BUKU
PANDUAN AKADEMIK
PASCASARJANA
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TAHUN 2018
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 2 KATA PENGANTAR
Buku Panduan Akademik Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini diterbitkan berdasarkan Surat keputusan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Nomor. 485/UN43/KR/SK/2016 tanggal 7 Juni 2016, hal ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pelayanan akademik bagi sivitas akademika dengan menyebarluaskan informasi yang berhubungan dengan bidang akademik dan merupakan penyempurnaan Pedoman Akademik yang diterbitkan sebelumnya dan juga turunan dari Pedoman Akademik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2016.
Pascasarjana di Indonesia mengacu pada Undang-Undang No. 2/1989 dan dijabarkan ke dalam PP No. 30/1990, merupakan salah satu lembaga universitas yang menyelenggarakan program pendidikan akademik, dalam bentuk pendidikan program Magister. Pascasarjana mendidik ilmuwan yang mempunyai penguasaan dan wawasan akademik, kemampuan mengkoordinasikan penelitian, dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Model pendidikan pascasarjana merupakan gabungan antara proses pendidikan melalui perkuliahan (by course work) dan proses pendidikan melalui penelitian (by research). Hasil penelitian ilmiah mandiri yang disebut sebagai Tesis untuk program magister akan menjadi salah satu bahan pokok dalam penilaian keberhasilan studi mahasiswa pascasarjana. Hasil penelitian mahasiswa mencerminkan penguasaan ilmiah/akademik sehingga pada akhirnya lulusan pascasarjana akan mengembangkan ilmunya sesuai dengan bidang masing- masing.
Buku Panduan Akademik ini merupakan penjabaran dari Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang No.12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor. 44 Tahun 2015, Tentang Standar Nasional pendidikan Tinggi.
Kami berharap Buku Panduan Akademik ini dapat berfungsi sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan akademik, Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi pimpinan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa di lingkungan Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Serang, Desember 2018 Direktur,
Dr. H. Suherman, Drs, M.Pd.
NIP. 195902141985031003
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 3
Daftar Isi
Sambutan Direktur Pascasarjana ………
Daftar Isi ……….
Bab I Pendahuluan ……….
1.1 Sejarah Pascasarjana 1.2 Dasar Hukum
1.3 Visi, Misi, dan Tujuan Pascasarjana Bab II Rekrutmen Mahasiswa
2.1. Persyaratan
2.2 Prosedur Pendaftaran 2.3 Seleksi
Bab III Penyelenggaraan Pendidikan 3.1 Semester
3.2 Satuan Kredit Semester
3.3 Beban Studi Semesteran, Beban Studi Kumulatif dan Waktu Studi Kumulatif
3.4 Beban Satuan Kredit Semester (SKS) Kegiatan Kuliah 3.5 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Seminar dan Kapita
Selekta
3.6 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Praktikum di Laboratorium dan Sejenisnya
3.7 Beban Satuan Kredit Semester Kerja Lapangan dan Sejenisnya 3.8 Beban Satuan Kredit Semester Penelitian, Penulisan Tesis, dan
Sejenisnya
3.9 Jenis Mata Kuliah 3.10 Matrikulasi
3.11 Registrasi Mahasiswa 3.12 Registrasi Akademik 3.13 Kartu Tanda Mahasiswa 3.14 Bimbingan Akademik 3.15 Perkuliahan
Bab IV Suasana Akademik
4.1 Pengertian Suasana Akademik 4.2 Mekanisme Penetapan Standar 4.3 Mekanisme Pemenuhan Standar 4.4 Manajemen Pengendalian Standar 4.5 Suasana Akademik di Pascasarjana
Bab V Evaluasi Hasil Belajar dan Batas Waktu Studi 5.1 Evaluasi
5.2 Batas Waktu Studi
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 4 5.3 Alih Program Studi dan Pindahan dari Perguruan Tinggi Lain Bab VI Sanksi Akademik
6.1 Pengertian Sanksi AKademik 6.2 Peringatan Akademik
6.3 Pemutusan Studi 6.4 Sanksi Pelanggaran 6.5 Sanksi
Bab VII Kode Etik Dosen 7.1 Prinsip Dasar 7.2 Prinsip Utama Bab VIII Program Studi
8.1 Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia 8.2 Prodi Teknologi Pembelajaran 8.3 Prodi Ilmu Hukum
8.4 Prodi Akuntansi 8.5 Prodi Manajemen
8.6 Prodi Administrasi Publik 8.7 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 8.8 Prodi Pendidikan Matematika 8.9 Prodi Ilmu Pertanian
SK Direktur Pascasarnana ………
SK Tim Penyusun ……….
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 5 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 SEJARAH PASCASARJANA
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dimulai dari berdirinya Yayasan Pendidikan Tirtayasa (Yapenta) pada tanggal 1 Oktober 1980 berdasarkan Akte Notaris Rosita Wibowo, SH, Nomor 1, tanggal 1 Oktober 1980. Kemudian dilakukan penyempurnaan dan dikukuhkan kembali dengan Akte Notaris Ny. R.
Arie Soetardjo, Nomor 1, tanggal 3 Maret 1986. Universitas Tirtayasa Banten merupakan penggabungan dari STIH, STT dan STKIP berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor: 0596/0/1984, tanggal 28 November 1984, Status masing- masing sekolah tinggi berubah menjadi Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Untirta berkembang dengan berdirinya Fakultas Pertanian berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor: 0123/0/189, tanggal 8 Maret 1989, dan Fakultas Ekonomi dengan SK Mendikbud Nomor:
0331/0/1989, tanggal 30 Mei 1989, masing masing dengan status terdaftar.
Pada tanggal 13 Oktober 1999 keluar Keppres RI Nomor:130/1999 tentang Persiapan Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pada Tahun 2001 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor: 32 tanggal 19 Maret 2001 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa secara resmi ditetapkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri, sehingga terjadi perubahan yang semula di bawah naungan Yapenta masuk ke dalam lingkungan Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) termasuk pengalihan, pengelolaan asset serta sumberdaya manusia. Tahun 2002 berdiri Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Penegerian Untirta ini sejalan dengan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu: 1) perluasan dan pemerataan, 2) peningkatan mutu dan relevansi, dan 3) governance dan 4) akuntabilitas. Perluasan akses ini memberikan akses secara khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi berkemampuan akademik. Tentu perluasan akses tersebut harus diikuti dengan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. Pada akhirnya dapat memberi sumbangan terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan bangsa.
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 6 Setelah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri mengalami beberapa perubahan yang lebih baik. Perubahan ini menuntut civitas akademika mengembangkan misi yang sesuai dengan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tercantum dalam lima pilar yaitu:
1) ketersediaan, 2) keterjangkauan, 3) kualitas (mutu dan relevansi), 4) keterjaminan, dan 5) kesetaraan. Perluasan akses dan pemerataan, ketersediaan, dan keterjangkauan menuntut Untirta untuk mengembangkan program berdasarkan pilar tersebut. Oleh karena itu, penerimaan mahasiswa S1 pun dari tahun ke tahun semakin kompetitif Lulusan pun kian tahun kian meningkat.
Ditambah juga lulusan dari perguruan tinggi lain di Provinsi Banten yang makin meningkat pula sehingga tututan masyarakat memperoleh kesempatan studi lanjut juga kian bertambah. Kebutuhan pengembangan Sumber Daya Manusia dari S1 ke S2 juga semakin bertambah. Dengan demikian, Kehadiran Pascasarjana merupakan sebuah keniscayaan dan menjadi suatu kebutuhan. Pascasarjana merupakan kawah candradimuka pengembangan keilmuan yang dapat menghasilkan karya-karya ilmiah melalui riset unggulan dan menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi teoretik, metodologis, analitik, dan praktis yang bermutu dalam ilmu pendidikan, Pendidikan Bahasa, Ilmu Hukum, Administrasi Publik, Ekonomi Akuntansi, dan Manajemen
Perluasan akses dan pemerataan, ketersediaan, dan keterjangkauan menuntut Untirta untuk menyusun program berdasar pilar tersebut. Oleh karena itu, penerimaan mahasiswa S1 pun setiap tahun semakin kompetitif dan mepertimbangkan hal-hal di atas, sehingga tidak ada perbedaan peluang bagi calon yang berekonomi lemah maupun berokonomi tinggi. Dasar itu pula menuntut Untirta untuk menyediakan akses studi lanjut bagi mahasiswa S1.
Lulusan yang kian tahun kian banyak. Ditambah lagi lulusan dari perguruan tinggi lain di Banten yang makin banyak pula. Tututan masyarakat akan studi lanjut juga kian bertambah.
Pada tahun 2012 Organisasi dan Tatakerja (OTK) Untirta mengalami perubahan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 29 tahun 2012, Pascasarjana Untirta mulai termasuk pada OTK. Hal ini
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 7 berdampak positif karena pascasarjana dapat mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan masyarkat dengan dukungan anggaran dari pemerintah.
Perkembangan di atas, menjadi tuntutan civitas akademika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa untuk membuka Progran Pascasarjana. Oleh karena itu pada tahun 2005 Untirta bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta membuka S2 program studi Managemen Pendidikan dan meluluskan dua angkatan. Pada tahun 2007, Untirta mengajukan izin operasional dua program studi, yaitu: 1) Teknologi Pembelajaran (TPm) 2) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI). Kedua program studi ini beroleh izin operasional pada tahun 2008.
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia beroleh izin operasional Dikti dengan nomor 3397D/T/2008 dan Program Studi Teknologi Pembelajaran beroleh izin operasional Dikti dengan nomor 3397D/T/2008.
Tuntutan masyarakat mendorong Pascasarjana Untirta agar membuka program studi lain sesuai dengan kebutuhan. Pada tahun 2009 Pascasarjana Untirta mengajukan Program Studi Magister Ilmu Hukum dan Magister Administrasi Publik. Pada tahun 2010 keluar izin pertimbangan Dikti untuk Program Studi Ilmu Hukum dengan nomor 3327.20/D2.2/2010 dan izin operasional dengan Nomor 158/E/O/2013. Pada tahun 2014, Pascasarjana Unirta diberi mandat untuk menyelenggarakan Program Studi Magister Administrasi Publik melalui Surat Dirjen DIKTI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1607/E2.2/KL/2014 tentang mandat penyelenggaraan program studi pada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Saat ini program studi yang terakreditasi BAN PT dengan peringkat akreditasi “B” adalah (1) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia terakreditasi dengan nomor 1085/SK/BAN-PT/Ak- SURV/M/VII/2016, (2) Program Studi Teknologi Pembelajaran terakeditasi dengan nomor 0004/SK/BAN-PT/Akred/M/I/2016, dan (3) Program Studi Ilmu Hukum dengan nomor 245/SK/BAN-PT/Akred/M/I/2018.
Sumber daya manusia Untirta semakin bertambah, kualifikasi dosen lulusan S-3, semakin mewarnai berbagai program studi. Pembukaan program studi untuk jenjang magister semakin jadi tantangan. Tantangan ini terus diubah menjadi peluang. Pada tahun 2014 Untirta mendapatkan izin penyelenggaraan (operasional) nomor 78/E/O/2014 untuk Program Studi Magister Akuntansi,
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 8 nomor 108/E/O/2014 untuk Program Studi Magister Manajemen, serta nomor 532/E/O/2014 untuk Program Studi Magister Administrasi Publik. Kemudian, Tahun 2015 dipercaya untuk membuka Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan nomor 102/KPT/I/2016, dan Tahun 2016 untuk membuka Program Studi Pendidikan Matematika dengan nomor 281/KPT/I/2016, serta membuka Program Studi Konsentrasi Magister Pendidikan Anak Usia Dini dengan Nomor 01/UN- 43/KR/SK/2017. Pada tanggal 1 Agustus 2017 diterima izin pembukaan Program Studi Ilmu Pertanian dengan surat keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 428/KPT/I/2017, untuk beberapa Program Studi lain siap mengajukan pembukaan program studi S-2, yaitu Program Studi Ilmu Komunikasi, Program Studi Pendidikan Dasar, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Studi Teknik Informatika, dan Program Studi Teknik Kimia.
Selain itu, sedang merancang untuk membuka Program Doktor antara lain : Program Doktor Ilmu Pendidikan dan Program Doktor Ilmu Ekonomi.
1.2. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
2. Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Undang-Undang No.12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi.
4. Peraturan pemerintah No.4 Tahun 2014 Tentang Penyelengaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Pendidikan.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional pendidikan.
6. Keputusan Presiden RI No. 32 Tahun 2001 Tentang Pendirian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 29 Tahun 20122 Tentang Organisasi dan tata kerja Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
8. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 9 9. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
10. Keputusan Menteri Riset, teknologi, dan Pendidikan Tinggi No.
291/M/KP/VIII/2015 Tentang Pengangkatan Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat,M.Pd. sebagai Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Peride 2015 -2019.
1.3.VISI, MISI, DAN TUJUAN PASCASARJANA 1. Visi Pascasarjana 2016 – 2025:
“Pada tahun 2025, menjadi Pascasarjana yang bermutu dan berdaya saing global”
2. Misi Pascasarjana
a. Menyelenggarakan pengembangan tri dharma perguruan tinggi yang terbaik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sekarang dan mendatang
b. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, baik di dalam maupun di luar negeri
c. Membangun dan mengembangkan sistem manajemen mutu menuju efektivitas dan efisiensi
3. Tugas pokok dan fungsi Pascasarjana
Pascasarjana Untirta mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan akademik dalam sejumlah disiplin ilmu, teknologi, dan seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
Pascasarjana Untirta menyelenggarakan fungsi : a. Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan tinggi
b. Pelaksanaan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni
c. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
d. Pelaksanaan pembinaan civitas akademika dan hubungannya dengan lingkungan
e. Pelaksanaan kegiatan layanan administrative
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 10
DirekturDr. H. Suherman, Drs., M.Pd
Wakil Direktur IDr. H. Masrupi, M.Pd Wakil Direktur IIDr. Helmi Yazid, SE., M.Si., AK., CA
Ka. Prodi Pendidikan Bahasa IndonesiaDr. H. Ediwarman, M.Pd
Sek. Prodi Pendidikan Bahasa IndonesiaDr. Dase Erwin Juansah, M.Pd Sek. Prodi TeknologiPembelajaranDr. Suparno, M.Pd Ka. Prodi Teknologi PembelajaranDr. Luluk Asmawati, M.Pd Ka. Prodi Ilmu HukumDr. Azmi Polem, S.Ag., SH., MH
Sek. Prodi Ilmu HukumDr. Mochamad Arifinal, SH., MH Ka. Prodi AkuntansiDr. Imam Abu Hanifah, AK., CA
Sek. Prodi AkuntansiTri Lestari, SE., M.Sc. Ak., Ph.D Ka. Prodi ManajemenDr. Aan Khurosani, SE., MM
Sek. Prodi ManajemenDr. Lutfi, SE., MM Ka. Prodi Ilmu Administrasi PublikAbdul Hamid, Ph.D
Sek. Prodi Ilmu Administrasi PublikDr. Rd. Kania Kurniawati, S.IP., M.Si Pengolah Data Akademik dan KemahasiswaanAgus Heryanto, SE Ka. Subag TU
Dedi Supriadi, S.Pd
Pengolah Data Akademik dan KemahasiswaanRiska Dian Nirmala, A.Md
Pengolah Data BarangMilik NegaraSupriatno, A.Md
Pengadministrasi AkademikMirza Abdi Khairusy, SE., MM
Pengadministrasi PersuratanIyah Dahriyah, SE Pengadministrasi AkademikRafiudin
Pengadministrasi Pelaporan KeuanganNeneng Holis Y, A.Md.Kom Bendahara Pengeluaran PembantuAdi Haryadi, SE
Pengadministrasi AkademikJatining Pambudi, S.Pd
Pengadministrasi AkademikDella Djuningsih, SE
Pengadministrasi AkademikWildan Hendriyana, S.Sos
Pengadministrasi Pelaporan KeuanganReni Febriani, SP., MM
Pengadministrasi DataSarana PrasaranaMadroji DOSENDOSENDOSENDOSENDOSENDOSEN STRUKTUR ORGANISASI PASCASARJANA
Ka. Prodi Pendidikan Bahasa InggrisDr. Hj. Nurhaedah Gailea, M.Hum
Plt. Sek. Prodi Pendidikan Bahasa InggrisDr. Hj. Nurhaedah Gailea, M.Hum
DOSEN
Pengadministrasi PerpustakaanIndah Murniati, S.Sos Pengolah Data Akademik dan KemahasiswaanEndra Setyaningsih, S.Sos Ka. Prodi Pendidikan MatematikaDr. Hepsi Nindiasari, M.Pd
Sek. Prodi Pendidikan MatematikaDr. Nurul Anriani, S.Si., M.Pd
DOSEN
Pengadministrasi Layanan KemahasiswaanIka Sahara, SE
Pramu Sarana dan Prasarana PendidikanMa mun Ketua Gugus PenjaminanMutu PascasarjanaDr. Sjaifudin, M.Si
Sekretaris Gugus PenjaminanMutu Pascasarjana
Dr. Firmanul Catur Wibowo, M.Pd
AnggotaFathkul Muin, SH., LL.M
AnggotaDr. H. Djasuro Surya, Drs., M.Si
AnggotaDr. Dadan Ramdhani, SE., M.Si., Akt., CA
Anggota
Dr. Dede Hamdani, M.Pd
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 11 BAB II
REKRUTMEN MAHASISWA
Penerimaan mahasiswa Pascasarjana Untirta memiliki persyaratan, prosedur permohonan serta proses seleksi seperti dijelaskan berikut ini. Adapun persyaratan untuk mahasiswa pindahan diatur tersendiri.
2.1 Persyaratan
Calon mahasiswa dapat diterima sebagai mahasiswa Pascasarjana Untirta jika memenuhi persyaratan berikut:
1. Berijazah Sarjana (S1) dengan IPK minimal 2.75 dari PTN, PTS yang berakreditasi dan PT Luar negeri yang diakui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), menurut bidang studi yang dipilih.
2. Lulus ujian seleksi masuk Pascasarjana Untirta yaitu : (1) memiliki skor TPA sesuai yang ditetapkan Pascasarjana Untirta; (2) memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang ditetapkan Pascasarjana Untirta; (3) lulus wawancara yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, dan sikap
3. Satu konsentrasi dapat diselenggarakan apabila jumlah peserta minimal 20 mahasiswa. Apabila jumlah peminat kurang dari 20, akan ditawarkan untuk memilih konsentrasi yang lain.
4. Calon Mahasiswa yang dinyatakan lulus tes, wajib mengikuti Matrikulasi sebelum mulai kuliah semester pertama.
2.2 Prosedur Pendaftaran
Pendaftaran calon mahasiswa baru Pascasarjana Untirta dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
1. Peserta membuka laman http://umm-pasca.untirta.ac.id, klik Kode Bayar, pilih kelompok ujian, kemudian klik Generate, pada laman akan ditampilkan Kode Bayar, silakan cetak dan bawa ke Bank Negara Indonesia (BNI) terdekat.
2. Peserta datang ke BNI di seluruh Indonesia, menyerahkan Kode Bayar tersebut dan membayar sesuai tagihan yang diberikan pihak Bank, kemudian
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 12 menerima Bukti Pembayaran yang tercantum Kode Akses Pembayaran (KAP) dan Personal Identification Number (PIN). KAP dan PIN ini bersifat rahasia dan tidak ditunjukan kepada orang lain.
3. Menyiapkan dokumen pendukung dalam bentuk : a. Ijazah terakhir (soft copy)
b. Transkrip nilai terakhir (soft copy) c. Pas foto ukuran 3 x 4 (soft copy)
4. Login ke http://umm-pasca.untirta.ac.id dengan menggunakan KAP dan PIN yang diperoleh dari BNI yang tercantum pada Bukti Pembayaran. Isi Biodata, Upload Foto (Foto Max 200Kb), Ijazah, dan Tranksrip. Pilih pilihan Program Studi yang diinginkan, kemudian cetak Kartu Peserta Ujian.
5. Pengumuman kelulusan akses di http://umm-pasca.untirta.ac.id dengan menggunakan nomor peserta
2.3 Seleksi
Seleksi dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu seleksi Test Potensi Akademik, Test Bahasa Inggris, dan Wawancara. Kelulusan hasil seleksi berdasarkan Nilai kumulatif dari 3 (tiga) tahap sesuai standar yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor Untirta atas usulan Direktur Pascasarjana. Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus sebagai mahasiswa Pascasarjana Untirta diharuskan melakukan registrasi.
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 13 BAB III
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dalam menyelenggarakan pendidikan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS).
Sistem Kredit Semester (SKS) ini memberi peluang untuk:
1. Mahasiswa yang cerdas dan giat belajar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih cepat;
2. Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya;
3. Pascasarjana menyelenggarakan pendidikan dengan masukan dan keluaran jamak;
4. Penyelenggaraan sistem evaluasi mahasiswa yang sebaik-baiknya; dan 5. Pengalihan kredit antar Universitas atau program studi.
3.1 Semester
Semester merupakan satuan waktu terkecil yang digunakan untuk menyatakan lamanya proses kegiatan belajar suatu program dalam suatu jenjang pendidikan. Penyelenggaraan program pendidikan suatu jenjang lengkap dari awal sampai akhir akan dibagi ke dalam kegiatan semesteran, sehingga setiap awal semester mahasiswa harus merencanakan dan memutuskan tentang kegiatan belajar apa yang akan ditempuhnya pada semester tersebut.
Pada umumnya, untuk Pascasarjana, satu semester setara dengan kegiatan belajar sebanyak 16 minggu kerja, termasuk kegiatan evaluasi pada tengah dan akhir semester.
Satu tahun akademik terdiri atas dua semester reguler yaitu Semester Gasal dan Semester Genap. Pelaksanaan semester ini diatur lebih lanjut melalui Surat Keputusan Rektor.
3.2 Satuan Kredit Semester (SKS)
Kredit semester (satuannya disebut satuan kredit semester disingkat SKS) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan:
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 14 1. Besarnya beban studi mahasiswa;
2. Besaran pengakuan atas keberhaslan usaha mahasiswa;
3. Besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa;
4. Besarnya usaha yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik program semester maupun program lengkap;
5. Besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar.
3.3 Beban Studi Semesteran, Beban Studi Kumulatif, dan Waktu Studi Kumulatif
1. Beban Studi Semesteran
Beban studi semesteran adalah jumlah SKS yang ditempuh mahasiswa pada suatu semester tertentu. Besaran beban studi semesteran secara umum ditetapkan oleh Jurusan/Prodi, sedangkan secara khusus beban studi semesteran dapat melebihi atau kurang dari besaran beban studi yang ditetapkan dengan mempertimbangkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh mahasiswa serta persetujuan Dosen Pembimbing Akademik.
2. Beban Studi Kumulatif
Beban Studi Kumulatif adalah jumlah SKS minimal yang harus ditempuh mahasiswa agar dapat dinyatakan telah menyelesaikan suatu program studi tertentu.
3. Waktu Studi Kumulatif
Waktu Studi kumulatif adalah batas waktu maksimal harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan studinya di suatu program pendidikan.
Besarnya beban studi kumulatif dan waktu studi kumulatif maksimal bagi tiap program berbeda :
Program Magister minimum 36 sks dan maksimum 50 sks untuk 4 semester atau paling lama 10 semester.
3.4 Beban Satuan Kredit Semester (SKS) Kegiatan Kuliah
Satu satuan kredit semester (1 sks) kegiatan kuliah ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu selama satu semester, yang terdiri atas tiga kegiatan berikut:
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 15 1. Satu jam perkuliahan terjadwal
2. Satu jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar/pengasuh mata kuliah bersangkutan, antar lain menyelesaikan pekerjaan rumah, tugas pembuatan referat, menerjemahkan suatu artikel, dan sebagainya;
3. Satu jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya.
3.5 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Seminar dan Kapita Selekta Satu satuan kredit semester (1 sks) kegiatan seminar dan kapita selekta pada dasarnya mengacu pada kegiatan kuliah. Kegiatan seminar dan kapita selekta diatur sebagai berikut:
1. Jumlah kepustakaan yang dijadikan acuan mahasiswa dan kemudian dirangkum dalam menulis makalah dan dipresentasikan di depan forum untuk bobot 1 sks adalah minimum 3 buah judul, tergantung bobot kepustakaannya.
2. Mahasiswa secara bergilir diberi peran sebagai penyaji makalah, pembahas, atau moderator.
3.6 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Praktikum di Laboratorium dan Sejenisnya
Satu satuan kredit semester (1 sks) kegiatan praktikum di laboratorium dan sejenisnya ditetapkan setara dengan beban studi minimal 2 jam kerja laboratorik terjadwal, disertai oleh:
1. Satu jam kegiatan terstruktur, tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar yang bersangkutan, misalnya diskusi dan penulisan laporan tiap minggu selama satu semester, dan
2. Satu jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya.
3.7 Beban Satuan Kredit Semester Kerja Lapangan dan Sejenisnya
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 16 Satuan kredit semester (1 sks) kerja lapangan dan sejenisnya ditetapkan setara dengan beban studi minimal 4 jam terjadwal tiap minggu selama satu semester, yang disertai oleh:
1. Satu jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar/pengasuh mata kuliah bersangkutan, misalnya diskusi, seminar, konferensi kasus, dan penulisan laporan tiap minggu selama satu semester, dan
2. Satu sampai dua jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya.
3.8 Beban Satuan Kredit Semester Penelitian, Penulisan Tesis, dan Sejenisnya
Satuan kredit semester (1 sks) kegiatan penelitian, penulisan tesis, dan sejenisnya pada dasarnya mengacu pada kerja lapangan, yaitu setara dengan beban studi minimal 4 jam terjadwal tiap minggu selama satu semester, yang disertai oleh:
1. Satu jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar/pengasuh mata kuliah bersangkutan, misalnya diskusi, seminar, studi kepustakaan, penelitian laboratorium/lapangan, partisipasi pada sesuatu lembaga, dan sebagainya;
2. Satu-dua jam kegiatan mandiri, misalnya mencari buku/jurnal di perpustakaan lain, menyiapkan penelitian, menulis tesis, dan sebagainya.
3.9 Jenis Mata Kuliah
Jenis mata kuliah yang ditawarkan meliputi:
1. MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian), ditujukan untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan bangsa.
2. MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan), ditujukan untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu;
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 17 3. MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya), ditujukan untuk menghasilkan
tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai;
4. MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya), ditujukan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai;
5. MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat), ditujukan untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
3.10 Matrikulasi
Mahasiswa pascasarjana wajib mengikuti matrikulasi yang diselenggarakan oleh program studi masing-masing dan dinyatakan lulus setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pascasarjana. Kegiatan ini mempunyai manfaat sebagai berikut :
1. Memberikan penyegaran materi bagi mahasiswa baru
2. Memberikan pandangan dan pemahaman yang sama antar mahasiswa baru 3. Memberikan dasar – dasar keilmuan awal dari sebuah program studi 4. Sebagai pertimbangan untuk melanjutkan program studi tertentu 5. Membantu mahasiswa dalam memahami kurikulum program studi
6. Penyetaraan mata kuliah terhadap mahasiswa baru yang berasal dari berbagai macam latar belakang
3.11 Registrasi Mahasiswa
Registrasi adalah proses yang harus dilalui oleh mahasiswa pada setiap awal semester yang mencakup proses (1) registrasi administrasi, (2) registrasi akademik, dan (3) registrasi mata kuliah. Keseluruhan proses ini harus dilakukan secara berurutan pada masa-masa yang telah ditentukan dalam kalender akademik.
Tujuan registrasi administrasi adalah untuk:
1. Menerima pembayaran biaya pendidikan.
2. Memberikan status aktif kepada mahasiswa sehingga mahasiswa berhak menggunakan fasilitas pendidikan dan pengajaran di Untirta.
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 18 3. Menghimpun data mahasiswa sehingga dapat digunakan untuk kepentingan
perencanaan keuangan dan evaluasi program studi.
A. Pembayaran Biaya Pendidikan
1. Biaya pendidikan untuk semester baru harus dibayarkan pada awal semester sebelum mahasiswa melakukan tahapan registrasi selanjutnya.
2. Biaya pendidikan dibayar untuk satu semester.
3. Besarnya biaya pendidikan dan biaya lainnya ditetapkan dengan Keputusan Rektor.
B. Registrasi
Registrasi dilakukan oleh setiap mahasiswa pada awal semester untuk memperoleh status aktif pada semester tersebut. Registrasi dapat dilakukan setelah mahasiswa melunasi biaya pendidikan yang ditetapkan. Registrasi terdiri dari:
1. Registrasi calon mahasiswa baru
Registrasi ini merupakan kelanjutan dari seleksi penerimaan mahasiswa baru.Bagi mereka yang dinyatakan lulus seleksi, diharuskan mendaftarkan diri untuk memperoleh status sebagai mahasiswa Pascasarjana Untirta Syarat-syarat registrasi calon mahasiswa baru adalah:
a. Melakukan pembayaran SPP pada nomor rekening Bank yang telah ditentukan;
b. Mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) di Sekretariat Program Studi yang dipilih;
c. Menyerahkan surat izin belajar dari Kemenristekdikti dan persyaratan Untirta lainnya bagi calon mahasiswa warga negara asing.
Calon mahasiswa baru yang tidak memenuhi ketentuan di atas tidak dapat diterima sebagai mahasiswa Pascasarjana Untirta, walaupun sudah dinyatakan lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru.
2. Her-registrasi mahasiswa lama
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 19 Her-registrasi mahasiswa lama dinyatakan selesai dengan pelunasan biaya pendidikan melalui bank yang ditunjuk.
3.12 Registrasi Akademik
Registrasi akademik dilakukan oleh setiap mahasiswa pada awal semester untuk memperoleh hak mengikuti kegiatan akademik pada semester tersebut.
Registrasi akademik dilakukan setelah mahasiswa melakukan registrasi.
1. Bahan-bahan yang diperlukan untuk registrasi akademik.
a. Formulir Kartu Rencana Studi (KRS);
b. Kartu Hasil Studi semester yang lalu (KHS);
c. Jadwal kuliah.
2. Kegiatan dalam registrasi akademik
a. Menjelang dimulainya kegiatan semester baru, pada jadwal yang telah ditetapkan dalam kalender akademik, mahasiswa menentukan rencana studi dengan memilih mata kuliah yang akan diikutinya pada semester tersebut.
b. Pemilihan mata kuliah tersebut dilakukan mahasiswa di bawah bimbingan dosen wali atau ketua program studi (dalam hal dosen wali berhalangan) dengan memperhatikan jadwal kuliah dan prestasi akademik yang dicapai pada semester-semester sebelumnya. Mata kuliah yang dipilih dicantumkan dalam Kartu Rencana Studi (KRS).
c. Dosen Pembimbing Akademik menandatangani KRS dan diserahkan kepada sekretariat program studi.
.
3.13 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
1. KTM diberikan kepada mahasiswa baru yang sudah menyelesaikan registrasi.
2. KTM berfungsi sebagai bukti mahasiswa Pascasarjana Untirta.
3. KTM dipergunakan untuk mendapatkan akses berbagai fasilitas di Untirta.
3.14 Bimbingan Akademik
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 20 1. Untuk membantu keberhasilan studinya, mahasiswa perlu mendapatkan
bimbingan akademik secara teratur, terpadu dan menyeluruh dari dosen pembimbing akademik.
2. Tugas dosen pembimbing akademik adalah:
a. Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana studi, memberikan pertimbangan kepada mahasiswa dalam menentukan jumlah SKS dan jenis mata kuliah yang akan diambil tiap semester.
b. Memantau dan membantu perkembangan akademik mahasiswa.
c. Membantu memecahkan masalah akademik dan non-akademik yang dihadapi mahasiswa.
d. Melaporkan kepada ketua prodi/direktur jika mahasiswa menghadapi masalah yang memerlukan penanganan khusus.
3. Untuk menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan di atas, mahasiswa dan dosen pembimbing akademik harus melakukan pertemuan secara terstruktur, minimum 3 kali dalam satu semester.
4. Proses bimbingan akademik dalam hal ini dilaksanakan ketua dan sekretaris program studi.
3.15 Perkuliahan
Setiap mahasiswa diwajibkan menyusun rencana studi di dalam Kartu Rencana Studi (KRS), yang berisi semua mata kuliah yang akan ditempuh untuk satu semester. KRS hanya boleh diisi setelah mahasiswa membayar SPP sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh program studi.
Kartu Rencana Studi tersebut disetujui/ditandatangani oleh Pembimbing Akademik dan disahkan oleh Ketua Program Studi. Pembatalan keikutsertaan dalam kuliah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan Ketua Program Studi dan Pembimbing Akademik. Mahasiswa wajib menandatangani daftar hadir yang diedarkan pada tiap kuliah. Dosen yang mengajar menandatangani daftar hadir pada lembaran yang sama.
Mahasiswa hanya diperkenankan mengikuti ujian akhir semester (UAS) apabila telah mengikuti kuliah minimal 80% (12 kali tatap muka) dari 16 kali tatap muka untuk masing- masing mata kuliah. Apabila syarat minimal kehadiran
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 21 kuliah ini tidak dipenuhi, mahasiswa tersebut dianggap tidak memenuhi syarat untuk mengikuti ujian akhir semester.
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 22 BAB IV
SUASANA AKADEMIK
4.1 Pengertian Suasana Akademik
Proses Pendidikan di Pascasarjana berdasarkan nilai-nilai kognitif, afektif dan psikomotorik, dilaksanakan melalui proses transformasi produktif yang intinya untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berkualitas dan mampu memenuhi kepuasan dari mereka (user) yang akan memanfaatkannya sebagai sumber daya produksi aktif di industri ataupun lapangan kerja yang lain. Proses transformasi ini memerlukan berbagai macam prasyarat agar mampu menghasilkan luaran akhir (finished goods output) yang berkualitas dan mampu menjamin tercapainya standar kinerja yang ditetapkan. Secara sistematis proses transformasi-produktif yang berlangsung di Pascasarjana dapat dilihat dalam bagan Gambar 1.
Suasana akademik, seperti halnya komponen-komponen masukan dan proses lainnya, merupakan salah satu komponen yang akan memberi pengaruh signifikan di dalam menghasilkan kualitas keluaran (lulusan, dll). Suasana akademik merupakan komponen evaluasi diri yang harus selalu diperbaiki dan ditingkatkan secara sistematis, berkelanjutan serta dipergunakan sebagai salah satu komponen penjamin mutu.
Gambar 1. Proses Transformasi-Produktif di Perguruan Tinggi (Sumber : Buku Pedoman Evaluasi-Diri Program Studi –BANPT, 2002)
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 23 Suasana akademik memang bukan sebuah komponen fisik yang memiliki dimensi yang bisa diukur dengan suatu tolok ukur yang jelas, namun suasana akademik yang berkualitas akan mampu dikenali dan dirasakan. Identifikasi serta daya upaya untuk melakukan perubahan dan perbaikan dari komponen pendukung terbentuknya suasana akademik yang kondusif akan menghasilkan proses pembelajaran (transformasi-produktif) yang berkualitas.
Gambar 2. Objek dan Komponen Evaluasi Diri
Suasana akademik atau sering juga disebut sebagai academic atmosphere merupakan kondisi yang harus mampu diciptakan untuk membuat proses pembelajaran di Pascasarjana berjalan sesuai dengan visi, misi, dan tujuannya.
Suasana akademik menciptakan iklim yang kondusif bagi kegiatan akademik, interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara sesama mahasiswa, maupun antara sesama dosen untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 24 4.2. Mekanisme Penetapan Standar
Suasana akademik seperti apa yang menjadi harapan dan cita-cita yang harus diwujudkan oleh sebuah lembaga Perguruan Tinggi. Standar dan/atau tolok ukur yang bagaimana sehingga mampu menggambarkan suasana akademik yang berkualitas dan mekanisme penetapan standar yang handal. Jika suasana akademik sudah berhasil mencapai tingkat kualitas yang diidealkan, maka hal tersebut dapat diukur dengan diwujudkannya budaya akademik yang mengedepankan nilai-nilai dan etika akademik dari seluruh civitas akademika Perguruan Tinggi.
4.3 Mekanisme Pemenuhan Standar
Pascasarjana adalah sebuah lembaga untuk membentuk dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkelanjutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perilaku akademik yang dilandasi nilai, norma, etika dan budaya akademik mampu menjadi rumah lentera (house of lightening) yang dapat menunjukkan arah pengembangan kehidupan bermasyarakat. Pascasarjana mampu menjalankan fungsi dan peranannya sebagai agen perubahan (agent of change) maupun agen pembangunan (agent of development), antara lain terbentuk melalui suasana akademik. Suasana akademik harus mampu diwujudkan, dipelihara dan ditingkatkan secara persuasif, dinamis, serta berkelanjutan dengan memperbaiki segala kekurangan yang ada. Beberapa paparameter seperti sarana/prasarana akademik, mutu dan kuantitas interaksi kegiatan, rancangan kegiatan, ketelibatan sivitas akademika dalam berbagai kegiatan, dan pengembangan kepribadian ilmiah akan dijadikan sebagai tolok ukur pemenuhan standar terwujudnya suasana akademik yang diharapkan (BANPT, 2003). Dalam menciptakan suasana akademik yang kondusif, fasilitas dan berbagai sumber daya pendidikan hanya faktor pendukung, tetapi kesadaran akan tanggungjawab dari sivitas akademika yang lebih signifikan dan menjadi roh terwujudnya suasana akademik yang diharapkan.
4.4 Manajemen Pengendalian Standar
4.4.1 Pembinaan Suasana dan Budaya Akademik
Suasana akademik di Pascasajana tidak akan bisa terwujud dengan sendirinya, melainkan harus direncanakan, diorganisasikan, dioperasikan dan dikendalikan
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 25 dengan model manajemen tertentu. Suasana akademik juga dapat dikendalikan melalui penggunaan P-D-C-A (Plan, Do, Check dan Action), yang akan menghasilkan pengembangan dan perbaikan secara berkelanjutan (continuous improvement) atau kaizen mutu suasana akademis di Pascasarjana. Suasana akademik merupakan hasil interaksi dari berbagai macam komponen pendukung seperti digambarkan dalam bentuk Diagram Ishikawa atau Fishbone Diagram.
Secara sederhana, suasana akademik yang kondusif dapat disimpulkan dari derajat kepuasan dan derajat motivasi civitas akademika dalam berperilaku untuk mencapai tujuan pribadi, sebagai fungsi dari tujuan Pascasarjana. Dalam pengertian tersebut, kinerja pribadi anggota civitas akademika (yang tidak terlepas dan dilandasi dengan tujuan pribadi) terkait dan menunjang kinerja kelembagaan.
Oleh karena itu, manajemen Pascasarjana harus mampu melakukan sinkronisasi antara tujuan pribadi dengan visi, misi dan tujuan lembaga.
4.4.2 Pengukuran Kinerja Suasana Akademik
Peningkatan suasana akademik merupakan tindakan pengelolaan/pembinaan yang direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakandan dikendalikan, komprehensif dan terintegrasi. Semua komponen yang terkait dengan pencapaian tingkat mutu, suasana akademis yang lebih baik dan lebih kondusif harus disiapkan dan dikondisikan dengan baik.
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 26 Dimensi yang lazim digunakan sebagai komponen perencanaan dalam program pembinaan suasana akademik,adalah (1) tata hubungan antar pribadi, (2) kepedulian mengenai tujuan kelembagaan, (3) kemampuan inovasi, (4) kepedulian pada peningkatan kualitas berkelanjutan, serta (5) kenyamanan suasana kerja.
Kondisi dan suasana akademik yang kondusif dan melibatkan komponen - komponen yang terkait tersebut tidak dapat langsung mencapai tingkat ideal sekaligus, tetapi harus melalui mekanisme PDCA yang harus dikerjakan dengan sistematis, step-by-step, berkelanjutan dan tentu saja memerlukan kesabaran serta komitmen semua pihak (stakeholders) yang terlibat dalam proses peningkatan dan penjaminan mutu Pascasarjana. Langkah perbaikan bisa diawali dengan mengidentifikasi masalah utama dan pemetaan, yang dalam hal ini dapat dijadikan sebagai tolok ukur kondisi suasana akademis yang diharapkan. Langkah yang biasanya diambil adalah dengan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat). Berdasarkan hasil analisis tersebut kemudian dibuat strategi dan langkah perbaikan terhadap faktor-faktor yang secara signifikan bisa menghasilkan perubahan suasana akademik yang lebih kondusif.
Gambar 7. Langkah Perbaikan Berkelanjutan Menuju Suasana Akademik Berkualitas
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 27 Gambar 8. Pengendalian Standar Kinerja Keterlibatan Dosen
dalam Kegiatan Ilmiah Melalui Manajemen PDCA
Peningkatan mutu suasana akademis dapat dilakukan melalui kegiatan pengukuran kinerja yang ditujukan terhadap komponen yang relevan. Berdasarkan standar yang telah ditetapkan, kemudian dapat dilakukan langkah perencanaan untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan dan mengimplementasikannya melalui tindakan-tindakan nyata. Mekanisme pengendalian seperti ini lazim dikenal dalam manajemen mutu sebagai langkah PDCA (Plan, Do, Check, Action). Gambar 8 merupakan contoh praktek baik dari langkah PDCA yang dilakukan terhadap komponen keterlibatan dosen dalam kegiatan ilmiah (penelitian, seminardan penulisan jurnal) dengan standar dan target rencana perbaikannya yang jelas .
4.4.3 Suasana Akademik di Pascasarjana UNTIRTA
Suasana akademik merupakan faktor sangat penting dalam menunjang performa atau kinerja sebuah lembaga perguruan tinggi, terlebih bagi sebuah pascasarjana. Betapa pentingnya suasana akademik, maka dalam mewujudkannya
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 28 diperlukan pemahaman dan komitmen seluruh civitas akademika pascasarjana yang harus diwujudkan dan dikembangkan secara konsisten dalam sistem organisasi yang tertata kelola dengan sistematis dan kondusif. Suasana atau atmosfir akademik yang baik harus mampu diciptakan untuk membuat proses pembelajaran berjalan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang telah dirumuskan.
Sekalipun penciptaan suasana akademik itu merupakan tugas dan tanggung jawab semua civitas akademika; namun, tak dapat dipungkiri bahwa kunci utama keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tinggi bergantung pada peran dosen dalam meramu proses pembelajaran menjadi tim-tim pembelajaran mahasiswa yang bermutu dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas.
Ramuan proses pembelajaran yang dilakukan dosen secara berstandar, baik dalam: kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses operasionalnya, penilaiannya, dukungan sarananya, kualifikasi dan kompetensi dosennya, maupun standar pengelolaannya. Dengan pemenuhan standar-standar tersebut secara utuh, komprehensif, dan integratif merupakan modal kuat dalam mewujudkan suasana akademik yang diharapkan.
Standar kompetensi lulusan yang harus dikembangkan menyangkut ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan serta mengacu pada capaian pembelajaran berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Idonesia (KKNI). Isi pembelajaran untuk mencapai kompetensi lulusan tersebut harus dikembangkan berdasarkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta teori yang terintegrasi dengan aplikatifnya. Nilai-nilai yang harus dimiliki, dikembangkan, dan ditransformasikan dalam proses operasional pembelajaran antara lain : holistik, interaktif, integratif, scientifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif berbasis student centered dengan constructivistic approach. Standar penilaian hasil pembelajaran dilakukan secara otentik, objektif, akuntabel dan transparan sehingga hasilnya dapat diketahui oleh pihak terkait, untuk ditindaklanjuti baik yang terkait dengan kebijakan dan pengembangan, maupun refleksi perbaikan.
Bentuk pengembangan suasana akademik yang kondusif lainnya di pascasarjana dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan bernilai akademik untuk menciptakan harmonisasi interaksi antara dosen dengan mahasiswa, dosen dengan dosen, mahasiswa dengan mahasiswa melalui aktivitas : diskusi, seminar,
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 29 konferensi, penelitian, kuliah umum, pengabdian kepada masyarakat, penerbitan jurnal, mimbar bebas, kegiatan perlombaan atau kompetisi. Berbagai aktivitas tersebut sebagai pengembangan atmosfir akademik berbasis karakter ilmiah : jujur, amanah, wibawa, adil, religious, akuntabel yang selanjutnya digambarkan sebagai berikut :
Karakter ilmiah JAWARA
Suasana akademik
Dosen Mahasiswa
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 30 BAB V
EVALUASI HASIL BELAJAR DAN BATAS WAKTU STUDI
5.1 Evaluasi
Evaluasi hasil belajar mahasiswa dilakukan sekurang-kurangnya tiga kali, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), dan siding tesis. Di samping itu, Program Studi dapat menambah bentuk evaluasi lain yang dianggap penting.
5.1.1 Nilai Akhir
Nilai akhir suatu mata kuliah yang diperoleh mahasiswa dinyatakan dengan dua cara, yaitu huruf mutu dan angka mutu, yang disusun ke dalam peringkat berikut:
Huruf Mutu Angka Mutu
A 4,00
A- 3,70
B+ 3,30
B 3,00
B- 2,70
C 2,00
D 1,0
E 0
5.1.2 Huruf Mutu Akhir yang Sah
1. Nilai akhir (huruf mutu) mata kuliah atau hasil evaluasi akhir sesuatu mata kuliah hanya dianggap sah apabila:
a) Mahasiswa terdaftar pada semester bersangkutan;
b) Mata kuliah tersebut terdaftar dalam KRS mahasiswa yang bersangkutan pada semester bersangkutan.
2. Semua nilai akhir (huruf mutu) mata kuliah atau hasil evaluasi akhir sesuatu mata kuliah yang tidak memenuhi persyaratan butir (1) di atas dinyatakan tidak berlaku (gugur).
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 31 5.1.3 Evaluasi Hasil Belajar
1. Evaluasi hasil belajar mahasiswa dalam suatu mata kuliah sekurang- kurangnya merupakan gabungan dari 3 (tiga) macam penilaian:
a. Ujian Tengah Semester b. Ujian Akhir Semester
c. Nilai-nilai lainnya, antara lain: tugas terstruktur, tugas mandiri, diskusi, laporan hasil praktikum, atau kerja lapangan
2. Nilai akhir yang diberikan oleh dosen harus merupakan huruf mutu yang pasti;
3. Nilai akhir (huruf mutu) ditulis di Daftar Nilai Ujian Akhir Semester (DNUAS)
4. Dosen pengampu mata kuliah bertanggung jawab atas kebenaran nilai akhir (huruf mutu) yang telah ditulis di Daftar Nilai Ujian Akhir Semester (DNUAS);
5.1.4 Cara Penilaian
Penilaian dilakukan terhadap penguasaan materi oleh mahasiswa, baik untuk ranah kognitif, psikomotorik, maupun afektif. Kriteria penilaian yang digunakan adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP), dengan klasifikasi sebagai berikut :
Huruf
Mutu Angka Mutu
Rentang Nilai Skala 0 s.d. 100
A 4,00 91 s.d. 100
A- 3,70 81 s.d. 90
B+ 3,30 75 s.d. 80
B 3,00 68 s.d. 74
B- 2,70 61 s.d. 67
C 2,00 48 s.d. 60
D 1,0 41 s.d. 47
E 0 0 s.d. 40
5.1.5 Perbaikan Huruf Mutu
BUKU PANDUAN AKADEMIK PASCASARJANA UNTIRTA 32 Perbaikan huruf mutu dapat dilaksanakan pada semester reguler (semester gasal atau genap) atau pada semester pendek. Huruf mutu D harus diperbaiki dengan cara mengontrak kembali mata kuliah bersangkutan pada semester berikutnya. Perbaikan huruf mutu berlaku ketentuandi bawah ini :
(1) Mata kuliah yang dapat diperbaiki huruf mutunya harus dikontrak kembali (dimasukkan dalam KRS).
(2) Huruf mutu yang diperbaiki tersebut dapat berubah sesuai perolehan angka mutunya.
(3) Huruf mutu yang digunakan untuk perhitungan IPS dan IPK adalah huruf mutu yang paling tinggi.
5.1.6 Jumlah Huruf Mutu
Untuk dapat dinyatakan berhak mengikuti ujian akhir (Tesis), minimal memiliki IPK 3,00.
5.1.7 Indeks Prestasi Semester (IPS)
1. Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa dalam satu semester
2. IPS dihitung pada tiap akhir semester 3. Rumus perhitungannya sebagai berikut :
Jumlah (AM x SKS) IPS = _______________
Jumlah SKS 5.1.8 Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
1. Indeks prestasi kumulatif (IPK) merupakan angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai dengan semester paling akhir yang telah ditempuh;
2. IPK dihitung pada tiap akhir semester dan atau akhir program pendidikan 3. Rumus perhitungannya sebagai berikut (pembulatan ke bawah apabila
kurang dari 0,05 dan ke atas apabila sama/lebih dari 0,05);
IPK =Jumlah (AM x SKS)seluruh smtr yang ditempuh Jumlah SKS seluruh semester yang ditempuh