• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ritma Sari Wulandari R0009083

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ritma Sari Wulandari R0009083"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user LAPORAN MAGANG

IMPLEMENTASI HIPERKES DAN KESELAMATAN

SERTA LINGKUNGAN DI PT. MEKAR ARMADA

JAYA MAGELANG

Ritma Sari Wulandari R0009083

PROGRAM DIPLOMA III HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

(2)
(3)

commit to user

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN PERUSAHAAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

I. Sistem Pelaporan, Penyelidikan dan Pencatatan Kecelakaan . 54 BAB IV PEMBAHASAN ... 57

A. Higine Perusahaan ... 57

B. Kesehatan Kerja ... 65

C. Keselamatan Kerja ... 70

D. Ergonomi ... 76

E. Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ... 78

F. Lingkungan ... 79

G. Sistem Pelaporan, Penyelidikan dan Pencatatan Kecelakaan . 80 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 83

A. Kesimpulan ... 83

B. Saran ... 86

(4)

commit to user

vii

DAFTAR GAMBAR

(5)

commit to user

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Data Pengukuran Kebisingan ... 31

Tabel 2. Data Pengukuran Iklim Kerja ... 33

Tabel 3. Variasi Kerja Berdasarkan ISBB ... 34

(6)

commit to user

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Sertifikat Magang

Lampiran 2. Tata Tertib Masuk Perusahaan

Lampiran 3. Absensi Magang

Lampiran 4. Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Produksi

Lampiran 6. Materi Safety Talk

Lampiran 7. Dokumentasi Safety Talk

(7)

commit to user

iv

KATA PENGANTAR

Bismilahirohmanirohim

Asalamualaikum wr.wb, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah, rahmat, karunia, kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) serta penyusunan laporan tugas akhir

dengan judul “Implementasi Tentang Hiperkes, Keselamatan dan Kesehatan

Kerja Serta Lingkungan di PT Mekar Armada Jaya Magelang”.

Laporan ini disusun sebagai syarat untuk menyelesaikan studi di Program Diploma III Hiperkes dan Keselamatan Kerja, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Di samping itu kerja praktek ini dilaksanakan untuk menambah wawasan guna mengenal, mengetahui dan memahami mekanisme sehingga mampu mengaplikasikan teori yang diperoleh.

Dalam pelaksanaan magang dan penyusunan laporan ini penulis telah dibantu dan dibimbing oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Zainal Arifin Adnan, dr. S.PD-KR-FINASIM selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

2. Bapak Sumardiyono, SKM., M.Kes selaku Ketua Program D.III Hiperkes dan Keselamatan Kerja Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan laporan.

3. Ibu Reni Wijayanti, dr., M.Sc selaku penguji yang telah bersedia menguji, menilai dan memberikan saran dalam penyusunan laporan ini

4. Ibu Cr. Siti Utari , Dra, M.Kes . selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan laporan.

5. Bapak Arie sebagai Human Resource Development (HRD) yang telah memberikan ijin untuk melaksakan kerja praktek di PT. Mekar Armada Jaya Magelang

6. Bapak Mario selaku General Manager yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan kerja praktek di PT. Mekar Armada Jaya Magelang.

7. Bapak Abdul Haris Firmansyah sebagai pembimbing I yang telah membimbing, memberikan banyak pengalaman, ilmu, nasehat, sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan praktek kerja lapangan dengan baik. 8. Bapak Ari Dwi sebagai pembimbing II yang telah membimbing,

mengarahkan, memberi nasehat, ilmu dan pengalaman sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dengan baik.

9. Bapak Wawan, Ibu Yasinta, Bapak Surya, dan Bapak Wiwit, dan team departemen General Affairs yang memberikan bantuan penulis dalam mengumpulkan data-data, memberikan ilmu kepada penulis.

(8)

commit to user

v

11.Ilham Riski Nugroho, Anang Sudewa selaku adik yang telah memberikan motivasi kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan praktek kerja lapangan ini dengan baik.

12.Sahabat-sahabat dan orang-orang terdekat Tian Sevcenko, Novalia Wiandri, Adi Setiyawan, Stevina Army, Aminudin Arsyad, Anisadyah K, Anindyah Prima, Artina Paetisari, Wuri Handayani, Setyono, Yudha S., Lutfi, Junita Ayu, Adin Waluyo, Yudha S, Lutfi, Setyono, Santi Maharani, Utami Febrinashandy, Syara Ardina, terimakasih atas dukungan, semangat, tempat cerita disaat senang dan sedih sehingga membuat hidup ini berwarna dengan adanya kalian “kalian bukan hanya orang-orang terdekatku, tetapi adalah

keluarga keduaku”.

13.Teman-teman Hiperkes angkatan 2009 yang telah memberikan banyak pelajaran akan nilai sebuah ikatan kekeluargaan yang luar biasa sehingga penulis dapat mengambil banyak pelajaran kehidupan.

14.Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.

Semoga semua bantuan dan perhatian dari semua pihak mendapat rahmat dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih terdapat kekurangan, untuk itu kami harapkan saran dan masukan yang bersifat membangun dari semua pihak demi kemajuan kita bersama, dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Surakarta, Juni 2012

Penulis

(9)

commit to user

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai negara semakin

pesat seiring dengan perkembangan industri. Indonesia merupakan salah satu

negara yang turut merasakan manfaat secara nyata dari perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi di era globalisasi. Berbagai pabrik dan pusat-pusat

produksi lain jumlahnya semakin meningkat dan modern, selain itu dapat juga

dirasakan kemudahan dalam berkomunikasi tanpa dibatasi jarak dan waktu

untuk mendapatkan akses dalam mencari informasi yang dibutuhkan.

Kemajuan pesat inilah yang apabila diterapkan dalam proses industri dengan

penanganan manajemen yang baik serta teknologi yang tepat akan berdampak

positif dan mempunyai nilai strategis bagi kehidupan bangsa Indonesia

(Tarwaka, 2008).

Selain itu kemajuan ilmu dan teknologi di sektor industri apabila dikelola

tanpa disertai aspek-aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat

menimbulkan dampak yang merugikan terutama bagi manusia. Undang-undang

Dasar 1945 pasal 27 ayat (2) mengamanatkan bahwa : ”setiap warga negara

berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Tentu

pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat tersebut tidak boleh menimbulkan

kesakitan dan kecacatan bagi pekerja, sehingga pemerintah memandang perlu

(10)

commit to user

Faktor sumber daya manusia merupakan aset utama yang menentukan

keberhasilan proses produksi, sehingga perlu diberikan perlindungan kerja

yang sebaik-baiknya agar dapat menunjukan penampilan kerja yang baik yang

akan tercermin dalam tingkat produktivitas kerja yang tinggi.

Program keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan di perusahaan

merupakan suatu bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap nilai luhur

kemanusiaan. Penghargaan tersebut diwujudkan dalam bentuk upaya

pencegahan dari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja pada diri pekerja

atau orang lain yang berada di suatu lokasi kerja. Bermaksud untuk

memperkecil kerugian yang ada, maka berbagai upaya harus dilakukan agar

tujuan keselamatan dan kesehatan kerja dapat tercapai. Tujuan keselamatan dan

kesehatan kerja tersebut adalah :

1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan

pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta

produktivitas nasional.

2. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja.

3. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien

(Suma’mur, 2009).

Sedangkan tujuan higiene perusahaan dan kesehatan kerja adalah

menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif (Suma’mur, 2009). Ada

yang perlu diperhatikan bahwa K3 masih dianggap sebagai high cost sehingga

perlunya kebijakan yang lebih terarah agar tidak terulang kejadian kecelakaan

(11)

commit to user

Industri karoseri adalah industri yang bergerak di bidang pembuatan bodi

kendaraan. Dalam pengerjaan industri karoseri ini identik dengan proses

handmade/manual untuk bodinya. Handmade adalah membuat kendaraan

dengan keterampilan, sehingga ketergantungan terhadap kemampuan manusia

masih sangat tinggi. Selain itu peralatan yang digunakan untuk pengerjaan

proses produksi di industri ini berpotensi bahaya tinggi karena peralatan yang

digunakan berinteraksi langsung dengan manusia.

Melihat bahwa PT. Mekar Armada Jaya merupakan salah satu perusahaan

karoseri besar dengan jumlah tenaga kerja yang cukup banyak dan kegiatan

industri yang mengandung potensi bahaya yang tinggi, sehingga mempunyai

dampak negatif terhadap lingkungan apabila tidak diikuti dengan pengelolaan

keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup yang maksimal.

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan program mutlak yang mau

tidak mau harus diterapkan di setiap perusahaan sebagai upaya pencegahan dan

pengendalian kerugian akibat kecelakaan, kerusakan harta benda perusahaan,

serta kerusakan lingkungan.

Sebagai langkah penjabaran Undang-undang No. 1 Tahun 1970 dan

peraturan K3 dalam rangka perlindungan terhadap seluruh aset perusahaan,

baik sumber daya manusia dan faktor produksi lainnya, maka PT. Mekar

Armada Jaya adalah salah satu industri karoseri yang telah menerapkan

pelaksanaan Keselamatan, dan Kesehatan Kerja serta telah menyediakan Alat

Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kerja maupun orang lain yang berada di

(12)

commit to user

tanda keselamatan (safety sign). Selain itu juga upaya sanitasi, sarana dan

prasarana pengolahan limbah hasil industri, pengaturan jam kerja, sikap kerja,

dan penyediaan sarana pemadam kebakaran.

Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah salah

satu bentuk upaya untuk menciptakan suatu kondisi kerja yang aman, nyaman,

sehat, dan bebas dari pencemaran lingkungan sehingga dapat mengurangi

angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat

meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

B.Tujuan

Tujuan pelaksanaan magang di PT. Mekar Armada Jaya adalah :

1. Untuk mengetahui implementasiw umum di Perusahaan.

2. Untuk mengetahui implementasi tentang proses managemen penerapan K3

di PT. Mekar Armada Jaya.

3. Untuk mengetahui faktor-faktor resiko bahaya dan identifikasi bahaya di

tempat kerja.

4. Untuk mengetahui implementasi Higine Perusahaan di PT. Mekar Armada

Jaya.

5. Untuk mengetahui implementasi Pelayanan Kesehatan Kerja di PT. Mekar

Armada Jaya.

6. Untuk mengetahui implementasi Keselamatan Kerja di PT. Mekar Armada

Jaya.

(13)

commit to user

8. Untuk mengetahui implementasi sistem Managemen Keselamatan dan

Kesehatan Kerja di PT. Mekar Armada Jaya.

9. Untuk mengetahui implementasi Gizi Kerja di PT. Mekar Armada Jaya.

C.Manfaat

Dalam pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat

memberikan manfaat bagi berbagai pihak antara lain :

1. Penulis

a. Meningkatkan kemampuan penulis untuk identifikasi faktor potensi

bahaya dalam proses produksi di PT.Mekar Armada Jaya.

b. Menambah pengetahuan serta wawasan bagi penulis yang berkaitan

tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup di

PT.Mekar Armada Jaya.

c. Dapat berhadapan langsung tentang permasalahn nyata dilapangan dan

mengetahui secara langsung proses produksi di PT. Mekar Armada Jaya.

d. Mendapatkan pengalaman kerja yang berkaitan tentang Kesehatan dan

Keselamatan Kerja dan juga dapat bersosialisasi di dunia kerja.

2. Perusahaan

Diharapkan Perusahaan dapat memperoleh saran dari Mahasiswa

sehingga penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di PT.Mekar Armada

(14)

commit to user

3. Program Diploma III Hiperkes dan Keselamatan Kerja

a. Dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui tingkat

keterampilan Mahasiswa dalam menerapkan dan menguasai ilmu yang di

terima selama kuliah.`

b. Dapat menambah referensi bagi program Diploma III Hiperkes dan

Keselamatan Kerja mengenai pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan

Kerja.

c. Menjalin kerja sama yang baik antara fakultas dengfan instansi swasta

(15)

commit to user

7

BAB II

METODE PENGAMBILAN DATA

A.Persiapan

Persiapan yang dilakukan meliputi pengajuan permohonan magang dan

proposal pelaksanaan magang yang ditujukan kepada perusahaan yang akan

dijadikan tempat pelaksanaan magang yaitu di PT. Mekar Armada Jaya

Magelang. Adapun surat permohonan tersebut dilaksanakan pada bulan

Februari 2012. Disamping itu membaca dan mempelajari literatur yang

berhubungan dengan higiene perusahaan, kesehatan dan keselamatan kerja.

B.Lokasi

Kegiatan magang ini dilakukan di PT Mekar Armada Jaya yang berlokasi

di Jalan Mayjend Bambang Soegeng no.7 Po Box 160 kabupaten Magelang,

profinsi Jawa Tengah 56172.

C.Pelaksanaan

Pelaksanaan magang ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Februari 2012

sampai dengan 16 Maret 2012 di departemen EHS (Environment, Health and

Safety) PT. MEKAR ARMADA JAYA Magelang.

1. Tahap Pelaksanaan, meliputi :

a) Penjelasan umum tentang kondisi perusahaan tempat diadakannya

magang.

(16)

commit to user

c) Pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan kerja di perusahaan.

d) Melakukan Risk Assesment di departemen Bus.

e) Pencarian data pelengkap melalui dokumen-dokumen perusahaan dan

buku-buku referensi.

2. Tahap Pengolahan Data

Data yang diperoleh disusun sedemikian rupa sehingga dapat

(17)

commit to user

9

BAB III

HASIL MAGANG

A.Gambaran Umum Perusahaan

Sejarah singkat Perusahaan, tahun 1974 adalah tahun dimana New Armada

didirikan. Bermula pada sebuah bengkel yang terletak pada jalan

Prawirakusuman No. 3 Magelang, yang pada saat itu hanya memproduksi

kendaraan jenis mini bus dan pick up yaitu Mitsubishi Colt T 120 dan Toyota

Hiace. Pada awal pendirian, New Armada merupakan perusahaan keluarga

yang dipimpin langsung oleh Bapak David Herman Jaya selaku pemilik New

Armada.

Untuk mengimbangi laju dunia transportasi, pada tahun 1976 New Armada

mengembangkan dirinya dengan membentuk Perusahaan karoseri, menempati

area seluas 9000 m2 di jalan Raya Mertoyudan Magelang dan merekrut 200

orang karyawan. Nama New Armada semakin terkenal. Satu tahun kemudian

tepatnya pada tahun 1977, luas New Armada semakin diperbesar hingga 2 ha.

Pada tahun yang sama produksi semakin meningkat, yaitu 200 unit mobil

perbulannya. Hal ini semakin mengangkat nama New Armada sehingga tidak

hanya dikenal di wilayah Jawa saja, tetapi sudah terkenal di luar Jawa. Pada

tahun 1980, New Armada berhasil menjadi perusahaan karoseri mobil yang

berkembang pesat di Indonesia. Dampak positifnya sangat terasa sekali bagi

perusahaan dengan adanya pesanan-pesanan yang semakin meningkat

(18)

commit to user

Pada tanggal 16 Januari 1981, perusahaan karoseri yang semula berbentuk

perusahaan perseorangan, diubah menjadi perusahaan Perseroan Terbatas

dengan nama PT. Mekar Jaya Sakti, dipimpin oleh direktur yang bernama J.

Soentoro dengan akta pendirian nomor 17 oleh notaris Anggara Eni Wijaya,

SH. Kemudian diadakan perubahan berdasar akta nomor 24 tanggal 27 April

1981 nama PT. Mekar Jaya Sakti berubah menjadi PT. Mekar Armada Jaya.

Pada tanggal 20 Mei 1981 mendapat penyesuaian dari Menteri Kehakiman RI

berupa SK nomor YA/336/18, selanjutnya pada tanggal 20 September 1983

diumumkan ke dalam berita Negara RI nomor 78.

Luas pabrik pada tahun 1982 telah mencapai 20 hektar dengan fasilitas

yang lebih memadai seperti ruang pamer (show room), laboratorium teknik dan

pemekaran menjadi departemen yang mempunyai kegiatan produksi yang

berbeda-beda. Order yang diterima dari pemerintah saat itu menjadikan New

Armada sebagai kepercayaan utama pemerintah dalam penyediaan sarana

transportasi untuk kepentingan pemerintah, misalnya dengan diterima order

2000 unit mobil pemilu dari pemerintah untuk kabupaten-kabupaten seluruh

Indonesia.

Kapasitas produksi pada tahun 1984 mencapai 400 hingga 500 unit untuk

setiap bulan dengan jumlah tenaga kerja 1000 orang. Penambahan peralatan

dan mesin cat oven, mesin press, serta spot welding dilakukan, selain didukung

dengan tim desain automotif dan sumber daya manusia yang ada kemudian

dies dan menuju ke press part komponen. Demi meningkatkan kesejahteraan

(19)

commit to user

tahun berikutnya mendapat status badan hukum. Kapasitas produksi di tahun

1987 sampai tahun 1990 semakin bertambah yaitu mencapai 600 sampai 1000

per tahun.

Kemudian pada tahun 1991 sampai 1999 dengan jumlah tenaga kerja 3186

orang, target produksi mencapai 1200 unit per bulan seperti yang diharapkan

sebelumnya. Pada tahun itu pula PT. Mekar Armada Jaya berkembang menjadi

perusahaan Autobody Manufacturing yang artinya selain merakit juga

berperan sebagai pembuat komponen untuk beberapa merk mobil seperti,

Daihatsu, Suzuki, Hino, dan Mercedes Benz. Demi menunjang usaha-usaha

maka pada awal tahun 2000 PT. Mekar Armada Jaya Magelang mengadakan

kegiatan-kegiatan yang meliputi karoseri mobil, reparasi dan penjualan. Usaha

tersebut diharapkan mampu mendukung kemajuan perusahaan dan siap

menghadapi hambatan-hambatan yang akan datang, dimana mulainya pasar

bebas dengan persaingan yang ketat.

PT. Mekar Armada Jaya terus memperluas area pabrik sehingga kini telah

menjadi 30 hektar dan bisa mempekerjakan lebih dari 1000 tenaga kerja. PT

Mekar Armada Jaya meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 15000 unit,

sehingga perlu menggunakan mesin-mesin modern, seperti oven, spray booth,

CNC, copy milling dan spot welding.

1. Tujuan, Visi, Misi, dan Filosofi Perusahaan

Tujuan dari berdirinya industri karoseri PT. Mekar Armada Jaya, secara

garis besar sama dengan perusahaan pada umumnya. Tujuan perusahaan ini

(20)

commit to user

a. Tujuan umum

1)Untuk menampung tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan

bagi masyarakat sekitar tempat lokasi industri.

2)Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kendaraan, baik

kepentingan pribadi maupun umum.

3)Untuk membantu pemerintah dalam hal penambahan pendapatan

daerah, yaitu dengan menambah pemasukan pajak dan pajak usaha

daerah, serta membantu usaha pemerintah dalam mensukseskan

pembangunan nasional, khususnya dalam hal transportasi.

4)Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar lokasi industri

pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

b. Tujuan Khusus

1)Untuk memperoleh laba yang optimal bagi pemilik perusahaan guna

menunjang kelangsungan hidup perusahaan.

2)Untuk memperluas usaha dengan cara mengadakan sarana-sarana yang

mendukung, sehingga perusahaan memperoleh omset yang semakin

besar.

3)Menyerap tenaga kerja dari daerah sekitar tempat industri untuk

mengurangi pengangguran.

Di setiap perusahaan tentunya selain memiliki tujuan juga memiliki visi,

misi dan filosofi sebagai landasan perusahaan tersebut dalam merumuskan

kebijaksanaan-kebijaksanaan yang menyangkut kelangsungan hidup

(21)

commit to user

a. Visi perusahaan

“Menjadi perusahaan Autobody Manufacturing, Part, Componen Otomotif

dan Tools bermutu, berwawasan Internasional.”

b. Misi perusahaan

1) Menciptakan kendaraan yang aman, nyaman, dan berkualitas, untuk

mencapai kepuasan pelanggan.

2) Memproduksi part komponen otomotif dan tools bermutu tinggi dengan

global quality.

Sedang filosofi New Armada yang dikembangkan dalam lingkungan

perusahaan adalah sebagai berikut :

a. Kepuasan pelanggan adalah komitmen kami

1) Pelanggan kami adalah pelanggan eksternal dan pelanggan internal

termasuk pemilik, atasan maupun sesama tenaga kerja.

2) Tidak menerima, membuat dan meneruskan kesalahan.

3) Tidak menyimpang dari prosedur.

4) Tidak merubah atau mengganti spesifikasi.

5) Tidak melanggar hukum.

b. Proaktif, kepedulian dan komunikasi yang baik adalah kebiasaan kami.

1) Segera wajib lapor kepada atasan bila terjadi kesalahan, termasuk tak

sesuai komitmen.

2) Bertanya apabila tidak tahu

3) Segera mengkomunikasikan dengan pelanggan apabila terjadi masalah.

(22)

commit to user

5) Memiliki jiwa suka menolong.

6) Peka terhadap situasi dan kondisi.

7) Mengambl inisiatif dan tindakan bila melihat hal-hal yang tidak beres.

8) Melakukan fungsi silang.

c. Kerja team adalah kekuatan kami.

1) Disiplin.

2) Saling menghargai satu sama lain.

3) Tak menyalahkan orang lain.

4) Tak merasa minder atau tak mampu.

5) Mengambil keputusan berdasarkan team.

6) Berbicara berdasarkan data.

d. Pemasok, distributor, dan karyawan adalah mitra kami.

1) Berorientasi pada win-win.

2) Menghargai pemasok pada mitra kerja.

3) Menigkatkan kualitas material bersama-sama dengan pemasok.

4) Distributor atau dealer merupakan team dalam memasarkan produk kami.

5) Menghargai tenaga kerja sebagai rekan kerja dalam mengambil

keputusan.

6) Berat sama dipikul, nikmat sama dirasakan.

e. Terus mengembangkan diri adalah kunci sukses kami.

1) Setiap tenaga kerja diberi kesempatan dan motivasi untuk terus belajar.

(23)

commit to user

3) Menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual berdasar kepercayaan

masing-masing.

4) Ikut membina dan memelihara kesehatan jasmani.

5) Mengembangkan terus hubungan baik antar karyawan.

Saat ini luas lokasi PT.Mekar Armada Jaya kurang lebih 30 hektar dengan

batas-batas wilayah sebagai berikut.

utara : Jalan Soekarno – Hatta, Kota madya Magelang.

Selatan : Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Timur : Kampung Soka.

Barat : Jalan Mayor Jendral. Bambang Soegeng.

PT. Mekar Armada Jaya terletak di sebelah selatan kotamadya Magelang,

tepatnya di jalan Mayjend Bambang Soegeng nomor 7 PoBox 160 Magelang,

yang merupakan perbatasan antara kotamadya Magelang dengan kabupaten

Magelang. Karena letaknya di tepi jalan raya maka lokasi ini strategis dimana

kebutuhan sarana transportasi terpenuhi dengan baik. Selain itu diharapkan

dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Magelang pada

khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

B.Proses Produksi

Karoseri identik dengan proses handmade/manual untuk bodinya.

Handmade adalah membuat kendaraan dengan keterampilan. Hampir sama

dengan membuat prakarya dari kertas karton yang digunting-gunting sesuai

(24)

commit to user

pembuatan kendaraan menggunakan plat besi, guntingnya dengan gerinda atau

alat potong logam dan mengelemnya menggunakan las, klem ataupun baut.

Bentuk model yang banyak melekuk-lekuk, dapat dibuat dengan dipanasi

menggunakan las, kemudian dibentuk sesuai yang diinginkan menggunakan

suatu alat. Proses selanjutnya kemudian dihaluskan menggunakan dempul

sebelum dicat. Hal ini di satu sisi merupakan karoseri, dimana kualitas bodi,

tingkat presisi, kesamaan bodi satu dengan yang lain relatif rendah dibanding

dengan mobil-mobil keluaran pabrikan Agen Tunggal Pemegang Merk

(ATPM). Ketergantungan terhadap kemampuan manusia masih sangat tinggi.

Namun di sisi lain justru menjadi kelebihan karoseri karena “Apapun bisa

dibuat” adalah nilai plus yang paling tinggi. Bentuk yang rumit, fungsi yang

beragam atau membuat produk satu-satunya diIndonesia juga dimungkinkan.

Bila memesan mobil isuzu Elf eksklusif dengan toilet didalamnya plus kursi

pijat dan berbagai aksesori yang sesuai keinginan ke produsen ATPMnya tentu

tidak akan dipenuhi, disinilah karoseri yang akan berperan dalam

pembuatannya.

Dalam suatu proses perusahaan karoseri kegiatan produksi merupakan,

kegiatan yang merubah bahan baku menjadi produk jadi yang bernilai lebih.

Pada industri karoseri New Armada (PT. Mekar Armada Jaya) prosesnya

meliputi kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk membuat produk dengan

menggabungkan komponen-komponen produksi menjadi satu kesatuan yang

(25)

commit to user

Berikut adalah gambaran tentang rangkaian proses produksi di PT.

Mekar Armada Jaya :

Gambar 1. Bagan Alir Proses Produksi (Sumber : New Armada, 2010)

Pada dasarnya pada proses karoseri untuk berbagai jenis kendaraan baik

mini bus, medium bus, bus, box semuanya melalui tahapan-tahapan yang sama.

Berikut tahapan-tahapan proses produksi untuk jenis produk bus : Pelepasan dan pemasangan suku

cadang yang terpasang pada

chasiss (persiapan)

Pemotongan dasar

Pembentukan Penyambungan

Pemeriksaan

Epoxy filter Pengampelasan Pendempulan

Gosok bodi Pengecatan

Pemasangan

Perakitan Pemasangan Pemeriksaan

(26)

commit to user

1. Tahap persiapan

Dalam melakukan proses pengerjaan karoseri bus diperlukan persiapan

yang matang untuk mempermudah jalannya proses tersebut. Persiapan yang

dilakukan antara lain, persediaan bahan baku dan segala jenis perlengkapan

lainnya yang dibutuhkan. Dalam persiapan bahan baku harus memiliki

kualitas yang baik, sehingga hasil produksinya berkualitas dan mampu

bersaing dengan produk yang lain dan juga memuaskan konsumen.

Pada industri karoseri New Armada, persiapan dalam menjalankan

proses karoseri atau perakitan bodi yang akan dikerjakan berdasarkan

pesanan dari pihak order dimana sebagian bahan baku yang dibutuhkan

sudah di tempat sedangkan bahan baku yang lain dapat dipesan saat terjadi

transaksi antara pihak manajemen perusahaan dengan pihak order.

2. Pembentukan dan Penyambungan Rangka Bus

Pembuatan rangka bus harus mengikuti spesifikasi gambar yang telah

ditentukan berdasarkan pesanan, karena masing-masing model memilki

spesifikasi sendiri dan jumlah material yang diperlukan. Sebelum

pembentukan dan penyambungan kerangka dilakukan terlebih dahulu

dirubah perubahan stir dan tangki, ini dilakukan agar sesuai dengan model

yang diinginkan terutama dari pihak order. Walaupun posisi diubah ataupun

letaknya tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah karena hal

ini berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan itu sendiri

Dalam pembuatan komponen rangka sendiri, secara garis besar

(27)

commit to user

a. Pemotongan Dasar

Pemotongan dasar dilakukan untuk mendapatkan bentuk dasar yang

akan melalui proses perakitan selanjutnya. Hal-hal yang perlu

diperhatikan dalam pemotongan dasar antara lain :

1) Efisiensi penggunaan material

2) Efisiensi penggunaan mesin atau alat potong

Efisiensi penggunaan material dilakukan dengan memperhatikan

tanda pemotongan atau garis bantu yang sesuai densain mal atau pola

dari model. Biasanya pola model yang perlu ketelitian adalah pola

model lampu depan dan belakang tergantung dari pesanan pihak

konsumen. Efisiensi alat dilakukan dengan memperhatikan jumlah

komponen yang akan dipotong dan tingkat kehalusannya.

b. Pembentukan

Proses ini diutamakan untuk membentuk rangka yang melengkung

seperti tempat dudukan lantai, kaca depan, kaca belakang, kaca samping,

model pintu, plafon, dek samping sesuai dengan bentuk dan fungsinya.

c. Penyambungan

Pada tahap ini rangka yang telah siap disambung dengan

menggunakan las mig, karena las mig merupakan metode teknik

pengelasan dengan menggunakan las busur elektroda tak terumpan

dengan argon sebagai gas pelindung, sehingga hasil yang didapat lebih

(28)

commit to user

Penyambungan ini tidak dilakukan secara langsung tetapi dilakukan

secara bertahap yaitu rangka bagian samping kiri dan kanan, bagian atap,

dan bagian dasar (chasiss) disambung secara terpisah. Setelah bagian

tersebut selesai maka dilakukan penyambungan secara menyeluruh mulai

dari bagian dasar kemudian bagian rangka bodi damping kiri dan kanan

kemudian yang terakhir bagian atap.

d. Pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan agar menjamin ketepatan posisi rangka

setelah seluruh rangka disambung. Pada tahapan ini menggunakan alat

bantu yaitu hammer, mesin las, meteran sehingga pada waktu perakitan

bodi bus tidak melengkung atau miring karena rangka untuk bus

merupahan hal yang sangat vital karena berhubungan dengan

kenyamanan ketika dikendarai.

Proses pemeriksaan dilanjutkan dengan pelapisan zat anti karat pada

rangka. Pelapisan zat anti karat ini dilakukan dengan tujuan agar rangka

bus yang telah dibentuk dapat tahan korosi terutama pada bagian yang

mengalami proses pengelasan.

3. Penyambungan dan Pembentukan Trap Bodi Bus

Proses trap bodi ini merupakan proses penyambungan rangka dengan

lembaran baja galvanil dengan ketebalan 1,2 mm. Lembaran baja sebelum

dipasang terlebih dahulu dipotong sesuai dengan ukuran rangka bodi.

Pemotongan awal biasanya untuk bodi depan mengikuti pola model lampu

(29)

commit to user

bagian, yaitu bagian samping depan, tengah dan samping belakang

mengikuti model pintu samping dan bagasi samping. Bagian atap juga

dibagi menjadi 3 bagian dengan maksud agar penyambungan dengan rangka

bus agar lebih mudah.

Proses perakitan bus ini mengikuti bentuk rangka sesuai dengan model

pesanan bus tersebut. Sedangkan proses sebelum penyambungan dengan

rangka antara lain sebagai berikut :

a. Bagian atap lembaran terlebih dahulu dipress dengan menggunakan

mesin press dengan model lekukan tertentu. Mesin press ini digunakan

untuk membuat tekukan/lipatan dengan baja galvanil sesuai dengan

ukuran yang dikehendaki.

b. Bagian samping, bagian belakang dan bagian depan bus dibentuk sesuai

model juga dengan menggunakan mesin press atau dengan cara manual

yaitu dengan dipukul-pukul menggunakan palu menggunakan landasan

agar hasilnya rapi seperti halnya dengan menggunakan mesin press.

Setelah lembaran baja dibentuk sesuai model maka komponen tersebut

telah siap dirakit dan disambung dengan rangka. Proses pengelasan

menggunakan mesin las mig dan press bodi. Perakitan dengan rangka bus

ini tidak dilakukan secara bersama-sama karena ukuran lembaran komponen

bodi besar dan terpisah.

Pengelasan sendiri ada 3 tahap yaitu :

a. Tahap pertama bertujuan untuk memperkokoh konstruksi rangka

(30)

commit to user

b. Tahap kedua pengelasan ulang yang bertujuan untuk menambah las pada

bagian-bagian tertentu.

c. Tahap ketiga proses metal finish yang bertujuan untuk meratakan,

menghaluskan dan membersihkan permukaan yang menonjol atau

cekung maka dilakukan ketok bodi sehingga dicapai kerataan ketinggian

permukaan plat yang sama prospek ketok ini dilakukan dengan cara

manual dengan menggunakan alat ketok.

4. Pengecatan Bodi

Secara ringkas pengecatan bodi bus 3/4 yang terjadi di industri

karoseri New Armada meliputi tahapan-tahapan seperti metode persiapan

permukaan, pendempulan, persiapan pengecatan, dan pengecatan. Guna

memperjelas proses pengecatan tersebut maka di bawah ini diberikan

bagian dan urutan-urutan proses pengerjaan sebelum dilakukan pengecatan

bodi bus.

a. Persiapan Permukaan

Bagaimanapun persiapan permukaan adalah sebuah proses penting

yang besar pengaruhnya terhadap hasil sebuah pengecatan terutama

untuk pengecatan bodi bus. Sesuai dengan berjalannya waktu persiapan

yang tidak baik dapat menyebabkan pengelupasan dan pemudaran bodi

bus ± 1-2 hari.

b. Pembersihan

Tujuannya adalah untuk membersihkan semua permukaan bodi

(31)

commit to user

menempel dengan erat serta karat dapat dicegah. Cara membersihkan

bodi adalah menggosok dengan amplas no 3 membersihkan

menggunakan sikat kawat sampai bersih, dan berwarna putih

kebiru-biruan selanjutnya dilap menggunakan kain bersih dan disemprot

dengan angin dari kompresor untuk menghilangkan debu.

c. Pengecatan Permukaan Dasar (epoxy)

Tujuan dari proses ini adalah untuk pengecatan dasar bodi bus dan

memberikan daya rekat antara dempul dengan cat yang digunakan.

Pengerjaan pengecatan dasar permukaan di industri karoseri NEW

ARMADA dilakukan di dalam ruang oven agar hasil yang didapatkan

maksimal. Adapun lama pengerjaan untuk satu bus ± 1-2 hari dalam

pengerjaan pengecatan permukaan.

d. Proses Pendempulan

Dempul adalah bahan lapisan bawah seperti pasta digunakan

untuk mengisi celah yang dalam dan menghaluskan dan juga

menutupi bagian-bagian bodi yang tidak rata akibat proses pengerjaan

bodi bus.

e. Proses Pengampelasan

Pengampelasan merupakan proses penghalusan bodi kendaraan

setelah pendempulan. Proses penghalusan dimulai dengan

penggosokan kering menggunakan amplas. Proses pengamplasan ada

(32)

commit to user

1) Sandying I

Menggosok bodi dengan amplas nomor 6 s/d 120. Penggosokan

dilakukan dengan menggunakan air atau sebelum penyemprotan

epoxy.

2) Sandying II

Menggosok hasil epoxy menggunakan air dan amplas nomor

320 s/d 400 atau sesudah penyemprotan epoxy tahap II. Bila terjadi

cacat pada hasil pendempulan maka proses pendempulan diulang

sampai bodi bus benar-benar halus dan siap masuk ke proses

pengecatan. Hal ini dilakukan agar kualitas cat benar-benar bagus.

f. Proses Epoxy Tahap II

Epoxy II adalah pengecatan dasar permukaan pendasaran untuk

proses pengecatan. Adapun cara pengerjaan dan bahan yang

digunakan hampir sama dengan epoxy I. Tujuannya adalah untuk

pengecatan dasar permukaan bodi bus dan memberikan daya lekat

antara dempul dengan cat yang digunakan. Selain itu juga berfungsi

untuk menutup pori-pori dan lubang kecil hasil pendempulan. Proses

epoxy filter ini dilakukan setelah dempul benar-benar kering dan

permukaan bodi bersih selanjutnya surface disemprotkan secara

merata ke seluruh permukaan bodi bus sampai ketebalan ± 40mikro

dan dikeringkan di tempat terbuka kurang lebih 6 jam.

Setelah proses epoxy II ini benar-benar selesai dan telah

(33)

commit to user

standying II. Proses standying II ini dilakukan dengan tujuan untuk

mendapatkan permukaan bodi bus yang sangat halus supaya hasil

pengecatannya baik.

g. Proses Pengecatan

Pengecatan berfungsi untuk memperindah kendaraan, melindungi

plat bodi, mencegah karat, dan menambah nilai ekonomis serta

estetika dari hasil produk.

Proses pengecatan dibagi menjadi 3 yaitu :

1) Pengecatan bodi bus sebagai cat dasar warna bus.

2) Cat strip merupakan variasi untuk menambah keindahan apapun

kreasinya bodi dengan cat.

3) Cat finish merupakan cat berwarna bening yang digunakan untuk

melapisi hasil pengecatan sebelumnya.

Sebelum pengecatan dimulai dilakukan pembersihan terhadap bodi bus

terlebih dahulu. Pembersihan bodi bus ini dengan menyemprotkan angin

bertekanan dan menggosok bodi bus dengan wash benzene agar dapat

dihasilkan cat yang rekat. Kemudian melakukan persiapan pengecatan.

Persiapan ini dilakukan di tempat yang bebas debu dan minyak. Selanjutnya

dilakukan pengecatan awal sebagai cat dasar terlebih dahulu secara tipis-tipis

dengan tujuan agar sedapat mungkin catnya menempel dengan baik. Proses

selanjutnya adalah pengovenan dan merupakan proses pengeringan cepat.

Industri karoseri New Armada memilki 3 buah oven dengan kapasitas

(34)

commit to user

prosesnya ± 20-25 menit. Pengeringan cat dengan oven ini dilakukan agar

mendapat kekerasan permukaan cat yang baik dan tahan terhadap

goresan-goresan.

Setelah proses cat dasar selesai, dilakukan pemeriksaan oleh pengawas

sebelum dilakukan proses pengecatan selanjutnya. Bila terdapat cacat yang

banyak maka proses akan diulang kembali dari proses pendempulan bila perlu

dari proses pengecatan dasar. Tetapi bila cacat dirasa tidak terlalu banyak,

maka dilakukan perbaikan tanpa harus melakukan pengecatan. Caranya yaitu

dengan memberikan komponen berwarna putih kemudian digosok

menggunakan kain. Bila masih ada bintik-bintik maka bagian tersebut diberi

komponen dan digosok dengan amplas nomor 1000 yang cara penggosokannya

dicampur dengan menggunakan air lalu dilap dengan kain dan tunggu sampai

mengering.

Bila proses pengecatan telah selesai maka dilakukan pengecatan sesuai

dengan warna yang dipesan oleh konsumen. Proses pengecatan dan

pengeringan cat sama dengan pengecatan awal yang setiap proses selesai yang

selalu diikuti dengan pemeriksaan.

5. Proses Pemasangan Interior (Finishing)

a. Pemasangan Plafon

Tahap awal pemasangan plafon ini adalah plafon bagian atas yaitu

melapisi bagian atap bus dengan triplek kayu dan bahan imitasi. Triplek

pelapis dibor terlebih dahulu dan disekrup hingga menyatu dengan

(35)

commit to user

pelapis akhir sekaligus juga menjadi tutup plafon. Bahan triplek dan kain

imitasi ini diukur langsung menyesuaikan atap bus.

Setelah pemasangan plafon selesai dilanjutkan dengan pemasangan

dek samping pada bodi. Prosesnya hampir sama dengan proses

pemasangan plafon. Pada pemasangan triplek pada bodi samping

menggunakan bahan perantara antara kerangka dengan triplek agar

triplek tidak bunyi ketika terkena getaran. Bahan yang digunakan ialah

sikaflex, ABS Emboss/viny. Proses pemasangan plafon ini dikerjakan

dalam waktu 1/2 hari oleh 5-6 orang.

Proses ketiga yaitu pemasangan lantai bus. Proses awal yaitu

mengukur ukuran lantai dan plat besi dengan meteran. Setelah mendapat

ukuran yang pasti plat besi dipotong sesuai dengan ukuran yang talah

ditentukan. Pemotongan plat besi menggunakan las Assetelyn, sehingga

pengerjaanya memakan waktu yang relatif singkat. Setelah mendapat

potongan plat besi maka dipasang di rangka bawah menggunakan las

listrik jenis mig dan sebagian dibor dan disekrup.

b. Proses Pemasangan Kaca

Pada proses pemasangan kaca ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

bagian depan, samping dan belakang. Kapasitas pengerjaan pemasangan

kaca ini dipengaruhi oleh tingkat kesulitan dan banyaknya kaca yang

harus dipasang.

Dalam proses pemasangan kaca sebelum kaca dipasang dudukan kaca

(36)

commit to user

agar kaca dapat presisision dengan dudukannya waktu dipasang. Setelah

dirasa kuat penahan kaca dapat dilepas.

c. Pemasangan Wipper

Wipper atau pembersih kaca depan ketika hujan dapat dipasang

ketika kaca bagian depan sudah terpasang dan perekatnya benar-benar

kering. Wipper yang dipasang biasanya ada 2 model yaitu model vertikal

dan horisontal. Pemasangan ini tergantung dari pemesanan.

d. Pemasangan Komponen Lain

Pemasangan komponen ini terdiri dari :

1)Lampu yang terdiri dari : head lamp dan front lamp.

2)Kaca spion kanan kiri

3)Pemasangan dash board.

4)Pemasangan hand grip penumpang.

5)Pemasang audio visual (tergantung pemesanan)

6)Pemasangan karpet lantai.

7)Pemasangan komponen optional.

e. Pemasangan Jok

Pemasangan jok terdiri dari 2 proses yaitu pembuatan rangka jok dan

pembuatan jok itu sendiri. Adapun prosesnya antara lain :

1) Pembuatan rangka jok

Rangka jok berupa besi pipa yang didalamnya berongga sehingga

ringan. Hal ini dimaksudkan agar beban dari bus itu sendiri tidak

(37)

commit to user

pada umumnya dengan menggunakan mesin roller, lalu dibuat tiang

untuk dudukan jok dan disambung dengan rangka jok menggunakan

las mig.

2) Pembuatan Jok

Rangka yang telah dipasang dudukan atau sandaran dilapisi

dengan bahan imitasi dan spoon standar jok bus. Bahan imitasi ini

antara lain vinyl, oscar, polyster beludru. Bahan tersebut dijahit

membentuk sarung sesuai pola untuk sandaran jok. Proses yang sama

dilakukan terhadap tempat duduk, dilakukan proses yang terpisah dari

rangka jok. Bila kedua proses telah selesai maka dilanjutkan dengan

memasang jok ke dalam lantai bus. Penguat dudukan jok pada bus

dibuat lubang pada tiap kaki jok agar dapat diperkuat dengan sekrup.

Mesin yang digunakan untuk melubangi adalah mesin bor tangan.

6. Proses Finishing

Pada proses ini bus yang telah selesai prosesnya pada awal pembentukan

rangka/bodi hingga pengecatan dilakukan pemeriksaan dan pengecatan serta

melakukan perbaikan-perbaikan kecil pada bagian-bagian yang kurang

sempurna. Pada umumnya proses ini dilakukan ketika kendaraan hendak

diserahkan kepada bagian pemasaran atau konsumen. Perbaikan-perbaikan

kecil meliputi pembetulan letak komponen dan tambahan cat untuk cat yang

(38)

commit to user

Pada final cheking pemeriksaan dilakukan oleh dinas kepolisian

lalu-lintas untuk memastikan bus tidak mengalami cacat atau tidak menyalahi

peraturan undang-undang angkutan umum.

Final checking biasanya dilakukan ketika bus hendak dipasarkan atau

diserahkan kepada pihak order. Pemeriksaan tersebut atas permintaan

manajemen perusahaan karena perusahaan tidak memiliki petugas khusus

untuk melakukan pengecekan ulang. Pengecekan tersebut bertujuan agar

pihak kepolisian lalu-lintas memastikan bahwa bus dapat layak jalan dan

tidak cacat.

7. Pre Delivery Inspection (PDI)

Pada proses ini kendaraan yang telah jadi dilakukan

perbaikan-perbaikan kecil pada bagian yang kurang sempurna. Umumnya proses ini

dilakukan ketika kendaraan hendak diserahkan ke bagian pemasaran.

C.Higiene Perusahaan

1. Faktor Fisik

Di PT. Mekar Armada Jaya Magelang telah dilakukan pengukuran

faktor fisik seperti kebisingan, penerangan, iklim kerja, dan getaran.

a. Kebisingan

Jenis kebisingan yang ada di PT. Mekar Armada Jaya meliputi

kebisingan continue dan impulsiv yang dihasilkan oleh mesin-mesin serta

kebisingan impulsiv yang dihasilkan oleh proses reforming pada

(39)

commit to user

kerja terpapar bising pada saat bekerja selama 8 jam sehari. Adapun data

pengukuran intensitas kebisingan di ruangan produksi dengan

menggunakan Sound Level Meter merk Rion NA-20 tersaji pada tb.1.

Tabel 1. Data Pengukuran Kebisingan

NO Unit Intensitas NAB Keterangan

1 Interior 79,12 dBA 85 dBA Jenis kebisingan adalah

kebisingan kontinue,

yang melebihi NAB adalah Rangka Bus Non Evo, Body Mini Bus, Body

Bus Non Evo dan Yellow Plant.

Untuk mengatasi kebisingan tersebut, maka perusahaan mewajibkan

(40)

commit to user

plug. Terutama pada bagian produksi yang terdapat pekerjaan-pekerjaan

yang terpapar oleh kebisingan. Di PT Mekar Armada Jaya sudah

mengadakan penyedian ear plug untuk para pekerja dengan system tukar,

jadi apabila dirasa sudah tidak layak pakai maka ear plug harus ditukar

oleh pekerja kepada kepala bagian divisi masing-masing.

b. Penerangan

Sumber penerangan di PT. Mekar Armada Jaya berasal dari

penerangan alami dan buatan. Penerangan buatan berasal dari lampu TL

dan flouresent. Penerangan buatan hanya digunakan ketika kondisi

lingkungan buruk, selebihnya menggunakan penerangan alami.

New Armada belum melakukan pengukuran terhadap intensitas

penerangan di area kerja, sehingga besarnya intensitas penerangan di

masing-masing area kerja belum diketahui.

Sebagai upaya pengendalian penerangan PT. Mekar Armada Jaya

telah melakukan perawatan dan perbaikan sistem penerangan perusahaan,

mengatur tata letak dan desain penerangan di tempat kerja.

c. Iklim Kerja

Panas di lingkungan kerja berasal dari berbagai sumber seperti mesin,

pengaruh lampu penerangan, ventilasi yang kurang baik, suhu

lingkungan dan panas akibat proses pengelasan. Lokasi kerja dengan

sirkulasi udara yang kurang baik sehingga terjadi dehidrasi yang

(41)

commit to user

Area kerja harus ditata menurut proses kerja yang ada sehingga aliran

proses dan material yang ada dapat berjalan lancar sehingga tercapai

efisiensi yang tinggi. Dalam menata area kerja perlu diperhatikan banyak

hal salah satu faktornya adalah aliran udara atau suhu ruangan. Agar

tidak menimbulkan kelelahan berlebih dan ketidaknyamanan bekerja.

Iklim setempat di tempat kerja diatur agar nyaman sesuai dengan sifat

pekerjaan yang dilakukan. Temperatur yang dianjurkan di tempat kerja

adalah 24°-26° C. Suhu kering pada kelembaban 65-95 %. Dan suhu

tersebut merupakan suhu nikmat di Indonesia. Sedangkan suhu optimal

dari dalam tubuh untuk mempertahankan fungsinya adalah antara

36,5°-37,5° C. Semakin aktif seseorang maka semakin rendah suhu yang

diperlukan supaya ideal, sehingga pekerja dengan pekerjaan berat suhu

yang ideal adalah 20° C. Dari pengukuran iklim kerja di PT. Mekar

Armada Jaya tersaji pada tabel. 2.

Tabel 2. Data Pengukuran Iklim Kerja

No Lokasi Wet Bulb( ºC ) Globe( ºC ) Dry Bulb( ºC ) WBGT in/out( ºC )

1. Body Mini Bus 25,2 33,5 31,3 27,7

2. Dempul Mini Bus 25,9 37,3 31,7 29,3

3. Finishing Mini Bus 25,9 33,9 32,5 28,0

4. Finishing Bus evo 25,4 35,1 32,3 28,3

5. Plant Service 25,5 34,5 32,7 28,1

6. Office 24,9 29,8 28,4 26,2

(42)

commit to user

Kegiatan di PT. Mekar Armada Jaya di setiap area kerja produksi

mempunyai beban kerja yang masuk kedalam kategori sedang, karena

hampir seluruh proses kerja dilakukan secara berdiri, kerja sedang pada

mesin, kadang-kadang berjalan, mengangkat dan mendorong benda secara

terputus-putus, sehingga kalori yang dibutuhkan 750-2000 BTU/jam.

Sedangkan di area office, mempunyai beban kerja yang masuk kedalam

kategori ringan, karena hampir seluruh kegiatan dilakukan secara duduk

dan kadang-kadang berjalan sebentar, sehingga kalori yang dibutuhkan

sekitar 250-800 BTU/jam.

Dari beban kerja yang telah ditentukan, dapat diperoleh hasil NAB iklim

kerja di area kerja produksi dan office sesuai variasi kerja berdasarkan

ISBB :

Tabel 3. Variasi Kerja berdasarkan ISBB

VARIASI KERJA

ISBB ( ºC )

Kinerja Ringan Kinerja Sedang Kinerja Berat

Kerja terus menerus 30,0 26,7 25,0

Kerja 75% – Istirahat 25% 30,6 28,0 25,9

Kerja 50% - Istirahat 50% 31,4 29,4 27,9

Kerja 25% - Istirahat 75% 32,2 31,1 30,0

(Sumber : Suma’mur, 2009)

Seluruh pekerjaan di PT. Mekar Armada Jaya termasuk dalam variasi kerja

(43)

commit to user

d. Getaran

Sumber getaran di tempat kerja berasal dari proses produksi dan

pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja. Jenis pekerjaan yang dapat

menimbulkan getaran adalah penggerindaan, pengoperasian alat

angkat-angkut, seperti forklift, crane. Efek dari getaran ini menyebabkan gangguan

fisiologis pada tenaga kerja atau operator seperti perasaan sakit pada kepala

dan leher, tekanan darah dan denyut jantung meningkat serta dapat

menggangu penglihatan.

Pengukuran terhadap getaran belum dilakukan, baik getaran seluruh

tubuh maupun getaran lengan.

2. Faktor Kimia

a. Debu

Pengukuran terhadap kadar debu di area kerja belum dilakukan.

Sumber faktor bahaya berupa debu berasal dari area dempul dan

pengecatan yang menghasilkan debu cukup banyak yaitu ketika proses

pemberian zat anti karat, proses dempul dan pada proses pengecatan

dengan menggunakan spray gun.

Akan tetapi langkah pengendalian yang diterapkan PT. Mekar

Armada Jaya adalah dengan memasang exhaust fan dan menyediakan

(44)

commit to user

b. Bahan Kimia

Paparan bahan kimia berasal dari bahan baku dan bahan penolong.

Bahaya yang ditimbulkan dari paparan bahan kimia tersebut antara lain

gangguan sistem pernafasan, iritasi kulit.

Bahan baku : Plat Baja

Bahan penolong` : a. Bahan pengecatan

b. Bahan dempul

c. Bahan anti karat

Bentuk upaya pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan adalah

dengan penyediaan APD berupa masker khusus pernafasan yang dipakai

ketika proses pengecatan, sarung tangan, pemasangan label dan simbol

pada kemasan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dan memasang poster

B3 pada tempat yang mudah dilihat.

PT. Mekar Armada Jaya sudah menyediakan lembar data keselamatan

bahan (LDKB) tetapi belum melakukan penunjukan petugas K3 kimia

dan ahli K3 kimia.

D. Kesehatan Kerja

Pelayanan kesehatan kerja yang terdapat di PT. Mekar Armada Jaya ini

terdapat beberapa macam, diantaranya :

(45)

commit to user

a. Pemeriksaan Kesehatan

Di PT Mekar Armada Jaya sendiri pemeriksaan kesehatan yang

berjalan adalah pemeriksaan awal, yang dilakukan kepada tenaga kerja

baru sebelum bekerja. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dilakukan

pada calon tenaga kerja PT. Mekar Armada Jaya dengan tujuan untuk

menentukan kapasitas kerja seseorang. Hasil pemeriksaan kesehatan akan

dikeluarkan oleh dokter pemeriksa kemudian mendapat persetujuan oleh

departemen HSE. Berdasarkan hasil dari sertifikat pemeriksaan

kesehatan, HRD memutuskan untuk menerima atau menolak calon

tenaga kerja. Untuk pemeriksaan berkala dan khusus masih dalam

wacana untuk pelaksanaanya. Dokter perusahaan sudah tersedia di

perusahaan, hanya saja Dokter ini belum memiliki sertifikat ahli K3.

b. Pembinaan dan Pengawasan Perlengkapan untuk Kesehatan Tenaga

Kerja

1) Rumah Sakit Rujukan

PT Mekar Armada jaya adalah perusahaan yang memperhatikan

kesehatan tenaga kerja. Perusahaan bekerjasama dengan Rumah Sakit

Umum TIDAR Magelang. Rumah sakit rujukan tersebut difungsikan

sebagai tempat pengobatan bagi tenaga kerja yang mengalami

gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Selain

itu untuk pemeriksaan khusus mata, New Armada bekerjasama

(46)

commit to user

2) Ambulans

Salah satu cara untuk mendukung dan memudahkan transportasi

tenaga kerja yang sakit atau mengalami cedera selama tenaga kerja

berada di pabrik, maka perusahaan menyediakan 2 buah ambulans.

Ambulans ditempatkan di tempat yang mudah terjangkau dan dekat

pengawasan satpam. Ambulans harus dalam kondisi siap pakai dan

dalam pemakaiannya ambulans dilakukan oleh security. Ambulans

harus selalu berjaga di pabrik untuk kondisi emergency pabrik, oleh

karena itu tidak dapat digunakan untuk keperluan pribadi.

3) Sarana Olah Raga

Sarana olah raga perusahaan terdiri dari GOR yang dapat

digunakan untuk berolahraga bulu tangkis, tennis meja, sepak bola.

Kemudian area unit kerja untuk kegiatan senam massal setiap hari

jumat.

c. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

Pertolongan kepada karyawan yang menjadi korban kecelakaan kerja,

penanggulangan yang dilakukan oleh PT. Mekar Armada Jaya Magelang

adalah :

a) Pengadaan Tim P3K

Tim P3K diambil dari anggota karyawan setempat dan anggota

security. Pelatihan / pembekalan dasar- dasar P3K diselenggarakan

dengan bekerja sama dengan PMI setempat (dalam hal ini HRD-GA

(47)

commit to user

b) Pengadaan kotak P3K

2. Jamsostek

Perusahaan mengikutsertakan tenaga kerja dalam program jaminan

sosial tenaga kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tetapi tenaga

kerja outsourcing atau tenaga kerja borong hanya diberikan jamsostek hanya

apabila terjadi kecelakaan kerja terhadap pekerja.

3. Gizi kerja

1) Menu Makanan

Menu makan siang terdiri dari nasi, sayur, lauk, buah dan air putih

yang bervariasi dari minggu I, II, III, IV. Menu tersebut disusun oleh

pengurus kantin dan diajukan terlebih dahulu kepada atasan yang

bertanggung jawab atas rumah tangga kantin.

Adapun jadwal makan siang tenaga kerja adalah sebagai berikut :

Senin – Kamis : jam 11.30-12.30 WIB

Jumat : jam 11.30-13.00 WIB

2) Kondisi Kantin

Di PT Mekar Armada Jaya kantin dibagi menjadi 3 kantin yaitu untuk

operator/pelaksana, staff karyawan, manager dan assisten manager.

Meskipun tempatnya berbeda namun dalam penyajian makanan tetap

dengan menu yang sama. Untuk pengukuran kalori ataupun ahli gizi di

(48)

commit to user

E.Keselamatan Kerja

PT. Mekar Armada Jaya Magelang telah menerapkan sistem Keselamatan

Kerja dalam usahanya untuk menciptakan suasana kerja aman, nyaman, dan

sehat. Upaya yang telah dilakukan antara lain :

1. Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD)

Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja harus dicegah agar tenaga

kerja dapat melaksanakan pekerjaannya dengan aman dan selamat, maka

diperlukan pengendalian bahaya dan perlindungan terhadap tenaga kerja it

sendiri. Salah satu upaya pengendalian bahaya tersebut adalah dengan

mewajibkan tenaga kerja menggunakan APD dengan baik dan benar bagi

tenaga kerja yang bekerja pada tempat berpotensi bahaya tinggi. Tenaga

kerja yang disiplin memakai APD dapat mencegah atau mengurangi

gangguan-gangguan bahaya kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Sistem penggantian APD di PT. Mekar Armada Jaya sendiri dilakukan

dengan sistem tukar yaitu dengan menukarkan APD kepada pengawas

masing-masing bagian apabila dirasa sudah tidak layak pakai atau dalam

pekerjaannya pekerja tidak merasa nyaman dengan APDnya.

Adapun jenis APD yang disediakan PT. Mekar Armada Jaya bagi tenaga

kerja :

a. Safety helmet

: Safety helmet digunakanuntuk melindungi kepala akan bahaya tertimpa

(49)

commit to user

b. Safety shoes

: Safety shoes untuk melindungi kaki terhadap kecelakaan-kecelakaan

yang disebabkan oleh beban-beban berat yang menimpa kaki, paku-paku

atau benda tajam lain yang mungkin terinjak.

c. Kacamata atau Goggles

: kacamata atauGoggles digunakanuntuk melindungi mata dari bahaya

radiasi.

d. Sarung tangan

: Sarung tangan digunakan untuk melindungi tangan akan bahaya

tersayat.

e. Ear plug

: Ear plug digunakan sebagai sumbat telinga.

f. Masker dan Respirator

: Masker dan Respirator sebagai pelindung pernafasan akan bahaya

debu. Respirator : sebagai pelindung alat pernafasan, sebab paru-paru

harus dilindungi manakala udara tercemar atau ada kemungkinan

kekurangan oksigen dalam udara.

g. Wearpack

: wearpack digunakan untuk melindungi tubuh

2. Penanggulangan Kebakaran

Potensi bahaya dapat terjadi di semua are kerja, di PT Mekar Armada

Jaya sendiri potensi bahaya sangat riskan, kebakaran itu sendiri dapat

(50)

commit to user

Armada Jaya sudah dipenuhi meskipun belum sesuai dengan jenis alat

pemadam, di PT. Mekar Armada Jaya sendiri pengecekan APAR belum

rutin dilakukan sehingga banyak APAR yang kosong dan rusak tidak

diketahui. Banyak ditemukan APAR jenis Hallon, karena alasan

ketidaktahuan atasan akan bahaya Hallon.

3. Training Center

Training center merupakan sarana pembelajaran untuk setiap orang

yang ingin mengetahui proses pengerjaan industri karoseri di New Armada

secara keseluruhan. Training center juga dijadikan sebagai media

perkenalan bagi tenaga kerja baru.

Semua hal yang berkaitan dengan proses produksi dijelaskan secara

lengkap di dalam training center, meliputi urutan proses kerja, petunjuk

kerja, peralatan yang digunakan, kelengkapan APD yang harus dipakai,

dikenalkan juga produk-produk hasil karoseri di PT Mekar Armada Jaya

Magelang.

4. Komunikasi K3

a. Rambu

Rambu-rambu jenis peringatan, himbauan, petunjuk kerja dipasang di

area kerja sesuai dengan jenis bahaya, seperti : bahan berbahaya, wajib

APD, lalu lintas.

b. Poster

Poster K3 berfungsi sebagai peringatan sekaligus dorongan pada tenaga

(51)

commit to user

c. Papan Informai Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin (5R)

Papan informasi berfungsi sebagai sarana pemberian informasi kepada

tenaga kerja maupun orang lain yang bekerja pada area tersebut, yaitu

papan informasi tentang kondisi perbaikan 5R. Papan informasi

terpasang disetiap departemen proses dan selalu terpantau dan sesuai

sasarannya.

5. Bahaya kejatuhan, terbentur, dan terpukul benda-benda

Pengendalian terhadap bahaya kejatuhan, terbentur dan terpukul benda-

benda yang dilakukan perusahaan adalah :

a. Pembuatan dan sosialisasi SOP

b. Pengawasan terhadap semua pekerja

c. Pemberian poster dan tanda peringatan di area karja

d. Kewajiban mengunakan alat pelindung diri untuk semua tenaga kerja

6. Keselamatan Kerja Bidang Mekanik

a. Mesin

Mesin yang ada di divisi karoseri PT. Mekar Armada Jaya (New

Armada) antara lain :

1) Mesin las (CO2 , Listrik/Trafo dan Acetylen)

Mesin las dilengkapi dengan pengaman berupa pengukur tekanan

(52)

commit to user

2) Mesin press

Mesin press didesain sedemikian rupa termasuk pangaman mesin

berupa sekat untuk mencegah tangan tenaga kerja tertarik atau ikut

masuk kedalam mesin.

3) Mesin gerinda

Tidak ada pengaman di mesin gerinda, upaya pengendalian terhadap

kecelakaan kerja berupa kewajiban memakai APD berupa kaca mata,

sarung tangan, dan sepatu ketia menggunakan mesin gerinda.

4) Mesin bor

Tidak ada pengaman pada mesin bor, upaya pengendalian terhadap

bahaya yang ditimbulkan adalah berupa kewajiban memakai APD

berupa sarung tangan.

b. Peralatan

Peralatan yang digunakan untuk mendukung lancarnya proses

produksi antara lain : tang, obeng, bor tangan, kikir, kunci pas dan ring,

palu, gunting plat.

Upaya pengendalian yang dilakukan PT. Mekar Armada Jaya

kaitannya dengan peralatan produksi antara lain :

1) Penyimpanan

Disediakan tempat untuk menyimpan peralatan produksi yang

diletakkan di masing-masing area kerja. Setelah proses produksi

(53)

commit to user

menunjukkan bahwa tidak semua peralatan ditata secara rapi,

peralatan hanya dibiarkan saja tertumpuk dan tidak tertata rapi.

2) Prosedur pemakaian

Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di area kerja yaitu

SOP tentang proses urutan kerja. Tidak ada SOP tentang pemakaian

masing-masing peralatan kerja.

3) Kelengkapan APD

Disediakan APD ketika tenaga kerja menggunakan peralatan

kerja seperti sepatu, sarung tangan, pelindung kepala, dan kaca mata

7. Keselamatan Kerja Bidang Kimia

Bahan kimia yang ada di PT. Mekar Armada Jaya berasal dari bahan

baku dan bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi. Upaya

pengendaliannya berupa pemberian label pada bahan-bahan kimia tersebut.

8. Listrik

Bahaya ini sering kali terabaikan, terutama pada mesin gerinda potong

atau cutting wheel dimana penempatannya berada disisi luar sehingga

instalasi kelistrikannya kerap terkena air dan dapat mengakibatkan

konsleting yang dapat membahayakan tenaga kerja.

Bentuk upaya pengendalian terhadap bahaya ini adalah dengan memberi

penutup pada instalasi listrik agar tidak terkena air meskipun belum

dilakukan secara maksimal karena masih ada beberapa panel listrik yang

(54)

commit to user

keterbatasan biaya, prosedur yang terlalu lama, keterbatasan tenaga kerja

(maintenance).

D.Ergonomi

Karyawan yang bekerja rata-rata berusia antara 23-40 tahun. Hal ini

disebabkan karena tuntutan tugas yang memiliki tingkat resiko tinggi seperti

pada area kerja mesin press yang bertekanan 10 ton. Hal ini mengharuskan

tenaga kerja memiliki kemampuan kerja yang baik seperti disiplin dan fokus

sehingga dapat menghindari dan meminimalisir adanya kecelakaan kerja.

1. Jam Kerja

Semua tenaga kerja bekerja lima hari dalam seminggu, yaitu senin

sampai jumat. Hari senin sampai kamis masuk jam 07.30 dan pulang jam

17.00 dengan waktu istirahat selama satu jam. Hari Jumat tenaga kerja

bekerja mulai jam 09.00 dan pulang jam 16.30 dengan waktu istirahat 90

menit jam 11.30-13.00.

2. Sikap Kerja

Sikap kerja sendiri dibagi menjadi dua yaitu untuk area lapangan sikap

kerjanya dominan berdiri. Sikap kerja duduk yaitu di bagian furniture, jahit.

Sikap kerja jongkok dilakukan sewaktu-waktu diperlukan seperti memotong

menggunakan mesin potong yang diletakkan di lantai. Bagian office atau

kantor tenaga kerja dengan sikap kerja duduk. Perusahaan menyediakan

tempat duduk yang bisa berputar dan dapat diatur tinggi rendahnya untuk

(55)

commit to user

3. Peralatan Kerja

Kegiatan angkat-angkut di PT. Mekar Armada Jaya menggunakan alat

angkat-angkut atau material handling sehingga beban tenaga kerja,

kelelahan dapat diminimalisir seperti forklift, crane, kereta dorong.

4. Kondisi Lingkungan

Pekerjaan sebagian besar dilakukan di dalam ruangan dengan ventilasi

yang memadai. Selain hal di atas, dari hasil observasi kondisi lingkungan di

PT. Mekar Armada Jaya adalah sebagai berikut:

a. Jalan dan tangga dalam keadaan baik dan tidak ada benda/barang yang

menghalangi serta diberi kode kuning.

b. Kondisi jalan bagus dengan diberi batas jelas untuk pejalan kaki dan jalur

transportasi kendaraan di area perusahaan.

c. Disediakan tempat sampah dan lingkungan dibersihkan tiap hari sehingga

kebersihan tetap terjaga.

E.Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja

1. Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Sebagai Industri dengan visi To Be Number One, Manajemen New

Armada bertekad untuk melaksanakan semua standar keselamatan dan

memenuhi semua peraturan/perundangan yang berlaku sebagai landasan

utama dalam melakukan setiap kegiatan operasionalnya.

Sebagai bentuk perwujudan untuk mencapai suatu visi tersebut,

Gambar

Gambar 1. Bagan Alir Proses Produksi  .......................................................
Tabel 1. Data Pengukuran Kebisingan ..........................................................
Gambar 1. Bagan Alir Proses Produksi
Tabel 2. Data Pengukuran Iklim Kerja
+3

Referensi

Dokumen terkait

Mengenai hal ini, apa yang telah dilaku- kan oleh pemerintah Iran bisa dijadikan bahan kajian yang tepat, yaitu karena konsekuensi atas pelarangan perkawinan sesama

Dianalisis dari setiap kelompok pengelolaan lingkungan, upaya pengelolaan yang telah dilakukan dengan sangat baik ditinjau dari pengelolaan konflik sosial yaitu

Penelitian menggunakan 60 ekor ayam pedaging, dua puluh ekor ayam di awal penelitian diambil darahnya untuk pengamatan titer antibodi asal induk terhadap infeksi virus

Kepangkatan penasihat hukum yang lebih tinggi dari majelis hakim tidak berpengaruh terhadap independensi hakim dalam memeriksa dan memutus perkara di

Profil responden atau data pribadi dari responden ini ditempatkan pada bagian awal karena para peneliti ingin agar para responden dapat berbagi mengenai

Yovita Univeritas Multimedia Nusantara Tanggerang 2017 Evaluasi Program Sekolah P3SPS Komisi Penyiaran Indonesia Angkatan 16-8: Penerapan Model Evaluasi Kirkpatrick Level Reaksi

Aditama (2002), menyatakan bahwa pencemaran udara dapat berasal dari dalam gedung dengan sumber pencemaran diantaranya : aktivitas dalam ruangan, frekuensi keluar masuk ruangan

Bank juga merupakan badan usaha yang dikenal masyarakat dengan istilah perantara keuangan (financial intermediary), yang memiliki tujuan untuk menunjang