• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V INDIKASI PERMASALAHAN DAN OPSI PENGEMBANGAN SANITASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V INDIKASI PERMASALAHAN DAN OPSI PENGEMBANGAN SANITASI"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V INDIKASI PERMASALAHAN DAN OPSI PENGEMBANGAN SANITASI

5.1. Area Berisiko Tinggi dan Permasalahan Utamanya

5.1.1. Pemetaan Area Beresiko Tinggi di Kota Pontianak

rea Beresiko tinggi dan bermasalah identik dengan gender dan kemiskinan serta kepadatan wilayah, gender lebih identik dikarnakan wanita lebih peka terhadap kebersihan dan pengguna dapur dan sumur serta air bersih serta rumah tangga wanita lebih sangat berperan kebanding kaum pria. di Kota Pontianak ada titik-titik wilayah atau areal padat keumuh dan miskin antara lain terletak pada Kecamatan Pontianak Barat, Utara, Kota Dan Timur.

Identifikasi kawasan tersebut belum memberikan gambaran dari sisi kondisi sanitasi.

Walaupun berdasarkan kepadatan penduduk, ditambah sedikit pengetahuan mengenai kondisi kawasan tersebut (misalnya: kawasan didominasi area genangan), gambaran kasar kondisi sanitasi di kawasan tersebut sudah bisa diperkirakan.

Guna melengkapi gambaran tersebut, maka dilakukan peninjauan kondisi sanitasi di tiap kelurahan (masih berdasarkan data sekunder yang ada). Kelurahan dipilih karena merupakan unit komunitas formal terkecil. Berdasarkan indikator yang disepakati anggota Pokja Sanitasi Kota, ditetapkan 4 kategori kelurahan berisiko sanitasi. Analisis lebih mendalam dilakukan terhadap kelurahan berisiko tinggi untuk mengetahui bagaimana kondisi sanitasinya, dengan menggunakan alat bantu analisis Diagram Sistem Sanitasi (DSS).

Di bagian-bagian tertentu kota seringkali ditemukan area yang memiliki kesamaan kondisi, tetapi tidak terpetakan saat menetapkan 5 klasifikasi kawasan atau 4 kategori draf kelurahan berisiko. Area tersebut disebut ‘area tipikal’. Beberapa area tipikal antara lain:

• Tempat-tempat di tepi sungai di mana terdapat WC helikopter. Informasi ini biasanya diperoleh dari Dinas Kesehatan, Bagian Lingkungan Hidup atau kelurahan.

• Area tertentu dalam suatu kelurahan dengan kepadatan penduduk tinggi, dan yang tidak terlihat dari data kepadatan penduduk kelurahan tersebut.

Tabel 5-1

Klasifikasi Kelurahan di Kota Pontianak

A

(2)

Sumber : Data Olahan Tahun 2010

Beberapa Katagori Penyebab area Resiko berdasarkan data sekunder : 1. Sanitasi yang tidak teratur dan memadai.

2. Penyediaan Air Baku / Air Bersih

3. Saluran Lingkungan yang kurang teratur dan tertata.

4. Kebiasaan dan Pola Hidup masih mengandalkan sungai, sehingga masih banyak yang membuang limbah di saungai dan penggunaan jamban di pinggir sungai, sehingga air sungai itu juga yang di gunakan untuk mandi dan mencuci.

Penyebab utama timbulnya risiko antar lain :

(3)

Akcaya

Bansir Darat Batu Layang

Siantan Hilir

Pal Lima

Siantan Hulu

Sungai Jawi

Siantan Tengah Sungai Beliung

Sungai Bangkong

Parit Tokaya Kota Baru

Parit Mayor Saigon

Bansir Laut

Tanjung Hulu Sungai Jawi Luar

Bangka Belitung Darat Bangka Belitung Laut

Dalam Bugis Darat Sekip

Mariana Tanjung Hilir

4000 0 4000 8000 Meters

N

Klasifikasi Klasifikasi Klasifikasi SKALA = 1 : 100.000

Keterangan :

0°4'28" 0°4'28"

0°2'29" 0°2'29"

0°00'30" 0°00'30"

0°1'29" 0°1'29"

109°15'52"

109°15'52"

109°17'51"

109°17'51"

109°19'50"

109°19'50"

109°21'49"

109°21'49"

109°23'48"

109°23'48"

Peta Klasifikasi kelurahan di Kota Pontianak

1. Kesadaran dan ketidak tahuan Masyarakat tentang kesehatan dan kebersihan lingkungan.

2. Pengelolaan Limbah yang masih belum maximal.

3. Sarana Sanitasi dan Pembuangan Limbah yang masih belum memadai.

4. Pola Hidup Masyarakat.

5. Ketersediaan Air Baku dan Kualitas air (masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan hidup sehari-hari).

6. Pengetahuan dan tarap hidup masyarakat masih rendah.

7. Pemukiman yang padat dan identik dengan kumuh.

Gambar 5-1

Peta Klasifikasi Kelurahan di Kota Pontianak

Tabel 5-2. Area Beresiko Kota Pontianak Berdasarkan Data Skunder

(4)

Sanitasi butuh pendekatan yang sesuai dengan kondisi daerah setempat, bertujuan agar dapat menetapkan isu-isu sanitasi yang perlu diutamakan dan type pembangunan sanitasi yang dikedepankan. Tanpa pemahaman yang tepat tentang suatu daerah, pembangunan sanitasi berpotensi menjadi pengeluaran yang tidak mendatangkan manfaat bagi masyarakat.

Study EHRA dibuat untuk mendapatkan data representatif dan valid tentang deskripsi kondisi sanitasi tingkat kota dan kecamatan, sekaligus dapat dijadikan panduan dasar bagi pemahaman kondisi tingkat kelurahan. Perolehan data primer di tingkat kelurahan memiliki beberapa keuntungan antara lain :

1) Pembangunan sanitasi dapat mengakomodasi perbedaan-perbedaan yang muncul antar kelurahan, sehingga pendekatan yang diterapkan dapat disesuaikan,

2) Pembangunan sanitasi dapat memiliki tolok ukur yang dapat diuji oleh masyarakat atau pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat kelurahan, yang dengan mudah mengobservasi pencapaian pembangunan. Di sini secara tidak langsung, pemangku

(5)

kepentingan tingkat kelurahan, termasuk warga, telah dibekali amunisi berupa data tentang kondisi lingkungan.

Hal ini dapat digunakan dalam proses advokasi, baik ke tingkat lebih tinggi (kecamatan atau kota) ataupun secara horizontal pada sesama warga atau pemangku kepentingan di tingkat kelurahan.

Studi EHRA mendalami kondisi sanitasi dan perilaku yang berhubungan dengan sanitasi di tingkat rumah tangga. Hal yang ingin diketahui mencakup akses dan kondisi sarana sanitasi yang telah ada, antara lain air bersih, jamban, air buangan dan saluran pembuangan air, serta jasa pengumpulan limbah padat. Studi EHRA juga mengamati perilaku anggota rumah tangga dalam menggunakan fasilitas yang ada, dan mempelajari perilaku mereka dalam hubungannya dengan risiko kesehatan lingkungan.

Data EHRA dapat menjadi arahan untuk menggambarkan kondisi sanitasi di tingkat kelurahan. disamping itu, data EHRA juga menyediakan informasi yang melengkapi dan memverifikasi penelitian yang sudah ada sebelumnya, termasuk melengkapi data-data untuk pembuatan buku putih kota. Apabila data kuantitatif yang terkumpul handal, maka data EHRA dapat membantu penentuan prioritas isu dalam penyusunan strategi sanitasi kota.

Di samping itu , partisipasi petugas lapangan yang berasal dari masyarakat setempat memberi ruang cukup luas untuk akuntabilitas sosial. Hal ini dapat membentuk kepedulian masyarakat menyangkut masalah pembangunan sanitasi.

Untuk menentukan pilihan teknologi sanitasi yang akan diterapkan, seluruh kelurahan diklasifikasikan berdasarkan area urban, peri-urban dan rural. Saat ini belum ada standar yang membedakan area urban dari peri urban dan area rural. Sebuah dokumen terakhir dari World Bank Policy Research Paper mengusulkan definisi operasional dari rurality dapat didasarkan kepadatan populasi. Berdasarkan karakteristik kepadatan populasi di 6 kota yaitu Phase 1, setiap kelurahan akan dikategorikan sebagai area urban bila kepadatan lebih dari 125 orang/Ha, peri-urban bila kepadatan berkisar antara 25-125 orang/Ha, atau rural bila kepadatan kurang dari 25 orang/Ha. Hasil awal identifikasi area berdasarkan kepadatan populasi ini kemudian disesuaikan dengan pemanfaatan detil ruang Kota Pontianak. Hasil awal identifikasi area berdasarkan kepadatan populasi ini kemudian disesuaikan dengan pemanfaatan detil ruang Kota Pontianak sebagaimana tercantum dalam RTRW Tahun 2002- 2012.

Pemetaan kelurahan berisiko dilakukan untuk mendapatkan 4 klasifikasi kelurahan, berdasarkan risiko sanitasi yang didasarkan pada data sekunder. sebab belum memasukkan hasil studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) serta persepsi dari masing-masing SKPD. Tetapi dengan data yang telah tersedia, sudah bisa diperoleh gambaran kelurahan- kelurahan berisiko di kota tersebut.

Setelah informasi dari studi EHRA dan persepsi SKPD menjadi bahan masukan untuk menentukan hasil final kelurahan berisiko, kemungkinan terdapat perbedaan dengan draf yang diperoleh. Perbedaan inilah yang dijadikan bahan diskusi di antara Pokja Sanitasi Kota.

(6)

Nantinya setelah diperoleh pemahaman bersama di antara anggota Pokja Sanitasi Kota, perlu diperoleh kesepakatan di antara seluruh anggota Pokja Sanitasi Kota. Area berisiko dibagi atas 4 klasifikasi yaitu:

 Risiko tinggi

 Risiko sedang

 Risiko rendah

 Risiko sangat rendah/tidak berisiko

Area berisiko tinggi adalah kelurahan. Berdasarkan informasi yang tersedia, kelurahan memiliki potensi risiko terhadap kesehatan. Apabila tidak segera dilakukan intervensi tertentu, akan memperbesar potensi terjadinya kasus kejadian penyakit. Hal ini perlu dibedakan dengan ‘dampak’ yang dinyatakan dengan kasus kejadian penyakit. Oleh karenanya, angka kejadian penyakit seharusnya tidak dijadikan sebagai salah satu indikator untuk penentuan area berisiko tinggi, sebab hal ini akan mencampurkan antara risiko dan dampak.

Membandingkan informasi tentang risiko dan dampak yang ada di suatu kelurahan, hasilnya bisa memberikan tambahan informasi berguna tentang penyebab timbulnya kasus penyakit di kelurahan tersebut.

Diperkirakan Ada 4 kategori area Kecamatan dan kelurahan berisiko berdasarkan data sekunder dan studi EHRA, dari data yang didapat berdasarkan data Sekunder yang ada beberapa daerah yang berada di Kota Pontianak meliputi Kecamatan Pontianak Kota yaitu terletak pada Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Barat yaitu pada Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Timur yaitu pada Kelurahan Kampung Dalam Bugis, Serta Kecamatan Utara terletak pada Kelurahan Siantan Hilir.

Tabel 5-3

Matrik Kecamatan dan Kelurahan Berisiko Berdasarkan Studi EHRA

(7)

Tabel 5-4

Kecamatan dan Kelurahan Berisiko Berdasarkan Studi EHRA

 Kecamatan Pontianak Selatan

No. Kelurahan Risk Level Keterangan

1 Benua Melayu Laut 3 Beresiko Tinggi

2 Benua Melayu Darat 1 Cukup Beresiko

3 Parit Tokaya 1 Cukup Beresiko

4 Kota Baru 2 Beresiko

5 Akcaya 2 Beresiko

 Kecamatan Pontianak Timur

No. Kelurahan Risk Level Keterangan

1 Parit Mayor 3 Beresiko Tinggi

2 Banjar Serasan 2 Beresiko

3 Saigon 3 Beresiko Tinggi

4 Tanjung Hulu 1 Cukup Beresiko

5 Tanjung Hilir 3 Beresiko Tinggi

6 Dalam Bugis 2 Beresiko

(8)

7 Tambelan Sampit 3 Beresiko Tinggi

 Kecamatan Pontianak Barat

No. Kelurahan Risk Level Keterangan

1 Pal Lima 2 Beresiko

2 Sui Jawi Dalam 3 Beresiko Tinggi

3 Sui Jawi Luar 3 Beresiko Tinggi

4 Sui Beliung 3 Beresiko Tinggi

 Kecamatan Pontianak Utara

No. Kelurahan Risk Level Keterangan

1 Siantan Hulu 2 Beresiko

2 Siantan Tengah 3 Beresiko Tinggi

3 Siantan Hilir 1 Cukup Beresiko

4 Batu Layang 2 Beresiko

 Kecamatan Pontianak Kota

No. Kelurahan Risk Level Keterangan

1 Sui Bangkong 1 Cukup Beresiko

2 Darat Sekip 2 Beresiko

3 Tengah 2 Beresiko

4 Mariana 2 Beresiko

5 Sui Jawi 2 Beresiko

 Kecamatan Pontianak Tenggara

No. Kelurahan Risk Level Keterangan

1 Bansir Laut 2 Beresiko

2 Bansir Darat 2 Beresiko

3 Bangka Belitung Laut 2 Beresiko

4 Bangka Belitung Darat 1 Cukup Beresiko

Gambar 5-2

Peta Kecamatan Berisiko Berdasarkan Studi EHRA

(9)

Gambar 5-3

Kelurahan berisiko berdasarkan Studi EHRA

5.1.2. Hasil Pengumpulan Data Primer

Seperti dipaparkan dalam bagian metodologi, responden dalam studi EHRA adalah ibu atau perempuan yang telah menikah atau cerai atau janda yang berusia 18 – 55 tahun. Batas usia, khususnya batas-atas diperlakukan secara fleksibel. Penilaian kader sebagai enumerator banyak menentukan. Bila usia calon responden sedikit melebihi batas-atas (55 tahun), namun responden terlihat dan terdengar masih cakap untuk merespon pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara, maka calon responden itu dipertimbangkan masuk dalam daftar prioritas responden. Sebaliknya, meskipun usia responden belum mencapai 55 tahun, namun bila performa komunikasinya kurang memadai, maka ibu itu dapat dikeluarkan dari daftar calon responden.

(10)

Diagram 1: Usia Ibu

N = 1160, Wawancara, Recoded, Jawaban tunggal A4 Usia responden

K_usia Kategori Usi a Responden

100 8,6 8,6 8,6

296 25,5 25,5 34,1

329 28,4 28,4 62,5

262 22,6 22,6 85,1

173 14,9 14,9 100,0

1160 100,0 100,0

1 18 - 25 th 2 26 -35 th 3 36 -45 th 4 46 - 55 5 > 55 t h Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

14.91%

22.59%

28.36%

25.52%

8.62%

> 55 th 46 - 55 36 -45 th 26 -35 th 18 - 25 th Kategori Usia

Responden

Dari sisi aspek usia, kebanyakan adalah Ibu yang berusia antara 36 – 45 tahun, yakni sekitar 28,36% dari total responden. Sekitar 32% berada di usia 36 – 45 tahun. Sementara, mereka yang berada di rentang 26 – 35 tahun mencakup sekitar 20% dari total responden. Proporsi yang paling kecil adalah yang berusia paling muda, yakni 18 – 25 tahun. Proporsi mereka hanya mencakup sekitar 2% dari total responden yang terpilih.

Dari sisi jumlah anggota rumah tangga, seperti dapat disimak pada diagram di bawah, proporsi terbesar adalah yang berisi di atas 4 orang, yakni sekitar 49%. Terbesar kedua adalah rumah tangga dengan 4 orang, yakni 28%. Yang ketiga, adalah rumah tangga yang jumlah anggotanya di bawah 4 orang, yakni sekitar 23%. Terlihat bahwa distribusi cenderung terkonsentrasi pada rumah tangga ukuran besar. Dengan demikian, diindikasikan bahwa yang dominan di Kota Pontianak adalah rumah tangga yang memiliki kebutuhan fasilitas sanitasi dalam ukuran kapasitas relatif lebih besar.

(11)

Diagram 2: Jumlah Anggota Rumah Tangga N = 1160, Wawancara, Recoded, Jawaban tunggal A9 Berapa jumlah anggota keluarga yang tinggal di rumah ini?

a9 Jumlah anggota keluarga yang menempati rumah (termasuk Ibu dan pembantu)

6 ,5 ,5 ,5

72 6,2 6,2 6,7

128 11,0 11,0 17,8

240 20,7 20,7 38,4

255 22,0 22,0 60,4

169 14,6 14,6 75,0

106 9,1 9,1 84,1

53 4,6 4,6 88,7

47 4,1 4,1 92,8

32 2,8 2,8 95,5

13 1,1 1,1 96,6

11 ,9 ,9 97,6

9 ,8 ,8 98,4

4 ,3 ,3 98,7

3 ,3 ,3 99,0

4 ,3 ,3 99,3

5 ,4 ,4 99,7

1 ,1 ,1 99,8

1 ,1 ,1 99,9

1 ,1 ,1 100,0

1160 100,0 100,0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 26 Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

Studi EHRA juga mengidentifikasi keberadaan balita di sebuah rumah tangga. Keberadaan balita menjadi penting sebab dibandingkan kelompok lain, balita adalah segmen populasi yang paling rentan terhadap penyakit-penyakit yang terkait dengan sanitasi. Diare, misalnya, adalah pembunuh balita nomor dua di Indonesia setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dengan korban sekitar 40.000 balita per tahun. Karena itu, sebaran balita dapat memberi gambaran tentang kerentanan wilayah tertentu.

Diagram 3: Keberadaan Balita

N = 1160, Wawancara, Recoded, Jawaban tunggal A10 Berapa tahun usia anak termuda yang tinggal di rumah ini?

(12)

a10 Usia anak termuda yang tinggal di rumah ini (baik anak responden atau bukan)

82 7,1 7,3 7,3

85 7,3 7,5 14,8

92 7,9 8,2 23,0

91 7,8 8,1 31,1

65 5,6 5,8 36,8

75 6,5 6,7 43,5

56 4,8 5,0 48,4

39 3,4 3,5 51,9

45 3,9 4,0 55,9

29 2,5 2,6 58,5

33 2,8 2,9 61,4

346 29,8 30,7 92,1

89 7,7 7,9 100,0

1127 97,2 100,0

33 2,8

1160 100,0

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

97 Anak telah berusia di atas 10 tahun 98 Tidak ada anak y ang t inggal di rumah Total

Valid

Sy stem Missing

Total

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

k_a10 Kategori Usia anak termuda yang tinggal di rumah ini (bai k anak responden atau bukan)

490 42,2 43,5 43,5

202 17,4 17,9 61,4

346 29,8 30,7 92,1

89 7,7 7,9 100,0

1127 97,2 100,0

33 2,8

1160 100,0

Usia Balita

Anak telah berusia 6 - 10 t ahun Anak telah berusia di atas 10 tahun

Tidak ada anak y ang tinggal di rumah

Total Sy stem Total

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

Berkenaan dengan usia anak termuda dalam rumah, studi ini menemukan sekitar 23% rumah tangga memiliki anak termuda yang tergolong balita (bawah lima tahun). Sebanyak 77%

melaporkan memiliki anak yang lebih tua atau tidak ada anak yang tinggal di rumah. Proposi anak balita ditonjolkan di sini karena merekalah at-risk population terkait dengan penyakit- penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang kurang memadai.

(13)

Terkait dengan status rumah yang ditempati responden, survai EHRA menjumpai mayoritas atau sekitar 80% dari total populasi menyatakan bahwa rumah yang ditempati adalah rumah yang dimiliki sendiri. Sekitar 5% yang melaporkan rumahnya adalah rumah sewaan di mana 4,8% adalah sewa tahunan dan 0,2% adalah sewa bulanan. Sekitar 13% menyatakan bahwa rumah yang ditempati adalah rumah yang dimiliki orang tua atau keluarganya.

Diagram 4: Status Rumah

N = 1160, Bobot: Besar populasi kelurahan, Wawancara, Jawaban tunggal A5 Apa status kepemilikan rumah yang saat ini Ibu tempati?

a5 Apa status kepemilikan rumah yang saat ini Ibu tempati?

860 74,1 74,1 74,1

170 14,7 14,7 88,8

2 ,2 ,2 89,0

8 ,7 ,7 89,7

102 8,8 8,8 98,4

12 1,0 1,0 99,5

6 ,5 ,5 100,0

1160 100,0 100,0

Milik sendiri

Milik orang t ua/ keluarga Kontrak/ sewa: harian Kontrak/ sewa: bulanan Kontrak/ sewa: tahunan Dinas/ Instansi/ Jabatan Lainny a (tuliskan) Total

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

a5_a Apa status kepemilikan rumah yang saat ini ibu tempati lainnya (catat)

1154 99,5 99,5 99,5

1 ,1 ,1 99,6

1 ,1 ,1 99,7

3 ,3 ,3 99,9

1 ,1 ,1 100,0

1160 100,0 100,0

menumpang numpang numpang tanah rumah majikan Total

Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

Kepemilikan lahan menunjukkan kecenderungan yang sama dengan kepemilikan rumah. Yang melaporkan milik sendiri adalah sebanyak 76% atau 4% lebih sedikit dari mereka yang menyatakan rumahnya adalah rumah sendiri. Seperti dapat dilihat dari tabel di halaman berikutnya, beberapa rumah yang dilaporkan oleh responden sebagai miliknya ternyata dibangun di lahan yang dimiliki orang tua atau keluarganya.

(14)

Diagram 5: Status Lahan

N = 1160, Bobot: Besar populasi kelurahan, Wawancara, Jawaban tunggal A6 Apa status kepemilikan lahan/ tanah di rumah yang saat ini Ibu tempati?

a6 Apa status lahan di rumah yang saat ini Ibu tempati?

815 70,3 70,3 70,3

197 17,0 17,0 87,2

1 ,1 ,1 87,3

8 ,7 ,7 88,0

107 9,2 9,2 97,2

17 1,5 1,5 98,7

15 1,3 1,3 100,0

1160 100,0 100,0

Milik sendiri

Milik orang tua/ keluarga Kontrak/ sewa: harian Kontrak/ sewa: bulanan Kontrak/ sewa: tahunan Dinas/ Instansi/ Jabatan Lainny a (tuliskan) Total

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

a6_a Apa status lahan di rumah yang saat ini ibu tempati lainnya (catat)

1146 98,8 98,8 98,8

3 ,3 ,3 99,1

1 ,1 ,1 99,1

1 ,1 ,1 99,2

3 ,3 ,3 99,5

1 ,1 ,1 99,6

1 ,1 ,1 99,7

1 ,1 ,1 99,7

2 ,2 ,2 99,9

1 ,1 ,1 100,0

1160 100,0 100,0

milik orang lain numpang orang lain pemerintah rumah majikan sengketa

tanah pemerintah tanah wakaf y ay asan Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

Tabel Silang 1: Status Rumah dan Lahan - frekuensi

N = 1160, Bobot: Besar populasi kelurahan, Wawancara, Jawaban tunggal

A6 Apa status kepemilikan lahan/ tanah di rumah yang saat ini Ibu tempati?* A5 Apa status kepemilikan rumah yang saat ini Ibu tempati?

Kepemilikan dapat dikaitkan dengan potensi rasa memiliki (sense of ownership). Mereka yang memiliki rumah yang dihuninya cenderung memiliki rasa memiliki yang lebih besar.

Karenanya, secara hipotetif untuk Kota Pontianak dapat disimpulkan rumah yang penghuninya memiliki potensi rasa memiliki yang cukup besar relatif jauh lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memiliki potensi rasa memiliki yang kecil.

(15)

a5 Apa status kepemilikan rumah yang saat ini Ibu tempati? * a6 Apa status lahan di rumah yang saat i ni Ibu tempati? Crosstabulation

828 22 0 0 7 1 7 865

99,6% 11,7% . ,0% 6,1% 12,5% 70,0% 74,7%

3 163 0 0 2 0 0 168

,4% 86,7% . ,0% 1,7% ,0% ,0% 14,5%

0 0 0 0 2 0 0 2

,0% ,0% . ,0% 1,7% ,0% ,0% ,2%

0 0 0 6 0 0 0 6

,0% ,0% . 100,0% ,0% ,0% ,0% ,5%

0 1 0 0 103 0 1 105

,0% ,5% . ,0% 89,6% ,0% 10,0% 9,1%

0 0 0 0 1 7 0 8

,0% ,0% . ,0% ,9% 87,5% ,0% ,7%

0 2 0 0 0 0 2 4

,0% 1,1% . ,0% ,0% ,0% 20,0% ,3%

831 188 0 6 115 8 10 1158

100,0% 100,0% . 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%

Count

% wit hin a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Count

% wit hin a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Count

% wit hin a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Count

% wit hin a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Count

% wit hin a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Count

% wit hin a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Count

% wit hin a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Count

% wit hin a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Milik sendiri

Milik orang tua/

keluarga

Kontrak/ sewa:

harian

Kontrak/ sewa:

bulanan

Kontrak/ sewa:

tahunan

Dinas/

Instansi/

Jabatan

Lainny a (tuliskan) a5 Apa

status kepemilikan rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Total

Milik sendiri

Milik orang tua/

keluarga

Kontrak/

sewa:

harian Kontrak/

sewa:

bulanan Kontrak/

sewa:

tahunan Dinas/

Instansi/

Jabatan

Lainny a (tuliskan) a6 Apa status lahan di rumah y ang saat ini Ibu tempati?

Total

Diagram 6: Sewa Kamar

N = 1160, Bobot: Besar populasi kelurahan, Wawancara, Jawaban tunggal A7 Di rumah ini, apakah ada kamar yang disewakan pada orang lain?

a7 Apakah ada kamar yang disewakan pada orang lain?

37 3,2 3,2 3,2

1123 96,8 96,8 100,0

1160 100,0 100,0

Y a Tidak Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

Berkenaan dengan pertanyaan tentang kamar yang disewakan, studi ini menjumpai proporsi rumah tangga yang memiliki kamar sewaan yang relative sangat kecil. Seperti terlihat pada diagram di atas, hanya sekitar 6% rumah tangga yang melaporkan memiliki kamar yang disewakan. Mayoritas, sekitar 94% melaporkan tidak memiliki kamar untuk disewakan pada orang lain.

Rincian gambaran karakteristik per kelurahan dapat disimak di halaman-halaman berikut ini.

(16)

a7 Apakah ada kamar yang disewakan pada orang lain?

dl_3 Nama Kelurahan Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Benua Melayu Laut Ya 1 2,5 2,5 2,5

Tidak 22 97,5 97,5 100,0

Total 23 100,0 100,0

Benua Melayu Darat Ya 5 7,5 7,5 7,5

Tidak 63 92,5 92,5 100,0

Total 68 100,0 100,0

Parit Tokaya Ya 2 5,0 5,0 5,0

Tidak 32 95,0 95,0 100,0

Total 33 100,0 100,0

Kota Baru Ya 1 2,5 2,5 2,5

Tidak 29 97,5 97,5 100,0

Total 30 100,0 100,0

Akcaya Ya 1 2,5 2,5 2,5

Tidak 36 97,5 97,5 100,0

Total 37 100,0 100,0

Parit Mayor Tidak 5 100,0 100,0 100,0

Banjar Serasan Tidak 19 100,0 100,0 100,0

Saigon Ya 1 2,5 2,5 2,5

Tidak 21 97,5 97,5 100,0

Total 21 100,0 100,0

Tanjung Hulu Ya 2 5,0 5,0 5,0

Tidak 33 95,0 95,0 100,0

Total 34 100,0 100,0

Tanjung Hilir Ya 1 2,5 2,5 2,5

Tidak 23 97,5 97,5 100,0

Total 23 100,0 100,0

Dalam Bugis Tidak 38 100,0 100,0 100,0

Tambelan Sampit Tidak 16 100,0 100,0 100,0

Pal Lima Tidak 20 100,0 100,0 100,0

Sui Jawi Dalam Ya 4 7,5 7,5 7,5

Tidak 52 92,5 92,5 100,0

Total 56 100,0 100,0

Sui Jawi Luar Tidak 90 100,0 100,0 100,0

Sui Beliung Tidak 84 100,0 100,0 100,0

Siantan Hulu Tidak 77 100,0 100,0 100,0

Siantan Tengah Tidak 67 100,0 100,0 100,0

Siantan Hilir Tidak 58 100,0 100,0 100,0

Batu Layang Ya 1 2,5 2,5 2,5

Tidak 37 97,5 97,5 100,0

Total 38 100,0 100,0

Sui Bangkong Ya 5 5,0 5,0 5,0

Tidak 94 95,0 95,0 100,0

Total 99 100,0 100,0

Darat Sekip Ya 1 2,5 2,5 2,5

Tidak 24 97,5 97,5 100,0

Total 25 100,0 100,0

Tengah Ya 4 20,0 20,0 20,0

Tidak 15 80,0 80,0 100,0

Total 19 100,0 100,0

Mariana Ya 1 5,0 5,0 5,0

Tidak 19 95,0 95,0 100,0

Total 20 100,0 100,0

Sui Jawi Ya 2 2,5 2,5 2,5

(17)

Tidak 70 97,5 97,5 100,0

Total 71 100,0 100,0

Bansir Laut Ya 3 12,5 12,5 12,5

Tidak 18 87,5 87,5 100,0

Total 20 100,0 100,0

Bansir Darat Ya 1 5,0 5,0 5,0

Tidak 13 95,0 95,0 100,0

Total 14 100,0 100,0

Bangka Belitung Laut Tidak 27 100,0 100,0 100,0

Bangka Belitung Darat Tidak 27 100,0 100,0 100,0

Tabel Kelurahan 1: Status Rumah

Bobot: Besar populasi kelurahan, Wawancara, Jawaban tunggal A5 Apa status kepemilikan rumah yang saat ini Ibu tempati?

a5 Apa status kepemilikan rumah yang saat ini Ibu tempati?

150 78,7 78,7 78,7

18 9,3 9,3 87,9

20 10,3 10,3 98,2

2 ,9 ,9 99,1

2 ,9 ,9 100,0

190 100,0 100,0

119 76,1 76,1 76,1

20 12,5 12,5 88,6

1 ,3 ,3 89,0

17 10,6 10,6 99,6

0 ,1 ,1 99,7

1 ,3 ,3 100,0

157 100,0 100,0

172 68,5 68,5 68,5

44 17,7 17,7 86,1

33 13,1 13,1 99,2

2 ,8 ,8 100,0

251 100,0 100,0

186 77,2 77,2 77,2

39 16,3 16,3 93,5

2 ,8 ,8 94,3

1 ,6 ,6 94,9

11 4,5 4,5 99,4

1 ,6 ,6 100,0

241 100,0 100,0

167 71,8 71,8 71,8

39 16,6 16,6 88,3

0 ,2 ,2 88,6

3 1,3 1,3 89,8

20 8,8 8,8 98,6

3 1,2 1,2 99,8

0 ,2 ,2 100,0

233 100,0 100,0

72 80,9 80,9 80,9

9 10,6 10,6 91,5

2 1,7 1,7 93,3

5 5,8 5,8 99,0

1 1,0 1,0 100,0

88 100,0 100,0

Milik sendiri

Milik orang tua/ keluarga Kontrak/ sewa: tahunan Dinas/ Instansi/ Jabatan Lainny a (tuliskan) Total

Valid

Milik sendiri

Milik orang tua/ keluarga Kontrak/ sewa: bulanan Kontrak/ sewa: tahunan Dinas/ Instansi/ Jabatan Lainny a (tuliskan) Total

Valid

Milik sendiri

Milik orang tua/ keluarga Kontrak/ sewa: tahunan Dinas/ Instansi/ Jabatan Total

Valid

Milik sendiri

Milik orang tua/ keluarga Kontrak/ sewa: harian Kontrak/ sewa: bulanan Kontrak/ sewa: tahunan Lainny a (tuliskan) Total

Valid

Milik sendiri

Milik orang tua/ keluarga Kontrak/ sewa: harian Kontrak/ sewa: bulanan Kontrak/ sewa: tahunan Dinas/ Instansi/ Jabatan Lainny a (tuliskan) Total

Valid

Milik sendiri

Milik orang tua/ keluarga Kontrak/ sewa: bulanan Kontrak/ sewa: tahunan Dinas/ Instansi/ Jabatan Total

Valid dl_2 Nama Kecamatan Pontianak Selatan

Pontianak Timur

Pontianak Barat

Pontianak Utara

Pontianak Kot a

Pontianak Tenggara

Frequency Percent Valid Percent

Cumulat iv e Percent

a5 Apa status kepemilikan rumah yang saat ini Ibu tempati?

(18)

dl_3 Nama Kelurahan Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Benua Melayu Laut Milik sendiri 15 67,5 67,5 67,5

Milik orang tua/ keluarga 2 10,0 10,0 77,5

Kontrak/sewa: tahunan 3 15,0 15,0 92,5

Lainnya (tuliskan) 2 7,5 7,5 100,0

Total 23 100,0 100,0

Benua Melayu Darat Milik sendiri 53 77,5 77,5 77,5

Milik orang tua/ keluarga 8 12,5 12,5 90,0

Kontrak/sewa: tahunan 7 10,0 10,0 100,0

Total 68 100,0 100,0

Parit Tokaya Milik sendiri 28 82,5 82,5 82,5

Milik orang tua/ keluarga 1 2,5 2,5 85,0

Kontrak/sewa: tahunan 4 12,5 12,5 97,5

Dinas/ Instansi/ Jabatan 1 2,5 2,5 100,0

Total 33 100,0 100,0

Kota Baru Milik sendiri 27 90,0 90,0 90,0

Milik orang tua/ keluarga 1 5,0 5,0 95,0

Kontrak/sewa: tahunan 1 5,0 5,0 100,0

Total 30 100,0 100,0

Akcaya Milik sendiri 28 75,0 75,0 75,0

Milik orang tua/ keluarga 5 12,5 12,5 87,5

Kontrak/sewa: tahunan 4 10,0 10,0 97,5

Dinas/ Instansi/ Jabatan 1 2,5 2,5 100,0

Total 37 100,0 100,0

Parit Mayor Milik sendiri 4 72,5 72,5 72,5

Milik orang tua/ keluarga 1 12,5 12,5 85,0

Kontrak/sewa: tahunan 1 12,5 12,5 97,5

Dinas/ Instansi/ Jabatan 0 2,5 2,5 100,0

Total 5 100,0 100,0

Banjar Serasan Milik sendiri 17 90,0 90,0 90,0

Milik orang tua/ keluarga 1 5,0 5,0 95,0

Kontrak/sewa: tahunan 1 5,0 5,0 100,0

Total 19 100,0 100,0

Saigon Milik sendiri 18 85,0 85,0 85,0

Milik orang tua/ keluarga 1 2,5 2,5 87,5

Kontrak/sewa: bulanan 1 2,5 2,5 90,0

Kontrak/sewa: tahunan 2 7,5 7,5 97,5

Lainnya (tuliskan) 1 2,5 2,5 100,0

Total 21 100,0 100,0

Tanjung Hulu Milik sendiri 27 77,5 77,5 77,5

Milik orang tua/ keluarga 2 5,0 5,0 82,5

Kontrak/sewa: tahunan 6 17,5 17,5 100,0

Total 34 100,0 100,0

Tanjung Hilir Milik sendiri 19 80,0 80,0 80,0

Milik orang tua/ keluarga 4 17,5 17,5 97,5

Kontrak/sewa: tahunan 1 2,5 2,5 100,0

Total 23 100,0 100,0

Dalam Bugis Milik sendiri 27 70,0 70,0 70,0

Milik orang tua/ keluarga 6 15,0 15,0 85,0

Kontrak/sewa: tahunan 6 15,0 15,0 100,0

Total 38 100,0 100,0

dl_3 Nama Kelurahan Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

(19)

Tambelan Sampit Milik sendiri 9 55,0 55,0 55,0

Milik orang tua/ keluarga 6 37,5 37,5 92,5

Kontrak/sewa: tahunan 1 7,5 7,5 100,0

Total 16 100,0 100,0

Pal Lima Milik sendiri 18 87,5 87,5 87,5

Milik orang tua/ keluarga 2 7,5 7,5 95,0

Kontrak/sewa: tahunan 1 2,5 2,5 97,5

Dinas/ Instansi/ Jabatan 1 2,5 2,5 100,0

Total 20 100,0 100,0

Sui Jawi Dalam Milik sendiri 44 77,5 77,5 77,5

Milik orang tua/ keluarga 3 5,0 5,0 82,5

Kontrak/sewa: tahunan 8 15,0 15,0 97,5

Dinas/ Instansi/ Jabatan 1 2,5 2,5 100,0

Total 56 100,0 100,0

Sui Jawi Luar Milik sendiri 45 50,0 50,0 50,0

Milik orang tua/ keluarga 34 37,5 37,5 87,5

Kontrak/sewa: tahunan 11 12,5 12,5 100,0

Total 90 100,0 100,0

Sui Beliung Milik sendiri 65 77,5 77,5 77,5

Milik orang tua/ keluarga 6 7,5 7,5 85,0

Kontrak/sewa: tahunan 13 15,0 15,0 100,0

Total 84 100,0 100,0

Siantan Hulu Milik sendiri 62 80,0 80,0 80,0

Milik orang tua/ keluarga 14 17,5 17,5 97,5

Kontrak/sewa: harian 2 2,5 2,5 100,0

Total 77 100,0 100,0

Siantan Tengah Milik sendiri 44 65,0 65,0 65,0

Milik orang tua/ keluarga 15 22,5 22,5 87,5

Kontrak/sewa: tahunan 8 12,5 12,5 100,0

Total 67 100,0 100,0

Siantan Hilir Milik sendiri 45 77,5 77,5 77,5

Milik orang tua/ keluarga 9 15,0 15,0 92,5

Kontrak/sewa: bulanan 1 2,5 2,5 95,0

Kontrak/sewa: tahunan 1 2,5 2,5 97,5

Lainnya (tuliskan) 1 2,5 2,5 100,0

Total 58 100,0 100,0

Batu Layang Milik sendiri 36 92,5 92,5 92,5

Milik orang tua/ keluarga 2 5,0 5,0 97,5

Kontrak/sewa: tahunan 1 2,5 2,5 100,0

Total 38 100,0 100,0

Sui Bangkong Milik sendiri 84 85,0 85,0 85,0

Milik orang tua/ keluarga 2 2,5 2,5 87,5

Kontrak/sewa: bulanan 2 2,5 2,5 90,0

Kontrak/sewa: tahunan 10 10,0 10,0 100,0

Total 99 100,0 100,0

Darat Sekip Milik sendiri 15 62,5 62,5 62,5

Milik orang tua/ keluarga 6 22,5 22,5 85,0

Kontrak/sewa: tahunan 2 7,5 7,5 92,5

Dinas/ Instansi/ Jabatan 2 7,5 7,5 100,0

Total 25 100,0 100,0

Tengah Milik sendiri 7 40,0 40,0 40,0

Milik orang tua/ keluarga 6 32,5 32,5 72,5

dl_3 Nama Kelurahan Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Kontrak/sewa: tahunan 4 20,0 20,0 92,5

(20)

Dinas/ Instansi/ Jabatan 1 5,0 5,0 97,5

Lainnya (tuliskan) 0 2,5 2,5 100,0

Total 19 100,0 100,0

Mariana Milik sendiri 7 35,0 35,0 35,0

Milik orang tua/ keluarga 10 52,5 52,5 87,5

Kontrak/sewa: harian 0 2,5 2,5 90,0

Kontrak/sewa: bulanan 0 2,5 2,5 92,5

Kontrak/sewa: tahunan 1 7,5 7,5 100,0

Total 20 100,0 100,0

Sui Jawi Milik sendiri 54 75,0 75,0 75,0

Milik orang tua/ keluarga 14 20,0 20,0 95,0

Kontrak/sewa: tahunan 4 5,0 5,0 100,0

Total 71 100,0 100,0

Bansir Laut Milik sendiri 16 77,5 77,5 77,5

Milik orang tua/ keluarga 3 12,5 12,5 90,0

Kontrak/sewa: bulanan 1 2,5 2,5 92,5

Kontrak/sewa: tahunan 1 5,0 5,0 97,5

Dinas/ Instansi/ Jabatan 1 2,5 2,5 100,0

Total 20 100,0 100,0

Bansir Darat Milik sendiri 11 80,0 80,0 80,0

Milik orang tua/ keluarga 1 5,0 5,0 85,0

Kontrak/sewa: bulanan 1 7,5 7,5 92,5

Kontrak/sewa: tahunan 1 5,0 5,0 97,5

Dinas/ Instansi/ Jabatan 0 2,5 2,5 100,0

Total 14 100,0 100,0

Bangka Belitung Laut Milik sendiri 21 75,0 75,0 75,0

Milik orang tua/ keluarga 4 15,0 15,0 90,0

Kontrak/sewa: tahunan 3 10,0 10,0 100,0

Total 27 100,0 100,0

Bangka Belitung Darat Milik sendiri 24 90,0 90,0 90,0

Milik orang tua/ keluarga 2 7,5 7,5 97,5

Kontrak/sewa: tahunan 1 2,5 2,5 100,0

Total 27 100,0 100,0

SUMBER AIR MINUM

Bab ini menyajikan informasi mengenai kondisi akses sumber air untuk minum bagi rumah tangga di Kota Pontianak. Hal yang diteliti dalam EHRA terdiri dari 2 (dua) hal utama, yakni 1) jenis sumber air minum yang digunakan rumah tangga, dan 2) kelangkaan air yang dialami rumah tangga dari sumber itu. Kedua aspek ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan tingkat risiko kesehatan bagi anggota di suatu rumah tangga. Dari sisi jenis sumber diketahui bahwa sumbersumber air memiliki tingkat keamanannya tersendiri. Ada jenis-jenis sumber air minum yang secara global dinilai sebagai sumber yang relatif aman, seperti air ledeng/

PDAM, sumur bor, sumur gali terlindungi, mata air terlindungi dan air hujan (yang ditangkap, dialirkan dan disimpan secara bersih dan terlindungi). Di lain pihak, terdapat sumber-sumber yang memiliki risiko yang lebih tinggi sebagai media transmisi patogen ke dalam tubuh manusia, di antaranya adalah, sumur atau mata air yang tidak terlindungi dan air permukaan, seperti air kolam, sungai, parit ataupun irigasi.

Suplai atau kuantitas air pun memegang peranan. Para pakar higinitas global melihat suplai air yang memadai merupakan salah satu faktor yang mengurangi risiko terkena penyakit- penyakit yang berhubungan dengan diare. Sejumlah studi mengonfirmasi bahwa mereka

Referensi

Dokumen terkait

Mengenai masalah yang disebutkan ayat di atas, Ibnu Hazm berkata bahwa semua itu merupakan perintah yang tegas dan jelas tidak mengandung hal-hal yang memerlukan

Pemerintah merubah pendekatan pembangunan sanitasi nasional dari pendekatan sektoral dengan penyediaan subsidi perangkat keras yang selama ini tidak memberi daya

Disampaikan kepada Jemaat, bahwa Pelayanan Sakramen Baptisan Kudus dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2017 dalam Ibadah Hari Raya Natal ke-2 pkl. 09.00 WIB.. Pastoral

Sebelumnya, pengembang-pengembang produk Boston Scientific bekerja dalam gudang tertutup dengan keterbatasan akses untuk penelitian dari rekan kerja pada lini produk

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja yang bekerja pada bagian pengantongan (packer) pada PT Semen Bosowa Maros yang terdiri dari karyawan

Adalah satu tatacara menyusun dan mengolah elemen landskap seperti tumbuhan dalam satu kombinasi yang sesuai, menarik dan berfungsi.. Dalam reka bentuk landskap, satu atau

Proses pertulangan atau pembentukan tulang pada masa embrio terbagi menjadi dua cara, keduanya melibatkan transformasi jaringan mesenkim menjadi jaringan

Hasil penelitian menunjukkan pupuk NPKS 15- 15-15-5S dengan dosis optimum 600 kg/ha efektif meningkatkan bobot gabah kering, dari 3,63 t/ha menjadi 4,67 t/ha dan tidak berbeda