353 yang telah dilakukan uji pada sumber kebisingan yang sama dengan SLM yang telah terkalibrasi dengan selisih ±0,5 dB(A) sehingga dapat digunakan.

(7)

28

SLM dapat mengukur kebisingan antara 35-130 dBA pada rentang frekuensi 31,5- 8,5 HZ dengan tingkat akurasi ± 1,5 dB. Mekanisme kerja pada SLM dengan memperhatikan ketinggian mikrofon ± 1,2 m dari permukaan tanah dan ± 3 meter dari barrier atau bangunan. Perhitungan kebisingan mengacu pada KEPMENLH No.48/MenLH/11/1996 dengan melakukan pengukuran selama 16 jam, namun dalam penelitian ini dilakukan pengukuran sampel selama 10 jam yang disesuaikan dengan jam kerja bandara. Pengukuran kebisingan menggunakan cara sederhana dengan pembacaan kebisingan setiap 5 detik selama 10 menit dengan bantuan Stopwatch, kemudian di catat pada lembar sampling, dan diperoleh 120 data dalam satu waktu pengukuran. Contoh pembagian waktu pengukuran kebisingan:

- L1 dilakukan pada pukul 09.05 mewakili jam 07.00 – 10.00 - L2 dilakukan pada pukul 10.30 mewakili jam 10.00 – 14.00 - L3 dilakukan pada pukul 15.09 mewakili jam 14.00 – 17.00 - L4 tidak ada aktivitas di Bandara Radin Inten II [26].

Adapun prosedur pengukuran dengan menggunakan SLM yaitu [10] :

a. Hidupkan alat ukur intensitas kebisingan, pastikan memencet ON pada Sound Level Meter.

b. Pastikan keadaan power on, periksa kondisi baterai.

c. Sesuaikan pembobotan waktu respon alat ukur dengan karakteristik sumber bunyinya. (S untuk bunyi konstan dan F untuk bunyi kejut)

d. Posisikan mikropon alat ukur sejajar dengan telingan manusia.

e. Arahkan mikropon dengan sumber bunyi. (tegak lurus 70⁰-80⁰ dari sumber bunyi)

f. Pilih tingkatan bunyi sinabung setara (Leq), disesuaikan dengan tujuan penelitian.

g. Catat hasil pengukuran, pada lembar data sampling.

(8)

29 3.2.2.6 Tahap Penentuan Tingkat Kebisingan

Pada tahap penelitian ini dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai Leq dengan menggunakan distribusi frekuensi. Komponen pada distribusi frekuensi meliputi [27]:

a. Nilai

Nilai (N) merupakan jumlah seluruh data yang ada di dalam distribusi frekuensi.

b. Range

Range (r) merupakan jangkauan data yang diperoleh sebagai pembatas untuk data yang akan diolah:

Range ditentukan dengan Persamaan 3.1:

R = Xmax-Xmin (3.1) Dimana:

Xmax = Nilai rata-rata maksimum Xmin = Nilai rata-rata minimum c. Kelas

Kelas (k) dapat di tentukan dengan Persamaan 3.2:

k = 1 +3,3 Log (n) (3.2) d. Interval Kelas

Interval kelas (i) merupakan interval untuk menetapkan kelas-kelas dalam distribusi. Banyaknya Interval kelas dapat ditentukan dengan Persamaan 3.3:

i = r/k (3.3) e. Nilai Tengah Kelas

Nilai tengah kelas merupakan nilai yang ada di tengah interval kelas. Nilai Tengah dapat ditentukan dengan Persamaan 3.4:

(BB+BA)/2 (3.4) f. Frekuensi

Frekuensi merupakan angka yang menunjukkan berapa kali suatu variabel berulang atau muncul di dalam deretan angka tersebut.

(9)

30 Kemudian Leq dapat dihitung dengan rumus:

Leq = 10 Log (1/120)(Tn1.100,1In1+Tn2.10 0,1ln2+ ...+ Tn(n).10 0,1ln) (2.1) Selanjutnya menentukan nilai Ltotal yang dapat dihitung dengan rumus:

Lrata-rata = (L1 + L2 + L3)/3dB(A) (2.2) Keterangan:

- Leq = Tingkat Kebisingan Sinambung dB (Equivalent Continuous Noise Level) dB(A).

- Lrata-rata = Leq total dB(A).

- Li = Level kebisingan hasil perhitungan (L1,L2,dst)

- L1 = Leq 1

- L2 = Leq 2 - L3 = Leq 3 - Tn = Frekuensi - In = Nilai Tengah

Data hasil perhitungan Leq (1,2, dan 3) dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks kebisingan berdasarkan jenis pesawat pada saat take off dan landing yang dapat dihitung dengan metode WCPNL (Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level) yang ditetapkan dan direkomendasikan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) [2]. Menghitung intensitas kebisingan rata-rata tiap jenis pesawat dari tiap titik dapat menggunakan rumus dengan Persamaan 2.3 [2] :

( )= 10 log

(2.3) Dimana:

( ) : Intensitas kebisingan rata-rata

L : Nilai kebisingan pada saat terjadi pergerakan pesawat N : Jumlah pesawat

Untuk menentukan N dapat ditentukan dengan Persamaan 2.4:

(10)

31

N = N2 + 3 N3 + 10 (N1 + N4) (2.4) Dimana:

N = Jumlah kedatangan dan keberangkatan pesawat udara yang dihitung berdasarkan pemberian bobot yang berbeda untuk pagi, petang dan malam.

N1 = Jumlah aktivitas kedatangan dan keberangkatan pesawat udara saat pagi (07.00 – 19.00).

N2 = Jumlah aktivitas kedatangan dan keberangkatan pesawat udara saat petang (19.00 – 22.00).

N3 = Jumlah aktivitas kedatangan dan keberangkatan pesawat udara saat malam 22.00 – 07.00.

N4 = Jumlah aktivitas kedatangan dan keberangkatan pesawat udara (22.00 – 07.00).

Kemudian saat hasil dari intensitas kebisingan rata-rata pesawat disetiap titik telah didapatkan, lalu melakukan perhitungan indeks kebisingan dengan Persamaan 2.5:

WECPNL = ( ) + 10 log N – 27 (2.5) Dimana:

dB(A) : Nilai desibel rata-rata puncak kesibukan pesawat (1 hari).

3.2.2.7 Pengumpulan Data

Pada pengumpulan data diperlukan data primer dan sekunder meliputi:

a. Data Primer :

- Intensitas Kebisingan dB(A).

- Kondisi eksisting atau aktivitas sekitar.

- Kondisi cuaca.

b. Data Sekunder : Di dapat dari PT Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Radin Inten II. Dokumen yang diperlukan yaitu:

 Profil Bandar Udara Internasional Radin Inten II.

 Layout Bandar Udara Internasional Radin Inten II.

 Data frekuensi penerbangan pesawat.

(11)

32

 Data jenis pesawat maskapai penerbangan.

 Dokumen KKOP terkait kawasan kebisingan.

3.2.2.8 Analisis Data

 Perhitungan Leq

Data primer yang diperoleh akan diolah dan dihitung dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk mendapatkan nilai Leq (L1, L2 dan L3) pada setiap titik sampling disaat weekday dan weekend. Nilai Leq sesuai dengan standar pengukuran kebisingan dalam lampiran Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI No. 48 tahun 1996, selanjutnya dapat digunakan untuk menghitung nilai Lrata-rata.

 Komparasi Kondisi Tingkat Kebisingan

Dalam penelitian ini di lakukan perhitungan indeks kebisingan WECPNL sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 40 tahun 2012 tentang pembangunan dan pelestarian lingkungan hidup bandar udara. Nilai Leq yang sebelumnya sudah diketahui (L1, L2 dan L3) pada setiap titik sampling disaat weekday dan weekend dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks WECPNL untuk mengetahui tingkat kawasan kebisingan yang ada di sekitar Bandar Udara Internasional Radin Inten II. Hasil dari tingkat kebisingan dapat dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah nomor 40 tahun 2012 tentang pembangunan dan pelestarian lingkungan hidup bandar udara apakah sudah sesuai dengan kondisi Kawasan kebisingan I, kawasan kebisingan II, dan kawasan kebisingan III di sekitar bandara Radin Inten II. Lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 2.4.

 Uji ANOVA

ANOVA (analisis of variance) merupakan prinsip analisis variabilitas data menjadi dua sumber variansi yaitu variansi kelompok dan variansi antar kelompok. Jika perbandingan kedua sumber variansi mendekati angka satu berarti nilai yang dibandingkan tidak ada perbedaan. Sebaliknya jika nilai variansi antar kelompok lebih besar dari nilai variansi kelompok, maka nilai tersebut terdapat perbedaan [25].

(12)

33

 Visualisasi Persebaran Kebisingan

Hasil nilai Lmax pada saat weekday dan weekend akan diolah menjadi peta kontur kebisingan dengan menggunakan aplikasi Golden Surfer. Hasil peta kontur kebisingan akan dilakukan overlay dengan peta dasar (base map) yang kemudian akan diolah dengan menggunakan perangkat lunak sistem informasi hingga menghasilkan output berupa layout peta kontur kawasan persebaran kebisingan.

3.2.2.9 Kesimpulan

Setelah melakukan pembahasan akan didapatkan hasil kesimpulan dari nilai Leq, hasilnya dapat dilihat dari peta kontur. Adapun hasil nilai indeks WECPNL untuk kemudian menentukan kawasan kebisingan.

3.3 Jadwal Penelitian

Perubahan situasi yang sedang terjadi akibat Covid-19 dengan adanya kebijakan PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) menyebabkan tren frekuensi yang berubah-ubah dan cenderung menurun, karena tidak banyak orang yang berpergian atau berlibur menggunakan moda transportasi umum salah satunya pesawat. Penelitian ini dibagi menjadi weekday dan weekend yang dilakukan selama 4 hari dalam seminggu yaitu:

 Weekday mewakili hari senin dan rabu.

 Weekend mewakili hari jumat dan sabtu.

Penentuan jadwal penelitian di tulis berdasarkan data jadwal frekuensi harian yang di dapat dari PT.Angkasa Pura II yaitu di bulan Juni, Juli, dan Agustus.

Dapat dilihat pada Tabel 3.2.

(13)

34

Tabel 3.2 Jadwal Pengukuran Penelitian

N O

Hari/

Tanggal

Lokasi

Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5 Titik 6 Titik 7 Titik 8 Titik 9 Titik 10

Titik 11

Titik 12

Titik 13

Titik 14

Titik 15

Titik 16

1 Senin/06/09 /2021

09.05

(T) 09.20 09.40 09.55 09.05

(T) 09.20 09.40 09.55 09.05

(T) 09.20 09.40 09.55 08.45 08.45 08.25 08.25 10.30

(T) 10.45 10.55 11.10 10.30

(T) 10.45 10.55 11.10 10.30

(T) 10.45 10.55 11.10 11.30 11.30 11.45 11.45 15.09

(L) 14.54 14.34 14.19 15.09

(L) 14.54 14.34 14.19 15.09

(L) 14.54 14.34 14.19 13.59 13.59 13.44 13.44

2 Rabu/08/09/

2021

09.50 10.05

(L) 09.30 19.15 09.50 10.05

(L) 09.30 09.15 09.50 10.05

(L) 09.30 19.15 08.55 08.55 08.25 08.25 11.10 10.55

(T) 11.30 11.45 11.10 10.55

(T) 11.30 11.45 11.10 10.55

(T) 11.30 11.45 12.05 12.05 11.45 11.45 14.47 15.02

(L) 14.27 14.12 14.47 15.02

(L) 14.27 14.12 14.47 15.02

(L) 14.27 14.12 13.52 13.52 13.44 13.44

3 Jumat/10/0 9/2021

08.30 08.45 09.20

(L) 09.05 08.30 08.45 09.20 (L) 09.05 08.30 08.45 09.20

(L) 09.05 08.10 08.10 07.55 07.55 11.08 10.53 10.23

(T) 10.38 11.08 10.53 10.23 (T) 10.38 11.08 10.53 10.23

(T) 10.38 11.33 11.33 11.48 11.48 14.13 14.32 15.07

(L) 14.52 14.13 14.32 15.07 (L) 14.52 14.13 14.32 15.07

(L) 14.52 13.57 13.57 13.41 13.41

4 Sabtu/11/09 /2021

09.56 09.41 09.21 09.01 (T) 09.56 09.41 09.21 09.01

(T) 09.56 09.41 09.21 09.01

(T) 08.41 08.41 08.26 08.26 10.00 10.15 10.35 10.50 (L) 10.00 10.15 10.35 10.50 10.00 10.15 10.35 10.50 10.50

(L)

10.50

(L) 09.30 09.30 14.09 14.24 14.44 15.09 (T) 14.09 14.24 14.44 15.09 14.09 14.24 14.44 15.09 13.44 13.44 15.09

(T)

15.09 (T) Keterangan: (T) = Adanya aktivitas Takeoff

(L) = Adanya aktivitas Landing

Gambar

Gambar 3.1 Lokasi Penelitian  3.1.2 Jenis Penelitian
Gambar 3.2 Titik Sampling Kebisingan
Tabel 3.1 Keterangan Titik Sampling
Gambar 3.3 Diagram Alir Metode Penelitian Mulai Studi Literatur Identifikasi Masalah Observasi dilapangan Persiapan Sampling
+2

Referensi

Dokumen terkait

Transportasi online sudah mulai dikenal dan diterima oleh publik di beberapa kota dan juga dipandang bermanfaat bagi masyarakat (Hisanuddin, 2017). Persaingan dunia

 PKS akan dibuat dan mengacu pada MoU yang berlaku, jika MoU baru telah selesai, maka yang dijadikan dasar hukum adalah MoU yang baru, namun jika belum selesai, maka dasar

Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman orang tua yang lebih luas dan mendalam terhadap isu-isu gender dalam kegiatan

Melihat latar belakang dari fenomena di atas maka penulis tertarik untuk meneliti tentang “Positioning Dan Personal branding Pasangan Kontestan Politik Yang

Skripsi ini membahas tentang nilai-nilai Zen Buddhisme yang terkandung dalam seni beladiri karate, dan secara khusus menyorot hubungan yang terjalin antara nilai-nilai mu-shin

Usaha pihak Pondok Pesantren Islamic Centre Al-Hidayah Kampar dalam mengembangkan serta memajukan Pondok Pesantren tersebut telah banyak yang dilakukan, diantaranya pengembangan

Sebagai kesimpulan dari analisis aspek pembiayaan, dilakukan analisis tingkat ketersediaan dana yang ada untuk pembangunan bidang infrastruktur Cipta Karya yang