ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH CAIR
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)
LUBUK BASUNG TAHUN 2011
Skripsi
Diajukan ke Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas sebagai Pemenuhan Syarat untuk Mendapatkan
Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat
Oleh:
NOVIA WIRNA PUTRI No. BP. 0810332014
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti ucapkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karuniaNya penulisan skripsi dengan judul “Analisis Sistem Pengelolaan Limbah
Cair di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung Tahun 2011” ini
dapat diselesaikan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan
menyelesaikan pendidikan strata 1 (S1) pada Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas Padang.
Peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini banyak mendapatkan bantuan,
bimbingan, dan pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini
peneliti ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:
1. Ibu Prof. dr. Nur Indrawati Lipoeto, M.Sc, PhD, Sp.GK selaku Dekan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Padang.
2. Bapak H. dr. Hendri Rusdian, M.Kes, selaku Direktur RSUD Lubuk Basung
yang telah memberi izin untuk melakukan penelitian di RSUD Lubuk
Basung.
3. Ibu Vitria, S.Si, M.Biomed, selaku pembimbing pertama yang telah banyak
memberikan bimbingan, pemikiran dan arahan kepada peneliti untuk
menyelesaikan penulisan skripsi ini.
4. Bapak Syahrial, SKM, M.Biomed, selaku pembimbing kedua yang telah
banyak memberikan bimbingan, pemikiran dan arahan kepada peneliti untuk
menyelesaikan penulisan skripsi ini.
5. Ibu Vivi Triana, SKM, MPH, selaku penguji pertama yang telah
ii
6. Bapak Kamal Kasra, SKM, MQIH, selaku penguji kedua yang telah
membimbing peneliti dalam penulisan skripsi ini.
7. Bapak Denas Symond, MCN, selaku penguji ketiga yang telah membimbing
peneliti dalam penulisan skripsi ini.
8. Para dosen dan staf akademik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Andalas.
9. Orang tua dan keluarga besar yang membantu secara moril dan materil.
10.Seluruh rekan di FKM dan semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesai penulisan skripsi ini.
Peneliti menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari skripsi ini, maka
dari itu peneliti sangat mengharapkan sumbangan pemikiran dan saran yang
membangun dari berbagai pihak.
Padang, Juli 2012
iii
2.2. Peraturan Perundang-undangan Pengelolaan Limbah Rumah Sakit 15 2.3. Tugas dan Tanggung Jawab Pengelola Limbah ... 16
2.4. Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit ... 17
2.5. Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit ... 26
2.6. Pemeliharaan Fasilitas Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit ... 27
2.7. Sistem Pengelolaan Limbah Cair Rumah Sakit ... 28
2.8. Alur Pemikiran Penelitian ... 37
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Desain Penelitian ... 38
3.2.Lokasi dan Waktu Penelitian... 38
3.3.Teknik Penentuan Informan ... 38
3.4.Metode Pengumpulan Data ... 39
3.5.Defenisi Istilah ... 42
3.6.Matrik Pengumpulan Data ... 45
iv
4.2. Karakteristik Informan ... 47
4.3. Komponen Input ... 48
4.4. Komponen Proses ... 55
4.5. Komponen Output ... 64
BAB 5 PEMBAHASAN 5.1. Keterbatasan Penelitian ... 67
5.2. Komponen Input ... 67
5.3. Komponen Proses ... 75
5.4. Komponen Output ... 84
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan... 86
6.2. Saran ... 87
v
DAFTAR TABEL
Nomor Tabel Halaman
2.1. Baku Mutu Limbah Cair Rumah Sakit ... 14
3.1. Matrik Pengumpulan Data ... 45
4.1. Karakteristik Informan Wawancara Mendalam ... 47
vi
DAFTAR GAMBAR
Nomor Gambar Halaman
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Lampiran
1. Hasil Analisis Laboratorium Sampel Limbah Cair RSUD Lubuk Basung
2. Petunjuk Wawancara Mendalam
3. Pedoman Wawancara Mendalam
4. Matriks Hasil Wawancara Mendalam
5. Hasil Observasi (Checklist)
6. Karakteristik Tenaga IPSRS RSUD Lubuk Basung
7. Aliran Pengelolaan Limbah Cair RSUD Lubuk Basung
8. Jaringan Pipa Air Buangan Limbah RSUD Lubuk Basung
9. Desain IPAL RSUD Lubuk Basung
10.Jadwal Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
11.Jadwal Kunjungan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPS-RS) RSUD
Lubuk Basung.
12.Surat Izin Penelitian
13.Surat Telah Selesai Melaksanakan Penelitian
14.Kartu Kontak Bimbingan Skripsi
15.Formulir Menghadiri Seminar
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA/KESEHATAN LINGKUNGAN
Skripsi, 16 Juli 2012
Novia Wirna Putri, No. BP 0810332014
Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Cair Di RSUD Lubuk Basung Tahun 2011
vii + 91 halaman + 4 tabel + 1 gambar + 15 lampiran
ABSTRAK
Limbah cair yang berasal dari rumah sakit mengandung senyawa organik dan
anorganik yang cukup tinggi, senyawa kimia, mikroorganisme berbahaya yang dapat
menyebabkan penyakit terhadap kesehatan masyarakat maupun lingkungan. Berdasarkan
analisis visual di lapangan dan data hasil laboratorium bahwa limbah cair di RSUD
Lubuk Basung belum terkelola secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis sistem pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung tahun 2011.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara pengumpulan
data yaitu wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi langsung ke lapangan
untuk mendapatkan gambaran tentang sistem pengelolaan limbah cair.
Hasil penelitian mengenai input pengelolaan limbah cair belum sepenuhnya
memadai. Kebijakan telah ada, namun tenaga dan dana masih belum memadai, sarana dan
prasarana belum berfungsi secara optimal. Aspek proses dalam pengelolaan limbah cair
yaitu tidak adanya perencanaan khusus, pengorganisasian dengan adanya pembagian
tugas dan tanggung jawab masing-masing pengelola, pelaksanaannya belum sepenuhnya
sesuai persyaratan, dan pengawasan dalam bentuk pemeriksaan sampel.
Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk
Basung belum sepenuhnya memadai baik dari segi input, proses, maupun output.
Disarankan untuk melakukan upaya perbaikan terhadap masing-masing komponen agar
pengelolaan selanjutnya dapat lebih baik.
Daftar Pustaka : 22 (1992-2011)
FACULTY OF PUBLIC HEALTH
SAFETY AND OCCUPATIONAL HEALTH, ENVIROMNMENT
Thesis, 16 July 2012
Novia Wirna Putri, No. BP 0810332014
Molten Waste Management System Analysis at Lubuk Basung Hospital Year 2011
vii + 91 pages + 4 tables + 1 pictures + 15 appendices
ABSTRACT
Molten waste from hospitals contains organic and inorganic compound one high
enough, chemical compound, microorganism pathogen that can cause disease to society
health and also environmentally. Base analysis visual at the site and that laboratory result
data that molten waste at RSUD Lubuk Basung haven't most brings off optimal. To the
effect this research is subject to be analyse molten waste management system at Lubuk
Basung Hospital year 2011.
Observational method used was qualitative by data collected which is indepth
interview, study document, and direct observation until an overview about the application
management system of molten waste.
Observational result about input of molten waste management have been
inadequate. Policy have there is, but human and fund was still inadequate, as well as the
infrastructure was still inadequate. Aspect processes in molten waste management, there
are not specifically planning, organizing by task and accountability division each
organizer, implementation there are not in accordance with the regulation, and monitoring
in shaped probing sample.
Researcher can conclude that molten waste management at RSUD Lubuk Basung
was utterly is equal to good of input, process, and also output. Suggested to do repair
effort to each that component management here after gets better.
References : 22 (1992-2011)
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Undang-Undang Kesehatan RI Nomor 36 Tahun 2009 menyatakan bahwa
upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang
sehat baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang
mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Lingkungan sehat sebagaimana
dimaksud adalah bebas dari unsur-unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan,
antara lain limbah cair, limbah padat, limbah gas, sampah yang tidak diproses sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah, binatang pembawa penyakit, zat
kimia yang berbahaya, kebisingan yang melebihi ambang batas, radiasi sinar pengion
dan non pengion, air yang tercemar, udara yang tercemar, dan makanan yang
terkontaminasi.1
Lingkungan diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk
hidup dan akan mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung baik kepada
kehidupan dalam bentuk individual maupun komunitas pada tempat tertentu.
Masalah pencemaran lingkungan merupakan salah satu masalah yang dapat
menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Permasalahan ini sangat perlu
mendapat perhatian dan penanganan serius dari semua pihak untuk dapat mencegah
dan menanggulangi akibat yang ditimbulkannya. Pencemaran lingkungan dapat
terjadi apabila daur materi dalam lingkungan hidup mengalami perubahan, sehingga
2
Salah satu lingkungan yang memiliki potensi cukup besar untuk tercemar
oleh unsur-unsur yang dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat
adalah lingkungan rumah sakit. Berdasarkan Permenkes No.1204 Tahun 2004
tentang Persyaratan Lingkungan Rumah Sakit bahwa rumah sakit sebagai sarana
pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau
dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya
pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.3
Rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
secara langsung menghasilkan limbah. Sumber dari limbah tersebut antara lain dari
pelayanan medis (rawat inap, rawat jalan/poliklinik, rawat intensif, rawat darurat,
hemodialisa, kamar jenazah, dan bedah sentral), dari penunjang medis (dapur pusat,
binatu, laboratorium klinik, laboratorium patologi anatomi dan radiologi), dan dari
perkantoran serta fasilitas sosial (perkantoran dan administrasi, asrama pegawai,
rumah dinas dan kafetaria). Limbah rumah sakit adalah buangan hasil proses yang
berbentuk padat, cair, dan gas dimana sebagian limbah tersebut merupakan limbah
B3 yang mengandung mikroorganisme patogen bersifat infeksius dan radioaktif.4
Salah satu limbah rumah sakit yang memiliki dampak potensial adalah
limbah cair. Limbah cair yang berasal dari rumah sakit mengandung senyawa
organik dan anorganik yang cukup tinggi, senyawa kimia, mikroorganisme pathogen
yang dapat menyebabkan penyakit terhadap kesehatan masyarakat maupun terhadap
lingkungan disekitarnya antara lain menjadi transmisi atau media penyebaran
berbagai penyakit (terutama colera, thypus, abdominalis, dan desentri baciler),
menimbulkan bau yang tidak sedap, merupakan sumber pencemaran air
3
hasil dari proses kegiatan operasional rumah sakit baik medis maupun non medis
yang kemudian diolah di dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah
Sakit. Pengelolaan limbah cair rumah sakit dimulai dari unit-unit penghasil limbah
cair sampai pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit.5,6
Hasil Rapid Assestment tahun 2002 yang dilakukan oleh Ditjen PPM dan PL
(Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan)
yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota terhadap keadaan sarana
limbah yang dilengkapi mesin pengolah limbah padat Incinerator dan mesin Instalasi
Pengolahan Air Limbah bahwa dari jumlah 1476 Rumah Sakit di Indonesia, terdapat
648 (sekitar 43,9%) yang telah mempunyai incinerator dan sebanyak 36 % yang
telah mempunyai mesin Instalasi Pengolahan Air Limbah. Selain itu juga didapat
hasil bahwa baru sekitar 52 % kualitas air limbah cair setelah melalui proses
pengelolaan yang memenuhi syarat (memenuhi baku mutu limbah cair). Hasil
tersebut menunjukkan bahwa masih banyak kualitas limbah cair yang belum
memenuhi syarat dan juga masih banyak terdapat rumah sakit yang incinerator dan
IPALnya tidak berfungsi bahkan belum memiliki sama sekali.7
Pengawasan dampak lingkungan yang dilakukan oleh Bapedalda Provinsi
terhadap 17 rumah sakit dari 64 rumah sakit yang ada di Sumatera Barat dilihat dari
kualitas limbah cairnya menunjukkan bahwa tidak ada satupun dari semua parameter
yang diukur memenuhi baku mutu limbah cair. Pada hasil survei terhadap 17 rumah
sakit tersebut ditemui 5 rumah sakit yang semua parameter kualitas limbah cairnya
(BOD5, COD, TSS, PO4, NH3, E.Coli) melebihi baku mutu lingkungan, sedangkan
12 rumah sakit hanya sebahagian parameternya yang memenuhi baku mutu limbah
4
Keadaan sarana dan kualitas limbah rumah sakit di Indonesia dan khususnya
di Sumatera Barat berdasarkan data di atas menunjukkan masih buruknya
pengelolaan limbah rumah sakit. Hal ini terjadi karena pengelolaan limbah belum
menjadi syarat akreditasi rumah sakit. Setiap rumah sakit, selain harus memiliki
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga harus memiliki surat pernyataan
pengelolaan lingkungan (SPPL) dan surat izin pengolahan limbah cair.9
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung merupakan rumah sakit
yang menghasilkan limbah non medis dan limbah medis. Limbah non medis rumah
sakit ini ditanggulangi dengan cara melakukan pengumpulan di tempat yang telah
disediakan dan didistribusikan ke tempat pengolahan sampah umum untuk
dimusnahkan. Limbah medis, seperti limbah medis padat dimusnahkan dengan
menggunakan incinerator, sedangkan limbah medis cair diolah dengan menggunakan
IPAL. 10
Pengelolaan limbah khususnya limbah cair rumah sakit memerlukan tenaga
yang berperan untuk melaksanakan pengelolaan tersebut. Berdasarkan laporan
tahunan RSUD Lubuk Basung, saat ini jumlah tenaga pengelola limbah rumah sakit
tergabung dalam seksi penunjang non medis bagian IPSRS (Instalasi Pengelolaan
Sanitasi Rumah Sakit) berjumlah 8 orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan
operasional pengelolaan limbah. Tercapainya keberhasilan dari pengelolaan limbah
di RSUD Lubuk Basung sangat erat kaitannya dengan anggaran dana yang dimiliki
oleh rumah sakit untuk pengelolaan limbah. Anggaran dana untuk pengelolaan
limbah ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten
5
Pengelolaan limbah cair yang dilakukan oleh RSUD Lubuk Basung mulai
dari penyaluran limbah cair ke Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL),
pengolahan limbah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pengaliran ke
badan air atau drainase kota. Berdasarkan dokumen UKL/UPL RSUD Lubuk Basung
tahun 2011 bahwa pengelolaan limbah cair yang terdapat di rumah sakit ini belum
terkelola secara optimal. Hal ini dikarenakan adanya permasalahan dalam sarana dan
prasarana limbah cair yaitu operasional IPAL yang kurang maksimal dari aspek
suplai oksigen dari blower dan kecukupan mikroba pengurai dalam proses IPAL
menjadi penyebab rendahnya kualitas limbah cair di rumah sakit sehingga limbah
yang diolah masih belum memenuhi baku mutu limbah cair.10
Hasil analisis data laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengelola
Lingkungan Hidup (BPLH) pada tahun 2012 bahwa limbah cair yang telah diproses
melalui IPAL terbukti masih melebihi baku mutu yang telah ditetapkan oleh Kepmen
LH No. 58 Tahun 1995 yaitu pH sebesar 3,85 (baku mutu 6-9), BOD5sebesar 198,7
mg/l (baku mutu <30 mg/l), Posfat sebesar 2,31 mg/l (baku mutu <2). Selain itu,
hasil analisis data laboratorium yang dilakukan oleh UPTD Balai Labkes Sumbar
tahun 2011 bahwa limbah cair yang telah diproses melalui IPAL juga terbukti masih
melebihi baku mutu yang telah ditetapkan oleh Kepmen LH No. 58 Tahun 1995
yaitu pH sebesar 6,06 (baku mutu 6-9), COD sebesar 200,1 mg/l (baku mutu <80
mg/l), Posfat sebesar 0,138 mg/l (baku mutu <2), TSS sebesar 226 mg/l (baku mutu
<30 mg/l) (lampiran 1).
Hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu pengelola bagian IPSRS
(Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit) bahwa pengelolaan limbah cair di
6
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dimana limbah tidak mengalir dari bak
penyaring menuju bak aerasi, sehingga menyebabkan limbah tersebut merembes ke
tanah permukaan. Permasalahan pada IPAL rumah sakit ini telah terjadi sejak tahun
2004 tanpa ada upaya penanggulangan yang berarti. Pihak rumah sakit belum ada
melakukan evaluasi kinerja dalam pengelolaan limbah sehingga penyebab dari
permasalahan ini belum diketahui baik itu dari segi perencanaan, pengkoordinasian,
pelaksanaan, maupun pengawasan terhadap pengelolaan limbah rumah sakit.
Permasalahan ini tentu dapat menyebabkan timbulnya dampak serius
terhadap lingkungan dan masyarakat yang ada di sekitar rumah sakit terutama
apabila tidak ditanggulangi dan dikelola sejak awal. Berdasarkan uraian di atas, maka
peneliti tertarik melakukan penelitian tentang analisis sistem pengelolaan limbah cair
di Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Basung Kabupaten Agam.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka perumusan masalah dari penelitian
ini adalah bagaimana sistem pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Lubuk Basung Kabupaten Agam tahun 2011?
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung
7
1.3.2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya informasi tentang input pengelolaan limbah cair di RSUD
Lubuk Basung yang meliputi kebijakan, tenaga, dana, sarana dan prasarana.
b. Diketahuinya informasi tentang proses pengelolaan limbah cair di RSUD
Lubuk Basung yang meliputi kegiatan pelaksanaan dan pengawasan.
c. Diketahuinya informasi tentang output pengelolaan limbah cair di RSUD
Lubuk Basung yaitu penerapan pelaksanaan pengelolaan limbah cair rumah
sakit.
1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1. Bagi pemerintah kabupaten, diharapkan dapat menjadi informasi dan
masukan dalam sistem pengelolaan limbah cair rumah sakit.
1.4.2. Bagi tempat penelitian yaitu RSUD Lubuk Basung, diharapkan dapat menjadi
bahan masukan dan informasi dalam pengelolaan limbah cair di rumah sakit.
1.4.3. Bagi perguruan tinggi yaitu Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, diharapkan menjadi sumber
informasi dan tersedianya data untuk keperluan yang berkaitan dengan
pembahasan.
1.4.4. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta
mengembangkan kemampuan menganalisis masalah secara sistematis
8
1.5. Ruang Lingkup Penelitian
1.5.1. Gambaran tentang input pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung
yang meliputi kebijakan, tenaga, dana, sarana dan prasarana.
1.5.2. Gambaran tentang proses pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung
yang meliputi kegiatan pelaksanaan dan pengawasan.
1.5.3. Gambaran tentang output pengelolaan limbah cair di RSUD Lubuk Basung