RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
SEKOLAH TINGGI KATOLIK SANTO YAKOBUS MERAUKE
2012-2017
OLEH
TIM PENYUSUN
YAYASAN PENDIDIKAN DAN PERSEKOLAHAN KATOLIK
SEKOLAH TINGGI KATOLIK ST. YAKOBUS
MERAUKE
2012
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2011-2015 iii KATA PENGANTAR
Sekolah Tinggi Katolik (STK) St. Yakobus Merauke adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi yang mempunyai tugas utama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tri dharma pergurun tinggi tersebut harus menjadi semangat utama demi tercapainya manusia Indonesia yang bermutu. Manusia Indonesia yang bermutu hanya bisa dicapai ketika ketiga komponen utama ini dijalankan secara baik dan benar. Pada tataran yang lebih khusus, keberhasilan satu lembaga pendidikan, entah ditinjau dari aspek kesejahteraan dosen, output kelulusan yang handal, maupun berkaitan dengan kerja sama dengan instansi lain, dapat dilihat dari rencana strategis (RENSTRA) yang menjadi cita-cita bersama.
Renstra STK St. Yakobus Merauke merupakan kebijakan strategis di tingkat sekolah tinggi, sehingga dapat ditindaklanjuti secara lebih teknis. Kebijakan yang dirumuskan dalam RENSTRA ini didasarkan pada faktor kekuatan dan kelemahan (faktor internal), serta peluang dan ancaman (faktor eksternal).
Dalam pengembangan selanjutnya, rencana strategis ini lebih berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan real lembaga yang sungguh mendesak untuk ditindaklanjuti, sambil memperhatikan Undang-Undang yang berlaku ( UU Sidiknas, UU Guru dan Dosen, dll).
Strategi yang dipakai secara umum mengikuti arah pengembangan ilmu pengetahuan dan secara khusus mengacu pada bidang ilmu keagamaan. Ada beberapa hal yang menjadi titik berat perumusan RENSTRA ini, yaitu peningkatan mutu pada seluruh unsur kegiatan belajar mengajar yang meliputi:
• Peningkatan mutu mahasiswa yang diterima
• Peningkatan mutu staf dosen dan tenaga kependidikan • Peningkatan mutu proses pendidikan
• Peningkatan mutu lulusan
• Peningkatan mutu sistem administrasi akademik • Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan
RENSTRA ini disusun agar dapat dijadikan panduan dalam merumuskan perencanaan kinerja, program dan kegiatan tahunan di
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2011-2015 v DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Kata Pengantar ... ii
Daftar Isi ... iii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Pemikiran Strategis ... 2
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN KOMPETENSI LULUSAN A. Visi ... 5 B. Misi ... 5 C. Tujuan ... 5 D. Sasaran ... 6 E. Kompetensi Lulusan ... 7 F. Tata Nilai ... 7 G. Sasaran Strategis ... 10 H. Strategi Umum ... 12
BAB III ANALISIS SITUASI A. Kondisi Umum STK St. Yakobus Merauke ... 13
B. Analisis SWOT ... 13
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2011-2015 vi BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN, PROGRAM DAN INDIKATOR KEBERHASILAN
A. Strategi Pengembangan ... 19
B. Program dan Indikator keberhasilan ... 20
BAB V PENUTUP ... 26
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Pendidikan dan pengajaran yang dimaksud adalah yang mampu memberikan kesejahteraan yang layak bagi setiap warga negara. Karena itu, penekanan utama dari konsep pendidikan dan pengajaran yang layak haruslah dalam bingkai pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki tanpa memandang status sosial, status ekonomi, suku, etnis, agama dan gender. Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki kecakapan hidup (life
skills), sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia
seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila.
Salah satu tujuan negara kesatuan Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini memiliki arti bahwa pendidikan harus terlaksana sampai ke pelosok daerah. Cita-cita ini juga dipertegas dalam batang tubuh konstitusi kita, di antaranya pasal 20, pasal 21, pasal 28 C ayat (1), pasal 31 dan pasal 32 yang mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sistem pendidikan nasional tersebut harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Untuk itu perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.
Sebagai wujud pemerataan kesempatan pendidikan, maka pada tanggal 28 Januari 2005 dengan ijin operasional lembaga dari Departemen Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 2 Bimbingan Masyarakat Katolik dengan SK Nomor DJ. IV/HK.00.5/17/2005 didirikan Sekolah Tinggi Katolik (STK) St. Yakobus Merauke.
B. Pemikiran Strategis
Dasar penyelenggaraan pendidikan secara khusus dituangkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Untuk menghadapi persaingan bangsa dan kemitraan dengan bangsa lain di era globalisasi, Unpad memerlukan peningkatan daya saing dan daya mitra. Selain itu, Unpad memerlukan kemampuan pengelolaan akademik untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi yang otonom dan memiliki kebebasan mimbar serta budaya akademik. Dalam menyelenggarakan pendidikan perlu diperhatikan beberapa paradigma yang universal antara lain:
1. Sumber Daya Manusia Seutuhnya
Mahasiswa sebagai peserta didik memiliki hak untuk mengaktualisasikan dirinya secara optimal dalam aspek kecerdasan intelektual, spiritual dan sosial. Memperlakukan mahasiswa sebagai subyek merupakan penghargaan terhadap peserta didik sebagai manusia yang utuh. Paradigma ini merupakan pondasi dari pendidikan yang menyiapkan peserta didik untuk berhasil sebagai manusia yang mandiri (makhluk mandiri), sebagai elemen dari system sosial yang saling berinteraksi dan mendukung satu sama lain (makhluk sosial) dan sebagai pemimpin bagi terwujudnya kehidupan yang bermoral dimuka bumi ini (makhluk Tuhan). Dalam melaksanakan pendidikan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 3 2. Pembelajaran Sepanjang Hayat Berpusat pada Peserta Didik
Pembelajaran atau pendidikan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup dalam arti pembelajaran sejak lahir hingga akhir hayat yang diselenggarakan secara terbuka dan multimakna. Pendidikan sepanjang hayat berlangsung secara I terbuka melalui jalur formal, nonformal dan informal yang dapat diakses oleh peserta didik setiap saat tidak dibatasi oleh usia, tempat dan waktu. Pembelajaran dengan system terbuka diselenggarakan dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan.
Pendidikan multimakna diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan dan pembentukan akhlak mulia, budi pekerti luhur dan watak kepribadian atau karakter unggul serta berbagai kecakapan hidup. Paradigma ini memperlakukan, memfasilitasi dan mendorong peserta didik sebagai subyek pendidikan mandiri yang bertanggung jawab, kreatif, inovatif dan berkewirausahaan.
3. Pendidikan Untuk Semua
Seperti telah dijelaskan diatas pendidikan adalah bagian dari hak asasi manusia dan hak setiap warga Negara yang dalam pelaksanaannya harus direncanakan dengan sebaik mungkin. Pemenuhan atas hak untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu merupakan ukuran pemerataan pendidikan dan sekaligus menjadai investasi sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan pembangunan bangsa. Oleh karena itu program pendidikan hendaknya diselenggarakan melalui jalur, formal, nonformal dan informal dengan system pendidikan terbuka dan demokratis dengan kesetaraan gender agar dapat pula menjangkau
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 4 masyarakat yang berdomisili ditempat-tempat terpencil serta mereka yang mempunyai kendala ekonomi dan sosial.
Paradigma ini melihat kembali hambatan-hambatan yang ada dalam pelaksanaan pembangunan di bidang pendidikan, sehingga terwujudnya pemerataan pendidikan bagi seluruh warga Negara Indonesia. Untuk menjangkau daerah terpencil dapat dilaksanakan program pendidikan dengan system guru kunjung, pendidikan jarak jauh dan bentuk pendidikan khusus yang sejenis sehingga menjamin terselenggaranya pendidikan yang demokratis, merata dan berkeadilan serta berkesetaraan gender.
4. Pendidikan untuk Perkembangan, Pengembangan dan Pembangunan
Pendidikan yang menghasilkan manusia yang berahklak mulia dengan memperhatikan kebutuhan generasi saat ini dan generasi yang akan datang.
Paradigma ini mengajak kita untuk berpikir tentang perkembangan pendidikan yang akan menentukan keberhasilan pembangunan. Karena dengan pendidikan seseorang akan mampu berpikir, berkreatif dan berinovatif dalam ikut serta melaksanakan pembangunan disuatu daerah. Oleh karena itu pendidikan harus memberikan pemahan tentang nilai-nilai tanggung jawab sosial dan natural dimana peserta didik merupakan bagian dari system sosial yang harus bersinergi dengan manusia lain dalam kehidupannya.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 5 BAB II
VISI, MISI, TUJUAN DAN KOMPETENSI LULUSAN
A. Visi
Terbentuknya Tenaga Pendidik dan pengajar Agama Katolik yang Profesional, Humanis, Beriman mendalam, Pancasilais, Tangguh serta Proaktif dalam Proses Pembangunan.
B. Misi
1. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan dan pengajaran sesuai program studi (PPAK).
2. Melaksanakan pelatihan keterampilan pendidikan dan pengajaran yang terprogram secara sistematis dan terpadu. 3. Melaksanakan penelitian untuk mengembangkan karya pendidikan
dan pengajaran Program Studi.
4. Melaksanakan pengabdian masyarakat dengan semangat pelayanan.
5. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada kemandirian.
6. Melaksanakan pembinaan civitas akademika yang berwawasan kebangsaan.
C. Tujuan
Program studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik Jurusan Kateketik Pastoral bertujuan menghasilkan tenaga pendidikan dan pengajaran Agama Katolik yang:
1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang cendekiawan yang beraklak luhur.
2. Menguasai secara utuh ilmu pendidikan dan pengajaran Agama Katolik dan terampil menerapkannya dalam karya katekese dan pastoral.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 6 4. Memiliki wawasan kependidikan dan pemahaman dan mampu
mengatasi halangan dan tantangan yang dihadapi dalam hidup maupun karya.
5. Mampu mewujudkan spiritualitas katekis dalam hidup dan karya.
6. Mampu melakukan penelitian yang terkait dengan bidang keahlian.
7. Mampu hidup berdampingan dengan sesama dalam persekutuan Gereja dan Masyarakat.
D. Sasaran
Setelah menyelesaikan proses pembelajaran di Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik, Jurusan Kateketik Pastoral, dihasilkan pendidikan dan pengajar Agama Katolik yang:
1. Mampu melaksanakan profesinya sebagai pendidik dan pengajar Agama Katolik yang profesional.
2. Mampu menjelaskan secara benar ajaran iman dan moral Katolik.
3. Mampu berkomunikasi dengan warga Gereja dan masyarakat yang dilayani.
4. Mampu mengatasi halangan dan tantangan yang dihadapi dalam hidup maupun karya.
5. Mampu mewujudkan spiritualitas katekis dalam hidup dan karya.
6. Mampu melakukan penelitian yang terkait dengan bidang keahlian.
7. Mampu hidup berdampingan dengan sesama dalam persekutuan Gereja dan masyarakat.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 7 E. Kompetensi Lulusan
Setelah menyelesaikan proses pembelajaran di Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik, Jurusan Kateketik Pastoral, dihasilkan pendidik dan pengajar Agama Katolik yang:
1. Mampu melaksanakan profesinya sebagai pendidik dan pengajar Agama Katolik yang profesional.
2. Mampu menjelaskan secara benar ajaran iman dan moral Katolik.
3. Mampu berkomunikasi dengan warga Gereja dan masyarakat. 4. Memiliki kepribadian tangguh dan humanis.
5. Memiliki spiritualitas katekis dan mewujudkannya dalam hidup.
6. Memiliki wawasan kebangsaan dan semangat pancasilais.
F. Tata Nilai
Sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, maka untuk mendukung terlaksananya misi yang telah ditetapkan, perlu pula ditentukan tata nilai yang merupakan dasar sekaligus memberikan arah bagi sikap dan perilaku civitas akademika (tenaga akademik dan mahasiswa) serta staf administratif dalam melaksanakan kegiatannya sehari-hari.
Pelaksanaan tata nilai yang baik akan membentuk karakteristik civitas akademika STK. Hal inidiharapkan dapat menghasilkan out put pendidikan yang diharapkan dalam mencapai visi dan misi lembaga dengan baik.
1. Nilai-nilai masukan (input values) berupa nilai-nilai yang dibutuhkan dalam diri setiap pegawai STK dalam rangka mencapai keunggulan, meliputi:
a. Kesungguhan.
Mengupayakan dengan segala daya untuk memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 8 Kesetiaan atau loyalitas pegawai dalam berkarya dan melayani di lembaga STK yang disertai pengabdian secara tulus berdasarkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab.
c. Keterbukaan.
Bersikap menerima masukan dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih tanpa prasangka.
d. Kerjasama.
Berperan dan bertindak saling bahu-membahu dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.
e. Tanggung jawab.
Siap untuk menerima konsekuensi atas baik-buruknya perilaku dan kinerja.
f. Cinta Kasih.
Pelayanan yang penuh cinta kasih dan kelembutan kepada seluruh mahasiswa dan juga sesama rekan kerja.
2. Nilai-nilai proses (proses values) yaitu nilai-nilai yang harus dipegang dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, berupa nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam bekerja di STK dalam rangka mencapai dan mempertahankan keunggulan. Penerapan nilai-nilai tersebut akan memberikan layanan kepemimpinan dan manajemen yang prima. Nilai-nilai proses ini meliputi:
a. Kehormatan.
Menjunjung tinggi harga diri dengan tidak melakukan pebuatan tercela.
b. Kedisiplinan.
Menaati aturan dan tata tertib lembaga sesuai dengan peraturan akademik.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 9 c. Keadilan.
Mengambil keputusan dengan sepatutnya dan seimbang.
d. Keteladanan.
Mempunyai kemampuan dan dorongan untuk memberikan contoh yang baik bagi pihak lain dalam ucapan dan tindakan.
e. Kejujuran.
Melaksanakan tugas dan kewajiban dengan kelurusan hati, pikiran, dan tindakan.
f. Ketekunan.
Melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian.
g. Kepedulian.
Menaruh perhatian dan menghiraukan kondisi lingkungan dan sesame.
h. Kerendahan hati.
Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
3. Nilai-nilai keluaran (output values) yaitu nilai-nilai yang perlu diperhatikan oleh semua pemangku kepentingan atau stake holders (pemerintah, civitas akademika, pegawai, orangtua mahasiswa, penyantun, donatur, dan masyarakat) yang mencakup:
a. Kebanggaan.
Kebesaran hati dan perasaan terhormat sebagai warga yang terkait langsung maupun tidak langsung b. Semangat belajar sepanjang hayat.
Berkemauan dan bertindak untuk senantiasa memperdalam dan mengembangkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 10 c. Keselarasan.
Bersikap dan bertindak sepadan dan seirama dengan lingkungan dengan pertimbangan matang.
G. Sasaran Strategis
Untuk mencapai tujuan pendidikan Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke diperlukan sejumlah sasaran strategis yang menggambarkan kondisi yang harus dicapai pada tahun 2011-2015. Sasaran strategis untuk tiap tujuan strategis tersebut adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
1) Tenaga Pendidik (Dosen Tetap) untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi sekurang-kurangnya S2 sebanyak 8 orang dan S3 sebanyak 2 orang.
2) Tenaga Pendidik (Dosen Tetap) melaksanakan Penelitian Ilmiah sekurang-kurangnya penelitian dalam 2 bidang keilmuan.
3) Tenaga Pendidik (Dosen Tetap) melaksanakan Seminar Ilmiah untuk meningkatkan kompetensi dosen/tenaga pengajar.
4) Staff/karyawan mengikuti pelatihan-pelatihan kearsipan perkantoran, keuangan dan program-program komputer untuk meningkatkan kualitas.
5) Mahasiswa/Dosen dan staff melaksanakan dan mengikuti pembinaan rohani sehingga dapat tercipta suasana kerja yang nyaman dan mencapai hasil yang maksimal.
6) Seleksi penerimaan mahasiswa baru yang mengedapankan kualitas masukan.
7) Kegiatan kemahasiswaan perlu ditingkatkan untuk mendukung pengembangan kepribadian mahasiswa.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 11 b. Ketersediaan sarana dan prasarana
1) Ketersediaan sarana laboratorium baik laboratorium bahasa, laboratorium komputer, laboratorium audiovisual, laboratorium mikro teaching untuk mendukung dan memperlancar proses perkuliahan. 2) Ketersediaan sarana transportasi yang menunjang
mobilisasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bagi mahasiswa
3) Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang dapat membantu mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat dalam bidang olahraga
4) Ketersediaan ruang kuliah yang memadai sehingga memberikan kenyamanan dalam proses perkuliahan 5) Ketersediaan ATK yang lengkap untuk membantu
kelancaran proses perkuliahan dan administrasi. 6) Ketersediaan sarana tempat tinggal bagi mahasiswa
berupa asrama yang membantu mahasiswa yang berasal dari luar daerah untuk menyelesaikan studi dengan baik.
7) Ketersediaan buku referensi di perpustakaan yang lengkap dan memadai untuk mendukung materi-materi perkuliahan.
c. Peningkatan Proses Pendidikan
1) Pengaplikasian ilmu di lapangan dengan melaksanakan program weekend pastoral dan asistensi baik Natal maupun Paskah
2) Pembuatan Rancangan pembelajaran (RPP dan GBPP) sehingga memperlancar kegiatan perkuliahan dan akan meningkatkan kualitas output/lulusan.
d. Peningkatan Tata Kelola
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 12 berbasis komputer dan jaringan
2) Optimalisasi pengelolaan administrasi perkantoran dan perkuliahan.
G. Strategi Umum
a. Penyelenggaraan program tri dharma perguruan tinggi yang berorientasi peningkatan kualitas.
b. Peningkatan kualitas dan profesionalitas tenaga pendidik. c. Penyelenggaraan manajemen dan administrasi yang terintegrasi
berorientasi pelayanan prima.
d. Optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. e. Pemanfaatan sumber daya secara optimal, efektif, dan efisien. f. Peningkatan frekuensi dan kualitas kegiatan pembinaan
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 13 BAB III
ANALISIS SITUASI
A. Kondisi Umum STK St. Yakobus Merauke
Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus yang didirikan dengan ijin Operasional lembaga dari Departemen Agama melalui dari Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Katolik Nomor SK. DJ.IV/HK.00.5/17/2005 pada tanggal 28 Januari 2005 dibuka Jurusan Katekese Pastoral dengan Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik ( PPAK ). Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Agama Katolik Swasta (PTAKS) di Papua Selatan, khususnya di wilayah Keuskupan Agung Merauke.
Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke menjawab kenyataan yang sedang terjadi di Keuskupan Agung Merauke (KAMe) dalam peningkatan mutu pendidikan dalam hal ini pendidikan bidang keagamaan. Keuskupan Agung Merauke (KAM) meliputi 3 (tiga) Kabupaten yakni: Kabupaten Mappi, Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Merauke, diharapkan dengan didirikan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke dapat memenuhi tenaga-tenaga pelayanan maupun katekis di Papua khususnya di Papua Selatan. Misi utamanya adalah mencetak tenaga pendidik dan pengajar agama Katolik yang terampil, profesional dan beriman mendalam.
B. Analisis SWOT
Dalam menyusun rencana strategis pada Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke tahun 2012 – 2017 diperlukan analisis kondisi internal dan eksternal sebagai referensi untuk mengetahui capaian dan permasalahan yang terjadi.
1. Faktor Internal a. Strength
1) Dosen-dosen yang berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 14 2) Kedisiplinan dan norma yang dijunjung tinggi oleh
seluruh civitas akademika.
3) Kurikulum pendidikan yang berbobot untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.
4) Komunikasi dan interaksi yang cukup dekat antara civitas akademika;
5) Sarana dan prasarana yang mencukupi untuk dipakai dalam proses pembelajaran.
No. Uraian Jumlah Keterangan
1 Tenaga Pengajar
- Dosen Tetap 14 orang
S1: 11 orang, S2: 3 orang
- Dosen Tidak Tetap 8 orang
S1: 5 orang, S2: 3 orang
2 Sarana dan prasarana
- Laboratorium Komputer 1 ruang Baik - Laboratorium Bahasa/
ruang DMS 1 ruang
Lab bahasa kurang baik
- Aula 1 ruang Baik
- Ruang Kuliah
4
ruang Baik
- Ruang Senat Mahasiswa
1 ruang Baik - Ruang perpustakaan 1 ruang Baik - Ruang baca 1 ruang Baik - Ruang doa 1 ruang Baik - Ruang rapat 1 ruang Baik
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 15 b. Weakness
1) Sebagian besar staf pengajar masih berkualifikasi S1. 2) Staf pengajar sebagian dari staf pengajar tidak tetap,
sehingga berpotensi untuk lepas, perlu peningkatan kemampuan belajar mengajar.
3) Beban SKS staf pengajar tidak merata; terdapat dosen dengan beban SKS tinggi; yang lain rendah.
4) Reward untuk staf tidak tetap, belum tertata baik.
5) Fasilitas gedung dan perlengkapannya sebagian besar perlu ditingkatkan kualitasnya.
6) Materi pembelajaran: buku, majalah terbatas, sehingga perlu diseimbangkan antara jumlah, jenis serta ke up to
date nya.
7) Sistim adimistrasi akademik dan kepegawaian belum tertata baik: menyangkut kurikulum kemahasiswaan, proses belajar mengajar serta dosen, mahasiswa.
8) Kelemahan mahasiswa dalam membuat karya ilmiah/ artikel. 9) Keterbatasan sarana (LCD proyektor), sehingga pemakaian
alat tersebut harus bergantian.
10) Tidak meratanya beban SKS staf pengajar di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masayarakat.
2. Faktor Eksternal
Pengembangan pendidikan pada Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke dipengaruhi oleh kondisi eksternal seperti sosial budaya, ekonomi, teknologi dan politik. Beberapa hal yang dapat dijelaskan dalam analisis kondisi eksternal adalah sebagai berikut :
a. Opportunities
1) Terjalinnya kerja sama dengan beberapa instansi swasta ataupun negeri seperti Pemda Merauke, Pemda Boven Digoel, Pemda Asmat, Pemda Mappi, Dinas Kehutanan dan
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 16 Balai Taman Nasional Wasur, Penerbit dan Percetakan Kanisius.
2) Terdapat peluang berupa tawaran peningkatan kualitas dosen dengan pengiriman dosen studi lanjut ke Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Sanata Dharma Yogyakart dan Universitas Cenderawasih Jayapura.
3) Beberapa instansi yang bersedia memberi kerjasama dalam bentuk beasiswa seperti Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel, dan Bimas Katolik RI.
4) Terdapat kesempatan kerja yang luas bagi lulusan program studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK).
5) Di wilayah Keusupan Agung Merauke (KAME) terdapat 402 SD, 37 SMP dan 25 SMA, yang mana sekolah-sekolah ini membutuhkan tenaga pendidikan agama yang cukup banyak sementara guru yang berkualifikasi pendidikan agama Katolik masih sangat terbatas.
6) Adanya pembukaan sekolah-sekolah baru di tiga Kabupaten Pemekaran (Mappi, Asmat dan Boven Digoel) yang membutuhkan tenaga guru yang handal, trampil dan siap kerja.
7) Banyak Guru agama Katolik di dalam dan sekitar Kabupaten Merauke lulusan D2 dan D3 yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Strata Satu (S1) sesuai dengan tuntutan pemerintah khususnya kementerian pendidikan.
8) Kebutuhan tenaga pastoral dan katekis di paroki-paroki dan stasi-stasi yang semakin hari semakin meningkat dan harus memiliki pendidikan yang memadai.
9) Kerjasama lembaga dengan beberapa lembaga Gerejani dapat dilihat dari banyaknya tawaran dari stasi-stasi khususnya
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 17 di kota Merauke untuk bekerjasama dalam hal pelayanan Gerejani seperti melaksanakan asistensi Natal maupun Paskah.
b. Threat
1) Jumlah lulusan yang semakin banyak tidak berbanding lurus dengan tersedianya lapangan kerja khususnya di sekolah-sekolah sehingga dikhawatirkan 5 tahun ke depan tenaga pendidik agama Katolik khususnya di Kabupaten Merauke sudah terpenuhi. Hal ini menjadikan persaingan dunia kerja ke depannya lebih ketat;
2) Kesadaran akan kebutuhan pendidikan pada masyarakat masih rendah. Sehingga mahasiswa belum memiliki budaya membaca dan belajar yang cukup baik.
3) Minat masyarakat lokal akan bidang studi pendidikan agama masih rendah sehingga mahasiswa-mahasiswi STK masih didominasi oleh para pendatang.
4) Kondisi geografis di Kabupaten Merauke yang sangat luas dan masih terisolasinya beberapa wilayah dari segi akses komunikasi dan transportasi memberikan tantangan bagi para mahasiswa dan lulusan dalam berkarya.
C. Isu-Isu Strategis
Berdasarkan analisis yang telah dibuat maka dapat dirumuskan isu strategis sebagai
berikut:
1. Pengembangan kurikulum
a. Pengembangan budaya akademik
b. Penetapan standar-standar pengajaran c. Pemanfaatan ICT
2. Peningkatan dan pengembangan sumberdaya manusia
a. Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan b. Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 18 3. Sarana prasarana
a. Pengadaan sumber dan media pembelajaran b. Pengadaan gedung dan sarana perkuliahan c. Pengadaan asrama mahasiswa dosen
4. Tata kelola
a. Penatakelolaan organisasi
b. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola pendidikan
c. Pengembangan sistem informasi yang terintegrasi d. Peningkatan sarana dan prasarana perguruan tinggi.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 19 BAB IV
STRATEGI PENGEMBANGAN, PROGRAM DAN INDIKATOR KEBERHASILAN
A. Strategi Pengembangan
Berdasarkan penjabaran yang sudah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya, strategi pegembangan Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke disusun sebagai berikut:
1. Untuk dapat berkembang dan memperoleh dukungan masyarakat, STK membangun citranya sebagai Sekolah Tinggi berkualitas dan berperan dalam kehidupan di tengah umat dan masyarakat. Untuk itu, STK perlu meningkatkan mutu staf pendidikan, mutu proses pendidikan dan pegabdian masyarakat.
2. STK dirancang sebagai perguruan tinggi yang mendukung penyelenggaraan “pendidikan untuk semua”. Oleh karena itu, STK memberikan akses untuk pendidikan lanjut bagi masyarakat luas dan yang kurang beruntung sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat belajar.
3. Penyelenggaraan program akademik STK ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang berintelektual dan profesional yang memiliki kematangan emosional, sosial, dan spiritual serta keterampilan hidup yang amat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu STK perlu meningkatkan mutu mahasiswa yang diterima melalui peningkatan kualitas seleksi mahasiswa baru dan mutu lulusannya melalui peningkatan kualitas proses perkuliahan dan pengembangan program-program yang relevan.
4. STK sebagai perguruan tinggi perlu mengikuti perkembangan kemajuan ilmu dan teknologi terutama dalam bidang sistem komunikasi, informasi dan administrasi. Untuk itu STK perlu meningkatkan mutu sistem administrasi akademik dan sarana pembelajaran yang didukung dengan media-media auodivisual dan pemanfaatan teknologi informasi dan jaringan.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 20 5. Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas harus didukung
dengan prasarana yang memadai. Untuk itu STK perlu meningkatkan pengembangan fisik (prasarana) di lingkungan kampus untuk mendukung proses pembelajaran.
B. Program dan Indikator Keberhasilan
Sesuai tahapan dan target pengembangan STK 2011-2015 terdapat 4 program utama yang akan dilaksanakan oleh institusi. Keempat program tersebut adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan proses pendidikan, peningkatan tata kelola dan ketersediaan sarana dan prasarana.
1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
No Program Kondisi Awal Indikator Rencana Pelaksanaan
Estimasi Biaya
1 Mengirim dosen yang berkualifikasi S1 untuk studi lanjut ke jenjang S2 :
1. P. John Remeuw, MSC
2. Rosmayasinta Makasau, S.Pd 3. Yan Yusuf Subu,
S.Fil. 4. R. Kristian Sarang, S.Fil. 5. Paustina Ngali M., S.Ag. 6. Sr. Florensia, KYM, S.Pd.
7. Steven Ronald A., S.Pd. 8. Berlinda S. Yunarti, S.Sos. Dosen masih berkualifikasi S1 lulusan dari beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta dalam negeri dengan masa kerja di STK antara 1-8 tahun. Dosen selesai menempuh studi pascasarjana (S2) tepat pada waktunya (tidak lebih dari 2 tahun waktu studi normal) Th 2012 s.d. Th 2017 Rp. 480 juta
2 Mengirim dosen yang berkualifikasi S2
Dosen masih berkualifikasi S2
Dosen selesai
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 21 untuk studi lanjut ke
S3 : i. P. Aloysius Batmiyanik, MSC, MA ii. Drs. Xaverius Wonmut, M.Hum lulusan perguruan tinggi luar negeri (P. Aloysius) dan dalam negeri (pak Xaver) pascasarjana (S3) tepat pada waktunya (tidak lebih dari 2 tahun waktu studi normal) juta 3 Membuat pelatihan untuk
staf dan karyawan dalam hal peningkatan kualitas kerja:
1. Staf BAAK: Yuliana Mangera, A.Md. 2. Staf Keuangan: Elisabeth Y.D. Astuti, S.Hut 3. Sekretaris: Maria Carolina I Due, A.Md 4. Tenaga Kepustakaan: Fransiskus Afandi 5. Tenaga Sarana-prasarana: Erenius Wenehen 6. Bagian Keuangan, Kepegawaian dan Sarpras: Berlinda Setyo Yunarti, S.Sos.
Beberapa staf dan karyawan bekerja dalam bidang yang tidak sesuai dengan kompetensi. Misalnya staf keuangan tidak memiliki background pendidikan keuangan. Staf memiliki sertifikat keahlian dalam bidang pekerjaannya. Th 2012 s.d Th 2017 Rp. 30 juta / tahun 4 Mengadakan penelitian dan seminar ilmiah bagi dosen tetap
Belum adanya penelitian dosen secara mandiri maupun kolektif Dosen melaksanakan penelitian imiah dan presentasi dalam seminar ilmiah Th 2012 s.d Th 2017 Rp. 240 juta @ setiap dosen Rp. 20 juta 5 Pembinaan rohani bagi
dosen dan staff /
Belumm adanya pelaksanaan Pelaksanaan retret sekali Th 2012 s.d Rp. 15 juta / tahun
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 22 karyawan pembinaan rohani
secara terprogram dari lembaga setahun dan rekoleksi dokar setiap semester. Th 2017
6 Pembinaan rohani bagi mahasiswa Belum adanya program pembinaan rohani terstruktur Pelaksanaan retret sekali setahun dan rekoleksi dokar setiap semester. Th 2012 s.d Th 2017 Rp. 10 juta / tahun 7 Pelaksanaan sistem seleksi mahasiswa dengan standarisasi perangkat tes masuk.
Selama ini tes masuk di STK belum memiliki standar baku yang dapat digunakan secara kontinyu Tersusunnya buku panduan wawancara dan tes tertulis untuk tes masuk perguruan tinggi
Th 2012 Rp. 5 juta
8 Melaksanakan
Asistensi Paskah dan Natal
Asistensi paskah dan natal belum menjadi program berkelanjutan di lembaga Program kerja asistensi paskah dan natal menjadi program tahunan dan terjalinnya kerjasama denga paroki-paroki Th 2012 s.d Th 2017 Rp. 45 juta / tahun 9 Studi banding mahasiswa, seminar ilmiah dan karya ilmiah mahasiswa
Belum ada studi banding, seminar ilmiah & karya ilmiah masih terbatas
Terlaksananya studi banding ke sekoah tinggi lain dan karya ilmiah Th 2012 s.d Th 2017 Rp. 10 juta / program
2. Peningkatan Mutu Proses Pendidikan
No Program Kondisi Awal Indikator Rencana Pelaksanaan Estimasi Biaya 1 Mengadakan pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran bagi dosen (SAP, Siabus, Bahan Ajar) Beberapa dosen belum tertib dalam menyusun perangkat pembelajaran. Dosen menyusun perangkat pembelajaran dan mengumpulkan Th 2012 s.d Th 2017 Rp. 18 juta / tahun
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 23 ke kaprodi
2 Pelatihan penggunaan media dan metode pembelajaran dalam proses perkuliahan Dosen belum menggunakan media dan metode pembelajaran secara variatif, pada umumnya ceramah. Dosen mampu menggunakan media & metode pembelajaran secara variatif khususnya media audiovisual Th 2012 s.d Th 2017 Rp. 15 juta / tahun
3 Evaluasi, revisi dan pembaruan kurikulum program studi PPAK
Kurikulum yang berlaku saat in sejak tahun 2006 sehingga dirasa perlu pembaruan Disetujuinya kurikulum baru dan tersusunya buku panduan kurikulum program studi Th 2013 Rp. 30 juta / tahun
3. Peningkatan Tata Kelola
No Program Kondisi Awal Indikator Rencana Pelaksanaan Estimasi Biaya 1 Penerapan komputerisasi jaringan dengan menggunakan jaringan lokal Sistem administrasi masih manual dan belum memiliki jaringan lokal Administrasi menggunakan sistem komputerisasi dan jaringan, missal pengisian KRS online. Th 2014 Rp. 100 juta / lokal jaringan 2 Pengembangan sistem informasi dengan media internet jaringan STK belum memiliki website resmi untuk media komunikasi dan publikasi, selama ini STK hanya memiliki halaman blog. STK memiliki website resmi Th 2014 Rp. 30 juta / tahun
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 24 4. Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pendidikan
No Program Kondisi Awal Indikator Rencana Pelaksanaan
Estimasi Biaya
1 Pembuatan sarana olah raga (lapangan voli) Belum memiliki lapangan voli Dibangun lapangan voli di halaman STK Th 2015 Rp. 532,8 juta / unit 2 Pengadaan AC 2 PK Ruang rapat dan
ruang ketua belum memiliki AC Tersedianya AC di ruang rapat dan ruang ketua Th 2014 Rp 14 juta @ Rp 7 juta 3 Pengadaan lemari arsip Lemari arsip masih terbatas sehingga pengarsipan dokumen tidak rapi Pembelian 6 lemari arsip untuk 6 ruangan Th 2013 s.d. Th 2017 Rp. 24 juta @ Rp 4 juta
4 Pemagaran lokasi dan pembangunan asrama mahasiswa
STK belum terpagar keliling dan belum memiliki asrama mahasiswa Pagar dibangun keliling dan dibangun asrama untuk ± 80 orang Th 2014 s.d. Th 2017 Rp. 1, 482 juta 5 Pengadaan buku-buku perpustakaan sesuai bidang kelimuan (agama, pendidikan, katekese, Buku-buku mengenai bidang keilmuan terkait masih sangat minim Eksemplar jumlah buku-buku mengenai bidang agama, katekese, pendidikan bertambah. Th 2012 s.d Th 2017 Rp. 25 juta 6 Pengadaan sarana transportasi mahasiswa (bus kampus) Mobilisasi mahasiswa masih kesulitan karena belum adanya alat transportasi kampus STK memiliki bus kampus untuk mobilisasi mahasiswa Th 2015 Rp. 500 juta / unit 7 Penambahan ruang kuliah Ruang kuliah untuk semester VIII dan DMS Dibangun 2 unit ruang kelas untuk proses perkuiahan Th 2015 3 Milyar
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 25 8 Pengadaan pakaian adat sebagai inventaris lembaga STK belum memiliki inventaris berupa pakaian adat STK memilliki 10 stel pakaian adat papua Th 2013 Rp. 30 juta 9 Penambahan ruang sekretariat Ruang sekretariat masih sempit Dibangun ruang sekretariat baru Th 2015 Rp. 1, 350 juta
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 26 BAB V
PENUTUP
Renstra STK 2012 – 2017 merupakan peta utama perjalanan Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke 2012 – 2017. Sehingga renstra ini diharapkan dapat menjadi acuan semua anggota Civitas Akademika STK St. Yakobus Merauke dalam menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi: Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian masyarakat.
Usaha dan partisipasi civitas akademika telah diikutsertakan dalam usaha menyusun renstra ini. Namun demikian tidak menutup kemungkinan terdapat kekurangan di dalamnya. Program dan indikator kerja yang dikembangkan dalam Rencana Strategis ini merupakan rambu-rambu untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan yang diimplementasikan dalam jangka pendek dan menengah di seluruh unit kerja.
Rencana Strategis ini akan menampakkan hasil yang sesuai apabila civitas akademika dan seluruh staf administrasi STK St. Yakobus Merauke mempunyai komitmen terhadap program pengembangan dan indikator keberhasilan yang direncanakan dan disepakati bersama. Selain komitmen, dalam merealisasikan program diperlukan kerjasama semua pihak untuk membangun sistem yang terintegrasi serta semangat civitas akademika untuk menjadi yang terbaik. Kerjasama dan partisipasi aktif dari seluruh komponen dalam melaksanakan Renstra ini diharapkan mampu membawa STK Santo Yakobus Merauke mencapai sasaran yang ditetapkan.
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Katolik St. Yakobus Merauke 2012-2017 27 TIM PENYUSUN RENSTRA
Ketua P. Donatus Wea Pr., S.Ag.,Lic.Iur Wakil Ketua Drs. Xaverius Wonmut, M.Hum. Sekretaris Maria Carolina I Due, A.Md. Anggota
1. Berlinda Setyo Yunarti, S.Sos. 2. Yan Yusuf Subu, S.Fil.
3. Rosmayasinta Makasau, S.Pd.
TIM REVIEW RENSTRA
Ketua P. Donatus Wea Pr., S.Ag.,Lic.Iur Wakil Ketua Drs. Xaverius Wonmut, M.Hum. Sekretaris Maria Carolina I Due, A.Md. Anggota
1. Rikardus Kristian Sarang, S.Fil. 2. Yohanes Rahangiar, S.Pi.
3. Steven Ronald Ahlaro, S.Pd. 4. Salvator Sainyakit