Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1377
PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 KAHAYAN HILIR
HASANUL BULKIAH1 Email [email protected]
ABSTRAK
Kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai konsep pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, hal ini ditandai dengan banyak siswa yang mendapat nilai di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 75.
Rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai konsep dikarenakan proses pembelajaran yang berlangsung masih berpusat pada guru dimana pembelajaran hanya menekankan siswa untuk menghafal materi semata, sehingga tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri melalui pengalaman belajarnya. Penelitian ini mencoba menerapkan model discovery learning pada materi prinsip dan praktik ekonomi Islam.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dan peningkatan penguasaan konsep siswa dengan menerapkan model discovery learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X1 SMKN 1 Kahayan Hilir yang berjumlah 10 orang. Hasil penelitian dengan menggunakan model discovery learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan sehingga meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan konsep.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar yang diperoleh siswa, terbukti dari persentase kelulusan siswa dan nilai rata-rata, pada siklus I sebesar 40% dari 10 siswa mendapat nilai di atas KKM. Dan pada siklus II sebesar 80%
mendapat nilai di atas KKM.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1378
Kata kunci : Model Discovery Learning, Penguasaan Konsep, Prinsip dan Praktik Ekonomi Islam
PENDAHULUAN
Pada Era globalisasi ini dunia industri semakin maju dan berkembang yang mengakibatkan ketatnya persaingan dalam memperoleh pekerjaan. Untuk menghadapi tuntutan tersebut, maka kurikulum nasional harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan sesuai yang dibutuhkan pada pendidikan saat ini. Menurut Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum 2013 (K13) adalah kurikulum yang menjadi pilihan untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia (Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013: 7). Pada pelaksanaan kurikulum 2013 masih mengalami berbagai revisi agar sesuai dengan yang dibutuhkan dalam pembelajaran di sekolah dan sesuai dengan fungsi sistem pendidikan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1379
Sistem pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.
Berdasarkan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dimaksud dengan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pada pendidikan menengah terdiri dari pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan.
Pendidikan kejuruan yang dikembangkan di Indonesia adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya.
Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan keterampilan, mereka harus memiliki stamina yang tinggi, menguasai bidang keahliannya dan dasar dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. (Permendiknas No. 22 Tahun 2006: 19). Oleh karena itu sekolah menengah kejuruan dituntut untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai karakter yang baik dan berkompeten sesuai dengan bidangnya sehingga menjadi calon tenaga kerja yang professional dan mampu bersaing.
SMK Negeri 1 Kahayan Hilir merupakan Sekolah Menengah Kejuruan yang berbasis keahlian dan teknologi yang mempersiapkan peserta didik untuk siap bekerja sesuai dengan bidangnya, yang mempunyai keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan yang disyaratkan. Sesuai dengan visi SMK Negeri 1 Kahayan Hilir yaitu menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan yang berkarakter dan berwawasan lingkungan yang menghasilkan tamatan professional, mampu berwirausaha, beriman dan bertaqwa. SMK Negeri 1 Kahayan Hilir mengimplementasikan kurikulum 2013, yang diberlakukan pada seluruh siswa kelas X, XI dan XII. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1380
di sekolah lebih menekankan pendidikan karakter dan menuntut siswa untuk lebih kreatif dan inovatif.
Penggunaan metode ceramah kurang efektif, karena siswa hanya mendengarkan pendidik yang sedang menjelaskan pelajaran, sehingga siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Meskipun pendidik memberikan sesi pertanyaan bagi siswa, tetapi hanya siswa aktif saja yang memanfaatkan 4 kesempatan bertanya, sedangkan siswa yang kurang aktif lebih memilih diam saja atau bicara dengan siswa lain. Melihat dari permasalahan di atas, diperlukan metode pembelajaran yang cocok untuk mengatasi hal tersebut sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir.
Salah satu metode yang diduga mendorong siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran yaitu metode discovery learning, yang dimana metode ini diharapkan meningkatkan keaktifan dan kompetensi siswa. Metode discovery learning merupakan salah satu dari banyak metode pembelajaran yang ada. Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2013) tentang metode pembelajaran penemuan atau discovery learning yang dijelaskan dalam bagian dari kurikulum 2013, “Discovery Learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajaran tidak disajikan dengan pembelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri”.
Dengan menggunakan metode discovery learning berarti guru memberikan pengantar dan kata kunci dari materi yang diajarkan dan siswa dituntut aktif menemukan sendiri yang dipelajari. Tetapi guru tetap membimbing dan mengarahkan siswa agar proses pembelajaran sesuai dengan tujuan.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah yang dimaksudkan masih menuai kritik terhadap kesenjangan antara teori dan praktek yang terjadi. Salah satu kritikan disampaikan oleh Mochtar Buchori yang menilai kegagalan pendidikan agama disebabkan praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata dari pertumbuhan kesadaran nilai-nilai (agama) dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatifvolutif, yakni kemauan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Dengan kata lain, pendidikan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1381
agama lebih berorientasi pada belajar tentang agama dan kurang berorientasi pada belajar bagaimana cara beragama yang benar.
Akibatnya, terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan, antara gnosis dan praxis dalam kehidupan agama, sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi Islami.
Towaf juga menyebutkan pendekatan pembelajaran pendidikan agama Islam masih bersifat normatif, dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga siswa kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian.
Berdasarkan hasil ulangan tengah semester (UTS) kelas XI di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dari siswa jumlah 10 orang persentase kelulusannya hanya 45.16% dengan rata-rata nilai 73.68. Ini berarti lebih dari setengah nilainya masih dibawah KKM, dimana nilai KKM di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir yaitu 75. Padahal pembelajaran dinyatakan berhasil jika kelulusan minimum 70% siswa diatas KKM. Lebih lanjut, berdasarkan hasil observasi, proses pembelajaran masih bersifat konvensional dengan menggunakan metode ceramah. Media pembelajaran yang ditemui di sekolah berupa papan tulis, spidol, engine stand, laptop dan LCD, akan tetapi penggunaannya kurang maksimal dan pembelajaran hanya terfokus satu kearah pada pendidik.
Berdasarkan uraian di atas dapat dilihat pentingnya metode pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kompetensi siswa.
pendekatan pembelajaran pendidikan agama Islam masih bersifat normatif, dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga siswa kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian.
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang berjudul
“Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Prinsip dan Praktek Ekonomi Islam Di Kelas XI SMK Negeri 1 Kahayan Hilir
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1382 METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan bentuk pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning, maka dengan demikian data yang akan dikumpulkan dalam penelitian bersifat deskriptif yaitu mengenai uraian- uraian kegiatan pembelajaran siswa dan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindak kelas.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) karena peneliti bertindak secara langsung dalam penelitian, mulai dari awal sampai akhir tindakan. Menurut Suharsimi dalam (Canrawati, 2013:32) bahwa PTK merupakan paparan gabungan definisi dari tiga kata “penelitian, tindakan dan kelas”.
Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu obyek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat bagi peneliti atau orang- orang yang berkepentingan dalam rangka peningkatan kualitas di berbagai bidang.Lokasi Penelitian
Pendekatan ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin. Kurt Lewin mengemukakan suatu model penelitian tindakan yang berbentuk siklus. Hal ini didasarkan bahwa tindakan yang diberikan tidak hanya diberikan satu kali, tetapi dapat beberapa kali. Kurt Lewin, yang menyatakan dalam satu siklus terdiri atas empat langkah pokok. Rencana penelitian dirumuskan dalam dua siklus agar peneliti tindakan kelas ini berhasil tanpa ada hambatan yang mengganggu kelancaran peneliti, peneliti menyusun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian tindakan kelas yaitu: 1. Perencanaan/Persiapan Tindakan 2. Pelaksanaan Tindakan 3. Observasi/Pengamatan 4. Refleks
Tujuan penelitian ini dilaksanakan menjadi dua kali pertemuan pada setiap siklusnya adalah untuk melihat adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti materi prinsip dan praktik ekonomi Islam melalui pembelajaran discovery learning. Secara keseluruhan, empat tahapan dalam PTK tersebut membentuk suatu siklus PTK yang digambarkan dalam bentuk spiral.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1383 Gambar 3.1
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir, Jalan SMK Desa Mentaren 1 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Adapun waktu penelitian yaitu pada bulan Juni tahun 2022.
Subjek peneliti ini sumber utama data penelitian yaitu yang memiliki data mengenai variabel-variabel yang diteliti subjek penelitian ini pada dasarnya akan menghasilkan sebuah kesimpulan hasil penelitian.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Semester genap, sejumlah 10 orang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan. Penelitian dilaksanakan pada saat mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berlangsung dengan pokok bahasan “Prinsip dan Praktek Ekonomi Islam”.
Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan oleh anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku dan hasil belajar anak tersebut, yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak yang lain atau dengan standar yang ditetapkan. Tes ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dan pemahaman siswa terhadap materi prinsip dan praktik ekonomi Islam.
Dokumentasi ini peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, dokumen, catatan harian dan sebagainya. Metode ini
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1384
bertujuan untuk mendapatkan data-data serta hasil siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau melalui rekapitulasi daftar evaluasi penilaian siswa.
Observasi ini metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Dalam penelitian tindakan kelas, observasi dipusatkan pada proses maupun hasil tindakan beserta segala peristiwa yang melingkupinya.
Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan di kelas selama kegiatan pembelajaran. Observasi dimaksudkan untuk mengetahui adanya kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tindakan. Dalam tindakan ini digunakan lembar observasi untuk mengumpulkan data tentang keadaan subjek penelitian yang meliputi situasi dan aktifitas siswa maupun peneliti selama kegiatan pembelajaran.
Analisis data dilakukan melalui proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Dalam penelitian ini digunakan analisis data kualitatif model mengalir dari Miles dan Huberman yang meliputi tiga hal, yaitu :
Reduksi data dilakukan melalui proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan, dan pengabstrasian data mentah menjadi data yang lebih bermakna. Dengan pereduksian data maka akan lebih memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mempermudah peneliti untuk membuat kesimpulan dari hasil penelitian.
Penyajian data dilakukan dengan menyusun secara naratif sekumpulan infromasi yang telah diperoleh dari hasil reduksi, sehingga dapat memungkinkan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Data yang sudah terorganisir ini kemudian dideskripsikan guna memperoleh bentuk nyata dari responden sehingga lebih mudah dimengerti peneliti atau orang lain yang tertarik dengan penelitian yang dilakukan. Dari hasil reduksi sebelumnya, selanjutnya dibuat penafsiran
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1385
untuk membuat perencanaan tindakan, selanjutnya hasil penafsiran dapat berupa penjelasan tentang: 1) Perbedaan antara rancangan dan pelaksanaan tindakan, 2) Perlunya perubahan tindakan, 3) Alternatif tindakan yang dianggap paling tepat, 4) Anggapan peneliti, teman sejawat, dan guru yang terlibat dalam pengamatan dan pencatatan lapangan terhadap tindakan yang dilakukan, 5) Kendala dan pemecahan Pada tahap penarikan kesimpulan ini kegiatan yang dilakukan adalah memberikan kesimpulan terhadap data-data dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Kesimpulan dalam penelitian ini merupakan hasil temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan tersebut dapat berupa deskripsi yang merupakan gambaran suatu objek yang sebelumnya masih belum jelas, sehingga setelah dilaksanakan penelitian menjadi lebih jelas. Jika hasil dari kesimpulan yang diperoleh kurang kuat maka perlu adanya verifikasi.
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, ada 2 jenis data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti, yaitu:
1. Data kuantitatif dapat dianalisis secara deskriptif. Dalam hal ini peneliti menggunakan analisis statistik deskriptif. Misalnya, mencari nilai rata- rata, persentase keberhasilan belajar, dan lain-lain. Data kuantitatif ini digunakan peneliti untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan peserta didik setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara menganalisis hasil belajar peserta didik ketika proses pembelajaran berlangsung. Kemudian dilihat peningkatannya dari sebelum tindakan dengan sesudah tindakan yaitu meningkatnya kemampuan berpikir kritis.
2. Data Kualitatif, yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang ekspresi peserta didik berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, pandangan atau sikap peserta didik terhadap metode belajar yang baru (afektif), aktivitas peserta didik mengikuti pelajaran, perhatian, antusias dalam belajar, kepercayaan diri, motivasi belajar, dan sejenisnya, dapat dianalisis secara kualitatif Data kualitatif ini digunakan peneliti untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran selama proses pembelajaran melalui lembar observasi guru dan peserta didik
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1386
Tahap-tahap pelaksanan penelitian terdiri adalah sebagai berikut:
1. Tahap Pra Tindakan
• Menentukan lokasi penelitian Melakukan pertemuan dengan kepala sekolah, untuk izin melaksanakan penelitian dan membicarakan persiapan dan waktu tindakan. Menentukan dan merumuskan rencana tindakan.
• Pada tahap ini, perencanaan yang dilakukan adalah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), serta membuat instrument penelitian dan penilaian.
2. Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
3. Observasi
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah pengumpulan data dan mengamati semua aktifitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan format observasi yang telah disediakan. Pengamatan ini dilakukan secara cermat dalam pelaksanaan skenario pembelajaran serta dampaknya terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa materi Prinsip dan Praktek Ekonomi Islam. Instrumen yang dipakai adalah: 1) soal tes akhir (post-test), (2) lembar observasi siswa dan guru. Hasil observasi dan hasil tes akhir tindakan ini akan ditindak lanjuti dan digunakan sebagai bahan dalam analisis dan untuk keperluan refleksi.
4. Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan ketika peneliti sudah selesai melakukan tindakan implementasi rancangan tindakan. Pada tahap ini hasil belajar siswa yang didapatkan dalam tindakan serta observasi dikumpulkan.
Refleksi ini dilakukan untuk menganalisis hasil tindakan agar dapat memperbaiki tindakan selanjutnya, dengan tujuan meningkatkan keefektifan proses dan hasil belajar dengan menggunakan penerapan model pembelajaran discovery learning pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1387
Hasil refleksi digunakan peneliti sebagai bahan pertimbangan apakah kriteria yang ditetapkan sudah tercapai atau belum. Sesuai kriteria yang ditentukan, ada 2 kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu kriteria keberhasilan proses pembelajaran sebesar 75%
(kriteria cukup), dan kriteria keberhasilan hasil belajar siswa jika 75%
siswa sudah mendapatkan nilai minimal 75 dan siswa sudah memahami materi dengan baik dan sudah dapat dikatakan siswa memiliki hasil belajar yang baik
HASIL PENELITIAN
Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan (Discovery) memiliki dampak positif terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi prinsip dan praktek ekonomi islam di kelas XI SMK Negeri 1 Kahayan Hilir. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru selama ini. hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan guru berdasarkan hasil ketuntasan belajar meningkat di siklus II yaitu dengan nilai rata-rata 78,9 dengan prosentase ketuntasan 80% daripada siklus I yaitu nilai rata-rata 54,72 dengan prosentase ketuntasan 40% Pada siklus II ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal telah tercapai.
Dari hasil temuan penelitian di atas menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap aktifitas siswa dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan metode penemuan (Discovery Learning). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penerapan metode penemuan (Discovery) untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi prinsip dan praktik ekonomi islam dengan menggunakan metode penemuan (Discovery Learning) kelas X1 di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1388 SIMPULAN
Dari hasil Penerapan metode Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi prinsip dan praktik ekonomi islam di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut.
Penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi prinsip dan praktik ekonomi islam di SMK Negeri 1 Kahayan Hilir. Peningkatan pada aspek kognitif siswa secara keseluruhan dapat dilihat dari perbandingan persentase kelulusan dan nilai rata-rata siswa hasil post test setiap siklus. Persentase siswa lulus pada post test Siklus I yaitu 40 % dengan nilai rata-rata 70,5. Setelah dilanjutkan Siklus II, aspek kognitif mengalami peningkatan. Pada post test Siklus II persentase siswa lulus menjadi 80,00 % dengan nilai rata-rata 78,9.
DAFTAR PUSTAKA
Mahfud, Rois, 2011. Al Islam-Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Erlangga.
Nasih, Ahmad Munjin, 2013. Metode dan Tehnik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: PT refika Aditama.
Majid,Abdul, 1997. Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Bandung : PT
Soekamto, Toeti dan Winataputra, Udin Saripuddin 1997. Teori Belajar dan Model- model Pembelajaran, Jakarta : PAU Ditjen Dikti Depdikbud Remaja Rosdakarya, 2014, cet- 2), 179
Sanjaya, Wina, 2012. Strategi Pembejaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1389
Sumantri, Mulyani dan Permana, Johar, 1999. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning).