• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI ASMAUL HUSNA KELAS IV SDN LALAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI ASMAUL HUSNA KELAS IV SDN LALAP"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

598

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

MATERI ASMAUL HUSNA KELAS IV SDN LALAP

SARWENDAH

Email [email protected]

ABSTRAK

Suasana pembelajaran yang membosankan, metode pembelajaran yang monoton serta penggunaan media yang tidak variatif cenderung membuat tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik, hal ini terjadi pada siswa kelas IV SDN Lalap pada materi asmaul husna, dimana hasil belajar peserta didik pada materi tersebut dapat dikatakan rendah. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian tindakan kelas ini dilakukan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Asmaul Husna. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah penggunaan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi asmaul Husna Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Lalap?

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak 2 siklus yang dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 13 orang. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data kuantitatif dengan cara melaksanakan tes formatif untuk mengetahui hasil belajar siswa yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II. Setelah melaksanakan penelitian didapatkan hasil belajar peserta didik pra siklus sampai siklus II yang meningkat sebesar 61,54%. Nilai rata-rata juga meningkat sebesar 27,69 poin, dari yang awalnya hanya 59,23 meningkat menjadi 86,92.

Dari Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual terbukti efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV sekolah dasar pada materi asmaul husna.

Kata kunci: Media Pembelajaran, Audio Visual, Hasil Belajar

(2)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

599 PENDAHULUAN

Proses pembelajaran adalah hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan, di dalam proses tersebut ada banyak hal yang dapat memengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran ataupun hasil belajar siswa yang diharapkan.

Rendahnya atensi dan antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran terjadi pada peserta didik yang beragama Islam dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN Lalap. Hal tersebut diamati oleh penulis yang juga sebagai guru agama Islam pada materi Asmaul Husna, dimana jumlah peserta didik yang tuntas pada materi tersebut hanya bejumlah 4 orang dari 13 orang jumlah keseluruhan peserta didik di kelas IV. Menurut penulis hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya cara mengajar yang guru lakukan selama ini cenderung monoton dan belum pernah menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.

Melihat kasus di atas, peneliti beranggapan bahwa penelitian tindakan kelas adalah langkah yang tepat untuk dilakukan. Menurut Kunandar (2011) penelitian tindakan kelas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik atau bersama orang lain (kolaborasi) yang bertujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki mutu proses pembelajaran di dalam kelas.

Menurut Zainab (2018) Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk terus meningkatkan kualitas praktik pembelajaran dan kualitas hasil belajar, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan relevansi dan kualitas pembelajaran.

Banyak cara untuk meningkatkan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran, salah satunya dengan penggunaan media. Media adalah penghubung antara pemberi informasi kepada orang lain yang menjadi sasaran penerima informasi tersebut. Dalam proses pembelajaran, media juga bisa berperan sebagai penghubung untuk menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik sebagai penerima pengetahuan tersebut, itulah yang dikenal dengan sebutan media pembelajaran. Media pembelajaran diartikan

(3)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

600

sebagai suatu alat atau bahan yang mengandung informasi atau pesan dalam pembelajaran. Dalam penelitian terkait penggunaan media media audio visual, Basyirudin menyatakan bahwa penggunaan media audio visual mempunyai tingkat efektifitas yang cukup tinggi rata-rata 60-80%.

Beranjak dari permasalahan di atas, penulis pun tertarik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi asmaul husna dengan menggunakan media audio visual agar antusiasme dan perhatian perserta didik dalam mengikuti pembelajaran materi asmaul husna meningkat sehingga berpengaruh juga pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Alasan lainnya adalah pembelajaran seperti itu belum pernah dilaksanakan sebelumnya dan karena sekarang ini sudah menjadi tren dikalangan anak- anak sangat suka melihat video khususnya yang beredar di media social maupun aplikasi youtube.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul : “Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Asmaul Husna Kelas IV SDN Lalap”.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dimana dalam proses ini peneliti sekaligus guru menginginkan adanya perbaikan dan peningkatan dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar itu sendiri.

Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus yang dilaksanakan pada bulan Juni 2022 dengan memposisikan peneliti sebagai guru. Tujuan utamanya adalah meningkatan hasil belajar siswa kelas IV pada materi asmaul husna dimana guru/peneliti terlibat dalam semua rangkaian penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan hingga kegiatan refleksi. Dalam penelitian ini, peneliti juga melibatkan observer teman sejawat sebagai pengamat aktifitas guru dan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan ini diharapkan data yang didapatkan objektif dan valid.

(4)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

601

Pengumpulan data secara kuantitatif digunakan peneliti dalam penelitian ini sebab menurut peneliti, hasil belajar (ranah pengetahuan/kognitif) bersifat pasti dan dapat diukur dengan angka. Hal ini selaras dengan yang diungkapkan oleh W. Winkel bahwa hasil belajar siswa adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk angka.

Instrumen yang digunakan berupa tes formatif yang dilakukan pada akhir pembelajaran. Sedangkan pengumpulan data secara kualitatif dengan instrumen observasi digunakan untuk mendapatkan data sakunder (pendukung) terkait aktifitas guru dan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Kemudian hasil dari kedua data tersebut didekripsikan secara kualitatif.

Peneliti berpedoman bahwa siswa yang tuntas secara personal jika telah mencapai nilai KKM ≥ 70. Dan tuntas secara klasikal jika ≥ 80 % siswa di dalam kelas mencapai ketuntasan secara personal.

Ketuntasan klasikal P = F/N x 100%

Keterangan:

P = Presentase

F = Jumlah peserta didik yang tuntas N = Jumlah peserta didik keseluruhan

Dalam penelitian tindakan kelas ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Lalap yang berjumlah 13 orang.

Data subjek penelitian tersebut sebagai berikut:

Tabel 1 Daftar Siswa Kelas IV SDN Lalap

NO NAMA JENIS KELAMIN

1 F H Perempuan

2 F I Perempuan

3 F N Perempuan

4 M M Perempuan

(5)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

602

5 M B Laki-laki

6 M H Laki-laki

7 M I Laki-laki

8 M R F Laki-laki

9 M R D Laki-laki

10 M S Laki-laki

11 R N Perempuan

12 S N Perempuan

13 S T Laki-laki

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak 2 siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi dengan menggunakan model Kemmis dan Taggart.

Gambar 1 Model Penelitian Kemmis dan Mc Taggart

Penjelasan alur model Kemmis dan Taggart:

(6)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

603

1) Perencanaan, dalam hal ini peneliti melihat gejala awal dari sebuah permasalahan yang terjadi di dalam proses pembelajaran, kemudian menyusun hipotesis awal dari permasalahan tersebut lalu merumuskan masalahnya. Dilanjutkan dengan membuat rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki atau mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk di dalamnya membuat RPP, skenario pembelajaran yang akan dipraktikkan pada saat proses pembelajaran, menyiapkan bahan ajar berupa vidio dan PPT yang akan ditampilkan serta menyiapkan instrumen penilaian beserta teknik penilaiannya sebagai bagian dari komponen tindakan yang akan dilakukan.

2) Kegiatan dan pengamatan, meliputi proses pembelajaran yang dilakukan menggunakan media audio visual guna membuktikan hipotesis awal kemudian mengamati berbagai perubahan baik itu kemajuan ataupun faktor lainnya yang terjadi di dalam proses dan setelah pembelajaran.

3) Refleksi, peneliti mengkaji dampak tindakan yang telah dilakukan untuk kemudian ditarik kesimpulan tentang hasil dari tindakan tersebut dan langkah yang akan diambil selanjutnya (melanjutkan pada siklus II atau tidak).

HASIL PENELITIAN

Gambar 2 Indeks Peningkatan Hasil Belajar Klasikal

92,30%

61,53 %

(7)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

604

30,76 %

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV setelah dilaksanakannya pembelajaran menggunakan media audio visual pada materi Asmaul Husna. Setelah melaksanakan hasil belajar pada pra siklus, siklus I dan siklus II, peneliti mendapatkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan dimana pada pra siklus tingkat ketuntasan klasikal hanya 30,76%, pada siklus I meningkat menjadi 61,53% sedangkan pada siklus II sebesar 92,30%. Artinya dari pra siklus hingga siklus II terjadi peningkatan sebesar 61,54%. Rata-rata kelas pada saat pra siklus adalah 59,23, pada siklus I 69,23 dan pada siklus II menjadi 86,92, artinya dari pra siklus hingga siklus II meningkat sebesar 27,69 poin.

Dari peningkatan hasil belajar siswa di atas, peneliti berpendapat bahwa penggunaan media audio visual yang telah peneliti terapkan baik pada pembelajaran siklus I dan siklus II sangat berperan dalam peningkatan pemahaman serta peningkatan hasil belajar peserta didik, dimana dengan melihat pemamparan dan contoh secara langsung dari vidio maupun slide yang ditampilkan peserta didik lebih mudah memahami materi asmaul husna yang pada dasarnya bersifat abstrak. Selain itu dengan melihat vidio dan gambar yang ditayangkan, peserta didik menjadi lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, hal ini disebabkan karena pada proses pembelajaran sebelumnya, tidak pernah digunakan media audio visual dalam pembelajaran. Penelitian dengan menggunakan media audio visual juga

Prosentase Pra Siklus Siklus I Siklus II

(8)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

605

pernah dilakukan oleh Yeni pada tahun 2019, dimana dalam penelitiannya juga menyimpulkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa.

KESIMPULAN

Pelajaran pendidikan agama Islam adalah pelajaran yang memiliki cakupan materi yang sangat luas khususnya pada tingkat sekoah dasar. Ada materi yang mudah untuk difahami karena bersifat real seperti materi tentang salat dan puasa, adapula materi yang agak sulit untuk difahami karena bersifat abstrak, salah satunya materi asmaul husna. Maka dari itu pendidik harus benar-benar mempersiapkan skenario pembelajaran yang baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, salah satunya dengan menggunakan media audio visual.

Dari pemamparan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman serta meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Asmaul Husna kelas IV SDN Lalap.

DAFTAR PUSTAKA

Rika.2021.PengertianMediaPembelajaran.Online:https://www.rikaariyani.com/2 021/11/pengertian-media-pembelajaran.html

Syafina.2020.pengertianmediaaudiovisualmenurutparaahli.Error! Hyperlink reference not valid.

DosenPendidikan2.2022.PengertianHasilBelajarMenurutParaAhli.Online:https:/

/www.dosenpendidikan.co.id/hasil-belajar/

Ascarya,academia.2021.PenelitianTindakanKelas.Online:https://ascarya.or.id/

penelitian-tindakan-kelas/

Mulyana,Aina.2022.PengertianHasilBelajardanFaktoryangMempengaruhinya.

(9)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

606

https://ainamulyana.blogspot.com/2012/01/pengertian-hasil-belajar-dan- faktor.html

Aqib, Zainab dan M. Chotibuddin. 2018. Teori dan Aplikasi Penilaian Tindakan Kelas. Sleman: CV Budi Utama

Hasanah, Hisbiyatul dan Rudy Sumiharsono. 2017. Media Pembelajaran.

Jember: Pustaka Abadi

Arsyad, Azhar. 2015. Media pembelajaran.Jakarta: Raja Grapindo Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogjakarta: Pustaka Pelajar

Rasyid, Harun dan Mansur. 2011. Penilaian Hasil Belajar. Bandung:

Wacana Prima

Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Kurniawati, Yeni. 2019. Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Materi Wudhu Di kelas II SD Negeri 3 Bojong Kecamatan Purbalinga Kabupaten Purbalingga Tahun Pelajaran 2018/2019. Skripsi tidak diterbitkan. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwukerto.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan, untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 34 Kuningan Sempatung

Penerapan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMAN 12 Gowa, hal ini dapat dilihat dari indikator proses pembelajaran

Sedangkan pembelajaran yang dilakukan di kelas kontrol lebih berpusat kepada peneliti, peserta didik memperoleh pengetahuan berdasarkan apa yang dijelaskan oleh peneliti,

Terdapat peningkatan hasil belajar IPA menggunakan model pembelajaran Direct Instraction(DI) berbantuan media Audio Visual pada peserta didik kelas IV SDN-3 Panarung

Abstrak : Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui pengaruh penggunaan alat media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar pasing bawah bola voli pada Siswa Kelas IV

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan suatu Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW PADA MATA PELAJARAN PAI MATERI ASMAUL HUSNA KELAS IV UPT SDN 03 MUARADUA Aspariadi E-mail:

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Problem Based Learning PBL pada