• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) LUBUK BASUNG TAHUN 2011.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) LUBUK BASUNG TAHUN 2011."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR

DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)

LUBUK BASUNG TAHUN 2011

Skripsi

Diajukan ke Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas sebagai Pemenuhan Syarat untuk Mendapatkan

Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh:

NOVIA WIRNA PUTRI No. BP. 0810332014

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS ANDALAS

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti ucapkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan

karuniaNya penulisan skripsi dengan judul “Analisis Sistem Pengelolaan Limbah

Cair di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung Tahun 2011” ini

dapat diselesaikan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan

menyelesaikan pendidikan strata 1 (S1) pada Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Andalas Padang.

Peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini banyak mendapatkan bantuan,

bimbingan, dan pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini

peneliti ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:

1. Ibu Prof. dr. Nur Indrawati Lipoeto, M.Sc, PhD, Sp.GK selaku Dekan

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Padang.

2. Bapak H. dr. Hendri Rusdian, M.Kes, selaku Direktur RSUD Lubuk Basung

yang telah memberi izin untuk melakukan penelitian di RSUD Lubuk

Basung.

3. Ibu Vitria, S.Si, M.Biomed, selaku pembimbing pertama yang telah banyak

memberikan bimbingan, pemikiran dan arahan kepada peneliti untuk

menyelesaikan penulisan skripsi ini.

4. Bapak Syahrial, SKM, M.Biomed, selaku pembimbing kedua yang telah

banyak memberikan bimbingan, pemikiran dan arahan kepada peneliti untuk

menyelesaikan penulisan skripsi ini.

5. Ibu Vivi Triana, SKM, MPH, selaku penguji pertama yang telah

(3)

ii

6. Bapak Kamal Kasra, SKM, MQIH, selaku penguji kedua yang telah

membimbing peneliti dalam penulisan skripsi ini.

7. Bapak Denas Symond, MCN, selaku penguji ketiga yang telah membimbing

peneliti dalam penulisan skripsi ini.

8. Para dosen dan staf akademik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Andalas.

9. Orang tua dan keluarga besar yang membantu secara moril dan materil.

10.Seluruh rekan di FKM dan semua pihak yang telah membantu dalam

penyelesai penulisan skripsi ini.

Peneliti menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari skripsi ini, maka

dari itu peneliti sangat mengharapkan sumbangan pemikiran dan saran yang

membangun dari berbagai pihak.

Padang, Juli 2012

(4)

iii

2.2. Peraturan Perundang-undangan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit 15 2.3. Tugas dan Tanggung Jawab Pengelola Limbah ... 16

2.4. Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit ... 17

2.5. Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit ... 26

2.6. Pemeliharaan Fasilitas Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit ... 27

2.7. Sistem Pengelolaan Limbah Cair Rumah Sakit ... 28

2.8. Alur Pemikiran Penelitian ... 37

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Desain Penelitian ... 38

3.2.Lokasi dan Waktu Penelitian... 38

3.3.Teknik Penentuan Informan ... 38

3.4.Metode Pengumpulan Data ... 39

3.5.Defenisi Istilah ... 42

3.6.Matrik Pengumpulan Data ... 45

(5)

iv

4.2. Karakteristik Informan ... 47

4.3. Komponen Input ... 48

4.4. Komponen Proses ... 55

4.5. Komponen Output ... 64

BAB 5 PEMBAHASAN 5.1. Keterbatasan Penelitian ... 67

5.2. Komponen Input ... 67

5.3. Komponen Proses ... 75

5.4. Komponen Output ... 84

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan... 86

6.2. Saran ... 87

(6)

v

DAFTAR TABEL

Nomor Tabel Halaman

2.1. Baku Mutu Limbah Cair Rumah Sakit ... 14

3.1. Matrik Pengumpulan Data ... 45

4.1. Karakteristik Informan Wawancara Mendalam ... 47

(7)

vi

DAFTAR GAMBAR

Nomor Gambar Halaman

(8)

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Lampiran

1. Hasil Analisis Laboratorium Sampel Limbah Cair RSUD Lubuk Basung

2. Petunjuk Wawancara Mendalam

3. Pedoman Wawancara Mendalam

4. Matriks Hasil Wawancara Mendalam

5. Hasil Observasi (Checklist)

6. Karakteristik Tenaga IPSRS RSUD Lubuk Basung

7. Aliran Pengelolaan Limbah Cair RSUD Lubuk Basung

8. Jaringan Pipa Air Buangan Limbah RSUD Lubuk Basung

9. Desain IPAL RSUD Lubuk Basung

10.Jadwal Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

11.Jadwal Kunjungan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPS-RS) RSUD

Lubuk Basung.

12.Surat Izin Penelitian

13.Surat Telah Selesai Melaksanakan Penelitian

14.Kartu Kontak Bimbingan Skripsi

15.Formulir Menghadiri Seminar

(9)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/KESEHATAN LINGKUNGAN

Skripsi, 16 Juli 2012

Novia Wirna Putri, No. BP 0810332014

Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Cair Di RSUD Lubuk Basung Tahun 2011

vii + 91 halaman + 4 tabel + 1 gambar + 15 lampiran

ABSTRAK

Limbah cair yang berasal dari rumah sakit mengandung senyawa organik dan

anorganik yang cukup tinggi, senyawa kimia, mikroorganisme berbahaya yang dapat

menyebabkan penyakit terhadap kesehatan masyarakat maupun lingkungan. Berdasarkan

analisis visual di lapangan dan data hasil laboratorium bahwa limbah cair di RSUD

Lubuk Basung belum terkelola secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk

menganalisis sistem pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung tahun 2011.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara pengumpulan

data yaitu wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi langsung ke lapangan

untuk mendapatkan gambaran tentang sistem pengelolaan limbah cair.

Hasil penelitian mengenai input pengelolaan limbah cair belum sepenuhnya

memadai. Kebijakan telah ada, namun tenaga dan dana masih belum memadai, sarana dan

prasarana belum berfungsi secara optimal. Aspek proses dalam pengelolaan limbah cair

yaitu tidak adanya perencanaan khusus, pengorganisasian dengan adanya pembagian

tugas dan tanggung jawab masing-masing pengelola, pelaksanaannya belum sepenuhnya

sesuai persyaratan, dan pengawasan dalam bentuk pemeriksaan sampel.

Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk

Basung belum sepenuhnya memadai baik dari segi input, proses, maupun output.

Disarankan untuk melakukan upaya perbaikan terhadap masing-masing komponen agar

pengelolaan selanjutnya dapat lebih baik.

Daftar Pustaka : 22 (1992-2011)

(10)

FACULTY OF PUBLIC HEALTH

SAFETY AND OCCUPATIONAL HEALTH, ENVIROMNMENT

Thesis, 16 July 2012

Novia Wirna Putri, No. BP 0810332014

Molten Waste Management System Analysis at Lubuk Basung Hospital Year 2011

vii + 91 pages + 4 tables + 1 pictures + 15 appendices

ABSTRACT

Molten waste from hospitals contains organic and inorganic compound one high

enough, chemical compound, microorganism pathogen that can cause disease to society

health and also environmentally. Base analysis visual at the site and that laboratory result

data that molten waste at RSUD Lubuk Basung haven't most brings off optimal. To the

effect this research is subject to be analyse molten waste management system at Lubuk

Basung Hospital year 2011.

Observational method used was qualitative by data collected which is indepth

interview, study document, and direct observation until an overview about the application

management system of molten waste.

Observational result about input of molten waste management have been

inadequate. Policy have there is, but human and fund was still inadequate, as well as the

infrastructure was still inadequate. Aspect processes in molten waste management, there

are not specifically planning, organizing by task and accountability division each

organizer, implementation there are not in accordance with the regulation, and monitoring

in shaped probing sample.

Researcher can conclude that molten waste management at RSUD Lubuk Basung

was utterly is equal to good of input, process, and also output. Suggested to do repair

effort to each that component management here after gets better.

References : 22 (1992-2011)

(11)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Undang-Undang Kesehatan RI Nomor 36 Tahun 2009 menyatakan bahwa

upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang

sehat baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang

mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Lingkungan sehat sebagaimana

dimaksud adalah bebas dari unsur-unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan,

antara lain limbah cair, limbah padat, limbah gas, sampah yang tidak diproses sesuai

dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah, binatang pembawa penyakit, zat

kimia yang berbahaya, kebisingan yang melebihi ambang batas, radiasi sinar pengion

dan non pengion, air yang tercemar, udara yang tercemar, dan makanan yang

terkontaminasi.1

Lingkungan diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk

hidup dan akan mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung baik kepada

kehidupan dalam bentuk individual maupun komunitas pada tempat tertentu.

Masalah pencemaran lingkungan merupakan salah satu masalah yang dapat

menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Permasalahan ini sangat perlu

mendapat perhatian dan penanganan serius dari semua pihak untuk dapat mencegah

dan menanggulangi akibat yang ditimbulkannya. Pencemaran lingkungan dapat

terjadi apabila daur materi dalam lingkungan hidup mengalami perubahan, sehingga

(12)

2

Salah satu lingkungan yang memiliki potensi cukup besar untuk tercemar

oleh unsur-unsur yang dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat

adalah lingkungan rumah sakit. Berdasarkan Permenkes No.1204 Tahun 2004

tentang Persyaratan Lingkungan Rumah Sakit bahwa rumah sakit sebagai sarana

pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau

dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya

pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.3

Rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat

secara langsung menghasilkan limbah. Sumber dari limbah tersebut antara lain dari

pelayanan medis (rawat inap, rawat jalan/poliklinik, rawat intensif, rawat darurat,

hemodialisa, kamar jenazah, dan bedah sentral), dari penunjang medis (dapur pusat,

binatu, laboratorium klinik, laboratorium patologi anatomi dan radiologi), dan dari

perkantoran serta fasilitas sosial (perkantoran dan administrasi, asrama pegawai,

rumah dinas dan kafetaria). Limbah rumah sakit adalah buangan hasil proses yang

berbentuk padat, cair, dan gas dimana sebagian limbah tersebut merupakan limbah

B3 yang mengandung mikroorganisme patogen bersifat infeksius dan radioaktif.4

Salah satu limbah rumah sakit yang memiliki dampak potensial adalah

limbah cair. Limbah cair yang berasal dari rumah sakit mengandung senyawa

organik dan anorganik yang cukup tinggi, senyawa kimia, mikroorganisme pathogen

yang dapat menyebabkan penyakit terhadap kesehatan masyarakat maupun terhadap

lingkungan disekitarnya antara lain menjadi transmisi atau media penyebaran

berbagai penyakit (terutama colera, thypus, abdominalis, dan desentri baciler),

menimbulkan bau yang tidak sedap, merupakan sumber pencemaran air

(13)

3

hasil dari proses kegiatan operasional rumah sakit baik medis maupun non medis

yang kemudian diolah di dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah

Sakit. Pengelolaan limbah cair rumah sakit dimulai dari unit-unit penghasil limbah

cair sampai pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit.5,6

Hasil Rapid Assestment tahun 2002 yang dilakukan oleh Ditjen PPM dan PL

(Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan)

yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota terhadap keadaan sarana

limbah yang dilengkapi mesin pengolah limbah padat Incinerator dan mesin Instalasi

Pengolahan Air Limbah bahwa dari jumlah 1476 Rumah Sakit di Indonesia, terdapat

648 (sekitar 43,9%) yang telah mempunyai incinerator dan sebanyak 36 % yang

telah mempunyai mesin Instalasi Pengolahan Air Limbah. Selain itu juga didapat

hasil bahwa baru sekitar 52 % kualitas air limbah cair setelah melalui proses

pengelolaan yang memenuhi syarat (memenuhi baku mutu limbah cair). Hasil

tersebut menunjukkan bahwa masih banyak kualitas limbah cair yang belum

memenuhi syarat dan juga masih banyak terdapat rumah sakit yang incinerator dan

IPALnya tidak berfungsi bahkan belum memiliki sama sekali.7

Pengawasan dampak lingkungan yang dilakukan oleh Bapedalda Provinsi

terhadap 17 rumah sakit dari 64 rumah sakit yang ada di Sumatera Barat dilihat dari

kualitas limbah cairnya menunjukkan bahwa tidak ada satupun dari semua parameter

yang diukur memenuhi baku mutu limbah cair. Pada hasil survei terhadap 17 rumah

sakit tersebut ditemui 5 rumah sakit yang semua parameter kualitas limbah cairnya

(BOD5, COD, TSS, PO4, NH3, E.Coli) melebihi baku mutu lingkungan, sedangkan

12 rumah sakit hanya sebahagian parameternya yang memenuhi baku mutu limbah

(14)

4

Keadaan sarana dan kualitas limbah rumah sakit di Indonesia dan khususnya

di Sumatera Barat berdasarkan data di atas menunjukkan masih buruknya

pengelolaan limbah rumah sakit. Hal ini terjadi karena pengelolaan limbah belum

menjadi syarat akreditasi rumah sakit. Setiap rumah sakit, selain harus memiliki

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga harus memiliki surat pernyataan

pengelolaan lingkungan (SPPL) dan surat izin pengolahan limbah cair.9

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung merupakan rumah sakit

yang menghasilkan limbah non medis dan limbah medis. Limbah non medis rumah

sakit ini ditanggulangi dengan cara melakukan pengumpulan di tempat yang telah

disediakan dan didistribusikan ke tempat pengolahan sampah umum untuk

dimusnahkan. Limbah medis, seperti limbah medis padat dimusnahkan dengan

menggunakan incinerator, sedangkan limbah medis cair diolah dengan menggunakan

IPAL. 10

Pengelolaan limbah khususnya limbah cair rumah sakit memerlukan tenaga

yang berperan untuk melaksanakan pengelolaan tersebut. Berdasarkan laporan

tahunan RSUD Lubuk Basung, saat ini jumlah tenaga pengelola limbah rumah sakit

tergabung dalam seksi penunjang non medis bagian IPSRS (Instalasi Pengelolaan

Sanitasi Rumah Sakit) berjumlah 8 orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan

operasional pengelolaan limbah. Tercapainya keberhasilan dari pengelolaan limbah

di RSUD Lubuk Basung sangat erat kaitannya dengan anggaran dana yang dimiliki

oleh rumah sakit untuk pengelolaan limbah. Anggaran dana untuk pengelolaan

limbah ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten

(15)

5

Pengelolaan limbah cair yang dilakukan oleh RSUD Lubuk Basung mulai

dari penyaluran limbah cair ke Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL),

pengolahan limbah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pengaliran ke

badan air atau drainase kota. Berdasarkan dokumen UKL/UPL RSUD Lubuk Basung

tahun 2011 bahwa pengelolaan limbah cair yang terdapat di rumah sakit ini belum

terkelola secara optimal. Hal ini dikarenakan adanya permasalahan dalam sarana dan

prasarana limbah cair yaitu operasional IPAL yang kurang maksimal dari aspek

suplai oksigen dari blower dan kecukupan mikroba pengurai dalam proses IPAL

menjadi penyebab rendahnya kualitas limbah cair di rumah sakit sehingga limbah

yang diolah masih belum memenuhi baku mutu limbah cair.10

Hasil analisis data laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengelola

Lingkungan Hidup (BPLH) pada tahun 2012 bahwa limbah cair yang telah diproses

melalui IPAL terbukti masih melebihi baku mutu yang telah ditetapkan oleh Kepmen

LH No. 58 Tahun 1995 yaitu pH sebesar 3,85 (baku mutu 6-9), BOD5sebesar 198,7

mg/l (baku mutu <30 mg/l), Posfat sebesar 2,31 mg/l (baku mutu <2). Selain itu,

hasil analisis data laboratorium yang dilakukan oleh UPTD Balai Labkes Sumbar

tahun 2011 bahwa limbah cair yang telah diproses melalui IPAL juga terbukti masih

melebihi baku mutu yang telah ditetapkan oleh Kepmen LH No. 58 Tahun 1995

yaitu pH sebesar 6,06 (baku mutu 6-9), COD sebesar 200,1 mg/l (baku mutu <80

mg/l), Posfat sebesar 0,138 mg/l (baku mutu <2), TSS sebesar 226 mg/l (baku mutu

<30 mg/l) (lampiran 1).

Hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu pengelola bagian IPSRS

(Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit) bahwa pengelolaan limbah cair di

(16)

6

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dimana limbah tidak mengalir dari bak

penyaring menuju bak aerasi, sehingga menyebabkan limbah tersebut merembes ke

tanah permukaan. Permasalahan pada IPAL rumah sakit ini telah terjadi sejak tahun

2004 tanpa ada upaya penanggulangan yang berarti. Pihak rumah sakit belum ada

melakukan evaluasi kinerja dalam pengelolaan limbah sehingga penyebab dari

permasalahan ini belum diketahui baik itu dari segi perencanaan, pengkoordinasian,

pelaksanaan, maupun pengawasan terhadap pengelolaan limbah rumah sakit.

Permasalahan ini tentu dapat menyebabkan timbulnya dampak serius

terhadap lingkungan dan masyarakat yang ada di sekitar rumah sakit terutama

apabila tidak ditanggulangi dan dikelola sejak awal. Berdasarkan uraian di atas, maka

peneliti tertarik melakukan penelitian tentang analisis sistem pengelolaan limbah cair

di Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Basung Kabupaten Agam.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka perumusan masalah dari penelitian

ini adalah bagaimana sistem pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit Umum Daerah

(RSUD) Lubuk Basung Kabupaten Agam tahun 2011?

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung

(17)

7

1.3.2. Tujuan Khusus

a. Diketahuinya informasi tentang input pengelolaan limbah cair di RSUD

Lubuk Basung yang meliputi kebijakan, tenaga, dana, sarana dan prasarana.

b. Diketahuinya informasi tentang proses pengelolaan limbah cair di RSUD

Lubuk Basung yang meliputi kegiatan pelaksanaan dan pengawasan.

c. Diketahuinya informasi tentang output pengelolaan limbah cair di RSUD

Lubuk Basung yaitu penerapan pelaksanaan pengelolaan limbah cair rumah

sakit.

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Bagi pemerintah kabupaten, diharapkan dapat menjadi informasi dan

masukan dalam sistem pengelolaan limbah cair rumah sakit.

1.4.2. Bagi tempat penelitian yaitu RSUD Lubuk Basung, diharapkan dapat menjadi

bahan masukan dan informasi dalam pengelolaan limbah cair di rumah sakit.

1.4.3. Bagi perguruan tinggi yaitu Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, diharapkan menjadi sumber

informasi dan tersedianya data untuk keperluan yang berkaitan dengan

pembahasan.

1.4.4. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta

mengembangkan kemampuan menganalisis masalah secara sistematis

(18)

8

1.5. Ruang Lingkup Penelitian

1.5.1. Gambaran tentang input pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung

yang meliputi kebijakan, tenaga, dana, sarana dan prasarana.

1.5.2. Gambaran tentang proses pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung

yang meliputi kegiatan pelaksanaan dan pengawasan.

1.5.3. Gambaran tentang output pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung

Referensi

Dokumen terkait

Berapa dana yang diperlukan untuk pengelolaan limbah cair rumah sakit ?.?. limbah cair

Cara/tahapan analisis data adalah hasil wawancara dengan pengelola limbah cair dilingkungan RSUD Selasih diperkuat dengan checklis hasil obsevasi, kemudian dibandingkan

Data hasil penelitian dapat dijadikan acuan untuk merencanakan sistem pengolahan yang sesuai dengan kondisi limbah cair dan tipe rumah sakit sehingga kualitas limbah

ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) DOLOKSANGGUL TAHUN 2018 SKRIPSI Oleh IKE SUMIATI SIMAMORA 141000659 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka ruang lingkup dari penelitian ini ialah berdasarkan Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia yang

Pada penelitian tahun 2014 menunjukkan bahwa rumah sakit di Indonesia memproduksi limbah padat sebesar 376.089 ton/hari dan produksi limbah cair 48.985,70

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kandungan amoniak dan bakteri coliform total pada limbah cair Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bitung pada

Berdasarkan uraian tersebut, RSUD sebaiknya mengungkapkan kebijakan akuntansi mengenai dimasukkannya biaya lingkungan (termasuk biaya pengelolaan limbah) ke