• Tidak ada hasil yang ditemukan

Edisi 17/ September Allah Mengubah Hati

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Edisi 17/ September Allah Mengubah Hati"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Edisi 17/ September 2021

03

03 08 08

06 06

Allah Allah mengubah mengubah

hati kita hati kita

Sejak yesus Sejak yesus

di di hatiku hatiku Manusia dan dosa

Manusia dan dosa

Allah

Mengubah Hati

(2)

FirmanMu ku-taati

“Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan

Kuberikan kepadamu hari yang taat”

Yehezkiel 36:26

Halo Sahabat KiTa Apa kabar kalian?

Senang bertemu kalian lagi di bulan ini, dan KiTa berharap iman dan kerohanian kalian bertumbuh dengan membaca Majalah KiTa.

Pandemi Covid-19, sudah berlangsung hampir 2 tahun. Dan sampai saat ini kita tidak tahu kapan pandemi akan berakhir. Kalian mungkin sudah bosan tinggal dan belajar di rumah terus.

Tapi jangan pernah bosan untuk mengisi diri kalian dengan Firman Tuhan ya…..Majalah KiTa akan selalu mendampingi kalian di dalam hal ini. Semangat!

Kali ini, kita akan belajar mengenai Allah yang Mengubah Hati.

Kenapa sih Allah mengubah hati kita dan apa yang terjadi ketika hati kita diubah oleh Allah?

Yuk, kita belajar Bersama.

Renungan harian Pelitaku, akan menolong kalian setiap hari merenungkan hal ini. Tetap semangat!

Akhir kata, Majalah KiTa mengucapkan tetap tekun belajar dan melakukan 4M, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan makan makanan sehat, jadi kita tetap sehat dan memuliakan Allah.

[email protected] Persembahan:

BCA GRII KiTa 0033090550 DAPATKAN

E-MAJALAH KITA!

Daftar ke No WA 0878-8910-2438

Untuk mendapatkan Majalah KiTa setiap bulannya.

Dengan mencantumkan nama dan asal kota.

(3)

03

"Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan

kepadamu hati yang taat."

Yehezkiel 36:26

Allah Allah

mengubah mengubah

hati kita

hati kita

(4)

04

Firman Tuhan di Kitab Yehezkiel mengatakan bahwa Allah akan memberikan kepada kita

2 hal besar, yaitu :

1. Allah akan memberikan hati yang baru kepada kita

2. Allah akan menjauhkan hati yang keras dari kita

Seperti apa sih hati yang keras itu?

Sampai Allah harus menjauhkannya dari kita?

Apakah hati yang keras itu sangat buruk? Sangat berbahaya sehingga Allah harus menjauhkannya dari kita?

Hati yang keras yang dituliskan oleh Nabi

Yehezkiel adalah hati yang tidak mau mendengar firman Tuhan, hati yang menolak untuk taat kepada firman Tuhan, hati yang menolak untuk menaati Tuhan Allah, hati yang berdosa.

Nah anak-anak, di bagian lain di dalam Alkitab, di dalam Kitab Roma yang dituliskan oleh Rasul Paulus, yaitu Roma 6:23a dikatakan

“Sebab upah dosa ialah maut”.

Jadi, hati yang keras, hati yang berdosa, membawa maut.

Karena itulah Allah mau

menjauhkan hati yang

keras dari kita, betapa

(5)

Oleh: Kak Lidya Bhekti 05

besar kasih Allah kepada kita, kita harus bersyukur karenanya.

Dan tidak hanya itu, Allah juga berjanji, akan memberikan hati yang baru.

Seperti apa hati yang baru itu?

Menurut Nabi Yehezkiel, hati yang baru adalah hati yang taat kepada firman Tuhan (lihat Yeh 36:27), hati yang menyembah Allah (lihat Yeh 36:28).

Lalu siapa yang akan menerima hati yang baru dan yang dijauhkan dari hati yang keras?

Apakah mereka yang baik? Bukan!

Mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, akan diberikan hati yang baru dan dijauhkan dari hati yang keras.

Bersyukur, karena Tuhan

Yesus Kristus datang ke

dunia, dan rela mati di kayu

salib, kemudian bangkit

pada hari ke 3, sehingga

kita semua yang percaya

kepada Dia, diberikan hati

yang baru dan dijauhkan

dari hati yang keras.

(6)

06

(7)

07

(8)

08

(9)

Sejak Yesus di Hatiku

(Since Jesus Came to My Heart)

Teks: Rufus Henry McDaniel Musik: Charles Gabriel

Lirik lagu ini ditulis oleh Rufus Henry McDaniel yang lahir pada 29 Januari 1850. Ia sudah aktif dalam pelayanan bahkan sebagai pengkotbah sejak umur 19 tahun.

Ia melayani di berbagai tempat seperti di Hamersville, Higginsport, Centerburg, Sugar Creek, and Cincinnati. Selama hidupnya ia menulis lebih dari 1000 lagu kristen, salah satu yang kita kenal adalah “Sejak Yesus di Hatiku”. Ia meninggal di Dayton pada 13 Februari 1940.

Musik dari lagu ini ditulis oleh Charles Gabriel, seorang komposer asal Amerika.

Gabriel lahir pada 18 Agustus 1856 (Tahun yang sama dengan Johnson Oatman) di Wilton, Iowa. dan dibesarkan dalam kehidupan pertanian.

Ayahnya mengajar menyanyi di sekolah dan juga di rumah mereka. Karena itu Charles tertarik dengan musik.

Ia belajar organ. Walaupun tidak pernah belajar musik secara formal, ia pernah memimpin paduan suara remaja sekolah untuk pergi ke beberapa tempat dan bernyanyi.

Gabriel dikenal sebagai penulis lagu-lagu untuk kebaktian

09

(10)

10

Tema besar lagu ini adalah

“Hidup baru di dalam Yesus Kristus”.

Bait ke-1 menyatakan bahwa menjadi seorang kristen adalah seorang yang sudah diubahkan melalui pertobatan (Kisah Para Rasul 3:19). Hal ini kemudian memampukan kita untuk hidup sebagai anak-anak terang yang hidup dalam Terang Allah (1 Yoh. 1:5-7).

Bait ke-2 menyatakan mengenai keselamatan di dalam Yesus Kristus. Kita memperoleh keselamatan hanya di dalam Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit untuk menebus kita yang berdosa. Setiap orang yang hidup di dalam Kristus akan mengalami penghapusan dosa (Kisah Para Rasul 22:16).

Bait ke-3 menyampaikan mengenai jaminan yang pasti akan keselamatan di

penginjilan atau yang kita kenal dengan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani). Dia menulis lebih dari 8.000 lagu untuk penginjilan termasuk menulis lirik lagu.

Kadang dia menggunakan nama samaran: Charlotte G. Homer, H. A. Henry, dan S. B. Jackson.

Dia tidak mau terlalu terkenal karena menulis banyak lagu.

Dia ingin agar Tuhan dipermuliakan dalam lagu-lagu yang dia tulis. Gabriel terus melayani Tuhan dalam bidang musik sampai dia meninggal pada 15 September 1932 di Los Angeles, California.

Lagu ini pertama kali

dinyanyikan secara umum

dalam Kebaktian Kebangunan

Rohani yang dipimpin oleh Billy

Sunday (19 November1862 – 6

November 1935) di Philadelphia

dalam tahun 1915.

(11)

Oleh: Kak Lukman 11

dalam Yesus Kristus. Seperti dikatakan dalam 1 Yohanes 5:11- 13, “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”

Perubahan demi perubahan kita alami di dalam Kristus.

Perubahan yang sejati akan menghasilkan buah yang indah di

hadapan Tuhan.

(12)
(13)

Guru dan orang tua terkasih,

“PELITAKU” adalah bahan saat teduh untuk anak-anak. Melalui

“PELITAKU” anak diajak untuk bersaat teduh dengan teratur setiap hari. Selama sebulan anak mempelajari dan merenungkan Firman Tuhan, dengan satu tema khusus secara tuntas, dan menerapkannya dalam hidup mereka sehari-hari.

Selaku guru dan orang tua, Anda dapat menuntun dan menemani anak bersaat teduh sambil mendiskusikan tema yang diberikan hari itu.

Sebagai tanda Anda telah mendampingi anak bersaat teduh, disediakan tempat untuk memberi paraf.

Aturlah waktu SAAT TEDUHmu dengan TERATUR Siapkan Alkitab, pensil dan PELITAKU

Carilah TEMPAT yang TENANG

Bacalah bacaan ALKITAB dan Saat Teduhmu untuk hari ini

RENUNGKAN apa yang kamu baca tadi Berdoalah supaya TUHAN memimpinmu

Redaksi :

- Vik. Lidya Bhekti - Vik. Lukman Sabtiyadi - Vik. Dewi Arianti Winarko

Tim Redaksi Majalah Kita dan Pelitaku Desain dan Gambar :

- Karlina

- Minerva Utomo - Henrica Citra

Penulis Pelitaku:

- Vik. Dewi Arianti Penyunting:

Majalah KiTa

(14)

Dalam beberapa kisah di Alkitab, dicatat bahwa Allah memilih anak yang bungsu dan bukan anak yang sulung. Ini bukan karena anak bungsu memang selalu lebih hebat dari anak sulung. Hal ini tidak ada kaitan dengan siapa yang lebih hebat dan siapa yang lebih pantas. Justru Alkitab sedang mengajarkan hal yang amat penting yaitu Allah memilih justru bukan karena kehebatan dan kebiasaan kebudayaan.

Dalam jaman itu semua anak sulung memiliki hak istimewa, maka jika anak sulung dipilih Allah, itu akan terasa wajar dan seharusnya demikian.

Dalam kondisi budaya seperti ini, Allah yang sedang mau mengajarkan arti anugerah, yaitu memberikan sesuatu yang besar kepada yang tidak layak.

Maka ketika si bungsu yang menerima janji itu, inilah baru semua bisa memahami apa arti anugerah.

Allah memilih Yakub, bukan karena ia lebih hebat dari Esau, tapi karena anugerah.

Hari ke 1 Allah memilih Yakub si bungsu

Kejadian 25:19-28

Pelitaku 17/ September 2021 1

Paraf Orang Tua Paraf Guru Apa Jawabnya

Anak-anak, hal – hal apa saja yang engkau terima sebagai anugerah?

Bapa di sorga, terima kasih untuk banyak hal yang sebenarnya tidak layak kami terima tapi Engkau memberikannya juga. Kami amat bersyukur. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Apakah hal yang seharusnya mengikuti anugerah? Ucapan syukur dan

tanggung jawab yang besar. Mari kita belajar bertanggung jawab dari hal terkecil sekalipun ya...

Lakukan Doa

Jawaban:

(15)

2

Apa Jawabnya

Hari ke 2 Esau tidak menghargai

anugerah Allah

Kejadian 25:29-34

Ketika dua saudara kembar ini lahir, Esau lah si sulung dan Yakub si bungsu. Pada budaya jaman itu, Esau akan mendapatkan berkat kesulungan, yaitu suatu bagian yang diberikan dua kali lebih banyak dibanding yang diberikan kepada anak-anak yang lain, sebuah berkat yang utama. Namun ternyata hidup Esau sangat tidak menghargai hak itu.

Ia pun menganggap rendah hak kesulungan. Ia merasa bahwa hak itu pasti akan jatuh ke tangannya karena secara fakta ia adalah anak yang sulung, mana mungkin berkat itu berpindah. Ini adalah kesalahan terbesar Esau.

Anak-anak, semua berkat Allah tidak ada satupun yang bisa kita pikir kita layak dapat dan selalu harus dapat.

Jika Allah memberikan pemeliharaan dan berkat-Nya, itu karena Ia berbelas kasihan pada kita. Maka tidak bisa kita terlalu geer merasa pasti kita dapat. Kalau hari ini ada, besok- besok pasti ada terus. Ini cara pikir Esau, cara pikir yang salah! Bahkan Esau berani menukar sembarangan hak kesulungan dengan hanya semangkok kacang merah.

Apa yang terjadi pada orang yang tidak menghargai anugerah Allah?

Bapa di sorga, kami tidak mau menjadi orang yang mengabaikan dan bahkan menghina anugerah-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, ingatlah bahwa anugerah Allah adalah sesuatu yang amat berharga. Tidak ada orang yang boleh menghinanya. Jika kita tidak bertanggung jawab, maka itu sudah cukup menghina Allah.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Lakukan

Doa

(16)

3

Apa Jawabnya

Hari ke 3 Esau tidak menghargai

arti hidup

Kejadian 25:29-34

Mengapa ya Esau bisa sedemikian sembarangan kepada hak kesulungan? Alkitab mencatat bahwa ia menganggap hidup ini juga sembarangan. Ia berpikir toh nanti ia akan mati dan hidup akan selesai, maka nikmati semua yang ada sekarang, bersenang-senanglah sesukamu, janji dan firman Tuhan itu tidak usah didengarkan. Inilah kehidupan Esau.

Padahal Alkitab mencatat bahwa Esau masih hidup jauh lebih lama lagi.

Esau yang masih muda ini tidak punya arti dan tujuan hidup. Ia hanya suka bersenang-senang hari ini dan besok diulangi lagi, sehingga hidup yang seperti ini akan kehilangan banyak hal penting yang harus dipertahankan dan diperjuangkan.

Orang yang tidak punya arti dan tujuan hidup, akan sembarangan membuang kesempatan penting. Dan sekali jika kesempatan itu hilang, maka mungkin sekali tidak ada kesempatan lain. Anak-anak, kalau engkau hanya main-main terus dalam hidupmu yang masih muda ini, engkau akan kehilangan banyak hal penting dalam hidupmu seperti Esau.

1. Apa saja yang Esau tidak hargai?

2. Akibatnya, Esau kehilangan apa?

Bapa di sorga, ajar kami membedakan mana yang penting, yang kurang penting dan tidak penting. Supaya kami hidup sesuai yang Tuhan mau.

Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Mari kita hafalkan Amsal 1:7.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan Doa

Jawaban:

(17)

4

Apa Jawabnya

Hari ke 4 Yakub menganggap penting

anugerah Allah

Kejadian 25:29-34

Lalu bagaimana dengan Yakub?

Berbeda sekali dengan Esau. Yakub tahu bahwa hak kesulungan adalah hal yang penting. Berkat dari Allah adalah hal yang penting. Anugerah Allah juga adalah hal yang penting.

Maka Yakub terus berharap dan mencari kesempatan untuk bisa mendapatkannya.

Yakub tahu bahwa anugerah hak kesulungan biasanya akan jatuh pada anak sulung, maka apakah mungkin ia bisa mendapatkannya? Ketika ada kesempatan datang, maka Yakub menggunakannya sebaik mungkin.

Ketika Esau mengabaikannya, Yakub mengambil kesempatan.

Anak-anak, banyak kesempatan baik dalam hidupmu hanya datang satu kali. Apakah engkau menyadarinya?

Yakub menyadarinya karena ia terus menantikan kesempatan itu.

Bagi Yakub, anugerah Allah itu penting, tidak bisa ditukar dengan kesenangan apapun dari dunia ini.

Anak-anak, hidupmu juga hanya satu kali. Apakah engkau melihat bahwa hidup ini adalah kesempatan kita boleh dipakai Tuhan? Atau, hidup ini adalah kesempatan kita bersenang- senang saja?

Apa yang dianggap penting oleh Yakub?

Bapa di sorga, kami mau hidup kami dipakai Tuhan. Kami mau menganggap penting semua kesempatan yang Tuhan kasi. Tolong kami menyadarinya ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, salah satu kesempatan penting adalah mengerti firman Tuhan.

Maka baik ketika engkau membacanya atau mendengarnya, perhatikanlah baik-baik. Ketika engkau menangkap firman itu, pasti akan merobah dan menuntun hidupmu.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Lakukan

Doa

(18)

5

Apa Jawabnya

Hari ke 5 Yakub diberkati Ishak

Kejadian 27:1-27

Yakub memang sudah mendapatkan hak kesulungan yang disia-siakan oleh Esau. Dan sejak dari rahim Ribka, sebenarnya Allah telah berfirman bahwa memang yang anak yang tua akan menjadi hamba dari anak yang muda (Kejadian 25:23).

Ishak dan Ribka sudah mengetahui akan hal ini, tapi ternyata tetap saja Ishak lebih mengasihi Esau karena Esau menyukakan hatinya.

Maka Ishak tetap merencanakan memberikan berkat kesulungan pada Esau walaupun Esau pernah mengabaikan dan menganggap rendah hak itu. Tapi ternyata pada akhirnya Ishak tetap memberikan berkat itu kepada Yakub.

Di sini kita melihat bahwa dosa manusia tidak bisa menggagalkan rencana Allah. Tapi dosa manusia berperan membuat keadaan menjadi lebih rumit dan lebih sulit. Ishak dan Ribka tidak menangkap maksud firman Allah ketika kedua anak itu masih dalam kandungan, Esau mengabaikan hak itu dan Yakub mengincar hak itu dengan cara yang salah. Semua bagian dosa manusia membuat situasi lebih sulit.

1. Bagaimana cara Yakub mendapatkan berkat itu?

Bapa di sorga, bimbinglah kami mengerti kehendak-Mu supaya kami tidak menajdi penghalang pekerjaan- Mu di dunia ini. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, hal apa yang ada dalam dirimu yang kemungkinan besar bisa

menghalangimu menggenapkan rencana Allah.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan Doa

Jawaban:

(19)

Ketika Esau pulang dari padang dan sangat lelah, ia sama sekali mengabaikan anugerah Tuhan dalam hak kesulungan. Maka ketika ia ingin makan masakan Yakub, ia menukar hal yang penting itu dengan semangkok masakan Yakub. Ini hal yang amat bodoh. Tapi saat itu Esau berpikir bahwa hak itu tidak penting, atau bisa juga ia berpikir bahwa pertukaran itu bukan hal serius, bisa saja ia bilang hak itu ditukar sekarang dan kemudian ia rasa bisa mendapatkannya kembali.

Esau sudah sembarangan berpikir, sembarangan berkata-kata dan sembarangan bertindak.

Maka setelah semua itu berlalu, Esau pada saatnya benar-benar kehilangan hak itu. Ketika ia sadar, ia sudah terlambat. Ketika ia sadar, ia menyesal dan menangis meraung- raung pun tidak bisa kembalikan hak itu. Anak-anak, jaga hidupmu baik- baik, pentingkan semua firman Tuhan.

Karena jika tidak demikian, kelak engkau menyesal dan meraung- raung pun semua hal penting yang hilang tidak bisa kembali.

Hari ke 6 Penyesalan Esau tidak berguna

Kejadian 27:30-40

6

Apa Jawabnya

Bapa di sorga, ajar kami menghargai anugerah-Mu sehingga kami tidak perlu hidup dalam penyesalan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

1. Apakah penyesalan Esau ada gunanya? Mengapa?

Anak-anak, penyesalan akan selalu datang belakangan. Maka biarlah kita selalu memiliki telinga yang bsia mendengar dan hati yang bisa menerima peringatan dari Allah.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Lakukan

Doa

(20)

Hari ke 7 Yakub memegang janji Allah

Kejadian 28:10-22

7

Apa Jawabnya

Ketika Yakub mengatahui bahwa Esau menaruh dendam kepadanya, maka Yakub pun pergi ke rumah pamannya di Padan Aram. Di tengah perjalanan ketika ia berada di suatu tempat, ia bermimpi dan disitu lah Allah berjanji kepada Yakub.

Sebuah janji yang amat besar, janji yang melanjutkan janji Allah kepada Abraham. Yaitu janji akan mendapat keturunan yang banyak dan keturunannya itu akan menjadi berkat bagi banyak bangsa. Dan dalam pelariannya, Allah berjanji akan menyertai Yakub dan akan mengembalikan Yakub suatu saat kembali ke Kanaan.

Allah sangat menguatkan iman Yakub, di tengah perjalananya yang jauh dari rumah, lalu ancaman kakaknya yang akan membalas dendam, dan juga pergi ke tempat yang amat jauh yang ia tidak ketahui.

Di tengah kesulitan seperti ini, Allah berfirman dan Yakub percaya pada firman Allah. Apakah engkau juga percaya firman Allah ketika engkau mengalami kesulitan?

1. Apakah yang menjadi komitmen/

janji Yakub kepada Allah atas semua janji penyertaan-Nya?

Bapa di sorga, terima kasih untuk semua Firman Tuhan yang selalu memberi kekuatan. Ajar kami mendengar dengan tepat sehingga kami bisa percaya dan terus beriman kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, hanya Firman Tuhan yang bisa memberikan kekuatan dalam semua kesulitan kita. Mari kita hafal beberapa ayat yang dapat menguatkan kita. Pilihlah salah satu dari ketiga ayat ini. Roma 8:28, Mazmur 25:12, 1 Korintus 15:58.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan Doa

Jawaban:

(21)

Hari ke 8 Yakub ditipu Laban

Kejadian 29:9-28

8

Apa Jawabnya

Ketika kita membaca kisah ini, maka ada hal penting yang tidak boleh kita lupakan. Allah adalah Allah yang adil dan tidak pernah pilih kasih. Ia akan mendidik umat- Nya dan tidak mengecualikan umat-Nya untuk bertanggung jawab menerima semua kesulitan akibat dosa yang mereka lakukan.

Allah memang memilih Yakub daripada Esau. Esau memang mengabaikan hak kesulungannya, tapi Yakub kemudian mendapatkan hak kesulungan itu dengan menipu ayahnya. Dan setelah penipuan itu mengakibatkan Esau dendam dan Yakub harus lari ke Laban. Apakah itu berarti semuanya selesai?Yakub bisa begitu saja lepas dari keadilan Allah karena dia punya hak kesulungan?

Ternyata tidak.

Di tempat Laban ternyata Yakub mengalami apa itu ditipu. Ia menginginkan Rahel tapi diberikan Lea. Dan ia harus bekerja lagi untuk mendapatkan Rahel. Anak-anak, Allah yang adil tidak akan mengkecualikan umat-Nya untuk belajar mengerti apa itu keadilan.

1. Apakah yang dilakukan Laban kepada Yakub?

Bapa di sorga, kami mau menjadi umat-Mu yang sungguh, yang juga tidak sembarang dalam hidup karena kami sudah mendapat banyak anugerah Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, justru sebagai orang Kristen, kita tidak adakn dikecualikan Tuhan dari semua didikan-Nya.

Jangan harap ada hak istimewa, Allah akan menghajar anak-anak- Nya yang bersalah supaya kita hidup makin mengerti anugerah dan makin memuliakan-Nya.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Lakukan

Doa

(22)

Yakub ditipu Laban Hari ke 9 Yakub bergumul dengan Allah

Kejadian 32:22-32

9

Apa Jawabnya

Di tengah perasaan genting dan terdesak, Yakub sangat kuatir ketika hendak bertemu Esau lagi. Ia takut akan apa yang akan terjadi. Apakah Esau akan marah besar dan masih mendendam akan apa yang pernah terjadi atau akankah Esau akan membunuh semua keluarganya? Di tengah hal ini maka Yakub bergumul berat. Dan pada saat itulah Yakub bertemu Allah. Yakub bergumul dengan Allah.

Dalam hidupnya apakah Yakub mengkhawatirkan akan rencananya atau rencana Allah? Allah mengajar hal penting dalam hidup Yakub, yaitu bahwa dalam situasi yang genting, Allah mau Yakub bukan bersandar pada kekuatannya tapi berserah pada rencana Allah. Allah menyatakan diri-Nya kepada Yakub dan di situ Yakub langsung mengerti bahwa yang datang bergulat dengan dia adalah Allah.

Setelah Yakub mengerti, dia tidak membiarkan Allah pergi sebelum memberkatinya. Anak-anak, kita tidak dikecualikan dari bergumul akan banyak hal, tapi satu hal yang pasti yaitu Allah mau kita mengenal Dia dan mendapatkan berkat-Nya.

1. Mengapa tempat itu dinamakan Pniel? (ayat 30)

Bapa di sorga, ajarkanlah kami untuk mengenal diri Allah dengan tepat. Ajar kami untuk dalam kesulitan sekalipun tetap bisa mengenal dan mengagumi Allah. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, hargailah saat-saat kesulitan dalam hidupmu, itu berarti Allah mau engkau belajar makin mengenal Dia.

Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

Jawaban:

(23)

Hari ke 10 Nama baru

Kejadian 32:22-32

Apa Jawabnya

Setelah Yakub bergumul dengan Allah, Allah memberikan nama baru kepadanya, yaitu Israel. Mengapa demikian?

Allah ingin menyatakan bahwa hasil pergumulan dan perjalanan pembentukan seorang Yakub adalah titik di mana ia mengenal Allah dan terus hidup berpegang pada Allah.

Yakub tidak mau melepaskan diri dari Allah. Maka Allah memberikan nama yang baru, nama baru yang menandai babak baru dari hidup Yakub.

Ia sudah memiliki 11 anak laki-laki dan Allah pernah berjanji bahwa ia akan menjadi berkat bagi banyak bangsa mewarisi janji Allah kepada Abraham. Maka Yakub tidak bisa hidup dengan cara dan dirinya yang lama, ia harus tahu bahwa hidupnya untuk menjalankan apa yang Allah rencanakan. Yaitu Yakub dan seluruh keluarganya. Dari situ akan muncul sebuah bangsa yang dipilih Allah untuk menjadi gambaran akan umat Allah.

1. Mengapa Yakub diberikan nama baru oleh Allah?

Bapa di sorga, kami bersyukur karena Allah yang memberi kami identitas dan jati diri. Bukan lingkungan kami dan bukan maunya kami sendiri. Kami bersyukur karena kami adalah umat- Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, sudahkah engkau mengenal siapakah dirimu? Coba tuliskan beberapa kalimat yang menggambarkan dirimu. Dari kalimat itu kita bisa mengetahui apakah kita berkait dengan Allah atau berkait dengan cita-cita kita sendiri.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Lakukan Doa

10

(24)

Bapa di sorga, ajar kami untuk menjalankan rencana-Mu dan bukan bersikeras pada rencana kami sendiri.

Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa.

Amin.

Hari ke 11 Yakub di Betel

Kejadian 35:1-15

11

Apa Jawabnya

Setelah seluruh perjalanannya, sampailah Yakub ke tempat di mana dulu pernah ia singgahi ketika lari dari rumah ayahnya, yaitu di Betel. Di tempat itu dahulu ia pernah bermimpi dan berjanji kepada Allah bahwa jika Allah menyertai dan memberkatinya maka Allah akan menjadi Allahnya selamanya. Mari kita baca kembali Kejadian 28:20–22.

Lalu apakah Allah menepati janji- Nya? Ya. Allah memimpin Yakub dan memberkatinya. Allah yang sudah menepati janji-Nya ini sekarang sedang menuntun Yakub kembali ke Tanah Perjanjian. Setelah bertemu dengan Esau, Yakub tidak langsung kembali ke Tanah Perjanjian tapi ia singgah di Sikhem. Dan Allah tidak menginginkan hal ini, maka Allah mengingatkannya kembali untuk pindah dari situ dan kembali ke Tanah Perjanjian. Untuk apa?

Mari kita baca ayat 9–15. Seluruh kehidupan Yakub, baik dalam kesulitan dan kelancaran, dalam kesalahan maupun pertobatan, semua dipimpin Allah untuk menjalankan rencana-Nya.

Sehingga Yakub dituntun pulang ke Tanah Perjanjian kembali.

1. Allah menegaskan sekali lagi bahwa Israel akan menjadi ... (ayat 11)

Anak-anak, semua cita-citamu harus engkau gumulkan dan doakan baik- baik. Sehingga hidupmu menjalankan rencana-Nya yang indah dan kekal.

Maukah engkau?

Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

Jawaban:

(25)

Hari ke 12 Allah memilih yang tidak berhak

Kejadian 25:19-23

12

Apa Jawabnya

Anak-anak, dari kisah Yakub kita dapat memelajari satu hal, yaitu Allah menyatakan bahwa semua anugerah-Nya itu Ia berikan kepada umat-Nya yang sebenarnya tidak berhak menerimanya.

Yakub tidak bisa berkata kepada Allah bahwa semua berkat dan pemeliharaan Allah itu sudah selayaknya ia dapatkan. Bahkan kisah Yakub menjelaskan dengan jelas bahwa ia sesungguhnya tidak berhak mendapatkannya. Yakub bukan anak sulung, Yakub juga tidak tanpa dosa, Yakub juga bisa tidak taat, Yakub bisa kuatir dan egois memikirkan keselamatannya sendiri.

Semua kejadian itu membuktikan bahwa tidak ada kelayakan dan hak sama sekali yang bisa dituntut Yakub dari Allah. Tapi Allah memberikan anugerah-Nya. Inilah yang namanya anugerah. Allah berikan kepada yang sebenarnya tidak berhak, termasuk kepada engkau dan saya.

1. Apa prinsip dasar dalam anugerah Allah?

Bapa di sorga, kami juga orang yang tidak berlayak menerima anugerah Allah. Tidak ada satu pun hal baik dalam hidup kami yang bisa cukup layak kami persembahkan pada-Mu.

Tapi Allah memberikan anugerah, sehingga kami boleh diterima di dalam Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, apakah yang membuat engkau bisa mendengar Injil dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan Doa

Jawaban:

(26)

12

Hari ke 13 Allah berdaulat memilih

Maleakhi 1:2-3

13

Apa Jawabnya

Ayat-ayat yang kita baca sebenarnya menyatakan betapa Allah sangat berdaulat untuk memilih siapa yang dikasihi-Nya. Lalu akan timbul pertanyaan mengapa Allah tidak memilih semua orang? Ini pertanyaan yang sulit dijawab karena Alkitab tidak memberikan jawabannya. Yang pasti Allah memilih siapa yang dikasihi-Nya karena anugerah-Nya.

Alkitab sedang berbicara kepada umat Allah, maka Allah menyatakan bahwa Ia mengasihi umat-Nya, walaupun akhirnya umat-Nya lah yang memberontak kepada- Nya. Justru karena itulah Allah menyatakan kembali kepada umat- Nya bahwa Ia mengasihi.

Ketika kita mengerti bahwa kita dikasihi Allah, maka seharusnya kita menjadi malu dan sadar betapa besarnya kita sudah mempermainkan anugerah-Nya. Maka kita seharusnya bertobat dan kembali hidup untuk menyenangkan Allah. Kita tidak bisa lagi mengabaikan Allah. Kita harusnya bersyukur dengan cara bertanggung jawab terhadap semua anugerah- Nya.

1. Mengapa Allah memilih Yakub?

Bapa di sorga, Engkau berhak memilih siapa dan berbelas kasihan kepada siapa. Kami hanya bisa bersyukur dan belajar bertanggung jawab akan semua anugerah-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, Allah berdaulat memilih siapa yang akan Ia berikan belas kasihan. Jika engkau mendapatkan belas kasihan Allah, bagaimanakah seharusnya sikap hidupmu?

Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

Jawaban:

(27)

Hari ke 14 Allah memilih umat-Nya yang kecil

Ulangan 7:7-9

14

Apa Jawabnya

Anak-anak, dalam beberapa hari ini kita menyadari bahwa Allah yang berdaulat memilih siapa yang dikasihi-Nya adalah Allah yang memilih mengasihi yang tidak layak dan yang tidak ada jasa apapun juga.

Allah memilih bangsa Israel juga bukan karena kehebatan bangsa itu, bukan karena besarnya bangsa itu tapi justru Allah memilih bangsa yang kecil dan bahkan yang keras kepala.

Ini amat mengherankan.

Tapi inilah kenyataannya. Allah memanggil umat milik-Nya dari dosa dan keluar dari pemberontakan.

Allah membebaskan umat-Nya dan mendidik umat-Nya untuk hidup dengan sepatutnya di hadapan-Nya.

Yang paling penting bukan menjadi seberapa hebat dan seberapa terkenalnya tapi yang paling penting adalah kita berjuang bertanggung jawab menanggapi anugerah Allah dengan mengasihi dan menyadari bahwa kita begitu dikasihi Allah.

Kesadaran bahwa kita dikasihi Allah akan menuntun kita menghormati dan melakukan segala kewajiban kita di dalam kasih. Inilah yang menyukakan hati-Nya. Maukah engkau menjadi seperti itu?

Apakah ada kebaikan dan keunggulan Israel sehingga Allah memilih bangsa ini?

Bapa di sorga, kami bersyukur karena kami yang bukan siapa-siapa ini ternyata sudah diberikan anugerah yang besar dengan boleh percaya Tuhan Yesus dan menjadi umat- Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Bagaimana Allah telah beranugerah

memilih kita, seharusnya mempengaruhi juga bagaimana kita

memperlakukan orang lain. Apakah engkau berteman karena mereka lebih hebat dan menguntungkanmu? Atau seharusnya engkau belajar menerima temanmu dan menjadi berkat bagi mereka?

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Jawaban:

Lakukan Doa

Jawaban:

(28)

14

Hari ke 15 Allah mengasihi musuh-Nya

Roma 5:6

15

Apa Jawabnya

Ternyata Alkitab menyatakan sebuah fakta yang mengagetkan, bukan saja Allah memilih dari yang tidak berhak dan tidak layak, tapi Allah bahkan menyelamatkan umat- Nya ketika masih menjadi musuh atau seteru Allah. Allah menyelamatkan dan memberi anugerah-Nya pada musuh-Nya sendiri. Ini sungguh fakta yang tak terbayangkan.

Allah mengutus Anak Tunggal-Nya untuk menjadi Juru Damai dengan berkorban di atas kayu salib, dan setelah itu Allah bukan hanya mengampuni musuh-Nya tapi juga memberikan hati yang baru, hidup yang baru sehingga musuh bukan lagi selamanya menjadi musuh tapi menjadi anak-anak-Nya yang kekasih, yang dibentuk untuk rela mengasihi dan menaati Allah.

Anak-anak, setelah Tuhan Yesus mendamaikan engkau dengan Allah, maka ada hidup baru yang penuh dengan pembentukan Allah sehingga kita tidak selama-lamanya hidup menjadi musuh Allah tapi belajar hidup menjadi anak-anak-Nya yang menyenangkan hati-Nya.

1. Anak- anak, Allah menyelamatkan kita ketika kita masih ... Allah.

Bapa di sorga, betapa bersyukurnya kami karena ternyata Allah sudah mengasihi kami bahkan ketika kami masih memusuhi Allah dengan semua dosa dan ketidak pedulian kami.

Ampuni kami ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, mari kita doakan orang- orang atau kelompok-kelompok yang masih memusuhi Tuhan Yesus, kiranya mereka mendapat kesempatan untuk mengenal kasih-Nya.

Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

Jawaban:

(29)

Hari ke 16 Allah mengubah hati

Yehezkiel 36:22-26

Apa Jawabnya

Allah mengubah pusat hidup kita yaitu hati kita. Orang berdosa hatinya keras sehingga tidak dapat menerima dan menangkap firman-Nya. Hati yang keras selalu mengabaikan Allah, meskipun kita rajin ke gereja atau ke sekolah minggu, tapi jika kita tidak taat maka itulah hati yang keras. Jika kita tidak dengar firman-Nya, itulah hati yang keras. Jika kita tidak mau hidup kita sesuai firman-Nya, itulah hati yang keras.

Hati yang baru ini adalah hati yang lembut dan taat kepada firman Allah.

Hati yang baru bukan hati yang lembek dan lemah tapi justru hati yang dikuatkan untuk berjuang taat karena mengasihi Allah. Hati yang lembut terhadap Allah adalah hati yang mengalahkan dosa dengan sekuat tenaga. Hati yang lembut adalah hati yang berani mengatakan tidak pada keinginan diri.

Tadinya kita tidak bisa mengalahkan dosa karena dosa dan godaannya terlalu kuat dan menarik. Tapi hati yang baru akan dicelikkan oleh Allah untuk melihat kemuliaan-Nya dan kasih-Nya sehingga dengan segera membuang dosa dan semua tawaran dunia. Mintalah hati sedemikian kepada Allah.

Apakah yang dilakukan Allah kepada umat-Nya?

Bapa di sorga, terima kasih untuk hati yang baru. Tanpa Allah memberikan kami hati yang baru, maka kami tidak pernah bisa mengenal Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, apakah hatimu sudah baru? Perubahan apakah yang terjadi antara sebelum dan sesudah engkau mengenal firman dan Kristus?

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan Doa

Jawaban:

16

(30)

Hari ke 17 Allah membentuk karakter umat-Nya

Yehezkiel 36:27-28

17

Setelah Allah memberikan hati yang baru, ini akan mempengaruhi seluruh kehidupan dan bagaimana kita bersikap. Hati yang baru tidak akan diam malu-malu dan tidak kelihatan buahnya di dalam tindakan.

Memang pertama-tama adalah hati yang dibereskan oleh Allah. Tapi kemudian Allah tidak berhenti sampai disitu saja.

Ia akan menuntun kita hidup mentaati-Nya dan ketaatan ini akan membuat hidup kita berubah dan menghasilkan buah. Hidup yang diubahkan oleh Allah akan nampak menjadi kesaksian yang baik bagi orang-orang sekitar kita. Jika orang tua atau saudara kita menyadari dan merasakan perubahan ini, maka kita akan dikuatkan dan dimampukan Allah untuk menjadi kesaksian bagi temn-teman dan orang lain yang lebih luas. Anak-anak, sifat dan sikap kita yang buruk harus diubah, jangan malas berubah karena hidupmu dan hidupku adalah kesaksian bagi nama- Nya.

Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Apa Jawabnya

1. Allah tidak mau kita menjadi umat yang sesuka hati kita, menjadi umat yang bagaimanakah yang sesuai dengan hati Allah?

Bapa di sorga, tolong kami untuk makin hari karakter kami makin mirip Kristus.

Kami tidak mau terus menerus sama dan tidak ada perbaikan sifat dan sikap hidup. Tolong kami ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, hal apa sajakah dalam dirimu yang engkau harapkan dan usahakan untuk bisa dirobah oleh Allah?

Jawaban:

Lakukan Doa

16

(31)

Bapa di sorga, terima kasih untuk hidup yang baru di dalam Kristus. Bentuklah hidupku sesuai dengan rencana-Mu dan anugerahkanlah kami ketaatan dalam pembentukan Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Hari ke 18 Allah memberi natur yang baru

2 Korintus 5:17

18

Allah telah memilih kita dari apa adanya kita, tapi bukan untuk terus menerus menjadi kita yang berdosa, kita yang lama dan tidak mau berubah. Justru Allah memilih kita untuk berubah, untuk belajar taat dan mengasihi Allah. Allah memilih kita untuk bertumbuh menjadi seperti yang sudah Allah rencanakan. Justru karena Allah telah memilih kita maka kita harus berubah dan menyadari bahwa kita sudah diberikan hidup yang baru.

Dan Alkitab menyatakan bahwa Allah memampukan kita untuk berjuang menjalankan semua hal itu.

Allah memberi kita natur yang baru.

Apakah natur itu? Natur adalah sifat hidup dasar yang menjadi sumber segala sesuatu yang terpancar dari hidup kita.

Hanya ada dua pembedaan natur dalam hidup manusia. Yaitu natur lama yang dikuasai dosa/yang menyukai dosa/yang mengabaikan Allah atau natur baru yang dibaharui di dalam penebusan Kristus/merespons pada kasih Allah/berjuang menjalankan kehendak Allah.

Anak-anak, mari kita hafalkan 2 Korintus 5:17. Apakah yang sudah berlalu?

Natur yang baru memang anugerah Allah, tapi natur yang baru menuntut tanggung jawab kita untuk mengerjakannya supaya tiap hari makin cocok dengan apa yang Tuhan sudah berikan.

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Apa Jawabnya

Paraf Orang Tua Paraf Guru Jawaban:

Lakukan

Doa

(32)

Sejak ribuan tahun yang lalu, penulis Amsal sudah mengingatkan kita bahwa semua manusia yang sudah jatuh dalam dosa mempunyai kecenderungan untuk hidup dalam kebenaran dirinya sendiri.

Manusia berdosa tidak suka dianggap salah, kita menetapkan patokan kita sendiri untuk menjadi benar. Ada orang yang selalu merasa dirinya benar dan ada juga orang yang menipu diri dengan pikiran bahwa dirinya adalah orang yang baik.

Hal inilah yang membuat kita biasanya sangat sulit untuk menerima nasehat dan teguran. Reaksi pertama kita biasanya tersinggung dan terganggu jika kita dinasehati dan ditegur. Mengapa demikian?

Karena kita tidak mau diganggu kenyamanannya. Kita rasa kita sudah benar.

Lalu bagaimana caranya kita tahu kita sudah benar atau tidak? Alkitab memberitahukan bahwa Allah lah standar atau patokan kebenaran kita, bukan kesukaan atau perasaan diri kita sendiri.

Mari kita hafalkan Amsal 16:2.

Mengapa orang bisa merasa bahwa jalannya bersih?

18

Hari ke 19 Manusia tidak bisa mengubah

dirinya sendiri

Amsal 16:2

19

Apa Jawabnya

Bapa di sorga, ujilah hati dan hidup kami supaya kami tidak buta dan tidak menipu diri dengan merasa diri kami sudah baik. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Paraf Orang Tua Paraf Guru Paraf Orang Tua Paraf Guru

Lakukan

Doa

(33)

Hari ke 20 Allah mengubah hati Abraham

Kejadian 12:1-4

20

Apa Jawabnya

Anak-anak dalam beberapa hari ke depan kita akan merenungkan bagaimana Allah mengubah hati orang-orang yang dipilih-Nya untuk menjalankan rencana-Nya. Allah memanggil semua orang sesuai apa adanya tapi Allah bukan berhenti di situ. Allah mengubah hati mereka untuk makin hari makin bisa mentaati Allah dan rencana-Nya.

Allah memanggil Abraham dengan firman-Nya. Allah tidak bekerja di luar firman dan kebenaran- Nya. Allah yang sudah memilih Abraham, Allah juga telah bekerja dalam hatinya sehingga Abraham yang tadinya hidup di Ur Kasdim, yang menyembah dewi bulan, lalu ia dipanggil keluar untuk meninggalkan sistem kebudayaan dan sistem agama yang lama untuk mengikuti Allah dan menyembah Allah yang sejati.

Mengapa Abraham bisa percaya?

Karena Allah sudah mengubah hatinya. Allah memberikan iman sejati dalam hati Abraham sehingga ia bisa berespons pada Firman Allah dan menaatinya. Iman dan ketaatan adalah satu paket yang tak terpisahkan. Sudahkah imanmu berbuah ketaatan kepada Allah?

Dengan apa Allah mengubah hati Abraham?

Bapa di sorga, kami tidak mungkin bisa percaya kepada-Mu jika Roh Kudus tidak lebih dahulu bekerja dalam hati kami. Terima kasih sudah menuntun kami percaya Allah yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, sudahkah imanmu berbuah ketaatan pada Allah dan firman-Nya? Jika belum, maka mintalah kekuatan kepada Allah untuk menaati-Nya dengan segera.

Abraham taat dengan segera, inilah ketaatan sejati.

Paraf Orang Tua Paraf Guru Jawaban:

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan

Doa

(34)

Hari ke 21 Allah mengubah hati Ishak

Kejadian 25:19-28, 28:1-4

21

Apa Jawabnya

Sejak Ribka mengandung anak kembar, Allah sudah berfirman kepada Ishak bahwa akan ada dua bangsa dari keturunannya itu dan yang tua akan menjadi hamba yang muda. Tapi setelah mereka dilahirkan ternyata masing-masing Ishak dan Ribka memiliki anak kesayangan.

Tapi anak kesayangan Ishak bukanlah seperti yang sudah difirmankan Allah. Sehingga Ishak bermaksud memberikan hak kesulungan kepada Esau. Ishak dan Ribka tidak membesarkan kedua anak mereka sesuai dengan firman dan janji Allah, sehingga terjadi perebutan hak kesulungan.

Namun Allah ternyata mendidik Ishak melalui semua kejadian itu.

Akhirnya Ishak memberikan berkat itu kepada Yakub. Ishak pun tahu bahwa memang Allah memilih Yakub dan akhirnya dia memberikan berkat ketika Yakub hendak lari ke rumah Laban. Rencana Allah pasti terjadi, tapi apakah kita mempersiapkan diri menjalankannya atau perlu membayar harga yang mahal untuk akhirnya kita menyetujui rencana- Nya.

Apa yang Allah ubah dalam hati Ishak?

Allah mengubah hati Ishak untuk dengan setia menjalankan rencana Allah dan bukan rencananya sendiri.

Bapa di sorga, ubahlah hati kami untuk menjalankan apa yang sesuai rencana-Mu. Jangan kami berkeras hati dengan rencana kami sendiri.

Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Menurutmu, hal apa yang masih susah engkau kerjakan padahal engkau tahu Allah berkenan kepada hal itu?

Pelitaku 17/ September 2021

Jawaban:

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

(35)

Hari ke 22 Allah mengubah hati Yakub

Kejadian 35:9-15

22

Apa Jawabnya

Ketika Yakub pulang dari rumah Laban, ia kuatir bertemu Esau. Yakub menghindari Esau dengan cara tidak mau kembali ke Tanah Perjanjian.

Tapi dalam pernyataan yang kedua di tempat yang sama, Allah menyatakan bahwa Ia sudah menggenapkan janji-Nya di awal perjalanan Yakub dan akan meneruskan janji-Nya untuk membuat Yakub akan menjadi sebuah bangsa yang akan dipakai Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya.

Allah mengubah hati Yakub yang ragu dan penuh kekuatiran dengan menyatakan sekali lagi bahwa Dia akan menggenapi janji-Nya. Allah sudah mengabulkan apa yang Yakub gumulkan di awal pelariannya dan Allah juga akan menggenapi di kemudian hari. Allah menggunakan situasi yang sulit dalam hidup kita untuk membuat kita makin mengenal Dia. Apa yang Allah firmankan tidak ada yang batal. Percayakah engkau akan hal ini?

Bagaimana cara Allah mengubah hati Yakub? Yakub berkali-kali mengalami keadaan yang sulit dan pergumulan yang berat, tapi justru disitulah Allah merobah dan membentuk karakter Yakub.

Bapa di sorga, pimpinlah kami mengalami dan melewati semua pembentukan Allah, supaya kami menjadi orang yang sesuai dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, hal sulit apakah yang sedang engkau alami? Dapatkah engkau menuliskan apa yang menjadi pembentukan Allah di dalam kesulitan itu?

Paraf Orang Tua Paraf Guru

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan Doa

Jawaban:

(36)

Kisah tentang Yusuf dan saudara-saudaranya tentu saja tidak asing lagi bagi kita semua. Dalam perjalanan kisah ini, Allah mengubah hati saudara-saudara Yusuf. Mereka yang tadinya begitu iri dengan Yusuf dan hanya mementingkan diri sendiri ternyata mengalami perubahan.

Mereka yang tadinya iri, menjadi tidak ada iri hati. Mereka yang tadinya tega menjual Yusuf dan tidak berbelas kasihan, kini mereka bergantian berani berkorban demi adik mereka Benyamin. Perubahan ini datang dari mana?

Dari perubahan yang Allah kerjakan melalui masa sulit yang mereka alami. Mereka jadi ingat dan sadar akan kesalahan mereka dan tidak mengulangi cara hidup yang sama.

Mereka tahu bahwa mereka sudah pernah bersepakat melakukan kesalahan kepada Yusuf dan tidak akan mengulanginya lagi. Kadang Allah mengijinkan kesulitan yang kita alami untuk mengubah kekerasan hati kita dan merobohkan kesombongan hati kita.

22

Hari ke 23 Allah mengubah hati

saudara-saudara Yusuf

Kejadian 43:33-34

23

Apa Jawabnya

Apa yang Allah lakukan untuk mengubah hati saudara-saudara Yusuf?

Bapa di sorga, terima kasih karena orang sejahat apapun selalu ada harapan untuk bisa diubah di dalam Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, mari kita doakan teman/

saudara/orang tua yang masih keras dan menolak Allah. Berdoalah agar Allah mengubah dan melembutkan hati mereka.

Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

Jawaban:

(37)

Hari ke 24 Allah mengubah hati Musa

Keluaran 4:1-17

24

Apa Jawabnya

Ketika Musa sudah berusia 80 tahun, Allah memanggilnya kembali untuk menjadi pemimpin Bangsa Israel dan membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir.

Dulu waktu Musa muda, ia rasa diri cukup hebat, cukup layak dan mampu membebaskan Israel dengan kekuatannya sendiri. Tapi tentu saja Allah tidak berkenan akan hal itu.

Maka karena suatu peristiwa, Musa melarikan diri ke Midian dan diam menggembalakan kambing domba di sana selama 40 tahun. Semua ilmu dan kecakapannya seolah-olah sudah luntur dan Musa menjadi tidak percaya diri lagi. Tapi justru di saat itulah Allah memanggil Musa.

Musa yang sudah tua tidak bisa andalkan kemampuannya lagi, bahkan ia amat sadar akan kekurangannya.

Maka Allah mengingatkan bahwa Dia lah Pencipta Musa. Allah tidak akan membiarkan Musa sendirian melakukan tugas dari Allah. Allah akan memampukan Musa. Jika Allah sanggup menciptakan dari tidak ada menjadi ada, maka apakah susahnya bagi Allah untuk menyertai Musa?

Anak-anak, Allah yang menciptakan kita, akan mamampukan

kita untuk melakukan tugas yang Ia

percayakan. Maukah engkau dengan hati yang taat menjalankan tugas yang dipercayakan Allah?

1. Bagaimana Allah mengubah hati Musa?

Bapa di sorga, Engkau yang menciptakan kami, maka biarlah kami tidak menolak untuk mengerjakan apa yang Engkau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, engkau diciptakan untuk Allah. Maka hendaknya seluruh hati, tubuh dan hidupmu seharusnya untuk memuliakan Allah. Apakah engkau menyadari hal ini?

Paraf Orang Tua Paraf Guru Jawaban:

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan

Doa

(38)

Allah berkuasa atas seluruh bumi, bukan saja Allah berkuasa atas umat-Nya saja tapi bahkan atas semua pemimpin di dunia.

Allah memimpin sejarah yang di dalamnya ada orang percaya dan ada orang tidak percaya. Di dalam anugerah umum-Nya, Allah bisa memberikan hikmat bagi orang yang tidak percaya. Maka kita bisa saja menemukan ada pemimpin- pemimpin yang bagitu adil, berkharisma, jujur, pintar, suka bekerja keras, dan memikirkan kepentingan rakyat. Ini semua adalah anugerah umum Allah.

Namun Allah juga bisa menghukum para pemimpin yang katanya orang percaya/orang Kristen tapi yang tidak beres pekerjaannya. Atau Allah juga bisa menyertai orang-orang percaya di dalam pemerintahan untuk menjadi garam dan terang sehingga semua pekerjaan mereka di dalam posisi mereka dalam pemerintahan, bisa menjadi kesaksian yang baik bagi Nama Allah. Sejarah politik dunia ini tidak berjalan begitu saja, bahkan politik dunia jaman Tuhan Yesus pun mendukung jalannya rencana Allah demikian juga sekarang ini.

24

Hari ke 25 Allah mengubah hati raja-raja

Amsal 21:1

25

Mari kita hafalkan Amsal 21:1.

Apa Jawabnya

Mengapa Allah sanggup mengubah hati raja-raja?

Bapa di sorga, kiranya engkau memimpin presiden, para menteri dan semua pejabat negara yang telah Engkau tugaskan untuk mengatur negara kami. Berilah kepada mereka hati yang takut kepada-Mu dan hati yang mengasihi rakyat. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

Jawaban:

(39)

Hari ke 26 Allah mengubah hati Daud

2 Samuel 12:1-14

26

Apa Jawabnya

Sebenarnya Daud sudah pernah menerima peringatan-peringatan Allah sebelum ia jatuh dalam dosa dengan mengambil Batsyeba. Ketika Daud bertanya siapakah perempuan itu, orang yang ditanya menjawab bahwa perempuan itu adalah istri Uria. Daud sudah diingatkan bahwa perempuan itu istri orang lain dan bukan saja orang lain, ia adalah istri prajuritnya yang berani dan setia padanya. Tapi dosa membuat Daud tidak menghiraukan itu semua.

Sampai tibalah peringatan datang dari Nabi Natan. Allah mengubah Daud yang tadinya begitu mengabaikan peringatan tapi ketika mendengar peringatan keras dari Nabi Natan, ia langsung disadarkan dan bertobat.

Daud mengatakan bahwa ia telah berdosa dan tidak menutupi dosanya dengan banyak alasan. Ia langsung peka akan peringatan dan minta ampun kepada Allah.

Anak-anak, bagaimanakah hati kita menanggapi teguran, baik teguran yang masih lembut atau teguran yang sudah keras? Apakah kita menerimanya?

Dengan apakah Allah mengubah hati Daud?

Bapa di sorga, kami amat memerlukan teguran yang keras untuk menyadarkan kami akan dosa yang kami sembunyikan. Tolong kami ya Allah. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, Daud diberi hati yang masih mau mendengarkan teguran yang keras dari Allah. Bagaimanakah denganmu? Apakah engkau masih bisa menerima teguran dan peringatan?

Atau engkau marah ketika ada yang menegur kesalahanmu?

Paraf Orang Tua Paraf Guru Jawaban:

Pelitaku 17/ September 2021

Doa

Lakukan

(40)

Di dalam kita terakhir sebelum Perjanjian Baru, ada satu bagian yang indah dan kita sudah membacanya.

Yaitu Allah akan mengubah hati umat-Nya. Allah akan mengutus Sang Juru Selamat, Sang Mesias ke dalam dunia untuk menggenapi seluruh janji keselamatan dan penyertaan- Nya. Tapi sebelum Juru Selamat itu datang. Allah mengutus seorang nabi- Nya untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Raja.

Apakah jalan yang disiapkan itu?

Yaitu suatu umat yang mendengar peringatan pertobatan. Umat yang menyadari bahwa mereka berdosa dan memerlukan pertolongan Juru Selamat. Sebuah persiapan hati dalam umat Allah yang akan segera siap menyambut Sang Mesias.

Engkau dan saya juga memerlukan seruan pertobatan, karena tanpa sadar kita perlu dipertobatkan dan tanpa sadar kita berdosa maka kedatangan Mesias tidak terlalu kita hargai. Anak-anak, dosa benar- benar akan mematikan kita, sehingga harapan kita satu-satunya adalah datang kepada Jurus Selamat kita.

Allah mengubah hati Daud

26

Hari ke 27 Allah mengubah hati umat-Nya

Maleakhi 4:5-6

27 Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

Jawaban:

Bapa di sorga, berikanlah hati yang juga siap menyambut Sang Mesias, kami sedang menantikan Tuhan Yesus datang kembali. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, hati seperti apa yang engkau persiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali kelak?

Apa Jawabnya

Apakah yang dipersiapkan dalam

umat Allah untuk menyambut Mesias?

(41)

Di dalam jaman Perjanjian Baru, setelah Tuhan Yesus memilih dan memanggil para rasul, Ia terus bekerja membentuk hati rasul-rasul-Nya.

Salah satu rasul yang cukup berani adalah Petrus. Tadinya Petrus sangat percaya diri dan merasa dia adalah rasul yang cukup baik dan bahkan merasa dia adalah yang paling berani berkorban demi Tuhan Yesus dibandingkan rasul- rasul yang lain. Kondisi hati seperti ini yang merasa bahwa diri lebih baik, lebih berani korban dan akhirnya menghina rasul yang lain, sangat tidak sesuai dengan isi hati Tuhan Yesus.

Maka Allah membentuk Petrus dan berbagai peringatan keras dan akhirnya melalui sebuah pergumulan berat ketika ia ternyata menyangkal Tuhan Yesus. Petrus sangat sedih hatinya tapi kejadian itu amat perlu untuk menyadarkan bahwa ia tidak seberani yang ia pikirkan.

Tapi Tuhan Yesus tidak berhenti di situ, ketika Ia bangkit, Tuhan Yesus menemui Petrus dan memulihkannya.

Karena jika tidak demikian, Petrus tidak mungkin bangkit dari kesedihan dan penyesalannya yang berlarut-larut dan mungkin sekali tidak akan melayani Tuhan lagi. Tapi Tuhan Yesus tidak membiarkan hal itu terjadi.

Ia memulihkan Petrus dan memakai hidupnya.

Hari ke 28 Allah mengubah hati Petrus

Yohanes 21:15-19

Apa Jawabnya

Bagaimana Allah mengubah hati Petrus?

Bapa di sorga, kami juga memerlukan pemulihan dari Kristus. Kepercayaan diri kami yang berlebihan membuat kami jatuh dalam penyesalan. Jangan biarkan kami larut dalam keputus asaan ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Anak-anak, ketika engkau patas semangat dan hidup dalam penyesalan, maka jalan satu-satunya bukan berada dalam kondisi itu terus.

Tapi datanglah pada Tuhan Yesus dan mintalah pengampunan-Nya. Mari baca 1 Yohanes 1:9.

Paraf Orang Tua Paraf Guru Jawaban:

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan Doa

28

(42)

Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, janji akan turunnya Roh Kudus digenapkan dan Roh Kudus inilah yang memimpin para rasul berkhotbah dengan berani.

Allah memakai khotbah Petrus sebagai awal dari persiapan berdirinya gereja Tuhan, yaitu kelanjutan dari umat Allah di Perjanjian Lama. Ketika itu Petrus dengan berani memberitakan tentang Kristus yang mati dan bangkit. Dan jemaat yang tadinya tidak percaya siapa Tuhan Yesus, mereka diubah hatinya oleh pemberitaan Injil. Roh Kudus mencelikkan hati mereka dengan firman dan teguran yang tajam yang mengkoreksi pengertian mereka sebelumnya.

Dan dari mereka yang menerima firman itulah, Allah mendirikan gereja-Nya. Mereka menyadari dosa, bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan mereka. Sehingga hari itu Alkitab mencatat 3.000 orang bertobat.

Inilah gereja mula-mula, umat tebusan Allah. Siapa mereka? Apakah mereka orang baik-baik semua dari awal? Bukan, mereka adalah orang yang sudah diubahkan

Tuhan. Sehingga kehidupan jemaat ini menjadi kesaksian yang baik bagi sekitarnya demi kemuliaan Allah.

28

Hari ke 29 Allah mengubah hati gereja-Nya

Kisah Para Rasul 2:36-47

29

Apa Jawabnya

1. Bagaimana Allah mengubah hati gereja-Nya?

Bapa di sorga, terima kasih. Hanya dengan mengenal Kristus dengan benar, kami melihat gereja Tuhan dibangunkan dan didirikan. Pimpin kami menjadi orang yang dapat mewariskan iman sejati kepada gereja Tuhan di masa selanjutnya. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Mari kita doakan gereja Tuhan di seluruh dunia, agar semua gereja bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan Yesus dengan benar dan sesuai Alkitab, bukan sesuai angan-angan mereka sendiri.

Pelitaku 17/ September 2021

Paraf Orang Tua Paraf Guru Lakukan

Doa

Jawaban:

(43)

Hari ke 30 Allah mengubah hati saya

Mazmur 139:23-24

Apa Jawabnya

Kita sudah melihat bahwa Allah memilih orang-orang yang akan dipakai dalam pekerjaan-Nya dan Allah juga memilih umat-Nya.Mereka dipilih dan diubahkan oleh Allah.

Tidak ada orang yang dipilih Allah dan dibiarkan tetap berada dalam dosa dan kemauannya sendiri.

Hal yang sama berlaku juga di sepanjang sejarah umat Allah.

Kita perlu mengenali hati kita dan mencocokannya dengan hati Allah karena kita diciptakan dan ditebus untuk menjalan pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Kita diberikan hidup dan semua kesempatan dipelihara dan dituntun Allah untuk hidup kita berarti.

Apakah hidup yang paling berarti?

Yaitu ketika hidup kita betul-betul cocok dengan rencana Allah. Oleh karena itu pemazmur mengingatkan bahwa kita perlu senantiasa berdoa memohon Allah menyelidiki dan menguji hati kita sehingga kita tahu apakah kita serong atau tidak. Allah sudah menyediakan firman-Nya untuk menuntun kita. Mari kita selalu berpegang pada firman-Nya.

Mengapa kita memerlukan Allah untuk mengubah hati kita?

Bapa di sorga, selidiki dan ujilah hati kami, supaya kami tidak terus menerus dalam keadaan yang salah. Tapi juga tuntunlah kami di jalan yang berkenan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Mari kita hafalkan Mazmur 139:23–24.

Paraf Orang Tua Paraf Guru Jawaban:

Pelitaku 17/ September 2021

Lakukan Doa

30

Referensi

Dokumen terkait

PF Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau... Serahkan pada Tuhan

Nantikan Ciptaan Baru Esensi kematian Yesus Kristus menebus kita adalah implikasi jangka panjang dari Sumpah Kekal Allah kepada Abram (Abraham) yang dicatat dalam Kejadian 15..

Pemahaman bahwa kita adalah anak – anakNya akan mendorong kita untuk hidup seper Tuhan Yesus, agar kita dapat menjadi refleksi atau bayangan Allah.. Hidup Kristen

 Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau Besar perkasa penuh kemuliaan. Kau yang termanis Didalam

Coba kita lihat apakah sungguh orang-orang yang berdoa lahir baru “menjadikan Yesus Tuhan” atau tetap saja hidup seperti layaknya seorang tidak bertuhan kepada Yesus,

Sebagai anak-anak Allah yang berkarakter agung seperti Tuhan kita Yesus Kristus, kita harus bisa menjadi “peace maker”.. Melalui medsos kita tidak boleh menambah gaduh dan

Ya Tuhan dan Allah kami, dengan perantaraan Santa Maria, perawan dan Bunda yang tak bernoda, Engkau telah menganugerahkan Yesus, sebagai Juruselamat umat manusia, kami mohon

Yesus Tuhan ,Kaulah Tuhan Mari puji anak Allah Mahatinggi Tlah dinubuatkan oleh para nabi KepadaNya diberikan sgala kuasa Juru slamat dunia, Yesus Kristus Tuhan. Sbab