• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERIZINAN BERUSAHA DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA DAN JASA KELAUTAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERIZINAN BERUSAHA DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA DAN JASA KELAUTAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PERIZINAN BERUSAHA DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA DAN JASA KELAUTAN

Dr. Miftahul Huda, M.Si Direktur Jasa Kelautan

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

(2)

MANDAT REGULASI PENGELOLAAN JASA KELAUTAN

B I J A K M E N G E L O L A L A U T DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

UU PASAL MANDAT ATURAN TURUNAN

UU 27/2007 Pasal 34 Pengaturan reklamasi di wilayah pesisir dan PPK Perpres 122/2012 tentang reklamasi WP3K UU 1/2014 Pasal 16, 19 Kegiatan pemanfaatan sumber daya perairan

pesisir untuk kegiatan produksi garam,

biofarmakologi, bioteknologi, wisata bahari, pipa dan kabel bawah laut, pemanfaatan air laut, BMKT

Permen KP 54/2020 tentang Izin Lokasi dan Izin Pengelolaan

Pasal 26, 27 Pemanfaatan pulau-pulau kecil Pasal 28 Kawasan konservasi WP3K

UU 32/2014 Pasal 27 Pengembangan industri dan jasa maritim Perpres 16/2017 Kebijakan Kelautan Indonesia

Pasal 32 Bangunan dan instalasi di laut PP 6/2020 tentang Bangunan dan instalasi di laut

UU 31/2004 Jo.

UU 45/2009

Pasal 28 Konservasi sumber daya ikan PP 60/2007 ttg Konservasi sumber daya ikan

UU 7/2016 Pengaturan dan perlindungan petambak garam Permen KP No.3/2019 tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan

Pelindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam

(3)

MANDAT REGULASI PENGELOLAAN PESISIR DAN LAUT DALAM UU 11/2020

DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

3

UU No 11 Tahun Pasal 47A ayat 2

• Fokus perizinan berusaha untuk mengendalikan kegiatan agar seimbang antara kepentingan ekonomi, lingkungan dan masyarakat

• Huruf r dijabarkan pada PP Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 24 Ayat 2 huruf j (Pemanfaatan

Pasir Laut)

(4)

KEGIATAN BERUSAHA DI LAUT DALAM UU 11/2020 CIPTA KERJA DAN TURUNANNYA

DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

4

NO JENIS KEGIATAN MANDAT KEWENANGAN PERIZINAN

1. PKKPRL (Persetujuan Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Laut)

Pasal 18 UU 11/2020, Pasal 8 & 97 PP 21/2021, Permen KP No. 28/2021

Menteri kecuali untuk yang didelegasikan ke Gubernur 2. Kegiatan Pengangkatan Benda Muatan

Kapal Tenggelam (BMKT)

Pasal 47A ayat (2) UU 11/2020, Lampiran Sektor KP Nomor 139 PP 5/2021, Permen KP No. 10/2021

Gubernur: 0 s.d. 12 mil

Menteri: Yurusdiksi, diatas 12 mil, Lintas Provinsi, KSN, KSNT, KKN 3. Kegiatan Wisata Bahari Lampiran Sektor KP Nomor 141 PP

5/2021, Permen KP No. 10/2021

Gubernur: 0 s.d. 12 mil

Menteri: Yurusdiksi, diatas 12 mil, Lintas Provinsi, KSN, KSNT, KKN 4. Kegiatan Produksi Garam:

A. > 500 ha

B. 100 ha s.d. 500 ha C. 5 ha s.d. 100 ha

D. Rekomendasi Impor Garam

A, B dan C berdasarkan Lampiran Sektor KP Nomor 161, 162, 163, 164 PP 5/2021, Permen KP No. 10/2021 D. Lampiran Sektor KP Nomor 2

A. Menteri B. Gubernur C. Gubernur D. Menteri 5. Kegiatan Biofarmakologi Laut dan

Bioteknologi Laut

Pasal 47A ayat 2 UU 11/2020 dan

Lampiran Sektor KP Nomor 135, 136 PP 5/2021, Permen KP No. 10/2021

Menteri

6 Pelaksanaan Reklamasi (termasuk pulau buatan)

A. Pelaksanaan Reklamasi

B. Reklamasi yang belum memiliki izin

A. Lampiran Sektor KP Nomor 137 PP 5/2021, Permen KP No. 10/2021

B. Pasal 18 PP 43/2021, Permen KP No.

10/2021

Gubernur: 0 s.d. 12 mil

Menteri: Yurusdiksi, diatas 12 mil, Lintas Provinsi, KSN, KSNT, KKN

(5)

DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

5

NO JENIS KEGIATAN MANDAT KEWENANGAN

7 Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi A. Pemanfaatan Ruang Perairan Saat

Pembangunan Anjungan Migas

B. Pemanfaatan Kolom Air Anjungan Saat Operasional

C. Kegiatan usaha migas selain anjungan dan pipa

Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020

Proses Revisi PP No.

5/2021

8 Kegiatan Perhubungan:

A. Pemasangan kabel bawah laut

B. Pemasangan pipa bawah laut berupa pipa air bersih/air baku

C. Pemasangan pipa bawah laut berupa pipa air bersih/air baku

D. Jalan Tol, Terowongan bawah laut dan Jembatan

E. Pelayaran meliputi terminal khusus selain reklamasi

F. Pelayaran meliputi marka pelayaran dan laid up area ship to ship

Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020

Proses Revisi PP No.

5/2021

KEGIATAN BERUSAHA DI LAUT DALAM UU 11/2020 CIPTA KERJA DAN TURUNANNYA

(6)

DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

6

KEGIATAN BERUSAHA DI LAUT DALAM UU 11/2020 CIPTA KERJA DAN TURUNANNYA

NO JENIS KEGIATAN MANDAT KEWENANGAN

PERIZINAN 9. Kegiatan Pemanfaatan Air Laut Selain Energi

(ALSE)

Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020 dan Lampiran Sektor KP Nomor 135, 136 PP 5/2021, Permen KP No. 10/2021

Gubernur: 0 s.d. 12 mil Menteri: Yurusdiksi, diatas 12 mil, Lintas Provinsi, KSN, KSNT, KKN

10. Kegiatan Usaha Penambangan Mineral dan Batubara:

A. Pemanfaatan Pasir Laut

B. Kegiatan usaha minerba meliputi

bangunan untuk tempat penampungan sementara minerba, fasilitas penunjang usaha minerba, dan usaha pertambangan minerba selain pipa dan pasir laut

Pasal 47A ayat 2 UU 11/2020 dan Pasal 24 Ayat 2 huruf j dan Lampiran Sektor KP Nomor 160 PP 5/2021, Permen KP No.

10/2021

A. Menteri

11. Kegiatan Dumping Non B3 Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020 Proses Revisi PP No.

5/2021 12. Kegiatan Mitigasi Bencana:

Pengaman pantai selain reklamasi

Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020 Proses Revisi PP No.

5/2021 13. Kegiatan Pengumpulan data dan penelitian

meliputi alat pengumpulan data oseanografi;

bangunan penelitian sumber daya ikan; dan bangunan penelitian kelautan

Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020 Proses Revisi PP No.

5/2021

(7)

DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

7

KEGIATAN BERUSAHA DI LAUT DALAM UU 11/2020 CIPTA KERJA DAN TURUNANNYA

NO JENIS KEGIATAN MANDAT KEWENANGAN

14. Kegiatan Pertahanan dan Keamanan:

Instalasi keamanan meliputi instalasi keamanan di laut

Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020

Proses Revisi PP No. 5/2021

15. Kegiatan Telekomunikasi:

Pemasangan kabel bawah laut

Instalasi telekomunikasi selain kabel bawah laut (deploying buoy, multibeam)

Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020

Proses Revisi PP No. 5/2021

16. Kegiatan Instalasi Ketenagalistrikan:

pembangkit listrik energi gelombang; pembangkit listrik tenaga bayu; pembangkit listrik tenaga surya

terapung; pembangkit listrik tenaga konversi energi panas laut; pembangkit listrik energi pasang surut;

pembangkit listrik energi arus laut; kapal pembangkit listrik; bangunan penyangga kabel saluran udara; kabel saluran udara; fasilitas penunjang instalasi

ketenagalistrikan; dan instalasi ketenagalistrikan di laut lainnya

Pasal 47A ayat 2 UU Nomor 11/2020

Proses Revisi PP

No. 5/2021

(8)

Pemanfaatan ruang laut dilaksanakan melalui:

a. Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut b. Konfirmasi kesesuaian ruang laut; dan

c. Perizinan Berusaha di Laut.

Kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut diberikan untuk pemanfaatan ruang laut secara menetap di Perairan Pesisir, wilayah perairan, dan wilayah yurisdiksi

berdasarkan Rencana Zonasi dan/atau Rencana Tata Ruang.

MKP berwenang memberikan dan mencabut KKPRL.

MKP dapat mendelegasikan wewenang pemberian KKPRL kepada gubernur berdasarkan NSPK dari Pemerintah Pusat.

Pemanfaatan ruang laut yang dilakukan oleh instansi

pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dan tidak

termasuk dalam kebijakan nasional yang bersifat strategis

Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) Konfirmasi Kesesuaian Ruang Laut

Perizinan Berusaha di Laut

d

DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT 8

PERIZINAN BERUSAHA DI LAUT SETELAH UU CIPTA KERJA

b a

Produksi garam, Pelaksanaan Reklamasi, wisata bahari, biofarmakologi, bioteknologi laut, pemanfaatan air laut selain energi, Perizinan berusaha pengangkatan BMKT, pemanfaatan pasir laut, pengusahaan pariwisata alam perairan di kawasan konservasi, pemanfaatan pulau- pulau kecil dan perairan di sekitarnya dalam rangka PMA, produksi garam, pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi dan/atau yang termasuk dalam appendix CITES, selain appendix I

Persetujuan Lingkungan Hidup

c

(9)

Pendaftaran Perizinan Berusaha melalui OSS meliputi:

1. usaha garam

2. pelaksanaan reklamasi 3. wisata bahari

4. biofarmakologi 5. bioteknologi laut

6. pemanfaatan air laut selain energi 7. pengangkatan BMKT

8. pemanfaatan pasir laut 9. minyak dan gas bumi 10. perhubungan

11. pertahanan dan kemanan 12. telekomunikasi

13. ketenagalistrikan

14. pertambangan minerba 15. dumping non b3

16. mitigasi bencana

Penilaian Kesesuaian oleh Tim Verifikasi

Pemohon bayar PNBP

Penerbitan Perizinan Berusaha melalui OSS

TOLAK

Proses Persetujuan

SETUJU

PROSES PENERBITAN PERIZINAN BERUSAHA

(PP No. 5 Tahun 2021 dan Permen KP No. 10 Tahun 2021)

Pemeriksaan dokumen pemenuhan persyaratan

(10)

Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh Orang dalam rangka

meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase.

(UU 27/2007)

PROSES BISNIS PELAKSANAAN REKLAMASI

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

Memiliki Persetujuan Lingkungan atau

persetujuan dokumen lingkungan hidup

Memenuhi persyaratan teknis pada Permen KP No 10 Tahun 2021.

Kewenangan (Lampiran 1a PP 5/2021) :

1. MKP : > 12 mil, KSN, KSNT, KKPN, Kegiatan Migas, Lintas Provinsi, Yurisdiksi

2. Gubernur : < 12 mil Memiliki kesesuaian

ruang dengan RTRWN, RTR KSN, RTRWP, RTRWK, RTRL, RZ KSNT, RZ KAW, atau RZWP-3-K

KESESUAIAN KEGIATAN PEMANFAATAN RUANG LAUT (KKPRL)

PERSETUJUAN KESESUAIAN LINGKUNGAN

PERIZINAN BERUSAHA PELAKSANAAN REKLAMASI

KKP KLHK KKP

(11)

STANDAR USAHA PELAKSANAAN REKLAMASI (KBLI 43120)

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

REKLAMASI REKLAMASI BELUM MEMILIKI IZIN

PERSYARATAN UMUM PERSYARATAN KHUSUS PERSYARATAN UMUM PERSYARATAN KHUSUS 1. Persetujuan Lingkungan untuk kegiatan reklamasi dan

pengambilan sumber material

2. IUP Operasi Produksi atau surat perjanjian antara Pelaku Usaha dan penyedia material

3. Rencana Induk Reklamasi 4. Studi Kelayakan

5. Jumlah dan jenis material urugan beserta hasil lab 6. Hasil laboratorium penyelidikan tanah minimal 8 titik

untuk tiap luasan 5 ha 7. Data hidro oseanografi

8. Peta topografi dan peta batimetri

9. Perhitungan stabilitas timbunan hasil reklamasi 10. bukti kepemilikan lahan jika lokasi reklamasi

berhimpitan dengan daratan

11. Pernyataan kesanggupan untuk menjaga dan menjamin keberlanjutan kehidupan masyarakat

12. Melakukan pembayaran PNBP

1. Material reklamasi memenuhi kritera 2. Didahului dengan

pembangunan sistem tanggul sebelum

melakukan penebaran material

3. Menggunakan silt barricade

1. Dokumen kajian evaluasi teknis lahan reklamasi

2. Pernyataan

kesanggupan untuk menjaga dan

menjamin keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat 3. Melakukan

pembayaran PNBP

1. Dilakukan sebelum penetapan rencana tata ruang dan/atau rencana zonasi 2. Belum memiliki hak

atas tanah

3. Belum memiliki izin pelaksanaan reklamasi

a. Reklamasi

b. Reklamasi yang telah dilaksanakan namun belum memiliki izin PENGGOLONGAN

USAHA

Durasi pemenuhan persyaratan umum disampaikan dalam waktu paling lama 15 hari kerja.

(12)

DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

DASAR HUKUM PERIZINAN BERUSAHA PELAKSANAAN REKLAMASI

NO PERATURAN PERUNDANGAN

1 UU No. 27 Tahun 2007 Jo. UU No. 1/2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 2 UU No. 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan

3 UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

4 PP No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

5 Perpres No. 122 Tahun 2012 tentang tentang Reklamasi Di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 6 Permen KP No. 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut

7 Permen KP No. 10 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kelautan dan Perikanan

8 Permen KP No. 33 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Muatan Dokumen AMDAL Untuk Kegiatan Reklamasi di Di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

9 Kepdirjen PRL No. 5/KEP-DJPRL/2020 tentang Pedoman Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

10 Kepdirjen KP3K NO 04A/KEP/DJKP3K/2014 tentang Pedoman Penyusunan Proposal Reklamasi, Rencana Induk, Studi Kelayakan Dan Rancangan Detail Reklamasi

11 Kepdirjen KP3K No. 37/KEP-DJKP3K/2014 tentang Pedoman Umum Relokasi Dan Kompensasi Kegiatan Reklamasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil

12 Keputusan Direktur Jasa Kelautan No. 1515/DJPRL.5/XII/2019 tentang SOP penerbitan izin pelaksanaan reklamasi

(13)

STANDAR USAHA PEMANFAATAN PASIR LAUT (KBLI 08104)

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

PERSYARATAN UMUM PERSYARATAN KHUSUS

1. Proposal yang memuat:

a. Lokasi

b. Jumlah dan durasi pemanfaatan pasir laut c. Kondisi lokasi rencana pengambilan pasir laut d. pemodelan kondisi oseanografi perairan di lokasi

pemanfaatan pasir laut

e. metode pengambilan atau penggalian pasir laut f. rencana pengelolaan dampak

g. Lokasi tujuan pemanfaatan pasir laut 2. Bukti pembayaran PNBP

1. Melakukan pengusahaan pasir laut di lokasi yang telah ditentukan

2. Mengaktifkan sistem transmitter pemantauan kapal

3. Tidak melakukan pengambilan pasir laut pada:

a. Pulau-pulau kecil

b. Pulau kecil dengan luas kurang dari 100 ha c. Kawasan konservasi perairan

d. Kawasan mangrove

e. Kawasan terumbu karang

f. Pulau kecil yang menyebabkan pengurangan luasan lebih dari 10%

4. Menjamin dan memperhatikan kehidupan dan penghidupan masyarakat serta keseimbangan pelestarian fungsi lingkungan

Durasi pemenuhan persyaratan umum disampaikan dalam waktu paling lama 15 hari kerja.

(14)

MANDAT UNTUK KEGIATAN WISATA BAHARI

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T PASAL 4

Untuk memulai dan melakukan kegiatan usaha, Pelaku Usaha wajib memenuhi:

a. Persyaratan dasar Perizinan Berusaha; dan/atau b. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

PASAL 5

Persyaratan dasar Perizinan Berusaha meliputi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, persetujuan lingkungan, persetujuan bangunan gedung, dan sertifikat laik fungsi.

PP No. 5/2021

PP No. 21/2021 PP No. 27/2021

PENYELENGGARAAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RESIKO

PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG

PENYELENGGARAAN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN

PASAL 98 Ayat (3)

Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang di Perairan Pesisir, wilayah perairan, dan wilayah yurisdiksi, diterbitkan oleh rnenteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kelautan.

Pasal 12

1. Pemrakarsa yang akan mendirikan dan/atau menempatkan Bangunan dan Instalasi di Laut harus mengajukan permohonan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut kepada Menteri.

2. Permohonan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(15)

PROSES BISNIS KEGIATAN USAHA WISATA BAHARI

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

KKPRL

KESESUAIAN KEGIATAN PEMANFAATAN RUANG OUTPUT

• Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL);

• Konfirmasi Kesesuaian Keg Pemanfaatan Ruang Laut

OUTPUT

Persetujuan Lingkungan (UKL- UPL; )

Tarif

• Pelaku Usaha sesuai denagn PP 85/2021:

Faktor E ( infrastruktur ) + 50% x Faktor E ( non infrastruktur

• Untuk Pemda/Masy Tarif Rp 0*

OUTPUT NIB dan IZIN PP 05/2021

Lampiran 1 hal 192

OSS

ONLINE SINGLE SUBMISSION

PNBP

PERSETUJUAN LINGKUNGAN

PERIJINAN BERBASIS RESIKO

PNBP

Kewenagan:

Menteri dan Gubernur UU.23/2014

(16)

STANDAR USAHA WISATA TIRTA LAINNYA (KBLI 93249)

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

PERSYARATAN UMUM PERSYARATAN KHUSUS

surat pernyataan kesanggupan untuk:

a. melibatkan masyarakat di sekitar kawasan wisata di dalam

pelaksanaan kegiatan usahanya; dan b. membongkar bangunan dan instalasi

bila masa berlaku telah habis dan kegiatan usaha tidak dilanjutkan.

a. analisis kesesuaian dan daya dukung kawasan memuat deskripsi daya dukung dan daya tamping lokasi yang dimohonkan

b. dokumen detail engineering design (DED) yang

menggambarkan rencana detail yang akan dilakukan dalam rencana pembangunan terkait sarana dan prasarana yang akan dibangun termasuk rencana pelaksanaan kegiatan

c. dokumen kelayakan usaha d. bukti pembayaran PNBP

e. menyampaikan laporan monitoring kegiatan secara berkala setelah usaha berjalan, paling singkat 6 (enam) bulan sekali f. merehabilitasi ekosistem akibat kegiatan usaha wisata sesuai

dengan hasil monitoring, hingga kondisi membaik/pulih.

▪ Durasi pemenuhan persyaratan umum disampaikan dalam waktu paling lama 14 hari kerja.

▪ Durasi pemenuhan persyaratan khusus untuk persyaratan pada: a. huruf a sampai dengan huruf d

selama 30 (tiga puluh) hari kalender; dan b. huruf e dan huruf f selama masa kegiatan

(17)

PERSYARATAN KEGIATAN USAHA BMKT

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

KBLI 74909 – Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya YTDL Persyaratan Umum

Usaha

: a. rekomendasi/persetujuan yang diterbitkan oleh tim koordinasi lintas kementerian/lembaga yang bertugas mengoordinasikan pengelolaan BMKT; b. surat pernyataan jaminan asuransi bagi personil survei, pengangkatan, dan penyelaman ilmiah; c. surat pernyataan kesanggupan pelaku usaha untuk memproses dan melaksanakan pemanfaatan BMKT sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan d. bukti pembayaran PNBP.

b. Durasi pemenuhan persyaratan umum disampaikan paling lama 7 (tujuh) hari kerja → sedang dalam proses diusulkan menjadi 14 hari.

Persyaratan Khusus Usaha

: Berupa dokumen perencanaan pengelolaan BMKT yang diperoleh dari survei, meliputi:

a. Rencana pengangkatan, yang memuat: 1) luasan area kerja dengan paling sedikit 4 (empat) titik koordinat; 2) titik kerangka kapal, paling sedikit 2 (dua) titik koordinat; 3) site plan sebaran BMKT; 4) deskripsi BMKT yang meliputi gambaran jenis, material, dan perkiraan jumlah; 5) metode pengangkatan; 6) pendokumentasian yang terdiri atas penggambaran, video dan foto; 7) kebutuhan moda atau kapal pengangkat dan kapal logistik; 8) kebutuhan peralatan pengangkatan; 9) kebutuhan sarana penanganan BMKT; 10) kebutuhan tenaga kerja dan tenaga ahli; 11) risk analysis kegiatan pengangkatan yang meliputi: a) analisa resiko yang dapat disebabkan dari aktifitas pengangkatan; b) analisa resiko yang disebabkan oleh biota laut; c) analisa resiko terhadap BMKT; dan d) penanganan resiko, 12) waktu pelaksanaan pengangkatan

b. Rencana penanganan di atas kapal, meliputi: 1) konservasi yang meliputi desalinasi dan pembersihan; 2) inventarisasi yang meliputi penghitungan, pengklasifikasian dan pelabelan; dan 3) penyimpanan sementara di atas kapal.

c. Rencana pemulihan ekosistem, meliputi: 1) identifikasi biota dalam area kerja dan sekitar kerangka kapal; dan 2) membuat modeling dampak dan rencana rehabilitasinya

d. Rencana pengelolaan pasca pengangkatan, meliputi: 1) rencana penyimpanan di darat; 2) dokumen analisa dan proses bisnis; 3) master plan dan DED pemanfaatan hasil pengangkatan; dan 4) roadmap dan rencana aksi pemanfaatan

e. Durasi pemenuhan persyaratan khusus disampaikan paling lama 7 (tujuh) hari kerja.

(18)

PROSES BISNIS KEGIATAN

PEMANFAATAN AIR LAUT DAN BIOFARMAKOLOGI

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

PERSETUJUAN LINGKUNGAN PP No. 22/2021

PERIZINAN BERUSAHA PEMANFAATAN AIR LAUT

DAN BIOFARMAKOLOGI PP No. 5/2021

KESESUAIAN KEGIATAN PEMANFAATAN RUANG

PP No. 21/2021

Output :

• Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut

(PKKPRL);

• Konfirmasi Kesesuaian Keg Pemanfaatan Ruang Laut

Output :

Persetujuan

Lingkungan (UKL-UPL;

Amdal)

sesuai dengan PP 85/2021 dan Permen KP terkait Tarif 0 bagi masyarakat

PNBP

PNBP

Output :

Izin dengan durasi waktu tertentu

OSS

No Bidang Usaha

Kode KBLI Judul KBLI Ruang Lingkup Kegiatan

1. 08930 Ekstraksi Garam Kegiatan Produksi Garam (Skala Besar, Menengah, Kecil, Mikro) 2. 36001 Penampungan,

Penjernihan dan Penyaluran Air Minum

kegiatan pemanfaatan air laut selain energi yang menghasilkan produk/ekstraksi termasuk yang berasal dari air laut dalam, dengan skala > 50 liter/detik dan/atau berada pada KSN, KSNT, Kawasan Konservasi, serta ditujukan untuk kepentingan komersial skala luas yang memanfaatkan ruang laut secara menetap minimal 30 hari 3. 36002 Penampungan dan

Penyaluran Air Baku

kegiatan pemanfaatan air laut selain energi yang berupa pelayanan (tidak

menghasilkan produk), dengan skala > 50 liter/detik dan/atau berada pada KSN, KSNT, Kawasan Konservasi, serta ditujukan untuk kepentingan komersial skala luas yang memanfaatkan ruang laut secara menetap minimal 30 hari

sesuai dengan PP 85/2021

Perizinan

Eksisting

(19)

STANDAR USAHA EKSTRASI GARAM (KBLI 08930)

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

PERSYARATAN UMUM PERSYARATAN KHUSUS BAGI USAHA BESAR, MENENGAH DAN KECIL

PERSYARATAN KHUSUS BAGI USAHA MIKRO

a. bukti kesesuaian ruang di laut;

b. bukti kesesuaian ruang di darat;

c. rekomendasi dari pemerintah daerah setempat untuk skala usaha

menangah dan besar; dan

d. surat pernyataan kesanggupan untuk melibatkan masyarakat di sekitar lokasi usaha di dalam pelaksanaan kegiatan usahanya untuk skala usaha menengah dan besar sebanyak

minimal 30%

a. Dokumen kelayakan teknis kegiatan

b. Dokumen rencana kegiatan yang memuat rencana rinci (DED) berupa desain dan tata letak tambak garam

c. Metode pengambilan air laut mencakup komponen utama sistem pengambilan dan pembuangan air laut d. Pembuktian kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang berupa overlay desain dan tata letak tambak garam dengan dokumen lingkungan

e. Melampirkan daftar tenaga ahli sesuai dengan SKKNI pergaraman dan sertifikat kompetensi pelatihan produksi garam

f. Menerapkan standar laik fungsi/operasi yang berlaku untuk mesin dan bangunan/gedung

a. penyampaian bukti pemenuhan Surat

Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan

Pemantauan Lingkungan (SPPL); dan

b. wajib mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan terkait pergaraman sesuai SKKNI berupa pelatihan

perancangan lahan garam dan produksi garam.

Durasi pemenuhan persyaratan umum disampaikan dalam waktu paling lama 14 hari kerja.

Durasi pemenuhan persyaratan khusus disampaikan dalam waktu paling lama 30 hari kerja a. skala usaha besar, luas lahan tambak garam lebih dari 500 Ha

b. skala usaha menengah, luas lahan tambak garam lebih dari 100 Ha hingga 500 Ha c. skala usaha kecil, luas lahan tambak garam lebih dari 15 Ha hingga 100 Ha

d. skala usaha mikro, lahan tambak garam paling luas 15 Ha

PENGGOLONGAN

USAHA

(20)

STANDAR USAHA PENAMPUNGAN, PENJERNIHAN DAN PENYALURAN AIR MINUM (KBLI 36001 )

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

PERSYARATAN UMUM PERSYARATAN KHUSUS

a. bukti kesesuaian ruang di laut dari instansi yang berwenang;

b. bukti kesesuaian ruang di darat instansi yang berwenang;

c. bukti kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang yang berupa overlay desain dan tata letak tambak garam dengan dokumen

persetujuan Lingkungan;

d. rekomendasi dari pemerintah daerah setempat sesuai dengan kewenangannya terkait pelaksanaan usaha ini

e. Bukti pembayaran PNBP

a. Dokumen kelayakan teknis kegiatan b. Dokumen rencana yang memuat:

▪ Jenis pemanfaatan air laut selain energi

▪ Desain tata letak

▪ Kapasitas pengambilan/pemanfaatan

▪ Rencana aktivitas setelah berakhirnya izin

▪ Rencana pembongkaran

▪ Perencanaan prasarana dan sarana

a. Menerapkan standar laik fungsi/operasi yang berlaku untuk mesin dan bangunan/gedung

b. Melampirkan daftar tenaga ahli di bidang pengelolaan air yang kompeten sesuai SKKNI

Durasi pemenuhan persyaratan umum disampaikan dalam waktu paling lama 14 hari kerja.

Durasi pemenuhan persyaratan khusus disampaikan dalam waktu paling lama 30 hari kerja

(21)

STANDAR USAHA PENAMPUNGAN DAN PENYALURAN AIR BAKU (KBLI 36002 )

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

PERSYARATAN UMUM PERSYARATAN KHUSUS

a. bukti kesesuaian ruang di laut dari instansi yang berwenang;

b. bukti kesesuaian ruang di darat instansi yang berwenang;

c. bukti kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang yang berupa overlay desain dan tata letak tambak garam dengan dokumen

persetujuan Lingkungan;

d. rekomendasi dari pemerintah daerah setempat sesuai dengan kewenangannya terkait pelaksanaan usaha ini

e. Bukti pembayaran PNBP

a. Dokumen kelayakan teknis kegiatan b. Dokumen rencana yang memuat:

▪ Jenis pemanfaatan air laut selain energi

▪ Desain tata letak

▪ Kapasitas pengambilan/pemanfaatan

▪ Rencana aktivitas setelah berakhirnya izin

▪ Rencana pembongkaran

▪ Perencanaan prasarana dan sarana

a. Menerapkan standar laik fungsi/operasi yang berlaku untuk mesin dan bangunan/gedung

b. Melampirkan daftar tenaga ahli di bidang pengelolaan air yang kompeten sesuai SKKNI

Durasi pemenuhan persyaratan umum disampaikan dalam waktu paling lama 14 hari kerja.

Durasi pemenuhan persyaratan khusus disampaikan dalam waktu paling lama 30 hari kerja

(22)

STANDAR USAHA KEGIATAN BIOFARMAKOLOGI DAN BIOTEKNOLOGI LAUT

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

KBLI PENJELASAN

03151 Penangkapan/pengambilan pisces yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

03152 Penangkapan/pengambilan crustacea yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

03153 Penangkapan/pengambilan mollusca yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

03154 Penangkapan/pengambilan coelenterata yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

03155 Penangkapan/pengambilan echinodermata yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

03156 Penangkapan/pengambilan amphibia yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

03157 Penangkapan/pengambilan reptilia yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

03158 Penangkapan/pengambilan mamalia yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

03159 Penangkapan/pengambilan algae dan biota perairan lainnya yang dilindungi dan/atau termasuk dalam appendiks CITES

Kegiatan Usaha Biofarmakologi dan Bioteknologi Laut dimasukan ke dalam standar usaha pemanfaatan hasil

penangkapan/pengambilan Jenis Ikan yang Dilindungi dan/atau Termasuk dalam Appendiks CITES untuk kegiatan

penelitian dan pengembangan (termasuk kegiatan Biofarmakologi dan Bioteknologi Laut), pengembangbiakan,

perdagangan/peredaran, aquaria, pertukaran dan/atau pemeliharaan untuk kesenangan.

(23)

PASAL 4

Untuk memulai dan melakukan kegiatan usaha, Pelaku Usaha wajib memenuhi:

a. persyaratan dasar Perizinan Berusaha; dan/atau b. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

PASAL 5

Persyaratan dasar Perizinan Berusaha meliputi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, persetujuan lingkungan, persetujuan bangunan gedung, dan sertifikat laik fungsi.

PP No. 5/2021

PP No. 21/2021

PP No. 27/2021

PENYELENGGARAAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RESIKO

PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG

PENYELENGGARAAN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN

PASAL 98 Ayat (3)

Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang di Perairan Pesisir, wilayah perairan, dan wilayah yurisdiksi, diterbitkan oleh menteri yang

menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kelautan.

Pasal 12

1. Pemrakarsa yang akan mendirikan dan/atau menempatkan Bangunan dan Instalasi di Laut harus mengajukan permohonan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut kepada Menteri.

2. Permohonan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

MANDAT UNTUK KEGIATAN TERKAIT BANGUNAN DAN INSTALASI LAUT

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

(24)

PERSETUJUAN LINGKUNGAN

PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO KESESUAIAN KEGIATAN

PEMANFAATAN RUANG LAUT

Output :

• Persetujuan Kesesuaian

Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL);

• Konfirmasi Kesesuaian Keg Pemanfaatan Ruang Laut

Pemberi PKKPRL :

• Menteri Kelautan dan Perikanan

Output :

Persetujuan Lingkungan (UKL-UPL; Amdal)

Pemberi UKL-UPL/AMDAL:

Menteri LHK

Output :

NIB, Izin sesuai dengan kode KBLI Lampiran PP No.

5/2021

Kondisi sekarang :

Pemberi Izin : Menteri Perhubungan Tindak lanjut :

• Telah ada Surat Setkab No

B.226/Seskab/Marves/06/2021 tentang

Pengalihan Kewenangan Penerbitan Berusaha Bangunan dan Instalasi Laut

• Dalam proses pengalihan kewenangan ke MKP.

• Revisi PP No. 5/2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

PERSYARATAN DASAR PERIZINAN BERUSAHA

PROSES BISNIS KEGIATAN TERKAIT BANGUNAN DAN INSTALASI LAUT

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

(25)

Kriteria Bangunan dan Instalasi di Laut

wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi

berada di atas/bawah permukaan secara menetap

menempel/tidak menempel daratan

memiliki Fungsi tertentu

hunian, keagamaan,

sosial, dan budaya

perikanan pergaraman wisata bahari

pelayaran perhubungan darat

telekomunika si

pengamanan pantai

kegiatan usaha minyak dan

gas bumi

kegiatan usaha pertambangan

minerba

instalasi ketenaga-

listrikan

pengumpulan data dan penelitian

pertahanan dan keamanan

penyediaan sumber daya air

pemanfaatan air laut selain

energi

Fungsi Bangunan dan Instalasi di Laut

Persyaratan:

• kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut

• teknis sesuai fungsi

Pembongkaran Bangunan dan Instalasi di Laut

• pemotongan sebagian;

• pemotongan keseluruhan;

• pemindahan hasil pembongkaran ke lokasi yang telah ditentukan; atau

• pengalihfungsian untuk kepentingan lain.

PENGENDALIAN IMPOR KOMODITAS PERGARAMAN

PP 27/2021

TENTANG

PENYELENGGARAAN BIDANG

KELAUTAN

DAN

PERIKANAN

Usulan Neraca Komoditas Garam

➢ stok garam tahun sebelumnya

➢ produksi garam & rencana tahun yang akan datang

➢ kebutuhan garam & rencana kebutuhan garam tahun yang akan datang

disampaikan kepada Menko Perekonomian & dibahas dalam rakor lintas K/L

Persetujuan Impor

oleh Kemendag berdasar Neraca Komoditas Garam

➢ berdasarkan neraca komoditas pergaraman

➢ stok garam 25% pada GGN, GGI & GGR Usulan Distribusi

Alokasi Impor Hasil rakor lintas K/L:

➢ tempat pemasukan

➢ jenis garam

➢ volume & waktu pemasukan

➢ standar mutu

KRITERIA DAN PERSYARATAN PENDIRIAN, PENEMPATAN, DAN/ATAU PEMBONGKARAN BANGUNAN DAN INSTALASI DI LAUT

(26)

TARIF PNBP BERDASARKAN PP NO.85/2021

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

NO JENIS IZIN SATUAN TARIF

A. Kegiatan Pengangkatan Benda Muatan Kapal Tenggelam

Per Izin 1.100.000.000,00 + Faktor E

B. Kegiatan Wisata Bahari per sekali

izin

Faktor E untuk area infrastruktur +

50% x Faktor E untuk area noninfrastruktur C. Kegiatan Pemanfaatan Air Laut

Selain Energi (ALSE):

A. Pemanfaatan Air Laut Selain Energi (ALSE) yang Menghasilkan Produk (ekstraksi)

per tahun 2,5 % dari Nilai Produksi

B. Pemanfaatan Air Laut Selain Energi (ALSE) Non Produk (Pelayanan)

per m

3

0,25

D. Pelaksanaan Reklamasi

1. Pemerintah dan Pemerintah Daerah per ha 27.550.000,00 + Faktor E 2. Pelaku Usaha (dikenakan kontribusi

penggunaan lahan hasil reklamasi)

per tahun 1% dari nilai lahan dengan kenaikan 4% per tahun dari nilai kontribusi tahun sebelumnya

3. Kegiatan Reklamasi yang belum memiliki Izin:

a. Izin Baru per ha 337.724.O00,00

b. Kontribusi Penggunaan Lahan Hasil Reklamasi per tahun 1 % dari nilailahan dengan kenaikan 47% per

tahun dari nilai kontribusi tahun sebelumnya

(27)

TARIF PNBP BERDASARKAN PP NO.85/2021

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

NO JENIS IZIN SATUAN TARIF

E. Kegiatan Pemanfaatan Pasir Laut:

1. Pemanfaatan Dalam Negeri per m

3

30 % x Volume x Harga Patokan

2. Pemanfaatan Luar Negeri per m

3

35 % x Volume x Harga Patokan

F. Kegiatan Pengeboran Minyak dan Gas Bumi:

1. Pemanfaatan Ruang Perairan Saat Pembangunan Anjungan sampai radius 500 meter

per anjungan 17.320.000.000,00

2. Pemanfaatan Kolom Air Anjungan Saat Operasional Sampai Radius 500 meter:

a. 0 s.d 500 meter per m

3

per tahun 100,00

b. Tambahan Kedalaman s.d. 1.000 meter per m

3

per tahun 50,00 c. Tambahan Kedalaman di atas 1.000 meter per m

3

pertahun 25,00 G. Kegiatan Biofarmakologi dan Bioteknologi:

1. Pengambilan Sampel Per pengambilan 10.000.000,00

2. Pengembangan Produk Biofarmakologi dan Bioteknologi

per kilogram 2,5 % x Volume x Harga Patokan

(28)

TARIF PNBP BERDASARKAN PP NO.85/2021

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

NO JENIS IZIN SATUAN TARIF

H. Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut untuk Kepentingan Komersial:

1. Berdampak Rendah terhadap Ekosistem Laut:

a. Pelayaran meliputi Marka Pelayaran dan Laid Up Area Ship to Ship per m

3

per tahun 2.500,00 b. Instalasi Telekomunikasi Selain Kabel per m

3

per tahun 2.500,00 c. Instalasi Ketenagalistrikan Meliputi Pembangkit Listrik Energi

Gelombang, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung, Pembangkit Listrik Tenaga Konversi Energi Panas Laut, Pembangkit Listrik Energi Pasang Surut, Pembangkit Listrik Energi Arus Laut, Kapal Pembangkit Listrik, Bangunan Penyangga Kabel Saluran Udara, Kabel Saluran Udara, Fasilitas Penunjang Instalasi Ketenagalistrikan, dan Instalasi Ketenagalistrikan di Laut Lainnya

per m

3

per tahun 2.500,00

d. Pengumpulan Data dan Penelitian meliputi Alat Pengumpulan Data Oseanografi, Bangunan Penelitian Sumber Daya Ikan, dan Bangunan Penelitian Kelautan

per m

3

per tahun 2.500,00

e. Instalasi Keamanan meliputi Instalasi Keamanan di Laut per m

3

per tahun 2.500,00

(29)

TARIF PNBP BERDASARKAN PP NO.85/2021

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

NO JENIS IZIN SATUAN TARIF

2. Berdampak Tinggi terhadap Ekosistem Laut

a. Perhubungan Darat meliputi Jalan Tol, Terowongan Bawah Laut dan Jembatan

per m

3

per tahun 7.500,00

b. Dumping Non 83 per m

3

per tahun 7.500,00

c. Pelayaran Terminal Reklamasi meliputi Khusus per m

3

per tahun 7.500,00 d. Pengaman Pantai selain Reklamasi per m

3

per tahun 7.500,00 e. Kegiatan Usaha Migas selain Anjungan dan Pipa per m

3

per tahun 7.500,00 f. Kegiatan Usaha Minerba meliputi Bangunan untuk Tempat

Penampungan Sementara Minerba, Fasilitas Penunjang Usaha Minerba, dan Usaha Pertambangan Minerba selain Pipa dan Pasir Laut

per m

3

per tahun 7.500,00

g. Wisata Bawah Laut meliputi Kapal Tenggelam, Akuarium Bawah Laut, dan Akomodasi Bawah Laut

per m

3

per tahun 7.500,00 I. Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut untuk Aktivitas Peralatan

Bawah Laut selain Pipa dan Kabel Bawah Laut

per m

3

per tahun 2.500,00 x kolom

air

(30)

Terima kasih

30

Gedung Mina Bahari III Lt. 9, Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat DKI Jakarta

DitjenPRL DitjenPRL DitjenPrlKKP kkp.go.id/djprl

DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

(31)

PERIZINAN BERUSAHA WISATA BAHARI

KBLI 93249 – wisata Tirta Lainnya

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

(32)

PROSES BISNIS PERIZINAN BERUSAHA BMKT

http://kabardunia.com/ DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUTB I J A K M E N G E L O L A L A U T

Referensi

Dokumen terkait

Private Sub Form_Load() Call BukaDatabase Call FormMati Call TampilGridPenerbit cmdUbah.Enabled = False cmdSimpan.Enabled = False cmdHapus.Enabled = False End Sub Sub

Penggunaan metode titrasi argentometri merupakan metode yang klasik untuk analisis kadar klorida yang dilakukan. dengan mempergunakan AgNO 3 0.5M

10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal (BUPM)*.. Substansi Lampiran Perpres BUPM No.. 1 NSPK Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dalam OSS merupakan acuan tunggal

Dalam rangka mempromosikan, mendiskusikan dan memperoleh masukan untuk pengembangan multiusaha kehutanan di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH),

dengan nusyūz adalah keadaan yang kacau antara pasangan suami istri ( a state of disorder between the married couple ). Berangkat dari interpretasi awal tersebut, da- lam

b) pernyataan bahwa dalam proses perizinan tidak mengeluarkan biaya selain yang ditentukan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan pada

Bahwa alih fungsi atau konversi lahan di daerah lahan pertanian yang sudah ditetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan tidak boleh di alih fungsikan dengan tujuan untuk

Tahap ini merupakan proses penuangan ide menjadi sebuah video yang memaparkan bagaimana perangkat lunak mampu menyelesaikan masalah yang diangkat oleh tim, dan penggunaan