Problematika Perkawinan Beda Agama (Implikasinya Dalam Pencatatan Perkawinan di Indonesia)
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hukum Islam dan UU Perkawinan melarang terjadinya perkawinan beda agama dengan cara melangsungkan perkawinan dua kali
Berseberangan dengan Undang-Undang tentang Perkawinan dan fatwa MUI tersebut, kelompok Islam Progresif memandang perkawinan beda agama, baik dengan laki-laki
Akibat Hukum Perkawinan Beda Agama Menurut Hukum Perkawinan Indonesia, berkaitan dengan status dalam perkawinan dimana suatu perkawinan yang sah sah harus memenuhi ketentuan dalam
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau implementasi hukum perkawinan di Indonesia terhadap praktik pencatatan perkawinan beda agama di Dinas Kependudukan dan
Bagaimana Proses Pencatatan Perkawinan Beda agama Berdasarkan Undang- Undang Administrasi Kependudukan?.. Untuk menjelaskan status proses perkawinan beda Agama
Mengenai kedudukan hukum anak yang lahir dari pasangan perkawinan beda agama ini, merujuk ketentuan Pasal 42 UU Perkawinan yang menyatakan bahwa anak yang sah adalah anak yang
Kawin beda agama perkawinan campuran adalah perkawinan antara dua orang, pria dan wanita, yang tunduk pada hukum yang berlainan karena beda agama.2 Perkawinan beda agama terjadi apabila
Status Hukum Perkawinan Beda Agama di Basis Multikultural Indonesia Menurut Yuris Klasik dan Yuris Kontemporer Status hukum perkawinan beda agama menurut yuris klasik dan kontemporer