4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Pada sub bab ini menjelaskan mengenai latar belakang perusahaan, fasilitas perusahaan, logo perusahaan dan struktur organisasi manajemen Novotel Surabaya Hotel and Suites.
4.1.1 Latar Belakang Perusahaan
Novotel Surabaya Hotel and Suites didirikan di atas lahan yang dibeli dari PT. Unilever di Jalan Ngagel 173-175 Surabaya. Penggunaannya diresmikan melalui 3 tahap, yaitu Trial Opening pada tanggal 17 Mei 1995, Soft Opening pada tanggal 3 Juni 1995, kemudian Grand Opening pada tanggal 12 Oktober 1995 dengan nama Novotel Surabaya Hotel and Suites. Novotel merupakan salah satu Chains Hotel (jaringan hotel internasional) dibawah naungan Accor Asia Pasific, maka visi misi Accor Asia Pasific juga merupakan visi misi dari Novotel Surabaya Hotel and Suites, yaitu “Seeking the best of everything, Creating better place just to be”.
Konsep “A Resort within City” yang diterapkan dalam hotel ini menjadikan Novotel Surabaya Hotel and Suites sebagai satu-satunya hotel bernuansa resort di kota Pahlawan. Bentuk bangunannya yang unik dengan gaya klasik dan tatanan yang rapi serta modern membuat IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia) memberikan penghargaan kepada Novotel Surabaya dengan predikat sebagai bangunan hotel terbaik tingkat nasional. Pada tahun 2004 Novotel Surabaya juga mendapatkan penghargaan Adhikarya untuk hotel bintang 4 terbaik di seluruh Jawa Timur. Novotel Surabaya Hotel and Suites menyediakan 138 kamar yang terdiri dari 128 kamar standart (73 superior room with garden view twin bed and double bed, 55 deluxe room with pool view twin and double bed).
Selain kamar, Novotel yang mempunyai karyawan sebanyak 250 orang in juga menyediakan 73 unit apartemen dengan pool view yang terdiri dari 42 unit 1 bedroom, 20 unit 2 bedroom, 10 unit 3 bedroom, serta 1 unit penthouse 4 bedrooms.
4.1.2 Fasilitas Novotel Surabaya and Suites
Dengan standart bintang 4 plus, Novotel mempunyai fasilitas pelayanan yang dibuat dan diberikan secara maksimal antara lain:
1. Room and Apartment
Dengan fasilitas individual AC system, TV dengan national dan international channels, in house movie, private safety box, fully finished rooms, bath with shower, 100% electrical back-up power supply, laundry rooms with washing and dryer (in apartment), service hotel, maintenance 24 hours, room service 24 hours, security 24 hours, taxi and car rental, airport shuttle, business center, laundry service, duty manager 24 hours.
2. Function Room
Ballroom (Brawijaya 1+2+3) dengan kapasitas 110-350 orang.
Brawijaya 1 dengan kapasitas 30-100 orang.
Brawijaya 2 dengan kapasitas 50-150 orang.
Brawijaya 3 dengan kapasitas 30-100 orang.
Board Room dengan kapasitas 15-25 orang.
Jayabaya Room dengan kapasitas 15-25 orang.
Penthouse dengan kapasitas 50-100 orang.
3. Restaurant
- Janggala Restaurant, menyediakan makanan Asia dan Eropa.
- Dahana Lounge Bar, menyediakan berbagai macam cocktail dan mocktail, serta menu-menu baru setiap bulannya.
- Pool Bar, menyediakan menu-menu istimewa disamping kolam renang.
4. Cake Shop
Cake Shop La Chocolatine, menjual berbagai macam cake and bakery yang selalu fresh setiap saat.
5. Sports
- Swimming Pool, kolam renang dengan hiasan taman yang rindang dan sejuk di sekitar kolam.
- Tennis Court, lapangan tennis yang dapat digunakan setiap saat bagi tamu Novotel Surabaya Hotel and Suites.
- Fitness Center, pusat olahraga dengan instruktur dan peralatan yang lengkap merupakan akses istimewa bagi para tamu.
- Squash Court, lapangan squash bagi mereka yang gemar bermain olahraga indoor.
- Jogging Track, lintasan jogging juga disediakan untuk memanjakan para tamu yang menginap.
- Whirlpool, dengan air hangat dibuat bagi para tamu setelah melakukan aktivitas olahraga.
- Sauna dengan peralatan yang dibuat alami memberikan kesan nyaman bagi para penggunanya.
6. Shops
- Drug store and sport items, menjual berbagai macam obat, rokok, aksesoris dan peralatan olahraga.
- Art shop yang menjual barang-barang kesenian.
7. Beauty Salon
Hairdresser yang memberikan layanan bagi para tamu yang ingin tampil beda pada saat-saat tertentu.
8. Business Center
Business Center, pusat bisnis di mana para tamu dapat memesan tiket pesawat, fotokopi, membeli peralatan menulis, menggunakan fasilitas internet, dan lain-lain.
9. Member Pas Accor
Member yang diberikan kepada tamu dengan persyaratan tertentu.
4.1.3 Logo Novotel Surabaya Hotel and Suites
Makna dari logo yang terdiri dari tulisan, warna, dan gambar ini adalah:
a. Tulisan Novotel dengan jenis huruf bercetak tebal merupakan identitas perusahaan yang eksis dan kuat.
b. Tulisan Accor Hotel yang ditulis dengan menggunakan huruf miring melambangkan kesan yang fleksibel dan dinamis.
c. Lengkungan yang berbentuk senyuman (smile) dengan warna kuning magenta melambangkan keramahan, kehangatan, dan keceriaan.
d. Garis lurus dengan warna yang sama dengan gambar smile merupakan garis yang memisahkan tulisan Novotel dengan Accor Hotel dimana terdapat hubungan kerja sama yang hangat.
e. Warna biru yang digunakan sebagai dasar dari logo memberikan arti yang teduh, nyaman, dan damai. Sesuai dengan konsepnya yaitu resort hotel sebagai tempat peristirahatan yang nyaman.
4.1.4 Struktur Organisasi 4.1.4.1 Struktur Organisasi
Hotel Novotel mempunyai 10 departemen dan masing-masing departemen dipimpin oleh seorang manajer, yaitu:
1) Executive Office
Merupakan departemen tertinggi dalam sebuah hotel, yang dipimpin oleh General Manager yang bertanggung jawab terhadap seluruh operasional hotel.
2) Personnel Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Personnel Manager yang bertanggung jawab untuk menangani semua masalah kepegawaian, baik masalah penerimaan karyawan ataupun masalah kesejahteraan dan keselamatan karyawan-karyawan hotel serta menjadi penyalur aspirasi karyawan kepada pihak manajemen dan sebaliknya.
3) Front Office Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Front Office Manager yang bertanggung jawab terhadap penjualan kamar, laporan penjualan setiap bulan dan menghadapi complaint dari para tamu pada areanya. Terdiri dari:
a. Reception b. Reservation
c. Telephone Operator d. Concierge
e. Guest Relation Officer (GRO) 4) Housekeeping Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Housekeeping Manager yang bertanggung jawab mengkoordinasi kebutuhan dari fasilitas- fasilitas hotel, kebersihan Public Area, utilities, area parkir, dan seluruh kamar.
5) Engineering Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Chief Maintenance yang bertanggung jawab terhadap perbaikan dan perawatan peralatan, utilities, dan fasilitas-fasilitas hotel.
6) Security Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Chief Security yang bertanggung jawab terhadap keamanan hotel dan memiliki tanggung jawab pula terhadap urusan taman hotel (Gardening).
7) Food and Beverage Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Food and Beverage Manager yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan dan minuman. Ada 2 (dua) bagian, yaitu:
a) Food and Beverage Product, yang terdiri dari: Cold Kitchen, Hot Kitchen, dan Pastry. Semua bagian dipimpin oleh Executive Chef.
b) Food and Beverage Service, yang terdiri dari: Restoran Janggala, Dahana Lounge Bar, Pool Bar, Room Service, Banquet, dan Cake Shop. Semua bagian dipimpin oleh Food and Beverage Manager.
8) Sales and Marketing Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Sales and Marketing Manager yang bertanggung jawab dalam mempromosikan fasilitas- fasilitas yang dijual oleh hotel kepada tamu dan masyarakat pada umumnya.
Misalnya, menawarkan paket wedding, paket sweet seventeen, penyewaan ruangan untuk meeting, paket untuk acara tahun baru, dan masih banyak lagi yang lainnya.
9) Accounting Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Accounting Manager yang bertanggung jawab dalam menangani semua keuangan baik pengeluaran, pemasukan, penagihan, dan tagihan yang bersangkutan dengan hotel kemudian memberikan laporan keuangan tersebut kepada atasan.
10) Purchasing Department
Merupakan sebuah departemen yang dipimpin oleh seorang Purchasing Manager yang bertanggung jawab terhadap pembelian peralatan dan bahan- bahan lainnya yang dibutuhkan oleh hotel.
Untuk lebih jelasnya mengenai struktur organisasi Novotel Surabaya Hotel and Suites dapat dilihat pada Lampiran 1.
4.1.4.2 Struktur Manajemen Surabaya Hotel and Suites
Hotel Novotel Surabaya dipimpin oleh General Manager yang bernama Mr. Christiaan Jones Rumambi yang memiliki kepala-kepala departemen yang bertanggung jawab kepada General Manager atas semua work order dari organisasi mereka masing-masing. Ada 10 kepala departemen yang bertanggung jawab, yaitu:
1. Executive Housekeeper 2. Laundry Manager 3. Executive Chef
4. Room Division Manager 5. Financial Controller
6. Director Of Sales & Marketing 7. Security Manager
8. Duty Engineering
9. Assistant Outlet Manager 10. Executive Secretary
4.2 Analisis Kualitas Data 4.2.1 Uji Validitas
Validitas menunjukkan seberapa baik suatu instrument yang digunakan dapat mengukur suatu konsep tertentu. Uji Validitas dilakukan terhadap masing- masing item pertanyaan (indikator) yang membentuk variabel tertentu, dalam penelitian ini adalah variabel karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pernyataan pada variabel karakteristik pekerjaan (X1):
Tabel 4.1. Uji Validitas Variabel Karakteristik Pekerjaan
Pernyataan
Corrected Item- Total
Correlation r Tabel Keterangan
X1.1.1 0.676 0.256 Valid
X1.1.2 0.619 0.256 Valid
X1.2.1 0.505 0.256 Valid
X1.2.2 0.534 0.256 Valid
X1.2.3 0.493 0.256 Valid
X1.3.1 0.440 0.256 Valid
X1.3.2 0.486 0.256 Valid
X1.4.1 0.559 0.256 Valid
X1.4.2 0.734 0.256 Valid
X1.5.1 0.302 0.256 Valid
X1.5.2 0.595 0.256 Valid
Dari tabel diatas didapat sebagian corrected item total correlations lebih besar daripada r Tabel sehingga semua item dari kepuasan kerja sudah valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pernyataan pada variabel karakteristik individu (X2):
Tabel 4.2. Uji Validitas Variabel Karakteristik Individu Pernyataan Corrected Item-
Total Correlation
r Tabel Keterangan
X2.1 0.566 0.256 Valid
X2.2 0.724 0.256 Valid
X2.3 0.744 0.256 Valid
X2.4 0.760 0.256 Valid
Dari tabel diatas didapat corrected item total correlations lebih besar daripada r Tabel sehingga semua item dari karakteristik individu sudah valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pernyataan pada variabel kepuasan kerja (Y):
Tabel 4.3. Uji Validitas Variabel Kepuasan Kerja Pernyataan Corrected Item-
Total Correlation
r Tabel Keterangan
Y1.1.1 0.423 0.256 Valid
Y1.1.2 0.339 0.256 Valid
Y1.2.1 0.839 0.256 Valid
Y1.2.2 0.686 0.256 Valid
Y1.2.3 0.767 0.256 Valid
Y1.2.4 0.655 0.256 Valid
Y1.3.1 0.341 0.256 Valid
Y1.3.2 0.591 0.256 Valid
Y1.3.3 0.669 0.256 Valid
Y1.4.1 0.805 0.256 Valid
Y1.4.2 0.661 0.256 Valid
Y1.4.3 0.774 0.256 Valid
Y1.5.1 0.494 0.256 Valid
Y1.5.2 0.525 0.256 Valid
Y1.5.3 0.508 0.256 Valid
Dari tabel diatas diketahui bahwa semua item pertanyaan pada variabel kepuasan kerja adalah valid (r hitung > r tabel). Dengan demikian item-item dari kepuasan kerja sudah valid sehingga dapat digunakan untuk analisa lebih lanjut.
4.2.2 Uji Reliabilitas
Dengan menggunakan program SPSS diperoleh nilai reliabilitas untuk setiap variabel di bawah ini:
Tabel 4.4. Uji Reliabilitas
Variabel Nilai r Alpha Keterangan Karakteristik Pekerjaan (X1) 0.7616 Reliabel Karakteristik Individu (X2) 0.6210 Reliabel Kepuasan Kerja (Y) 0.8840 Reliabel
Dari tabel di atas diketahui bahwa besarnya nilai Cronbach Alpha pada seluruh variabel lebih besar dari 0.6, yang berarti semua variabel dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.
4.3 Uji Asumsi Klasik
Persamaan regresi harus bersifat BLUE (Best Linier Unbiased Estimator), artinya pengambilan keputusan melalui uji F dan uji t tidak boleh bias. Untuk menghasilkan keputusan yang BLUE, maka harus dipenuhi diantaranya tiga asumsi dasar yaitu :
1. Autokorelasi
Autokorelasi dapat didefinisikan sebagai “korelasi antara data observasi yang diurutkan berdasarkan urut waktu (data time series) atau data yang diambil pada waktu tertentu (data cross-sectional)” (Gujarati, 1995, p.201). Uji autokorelasi dalam penelitian tidak diperlukan karena data dalam penelitian ini bukan merupakan data time series yang membutuhkan asumsi non autokorelasi, namun merupakan data cross section.
2. Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas.
Tabel 4.5. Uji Multikolinieritas
Variabel Tolerance VIF Karakteristik Pekerjaan 0.951 1.052
Karakteristik Individu 0.951 1.502 Sumber : Lampiran 8
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh hasil bahwa nilai VIF pada seluruh variabel bebas lebih kecil dari 10, artinya seluruh variabel bebas pada penelitian ini tidak ada gejala multikolinier.
3. Heterokedastisitas
Pada regresi linier nilai residual tidak boleh ada hubungan dengan variabel X. Hal ini diidentifikasi dengan cara menghitung korelasi rank spearman antara residual dengan seluruh variabel bebas. Hasil perhitungan adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6. Uji Heterokedastisitas
Correlations
1.000 .131 -.120
. .323 .365
59 59 59
.131 1.000 .101
.323 . .447
59 59 59
-.120 .101 1.000
.365 .447 .
59 59 59
Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N
Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N
Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N
Karakteristik pekerjaan
Karakteristik individu
Unstandardized Residual Spearman's
rho
Karakteristi k pekerjaan
Karakteristi k individu
Unstandardized Residual
Sumber: Lampiran 9
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikansinya untuk variabel karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu lebih dari 5%, ini berarti bahwa tidak ada hubungan variabel karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu dengan nilai residunya, maka dalam penelitian ini tidak terdapat gejala Heterokedastisitas.
4.4 Data Penelitian
Data penelitian ini didapat dari penyebaran kuesioner dimana kuesioner dan data dapat dilihat pada Lampiran 2 dan 3.
4.4.1 Penyebaran Kuesioner
Kuesioner diberikan kepada karyawan Departemen Food and Beverage divisi Service dan Product yang berjumlah 59 orang. Kuesioner terdiri dari beberapa bagian yaitu mengenai identitas responden, pengukuran karakteristik pekerjaaan dan karakteristik individu, serta kepuasan kerja. Selanjutnya kuesioner yang telah berisi jawaban responden akan diolah yang hasilnya dapat dilihat pada Lampiran 3.
4.4.2 Deskripsi Identitas Responden
Setelah dilakukan pengkodingan data hasil penyebaran kuesioner ke dalam skala numerik, maka data tersebut dapat dideskripsikan agar didapatkan informasi yang relevan dan berguna. Berikut adalah deskripsi identitas responden yang
meliputi Divisi, Usia, Lama kerja, Jenis kelamin, Pendidikan, Status kawin, dan Pengeluaran.
a. Divisi
Berikut adalah data identitas responden berdasarkan Divisi:
Tabel 4.7. Klasifikasi Berdasarkan Divisi Responden
Frequency Percent Valid
percent Cumulative percent
Valid Product 27 45.8 45.8 45.8
Service 32 54.2 54.2 100.0
Total 59 100.0 100.0
Dari tabel diatas diketahui bahwa divisi responden terbanyak adalah divisi Service sebanyak 32 orang (54.2%) dan yang divisi Product sebanyak 27 orang (45.8%).
b. Usia
Berikut adalah data identitas responden berdasarkan Usia:
Tabel 4.8. Klasifikasi Berdasarkan Usia Responden
Frequency Percent Valid
percent Cumulative percent
Valid <= 20 Tahun 1 1.7 1.7 1.7
21 - 30 Tahun 20 33.9 33.9 35.6
31 - 40 Tahun 33 55.9 55.9 91.5
>= 41 Tahun 5 8.5 8.5 100.0
Total 59 100.0 100.0
Dari tabel diatas diketahui bahwa usia responden terbanyak adalah usia 31 – 40tahun sebanyak 33 orang (55.9%), kemudian yang usia 21 – 30 tahun sebanyak 20 orang (33.9%), usia lebih dari 41 tahun sebanyak 5 orang (8.5%) dan yang berusia kurang dari 20 tahun hanya 1 orang (1.7%).
c. Lama kerja
Berikut adalah data identitas responden berdasarkan Lama Kerja:
Tabel 4.9. Klasifikasi Berdasarkan Lama Kerja Responden
Frequency Percent
Valid percent
Cumulative percent Valid ½ tahun – 3 tahun 10 16.9 16.9 16.9
Tabel 4.9 Klasifikasi Berdasarkan Lama Kerja Responden (Sambungan) 3 tahun 1 hari – 5 ½
tahun 25 42.4 42.4 59.3
5 ½ tahun 1 hari - 8
tahun 17 28.8 28.8 88.1
> 8 tahun 7 11.9 11.9 100.0
Total 59 100.0 100.0
Dari tabel diatas diketahui bahwa lama kerja responden terbanyak adalah 3 tahun 1 hari – 5 ½ tahun sebanyak 25 orang (42.4%), kemudian 5 ½ tahun 1 hari - 8 tahun sebanyak 17 orang (28.8%), ½ tahun – 3 tahun sebanyak 10 orang (16.9%), dan yang bekerja selama lebih dari 8 tahun hanya 7 orang (11.9%).
d. Jenis kelamin
Berikut adalah data identitas responden berdasarkan Jenis kelamin:
Tabel 4.10. Klasifikasi Berdasarkan Jenis Kelamin Responden
Frequency Percent Valid
percent Cumulative percent
Valid Pria 51 86.4 86.4 86.4
Wanita 8 13.6 13.6 100.0
Total 59 100.0 100,0
Dari tabel diatas diketahui bahwa jenis kelamin responden terbanyak adalah pria sebanyak 51 orang (86.4%) sedangkan yang berjenis kelamin wanita sebanyak 8 orang (13.6%).
e. Pendidikan
Berikut adalah data identitas responden berdasarkan Pendidikan:
Tabel 4.11. Klasifikasi Berdasarkan Pendidikan Responden
Frequency Percent
Valid percent
Cumulative percent
Valid SMU/SMK 13 22.0 22.0 22.0
Diploma 45 76.3 76.3 98.3
S1 1 1.7 1.7 100.0
Total 59 100.0 100.0
Dari tabel diatas diketahui bahwa pendidikan responden terbanyak adalah pendidikan diploma sebanyak 45 orang (76.3%), kemudian yang berpendidikan
SMU atau SMK sebanyak 13 orang (22%) dan responden yang berpendidikan S1 hanya 1 orang (1.7%).
f. Status kawin
Berikut adalah data identitas responden berdasarkan Status kawin:
Tabel 4.12. Klasifikasi Berdasarkan Status Kawin Responden
Frequency Percent
Valid percent
Cumulative percent
Valid Belum Menikah 21 35.6 35.6 35.6
Menikah 38 64.4 64.4 100.0
Total 59 100.0 100.0
Dari tabel diatas diketahui bahwa status kawin responden terbanyak adalah sudah menikah sebanyak 38 orang (64.4%) dan yang belum menikah sebanyak 21 orang (35.6%).
g. Pengeluaran
Berikut adalah data identitas responden berdasarkan Pengeluaran:
Tabel 4.13. Klasifikasi Berdasarkan Pengeluaran Responden
Frequency Percent Valid
percent Cumulative percent
Valid < Rp. 500.000 4 6.8 6.8 6.8
Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000 13 22.0 22.0 28.8 Rp. 1.000.001 - Rp. 1.500.000 21 35.6 35.6 64.4
> Rp. 1.500.000 21 35.6 35.6 100.0
Total 59 100.0 100.0
Dari tabel diatas diketahui bahwa pengeluaran per bulan responden terbanyak adalah sebesar Rp. 1.000.001 – Rp. 1.500.000 dan lebih dari Rp.
1.500.000 sebanyak 21 orang (35.6%), kemudian Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 sebanyak 13 orang (22%) dan yang pengeluarannya paling sedikit adalah kurang dari Rp. 500.000 yaitu 4 orang (6.8%).
4.4.3 Deskripsi Jawaban Responden
Untuk memudahkan interpretasi dari jawaban penilaian responden mengenai variabel karakteristik pekerjaan, karakteristik individu dan kepuasan
kerja maka dibuat kategori berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh. Untuk membuat kategori secara keseluruhan tentang karakteristik pekerjaan, karakteristik individu dan kepuasan kerja diperoleh berdasarkan rumus sebagai berikut:
Interval kelas = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah (4.1) Kelas
= 5 – 1 5 = 0.8
Sehingga dapat ditentukan kategori dari jawaban responden sebagai berikut:
1.0 - < 1.8 = 1 (Sangat Rendah) 1.8 - 2.6 = 2 (Rendah)
2.61 - 3.4 = 3 (Sedang) 3.41 - 4.2 = 4 (Tinggi)
4.21 - 5.0 = 5 (Sangat Tinggi)
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai variabel karakteristik pekerjaan, karakteristik individu dan kepuasan kerja
a. Karakteristik Pekerjaan (X1)
Hasil tanggapan responden tentang keragaman keterampilan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.14. Tanggapan Responden Tentang Karakteristik Pekerjaan
Item Pernyataan
Skor
Total Mean 1 2 3 4 5
X1.1.1 Pekerjaan menuntut beragam 1 1 0 24 33 264 4,48
keterampilan.
X1.1.2
Pekerjaan menuntut beragam
keahlian 1 1 0 27 30 261 4,42
X1.2.1 Karyawan memahami tugas-tugas 0 0 4 29 26 258 4,37
dengan baik.
X1.2.2 Karyawan menyelesaikan tugas- 0 0 1 33 25 260 4,41
tugas dengan baik.
X1.2.3 Supervisor memberitahu dan 0 0 5 26 28 259 4,39
mengarahkan bagaimana mening- katkan kinerja kerja karyawan.
Tabel 4.14. Tanggapan Responden Tentang Karakteristik Pekerjaan (Sambungan)
X1.3.1
Karyawan tahu pentingnya
pekerjaan 0 0 7 22 30 259 4,39
yang dilakukan bagi perusahaan.
X1.3.2
Karyawan tahu pentingnya
pekerjaan 0 3 7 24 25 248 4,20
yang dilakukan bagi tamu hotel.
X1.4.1 Karyawan memiliki kewenangan 0 6 23 16 14 215 3,64
untuk mengatur jadwal kerja.
X1.4.2 Karyawan memiliki kewenangan 3 7 24 19 6 195 3,31
untuk mengatur prosedur kerja.
X1.5.1 Karyawan memperoleh informasi 0 0 2 35 22 256 4,34 keefektifan kerja dari manajer.
X1.5.2 Karyawan memperoleh informasi 1 1 7 32 18 242 4,10 keefektifan kerja dari rekan kerja.
Total 6 19 80 287 257 2717 4,19
Keterangan : (1) Sangat Tidak Setuju, (2) Tidak Setuju, (3) Cukup, (4) Setuju, (5) Sangat Setuju
Deskripsi Tabel 4.14 mengenai karakteristik pekerjaan yaitu sebagai berikut:
Pada item pertanyaan X1.1.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.48 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan di Food and Beverages di Novotel menuntut beragam keterampilan.
Pada item pertanyaan X1.1.2 rata-rata jawaban responden adalah 4.42 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan di Food and Beverages di Novotel menuntut beragam keahlian.
Pada item pertanyaan X1.2.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.37 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan Food and Beverages di Novotel memahami tugas-tugasnya dengan baik.
Pada item pertanyaan X1.2.2 rata-rata jawaban responden adalah 4.41 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan Food and Beverages di Novotel dapat menyelesaikan tugas- tugasnya dengan baik.
Pada item pertanyaan X1.2.3 rata-rata jawaban responden adalah 4.39 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa supervisor Food and Beverages di Novotel memberitahu dan mengarahkan bagaimana meningkatkan kinerja kerja karyawan.
Pada item pertanyaan X1.3.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.39 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan Food and Beverages di Novotel mengetahui pentingnya pekerjaan yang dilakukan bagi perusahaan.
Pada item pertanyaan X1.3.2 rata-rata jawaban responden adalah 4.20 dan masuk dalam kategori tinggi hal ini menunjukkan bahwa karyawan Food and Beverages di Novotel mengetahui pentingnya pekerjaan yang dilakukan bagi tamu hotel.
Pada item pertanyaan X1.4.1 rata-rata jawaban responden adalah 3.64 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan Food and Beverages di Novotel memiliki kewenangan untuk mengatur jadwal kerja.
Pada item pertanyaan X1.4.2 rata-rata jawaban responden adalah 3.31 dan masuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa karyawan Food and Beverages di Novotel boleh memiliki kewenangan untuk mengatur prosedur kerja. Dalam arti telah mendapat persetujuan dan masih di bawah pengawasan dari supervisor atau manajer .
Pada item pertanyaan X1.5.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.34 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan Food and Beverages di Novotel memperoleh informasi keefektifan kerja dari manajer.
Pada item pertanyaan X1.5.2 rata-rata jawaban responden adalah 4.10 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan Food and Beverages di Novotel memperoleh informasi keefektifan kerja dari rekan kerja.
b. Karakteristik Individu (X2)
Hasil tanggapan responden tentang Karakteristik Individu dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.15. Tanggapan Responden Tentang Karakteristik Individu :
No Pernyataan
Skor
Total Mean 1 2 3 4 5
X2.1 Usia saat ini membuat lebih 0 0 1 11 47 282 4.78 bertanggung jawab terhadap
pekerjaan.
X2.2 Status Anda tidak mengganggu 0 2 0 10 47 279 4.73
kelancaran pekerjaan.
X2.3 Jenis kelamin Anda cocok 0 0 0 13 46 282 4.78
untuk pekerjaan ini.
X2.4 Masa kerja mempengaruhi 1 2 0 17 39 268 4.54
kinerja kerja.
Total 1 4 1 51 179 1111 4.71
Keterangan : (1) Sangat Tidak Setuju, (2) Tidak Setuju, (3) Cukup, (4) Setuju, (5) Sangat Setuju
Deskripsi Tabel 4.15 mengenai karakteristik pekerjaan yaitu sebagai berikut:
Pada item pertanyaan X2.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.78 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa Usia pada karyawan di Food and Beverages Novotel membuat lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Pada item pertanyaan X2.2 rata-rata jawaban responden adalah 4.73 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa status kawin pada karyawan di Food and Beverages Novotel tidak mengganggu kelancaran pekerjaan mereka.
Pada item pertanyaan X2.3 rata-rata jawaban responden adalah 4.78 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin karyawan di Food and Beverages Novotel cocok dengan pekerjaan mereka.
Pada item pertanyaan X2.4 rata-rata jawaban responden adalah 4.54 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa
masa kerja karyawan di Food and Beverages Novotel dapat mempengaruhi kinerja kerja mereka.
c. Kepuasan kerja (Y)
Tanggapan responden tentang kepuasan kerja dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.16. Tanggapan Responden Tentang Kepuasan Kerja
No Pernyataan
Skor
Total Mean
1 2 3 4 5
Y1.1
Pekerjaan sesuai dengan
keterampilan 2 0 1 33 23 252 4.27
Y1.2
Pekerjaan menimbulkan minat
untuk maju 0 0 1 29 29 264 4.47
Y2.1 Gaji sesuai dengan beban kerja 2 4 18 25 10 214 3.63 Y2.2
Gaji sesuai dengan tanggung
jawab 1 3 15 27 13 225 3.81
Y2.3
Gaji sesuai dengan tingkat
kesulitan kerja 2 7 20 21 9 205 3.47
Y2.4
Gaji sesuai dengan resiko
pekerjaan 1 3 21 26 8 214 3.63
Y3.1 Cahaya penerangan 0 0 7 35 17 246 4.17
Y3.2 Suasana kerja 2 7 7 20 23 232 3.93
Y3.3 Fasilitas dan sarana 2 5 6 30 16 230 3.9 Y4.1
Atasan memberikan bantuan
dalam pelaksanaan tugas 2 3 7 26 21 238 4.03 Y4.2
Partisipasi dalam pengambilan
keputusan 2 4 8 29 16 230 3.93
Y4.3
Atasan dapat mengatasi konflik
karyawan 2 1 10 22 24 242 4.1
Y5.1
Hubungan yang baik dengan
karyawan 0 2 2 22 33 263 4.46
Y5.2 Kerjasama dalam pekerjaan 0 1 5 23 30 259 4.39 Y5.3 Rekan kerja saling melindungi 0 1 8 26 24 250 4.24
Total 18 41 136 394 296 3564 4.03
Keterangan : (1) Sangat Tidak Setuju, (2) Tidak Setuju, (3) Cukup, (4) Setuju, (5) Sangat Setuju
Deskripsi Tabel 4.14 mengenai karakteristik pekerjaan yaitu sebagai berikut:
Pada item pertanyaan Y1.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.27 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa Pekerjaan sesuai dengan keterampilan pada karyawan di Food and Beverages di Novotel.
Pada item pertanyaan Y1.2 rata-rata jawaban responden adalah 4.47 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan di Novotel menimbulkan minat karyawan di Food and Beverages untuk maju.
Pada item pertanyaan Y2.1 rata-rata jawaban responden adalah 3.63 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa gaji karyawan di Food and Beverages di Novotel sesuai dengan beban kerja mereka.
Pada item pertanyaan Y2.2 rata-rata jawaban responden adalah 3.81 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa gaji karyawan di Food and Beverages Novotel sesuai dengan tanggung jawab yang mereka dapat.
Pada item pertanyaan Y2.3 rata-rata jawaban responden adalah 3.47 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa gaji karyawan di Food and Beverages Novotel sesuai dengan kesulitan kerja mereka.
Pada item pertanyaan Y2.4 rata-rata jawaban responden adalah 3.63 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa gaji karyawan di Food and Beverages Novotel sesuai dengan resiko pekerjaan yang ada.
Pada item pertanyaan Y3.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.17 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa cahaya penerangan di Novotel sudah baik.
Pada item pertanyaan Y3.2 rata-rata jawaban responden adalah 3.93 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa suasana kerja karyawan yang tenang pada bagian Food and Beverages Novotel.
Pada item pertanyaan Y3.3 rata-rata jawaban responden adalah 3.90 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa fasilitas dan sarana pekerjaan pada karyawan di Food and Beverages Novotel yang ada sudah memadai.
Pada item pertanyaan Y4.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.03 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa atasan memberikan bantuan pada karyawannya apabila mereka mendapatkan kesulitan.
Pada item pertanyaan Y4.2 rata-rata jawaban responden adalah 3.93 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan di Food and Beverages Novotel berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Pada item pertanyaan Y4.3 rata-rata jawaban responden adalah 4.10 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa atasan mampu mengatasi konflik yang terjadi pada karyawan di Food and Beverages Novotel membuat lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Pada item pertanyaan Y5.1 rata-rata jawaban responden adalah 4.46 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa hubungan sesama karyawan di Food and Beverages Novotel terjalin dengan baik.
Pada item pertanyaan Y5.2 rata-rata jawaban responden adalah 4.39 dan masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan di Food and Beverages Novotel mempunyai kerjasama yang baik dalam melakukan pekerjaannya.
Pada item pertanyaan Y5.3 rata-rata jawaban responden adalah 4.24 dan masuk dalam kategori sangat tinggi, hal ini menunjukkan bahwa karyawan di Food and Beverages Novotel saling melindungi satu sama lain dan tidak menjatuhkan sesama rekan kerjanya.
4.5 Analisis Regresi Linear Berganda
Untuk keperluan pengujian hipotesis penelitian, maka data di atas diolah dengan menggunakan teknik regresi linear berganda. Berikut adalah tabel yang memaparkan kekuatan hubungan antar variabel serta pengaruh variabel dependen secara bersama-sama (simultan).
Tabel 4.17. Koefisien Korelasi dan Determinasi
Model Summary b
.633a .401 .380 .42323 1.664
Model 1
R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-W atson
Predictors: (Constant), Karakteristik individu, Karakteristik pekerjaan a.
Dependent Variable: Kepuasan kerja b.
Sumber: Lampiran 8
Berdasarkan hasil analisis di atas diperoleh korelasi sebesar 0.633.
Koefisien tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas yaitu karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu dengan variabel terikat yaitu kepuasan kerja adalah kuat, yaitu sebesar 0.633.
Sedangkan nilai koefisien determinasi dari perhitungan sebesar 0.401. hal ini menunjukkan bahwa faktor karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memberikan kontribusi terhadap kepuasan kerja sebesar 40.1%, sedangkan sisanya sebesar 59.9% merupakan kontribusi dari faktor lainnya.
Berikut adalah tabel untuk melihat signifikan atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen:
Tabel 4.18. Pengaruh Variabel Bebas Terhadap Variabel Terikat Coefficientsa
.186 .773 .241 .811
.803 .139 .611 5.8 .000 .951 1.052
.102 .138 .078 .739 .463 .951 1.052
(Constant)
Karakteristik pekerjaan
Karakteristik individu Model
1
B Std.
Error Unstandardized Coefficients
Beta Standardized
Coefficients
t Sig. Tolerance VIF Collinearity Statistics
Dependent Variable: Kepuasan kerja a.
Sumber: Lampiran 8
Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y= 0.186 + 0.803 X1 + 0.102 X2 Dimana: Y = Kepuasan kerja
X1 = Karakteristik pekerjaan X2 = Karakteristik individu
Dari persamaan tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Konstanta = 0.186
Jika konstanta naik sebesar satu satuan, maka penilaian kepuasan kerja (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0.186 satuan. Dengan anggapan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu tetap. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat kepuasan kerja (Y).
2. Koefisien regresi untuk X1 = 0.803
Jika karakteristik pekerjaan (X1) naik sebesar satu satuan maka kepuasan kerja (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0.803 satuan dan sebaliknya apabila terjadi penurunan pada variabel karakteristik pekerjaan (X1) sebesar satu satuan, dapat menurunkan pula kepuasan kerja karyawan (Y) sebesar 0.803. Dengan asumsi bahwa karakteristik individu tetap. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh karakteristik pekerjaan (X1) terhadap kepuasan kerja (Y).
3. Koefisien regresi untuk X2 = 0.102
Jika karakteristik individu (X2) naik sebesar satu satuan maka kepuasan kerja (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0.102 satuan dan sebaliknya apabila terjadi penurunan pada variabel karakteristik individu (X2) sebesar satu satuan, dapat menurunkan pula kepuasan kerja karyawan (Y) sebesar 0.102. Dengan asumsi bahwa karakteristik pekerjaan tetap. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh karakteristik individu (X2) terhadap kepuasan kerja (Y).
Berikut Analisis dari masing-masing variabel:
1. Karakteristik pekerjaan
Nilai signifikansi dari variabel ini adalah 0.000 (0.000 < 0.05). Hal ini dapat menunjukkan bahwa variabel karakteristik pekerjaan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja.
2. Karakteristik individu
Nilai signifikansi dari variabel ini adalah 0.463 (0.463 > 0.05). Hal ini dapat menunjukkan bahwa variabel karakteristik individu memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kepuasan kerja.
4.6 Uji Hipotesis
4.6.1 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
Uji F ini digunakan untuk mengetahui pengaruh karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu secara simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan Novotel di departemen Food and Beverages. Jika hasilnya signifikan, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan jika hasilnya tidak signifikan maka H0 diterima dan H1 ditolak. Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut:
1. Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan 0.05 dengan derajat bebas (n-k-1), dimana n = jumlah pengamatan dan k = jumlah variabel bebas sehingga df = 59 - 2 - 1 = 56
2. Rumus dari Fhitung
( 1 2) / ( / 1 )
2
−
−
= −
k n R
k
F
hitungR
(4.1)Fhitung = 0.401 / (2) (1-0.401) / (59 - 2 - 1) Fhitung = 0.2005
0.599 / 56 Fhitung = 0.2005
0.010696428
Fhitung = 18.7445 atau sebesar 18.750 (dari hasil perhitungan SPSS pada Lampiran 8)
Sedangkan Ftabel (α = 0.05 ; df regresi = 2 : df residual = 56) adalah sebesar 3.162.
3. Kriteria Pengujian
H0 ditolak atau H1 diterima apabila Fhitung > Ftabel H0 diterima atau H1 ditolak apabila
F
hitung≤ F
tabelKarena nilai Fhitung yang diperoleh 18.750 lebih besar dari nilai Ftabel 3.162 maka dapat diputuskan bahwa H0 ditolak dan H1 dterima sehingga secara simultan variabel karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa secara simultan karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dalam divisi Food and Beverage telah terbukti kebenarannya.
4.6.2 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Uji t ini digunakan untuk mengetahui pengaruh karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan Novotel di divisi Food and Beverages. Jika hasilnya signifikan, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan jika hasilnya tidak signifikan maka H0 diterima dan H1 ditolak. Kriteria penerimaan dan penolakan yaitu:
- H0 ditolak dan H1 diterima apabila thitung > ttabel - H0 diterima dan H1 ditolak apabila thitung≤ ttabel
Dari hasil pengujian diperoleh hasil sebagai berikut:
Cara mencari ttabel:
a) Tingkat signifikansi ( α ) sebesar 5%
b) Derajat kebebasan (df)
Denumerator = n – k – 1 = 59 – 2 – 1 = 56 Dimana: n = banyaknya observasi
k = variabel bebas
c) Jadi ttabel menunjukkan sebesar 2.303
d) Rangkuman hasil perhitungan nilai thitung dengan ttabel Tabel 4.19. Tabel Perbandingan thitung dengan ttabel Variabel Bebas Signifikansi thitung ttabel Karakteristik Pekerjaan (X1) 0.000 5.764 2.303 Karakteristik Individu (X2) 0.463 0.739 2.303
Sumber: Lampiran 8
a) Uji t antara variabel karakteristik pekerjaan dengan variabel kepuasan kerja menunjukkan thitung sebesar 5.764, sedangkan ttabel ( α = 0.05 ; df residual = 56) adalah sebesar 2.303. Karena thitung > ttabel yaitu 5.764 >
2.303, maka dapat disimpulkan bahwa variabel karakteristik pekerjaan secara parsial mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di bagian Food and Beverage Novotel Surabaya.
b) Uji t antara variabel karakteristik individu dengan variabel kepuasan kerja menunjukkan thitung sebesar 0.739, sedangkan ttabel ( α = 0.05 ; df residual
= 56) adalah sebesar 2.303. Karena thitung < ttabel, yaitu 0.739 < 2.303, maka dapat disimpulkan bahwa variabel karakteristik individu secara parsial tidak mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di bagian Food and Beverage Novotel Surabaya.
Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di bagian Food and Beverage Novotel Surabaya, dikarenakan thitung > ttabel, yaitu 5.764 > 2.303.
Sedangkan karakteristik individu secara parsial tidak mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di bagian Food and Beverage Novotel Surabaya, yang dikarenakan thitung < ttabel, yaitu 0.739 < 2.303.
4.7 Pembahasan
Berdasarkan hasil perhitungan didapat bahwa berdasarkan uji F , didapat nilai Fhitung sebesar 18.750 yang lebih besar daripada Ftabel 3.162, sehingga dinyatakan tolak H0 dan terimaH1 yang berartikeseluruhan variabel bebas yaitu variabel karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu kepuasan kerja
karyawan (Y). Sedangkan nilai koefisien determinasi yang diperoleh dari hasil analisis regresi adalah sebesar 40.1%, yang artinya bahwa pengaruh faktor karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu terhadap kepuasan kerja karyawan di Food and Beverages Novotel Surabaya Hotel adalah sebesar 40.1%, sedangkan sisanya sebesar 59.9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
Berdasarkan perhitungan secara parsial diperoleh adanya pengaruh yang signifikan antara variabel bebas karakteristik pekerjaan (X1) dengan variabel terikat kepuasan kerja karyawan (Y). Hal ini berarti bahwa karakteristik pekerjaan yang terdiri dari keanekaragaman keterampilan (skill variety), identitas tugas (task identity), keberartian tugas (task significance), otonomi (autonomy) dan umpan balik pekerjaan (feedback) dapat mempengaruhi karyawan untuk merasakan kepuasan kerja pada pekerjaannya.
Berdasarkan perhitungan secara parsial diperoleh variabel bebas karakteristik individu (X2) tidak signifikan dengan variabel terikat kepuasan kerja karyawan (Y). Hal ini berarti bahwa karakteristik individu yang terdiri dari umur, jenis kelamin, status kawin, dan masa kerja memiliki pengaruh yang kecil terhadap kepuasan kerja karyawan tetapi tidak signifikan.
Berdasarkan penelitian, didapatkan bahwa karakteristik pekerjaan memiliki pengaruh yang lebih dominan daripada karakteristik individu terhadap kepuasan kerja karyawan divisi Food and Beverage di Novotel Surabaya Hotel and Suites. Hal tersebut dilihat dari Koefisien Standarisasi Beta karakteristik pekerjaan (X1) yang lebih besar dari karakteristik individu (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) divisi Food and Beverages Novotel Surabaya Hotel.
(Karakteristik pekerjaan (0.611) > Karakteristik Individu (0.078).
Menurut Sumadi (2002), ada beberapa sumber yang mungkin menjadi sebab tidak terbuktinya hipotesis penelitian itu sendiri, antara lain dari hal-hal berikut ini:
a) Landasan teori
Mungkin landasan teori yang digunakan telah kadaluwarsa, kurang valid, atau kurang tepat. Hal yang demikian ini dapat terjadi kalau peneliti salah pilih tentang sumber bacaan yang ditelaahnya atau terlalu sedikit
membaca, sehingga dia tidak mendapatkan informasi mengenai perkembangan mutakhir dalam bidangnya atau tidak mempunyai landasan teoritis yang cukup kuat untuk merumuskan hipotesisnya.
b) Sampel
Tidak terbuktinya hipotesis penelitian itu mungkin terjadi karena sampel yang digunakan tidak representatif, baik karena sampel itu terlalu kecil ataupun karena sampel tersebut tidak diambil secara rambang. Jika sampel terlalu kecil, mungkin suatu hipotesis alternatif tidak terbukti walaupun dalam populasi hipotesis tersebut adalah benar. Jika sampel diambil tidak secara rambang, mungkin sampel itu tidak representatif, jadi berbeda dari populasinya, karena itu hipotesis penelitian tidak terbukti kebenarannya, walaupun dalam populasi hal tersebut adalah benar. Hal yang demikian itu terjadi karena model analisis yang digunakan berdasarkan pada distribusi probabilitas sampel-sampel rambang.
c) Alat pengambil data
Tidak terbuktinya hipotesis penelitian itu mungkin juga bersumber pada alat pengambil data atau instrument. Jika alat pengambil data tidak reliabel dan tidak valid, maka hal yang benar dapat menjadi palsu, dan yang palsu dapat terlihat benar. Dengan demikian, hal yang dihipotesiskan yang benar tidak terbukti kebenarannya.
d) Rancangan penelitian
Tidak terbuktinya kebenaran hipotesis penelitian mungkin pula disebabkan karena rancangan penelitian yang digunakan kurang tepat. Rancangan penelitian adalah semacam strategi untuk membuktikan kebenaran hipotesis. Jika yang digunakan bukan rancangan yang seharusnya.
Kemungkinan besar hipotesisnya tidak terbukti kebenarannya, walaupun sebenarnya adalah benar.
e) Perhitungan-perhitungan
Perhitungan-perhitungan yang salah akan memberikan kesimpulan yang salah. Kesalahan perhitungan ini dapat menjadi sumber tidak terbuktinya hipotesis. Karena itu peneliti setiap kali harus memastikan bahwa perhitungan-perhitungan yang dilakukannya adalah benar.
f) Variabel-variabel luaran
Pengaruh variabel-variabel luaran terhadap data yang diperoleh mungkin demikian besar, sehingga data tersebut bukanlah data yang dimaksudkan.
Jika hal yang demikian itu terjadi, dapar berakibat hipotesis penelitian tidak terbukti kebenarannya. Oleh karena itu, peneliti harus mengenal benar-benar berbagai variabel-variabel luaran itu dan mengontrolnya sebaik-baiknya.
Dari pernyataan di atas peneliti memperoleh adanya dua faktor dari faktor- faktor di atas yang menjadi penyebab tidak adanya pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel bebas karakteristik individu (X2) dengan variabel terikat kepuasan kerja karyawan (Y). Penyebab yang pertama terletak pada faktor rancangan penelitian. Dimana karakteristik individu menurut Stoner (1986), adalah “keinginan, sikap, dan kebutuhan seseorang yang dibawa ke dalam situasi kerja” (p. 422). Dalam arti, kepuasan kerja responden tidak dipengaruhi oleh karakteristik individu yang sudah melekat pada diri mereka tetapi dipengaruhi oleh karakteristik pekerjaan di tempat mereka bekerja sehingga menimbulkan kepuasan kerja. Jadi, responden merasa puas pada pekerjaan mereka jika kebutuhan yang diperlukan oleh responden dapat dipenuhi oleh perusahaan.
Sedangkan faktor yang kedua terletak pada faktor variabel-variabel luaran.
Kepuasan kerja karyawan itu sendiri dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, seperti: promosi, keamanan, komunikasi, aspek sosial dalam pekerjaan (Wexley dan Yulk, 1992), dan faktor lainnya yang tidak kami teliti dalam penelitian ini. Sedangkan karakteristik individu juga mempunyai banyak variabel luaran lain seperti pendidikan, pengalaman kerja, Rank (Jabatan) (Okpara, 2006), dan variabel lainnya yang tidak kami bahas dalam penelitian ini. Jadi besar kemungkinan faktor-faktor di atas ikut mempengaruhi variabel kepuasan kerja pada karyawan suatu perusahaan.