Introduction to Business Law Group 3 Project
Teks penuh
(2) Introduction to Business Law • Group 3 Project. Group 3. 01. Cindy Stella. 02. Felicia Efendy. 03. Fransisca Nataliova. 04. Jemima Caralie. 05. Maharani Pakpahan. 06. Reynaldi Soesanto. 07. Riska Widi. 08. Sherlin Andika.
(3) Table of Contents. 01. Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien. 02. Etika Profesional Akuntan Publik. 03. Prinsip Etika Profesional Akuntan Publik. 04. Undang - Undang.
(4) (Independensi, Integritas, Objektivitas dan Perilaku Profesional). Introduction to Business Law • Group 3 Project. Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien.
(5) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Bapepam menemukan adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan Great River. Tak tertutup kemungkinan, Akuntan Publik yang menyajikan laporan keuangan Great River itu ikut menjadi tersangka. Menteri Keuangan (Menkeu) RI terhitung sejak tanggal 28 Nopember 2006 telah membekukan izin Akuntan Publik (AP) Justinus Aditya Sidharta selama dua tahun. Sanksi tersebut diberikan karena Justinus terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan Laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Great River International Tbk (Great River) tahun 2003..
(6) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Selama izinnya dibekukan, Justinus dilarang memberikan jasa atestasi (pernyataan pendapat atau pertimbangan akuntan publik) termasuk audit umum, review, audit kerja dan audit khusus. Dia juga dilarang menjadi Pemimpin Rekan atau Pemimpin Cabang Kantor Akuntan Publik (KAP). Namun yang bersangkutan tetap bertanggung jawab atas jasa-jasa yang telah diberikan serta wajib memenuhi ketentuan untuk mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL)..
(7) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Pembekuan izin oleh Menkeu ini merupakan tindak lanjut atas Surat Keputusan Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik (BPPAP) Nomor 002/VI/SK-BPPAP/VI/2006 tanggal 15 Juni 2006 yang membekukan Justinus dari keanggotaan Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP). Hal ini sesuai dengan Keputusan Menkeu Nomor 423/KMK.06/2006 tentang Jasa Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menkeu Nomor 359/KMK.06/2003 yang menyatakan bahwa AP dikenakan sanksi pembekuan izin apabila AP yang bersangkutan mendapat sanksi pembekuan keanggotaan dari IAI dan atau IAI-KAP..
(8) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Menurut Fuad Rahmany, Ketua Bapepam-LK, pihaknya sedang melakukan penyidikan terhadap AP yang memeriksa laporan keuangan Great River. Kalau ditemukan unsur pidana dalam penyidikan itu, maka AP tersebut bisa dijadikan sebagai tersangka. “Kita sedang proses penyidikan terhadap AP yang bersangkutan. Kalau memang nanti ditemukan ada unsur pidana, maka dia akan kita laporkan juga Kejaksaan,” ujar Fuad..
(9) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Seperti diketahui, sejak Agustus lalu, Bapepam menyidik akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan Great River tahun buku 2003. Fuad menyatakan telah menemukan adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan Great River. Sayangnya, dia tidak bersedia menjelaskan secara detail praktek konspirasi dalam penyajian laporan keuangan emiten berkode saham GRIV itu.. Fuad juga menjelaskan tugas akuntan adalah hanya memberikan opini atas laporan perusahaan. Akuntan, menurutnya, tidak boleh melakukan segala macam rekayasa dalam tugasnya. “Dia bisa dikenakan sanksi berat untuk rekayasa itu,” katanya untuk menghindari sanksi pajak..
(10) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Menanggapi tudingan itu, Kantor akuntan publik Johan Malonda & Rekan membantah telah melakukan konspirasi dalam mengaudit laporan keuangan tahunan Great River. Deputy Managing Director Johan Malonda, Justinus A. Sidharta, menyatakan, selama mengaudit buku Great River, pihaknya tidak menemukan adanya penggelembungan account penjualan atau penyimpangan dana obligasi. Namun dia mengakui metode pencatatan akuntansi yang diterapkan Great River berbeda dengan ketentuan yang ada. “Kami mengaudit berdasarkan data yang diberikan klien,” kata Justinus..
(11) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Menurut Justinus, Great River banyak menerima order pembuatan pakaian dari luar negeri dengan bahan baku dari pihak pemesan. Jadi Great River hanya mengeluarkan ongkos operasi pembuatan pakaian. Tapi saat pesanan dikirimkan ke luar negeri, nilai ekspornya dicantumkan dengan menjumlahkan harga bahan baku, aksesori, ongkos kerja, dan laba perusahaan. Justinus menyatakan model pencatatan seperti itu bertujuan menghindari dugaan dumping dan sanksi perpajakan. Sebab, katanya, saldo laba bersih tak berbeda dengan yang diterima perusahaan. Dia menduga hal itulah yang menjadi pemicu dugaan adanya penggelembungan nilai penjualan. Sehingga, diinterpretasikan sebagai menyembunyikan informasi secara sengaja..
(12) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Johan Malonda & Rekan mulai menjadi auditor Great River sejak 2001. Saat itu perusahaan masih kesulitan membayar utang US$ 150 Juta kepada Deutsche Bank. Pada 2002, Great River mendapat potongan pokok utang 85 persen dan sisa utang dibayar menggunakan pinjaman dari Bank Danamon. Setahun kemudian Great River menerbitkan obligasi Rp 300 miliar untuk membayar pinjaman tersebut. “Kami hanya tahu kondisi perusahaan pada rentang 2001-2003,” kata Justinus..
(13) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Sebelumnya, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah melimpahkan kasus penyajian laporan keuangan Great River ke Kejaksaan Agung pada tanggal 20 Desember 2006. Dalam laporan tersebut, empat anggota direksi perusahaan tekstil itu ditetapkan menjadi tersangka, termasuk pemiliknya, Sunjoto Tanudjaja. Kasus tersebut muncul setelah adanya temuan auditor investigasi Aryanto, Amir Jusuf, dan Mawar, yang menemukan indikasi penggelembungan account penjualan, piutang, dan aset hingga ratusan miliar rupiah di Great River. Akibatnya, Great River mengalami kesulitan arus kas dan gagal membayar utang..
(14) Kasus Perekayasaan Laporan Keuangan Klien Berdasarkan hasil pemeriksaan Bapepam terdapat indikasi penipuan dalam penyajian laporan keuangan. Pasalnya, Bapepam menemukan kelebihan pencatatan atau overstatement penyajian account penjualan dan piutang dalam laporan tersebut. Kelebihan itu berupa penambahan aktiva tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi yang tanpa pembuktian. Akibatnya, Great River kesulitan arus kas. Perusahaan tidak mampu membayar utang Rp 250 miliar kepada Bank Mandiri dan gagal membayar obligasi senilai Rp 400 miliar..
(15) Introduction to Business Law • Group 3 Project. Etika Profesional Akuntan Publik.
(16) Etika Profesional Akuntan Publik Adanya etika profesional bagi sebuah profesi dibutuhkan guna membangun dan menjamin kepercayaan masyarakat atau pengguna jasa akan mutu jasa yang diberikan oleh profesi tersebut. Etika profesional bagi praktik akuntan di Indonesia dikenal dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Etika profesional yang dikeluarkan IAI ditujukan untuk mengatur perilaku semua anggotanya yang berprofesi sebagai akuntan publik dan juga yang berpraktik dalam berbagai tipe profesi auditor dan profesi akuntan lain..
(17) Introduction to Business Law • Group 3 Project. Prinsip Etika Profesional Akuntan Publik.
(18) Prinsip Etika Profesional Akuntan Publik Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik IAI menyatakan pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi..
(19) Introduction to Business Law • Group 3 Project. Prinsip-Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia. 01. Tanggung Jawab Profesi. 02. Kepentingan Publik. 03. Integritas. 04. Objektivitas. 05. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional. 06. Kerahasiaan. 07. Perilaku Profesional. 08. Standar Teknis.
(20) Tanggung Jawab Profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.. Pada kasus yang melibatkan KAP Justinus dalam mengumumkan laporan hasil audit pada PT. Great River menunjukkan bahwa auditor/praktisi gagal dalam mengamalkan prinsip tanggung jawab profesi karena KAP Justinus tidak menggunakan pertimbangan moral dan profesional sehingga dapat bekerjasama dengan klien dalam merekayasa laporan keuangan yang kemudian diverifikasi melalui jasa audit yang diberikan oleh KAP dan dinyatakan wajar dimana kesalahan pada kelebihan penilaian penjualan yang berdampak pada laba perusahaan dapat lolos dari proses audit yang dilakukan oleh auditor, padahal auditor telah mengetahui bahwa adanya kesalahan yang dapat merugikan berbagai pihak terkait pengguna hasil audit tersebut. Apa yang dilakukan oleh KAP Justinus dalam memberikan hasil audit yang tidak sesuai merupakan suatu tindakan.
(21) Kepentingan Umum Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionelisme.. Dalam kasus ini KAP Justinus menunjukkan sikap yang tidak mementingkan kepentingan publik atas jasa profesi yang dilakukannya karena KAP yang bersangkutan bekerja atau melakukan pekerjaan berdasarkan pada kepentingan pribadi karena mendapatkan imbalan dan kepentingan klien (PT. Great River) yang memberikan imbalan apabila KAP Justinus bersedia melakukan audit di bawah pengaruh dan kepentingan klien tanpa memperdulikan kepentingan publik yang membutuhkan informasi dari hasil audit KAP atas laporan keuangan PT. Great River..
(22) Integritas Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas tinggi. Integritas diukur dalam bentuk apa yang benar dan adil. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk antara lain bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. Dalam hal ini, KAP Justinus telah kehilangan integritasnya sebagai seorang akuntan publik karena telah dengan sengaja melakukan kecurangan dan menyalahgunakan peran profesinya demi keuntungan pribadi..
(23) Objektivitas Objektivitas adalah kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip ini mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.. KAP Justinus tidak mendasarkan hasil auditnya berdasarkan temuantemuan dan proses audit yang bersifat independen dan dinilai secara objektif namun berdasarkan penilaian subjektif yang dilandasi kepentingan pribadi, proses audit pun tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena bukti-bukti yang sesungguhnya menunjukkan bahwa terdapat penyimpangan pada laporan keuangan klien tidak dapat diperlihatkan dalam hasil audit nya melainkan KAP memberikan hasil audit sesuai keinginan klien untuk suatu imbalan..
(24) Introduction to Business Law • Group 3 Project. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir..
(25) Introduction to Business Law • Group 3 Project. Kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya..
(26) Perilaku Profesional Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.. Tindakan KAP Justinus yang menerima imbalan dengan menerbitkan laporan hasil auditan PT. Great River tanpa mengungkap adanya penyimpangan merupakan tindakan yang sama sekali tidak mencerminkan sikap profesional seorang akuntan publik karena merugikan berbagai pihak terkait bahkan kreditur karena sesungguhnya perusahaan tengah dalam kondisi kesulitan keuangan namun hasil audit KAP menunjukkan perusahaan dalam keadaan baik-baik saja sehingga tindakan KAP Justinus ini jelas merupakan tindakan yang mendiskreditkan profesi akuntan publik..
(27) Standar Teknis Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan objektivitas.. Tindakan KAP Justinus seperti yang terpapar di atas merupakan contoh tindakan auditor yang tidak melakukan pekerjaannya sesuai dengan standar teknis dan profesional yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) karena KAP menerima dan menjalankan jasa yang diminta oleh klien untuk mendukung pemalsuan laporan keuangan yang jelas-jelas tidak sejalan dengan prinsip integritas dan objektivitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh akuntan publik untuk mempertahankan kredibilitasnya dan kepercayaan publik..
(28) Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas memiliki beberapa point aturan yang berkaitan erat dengan implementasi Keuangan Berkelanjutan di Indonesia. "Laporan tahunan harus memuat sekurang-kurangnya: laporan keuangan, laporan mengenai kegiatan Perseroan, laporan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan, laporan tugas pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris selama tahun buku yang baru lampau, nama anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris, gaji dan tunjangan anggota Direksi dan gaji Dewan Komisaris; Pasal 66 ayat 2 menyebutkan bahwa "Laporan keuangan pada ayat (2) disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan." ~ Bagian Kedua Pasal 66 ayat 6.
(29) Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Dalam kasus penggelembungan atau overstatement penyajian account penjualan dan piutang dalam laporan keuangan PT. Great River seperti yang telah dipaparkan di atas badan penyelidik mengindikasi dan menyatakan bahwa adanya konspirasi yang dilakukan KAP Justinus yang membantu kliennya dalam merekayasa laporan keuangan agar menunjukkan kondisi yang wajar. Kelebihan pencatatan tersebut berupa penambahan aktiva tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi yang tanpa pembuktian. Akibatnya, Great River kesulitan arus kas. Perusahaan tidak mampu membayar utang Rp 250 miliar kepada Bank Mandiri dan gagal membayar obligasi senilai Rp 400 miliar. Akibat ketidakjujuran yang dilakukan akuntan dalam memberikan hasil audit terhadap laporan keuangan PT. Great River tentunya merugikan berbagai pihak lain secara khusus Bank dan pemegang obligasi PT. Great River dan juga pemegang saham diakibatkan kesalahan prediksi mengenai kondisi dan prospek perusahaan yang terinterpretasi melalui laporan keuangan yang kemudian diaudit oleh KAP Justinus dan dinyatakan wajar karena adanya konspirasi antara KAP dan perusahaan sehingga kondisi perusahaan yang sebenarnya tidak terungkap. Padahal perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan, namun ditutupi oleh manajemen dibantu dengan akuntan yang mengaudit dengan cara melakukan penggelembungan nilai penjualan sehingga laba perusahaan dilaporkan jauh lebih tinggi daripada yang sebenarnya. Hasil penyelidikan telah memutuskan bahwa metode pencatatan nilai ekspor atas jasa maklon yang diterapkan oleh PT. Great River tidak sesuai aturan dan jelas-jelas terdapat praktik penggelembungan nilai penjualan, dan terbukti KAP Justinus terlibat didalamnya untuk membantu kliennya..
(30) Thank you!.
(31)
Gambar
Dokumen terkait
Makna Indikator : Survey terhadap tingkat kepuasan anggota DPRD menunjukkan komitmen untuk terus memacu peningkatan kinerja pelayanan1. Alasan Pemilihan Indikator :
Kategori ini termasuk bahan yang diketahui memiliki efek yang tidak diinginkan terhadap kemampuan atau kapasitas reproduksi atau efek terhadap perkembangan manusia atau
karena atas rahmat-Nya tesis yang berjudul “Penambahan Core Stabilization Exercise lebih menurunkan disabilitas dibandingkan dengan penambahan latihan metode
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui implementasi manajemen kurikulum di Madrasah Aliyah As’adiyah Atapange Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo
pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia masih relatif rendah, dan dikarenakan adanya perbedaan hasil, penulis menyusun penelitian dengan judul
adanya peran yang cukup baik bagi seorang guru dalam mengawasi sikap dan perilaku siswa agar dapat sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di sekolah dan di
Kewajiban PNS menurut Pasal 88 dan Pasal 89 yang melakukan penyitaan terhadap narkotika dan prekusor Narkotika wajib membuat berita acara penyitaan dan menyerahkan
Sebanyak 55,68 persen responden menyatakan bahwa anggota kelompok mampu seluruhnya menerapkan panen kopi yang sesuai dengan tingkatan waktu petik (permulaan,