• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN DAN ANALISA SWOT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN DAN ANALISA SWOT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PEMBAHASAN PENELITIAN DAN ANALISA SWOT

Berdasarkan data-data yang telah terkumpul pada bab-bab sebelumnya, maka kami dapat melakukan pengolahan, perhitungan, dan analisa data seperti yang akan kami bahas pada bab IV ini. Dari hasil pengolahan, perhitungan, dan analisa tersebut, maka kami dapat menarik beberapa kesimpulan dan mengajukan beberapa rekomendasi kepada perusahaan.

4.1. Proses Produksi

Sebelum kita mulai membahas tentang proses produksi AMDK yang ada di PT.GTS, sehingga kita dapat memperole sedikit gambaran mengenai apa saja yang terjadi pada produksi AMDK.

Pada produksi AMDK, air yang berasal dari mata air dialirkan ke gudang persediaan bahan baku dan ditampung dalam bak penampungan melalui pipa khusus untuk menjaga kemurnian air dan tidak mengalami pengolahan oleh PDAM (misalnya kaporit, klorine atau zat-zat lainnya). Dari bak penampungan tersebut air dialirkan ke bak pengendapan, kemudian air baru dialirkan ke mesin Water Treatment untuk diproses.

(2)

Pada mesin water treatment ini air harus melalui 2 proses utama yaitu Filterisasi dan Sterilisasi. Tujuan dari masing-masing proses tersebut adalah sebagai berikut:

1. Filterisasi

Proses ini terdiri dari 5 tahap, yaitu Anthrasite Filter, Carbon Filter, Micron Filter 1 micron, Micron Filter 0,5 micron, dan Micron Filter 0,2 micron.

Tujuan dari seluruh tahap ini adalah penyaringan air terhadap partikel-partikel dan zat-zat yang tidak diperbolekan menurut standar pengolahan AMDK.

2. Sterilisasi

Proses ini terdiri dari 2 tahap, yaitu Ozonisasi dan Ultra Violet. Tujuan dari 2 taap tersebut adala membunuh bakteri-bakteri, kuman-kuman dan biotic lain yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak sesuai dengan standar pengolahan AMDK.

Setelah melewati seluruh tahap pengolahan tersebut, maka produk (air) siap dimasukkan kedalam kemasan sesuai ukuran yang diinginkan (dipesan). Ada 3 mesin untuk melakukan pengemasan produk AMDK ini, yaitu:

1. Gallon Filler

Mesin ini dipergunakan untuk pengemasan air dalam ukuran gallon (19 liter).

2. Cup Sealer

Mesin ini dipergunakan untuk pengemasan air dalam ukuran cup (240 ml).

3. Bottle Filler

Mesin ini dipergunakan untuk pengemasan air dalam ukuran botol 600 ml dan 1.500 ml.

(3)

MATA AIR

WATER TREATMENT (Proses Filterisasi &

Sterilisasi)

GALLON FILLER

CUP SEALER

BOTTLE FILLER

PACKAGING

DISTRIBUTION

Gambar 4.1. Diagram Proses Produksi AMDK Dari Mata Air sampai ke Distribusi

BAK PENAMPUNGAN

BAK PENGENDAPAN

(4)

4.2. Investasi

Untuk menjalankan proses produksi di pabrik AMDK ini diperlukan investasi dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 4.1.

Rincian Investasi

No. Keterangan Nilai

1 Mesin dan inventaris

- Water Treatment Rp 500,000,000.00 - Gallon Filler

- Cup Sealer

- Bottle Filler 200,000,000.00

- Kendaraan 300,000,000.00

- Generator Set 80,000,000.00

- Compresor 25,000,000.00

- Inventaris Kantor 25,000,000.00 Total Mesin & Inventaris Rp 1,830,000,000.00

2 Bangunan Rp 3,000,000,000.00

3 Tanah Rp 1,170,000,000.00

4 Modal Kerja Rp 400,000,000.00

Jumlah Biaya yang Diperlukan Rp

400,000,000.00 300,000,000.00

6,400,000,000.00

(5)

4.3. Pembiayaan Investasi

Investasi dalam pembangunan pabrik ini diperoleh dengan menggunakan dana dari modal sendiri dan pinjaman bank.

Modal sendiri dipergunakan untuk pembelian mesin & inventaris, bangunan, dan tanah, sedangkan pinjaman bank untuk modal kerja. Agar lebih jelas, berikut ini adalah table yang menguraikan mengenai perolehan dana dan penggunaan dana tersebut.

Tabel 4.2.

No. Keterangan Pinjaman Bank Modal Sendiri

1 Mesin dan inventaris

- Water Treatment Rp - 500,000,000.00 - Gallon Filler -

- Cup Sealer -

- Bottle Filler 200,000,000.00

- Generator Set - 80,000,000.00

- Compresor 25,000,000.00

- Kendaraan - 300,000,000.00 - Inventaris Kantor

Rincian Modal dan Pinjaman

Rp

400,000,000.00 300,000,000.00 -

-

- 25,000,000.00 Total Mesin & Inventaris

Rp - Rp 1,830,000,000.00

2 Bangunan Rp - Rp 3,000,000,000.00 3 Tanah Rp - Rp 1,170,000,000.00 4 Modal Kerja Rp 400,000,000.00 Rp -

Jumlah Total Rp 400,000,000.00 Rp 6,000,000,000.00

(6)

4.4. Pinjaman Bank

Pinjaman bank dipergunakan untuk modal kerja, bunga yang dikenakan atas pinjaman ini adalah sebesar 18 % dan jangka waktu pengembalian pinjaman ini diperhitungkan selama 5 (lima) tahun. Dengan jumlah pinjaman sebesar Rp400.000.000,-, maka diperoleh jumla angsuran sebesar Rp127.911.137,- per tahun selama 4 tahun dan jumlah angsuran pada tahun terakhir (tahun ke-5) sebesar Rp80.861.650,-. Angsuran ini dibayarkan setiap bulan dengan jumlah Rp10.659.261,- perbulan, dan sebesar Rp6.246.821,- untuk angsuran terakhir (dapat dilihat pada lampiran).

4.5 Asumsi-asumsi untuk Penelitian

Untuk membatasi alur dalam penelitian ini, maka beberapa asumsi sudah ditetapkan untuk penelitian ini. Asumsi-asumsi tersebut adalah sebagai berikut:

Penjualan

Harga jual yang dipergunakan adalah harga jual yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Harga jual tersebut adalah:

1. Harga Jual gallon baru adalah sebesar Rp3.150,- ditambah Rp30.000,- untuk jaminan galon.

2. Harga jual cup 240ml per karton adalah sebesar Rp8.100,-.

3. Harga jual Botol 600ml per karton adalah sebesar Rp12.880,-.

(7)

4. Harga jual Botol 1.500ml per karton adalah sebesar Rp14.000,-.

Jumlah penjualan tidak bergantung pada kapasitas mesin, tetapi lebih kepada jumlah pesanan yang akan diterima, misalnya untuk gallon diterima pesanan sebesar 1000 gallon perharinya, dan cup 240ml, botol 600ml & 1.500 ml sebesar 1000 karton perhari.

Pada bulan pertama tidak ada penjualan karena pada periode ini diadakan pelatihan untuk para pekerja dan promosi produk. Pada bulan berikutnya penjualan mulai dilakukan dengan tingkat penjualan seperti tersebut diatas. Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

Struktur Biaya

Pada penelitian ini biaya-biaya yang terjadi dibagi dalam Biaya Produksi (terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung), Biaya Umum dan Administrasi, dan Biaya Penjualan.

Upah pekerja, Biaya pemakaian Air (PAM), Biaya Listrik, Biaya bahan baker untuk generator set dikategorikan sebagai Biaya Produksi pada bagian Biaya Langsung.

Biaya bahan baker generator set dimasukkan pada biaya langsung, karena generator set ini dipergunakan sebagai penggerak mesin-mesin produksi lainnya.

(8)

Biaya pemeliharaan, biaya penyusutan, dan Gaji supervisor pabrik dikategorikan sebagai Biaya produksi pada bagian biaya tidak langsung.

Gaji pegawai marketing, kantor dan satpam termasuk pada biaya tidak langsung, bersama-sama dengan biaya pajak, ATK, cetakan, telepon, asuransi pegawai, dan biaya bank.

Biaya penjualan diperhitungkan dari jumlah penggunaan bahan bakar solar untuk truk perbulan. Jumlah penggunaannya adala sebesar 1000 liter perbulannya, dengan harga solar sebesar Rp2.100,- perliter.

Semua biaya ini sudah mulai diperhitungkan pada bulan pertama, karena walaupun belum dilakukan penjualan, sudah diadakan produksi untuk promosi dan semua kegiatan perkantoran sudah dimulai.

Bunga atas Pinjaman Bank

Penjelasan mengenai bunga atas pinjaman bank sudah dijelaskan sebelumnya pada sub bab 4.4 tentang pinjaman bank. Bunga pinjaman dan angsuran pinjaman dibayarkan setiap bulan.

(9)

4.6. Dasar-dasar Keputusan Penganggaran Modal

Setelah melalui beberapa perhitungan dengan data-data yang diperoleh, maka berikut ini adalah beberapa dasar yang digunakan dalam pengambilan keputusan:

! Break Even Point

Pada penghitungan break-even point, fixed cosst dibagi rata untuk masing-masing produk. Break-even point yang dihasilkan dari proyeksi ini adalah sebesar:

Untuk cup sebanyak 81.592.992 cup, jumlah ini jauh lebih besar dari kapasitas mesin cup sealer yang dimiliki oleh perusahaan yaitu sebesar 9.984.000 cup per tahun.

Untuk gallon sebanyak 173.615 galon, jumlah ini lebih kecil dari kapasitas mesin gallon filler yang dimiliki oleh perusahaan yaitu sebesar 332.800 galon.

Untuk botol 600 dan 1500, masing-masing adala sebanyak 13.194.744 botol dan 3.694.536 botol, jumlah ini jauh lebih besar dari kapasitas mesin bottle filler yang dimiliki oleh perusahaan yaitu sebesar 2.080.000 botol per tahun untuk 2 macam botol.

! Internal Rate of Return

Internal Rate of return yang dihasilkan dari penelitian berdasarkan perkiraan produksi perusahaan adalah sebesar 4%, yang berarti lebih kecildari tingkat bunga bank yang diasumsikan sebesar 18%

! Net Present Value

Net Present Value menunjukkan angka yang negatif yaitu sebesar Rp544.253.286,25,-

(10)

! Index Profitabilitas

Profitability Index selama periode penelitian yang ditetapkan adalah 0,83 yang berarti lebih kecil dari 1

! Discounted Payback Period

Discounted Payback Period yang dihasilkan selama periode penelitian adalah lebih dari 10 (sepuluh) tahun, yaitu melebihi masa penelitian.

4.7. Analisis Sensitivitas Proyek

Untuk menguji sensitivitas dari peoyek ini, maka kami memperhitungkan produksi berdasarkan jumlah BEP yang diperoleh dari hasil perhitungan (walaupun sebenarnya melebihi jumlah kapasitas mesin. Dan kami juga memperhitungkan produksi berdasarkan kapasitas mesin jika dipergunakan secara optimal. Dari hasil peritungan ini, kami kemudian menghitung pengaruh dari kenaikan beban pegawai, kenaikan HPP, dan kenaikan biaya berdasarkan inflasi sebesar 5%.

Hasil dari analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pembangunan pabrik AMDK ini sangat sensitive terhadap kenaikan HPP, yaitu terutama pada perubahan harga cup, sedangkan pada kenaikan beban pegawai, tidak terlalu berpengaruh apabila produksi disesuaikan dengan tingkat BEP.

(11)

4.8 Analisa SWOT

Berikut ini adalah beberapa analisa terhadap Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan Ancaman yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan.

1. Strengh

Kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan ini, adalah merupakan satu-satunya pabrik yang berada pada wilayah tersebut.

2. Weakness

Kelemahan perusahaan ini adalah besarnya biaya yang dikeluarkan, tidak sebanding dengan kapasitas produksi yang dapat mengakibatkan perusahaan terus mengalami kerugian.

3. Opportunity

Kesempatan yang dimiliki oleh perusahaan adalah meningkatkan kapasitas mesin, sehingga dapat dicapai tingkat produksi yang lebih tinggi, sehingga perusahaan dapat mengembangkan usaha ke wilayah lain.

4. Threat

Munculnya atau masuk pemain baru dalam bidang AMDK, merupakan ancamam utama yang harus dihadapi oleh perusahaan.

Gambar

Gambar 4.1.  Diagram Proses Produksi AMDK Dari Mata Air sampai ke Distribusi

Referensi

Dokumen terkait

Konstruksi atap rangka baja ringan adalah konstruksi atap rangka baja ringan yang strukturnya tidak jauh berbeda dengan konstruksi atap rangka kayu, hanya saja

Syafrinani, drg., Sp.Pros (K), selaku pembimbing pertama penulis dalam penulisan skripsi ini sekaligus Ketua Departemen Prostodonsia FKG-USU yang telah meluangkan waktu

SCICOM, dan mana-mana agen atau pengkhidmat SCICOM dan pegawai, pengarah, pekerja, pemegang saham mana-mana daripada mereka, mengecualikan semua liabiliti dan tanggungjawab

Apabila dikaitkan antara proyeksi pendapatan daerah dengan proyeksi belanja daerah Kabupaten Barru, maka jumlah pendapatan yang ada tidak mencukupi untuk mendanai

Dan dari hasil pengujian ketahanan data, dapat disimpulkan bahwa berkas audio yang telah disisipi pesan ( stego ) tidak tahan terhadap tiga faktor, yaitu kompresi,

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari jenis dan sifat (sifat kimia dan fisika) dari zat yan direaksikan, serta untuk mencari

Pada bab ini akan dijelaskan tentang tahapan-tahapan perancangan modul pemetaan dan MapServer pada Sistem Informasi Bis Kampus Universitas Indonesia yang meliputi instalasi tools,

yang berlandaskan kepada prinsip realisme yang menekankan fungsi sosial kesusasteraan dalam masyarakat, maka pengkaji berpendapat karya-karya Indie dapatlah diterima sebagai