• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN INTERIOR RUMAH GAUN PENGANTIN DAN PERAWATAN KECANTIKAN DI JALAN ABDUL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANCANGAN INTERIOR RUMAH GAUN PENGANTIN DAN PERAWATAN KECANTIKAN DI JALAN ABDUL"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1. Judul Karya Desain

Judul dalam proyek ini adalah PERANCANGAN INTERIOR RUMAH GAUN PENGANTIN DAN PERAWATAN KECANTIKAN DI JALAN ABDUL WAHAB SIAMIN SURABAYA adapun mempunyai pengertian sebagai berikut:

• “Perancangan” : - -

Proses, cara, perbuatan merancang.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:725)

Hasil proses pemecahan masalah yang disertai dengan pemikiran kreatif dan logis guna mencapai hasil yang optimal melalui pengidentifikasian masalah dan evaluasi. Berbeda dengan “perencanaan”, perancangan merupakan lanjutan dari perencanaan.

• “Interior” : -

-

Karya arsitek atau desainer yang khusus menyangkut bagian dalam dari suatu bangunan, bentuknya sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi , yang dalam proses perancangan selalu dipengaruhi unsur geografi setempat dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang diwujudkan dalam gaya kontemporer.

(Pengantar Desain Interior, 1999:11)

Bagian dalam dari gedung (ruang dan sebagainya).

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:336)

• “Rumah” : - -

Bangunan untuk tempat tinggal.

Bangunan pada umumnya (seperti gedung dan sebagainya).

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:757)

• “Gaun” : - Baju wanita (model Eropa) yang dipakai pada waktu tertentu (pesta dan sebagainya).

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:258)

(2)

• “Pengantin” : - -

Orang yang sedang melangsungkan perkawinannya.

Mempelai.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:664)

• “Perawatan” : - -

Proses, perbuatan, cara merawat.

Pemeliharaan, penyelenggaraan.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:732)

• “Kecantikan” : - -

Keelokan (wajah, muka).

Kemolekan.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:151)

Kesimpulan : Proses membuat rancangan suatu tempat yang berfungsi sebagai penyedia gaun pengantin, perlengkapan dan asesorisnya, serta layanan perawatan kecantikan dalam rangka persiapan untuk pernikahan.

1.2. Latar Belakang Permasalahan

Dengan berkembangnya peluang bisnis yang semakin luas di Indonesia, menuntut adanya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang heterogen, dimana mayoritas penduduk semakin aktif mengisi kehidupan. Berbagai kegiatan bisnis mengalami pertumbuhan dengan prospek yang menguntungkan, salah satunya adalah pelayanan pada jasa pernikahan.

Pelayanan jasa pernikahan mempunyai prospek yang menguntungkan, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Karena dengan kehidupan yang terus berjalan, hampir sebagian besar manusia akan mengalami suatu tahapan penting yang disebut pernikahan.

Seiring dengan pertumbuhan kota Surabaya serta berbagai kegiatan bisnis yang mulai digencarkan, pelayanan pada jasa pernikahan pun mulai menjamur di hampir seluruh pelosok kota. Namun sayangnya masih banyak sebagian dari jasa- jasa pernikahan tersebut hanya mementingkan efisiensi jasa dan fasilitas yang dapat memuaskan konsumen sekaligus menguntungkan pemilik. Padahal kualitas penataan interior dalam suatu bangunan merupakan salah satu faktor penting untuk menarik konsumen secara visual. Hal tersebut sangat menentukan kesan

(3)

awal atau image konsumen terhadap perusahaan jasa pelayanan pernikahan yang akan mereka percayai. Tanpa disadari faktor penting tersebut dapat menjadi nilai tambah perusahaan jasa pernikahan di mata konsumen maupun masyarakat sekitar.

Salah satu jenis perusahaan yang memberikan jasa pelayanan pernikahan yaitu rumah gaun pengantin, dimana perusahaan tersebut menyediakan pelayanan dan fasilitas bagi pasangan-pasangan pengantin, yaitu penyediaan gaun pengantin beserta perlengkapannya, dengan berbagai style yang up to date.

Selain penyediaan gaun pengantin, juga disediakan fasilitas layanan perawatan kecantikan, yaitu perawatan mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Adanya fasilitas tambahan ini dikarenakan perawatan diri dan kesehatan yang telah menjadi gaya hidup modern, terutama bagi masyarakat Surabaya sebagai kota metropolis yang banyak mengalami penat, lesu dan tekanan, sehingga perlu suatu tempat untuk relaksasi. Tidak menutup kemungkinan pasangan-pasangan pengantin membutuhkan perawatan tubuh untuk persiapan pernikahan. Dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut, konsumen akan mudah mendapatkan layanan untuk persiapan pernikahan dalam satu atap.

Perancangan interior rumah gaun pengantin dan perawatan kecantikan dengan pertimbangan kualitas serta efisiensi manusia dan ruang, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan berbagai keinginan dan standard yang berbeda-beda, serta dapat mengubah kejenuhan dan kebosanan masyarakat Surabaya.

Dengan penampilan interior yang bernilai tambah, akan dapat memantapkan pilihan konsumen dan masyarakat sekitar untuk menggunakan jasa rumah gaun pengantin dan perawatan kecantikan. Oleh karena pernikahan dianggap masyarakat sebagai sesuatu yang sakral, maka kepuasan konsumen akan pelayanan, kesempurnaan dan privacy lebih diutamakan.

1.3. Perumusan Masalah

Rumah gaun pengantin yang berlokasi di Surabaya ini menyediakan fasilitas penyediaan gaun pengantin dan perlengkapannya, serta ditambahkan fasilitas penunjang yaitu perawatan kecantikan bagi pasangan-pasangan pengantin

(4)

yang akan mempersiapkan pernikahan. Tidak menutup kemungkinan konsumen lain yang hanya membutuhkan perawatan kecantikan saja.

Di kota Surabaya semakin banyak bisnis gaun pengantin dengan berbagai layanan pernikahan lainnya. Hal ini disebabkan masyarakat kota Surabaya yang sangat padat dan tidak lepas dari suatu peristiwa seperti pernikahan. Begitu pula dengan adanya tekanan kerja dan rutinitas kehidupan masyarakat yang sering menimbulkan stres.

Fasilitas perawatan kecantikan ditambahkan ke dalam perancangan interior rumah gaun pengantin dengan tujuan agar konsumen mudah untuk mendapatkan fasilitas penyediaan gaun pengantin sekaligus perawatan kecantikan dalam satu atap tanpa harus mencari ke tempat lain.

Dengan adanya perkembangan bisnis gaun pengantin dan perawatan kecantikan yang semakin meningkat di kota Surabaya, membuktikan bahwa kedua fasilitas tersebut menjadi sesuatu yang fenomenal di masyarakat, dengan tuntutan gaya hidup modern dan kebutuhan yang semakin kompleks. Namun sebagian besar para pengelola rumah gaun pengantin dan perawatan kecantikan hanya mementingkan efisiensi jasa dan fasilitas tanpa menyadari bahwa kualitas penataan interior merupakan salah satu faktor penting untuk menarik konsumen secara visual. Oleh karena itu, ada beberapa masalah yang akan dipecahkan antara lain:

- Bagaimana merancang interior rumah gaun pengantin dan perawatan kecantikan yang dapat memberi nilai tambah (image) untuk sebuah jasa pernikahan terpercaya dengan kualitas ruang dan layanan, serta dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang kompleks?

- Bagaimana merancang interior rumah gaun pengantin dengan fasilitas penunjang perawatan kecantikan dalam satu atap?

1.4. Tujuan Perancangan

Tujuan yang ingin dicapai dalam proyek ini adalah:

- Memberikan tempat bagi konsumen yang membutuhkan fasilitas penyediaan gaun pengantin berserta perlengkapannya, sekaligus tempat bagi konsumen yang membutuhkan perawatan kecantikan.

(5)

- Memberikan kepuasan kepada konsumen baik dalam menikmati fasilitas yang ada maupun ruang yang telah dirancang.

- Melengkapi kota Surabaya dengan tempat yang mempunyai fasilitas penyediaan gaun pengantin dan perlengkapannya, sekaligus perawatan kecantikan yang mendukung persiapan pernikahan.

- Menarik dan meyakinkan konsumen secara psikologis dengan penampilan interior ruang.

- Menampilkan image dan profesionalisme, kualitas pelayanan dan kualitas perlengkapan yang baik.

1.5. Manfaat Perancangan

Manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

- Mengetahui perancangan interior rumah gaun pengantin dan perawatan kecantikan yang mempunyai nilai tambah dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

- Mengetahui perancangan interior rumah gaun pengantin dengan fasilitas penunjang perawatan kecantikan dalam satu atap.

- Menyediakan suatu wadah bagi konsumen untuk menampung kegiatan yang berhubungan dengan persiapan pernikahan dan perawatan kecantikan hanya dengan mengurusnya dalam satu tempat, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya.

- Memberi kesan mewah dan nyaman dilihat dari segi interior bangunan, sehingga konsumen merasa betah berada didalamnya.

- Memberikan penataan sirkulasi karyawan dengan tamu agar tidak terganggu, nyaman, dan aman.

- Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat disekitarnya dalam hal fasilitas penyediaan gaun pengantin dan perawatan kecantikan.

1.6. Ruang Lingkup Perancangan

Perancangan rumah gaun pengantin dan perawatan kecantikan merupakan obyek perancangan ruang komersil (commercial space) seluas ±1.218

(6)

m², dan berlokasi di Jalan Abdul Wahab Siamin, dekat Jalan Mayor Jendral Sungkono, arah bundaran tol, Surabaya.

Perancangan rumah gaun pengantin ini membatasi diri pada perancangan interior lobby, ruang bridal yang meliputi ruang display gaun dan asesoris, penyimpanan gaun pengantin, ruang coba gaun, ruang permak hingga ruang pimpinan (desainer), ruang perawatan yang meliputi perawatan rambut, perawatan wajah dan perawatan tubuh, serta beberapa ruang penunjang lainnya.

1.7. Metode Perancangan

1.7.1. Data yang Diperlukan

Dalam perancangan ini, data yang diperlukan antara lain: studi aktivitas di dalam ruang, jenis ruang, struktur organisasi, kebutuhan dan besaran ruang, dan data lain yang sekiranya diperlukan sebagai pembanding.

1.7.2. Metode Pengumpulan Data

Data yang diperlukan diatas diperoleh dengan cara: studi literatur, survey dan pengamatan di berbagai Bridal House dan Spa di Surabaya, wawancara dengan pihak pengelola, browsing internet untuk data-data dari luar negeri yang mendukung dalam perancangan.

1.7.3. Metode Pengolahan Data

Data yang telah diperoleh kemudian disortir, yang tidak berhubungan dengan perancangan dibuang. Untuk kebutuhan dan besaran ruang diolah dan diklasifikasikan dengan perhitungan dan tabulasi.

1.7.4. Metode Analisis Data

Data yang telah dipersempit pokok bahasannya kemudian dianalisis dengan menggunakan metode komparatif, yaitu dengan membandingkan antara data yang satu dengan data lainnya. Data-data yang akan dibandingkan antara lain data dari literatur, lapangan, maupun data lainnya yang dianggap perlu untuk proses perancangan.

(7)

Skema proses perancangan:

Gambar 1.1. Skema Proses Perancangan Tujuan dan Sasaran

Obyek

Permasalahan

Pemecahan Masalah

Brainstorming Idea

Konseptual Desain dan Penyajian Gambar d

Desain Terpilih Desain Terpilih Data Literatur

Data Lapangan Idealisme Parameter

Referensi

Dokumen terkait

Rose of Beauty merupakan salah satu fasilitas yang menyediakan salon dan spa dengan perancangan interior yang menarik dan modern yang dapat membuat para konsumen nyaman dan

Fasilitas yang mulai ditambahkan pada lobby rumah sakit adalah desain interior dan mebel yang dibuat serasa seperti di hotel, mebel yang dibuat dapat memfasilitasi

Dengan perancangan interior yang seimbang dan selaras akan dapat mudah dipahami sekaligus dinikmati oleh pengunjung khalayak umum serta akan memberikan kesan mendalam

Perancangan Interior Pusat Informasi dan Perawatan Hipnoterapi ini akan mendukung pemerintah dalam menurunkan tingkat angka kematian ibu dan anak dengan cara menyediakan

“Perancangan Design Interior Rumah dengan Menggunakan Aplikasi Blender” yang memakai konsep material kaca, tujuannya untuk dijadikan sebagai media promosi kepada konsumen yang