• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI EDUMU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI EDUMU"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

(1)

i

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI EDUMU PADA PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPA DI SMA MUHAMMADIYAH 1

UNISMUH MAKASSAR

SKRIPSI

OLEH KURNIATI 105391102616

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2021

(2)

i

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI EDUMU PADA

PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 UNISMUH

MAKASSAR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh

KURNIATI 105391102616

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

SURAT PERNYATAAN Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Kurniati NIM : 105391102616 Jurusan : Pendidikan Fisika

Judul Skripsi: Efektivitas Penggunaan Aplikasi EduMu pada Pembelajaran Fisika Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan timpenguji adalahhasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar

Makassar , Agustus 2021 Yang membuat pernyataan

Kurniati

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(6)

v

SURAT PERJANJIAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Kurniati NIM : 105391102616 Jurusan : Pendidikan Fisika

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pemimpin Fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (Plagiat) dalam penyusunan skripsi.

4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1,2 dan 3, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Agustus 2021

Kurniati

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(7)

vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto

“Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”

(Q.S Al-Baqarah :5)

Jika itu yang terjadi padamu, itulah yang ditakdikan untukmu...

_Kuniati

Persembahan

Karya ini kupersembahkan untuk kedua orang tua saya Abu dan Ina yang amat saya sayangi. Terima kasih atas segala do’a dan pengorbanan yang telah diberikan dan

dicurahkan untuk anakda, Terima kasih juga untuk Kaka dan Baba yang telah memotivasi adinda untuk tetap berjuang. Senyum Kalian masih menjadi alasan

sekaligus kekuatan saya untuk semangat menyelesaikan kaya ini.

(8)

vii ABSTRAK

Kurniati. 2021. Efektivitas Penggunaan Aplikasi EduMu pada Pembelajaran Fisika Tehadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA di SMA Muhammadiyah Unismuh Makassar. Skipsi. Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing IKhaeruddin dan pembimbing II Rahmawati

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan aplikasi edumu pada pembelajaran fisika terhadap motivasi belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar dengan jumlah 13 orang sebagai sampel dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampling Jenuh. Instrument penelitian yang digunakan adalah angket penggunaan aplikasi Edumu dan Motivasi belajar. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata- rata motivasi belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar yaitu 92,5 dan berada pada kategori sangat tingggi dengan persentase sebesar 85%. Sedangkan nilai rata-rata angket penggunaanaplikasi Edumu yaitu 7,62.Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, Sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasiEdumu efektif ketika digunakan dalam proses pembelajaran fisika.

Kata kunci :Edumu, Efektivitas, Motivasi Belajar

(9)

viii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah Subhanahu Wataala pencipta alam semesta penulis panjatkan kehadirat-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah pada Rasulullah Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa istiqamah untuk mencari Ridha-Nya hingga di akhir zaman.

Skripsi dengan judul “Efektivitas Penggunaan Aplikasi EduMu Pada Pembelajaran Fisika Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar” diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas MuhammadiyahMakassar.

Penulis sepenuhnya menyadari bahwa skripsi ini takkan terwujud tampa adanya campur tangan dari orang-orang yang telah digerakkan hatinya oleh sang Khalik untuk memberikan dukungan serta bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung bagi penulis. Oleh karena itu disamping rasa bersyukur kehadirat Allah SWT, penulis juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang selama ini telah memberikan bantuan hingga selesainya skripsi ini.

Teristimewa dan terutama sekali penulis sampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada kedua oran tua yang tercinta ayahanda H. Hasandan Ibunda Hadijahatas segala pengorbanan dan doa restu yang telah diberikan demi

(10)

ix

keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu sejak kecil sampai sekarang ini. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadikan kebaikan dancahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat. Dengan pertolongan Allah SWT, yang hadir lewat uluran tangan serta dukungan dari berbagai pihak. Karenanya, penulis menghaturkan terima kasih yang tiada terhingga atas segala bantuan modal dan spritual yang diberikan dalam menyelesaikan skripsi ini.

Ucapan terima kasih dan penghargaan istimewa juga penulis sampaikan kepada Bapak Dr. Khaeruddin M.Pd dan Ibu Dr. Rahmawati, S.Pd.,M.Pd selaku pembimbing I dan pembimbing II yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan, arahan dan semangat kepada penulis sejak penyusunan proposal hingga terselesainya skripsi ini.

Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-setingginya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Erwin Akib, S.Pd., M.Pd., Ph.D, selaku Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar

3. Ibu Dr. Nurlina, S.Si., M.Pd dan Bapak Ma’ruf S.Pd., M.Pd , selaku Ketua dan Sekertaris Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak dan Ibu dosen Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah mengajar dan mendidik mulai dari

(11)

x

semester awal hingga penulis menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi ini.

5. Bapak Drs. Amir, M.M, selaku Kepala SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar dan Ibu Asnia Edja, S.Pd., M.Pd Selaku guru Fisika SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar serta adik-adik peserta didik kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar 6. Kakak-kakak saya Sri Wahyuni, Hermansyah, Furkan, dan Yayu Sriyati

atas segala bantuannya, saran dan dukungan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Teman-teman seperjuangan Dispersi A, Dispersi 2016, Sri Kandi dan Letting Racun Sapayya UKM KSR-PMI Unit 114 Unismuh Makassar yang selalu siap siaga membantu dalam segala hal dalam penyusunan skripsi.

8. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(12)

xi

Dengan ini penulis senantiasa, mengharapkan saran dan kritik sehingga penulis dapat berkarya menjai lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Semoga skripsi ini memberikan manfaat dan menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya dibidang Pendidikan Fisika.

Billahi Fii Sabilil Haq Fastabiqul Khaeat Wassalamu Alaikum Wr. Wb

Makassar, Agustus 2021 Penulis

Kurniati

(13)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTTO DAN PESEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian... 5

D. Manfaat Penelitian... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7

A. Landasan Teori ... 7

1. EfektivitasPembelajaran ... 7

(14)

xiii

2. Pembelajaran Daring ... 14

3. Motivasi Belajar ... 16

4. Penelitian Relevan ... 18

B. Kerangka Pikir... 24

BAB III METODE PENELITIAN ... 28

A. Jenis Penelitian ... 28

B. Lokasi Penelitian ... 28

C. Populasi dan Sampel ... 28

D. Prosedur Penelitian ... 28

E. Definisi Operasional Variabel ... 29

F. Instrumen Penelitian ... 30

G. Teknik Pengumpulan Data ... 31

H. Teknik Analisis Data ... 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 34

A. Hasik Penelitian ... 34

B. Pembahasan ... 39

BAB V PENUTUP ... 43

A. Kesimpulan ... 43

B. Saran ... 43 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel Hal

3.1 Skala Likert ... 31

3.2 KategoriSkala ... 33

4.1 Statistik Penggunaan Aplikasi EduMu Pada Pembelajaan Fisika... 35

4.2 Statistik Hasil Angket Motivasi Belajar Peserta Didik ... 37

4.3 Distribusi dan persentase hasil angket motivasi belajar peserta didik ... 38

(16)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Hal

2.1 KerangkaPikir ... 27 4.1 Diagram Respon Peserta Didik Pada Penyataan Positif Terkait

Penggunaan Aplikasi Edumu ... 35 4.2 Diagram Respon Peserta Didik Pada Penyataan Positif Terkait

Penggunaan Aplikasi Edumu ... 36 4.3 Grafik Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar ... 39

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini memberikan dampak yang sangat baik terhadap dunia dalam segala bidang, tentu juga pada bidang pendidikan. Di Indonesia tentunya, pemanfaatan teknologi dibidang pendidikan telah banyak diberlakukan meskipun tidak sepenuhnya rata karena masih terdapat berbagai kendala disetiap daerah.

Pemanfaatan teknologi dalam sistem pembelajaran menimbulkan pembelajaran berbasis elektronik sebagai hasil teknologi.Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini yang telah mengubah sistem pembelajaran pola konvensional atau tradisional menjadi pola bermedia, diantaranya media komputer dengan internetnya yang memunculkan e- learning.Pada pola pembelajaran bermedia ini, pembelajar dapat memilih materi pembelajaran berdasarkan minatnya sendiri, sehingga belajar menjadi menyenangkan, tidak membosankan, penuh motivasi, semangat, menarik perhatian dan sebagainya (Munir, 2009).

Terkait proses pembelajaran daring, pembelajaran ini bisa di kerjakan pada lokasi masing-masing lakukan tampa perluberhadapan langsung. Harapan dariPembelajaran daring ini untuk meningkatkan motivasi belajar, minat belajar, serta kemampuan dan pengetahuan peserta didik seperti halnya proses

(18)

pembelajaran yang dilakukan dikelas seperti biasanya. Untuk menunjang terlaksananya pembelajaran daring ini sangat memerlukan pemanfaatan media pembelajaran yang bersifat dinamis dan mampu menjelaskan materi konsep serta mengaplikasikan pada fakta.

Media pembelajarandaring adalah suatu jenis prosesbelajar mengajar yang memungkinkan untuk bahan ajar sampai kepada peserta didik dengan memanfaatkan jaringan internet. Media pembelajaran daring adalah suatu alternatifmedia pembelajaran yang memberikan banyak manfaat pada saat proses pembelajaran yang di lakukan jarak jauh. (Nurita, 2013). Beberapa media pembelajaran yang berbasis teknologi yang menunjang terlaksananya pembelajaran daring yaitu, Google Classroom, Google meet, Edmodo, Zoom, Edlink, EduMu dan lain-lain. Media-media tersebut adalah sebagai jembatan penghubung antara pendidik dengan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Media pembelajaran pada pembelajaran daring dimanfaatkan sebagai media yang dapat mengefisienkan dan efektivitas proses pembelajaran.Media pembelajaran dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan misalnya memperjelas pesan secara visual supaya tidak lebih verbal.Untuk mengefisienkan batasanwaktu, ruang, dan kelima pancaindra.Supaya proses pembelajaran berjalan cepat, menumbuhkan semangat pada proses pembelajaran, memberi peserta didik kesempatan untuk berhubungan secara langsung dengan lingkungan sekitarnya secara langsung sesuai dengan kenyataan di lapangan,dan peserta

(19)

didik berkesempatan untuk belajar lebih mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya(Padmadewi, dkk. 2017).

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Fisika SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar, media online yang digunakan pada proses pembelajaran yaitu Google Meet, Edumu dan beberapa media online lainnya dengan jaringan internet yang sangat memadai akan terlaksananya proses pembelajaran berbasis daring, dalam penelitian ini peneliti menjadikan EduMu sebagai variabel penelitian.

Aplikasi EduMu merupakan sistem informasi manajemen akademik terpadu berbasis web dan mobile yang mengintegrasikan seluruh proses didalam institusi Muhammadiyah yang dirancang untuk menghubungkan orang tua, peserta didik, dan guru. Aplikasi ini memiliki fitur unggulan yang memenuhi kebutuhan sekolah, terutama guru,peserta didik, dan orang tua peserta didik, mengingat saat ini merupakan era digital dan dimasa pandemi seperti ini, kebutuhan teknologi pendamping dalam belajar siswa sangat dibutuhkan.

Dalam Al-Quran Surah An-Nahl ayat 89 juga terdapat penjelasan tentang penggunaan media dalam pembelajaran :

ُثَعْبَن َم ْىَي َو ًَٰلَع اًديِهَش َكِب بَنْئ ِج َو ۖ ْنِهِسُفنَأ ْنِّه نِهْيَلَع اًديِهَش ٍةَّهُأ ِّلُك ًِف

َنيِوِلْسُوْلِل ٰي َرْشُب َو ًةَوْح َر َو يًدُه َو ٍءًَْش ِّلُكِّل بًنَٰيْبِت َبَٰتِكْلٱ َكْيَلَع بَنْل َّزَن َو ۚ ِءَٰٓ َلَُؤََٰٰٓه

Artinya : “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datang kan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).

(20)

Ayat ini menjelaskan, secara tidak langsung Allah mengajarkan untuk memanfaatkan sebuah alat/benda kepada manusia sebagai suatu media untukmendiskripsikan segala sesuatu. Seperti halnya Allah SWT menurunkan Al-Qurankepada Nabi Muhammad saw untuk menjelaskan segala sesuatu, maka sudah sepantasnya jika seseorang menjelaskan segala hal menggunakan suatu media.

Seperti yang dijelaskan diatas, maka media yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat menjelaskan kepada peserta didiktentang materi yang sedang dipelajari. Selain itu, sebuah media juga harus mampu menjadi petunjuk untuk melakukan sesuatu yang baik. Sedangkan mengenai Al-Quran sebagai rahmat dan pemberi kabar gembira jika dikaitkan dengan masalah media dalam bidang pendidikan maka suatu media harus mampu menumbuhkan rasa gembira yang selanjutnya meningkatkan ketertarikan peserta didik dalam mempelajari materi- materi yang disampaikan. Hal tersebut karena tujuan pendidikan tidak hanya pada segi kognitif saja, melainkan juga harus mampu mempengaruhi sisi afektif dan psikomotorik peserta didik.

Kegiatan belajar yang baik dan efektif akan dapat terselenggara jika pendidik dapat menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan terjalin interaksi aktif antara peserta didik dan pendidik. Dalam kegiatan belajar, motivasi peserta didik menjadi salah satu tolak ukur dalam menentukan keberhasilan dalam pembelajaran. Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Tidak adanya aktivitas

(21)

belajar tentu akan berdampak terhadap tujuan pembelajaran. Apabila tujuan pembelajaran tidak tercapai, maka hal tersebut mencerminkan kegagalan yang dilakukan oleh pendidik.Untuk itu, pendidik perlu menciptakan strategi yang tepat dalam memotivasi belajar peserta didik.

Berdasarkan uraian diatas maka, peneliti berinisiatif untuk melakukan penelitian yang berjudul “Efektifitas Penggunaan Aplikasi EduMupada Pembelajaran Fisika Terhadap Motivasi Belajar Peserta DidikKelas XI IPAdi SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkanuraian diatas sebagai bahan pemikiran yang melatarbelakangi sehingga peneliti mengangkat permasalahan yaitu:

Bagaimanakah efektivitas penggunaan aplikasi edumu pada pembelajaran fisika terhadap motivasi belajar peserta didik?

C. Tujuan Penelitian

Sehubungan dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk :

Mendeskripsikan Efektivitas dari penggunaan aplikasi edumu pada pembelajaran fisika terhadap motivasi belajar peserta didik

(22)

D. Manfaat penelitian 1. Bagi Peneliti

Dapat dijadikan sebagai informasi serta bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya

2. Bagi guru

Agar lebih mengetahui secara tepat mengenai motivasi belajar peserta didik serta keefektifan proses pembelajaran fisika secara daring

3. Bagi peserta didik

Dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran daring

(23)

7 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Efektivitas Pembelajaran a. Pengertian Efektivitas

Yusufhadi (2004), mengatakan bahwa efektivitas pembelajaran adalah menghasilkan belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi peseta didik, melalui prosedur pembelajaran yang tepat.Efektivitas pembelajaran seringkali diukur dengan tercapainya tujuan pembelajaran, atau ketepatan dalam mengelola situasi dan penggunaan prosedur yang tepat.

Menurut Popham (2003), efektivitas proses pembelajaran seharusnya ditinjau dari hubungan guru tertentu yang mengajarkan kelompok siswa tertentu, didalam situasi tertentu dalam usahanya mencapai tujusn-tujuan instruksional tertentu. Efektivitas proses pembelajaran berarti tingkat keberhasilan guru dalam mengajar kelompok siswa tertentu dengan menggunakan metode tertentu untuk mencapai tujuan instruksional tertentu.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran adalah pencapaian atau keberhasilan dari suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

(24)

b. Indikator Efektivitas Pembelajaran

Pengukuran efektivitas pembelajaran harus selalu dikaitkan dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Indikator yang dapat digunakan untuk menentukan keefektifan pembelajaran, yaitu: (1) Kecermatan penguasaan perilaku, (2) Kecepatan melakukan unjuk kerja, (3) Kesesuaian dengan prosedur, (4) Kuantitas unjuk kerja, (5) Kualitas hasil akhir, (6) Tingkat alih belajar, dan (7) Tingkat retensi (Dewi, 2011)

Efektivitas pembelajaran diukur melalui rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai pembelajar dan atau sumber-sumber belajar yang digunakan.Dengan demikian terdapat tiga indikator untuk menentukan tingkat efektivitas, yaitu (1) Waktu, (2) Personalia, dan (3) Sumber Belajar.

Keefektifan biasa diukur dengan tingkat pencapaian isi belajar.

Terdapat empat aspek penting untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran yaitu: kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari atau sering disebut dengan “tingkat Kesalahan”, Kecepatan unjuk kerja, tingkat alih belajar, dan tingkat retensi apa yang dipelajari. Keefektifan proses pembelajaran pengukurannya perlu dikaitkan dengan keberhasilan tujuan pembelajaran.

Reigeluth dan Merril menggunakan empat hal (Susanti, 2020) sebagai indikator yaitu:

a. Pembelajaran Sesuai dengan prosedur yang ditetapkan

(25)

b. Kuantitas pembelajaran yang dapat mencerminkan unjuk kerja peserta didik

c. Kualitas hasil akhir pembelajaran

d. Kecepatan peserta didik menampilkan unjuk kerjanya

Sementara Degeng (Susanti, 2020) menambahkan indikator efektivitas pembelajaran dengan tiga indikator:

a. Kecermatan penguasaan perilaku b. Tingkat alih belajar

c. Tingkat retensi

Adapun penjelasan dari ketujuh indikator tersebut, sebagai berikut:

a. Pembelajaran Sesuai dengan prosedur yang ditetapkan

Pembelajaran Sesuai dengan prosedur yang ditetapkan,menjadi indikator efektivitas yaitu pada saat peserta didik belajar, mengerjakan proyek, mengerjakan tugas, dan turut serta untuk evaluasi hasil belajar sesuai dengan prosedur pembelajaran yang ditetapkan di awal.

Ketika semua aktivitas dilakukan dengan prosedur baku misalnya ketika guru ingin memberikan proyek kepada peserta didik maka guru perlu memberikan guide line tentang proyek tersebut dan sebelum proses pengerjaan, guru perlu menjelaskan materi yang akan digunakan dalam proyek dan memastikan peserta didik paham materinya.

(26)

Selain guide line diberikan kepada peserta didik guru juga perlu memberikan rubrik penilaian diawal pembelajaran sehingga guru dapat mengukur efektivitas pembelajaran. Setiap langkah pada bagian prosedur perlu diikuti dan diselesaikan dengan tepat untuk dapat melanjutkan pada angka berikutnya. Kesalahan mengikuti prosedur akan menghambat hasil atau tujuan yang diharapkan.

b. Kuantitas Pembelajaran

Kuantitas pembelajaran dijadikan sebagai indikator keefektifan pembelajaran sebab mengikut dari hasil belajar peserta didik dan waktu yang digunakann. Makin tinggi hasil yang dicapai pada waktu tertentu akan menggambarrkan semakin efektifnya proses pembelajaran. Perlu juga adanya acuan yang jelas tentang kecermatan tujuan yang dipakai misalkan ada alat tes standar yang digunakan untuk mengukur kuantitas pembelajaran atau ada presentase tujuan yang dapat menjadi alat ukur kuantitas pembelajaran.

c. Kualitas hasil akhir pembelajaran

Kualitasakhir hasil pembelajaran menjadi indikator efektivitas pembelajaran sebab mengacu pada hasil akhir, entah dalam bidang akademis atau non-akademis.Cara pandang tentang kualitas seringkali kebaikan dari kuantitas pembelajaran.Kuantitas yang diukur adalah jumlahnya terhadap hasil tetapi kualitas berhubungan dengan mutu dan hasil karya. Misalnya bila ditinjau dari kuantitas seorang pelukis dalam

(27)

waktu tertentu menghasilkan beberapa lukisan tetapi kualitas lebih ke arah sebagus apa hasil karya lukisannya. Bila dalam proses pembelajaran kualitas dari hasil pembelajaran dilihat dari pemahaman peserta didik serta menguasai materi pembelajaran,jadi pada saat ada tantangan peserta didik mampu menyelesaikannya.

d. Kecepatan Unjuk Kerja

Kecepatan unjuk kerja menjadi indikator efektivitas pembelajaran sebab mengacu dari hasil karya peserta didik dan dikaitkan dengan waktu yang digunakanuntuk menyelesaikan. Semakin cepat peserta didik merampungkan sebuah karya maka proses pembelajaran semakin efektif, misalnya seorang guru mengajarkan membuat cerita pendek dengan benar, kemudian dalam beberapa menit sebagian besar peserta didik dapat mengerjakan dengan benar. Hal ini menunjukkan kecepatan unjuk kerja mengacu pada cara-cara efektif yang dipakai oleh guru sehingga peserta didik dapat mengikuti dengan cepat walau masih menemukan kesalahan- kesalahan.

e. Kecermatan penguasaan perilaku

Kecermatan penguasaan perilaku dijadikan sebagai indikator efektivitas pembelajaran karena tingkat kesalahan peserta didik menjadi acuannya, maka dapat diasumsikan semakin kecil jumlah kesalahan yang diperbuat maka semakin efektif pembelajarannya. Kesulitan, permasalahan, dan tantangan pasti akan hadir dalam proses pembelajaran tetapi bila

(28)

dikaitkan dengan tingkat kecermatan maka banyaknya kesalahan yang dilakukan akan berhubungan dengan tingkat kecermatannya, semakin rendah kesalahan yang dilakukan maka semakin cermat dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dijadikan indikator efektivitas pembelajaran karena mengacu pada tingkat kesalahan peserta didik dalam unjuk kerja dan semua dapat diukur dengan tepat.

f. Tingkat Alih Belajar

Tingkat alih belajar menjelaskan kecepatan alih belajar dari yang telah dipelajari oleh peserta didik ke hal lain yang sama, hal ini berhubungan langsung dengan informasi yang didapat oleh peserta didik serta pemahaman peserta didik ketika tingkatan pemahaman peserta didik cukup tinggi maka akan semakin cepat,cermat, dan semakin besar peluang untuk melakukan alih belajar pada unjuk kerja yang ingin didapat.

g. Tingkat Retensi

Tingkat retensi artinya banyaknya unjuk kerja yang dapat diperlihatkan peserta didik sesudahselang waktu tertentu berlalu. Artinya peserta didik tetap dapat mengingat informasi yang sudah diberikan meskidengan jarak waktu yang panjang . Menurut Meril (1983), mengingat akan berhubungan dengan fakta konsep prosedur dan prinsip. Peserta didik yang mampu mengingat fakta, konsep, prosedur, dan prinsip setelah beberapa waktu tertentu maka terdapat tingkat efektivitas pembelajarannya makin baik.

(29)

Menurut Firman (dalam Kusuma, 2020) proses pembelajaran dapat dikatakan efektif jika dilihat dari :

a. Keberhasilan membawa peserta didik untuk sampai pada tujuan instruksional yang sudah ditetapkan

b. Memberikan pengalaman belajar yang atraktif, Peserta didik terlibat serta lebih aktif dalam proses pembelajaran dan menjadi penunjang tercapainya tujuan instuksional

c. Memilki sarana-sarana sebagai penunjang proses pembelajaran

Agar dapat mencapai ketiga poin diatas pendidik memiliki peran yang sangat penting. Pendidik harus mampu menghantarkan peserta didik untuk mencapao ketiga poin diatas agar proses pembelajaran dapat dikatakan efektif.

Salah satu cara pendidik untuk menghantarkan peserta didik untuk menghasilkan proses pembelajaran yang efektif bisa dilakukan dengan adanya media pembelajaran sebagai penunjang. Melalui media yang digunakan dan sebagai penunjang proses pembelajaran efektif dapat tercapai seluruhnya.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa indikator efektivitas adalah (1) Kesesuaian Prosedur, (2) Kuantitas Unjuk Kerja, (3) Kualitas Hasil akhir, (4) kecermatan penguasaan perilaku, dan (5) tingkat alih belajar.

(30)

2. Pembelajaran Daring

a. Pengertian Pembelajaran Daring

Menurut Fitriyani (dalam Yuliani, 2020), Pembelajaran daring merupakan sebuah inovasi pendidikan yang melibatkan unsur teknologi informasi dalam pembelajaran.Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran.

Definisi pembelajaran online dinyatakan oleh Khan (dalam Yuliani dkk, 2020), adalah :

“Online learning instruction as an innovative approach for deliverimg instruction to a remote audience, using the Web as the medium”

Dari definisi diatas mengatakan bahwasanya ada banyak carauntuk menyalurkan pembelajaran pada peserta didik yang dipisahkan oleh jarak secara inovatif salah satunya dengan pembelajaran melalui web.

Adapun pendapat lain yaitu Deaton (dalam Yuliani dkk, 2020), mengartikan pembelajaran online adalah:

“Online learning as educational material that is presented on a computer”

Definisi diatas menjelaskan bahwa pembelajaran online adalah poses pembelajaran yang menyajikan materi pembelajaan melalui komputer.

(31)

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring adalah suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet untuk menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik.

b. Sumber Belajar Pada Pembelajaran Daring

Sumber belajar merupakan satu hal yang amat penting dan bepean penting dalam proses pembelajaran, lebih khususnya pada situasi sekarangyang mewajibkan peserta didik untuk mengikutiproses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara daring. Dalam pemanfaatan sumber belajar setiap hal ataupun sesuatu yang dapat dimanfaatkan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran merupakan sumber belajar pemanfaatan sumber dalam kondisi belajar online saat ini peserta didik dituntun untuk lebih cermat lagi dalam menggunakan dan memanfaatkan sumber belajar (Humairah &

Awaru dalam Yuliani dkk, 2020)

Pembelajaran daring ataupun online ini dapat memenuhi tujuan dari pendidikan dalam pemanfaatan teknologi informasi dengan menggunakan perangkat komputer, laptop ataupun gadget yang dapat terhubung dengan internet, perkembangan teknologi yang semakin pesat ini memudahkan dunia pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran walaupun dikeadaan saat ini. Saat ini beberapa teknologi informasi yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yaitu:

(32)

1) Zoom adalah salah satunya aplikasi yang dapat digunakan dengan cara melakukan pembelajaran secara virtual aplikasi zoom dapat mempertemukan antara peserta didik dengan pengajar secara virtual atau video sehingga proses pembelajaran dapat tersampaikan secara baik.

2) Google Class merupakan aplikasi ruang kelas yang disediakan oleh google, dalam google classroom pengajar dapat lebih mudah membagikan materi maupun tugas yang telah digolongkan ataupun disusun bahkan pada google classroom pengajar dapat memberi waktu pengumpulan tugas sehingga peserta didik tetap diajarkan disiplin dalam mengatur waktu.

3) Whatsapp adalah aplikasi yang sangat populer saat ini, aplikasi whatsapp ini adalah gratis yang mudah digunakan dan telah menyediakan fitur enkripsi yang membuat komunikasi menjadi aman. Whatsapp adalah aplikasi untuk melakukan percakapan baik dengan mengirim teks, suara maupun video, whatsapp merupakan aplikasi yang paling diminati masyarakat dalam berkomunikasi melalui internet.

3. Aplikasi EduMu

Aplikasi Edumu merupakan rancangan khusus oleh Muhammadiyah berupa aplikasi digital yang diperuntukkan oleh pihak sekolah , guru, wali siswa, dan murid. Aplikasi EduMu diperuntukkan dalam menginput dan mengakses informasi sekolah dan akademik secara langsung.

(33)

a) Manfaat EduMu untuk sekolah

 Meningkatkan servisce excellen dimata orang tua siswa

 Meningkatkan ekreditasi sekolah

 Mengikuti perkembangan zaman

 Memudahkan mengelolah informasi akademik

 Pengelolaan administrasi sekolah lebih terstruktur

 Mengurangi penggunaan kertas

 Memudahkan penyebaran inforamsi kepada wali siswa dan siswa b) Manfaat EduMu untuk guru

 Merapikan data akademik siswa

 Mudah memproses nilai ujian dan raport

 Kemudahan bersinergi dengan orang tua

 Memudahkan pemberian materi, tugas, ujian

 Proses belajar lebih efektif dan efisien

 Metode pembelajaran digital sesuai zamannya c) Manfaat EduMu untuk siswa

 Belajar dilingkungan digital sesuai zamannya

 Belajar diharapkan lebih menyenangkan

 Riwayat pendidikan siswa mudah diakses

 Kegiatan belajar di sekolah terpantau langsung oleh orang tua

 Materi belajar mudah diakses oleh siswa

(34)

Penggunaan whatsapp, google class, digunakan secara baik dalam menyampaikan informasi, materi atau pun penugasan, dan zoom juga sangat bermanfaat dalam menyampaikan materi secara tatap muka secara virtual, peserta didik dan pengajar dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan materi juga tersampaikan kepada peserta didik dengan baik dan dapat diserap dengan mudah walaupun penggunaan pelaksaan pembelajaran secara online ini cukup mahal namun baik peserta didik maupun pendidik dapat mengambil manfaat yang sangat besar dari pelaksaan pembelajaran online ini yaitu pembelajaran online yang relatif mahal ini bisa menggantikan biaya transportasi peserta didik maupun pendidik saat harus datang ke kelas.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa media-media online yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring yaitu Zoom, Aplikasi EduMu, GoogleClass, WhatsApp, dll. Dalam penelitian ini peneliti memilih Aplikasi Edumu sebagai variabel penelitian.

4. Motivasi Belajar

a. Pengertian Motivasi

Kata motivasi berasal dari kata motif yang berarti dorongan atau alasan.Motif merupakan tenaga pendorong yang mendorong manusia bertindak atau suatu tenaga didalam diri manusia yang menyebabkan manusia bertindak atau melakukan sesuatu.Dengan demikian, motivasi merupakan

(35)

kondisi psikolog yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam hal pembelajaran, tentu perlu menjadi perhatian oleh pendidik karena tidak semua peserta didik datang kesekolah dengan kondisi psikolog yang sama.

Dengan kata lain, ada faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi belajar peserta didik. Untuk dalam perencanaan pembelajaran, seorang pendidik perlu merancang strategi pembelajaran yang mampu memotivasi belajar peserta didik.

Menurut Wahab (2016), motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan Sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuannya dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Menurut Rahmat (2018), motivasi belajar merupakan kekuatan (Power motivation), daya pendorong (Driving force), atau alat pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam perubahan perilaku, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Kepiawaian guru dalam menentukan strategi yang tepat dalam pembelajaran dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Apabila peserta didik sudah termotivasi untuk

(36)

belajar, dengan sendirinya akan berdampak pada proses dan hasil pembelajaran yang diharapkan serta dapat dijadikan dasar dalam mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan daya pendorong serta keinginan yang ada dalam diri peserta didik untuk belajar, untuk membangkitkan rasa keingintahuan terhadap apa yang hendak diketahuinya sehingga apa yang menjadi tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

b. Indikator Motivasi Belajar

Motivasi belajar memiliki indikator ataupun ciri-ciri. Ada beberapa klasifikasi indikator motivasi belajar yaitu sebagai berikut:

1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil

2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar 3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan 4) Adanya penghargaan dalam belajar

5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar

6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seorang siswa dapat belajar dengan baik. (Uno dalam Ramadhon, dkk 2017)

Motivasi yang ada pada diri seseorang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

(37)

1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai)

2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapai)

3) Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah “untuk orang dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak kriminal, amoral, dan sebagainya)

4) Lebih senang bekerja mandiri

5) Cepat bosan pada tugas-tugas rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif)

6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu) 7) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu

8) Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. (Sardiman dalam Ramadhon, dkk 2017)

Motivasi belajar siswa meliputi beberapa dimensi yang dapat dijadikan indikator.

1) Ketekunan dalam belajar (sub variabel) a) Kehadiran disekolah (indicator) b) Mengikuti PBM dikelas (indicator) c) Belajar dirumah (indikator)

(38)

2) Ulet dalam menghadapi kesulitan (sub variabel) a) Sikap terhadap kesulitan (indikator)

b) Usaha mengatasi kesulitan (indikator)

3) Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar (sub variabel) a) Kebiasaan dalam mengikuti pelajaran (indikator)

b) Semangat dalam mengikuti PBM (indikator) 4) Berprestasi dalam belajar (sub variabel)

a) Keinginan untuk berprestasi (indikator) b) Kualifikasi hasil (indikator)

5) Mandiri dalam belajar (sub variabel) a) Penyelesaian tugas/PR (indikator)

b) Menggunakan kesempatan diluar jam pelajaran (indikator) (Aritonang dalam Ramadhon, dkk 2017)

Pendapat-pendapat diatas memiliki kesamaan yaitu indikator motivasi belajar meliputi adanya ketekunan dalam belajar, mandiri dalam belajar, adanya keinginan untuk berprestasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar memiliki indikator-indikator yang dapat digunakan dalam instrument penelitian yaitu: adanya ketekunan dalam belajar, ulet dalam menghadapi kesulitan, adanya minat dalam belajar, mandiri dalam belajar, dapat mempertahankan pendapat dan adanya keinginan untuk berprestasi.

(39)

c. Fungsi Motivasi

Motivasi sebagai proses pembangkitan gerak dalam diri individu untuk melakukan suatu perbuatan guna mencapai suatu tujuan. Motivasi adalah sesuatu yang paling mendasar yang harus ada dalam proses belajar karena hasil belajar akan optimal bila ada motivasi. Motivasi selalu bertalian dengan suatu tujuan.

Hamalik (dalam Rahmat, 2018) menyatakan bahwa secara umum ada tiga fungsi motivasi, sebagai berikut:

1) Mendorong manusia untuk berbuat (sebagai penggerak) yang merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan.

2) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai sehingga dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya

3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut

Berdasarkan pendapat tersebut, dapat diketahui bahwa motivasi berfungsi sebagai pendorong, pengarah, sekaligus sebagai penggerak perilaku seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Begitu juga halnya dalam pencapaian tujuan pembelajaran, guru merupakan faktor yang penting untuk

(40)

mengusahakan terlaksananya fungsi-fungsi tersebut dengan cara dan strategi yang tepat untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik (Rahmat, 2018)

5. Penelitian Yang Relevan

a. Penelitian yang telah dilakukan oleh Aurora dan Effendi (2019), dengan judul “Pengaruh Penggunaan media pembelajaran E-Learning Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa di Universitas Negeri Padang”.Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan media E-Learning terhadap mahasiswa di program studi pendidikan teknik elektro (PSPTE) Universitas Padang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan menggunakan metode slavin. Instrumen pada penelitian ini menggunakan angket tertutup dengan skala likert.Hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan media pembelajaran E-Learning dengan motivasi belajar mahasiswa pendidikan Teknik Elektro. Adanya pengaruh tersebut ditunjukkan nilai t’hitung sebesar 4,931>1,68 t’tabel dan besarnya nilai koefisien regresi yaitu 0,737, menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai penggunaan media E-Learning maka nilai motivasi mahasiswa bertambah 0,737.

Koefisien regresi tersebut bernilai positif sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah Positif.

(41)

b. Penelitian yang telah dilakukan oleh Sulisworo dan Agustin (2017) yang berjudul “Dampak Pembelajaran E-Learning Terhadap Motivasi Pada Pembelajaran Fisika di Sekolah Kejuruan”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembelajaran secara elektronik atau e-learning terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari motivasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran menggunakan e-learning dalam pembelajaran fisika secara nyata lebih baik dari pada tampa menggunakan e-learning karena keaktifan siswa lebih tinggi. Dengan e-learning, dalam proses pembelajaran fisika dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar.

(42)

B. Kerangka Pikir

Pembelajaran daring (online) merupakan proses belajar mengajar yang memanfaatkan internet dan media digital dalam penyampaian materinya..

Pemanfaatan media online dalam proses pembelajaran semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat. Perkembangan ini memberikan kesempatan berkembangnya kreativitas dan inovasi dalam pengembangan perangkat lunak yang cepat.

Dengan pemanfaatan media online Pendidik dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan berbagai format media bukan lagi hanya menggunakan spidol dengan papan tulis seperti halnya pembelajaran didalam kelas tetapi dengan format media baik itu foto, video maupun audio. Peserta didik juga dapat mengembangkan informasi yang ada dan dapat mengakses sumber belajar dengan sendirinya.

Menurut Windhiyana (dalam Yuliani dkk, 2020), keunggulan dari pemberlakuan pembelajaran daring yaitu adanya peningkatan interaksi antara pendidik dan peserta didik, proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja, menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas, dan mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.

Media pembelajaran pada pembelajaran daring digunakan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Media pembelajaran dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti membuat jelas pesan secara visual sehingga tidak terlalu verbal. Mengatasi keterbatasan

(43)

ruang, waktu, dan lima indra. Mempercepat proses belajar dan mengajar, menimbulkan semangat dalam belajar, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar mandiri berdasarkan kemampuan dan minat mereka.

Secara skematis kerangka pikir dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.1 : Kerangka Pikir

Pembelajaran Fisika menggunakan Aplikasi

Edumu

Pembagian Angket Efektivitas penggunaan

Aplikasi EduMu dan motivasi belajar

Analisis Data

Efektif Tidak Efektif

(44)

7 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, penelitian ini akan menjelaskan gambaran efektivitas penggunaan aplikasi EduMu pada pembelajaran fisika terhadap motivasi belajar.

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar

C. Populasi dan Sampel

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPASMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakanSampling Jenuh, Sampel dari penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA dengan jumlah 13 peserta didik.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir.

1. Tahap Persiapan

Melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah yaitu kepada kepala sekolah perihal perizinan untuk melakukan penelitian di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassarsekaligus konsultasi dengan guru mata pelajaran fisika guna mengetahui keadaan peserta didik dan aktivitas proses pembelajaran

28

(45)

a. Menyusun instrumen penelitian berupa angket b. Melakukan uji validitas instrumen penelitian 2. Tahap Pelaksanaan

Membagikan angket efektivitas penggunaan aplikasi Edumu dan motivasi belajar kepada peserta didik untuk mendapatkan data efektivitas penggunaan media online dan motivasi belajar peserta didik melalui google form

3. Tahap Akhir

a. Mengumpulkan semua data hasil penelitian

b. Mengolah data dan menganalisis data hasil penelitian

c. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data efektivitas penggunaan aplikasi Edumudan motivasi belajar peserta didik

E. Definisi Operasional Variabel 1. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti ada 2 yaitu:

variabel bebas yakni penggunaan aplikasi Edumudan variabel terikat motivasi belajar.

2. Definisi Operasional Variabel

(46)

a. Aplikasi Edumu merupakan sarana pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar ke peserta didik dengan pemanfaatan internet b. Motivasi belajar merupakan skor total yang diperoleh peseta didik dari pengisian angket. Indikator-indikator yang dapat digunakan dalam penelitian ini yaitu: adanya ketekunan dalam belajar, ulet dalam menghadapi kesulitan, adanya minat dalam belajar, mandiri dalam belajar, dapat mempertahankan pendapat dan adanya keinginan untuk berprestasi.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah : 1. Angket

Angket yang digunakan pada penelitian ini tentang efektivitas penggunaan aplikasi Edumudan motivasi belajar dan dalam bentuk pernyataan tertutup yang dikembangkan berdasarkan indikator.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Skala Likert untuk mengukur efektivitas penggunaan aplikasi Edumudan tingkat motivasi belajar peserta didik. Dimana alternatif jawaban diberikan nilai 5, selanjutnya nilai dari alternatif tersebut dijumlahkan menjadi lima kategori pembobotan dalam skala likert sebagai berikut:

(47)

Tabel 3.1 : Skala Likert

Skala Keterangan Pernyataan Posistif

Pernyataan Negatif

1 Sangat setuju 5 1

2 Setuju 4 2

3 Kurang setuju 3 3

4 Tidak setuju 2 4

5 Sangat tidak setuju 1 5

Sumber: Sugiyono (2013)

Instrumen angket terlebih dahulu dilakukan uji validitas sebelum diberikan kepada peserta didik, uji validitas dilakukan oleh validator ahli dengan menggunakan validitas konstruksi (Construct Validity)

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan Angket dan dokumentasi.

1. Angket

Angket digunakan untuk mendapatkan tanggapan peserta didik terhadap penggunaan aplikasi Edumupada pembelajaran fisikadan motivasi belajar peserta didik, dengan skala pengukuran instrumen yang digunakan yaitu skala likert.

(48)

2. Dokumentasi

Dokumentasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu dokumentasi proses pembelajaran.

H. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yang kemudian dianalisis dan diinterpretasikan dengan menggunakan analisis deskriptif.

1. Analisis Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul dari hasil angket. Analisis angket respon peserta didik dilakukan untuk menentukan presentase rata-rata jumlah peserta didik yang memberi respon terhadap efektifitas penggunaan aplikasi Edumupada pembelajaran fsika terhadap motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan rumus:

Sudijono, 2003 Keterangan:

P = Persentase siswa yang menjawab Sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju

f = Frekuensi siswa yang menjawab Sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju

(49)

n = Banyaknya siswa yang mengisi angket

Untuk mengkategorikan tingkat motivasibelajar peserta didik digunakan interval nilai dan kategori sebagai berikut:

Tabel 3.2 : Kategori Tingkat Motivasi Belajar

Interval (%) Kategori Keterampilan

0 – 20 Sangat Rendah

21 – 40 Rendah

41 – 60 Sedang

61 – 80 Tinggi

81 – 100 Sangat Tinggi (Riduwan, 2015)

(50)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran fisika menggunakan aplikasi EduMu terhadap motivasi belajar peserta didik.Pengumpulan data pada penelitian ini melalui angket penggunaan aplikasi EduMu dan Motivasi belajar yang diisi oleh responden yang berjumlah 13 orang.Selanjutnya data hasil penelitian dianaalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif.

Hasil analisis deskriptif menjelaskan mengenai skor yang diperoleh peserta didik dari penggunaan aplikasi edumu pada pembelajaran fisika danmotivasi belajar peserta didik, berikut hasil analisis dari data penelitian :

a. Deskripsi Respon peserta didik terhadap penggunaan aplikasi edumu pada pembelajaran fisika

Untuk memperoleh data respon peserta didik digunakan instrumen angket penggunaaan aplikasi EduMu. Hasil analisis data respon peserta didik terhadap penggunaan aplikasi EduMu yang diisi oleh 13 responden yang dinyatakan dalam tabel nilai statistik berikut:

34

(51)

Tabel 4.1 Statistik Penggunaan Aplikasi EduMu Pada Pembelajaran Fisika

Statistik Nilai Statistik

Mean 76,2

Sampel 13

Skor Tertinggi 98

Skor Terendah 56

Standar Deviasi 15,6

Tabel 4.1 nilai statistik hasil pembelajaran menggunakan aplikasi EduMu yang diisi oleh 13 responden, setelah dianalisis didapatkan skor tertinggi yaitu 98 dan skor terendah 56, sedangkan standar deviasi diperoleh yaitu 15,6. Dan rata-rata respon peserta didik terhadap penggunaan aplikasi EduMu yaitu 76,2.

Gambar 4.1 :Diagram Respon Peserta Didik pada Pernyataan Positif Terkait Penggunaan Aplikasi EduMu

40%

30%

26%

4%

0%

Kategori Pernyataan Positif

SS S KS TS STS

(52)

Diagram respon peserta didik terhadap pernyataan positif diperoleh, kategori Sangat Setuju (SS) diperoleh persentase sebesar 40%, kategori Setuju (S) diperoleh sebesar 30%, kategori Kurang Setuju diperoleh persentase sebesar 26 %, sedangkan pada kategori Tidak Setuju diperoleh persentase sebesar 4%, dan pada kategori Sangat Tidak Setuju diperoleh persentase sebesar 0%.

Gambar 4.2 :Diagram Respon Peserta Didik pada Pernyataan Negatif Terkait Penggunaan Aplikasi EduMu

Diagram respon peserta didik terhadap pernyataan negatif diperoleh, kategori Sangat Setuju (SS) diperoleh persentase sebesar 2%, kategori Setuju (S) diperoleh sebesar 18%, kategori Kurang Setuju diperoleh persentase sebesar 30 %, sedangkan pada kategori Tidak Setuju diperoleh persentase sebesar 23%, dan pada kategori Sangat Tidak Setuju diperoleh persentase sebesar 27%.

2%

18%

23% 30%

27%

Kategori Pernyataan Negatif

SS S KS TS STS

Gambar

Gambar  Hal
Gambar 2.1 : Kerangka Pikir
Tabel 3.1 : Skala Likert
Tabel 3.2 : Kategori Tingkat Motivasi Belajar
+6

Referensi

Dokumen terkait

bahwa penyelenggaraan sayembara/kontes merupakan salah satu contoh barang/jasa yang dapat diadakan melalui swakelola sebagaimana dalam ketentuan Lampiran I butir 1.5

Tulisan ini akan membahas tingkat keseimbangan distribusi daya listrik pada setiap train untuk tiap moda operasi yang diberikan, dan menghitung seberapa besar

Dampak dari adanya pengimplementasian kurikulum cambridge pada pembelajaran siswa di MINU Pucang Sidoarjo yaitu dapat memenuhi tuntutan pendidikan di dalam sekolah

Partisipasi dimaksud sangat diharapkan dari para manajer pertanggungjawaban yang ada dalam perusahaan, semakin besar keterlibatan mereka dalam merumuskan suatu hal yang

4) Saya mahir mengoperasikan dan mengenal dengan baik tata cara penggunaan media pembelajaraan tersebut seperti elearning, google meet, dan zoom meeting. Hasil

Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Ea untuk degradasi vitamin C pada Produk Minuman Kemasan sebesar 63,9288kJ/mol dan umur simpan Produk Minuman Kemasan

Pembinaan Ahli Muda K3 Konstruksi yang diselenggarakan Dynamiqhse yang bekerja sama dengan A2K4-Indonesia DPW DKI Jakarta adalah Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang

Perangkat lunak yang dihasilkan mampu membantu proses pengelolaan dan wajib pajak serta pengarsipan file Wajib Pajak yang tetah dikelola dapat mempermudah pencarian file wajib