• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gagal SNMPTN, terimalah sebagai realita.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gagal SNMPTN, terimalah sebagai realita."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

'-=-E

OPNI

Exll#t",il"='

*ler,*on*r

ru6zrti

"*'*u*,frffi,

Gagal

SI$UPTN,.Terimalah

Sebagai

Rbalita

T

TASIL

Seleksi Penerimaan Mahasiswa

H

"rt"

Perguruan Tinggi Negerj

(SN-I (SN-IuPtNl

2016

diumumkan

secara

serentak, Selasa 10 Mei 2016. Sampai saat

ini

perguruErn

tinggi

negeri (PTT.{) selalu menjadi

incaran para

siswa

lulusan SMA atau

yang

sederajad, Masyarakat benryandangan bahwa

masuk

PIN

biaya pendidikannya lebih m-urah

dibanding perguruan

tinggi

swasta (PtS).

Selain

itu, jaminan mutu pendifikan

lebih

meyakinkan,

fasilitas

proses

pembelajaran

memadai,'dosen dipandaqg lebih qualified, dan lain sebagainya.'Ini mrenyebabkan para siswa

lu-lusan

SLTA

dan

orangtuanya sa4gat men-dambakan agar bisa berhasil dalam SNMPTI{.

Dalarn menjaring calon mahasiswa, ternyata

persaingan antarperguruan tinggr (antar-PTN

atau

PIN

dengan PTS) semakin

ketat.

Per-saingan antar-perguruan tinggi dalam merekrut

calon mahasiswa merq4ng sudah lama

te{adi,

namun tahun 2016

ini

semakin mencuat. Ihrlah

sebabnya persaingan tersebut bisa semakin

ke-tat karena masing-masing merasa terancam ek-sisiensrnya. tulusan PTT.[ - karena statusnya ibu

- di

beberapa

instansi pun masih

mendapat

penghargaan di atas rata-rata lulusan

PIS.

NilaiAkeditasi

Kesan

keliru

masyarakat seolah kualitas lu-lusan

FTN lebih

unggul

dari

PTS

tetap

ada.

Berkembangnya

PIS

dengan

nilai

akreditasi

dari BAN yang ddak kalah dari

PIN,

oleh seba-gian masyarakatmasih dianggap sebagai for-malitas semata, bukan pada esensinya.

Meski-pun kesan masyarakat masih sulit dihapuskan, para pengelola

frIS

berus bemsaha keras

meng-hapus

kesan

'nomer dua'sehingga

jangan

hanya sebagai alternatif.

Upaya keras

lainnya

menekan biaya yang

me4jadi beban para Tahasiswanya. Merupakan

kiat unhrk men4ngkal kesan

PIS

mahal. IGsan

tersebutmasih menjadi cap bagi PIS, walaupun sebenarnyabiaya matrasiswa di

PIS

sudah

jauh

lebih murah dibanding mahasiswa yang ada

di

PIN.

Hanya bedanya, biaya yang dikeluarkan

=AKatd-

ffiharya@

=

oleh pemerintah untuk

PIN

jauh lebih tinggi

ji-,ka,.dibanding-yang diban€rkan kepada

PlS.

Karena

itu

jik*di

kemudian

nantinya

sana-sarna tiddk'mendapat bantuan dari pemerintah

atair

mendapat bantuan yang gama besarnya, niscaya

PIS

akan bisa mengungguli

PIN,

baik secara

kualitas

maupun biaya yang

harus

dikeluarkan oleh mahasiswa.

PIS

hnnya sebagai nomer dua dan

PIS itu

mahal adalah dua

hal

yang

tak

lepas

dari

se-jarah panjang perkembangan

PIS

dan kenyata-an biaya pendidikan itu memang mahal. Antara

peningkatan kualitas dan mahalnya biaya

pen-didikan

juga

tak

dapat dipisahkan. PTS

tak

mungkin mernikul beban pembiayaan itu tanpa

berbagi beban

dari

para mahasiswanya.

Ber-bagai bantuan yang berasal

dari

pemerintah

atau lembagalain pada umumnya masihbersi-fat menunjang atau merangsang perkembang-an. Pemerintah

kita

belum mampu membiayai

seluruh kebutuhan PTS

sebagaimana yang

di,berikan kepada

PIN

sebelum pelaksanaan otonomi perguru-antinggi.

A.da-kalanya cara

PIS

mena-t11 rn;lrafpara calon berlebihan.

Dengan,rnenqnjukkan

kele-bihan-kelebihan semu.

Men-janjikan

irrLing-iming masa de-pan cerah yang secara teoretis sulit dibuktikan. Me.mang

tidak

semua calon mahasiswa

tergrw

dengan janji-janji yang berlebih-lebihan. Pada umuninya

masya-rakat

kita

sudah semakin

}ritis

memperkirakan

kemampuan PIS yang akan dimasukinya.

Era

Persaingan

.

Kenyatei44 PIS,FTS yang su-dah mapah juga,tidak

melaku-kan

kampanye

secara

berle-bihan. Kualitas sarjana yang mereka hasilkan dan sarana yang dirniliki sudah cukup itiaqgg€p sebagai

tklan'yang

cukup memadai. PTS-PTS

yang

telah

mapan

itu

tak

begitu

bernafsu menarik calon mahasiswa.

Justru

mahasiswa yang berboqdong-bondong ingin menasrrkinya

PTS-pi'S sefidiam

inlafr

yangdimasa era per-saingan

PII.I-PTS

akan bersaing ketat dengan

PIN.

Bagi calon yang telah diterima di

PfS,

maka bisa dengan tenang menanti pengumuman hasil

SNMPII{.

Apabila gagal seleksi

PIN,

mereka pun tak.begitu merasa terpukul.

Itulah

sebab-nya; sebelum

hasil

seleksi

PIN

diumumkan,

PIS

yang

mapan

dan pada program-program. studi yang menjanjikan sudah terpenulri target yangdiharapkan.

Bagi calon yang gagal masuk

PIN,

terimalah

sebagai realita. Dan, apabila sung€uh-sungguh

ingln kuliah,

FTS masih

memrnggu. Bagai-manapun juga

pintu

perguruan tinggi terbuka

lebar menanti kalian. tr -

k

.

*)DrcAKnd.iyatWiharycmtoMM'

Referensi

Dokumen terkait

75.420.000,- dengan diketahuinya jumlah biaya yang akan dikeluarkan tersebut maka baru bisa diperkirakan keuntungan yang diperoleh petani setelah menunggu selama 15

R/C Ratio adalah rasio penerimaan atas biaya yang menunjukkan besarnya penerimaan yang akan diperoleh dari setiap rupiah yang dikeluarkan dalam produksi usaha ternak. Analisis

Biaya depresiasi yang berlaku untuk perhitungan BOK model PCI pada jalan tol maupun jalan arteri, besarnya berbanding terbalik dengan kecepatan kendaraan..

Pada kesempatan ini pula Penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuan yang diberikan oleh semua pihak baik itu bantuan secara moril

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh pengolah, penerimaan, serta pendapatan pengolah dari usaha pengolahan

Perkebunan Nusantara III ingin meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, hal ini disebabkan karena suda h sangat besarnya biaya- biaya yang dikeluarkan

Dasar penentuan tarif adalah besarnya biaya yang dikeluarkan (out of pocket cost) artinya tarif tak dapat ditentukan di bawah batas mana tarif tidak dapat ditetapkan

Ekonomi merupakan motivasi paling umum dalam proyek sistem untuk mengatisipasi pembengkakan biaya yang dikeluarkan yang bisa menimbulkan masalah baru pula pada