DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
•
memecahkan permasalahan nyata yang
terjadi di dalam sekolah-sekolah yang berada
dalam binaannya
bagi pengawas sekolah.
•
memecahkan permasalahan nyata yang
terjadi di dalam pengelolaan
sekolah/kepemimpinan sekolah
bagi Kepala
sekolah
•
mencari
jawaban ilmiah
mengapa hal
tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan
yang dilakukan.
DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN
•
Best practice
Kepala Sekolah merupakan sebuah publikasi ilmiah yang
memaparkan pengalaman terbaik :
Bagi Kepala Sekolah:
dalam mengatasi masalah pendidikan pada sekolah/guru binaan selama
melaksanakan tugas kepemimpinan Sekolah.
Bagi Pengawas Sekolah
Pengalaman terbaik dalam mengatasi permasalahan pendidikan selama
melaksanakan tugas pengawasan akademik/manajerial di sekolah yang
menjadi tanggung Jawab binaannya.
Prinsip dalam Penulisan
PTS dan Best Practices Bagi Pengawas Sekolah
• Secara kolaborasi dengan pihak sekolah yang dibinanya, menentukan program peningkatan mutu
pendidikan di sekolah binaannya diutamakan yang berkaitan dengan implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Sekolah.
• Menyusun program kerja/agenda kerja kepengawasan pada sekolah binaannya dan membahasnya
dengan kepala sekolah yang bersangkutan.
• Menentukan metode kerja untuk pencapaian hasil optimal berdasarkan program kerja yang telah
disusun.
• Menetapkan kinerja sekolah, kepala sekolah dan guru serta tenaga kependidikan guna meningkatkan
kualitas diri dan layanan pengawas.
• Ruang lIngkup untuk Pengembangan Profesi Pengawas Hendaknya mengacu pada ruang lingkup tugas
pokok pengawas sekolah yaitu melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial
• Memperhatikan kesenjangan antara apa yang diharapkan/ideal dengan kenyataan/fakta di sekolah
DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN
Siklus berkelanjutan
dari umpan balik
terhadap perbaikan
Analisis data kesenjangan
belajar terhadap
sikap/karakter/prestasi
belajar siswa
Mendefinisikan hasil –hasil
berdasarkan data
Menentukan metode/teknik Strategi
yang tepat untuk meningkatkan
praktek pembelajaran
menciptakan rencana
pengembangan profesional
Menggunakan data hasil
prestasi/siswa dan guru dalam
rencana pengembangan profesional
Kepala Sekolah
Sebagai Perancang/Pra usulan
Sebagai Pelaksana
Sebagai pemimpin reflektif
Sebagai Pengembang
digambarkan pada siklus berikut
Prinsip dalam penulisan PTS dan
DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN
Pengembang
Dimana kita sekarang dan mau
jadi apa? Bagaimana data,
penelitian dan
base practise
menginformasikan tentang
pekerjaan kita? Apa yang
diperlukan dalam pembelajaran
kita?
Perancang
Bagaiman kita merancang
pengembangan profesional yang
efektif? Apakah rencana-rencana
pengembangan profesional akan
membantu kita meraih target
kita? Apakah ada keseimbangan
antara keahlian dan pelaksanaan?
Pelaksana
Bagaimana kita bertindak?
Kondisi apa saja yang
mendukung pengembangan
profesional? Apa yang akan
membantu kita menindaklanjuti
tindakan tersebut?
Pemimpin Reflektif
Kemajuan apa yang sudah kita
capai? Bagaimana kemajuan itu
memberi informasi tentanga
pelaksanaan pekerjaan kita?
Bagaimana kita mengecek
pemahaman tersebut?
Kepala sekolah
sebagai
pengembang
Ruang Lingkup Pengawasan Akademik dan
Manajerial (pembinaan/pendampingan,
pemantauan pelaksanaan SNP, penilaian guru
atau kepala sekolah) bagi pengawas sekolah
(Lihat Pedoman Bimtek)
DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN
– penyusunan rencana pengembangan sekolah (termasuk menetapkan visi, misi, tujuan, arah dan strategi, kebijakan internal dan program-program kerjanya);
termasuk mengintegrasikan program Penguatan Pendidikan Karakter dan Gerakan Literasi di Sekolah yang efektif.
– pengelolaan sistem kode etik dan tata laku (code of ethic and code of conduct) semua subjek pendidikan meliputi pendidik, tenaga kependidikan dan siswa/peserta didik; – pengambilan keputusan kollegial, demokratik, partisipatif dan kolektif; diantaranya
pelibatan publik.
– mengembangkan kurikulum dan sillabus secara dinamik, berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan pencapaian peningkatan mutu pendidikan;
– pelaksanaan program pendidikan berorentiasi kepada peningkatan mutu pendidikan dimana sangat diperhatikan unsur/factor masukan, proses dan hasil/output
pendidikan;
– mendelegasikan dan mendistribusikan tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara proporsional dan konsisten;
– mengelola seluruh sumber daya pendidikan (termasuk dana).
Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu Semangat Kebangsaan
Cinta Tanah Air Menghargai Prestasi Bersahabat/Komunikati f Cinta Damai Gemar Membaca Peduli Lingkungan Peduli Sosial Tanggung Jawab (dan lain-lain)
Sumber: Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional,
2010
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH
Olah Hati (Etika) Olah Pikir (Calistung) Olah Karsa (Estetika) Olah Raga (Kinestetik)
Aspek Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara
Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM, 2014) dan
DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN
SEKOLAH EFEKTIF
PENGERTIAN
•
Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki sistem
SEKOLAH
YANG
EFEKTIF
BERPUSAT PADA SISWA PENGEMBANGAN PROBLEM SOLVING PENGEMBANGAN STAFF KETERLIBATAN ORTU DAN MASYARAKAT INTERAKSI ANTAR TEMAN SEJAWAT IKLIM /Budaya SEKOLAH PROGRAM AKADEMIK BERAGAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN SISWADIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN
Lihat Buku Pedoman Bimtek
Dan Mari Berdiskusi