LOGO
Prof. Dra. Susanti Linuwih, M.Stat, PhD
Wibawati, S.Si, M.Si
PENDAHULUAN
1 2
Latar Belakang Tujuan
3 4
Manfaat
Batasan Masalah
Kelas Layanan
Khusus (KLK)
Latar Belakang
Kesempatan memperoleh pendidikan merupakan prioritas utama bagi
pembangunan pendidikan
Bappeko : 9.779 anak usia 7-12 tahun yang tidak bisa sekolah
(35% berasal dari Surabaya Utara) Faktor ekonomi menyebabkan rendahnya minat masyarakat miskin
terhadap dunia pendidikan
Program pemerintah berupa BKM dan BOS belum cukup untuk mengurangi
angka putus sekolah
Regresi Logistik
Kurang dari 6 Bulan
Lama Belajar di KLK
Lebih dari 6 Bulan
Tujuan
1 2
Manfaat
Dapat menggambarkan keadaan siswa KLK di Surabaya Utara sehingga dapat diambil
kebijakan dari dinas terkait dalam rangka
penggunaan metode pembelajaran di KLK
Batasan Masalah
Penentuan model regresi logistik dari faktor-
faktor yang mempengaruhi lama kelulusan
siswa KLK di Surabaya Utara
LOGO
Regresi logistik biner adalah regresi logistik dimana variabel responnya terdiri dari dua kategori yaitu 0 dan 1
Model regresi logistik dengan k variabel prediktor adalah :
Dengan transformasi logit diperoleh :
Nilai β diperoleh melalui turunan parsial pertama
L(β) terhadap β
Uji Serentak Hipotesis :
H
0: β
0= β
1= … = β
k= 0
H
1: paling sedikit ada satu β
j≠ 0 Statistik uji :
dimana
Keputusan : Tolak H
0bila G >
v = banyak parameter dalam model
Uji Parsial Hipotesis :
H
0: β
j= 0
H
1: β
j≠ 0 ; j = 1,2,..,k Statistik Uji :
Keputusan :
Tolak H
0bila W > Z
α/2atau W < -Z
α/2 Uji Hosmer-Lemeshow H
0: Model sesuai
H
1: Model tidak sesuai Statistik Uji :
dimana : = banyaknya subjek grup ke-l
= jumlah nilai variabel respon grup ke-k
Keputusan : Tolak H
0jika
Variabel Prediktor Dikotomus
Odds Ratio (ψ) merupakan nilai yang
menunjukkan besarnya pengaruh antara
kategori satu dan kategori dua (kategori dua terhadap respon dengan kategori pembanding)
Nilai ψ menyatakan bahwa variabel prediktor
dengan kategori 1 berpengaruh ψ kali dari
kategori 0 terhadap variabel respon
Interpretasi Koefisien Model
Variabel Prediktor Kontinu
Diasumsikan bahwa logit bersifat linier, sehingga persamaannya g(x) = β
0+ β
1x
Artinya koefisien slope β
1memberikan perubahan nilai pada ln odds untuk
penambahan “1” unit x
Tinjauan Statistik Non
Program KLK
Prestasi
Belajar
Bertujuan untuk mempersiapkan anak usia SD yang putus sekolah atau belum sekolah karena alasan ekonomi
Tergolong anak normal bukan anak berkelainan mental
Diselenggarakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di lokasi yang banyak terdapat anak putus
sekolah
Merupakan kelas sementara
Menggunakan Pembelajaran Terpadu dan Pembelajaran
Kelas Rangkap
Menurut Wahyuningsih (2004), secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan prestasi belajar dapat digolongkan
menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal
Faktor internal
Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu faktor fisiologis dan faktor psikologis
Faktor eksternal
Meliputi faktor lingkungan keluarga (Sosial ekonomi keluarga,
pendidikan orang tua, perhatian orang tua dan suasana hubungan antara anggota keluarga), faktor lingkungan sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat
Metodologi
Diagram Alur Langkah
Analisis
Variabel
Sumber Data
Data Sekunder :
Data siswa yang telah lulus KLK dan masih
sekolah di SD penyelenggara KLK sampai tahun 2009
Data Primer :
Survey terhadap siswa alumni KLK di SDN Pegirian I dan SDN Wonokusumo XII di
Kecamatan Semampir
Variabel Respon
Lama studi di KLK kurang dari 6 bulan (1)
Lama studi di KLK lebih dari 6 bulan (0)
Variabel Prediktor
X1 : Jenis Kelamin
X2 : Umur
X3 : Adanya Saudara yang Putus Sekolah
X4 : Jumlah Saudara
X5 : Status Kependudukan Bapak
X6 : Lama Tinggal di Surabaya
X7 : Apakah pernah sekolah sebelumnya
X8 : Lama Belajar di rumah
X9 : Pendamping Belajar
X10 : Aktivitas di Luar Sekolah
Untuk mengetahui karakteristik siswa KLK dilakukan analisis deskriptif dan tabulasi silang
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama siswa belajar di KLK dan seberapa besar faktor-faktor tersebut
mempengaruhi variabel respon dilakukan analisis regresi logistik biner dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Menentukan model regresi logistik berganda b. Melakukan uji signifikansi
c. Menentukan model regresi logistik univariat
d. Melakukan pengujian secara serentak dan parsial e. Melakukan uji kesesuaian model (goodness of fit)
f. Menginterpretasikan model regresi logistik berganda (odds ratio) g. Menghitung ketepatan klasifikasi model
LOGO
Laki-Laki 57%
Perempuan 43%
Jenis Kelamin
7 tahun 13%
8 tahun 27%
9 tahun 17%
10 tahun 22%
11 tahun 10%
12 tahun 8%
13 tahun 3%
Usia
Kelas A 70%
Kelas B 27%
Kelas C 3%
Kelas KLK
Status Kependudukan Bapak Status Kepemilikan Rumah
Lama Tinggal di Surabaya Pekerjaan Bapak
Kegiatan Ibu Jumlah Saudara
Saudara Putus Sekolah Sekolah Sebelumnya
Sekolah Sebelumnya
Lama KLK
Total
> 6 bulan ≤ 6 bulan
Pernah Sekolah 9 17 32
Tidak Pernah Sekolah 25 9 28
Total 34 26 60
Aktivitas Siswa di Luar Sekolah
Lama Studi & Sekolah Sebelumnya
Lama Belajar Lama KLK
Total
> 6 bulan ≤ 6 bulan
Tidak Belajar 15 1 16
< 1 jam 14 6 20
> 1 jam 5 19 24
Total 34 26 60
Lama Studi & Lama Belajar
Teman Belajar Lama KLK
Total
> 6 bulan ≤ 6 bulan
Tidak Ada 27 5 16
Dg Keluarga/Teman 7 21 24
Total 34 26 60
Lama Studi & Teman Belajar
Regresi Logistik Berganda
1
Uji Kesesuaian Model
2
Regresi Logistik Parsial
3
Ketepatan Klasifikasi
4
Variabel B S.E. Sig. Exp (B) Jenis Kelamin ( X1 (1)) 1.217 0.880 0.166 3.379 Umur (X2) -0.004 0.311 0.991 0.996 Adanya Saudara yang
Putus Sekolah (X3(1)) -0.535 0.978 0.585 0.586 Jumlah Saudara (X4) 0.198 0.243 0.414 1.219 Status Kependudukan
(X5(1)) 0.892 1.009 0.377 2.439
Lama Tinggal (X6(1)) 0.940 1.035 0.364 2.561 Lama Tinggal (X6(2)) 1.607 1.172 0.17 4.988 Sekolah Sebelum (X7
(1)) -0.640 0.845 0.449 0.527
Lama Belajar (X8(1)) -2.746 1.34 0.040* 0.064 Lama Belajar (X8(2)) -1.576 0.817 0.054* 0.207 Pendamping (X9 (1)) -1.744 0.845 0.039* 0.175 Kerja (X10(1)) -2.250 1.355 0.097* 0.105
Constant 1.909 0.619 0.002* 6.743
Hipotesis
H0 : β1 = β2 = ... = β10 = 0
H1 : paling sedikit ada satu βj ≠ 0 , j = 1,2,...,10
α = 10%
Model regresi logistik :
) (1) 2.25X (1)
1.744X - (2) 1.576X - (1) 2.746X - (1.909 exp 1
) (1) 2.25X (1)
1.744X - (2) 1.576X - (1) 2.746X - (1.909 ) exp
(
10 9
8 8
10 9
8
x 8
Hipotesis :
H0 : Model sesuai (tidak ada perbedaan antara hasil observasi dengan kemungkinan hasil prediksi model)
H1 : Model tidak sesuai (ada perbedaan antara hasil observasi dengan kemungkinan hasil prediksi model)
Dari hasil analisis Hosmer and Lemeshow Test diperoleh nilai dan nilai = 12.017 sehingga gagal tolak H0 atau model sudah sesuai artinya tidak ada perbedaan antara hasil observasi dengan kemungkinan hasil prediksi model
808 . ˆ 0
2 C
) 1 . 0
; 7 (
Lama Belajar (X8)
Siswa KLK di Surabaya Utara yang setiap harinya belajar kurang dari 1 jam memiliki kecenderungan untuk lulus KLK kurang dari 6 bulan 0.064 kali lebih besar jika dibandingkan dengan siswa yang tidak belajar di rumahnya. Sedangkan siswa yang belajar di
rumahnya lebih dari 1 jam tiap harinya memiliki kecenderungan untuk lulus KLK kurang dari 6 bulan 0.207 kali lebih besar
dibandingkan dengan siswa yang tidak belajar
Pendamping Belajar (X9)
Siswa KLK di Surabaya Utara yang memiliki pendamping dalam proses belajar di rumah baik itu didampingi oleh keluarga atau belajar dengan teman memiliki kecenderungan untuk lulus KLK
kurang dari 6 bulan 0.175 kali lebih besar jika dibandingkan dengan siswa yang belajar sendirian tanpa pendamping
Kegiatan di Luar Jam Sekolah (X10)
Siswa KLK di Surabaya Utara yang aktivitas di luar jam sekolah adalah tidak bekerja memiliki kecenderungan 0.105 kali lebih besar untuk lulus KLK kurang dari 6 bulan jika dibandingkan dengan siswa yang aktivitas di luar jam sekolah bekerja
Variabel B S.E. Sig. Exp (B) Jenis Kelamin ( X1(1)) 0.203 0.526 0.700 1.224
Constant -0.357 0.348 0.306 0.700
Umur (X2) 0.028 0.161 0.864 1.028
Constant -0.523 1.512 0.729 0.593
Adanya Saudara yang Putus
Sekolah (X3(1)) -1.478 0.566 0.009* 0.228
Constant 0.379 0.360 0.292 1.462
Jumlah Saudara (X4) -0.097 0.153 0.527 0.908
Constant 0.002 0.498 0.996 1.002
Status Kependudukan
(X5(1)) 0.554 0.672 0.410 1.740
Constant -0.372 0.291 0.201 0.690
Lama Tinggal (X6(1)) 1.322 0.669 0.048* 3.750 Lama Tinggal (X6(2)) 0.588 0.637 0.356 1.800
Constant -0.811 0.425 0.056* 0.444
Sekolah Sebelum (X7(1)) -1.658 0.567 0.003* 0.191
Constant 0.636 0.412 0.123 1.889
Lama Belajar (X8(1)) -4.043 1.149 0.000* 0.018 Lama Belajar (X8(2)) -2.182 0.701 0.002* 0.113
Constant 1.335 0.503 0.008* 3.800
Pendamping (X9(1)) -2.785 0.654 0.000* 0.062
Constant 1.099 0.436 0.012* 3.000
Kerja (X10(1)) -1.461 1.129 0.196 0.232
Constant -0.148 0.273 0.587 0.862
Hipotesis :
H
0: β
j= 0
H
1: β
j≠ 0 , j = 1, 2, ..., 10
α = 10%
Ada Tidaknya Saudara yang Putus Sekolah (X3)
Variabel ini hanya berpengaruh terhadap lama studi siswa KLK di Surabaya Utara secara parsial saja. Siswa KLK yang tidak memiliki saudara yang putus sekolah cenderung akan lulus KLK kurang dari 6 bulan 0.228 kali lebih besar dibandingkan siswa yang memiliki saudara yang putus sekolah
Lama Tinggal di Surabaya (X6)
Variabel ini secara parsial saja berpengaruh terhadap lama studi siswa KLK di Surabaya Utara. Siswa yang tinggal di Surabaya
selama 6-10 tahun memiliki kecenderungan untuk lulus KLK kurang dari 6 bulan sebesar 3.75 kali dibandingkan siswa yang tinggal di Surabaya kurang dari 5 tahun
Pernah Tidaknya Sekolah Sebelumnya (X7)
Variabel ini hanya berpengaruh terhadap lama studi siswa KLK di Surabaya Utara secara parsial saja. Siswa KLK yang pernah
bersekolah sebelumnya cenderung akan lulus KLK kurang dari 6 bulan 0.191 kali lebih besar dibandingkan siswa yang tidak pernah sekolah sebelumnya
Lama Belajar (X8)
Siswa KLK di Surabaya Utara yang setiap harinya belajar kurang dari 1 jam memiliki kecenderungan untuk lulus KLK kurang dari 6 bulan 0.018 kali lebih besar jika dibandingkan dengan siswa yang tidak belajar di rumahnya. Sedangkan siswa yang belajar di
rumahnya lebih dari 1 jam tiap harinya memiliki kecenderungan untuk lulus KLK kurang dari 6 bulan 0.113 kali lebih besar
dibandingkan dengan siswa yang tidak belajar
Teman Belajar (X9)
Siswa KLK yang dalam proses belajar di rumah jika ditemani keluarganya atau belajar dengan teman maka siswa tersebut berpotensi 0.062 kali akan lulus KLK kurang dari 6 bulan
Prediksi Persentase kebenaran
> 6 bulan ≤ 6 bulan Observasi
> 6 bulan 28 6 82.4
≤ 6 bulan 4 22 84.6
Persentase 83.3
Sebanyak 65.4% dari siswa KLK yang bisa transfer ke kelas reguler dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan pernah bersekolah
sebelumnya. Siswa yang lulus KLK kurang dari 6 bulan mayoritas belajar di rumah selama > 1 jam sehari, yaitu sebanyak 73% dan ditemani oleh keluarga atau teman dalam proses belajar di rumah
sedangkan untuk siswa yang lulus KLK lebih dari 6 bulan kebanyakan mereka di rumah tidak belajar, yaitu sebanyak 44.1% dan belajar < 1 jam sehari sebanyak 41.2%
Variabel lama belajar, teman belajar, dan bekerja tidaknya siswa tersebut di luar sekolah, berpengaruh secara serentak dalam menentukan lama siswa menempuh masa studi di KLK
Secara parsial variabel ada tidaknya saudara yang putus sekolah,lama tinggal di Surabaya, pernah tidaknya sekolah sebelumnya, lama
belajar, teman belajar berpengaruh terhadap lama studi siswa KLK di Surabaya Utara
Ditambahkan beberapa variabel prediktor agar faktor-faktor yang mempengaruhi lama studi siswa KLK lebih jelas.
Dilakukan pengembangan penelitian dalam area yang lebih luas lagi karena belum diketahui apakah di daerah lainnya akan
menghasilkan gambaran yang sama.
Saran bagi pihak yang terkait dengan penyeleggara KLK d
Surabaya Utara adalah agar lebih memberikan perhatian bagi siswa KLK yang bekerja di luar kegiatan sekolahnya, memberikan motivasi agar siswa KLK belajar lebih banyak di rumah, serta bekerja sama dengan pihak orang tua siswa untuk mengontrol dan mendampingi siswa dalam proses belajar di rumah agar siswa KLK bisa lebih cepat untuk transfer ke kelas reguler.
Agresti, A. 1990. Categorical Data Analysis. New York : John Wiley and Sons.
Anonim.2009. www.koranpendidikan.com/artikel/3913/tentang-klk- di-sd.html. Diakses pada tanggal 30 September 2009 pukul 16.09 WIB.
Hosmer, D. W. and Lemeshow, S. 2000. Applied Logistic Regression Second Edition. USA : John Wiley and Sons, Inc.
Jawa Pos (Surabaya). 2009. 5 Mei. 9.779 Anak Usia SD di Surabaya Tak Sekolah.
Johnson, R.A. dan Wichern, D.W. 1992. Applied Multivariate Statistical Analysis. New Jersey : Prentice Hall.
Kompas (Jakarta). 2009. 23 Agustus. Siswa Miskin di Surabaya Utara Rawan Putus Sekolah.
Mustakim. 2001. Psikologi Pendidikan. Semarang : Pustaka Pelajar.
Pribadi, Sikun. 1987. Mutiara-Mutiara Pendidikan. Jakarta : Erlangga.
Wahid, M. Shodiq Abd. 2009. Disertasi : Manajemen
Penyelenggaraan Pendidikan Model Kelas Layanan Khusus (Studi Multisitus di SDN Kotalimo 10 Mekar dan SDN Tanjungan 5 Mekar).
Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.
Wahyuningsih, Amalia Sawitri. 2004. Skripsi : Hubungan Antara
Kecerdasan Emosisonal dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas II SMU Lab School Jakarta Timur. Universitas Persada Indonesia Jakarta.
Winkel, WS. 1997. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar.
Jakarta : Gramedia.