MODUL
KEPERAWATAN GERONTIK
Tim Penyusun :
Ns. Arfah May Syara, S.Kep,M.Kep Ns. Juni Mariati,S.Kep.M.Kep
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkankehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia Nya modul praktikum ini dapatdiselesaikan. Modul ini disusun untuk memenuhi proses pembelajaran mata kuliah Keperawatan gerontik yang ada pada kurikulum Keperawatan dan sebagai pegangan bagi dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran baik di kelas, laboratorium maupun klinik/lapangan sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan sehingga proses pembelajaran yang dibahas mengikuti standar yang sudah dibuat.
Dengan diterbitkannya modul ini diharapkan mahasiswa dan dosen dapa tmelaksanakan pembelajaran dengan terarah, mudah dan berorientasi pada pendekatan SCL sehingga pembelajaran yang dilakukan dapa tmeningkatka nkualitas pembelajaran dan memotivasi mahasiswa dapat belajar dengan disiplin dan mampu menghadapi soal uji kompetensi dengan baik.
Terimakasih kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan modul ini. Semoga modul ini dapat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa di fakultas keperawatan
Tim Penyusun
Institut Kesehatan MedistraLubuk Pakam Visi
Menjadiinstitut yang unggul dan profesionaldalambidangkesehatan di tingkat Nasional dan Asia tahun 2028.
Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang unggul, berkarakter, dan kompeten yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan globalisasi;
2. Menyelenggarakan penelitian yang inovatif, produktif dan responsive terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat;
3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlandaskan nilai dan tanggung jawab sosial; dan
4. Menjalin kerjasama yang baik dengan stakeholder mulai dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai pengguna lulusan.
Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Visi
Menghasilkanlulusan yang ungguldalambidangkeperawatan trauma dan manual terapi yang mampubersaingsecaranasional danmenuju regional Asia tahun 2024.
Misi
1. Menyelenggarakan proses belajarmengajar yang kondusif dengan berbagaifasilitasbelajar, metode, dan sistempembelajarankelas dan praktik (laboratorium, RS, dan pelayanankesehatanlainnya) sehinggamenghasilkankarakter yang unggul, kompeten dan excellent service;
2. Mengoptimalkan dan mengimplementasikan program risetkeperawatan dan
fisioterapi di
tingkatlokalmaupunnasionaldenganmenggunakanpendekatanrisetkolaboratifdalambid angilmukeperawatan dan fisioterapi;
3. Mengimplementasikan program
pengabdiankepadamasyarakatberbasisrisetuntukmenyelesaikanberbagaipermasalahan
kesehatan di tingkatnasionalbahkankawasan regional Asia denganmenekankanupayapendekatanpreventive health science;
4. Menjalin kerjasama yang baikdengan stakeholder mulaidaripemerintah, dunia usaha, dan masyarakatsebagaipenggunalulusan.
Program Studi KeperawatanDiploma Tiga Visi
Menjadi Program Studi KeperawatanDiploma Tigayang ungguldalambidangkeperawatan trauma dan menghasilkanlulusan yang mampubersaingsecaranasional danmenuju regional Asia tahun 2024.
Misi
1. Meningkatkankualitas Dosen melaluipendidikan formal berjenjang dan berlanjutserta non formal melaluipendidikan dan pelatihan non gelar.
2. Menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang terselenggaranyaproses pembelajaran.
3. Melaksanakanpembelajaransesuaidengankurikulum Program Studi Keperawatan Diploma Tiga dengankeunggulankeperawatan trauma.
4. Melaksanakanpenelitiansesuaidengan roadmap penelitian di bidangkeperawatanterutamakeperawatan trauma.
5. Melaksanakanpengabdiankepadamasyarakatsesuaidenganhasilpenelitian di bidangkeperawatanterutamakeperawatan trauma.
6. Memperluasjaringankerjasamabaik di dalammaupunluar negeri yang mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi.
7. Melaksanakanpenjaminanmutudalampenyelenggaraan Program Studi.
DAFTAR ISI
COVER……… ... i
KATA PENGANTAR……… ... ii
DAFTAR ISI………... iii
PENJELASAN MATA KULIAH……….. ... vi
BAB I: TOPIK 1 1. KonsepKeperawathn Gerontik...7
Konsep gerontology demografi, biologos, psikologis, spiritual, kesehatam, social; budaya, ekonomi, hukumetika ...7
Teori menuadilihatdariberbagaiperspektif ...8
TOPIK 2 2. Mengidentifikasi trend dan issue keperawatan gerontik...10
Issue dan trend keperawatangerontik………10
Program kebijakanpeningkatan Kesehatan lansiua di Indonesia………….….…………11
TOPIK 3 3.Konsep and of life lansiadenganpenyakit terminal dan peranperawatdalampelayanan Kesehatan lansia...11
TOPIK 4 4.Hubungan dan kimunikasiterhadaplansia, teknikdsancaramengaolikasikankomunikasi pada lansia...14
TOPIK 5 5. Perubahan dan gangguan yang terjadi pada lansia, gangguanfungsiefektif, depresi dan poenyakit kronik...16
TOPIK 6
6. Perubahan dan gangguan yang terjadi pada lansia:gangguanistirahat dan tidur pada lansia………17 TOPIK 7
7. Konsepaskep pada lansiaberdasarkan NANDA, NIC dan NOC, perencanaanpulang dan follow up………18 TOPIK 8
8. Intervensikeperawatan pada lansia………..20 TOPIK 9
9. Konsepaskep pada lansiaberdasarkan NANDA, NIC dan NOC, perencanaanpulang dan follow up………22
TOPIK 10
10. Askepgerontik yang memilikimasalahterntuataupenyakit yang seringdiderita lansia...24
TOPIK 11
11. Konsepaskep pada lansiaberdasarkan NANDA, NIC dan NOC, perencanaanpulang dan follow up……….26
TOPIK 12
12. Askepgerontik yang memilikimasalahterneti osteoporosis………..28 TOPIK 13
13. Pengertian, tujuan, sop, dan manfaatpemberiankompreshangatjahemerah…30 TOPIK 14
14. Askepgerontik yang memilikimasalah Kesehatan tertentupenyakit yang
dideritalansiaArtritis………32
DAFTAR PUSTAKA ………34
BAB I
KONSEP GERONTOLOGI
KegiatanPraktik 1
1. Kemampuan Akhir yang Diharapkan
Mampu memahamikonsepgerontologi, mengkaji status fungsionalgerontik dan pengisian format penilaianpenkes
2. Uraian Materi
Topik 1
KonsepKeperawatanGerontik A. DEFINISI KEPERAWATAN GERONTIK
Keperawatangerontikadalahsuatubentukpelayananprofesional yang didasarkan pada ilmu dan kiat/teknikkeperawatan yang bersifatkonprehensifterdiridari bio-psiko- sosio-spritual dan kultural yang holistik, ditujukan pada klienlanjutusia, baiksehatmaupunsakit pada tingkatindividu, keluarga, kelompok dan masyarakat (UU RI No.38 tahun 2014). Pengertian lain dari keperawatan gerontik adalah praktek keperawatan yang berkaitan dengan penyakit pada proses menua (Kozier, 1987).
SedangkanmenurutLueckerotte (2000) keperawatangerontikadalahilmu yang mempelajaritentangperawatan pada lansia yang berfokus pada pengkajiankesehatan dan status fungsional, perencanaan, implementasisertaevaluasi.
Berdasarkanpengertiantersebutdapatdisimpulkanbahwakeperawatangerontikad alahsuatubentukpraktekkeperawatanprofesional yang ditujukan pada lansiabaiksehatmaupunsakit yang bersifatkomprehensifterdiridari bio-psiko-sosial dan spiritual denganpendekatan proses keperawatanterdiridaripengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaandanevaluasi.
B. FOKUS KEPERAWATAN GERONTIK
Peningkatankesehatan (health promotion)
Upaya yang dilakukanadalahmemeliharakesehatan dan mengoptimalkankondisilansiadenganmenjagaperilaku yang sehat.
Contohnyaadalahmemberikanpendidikankesehatantentanggiziseimbang pada lansia, perilakuhidupbersih dan sehatsertamanfaatolahraga.
Pencegahanpenyakit (preventif)
Upaya untukmencegahterjadinyapenyakitkarena proses penuaandenganmelakukanpemeriksaansecaraberkalauntukmendeteksisedinimungkint erjadinyapenyakit, contohnyaadalahpemeriksaantekanandarah, gula darah, kolesterolsecaraberkala, menjagapolamakan, contohnyamakan 3 kali
seharidenganjarak 6 jam,
jumlahporsimakanantidakterlalubanyakmengandungkarbohidrat (nasi, jagung, ubi) dan mengaturaktifitas dan istirahat, misalnyatidurselama 6-8 jam/24 jam.
Mengoptimalkanfungsi mental.
Upaya yang dilakukandenganbimbinganrohani, diberikanceramah agama, sholatberjamaah, senam GLO (Gerak LatihOtak) (GLO) dan melakukanterapiaktivitaskelompok, misalnyamendengarkanmusikbersamalansia lain dan menebakjudullagunya.
Mengatasigangguankesehatan yang umum.
Melakukanupayakerjasamadengantimmedisuntukpengobatan pada penyakit yang dideritalansia, terutamalansia yang memilikiresikotinggiterhadappenyakit, misalnya pada saatkegiatanPosyandu Lansia.
C. TUJUAN KEPERAWATAN GERONTIK
1) Lanjutusiadapatmelakukankegiatansehari–harisecaramandiri dan produktif.
2) Mempertahankankesehatansertakemampuanlansiaseoptimalmungkin.
3) Membantumempertahankan dan meningkatkansemangathiduplansia (Life Support).
4) Menolong dan merawatklienlanjutusia yang menderitapenyakit (kronisatauakut).
5) Memeliharakemandirianlansia yang sakitseoptimalmungkin.
D. TEORI PROSES MENUA 1. Teori – teoribiologi
a) Teori genetik dan mutasi(somatic mutatie theory)
Menurutteoriinimenuatelahterprogramsecaragenetikuntukspesies – spesiestertentu. Menuaterjadisebagaiakibatdariperubahanbiokimia yang diprogram oleh molekul – molekul / DNA dan setiapsel pada saatnyaakanmengalamimutasi.
Sebagaicontoh yang khasadalahmutasidarisel – selkelamin (terjadipenurunankemampuanfungsionalsel) Pemakaian dan rusakKelebihanusaha dan stresmenyebabkansel – seltubuhlelah (rusak)
b) Reaksidarikekebalansendiri(auto immunetheory)
Di dalam proses metabolismetubuh, suatusaatdiproduksisuatuzatkhusus. Ada
jaringantubuhtertentu yang
tidaktahanterhadapzattersebutsehinggajaringantubuhmenjadilemah dan sakit.
c) Teori “immunology slow virus” (immunology slow virustheory)
Sistem immune menjadiefektifdenganbertambahnyausia dan masuknya virus kedalamtubuhdapatmenyebabkankerusakan organ tubuh
d) Teoristres
Menuaterjadiakibathilangnyasel-sel yang biasadigunakantubuh.
Regenerasijaringantidakdapatmempertahankankestabilanlingkungan internal, kelebihanusaha dan stresmenyebabkansel-seltubuhlelahterpakai
e) Teori radikalbebas
Radikal bebasdapatterbentukdialambebas, tidakstabilnyaradikalbebas (kelompok atom) mengakibatkanosksidasioksigenbahan-bahanorganiksepertikarbohidrat dan protein. Radikal bebasinidapatmenyebabkansel-seltidakdapatregenerasi.
2. Teori kejiwaansosial
a) Aktivitasataukegiatan(activitytheory)
Lansia mengalamipenurunanjumlahkegiatan yang dapatdilakukannya. Teori inimenyatakanbahwalansia yang suksesadalahmereka yang aktif dan ikutbanyakdalamkegiatansosial. Ukuran optimum (polahidup) dilanjutkan pada carahidupdarilansia. Mempertahankanhubunganantarasistemsosial dan individu agar tetapstabildariusiapertengahankelanjutusia.
b) Kepribadianberlanjut(continuitytheory)
Dasar kepribadianatautingkahlakutidakberubah pada lansia. Teori inimerupakangabungandariteoridiatas. Pada teoriinimenyatakanbahwaperubahan yang terjadi pada seseorang yang lansia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yangdimiliki.
c) Teori pembebasan(disengagementtheory)
Teori inimenyatakanbahwadenganbertambahnyausia, seseorangsecaraberangsur-angsurmulaimelepaskandiridarikehidupansosialnya.
Keadaaninimengakibatkaninteraksisosiallanjutusiamenurun,
baiksecarakualitasmaupunkuantitassehinggaseringterjaadikehilanganganda(triple loss),yakni:
a) Kehilanganperan b) Hambatankontaksosial
c) Berkurangnyakontakkomitmen
3. Teori Penuaan a) Teori seluler
Kemampuanselhanyadapatmembelahdalamjumlahtertentu dan kebanyakansel–seltubuh “diprogram” untukmembelah 50 kali. Jika seldaritubuhlansiadibiakkanlaludiobrservasi di laboratoriumterlihatjumlahsel–
sel yang akanmembelahsedikit. Pada beberapasistem, sepertisistemsaraf, sistem musculoskeletal dan jantung, sel pada jaringan dan organ dalamsistemitutidakdapatdigantijikaseltersebutdibuangkarenarusakataumati.
Oleh karenaitu, sistemtersebutberesikoakanmengalami proses penuaan dan
mempunyaikemampuan yang
sedikitatautidaksamasekaliuntuktumbuhdanmemperbaikidiri (Azizah,2011)
b) Sintesis Protein (Kolagen dan Elastis)
Jaringansepertikulit dan kartilagokehilanganelastisitasnya pada lansia. Proses kehilanganelastisitasinidihubungkandenganadanyaperubahankimia pada komponen protein dalamjaringantertentu. Pada lansiabeberapa protein (kolagen dan kartilago, dan elastin pada kulit) dibuat oleh tubuhdenganbentuk dan struktur yang berbedadari protein yang lebihmuda. Contohnyabanyakkolagen pada kartilago dan elastin pada kulit yang kehilanganfleksibilitasnyasertamenjadilebihtebal,
seiringdenganbertambahnyausia. Hal
inidapatlebihmudahdihubungkandenganperubahanpermukaankulit yang kehilanganelastisitanya dan cenderungberkerut, juga terjadinyapenurunanmobilitas dan kecepatan pada system musculoskeletal (Azizah dan Lilik, 2011).
c) KeracunanOksigen
Teori initentangadanyasejumlahpenurunankemampuansel di
dalamtubuhuntukmempertahankandiridarioksigen yang
mengandungzatracundengankadar yang tinggi,
tanpamekanismepertahanandiritertentu.
Ketidakmampuanmempertahankandiridaritoksintersebutmembuatstrukturmembranse lmengalamiperubahansertaterjadikesalahangenetik.
Membranseltersebutmerupakanalatselsupayadapatberkomunikasidenganlingkungann ya dan berfungsi juga untukmengontrol proses pengambilannutrisidengan proses ekskresizattoksik di dalamtubuh. Fungsikomponen protein pada membransel yang sangat pentingbagi proses tersebut, dipengaruhi oleh rigiditasmembran.
Konsekuensidarikesalahangenetikadalahadanyapenurunanreproduksisel oleh mitosis yang mengakibatkanjumlahselanak di semuajaringan dan organ berkurang. Hal iniakanmenyebabkanpeningkatankerusakansistemtubuh (Azizah dan Lilik, 2011).
d) Sistem Imun
Kemampuansistemimunmengalamikemunduran pada masa penuaan.
Walaupundemikian, kemundurankemampuansistem yang terdiridarisistemlimfatik dan khususnyaseldarahputih, juga merupakanfaktor yang berkontribusidalam proses penuaan. Mutasi yang berulangatauperubahan protein pascatranlasi, dapatmenyebabkanberkurangnyakemampuansistemimuntubuhmengenalidirinyasendi ri. Jika mutasiisomatikmenyebabkanterjadinyakelainan pada antigen permukaansel,
makahaliniakandapatmenyebabkansistemimuntubuhmenganggapsel yang mengalamiperubahantersebutsebagaiselasing dan menghancurkannya.
Perubahaninilah yang menjadidasarterjadinyaperistiwaautoimun. Disisi lain sistemimuntubuhsendiridayapertahanannyamengalamipenurunan pada proses menua, dayaserangnyaterhadapselkankermenjadimenurun,
sehinggaselkankerleluasamembelah-belah (AzizahdanMa’rifatulL.,2011)
4. Teori MenuaAkibatMetabolisme
Menurut Mc. Kay et all., (1935) yang dikutipDarmojo dan Martono (2004), pengurangan “intake” kalori pada rodentiamudaakanmenghambatpertumbuhan dan memperpanjangumur. Perpanjanganumurkarenajumlahkaloritersebutantara lain disebabkankarenamenurunnya salah satuataubeberapa proses metabolisme.
Terjadipenurunanpengeluaranhormon yang merangsangpruferasiselmisalnya insulin dan hormonpertumbuhan.
5. Teori Psikologis
a) AktivitasatauKegiatan(Activity Theory)
Seseorang yang dimasamudanyaaktif dan
terusmemeliharakeaktifannyasetelahmenua. Sense of integrity yang dibangundimasamudanyatetapterpeliharasampaitua. Teori inimenyatakanbahwa pada lansia yang suksesadalahmereka yang aktif dan ikutbanyakdalamkegiatansosial (Azizah dan Ma’rifatul, L., 2011).
b) Kepribadianberlanjut(Continuity Theory)
Dasar kepribadianatautingkahlakutidakberubah pada lansia. Identity pada lansia yang sudahmantapmemudahkandalammemeliharahubungandenganmasyarakat, melibatkandiridenganmasalah di masyarakat, kelurga dan hubungan interpersonal (Azizah dan Lilik M, 2011).
6. Teori Pembebasan (Disengagement Theory)
Teori inimenyatakanbahwadenganbertambahnyausia, seseorangsecarapelantetapipastimulaimelepaskandiridarikehidupansosialnyaataumen arikdiridaripergaulansekitarnya (Azizah dan Lilik M, 2011).Faktor – faktor Yang MempengaruhiKetuaanHereditas Atau KetuaanGenetik
a) Nutrisi Atau makanan b) Status Kesehatan c) Pengalaman Hidup d) Lingkungan
e) Stres
PENGKAJIAN STATUS FUNGSIONAL ( IndeksKemandirian Katz )
No Aktivitas Mandiri Tergantung
1 Mandi Mandiri
Bantuan hanya pada satu bagian mandi ( seperti punggung atau ekstremitas yang tidak mampu ) atau mandi sendiri sepenuhnya Tergantung :
Bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh, bantuan
masuk dan keluar dari bak mandi, serta tidak mandi sendiri 2 Berpakaian Mandiri
:
Mengambil baju dari lemari, memakai pakaian, melepaskan pakaian,
mengancingi/mengikat pakaian. Tergantung :
Tidak dapat memakai baju sendiri atau hanya sebagian 3 Ke Kamar Kecil Mandiri
:
Masuk dan keluar dari kamar kecil kemudian membersihkan genetalia sendiri
Tergantung :
Menerima bantuan untuk masuk ke kamar kecil dan menggunakan pispot
4 Berpindah Mandiri :
Berpindah ke dan dari tempat tidur untuk duduk, bangkit dari kursi sendiri Bergantung :
Bantuan dalam naik atau turun dari tempat tidur atau kursi, tidak melakukan satu, atau lebih perpindahan
5 Kontinen Mandiri :
BAK dan BAB seluruhnya dikontrol sendiri Tergantung :
Inkontinensia parsial atau total; penggunaan kateter,pispot, enema dan pembalut ( pampers )
6 Makan Mandiri :
Mengambil makanan dari piring dan menyuapinya sendiri Bergantung :
Bantuan dalam hal mengambil makanan dari piring dan menyuapinya, tidak makan sama sekali, dan makan parenteral ( NGT )
Keterangan :
Beri tanda( v ) pada point yang sesuaikondisiklien AnalisisHasil :
Nilai A :Kemandirian dalam hal makan, kontinen ( BAK/BAB ), berpindah, kekamar kecil, mandi dan berpakaian.
Nilai B :Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tersebut
Nilai C : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan satu fungsi tambahan Nilai D : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, dan satu fungsi
tambahan
Nilai E : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi tambahan.
Nilai F : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan
Nilai G : Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut
RINGKASAN
Keperawatangerontikadalahsuatubentukpelayananprofesional yang didasarkan pada ilmu dan kiat/teknikkeperawatan yang bersifatkonprehensifterdiridari bio-psiko- sosio- spritual dan kultural yang holistik, ditujukan pada klienlanjutusia, baiksehatmaupunsakit pada tingkatindividu, keluarga, kelompok dan masyarakat (UU RI No.38 tahun 2014).
Pengertian lain darikeperawatangerontikadalahpraktekkeperawatan yang berkaitandenganpenyakit pada proses menua (Kozier, 1987). SedangkanmenurutLueckerotte (2000) keperawatangerontikadalahilmu yang mempelajaritentangperawatan pada lansia yang berfokus pada pengkajiankesehatan dan status fungsional, perencanaan, implementasisertaevaluasi. Upaya yang dilakukanadalahmemeliharakesehatan dan mengoptimalkankondisilansiadenganmenjagaperilaku yang sehat.
Contohnyaadalahmemberikanpendidikankesehatantentanggiziseimbang pada lansia, perilakuhidupbersih dan sehatsertamanfaatolahraga
TOPIK 2
MENGIDENTIFIKASI TREND DAN ISSUE KEPERAWATAN GERONTIK
1. TREND DAN ISSUE KEPERAWATAN GERONTIK
A. Trend issue pelayanankeperawatan pada lansia :Pengontrolanbiayadalampelayanankesehatan
Diupayakansesingkatmungkin di pelayanankesehatankarenapergeseranpelayanandari
RS kerumah(home care).Diperlukanperawat yang
kompetensecarateknologi&transkulturalPemanfaatan caregiver ataupemberdayaanklienuntukbertanggungjawabterhadapperawatandirinya
B. Perkembanganteknologi&informasi
Data based pelayanankesehatankomprehensif, Penggunaan computer-based untukpencatatanklien,Pemberipelayanandapatmengaksesinformasiselama 24 jam, Melalui
internet dapatdilakukanpendidikankesehatan pada
klienataumembuatperjanjian.Peningkatanpenggunaanterapialternatif
(terapimodalitas&terapikomplementer) Banyak masyarakat yang memanfaatkanterapialternatiftetapitidakmampumengaksespelayanankesehatan.Dalammel aksanakanpendidikankesehatan,
perawatsebaiknyamengintegrasikanterapialternatifkedalammetodepraktikpendidikankese hatantersebut.Perawatharusmemahamiterapialternatifsehinggamampumemberikanpelayan anatauinformasi yang bermanfaat agar pelayananmenjadilebihbaik.
Perubahandemografi
a) Pengembangan model pelayanankeperawatanmenjadi holistic model, yang memandangmanusiasecaramenyeluruh,
b) Perawatmempertimbangkanuntukmelakukanpraktikmandiri, Perawatharuskompetendalampraktik“home care”,
c) Perawatmemilikipemahamankeperawatantranskultural (berbasisbudaya) sehinggaefektifdalammemberikanpelayanantype self care,
d) Perawatmelakukanpromosikesehatan dan
pencegahanpenyakit&ketidakmampuan pada penduduk yang sudahlansia, e) Perawatmampumenanganikasuskronis dan ketidakmampuan pada lansia,
Perawatmelakukanproteksikesehatandengandeteksidini&manajemenkesehatans ecaratepat,
f) Mampu berkolaborasidenganklien,
anggotatiminterdisiplinerdalammemberikanpelayanan, g) Mampu mengembangkanperanadvokasi.
C. Community-based nursing care
1) Mampu berkolaborasidalamtimuntukmelakukanpelayanankesehatan pada lansia, 2) Mampu
menggunakanilmu&teknologiuntukmeningkatkankomunikasiinterdisiplindenganti m dan klien,
3) Mempunyaikemampuandalammengambilkeputusansesuaidengankodeetikkeperaw atan.
D. FUNGSI PERAWAT GERONTIK
MenurutEliopoulus (2005), fungsiperawatgerontikadalah:
1) Guide Persons of all ages toward a healthy aging process (membimbing orang pada segalausiauntukmencapai masa tua yang sehat).
2) Eliminate ageism (menghilangkanperasaantakuttua).
3) Respect the tight of older adults and ensure other do the same (menghormatihak orang dewasa yang lebihtua dan memastikan yang lain melakukanhal yang sama).
4) Overse and promote the quality of service delivery (memantau dan mendorongkualitaspelayanan)
2. PELAYANAN KESEHATAN PADA LANJUT USIA
Pelayanankesehatan pada lansiadiperlukanuntukmemelihara dan mengatasimasalah pada lanjutusia. Dasar hukumpembinaankesehatan pada lansiaadalahUndang- undangNomor 13 Tahun 1998 TentangKesejahteraan Lansia, PeraturanPemerintahNomor 43 Tahun 2004 TentangPelaksanaan Upaya PeningkatanKesejahteraan Lansia, Keputusan PresidenNomor 52 Tahun 2004 TentangKomisi Nasional Lansia, dan Keputusan PresidenNomor 93/M Tahun 2005 TentangKeanggotaanKomisi Nasional LanjutUsia.
Pelayanankesehatan yang baik pada lansiabertujuanmemperpanjangusiaharapanhidup dan masa produktif, terwujudnyakemandirian dan kesejahteraannya, terpeliharanyasistemnilaibudaya dan kekerabatanbangsa Indonesia
sertalebihmendekatkandirikepada Tuhan Yang Maha
Esa.Babinimenyajikanmateripelayanankesehatan pada lansia yang terdiridariPosyandu Lansia, PuskesmasSantunUsiaLanjut dan Pelayanan Kesehatan di Posyandu. Dalam topikinimambahaspelayanankesehatanlansiaberupaposyandulansia :
Posyandu Lansia 1) Pengertian
Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) adalahkegiatankesehatandasar yang diselenggarakandari, oleh dan untukmasyarakat yang dibantu oleh petugaskesehatan.
Posyandumerupakankegiatanswadayadarimasyarakat di bidangkesehatanatau UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) yang dibentukberdasarkaninisiatif dan kebutuhanmasyarakat. Posyandu Lansia adalah pos pelayananterpadu di suatu wilayah tertentu dan digerakkan oleh masyarakat agar lansia yang tinggaldisekitarnyamendapatkanpelayanankesehatan. Posyandu Lansia merupakanpengembangandarikebijakanpemerintahuntukmemberikanpelayanankesehatan bagilansia yang diselenggarakanmelalui program Puskesmasdenganmelibatkanperanserta para lansia, keluarga, tokohmasyarakat dan organisasisosial. Posyandu Lansia merupakansuatufasilitaspelayanankesehatan yang berada di desa/kelurahanbertujuanuntukmeningkatkankesehatanmasyarakatkhususnyalansia.
Posyandulansiaadalahwahanapelayanan yang dilakukandari, oleh, dan untuklansiayangmenitikberatkan pada pelayananpromotif dan preventiftanpamengabaikanupayakuratifdanrehabilitatif.
Posyandulansiamerupakanupayakesehatanlansia yang
mencakupkegiatanpelayanankesehatanbertujuanuntukmewujudkan masa tua yang bahagiadanberdayaguna.
2) SasaranPosyandu Lansia Sasaranlangsung
a) Kelompokprausialanjut (45-59 tahun) b) Kelompokusialanjut (60 tahunkeatas)
c) Kelompokusialanjutdenganresikotinggi (70 tahunkeatas) Sasarantidaklangsung
a) Keluargadimanausialanjutberada
b) Organisasisosial yang bergerakdalampembinaanusialanjut Masyarakat luas
3) Tujuan Posyandu Lansia Tujuan Umum
Meningkatkanderajatkesehatanlansiauntukmencapai masa tua yang bahagia&berdayagunadalamkehidupankeluarga dan masyarakat.
Tujuan khusus
a) Meningkatkankesadaranlansiauntukmembinasendirikesehatannya.
b) Meningkatkankemampuan&peransertamasyarakatdalammengatasimasalahkeseha tanlansiasecara optimal.
c) MeningkatkanjangkauanpelayanankesegatanlansiaMeningkatnyajenis dan mutuyankeslansia.
4) Jenis Pelayanan Kesehatan Di Posyandu Lansia
a) Pemeriksaankemandiriandalammelakukanaktifitassehari-hari, b) Pemeriksaan status mental,
c) Pemeriksaan status gizi,
d) Pengukurantekanandarah dan denyutnadi , e) Pemeriksaan Hb sahli,
f) Pemeriksaan gula darah, g) Pemeriksaan protein urine,
h) PelaksanaanrujukankePuskesmas, apabiladitemukankelainan pada pemeriksaanbuPenyuluhankesehatanbaik di dalammaupun di luarkelompokmelaluikunjunganrumahlansiadenganresikotinggiterhadappenyakit dan konselinglansia,
i) Kunjunganrumah oleh kaderdisertaipetugaskesehatandalamrangakegiatan
j) Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
untuklansiadenganresikotinggiterhadappenyakit,
k) Pemberian PMT (pemberianmakanantambahan) Kegiatanolah raga untuklansia.
5) MekanismePelaksanaanKegiatanPosyandu Lansia
Pelaksanaankegiatandenganmenggunakansistem lima mejayaitu:
a) Meja 1: Pendaftaran
Lansia datangberkunjungkePosyandulansia dan mendaftarkandirilansia, sendiriataudisertaipendampingdarikeluargaataukerabat, lansia yang sudahterdaftar di buku register langsungmenujumejaselanjutnyayaknimeja 2.
b) Meja 2: Pelayanan Kesehatan oleh Kader
Kader melakukanpengukurantinggi badan, berat badan, dan tekanandarah pada lansia.
c) Meja 3: Pencatatan (PengisianKartuMenuju Sehat)
Kader melakukanpencatatan di KMS lansiameliputi :Indeks Massa Tubuh, tekanandarah, berat badan, tinggi badan lansia.
d) Meja 4: Penyuluhankesehatan oleh Petugas Kesehatan dariPuskesmas, Dinas kesehatan, Kementriankesehatan, atauInstansi lain yang bekerjasamadenganPosyanduLansia.
Penyuluhankesehatanperoranganberdasarkan KMS dan pemberianmakanantambahan, ataupunmaterimengenaitindakanpromotif dan preventifterhadapkesehatan Lansia.
e) Meja 5: Pelayananmedis
Pelayanan oleh tenaga professional
yaitupetugasdariPuskesmas/kesehatanmeliputikegiatan: pemeriksaan dan pengobatanringanuntukpreventif, rehabilitatifdankuratif.
PelaksanaanPosyandu Lansia dibantu oleh kaderkesehatan. Kader Lansiaadalahseorangtenagasukareladari, oleh dan untukmasyarakat, yang bertugasmembantukelancaranpelayanankesehatan.
Keberadaankaderseringdikaitkandenganpelayananrutin di posyandu.Kaderkesehatandapatdibentuksesuaidengankeperluanuntukmenggerakkanp artisipasimasyarakatatausasarannyadalam program pelayanankesehatan. Tugas kaderkesehatanlansiaadalahsebagaiberikut :
FORMAT PENILAIAN PENDIDIKAN KESEHATAN (Individu)
NAMA MHS :………..
NIM :………..
HR/TGL :………..
TOPIK PEND KES :………..
NO ASPEK YANG DINILAI BBT NILAI
A FASE PRE INTERAKSI 15%
1. Mempersiapkan media dan materi dengan baik 2. Menyiapkan audien
A FASE ORIENTASI 15%
1. Mengucapkan salam 2. Melakukan kontrak waktu
3. Menjelaskan tujuan umum Pendidikan kesehatan 4. Menanyakan kesiapan audien
B. FASE KERJA 50%
1. Validasi pengetahuan audien 2. Menjelaskan tujuan khusus
3. Menjelaskan materi pendidikan kesehatan 4. Penguasaan materi
5. Kejelasan penyampaian materi
C. FASE TERMINASI 10%
1. Menyimpulkan informasi yang telah disampaikan 2. Mendorong diskusi pada audien
3. Melakukan evaluasi
D PENAMPILAN 10%
1. Ketenangan
2. Penggunaan waktu dan interaksi dengan audien
TOTAL 100
<56 :kurang, 56-67 : cukup, 68-79 : Baik , > 80 : baiksekali
Samarinda, ... 2020 Pembimbing
( )
EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN
NO TUGAS NILAI KET
1. Bina hubungan dengan
Bobot 1 2 3 4 5 6 7 8 10
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
klien
Identifikasi kebutuhan atau masalah dari klien
Merumuskan rencana intervensi
Melibatkan klien dan petugas
Melaksanakan tugas sesuai peran
Melaksanakan rencana intervensi
Menggunakan media dan tehnik yang tepat
Berkomunikasi secara efektif dengan klien
10 10 10 10 20 10 10 10
9. Mengevaluasi hasil
Jumlah :
RINGKASAN
Diupayakansesingkatmungkin di pelayanankesehatankarenapergeseranpelayanandari
RS kerumah(home care). Diperlukanperawat yang
kompetensecarateknologi&transkulturalPemanfaatan caregiver ataupemberdayaanklienuntukbertanggungjawabterhadapperawatandirinya. Data based pelayanankesehatankomprehensif, Penggunaan computer-based untukpencatatanklien, Pemberipelayanandapatmengaksesinformasiselama 24 jam, Melalui internet
dapatdilakukanpendidikankesehatan pada
klienataumembuatperjanjian.Peningkatanpenggunaanterapialternatif
(terapimodalitas&terapikomplementer) Banyak masyarakat yang memanfaatkanterapialternatiftetapitidakmampumengaksespelayanankesehatan. Dalam melaksanakanpendidikankesehatan,
perawatsebaiknyamengintegrasikanterapialternatifkedalammetodepraktikpendidikankese
hatantersebut.
Perawatharusmemahamiterapialternatifsehinggamampumemberikanpelayananatauinform asi yang bermanfaat agar pelayananmenjadilebihbaik.
TOPIK 3
KONSEP AND OF LIFE LANSIA DENGAN PENYAKIT TERMINAL DAN PERAN PERAWAT DALAM PELAYANAN KESEHATAN LANSIA
A. PengertianPaliatifeend of live
End of livemerupakan salah satutindakan yang
membantumeningkatkankenyamananseseorang yang mendekatiakhirhidup (Ichikyo, 2016). End of life careadalahperawatan yang diberikakepada orang-orang yang berada di
bulanatautahunterakhirkehidupannya. End of
lifemembantupasienmeninggaldenganbermartabat. Pasien yang beradadalamfaseinibiasanyameningkatkanperawatan yang maksimal dan
dapatmeningkatkankenyamananpasientersebut. End of
lifemerupakanbagianpentingdarikeperawatanpaliatif yang diperuntukkanbagipasien yang mendekatiakhirkehidupan. Perawatanpaliatifberasaldari kata palliate (bahasainggris) berartimeringankan, dan “Palliare” (bahsalatin yang berarti “menyelubungi”-penj), merupakanjenispelayanankesehatan yang berfokusuntukmeringankangejalaklien, bukanberartikesembuhan.
End of lifebertujuanutntukmembantu orang hidupdengansebaik-baiknya dan
meninggaldenganbermartabat (Curie, 2014). End of life careadalah salah satukegiatanmembantumemberikandukunganpsikososial dan spiritual. Jadi dapatdisimpulkanbahwa end of life care merupakan salah satutindakankeperawatan yang difokuskankepada orang yang telahberada di akhirhidupnya, tidnakaninibertujuanuntukmembuat orang hidupdengansebaik- baiknyaselamasisahidupnya dan meninggaldenganbermartabat.
B. Prinsip-prinsip End Of Life
Menurut NSW Health (2005) Prinsip End Of Life antaralain : a. Menghargaikehidupan dan perawatandalamkematian
Tujuan utamadariperawatanadalahmempertahankankehidupan, namunketikahiduptidakdapatdipertahankan,
tugasperawatanadalahuntukmemberikankenyamanan dan martabatkepadapasien yang sekarat, dan untukmendukung orang lain dalammelakukannya
b. Hakuntukmengetahui dan memilih
Semua orang
yangmenerimaperawatankesehatanmemilikihakuntukdiberitahutentangkondisimere
ka dan pilihanpengobatanmereka.
Merekamemilikihakuntukmenerimaataumenolakperngobatandalammemperpanjang hidup. Pemberiperawatanmemilikikewajibanetika dan hokum untukmengakui dan menghormatipilihan-pilihansesuaidenganpedoman
c. Menahan dan menghentikanpengobatandalammempertahankanhidup
Perawatan end of life yang tepatharusbertujuanuntukmemberikapengobayan yang
terbaikuntukindividu. Ini
berartibahwatujuanutamauntukperawatanuntukmengakomodasikenyamanan dan martabat,
makamenahanataumenarikintervensiuntukmempertahankanhidupmungkindiperbole hkandalamkepentinganterbaikdaripasien yang sekarat
d. Sebuahpendekatankolaboratifdalamperawatan
Kelaurga da
tenagakesehatanmemilikikewajibanuntukbekerjasamauntukmembuatkeputusanbagi
pasien yang kurangbisadakampengambilankeputusan,
denganmempertimbangkankeinginanpasien
e. Transparansi dan akintabilitas
Dalam rangkamenjagakepercayaandaripenerimaperawatan dan untukmemastikanbahwakeputusan yang tepatdibuat, maka proses oengambilankeputusan dan hasilnyaharusdijelaskankepada para pasien dan akuratdidokumentaskan
f. Perawatan dan diskriminatif
Keputusan pengobatan pada akhirhidupharus non-diskriminatif dan harusbergantunghanya pada factor-faktor yang relevandengankondisimedis, nilai- nilai dan keinginanpasien
g. Hak dan kewajibantenagakesehatan
Tenaga kesehatantidakberkewajibanuntukmemberikanperawatan yang tidakrasional, khususnyapengobatanyang tidakbermanfaatbagipasien.
Pasienmemilikihakuntukmenerimaperawatan yang sesuai, dan tenagakesehatanmemilikitanggungjawabuntukmemberikanpengobatan yang sesuaidengannorma-normaprofesioanl dan standarhukum
C. Tujuan Perawatanend of life
Tujuan dariperawatan palliative adalahuntukmengurangipenderitaanpasien, memperpanjangumurnya, meningkatkankualitashidupnya, juga memberikan support kepadakeluarganya. Meski pada akhirnyapasienmeninggal, yang terpentingsebelummeninggaldiasudahsiapsecarapsikologis dan spiritual, tidakstresmenghadapipenyakit yang dideritanya. Perawatanpaliatifmeliputi :
c. Menyediakanbantuandari rasa sakit dan gejalamenyedihkanlainnya d. Menegaskanhidup dan memepercepatataumenundakematian.
e. Mengntegrasikanaspek-aspekpsikologis dan spiritual perawatanpasien f. Tidak mempercepatataumemperlambatkematian
g. Meredakannyeri dan gejalafisik lain yang mengganggu
h. Menawarkansistempendukunguntukmembantukeluargamenghadapipenyakitpasie n dan kehilanganmereka.
D. HakHakPenderita
1. Tahu status kesehatannya 2. Ikutsertamerencanakanperawtan 3. Dapatinformasitindakaninvasif 4. Pelayanantanpadiskriminasi 5. Dirahasiakanoenyakitnya
6. Dapatbekerja dan dapatproduktif 7. Berkeluarga
8. Perlindunganasuransi 9. Pendidikan yang layak E. Dimensikualitashidup
Dimensidarikualitashidupmenurut Jennifer J. Clinch, Deborah Dudgeeon dan Harvey Scipper (1999) adalah :
1. Penagananpermasalahkondisifisik (gejala dan nyeri) 2. Kemampuanfungsionaldalamberaktifitas
3. Kesejahteraankeluarga 4. Kesejahteraanemosional 5. Spiritual
6. Fungsisosial
7. Kepuasan pada layananterapi (termasukpendanaan) 8. Orientasi masa depan (rencana dan harapan)
9. Seksualitas (termasuk “body image”) 10. Fungsiokupasi
F. Model/TempatPerawatanend of life
1. Rumah sakit, (Hospice hospital care),Poliklinik, Rawat singkat, Rawat Inap 2. Rumah (Hospice home care)
3. Hospis(Hospice care)
4. Praktekbersama , Tim/ kelompokperawatanpaliatif
GERIATRIC DEPRESSION SCALE( SKALA DEPRESI )
NO PERTANYAAN
1 Apakah Anda Sebenarnya Puas Dengan Kehidupan Anda? Tidak
2 Apakah Anda Telah Meninggalkan Banyak Kegiatan Dan Minat/Kesenangan Anda
Ya
3 Apakah Anda Merasa Kehidupan Anda Kosong? Ya
4 Apakah Anda Sering Merasa Bosan? Ya
5 Apakah Anada Mempunyai Semangat Yang Baik Setiap Saat?
Tidak
6 Apakah Anda Merasa Takut Sesuatu Yang Buruk Akan Terjadi Pada Anda?
Ya
7 Apakah Anda Merasa Bahagia Untuk Sebagian Besar Hidup Anda?
Tidak
8 Apakah Anda Merasa Sering Tidak Berdaya? Ya
9 Apakah Anda Lebih Sering Dirumah Daripada Pergi Keluar Dan Mengerjakan Sesuatu Hal Yang Baru?
Ya
10 Apakah Anda Merasa Mempunyai Banyak Masalah Dengan Daya Ingat Anda Dibandingkan Kebanyakan Orang ?
Ya
11 Apakah Anda Pikir Bahwa Kehidupan Anda Sekarang Menyenangkan?
Tidak
12 Apakah Anda Merasa Tidak Berharga Seperti Perasaan Anda Saat Ini?
Ya
13 Apakah Anda Merasa Penuh Semangat? Tidak
14 Apakah Anda Merasa Bahwa Keadaan Anda Tidak Ada Harapan?
Ya
15 Apakah Anda Pikir Bahwa Orang Lain, Lebih Baik Keadaannya Daripada Anda?
Ya
*) SETIAP JAWABAN YANG SESUAIMEMPUNYAI SKOR “1 “ ( SATU ) :
SKOR 5-9 : KEMUNGKINAN DEPRESI
SKOR 10 ATAU LEBIH : DEPRESI
RANGKUMAN
Perawatanpaliatif care adalahpenedekatan yang bertujuanmemperbaikikualitashiduppasien dan keluarga yang menghadapimasalahberhubungandenganpenyakit yang dapatmengancamjiwa, mealauipencegahan dan membantumeringankanpenderitaan, identifikasidini dan penilaian yang tertibsertapenanganannyeri dan masalah lain baikfisik, psikososial dan spiritual.
TOPIK 4
HUBUNGAN KOMUNIKASI DENGAN LANSIA A. Definisi
Pada prinsipnyakomunikasimerupakanbentukupayaantaradua orang ataulebihuntukmenciptakankebersamaan.
Komunikasimerupakanalatefektifuntukmemengaruhitingkahlakumanusia.
Komunikasibertujuanuntukmemudahkan, melancarkan,
sertamelaksanakankegiatantertentudalammenuaitujuansecara optimal hubunganantarmanusia. Dengandemikian, komunikasiadalah proses penyampaianinformasidariseseorangke orang lain dalamrangkamemberitahu,
mengubahsikap, berpendapat,
atauperilakukeseluruhanbaiksecaralangsungmaupuntidaklangsung (Zen, 2013).
Komunikasimerupakanalatuntukmencapaihubunganbantuanpemulihan (helping- healing relationship). Semuaperilakumerupakankomunikasi dan
komunikasiakanmemengaruhiperilaku. Komunikasi interpersonal yang baikmembutuhkan rasa kebersamaan dan kepercayaan. Memahamikomunikasidalamhubungan interpersonal merupakantantangan. Setiapindividumendasarkanpersepsimerekatentanginformasi yang diterima oleh kelimainderayaitupenglihatan, pendengaran, perasa, penghidu, dan
penyentuh. Komunikasitanpadisertaikontakmata dan
responterkadangtidaksesuaidenganapa yang diharapkan. Komunikasi yang
baikakanmemperkuatpihak lain dan
memungkinkanmerekauntukmengenalidirinyasertamenentukanpilihan (Potter & Perry, 2009).
a. Model dan FungsiKomunikasi 1) Model Komunikasi
Model komunikasidibagimenjaditigayaitu model
komunikasi linier (satuarah), interaktif (sirkuler), dan transaksional.
Komunikasisatuarahmerupakan model komunikasidalam proses pengirimaninformasiberaaldarisatusumber. Komunikasiinteraktifmerupakan
proses pertukaranpesanuntukmempertemukan dan
menyatukanpersepsiberdasarkanlatarbelakang masing-masing individu yang terlibatkomunikasi. Komunikasitransaksionalmerupakan proses pertukaraninformasimenggunakan media tertentuuntukmempertemukan dan
menyatukanpikiran, perasaan, dan
perilakudenganmempertahatikanlatarbelakangpartisipan (Zen, 2013).
Keterampilankomunikasiharusmeliputiteknik yang menggambarkankompetensidalamtiaptingkat.
Tingkatankomunikasiterdiridarikomunikasi intrapersonal yang merupakanbentukkomunikasidalamdirisendiri; komunikasi interpersonal merupakankomunikasiantarasatu orang dengansatu orang lainnya; komunikasi transpersonal merupakaninteraksi yang terjadi pada wilayah spiritual seseorang; komunikasikelompokkecil; dan komunikasipublik (Potter & Perry, 2009).
2) FungsiKomunikasi
Komunikasimemilikiperan yang sangat vital dalamkehidupanmanusia.
Komunikasidapatberfungsisebagaisumberinformasi, pendidikan, instruksi, persuasi, dan penghibur (Zen, 2013).
b. Faktor yang memengaruhikomunikasi
Faktor yang memegaruhikomunikasibaiksebagaifaktorpendukungmaupunpenghambatterjadiny akomunikasi yang efektiftidaklepasdariunsurdalamkomunikasi. Menurut Potter dan Perry (2009), unsur-unsurkomunikasidiataranyaialah:
1) Referen
Referanialahsesuau yang
memotivasiseseoranguntukberkomunikasidengan orang lain.
Kualitastidaknyakomunikasiseseorangbisadilihatdarisumberinformasi yang disampaikan. Faktor sumber yang memengaruhi proses komunikasiialahbahasa yang digunakan, ketersediaansumber, dan faktorteknis.
2) Pengirim dan Penerima
Pengirimadalahpihak yang mengirimkan/ menyampaikaninformasi/
pesan. Sedangkanpenerimaadalahpihak yang menerima dan menguraikankodepesan. Komunikasidapatberjalandenganlancar dan efektiftidakjarangkarenafaktorpenampilan dan sikappengirim dan penerima yang meliputisikap, ekspresi verbal, dan non verbal.
3) Pesan
Pesanmerupakanisidarikomunikasi. Pesanmengandungbahasa verbal, nonverbal, dan simbolik. Teknik penyampaianpesan yang digunakanseringterganggukarenafaktorbahasa. Oleh karenaitu, penyampaianpesanharusmenggunakanbahasa yang mudahdimengerti.
4) Media
Media merupakanalatpenyampaian dan
penerimaanpesanmelaluiindrapenglihatan, pendengaran, dan taktil.
Ekspresiwajah
mengirimkan pesan visual, kata-kata memasuki
saluranpendengaran, dan sentuhanmenggunakansalurantaktil.
Individuakanlebihmemahamisuatupesanjikapengirimmenggunakanberbagai media.
5) Umpanbalik
Umpanbalikmerupakanpesan yang dikembalikan oleh penerima.
Unsurinimenunjukkanbahwapenerimatelahmengerti arti pesandaripengirim.
Pengirim dan penerimaharussalingterbuka dan sensitifterhadap masing-masing
pesan agar komunikasiberjalanefektif.
6) Variabel interpersonal
Variabelinimerupakanfaktordalamdiripengirim dan penerima yang memengaruhikomunikasi. Persepsimerupakan salah satubentukvariabel yang memberikanpandanganunikmasingmasingindividu yang terbentuk oleh harapan dan pengalaman individual. Persepsiakan sangat memengaruhijalannyakomunikasikarenadalamberkomunikasiharusadakesamaa npersepsi dan pengertian.
7) Lingkungan
Lingkunganmerupakantempatinteraksibagipengirim dan penerima.
Lingkugan yang efektifharusmemenuhikebutuhanfisik, emosional, dan
keamananpesertakomunikasi. Tujuan
komunikasiakantercapaijikalingkungandiciptakansenyamanmungkin, terutama pada lansia dan anak-anak.
c. BentukKomunikasi
Pesandisampaikansecara verbal, nonverbal, konkret, maupunsimbolis. Saat berkomunikasi, individumengekspresikandirinyamelalui kata, pergerakan, intonasisuara, ekspresiwajah, dan penggunaanjarak. Menurut Potter & Perry (2009), bentuk-bentukkomunikasidiantaranyaialah:
1) Komunikasi verbal
Komunikasiinimenggunakan kata yang ditulisataudiucapkan.
2) Komunikasi nonverbal
Komunikasiinimencakupseluruhindera dan semuahal yang tidakmelibatkan kata tertulisataupunucapanyaitudenganbahasatubuh
3) KomunikasiSimbolik
Komunikasi yang baikmembutuhkankesadarantentangkomunikasisimbolik, yaitusimbollisan dan nonverbal yang digunakanpihak lain
untukmenyampaikan arti. Seni dan
musikmerupakanbentukkomunikasisimbolik.
4) Metakomunikasi
Metakomunikasimerupakanistilahluas yang merujukkepadaseluruhfaktor yang memengaruhikomunikasi.
B. Pola KomunikasiKeluarga
Komunikasimenjadihal yang sangat pentingdalamsebuahhubugan. Tanpakomunikasi, hubungantidakakanhangat dan dekat, ataubahkantiakakansalingmengenal. Pola komunikasiakanmenjadiukurankebahagiaansuatukeluarga. Pola komunikasikeluargamerupakankarakteristik, polainteraksisirkular yang bersinambung dan menghasilkan arti daritransaksiantaraanggotakeluargatermasuklansia. Pola komunikasimelaluiinteraksidapatmemenuhikebutuhanafektifkeluarga. Sifat pertamadarikeluarga yang sehatadalahkomunikasi yang jelas dan
kemampuanuntuksalingmendengarkan. Komunikasi yang
baikdiperlukanuntukmenumbuhkan dan mempertahankanhubungansalingmencintai.
Dalam keluarga, polakomunikasidibedakanmenjadipolakomunikasifungsional dan non fungsional. Komunikasifungsionaldipandangsebagailandasankeberhasilankeluarga yang
sehat. Komunikasi yang sehat dan
fungsionaldalamsuatukeluargamemerlukanpengirimuntukmengirimkanmaksudpesanmela luisaluran yang relatifjelas dan penerimapesanmempunyaipemahaman yang
samadenganapa yang dimaksudkanpengirim. Pola
komunikasifungsionaldalamkeluargamemilikikarakteristikterbuka, jujur, berpikiranpositif, dan selaluberupayamenyelesaikankonflikkeluarga, dan komunikasiberkualitasantarapembicara-pendengar (Friedman dkk, 2014).
Sementarakeluargadenganpolakomunikasidisfungsionalakanmenyebabkanberbagaiper soalanterutamabebanpsikologisbagianggotakeluarga.
Karakteristikpolakomunikasidisfungsionalialahfokuspembicaraanhanya pada satu orang, tidakadadiskusidalamrumah, dan hilangnyaempatidalamkeluarga.
Semuahaltersebutmenyebabkankomunikasidalamkeluargamenjaditertutup dan akanterjadikegagalanpenerimamendengar, menggunakandiskualifikasi, memberikanrespons yang tidaksesuai, gagalmenggalipesanpengirim,
gagalmenvalidasipesan. Oleh karenaitu,
komunikasidalamsebuahkeluargaharusdisesuaikanusianya agar pesandapattersampaikandenganbaik (Friedman dkk, 2014).
C. Komunikasidengan Lansia
Proses komunikasidenganlansiaharusmemperhatikanbeberapahalyaitufaktorfisik, psikologi, dan lingkunganuntukmenerapkanketerampilankomunikasi yang tepat. Selain itu, juga harusmenggunakankonsentrasipenuhdalamberkomunikasidenganlansia.
Perubahan pada lansia juga mengakibatkanlansiamengalamikesulitandalamkomunikasi (Zen, 2013).
a. Teknik berkomunikasidenganlansia
MenurutAspiani (2014), karakteristiklansiaberbeda-
bedasehinggakitaharusmemahamilansiatersebut. Dalam
berkomunikasidenganlansiaadateknik-teknikkhusus agar komunikasi yang dilakukanberlangsunglancar dan sesuaitujuan yang diinginkan, yaitu:
1) Teknik Asertif
Asertifadalahsikap yang dapatmenerima dan
memahamilansiadenganmenunjukkansikappeduli dan
sabaruntukmendengarkan dan memerhatikanketikalansiaberbicara agar maksudkomunikasidapatdimengerti. Asetifmerupakanpelaksanaan dan etikaberkomunikasi.
2) Responsif
Reaksiterhadapfenomena yang terjadi pada
lansiamerupakansuatubentukperhatian yang dapatdiberikan. Ketika terdapatperubahansikapterhadaplansiasekecilapapunhendaknyamengklarifikasi tentangperubahantersebut.
3) Fokus
Sikapinimerupakanupayauntuktetapkonsistenterhadapkomunikasi yang
diinginkan. Hal
iniperludiperhatikankarenaumumnyalansiasenangmenceritakanhal yang tidakrelevan.
4) Suportif
Perubahan yang terjadi pada lansia,
baikaspekfisikmaupunpsikissecarabertahapmenyebabkanemosilansiamenjadila bil. Perubahaninidapatdisikapidenganmenjagakestabilanemosilansia, misalnyadenganmengiyakan, senyum, dan mengaggukkankepalaketika
lansiaberbicara.
5) Klarifikasi
Perubahan yang terjadi pada lansiamenyebabkan proses komunikasitidakberjalandenganlancar.
Klarifikasidengancaramengajukanpertanyaanulang dan memberipenjelasanlebihdarisatu kali perludilakukan agar
maksudpembicaraandapatdimengerti.
6) Sabar dan Ikhlas
Perubahan pada lansia yang terkadangmerepotkan dan kekanakkanakan.
Apabilatidakdisikapidengansabar dan
ikhlasakanmenimbulkanperasaanjengkelsehinggakomunikasitidakberjalanden ganbaik. Hal tersebutmenimbulkankerusakanhubungankomunikasi.
Menurut Zen (2013), dalamberkomunikasidenganlansiaadabeberapateknik yang dapatdilakukanyaitu:
1) Pendekatanperawatanterhadaplansiabaiksecarafisik, psikologis, sosial, dan spiritual sertamenunjukkan rasa hormat dan keprihatinan;
2) Berkomunikasi menggunakan bahasa yang baik dengan
menggunaknakalimatsederhana dan pendek, kecepatan dan tekanansuaratepat, berikankesempatanlansiauntukbicara, hindaripertanyaan yang mengakibatkanlansiamenjawab “ya” dan “tidak” dan ubahtopikpembicaraanjikalansiasudahtidaktertarik;
3) Komunikasi nonverbal yang meliputiperilaku, kontakmata, ekspresiwajah, postur dan tubuh, dan sentuhan;
4) Meningkatkankomunikasidenganlansiayaitudenganmemulaikontak.
5) Suasanakomunikasiharusdiciptakansenyamanmungkinsaatberkomunikasideng anlansia, misalnyaposisi duduk berhadapan, jaga privasi, penerangan yang cukup, dan kurangikebisingan.
b. Hambatanberkomunikasidenganlansia
Proses komunikasidenganlansiaakantergangguapabilaadasikapagresif dan sikap non asertif. Sikapagresifditandaidenganbeberapaperilaku, diantaranyaberusahamengontrol dan mendominasi orang lain, meremehkan orang lain, memepertahankanhaknyadenganmenyerang orang lain, menonjolkandirisendiri, dan mempermalukan orang lain di depanumum. Sedangkantandasikap non asertifdiantaranyaialahmenarikdiribiladiajakberbicara, merasatidaksebaik orang lain, merasatidakberdaya, tidakberanimengungkapkeyakinan, membiarkan orang lain membuatkeputusanuntukdirinya, tampilpasif (diam), mengkutikehendak orang lain, mengorbankankepentingandirinyauntukmenjagahubunganbaikdengan orang lain.
Selain itu, kendala lain dalamberkomunikasidenganlansiaialahgangguanneurologi yang menyebebkangangguanbicara, penurunandayapikir, mudahtersinggung,
sulitmenjalinhubunganmudahpercaya, gangguanpendengaran, gangguanpenglihatan, gangguanfisik, dan hambatanlingkungan (Aspiani, 2014).
c. Pentingnyakomunikasikeluarga pada lansia
Keluargausialanjutadalahkeluarga yang di
dalamnyaterdapatpenduduklansiaatauanggotakeluarga yang seluruhnyaberusialanjut.
Salah satuperankeluargadalammerawatlansiaialahmempertahankan dan meningkatkan status mental lansia (Mubarokdkk, 2011). Keluarga dan lansiaharusmemilikihubungan yang baik. Berkomunikasimerupakan salah satucaramenjagahubungankeluarga dan lansia. Komunikasipentinguntuklansiakarenadapatmeningkatkanhubungansosial di keluargamaupunmasyarakat. Komunikasidapatmenggerakkan dan memeliharakehidupan. Manusia mampumengorganisir, memperbaiki,
mengembangkan, dan
memperluascaraberkomunikasisehinggamanusiadapatbertahanhidup.
Akibatperubahanlansia,
keluargamaupunpetugaskesehatankhususnyaperawatharusmemilikikeyakinanbahwala
nsiaharusdipertahankankemampuankomunikasinya dan
menghilangkanpandanganbahwalansiasulitdiajakberkomunikasi,
tidakperludiajakberkomunikasi, dan tidakmemerlukankomunikasidengan orang lain ataumengabaikannya.
Keluargamerupakansupportsistemutamabagilansiadalammempertahankankesehata nnya. Peran keluargadiantaranyamenjagaataumerawatlansia, mempertahankanataumeningkatkan status mental lansia, mengantisipasiperubahansosialekonomi, dan memberikanmotivasi. Ada beberapahal
yang dapatdilakukan oleh
anggotakeluargadalammelakukanperannyayaitumembantumencukupikebutuhannya, menghormati dan menghargai, tidakmenganggapsebagaibeban, mengajakbepergian, mempertahankankehangatankeluarga, dan melakukankomunikasiterarah (Maryam dkk, 2008). Tujuan lansiaharusselaludiajakberkomunikasiialahmenumbuhkan rasa percayadirilansiakepadapemberiasuhan; memberi rasa amannyamankepadalansiadalammengungkapkanperasaan;
memenuhikebutuhanlansiaakankasihsayang; melatihlansiamengembangkanberbicara,
mendengar, dan menerimarangsangan;
mempertahankankemampuanlansiamengambilkeputusan; dan menciptakanataumeningkatkanhubungansosialdalammasyarakat (Nugroho, 2009).
RANGKUMAN
Pada prinsipnyakomunikasimerupakanbentukupayaantaradua orang ataulebihuntukmenciptakankebersamaan.
Komunikasimerupakanalatefektifuntukmemengaruhitingkahlakumanusia.
Komunikasibertujuanuntukmemudahkan, melancarkan,
sertamelaksanakankegiatantertentudalammenuaitujuansecara optimal hubunganantarmanusia.
Dengandemikian, komunikasiadalah proses penyampaianinformasidariseseorangke orang lain
dalamrangkamemberitahu, mengubahsikap, berpendapat,
atauperilakukeseluruhanbaiksecaralangsungmaupuntidaklangsung (Zen, 2013). Proses komunikasidenganlansiaharusmemperhatikanbeberapahalyaitufaktorfisik, psikologi, dan lingkunganuntukmenerapkanketerampilankomunikasi yang tepat. Selain itu, juga harusmenggunakankonsentrasipenuhdalamberkomunikasidenganlansia.
TOPIK 5
PERUBAHAN YANG TERJADI PADA LANSIA
A. DefinisiFungsiAfektif Pada Lansia
Fungsiafektifadalahresponemosional yang seolah-olahterjadi pada lansiasendiri yang
merupakanpusatdaripengalamanempati dan proses-proses
empatikognitifuntukmendukungataumenujupengalamanafektif.
Fungsiafektifdidefinisikansebagaikemampuanuntukmengidentifikasibagamanaperasaanla nsia lain atauapa yang dirasakan oleh lansialain. Fungsiafektifadalahransanganemosi yang mengarahkanlansiauntukmerasakankepuasan yang pernahdialamisebelumnya. Pendapat
lain mengungkapkan,
fungsiafektifadalahemosiseseoranguntukmenentukanataumempengaruhicaraberpikir dan bertindak. Fungsiafektifmeliputiperasaan, emosi dan afek yang menyertaireaksifisiologis.
Fungsiafektiftidakdapatdipisahkandarikongisikarenasalingekterikatan.
Komponenfungsiafektifdiperlukanuntukterjadinyapengalamanempati,
yaitukemampuanuntukmengalamisecaraemosi dan tingkatreaktivitasemosional yang memadai.
Responfungsiafektidberupakecendrunganreaktivitasuntukbereaksisecaraemosionalterhada psituasi-situasi yang dihadapi, termasukemosi yang tampak pada lansia lain
1. AspekFungsiAfektif
Fungsiafektiddibagimenjadiempat, yaitu : a) Strategi Ecoding
Strategi encodingadalahbagaimana orang
memandangataumengkategorikansuatukejadian. Satu unit afektifpenting yang paling mempengaruhiperilakuadalahkonstruk personal dariseseorang dan strategi encoding, yaitucaramanusiamengkategorisasikaninformasi yang dterimadari stimulus eksternal. Manusia menggunakan proses afektifuntukmengubah
stimulus eksternal. Manusia menggunakan proses afektifuntukmengubah stimulus menjadikonstruk personal, termasukkonsepdiri, pandanganmerekaterhadap orang lain dan caramerekamelihat dunia. Orang yang berbedamelakukan encoding yang berbedaterhadappristiwa yang sama, yang menjelaskanadanyaperbedaan individual dalamkonstruk personal.
Sebagaicontoh, seseoranglansiadapatbereaksidenganmarahsaatdihina, sementaralansia lain dapatmemilihuntuktidakmenghiraukanhinaantersebut.
Orang yang samadapatmelakukan encoding yang berbedaatauperistiwa yang samadalamsituasi yang berbeda. Sebagaicontoh, seseoranglansia yang biasanyamengangkattelepondarisahabatnyaadalahpengalaman yang menyenangkan, dapatmenganggapnyasebagaigangguandalamsituasitertentu.
b) Kompetensi dan Strategi Regulasi Diri
Kompetensi dan strategi regulasidiriadlahapa yang orang dapatlakukanserta strategi dan rencanamerekauntukmenghasilkanperilaku yang diinginkan. Lansia yang berperilaku, sebagianbergantung pada potensiperilaku yang tersediauntuklansia, keyakinanlansiaatasapa yang dapatdilakukan, rencana dan strategi untukmelakukanperilakutersebut, sertaekspektasikitaataskesuksesan.
Keyakinanlansiaatasapa yang
dapatlansialakukanberkaitandengankompetensilansia,
observasiperilakulansiasendiri dan lansialain, lansiabelajarapa yang dapat dan tidakdapatlansialakukandalamsituasitertentu. Lansia menggunakan strategi regulasidiriuntukmengontrolperilakumerekamelaluitujuan yang diberikan pada dirisendiri dan konsekuensiyang dibuatsendiri. Lansia
tidakmembutuhkanpenghargaan dan hukuman yang
bersifateksternaluntukmembentukperilaku,
merekadapatmenentukantujuanuntukdirisendiri dan
kemudianmemberikanpenghargaanataukritik pada
dirinyasendiriberkaitandenganapakahperilakutersebutmenggerakkanmerekakeara htujuan. System reguasidirilansiamembuatmerekamampuuntukmerencanakan,
memulai dan mempertahankanprilaku,
bahkwaketikadukungandarilingkunganlemahatautidakadasamasekali. Tujuan yang tidaktepat dan strategi yang tidakefektifdapatmeningkatkankecemasan dan berakibat pada kegagalan.
c) Ekspektasi dan Keyakinan
Ekspektasi dan keyakinanadlahsuatusituasiperilakuhasil dan stimulus hasil.
Situasiapa pun akanmenghasilkanbanyakpotensiperilaku, tetapibagaimanamanusiaberperilakubergantung pada ekspektasi dan keyakinanspesifikmerekamengenaikonsekuensidari masing-masing kemungkinanperilaku yang berbeda-beda. Pengalamansebelumnya dan mengobservasilansia, lansiabelajaruntukmelakukanperilaku-perilaku yang merekaharapkanakanmenghasilkanpencapaian yang paling bernilaisecarasubjektif. Lansia yang tidakmempunyaiinformasimengenaiapa
yang dapatdiharapkandarisuatuperilaku,
lansiatersebutakanmelkukanperilakuyagnmendapatkanpenguatan yang paling besar pada situasi yang mirip masa lalu. Ekspektasi dan keyakinan yang merujuk
pada banyakkondisi stimulus yang
mempengaruhikemungkinankonsekuensiataspolaperilakuapapunekspektasi.
Ekspektasi dan keyakinanmembantulansiamemprediksiapakejadian yang mungkinterjadi, yang mengikutisuatu stimulus tertentu.
d) Tujuan dan Nilai
Tujuan dan nilai yang
menentukansebagiandariperhatianselektifterhadapsuatukejadian. Lansia tidakbereaksisecarapasif pada situasi, tetapisecaraaktif dan terarah pada tujuan- tujuan. Lansia merumuskantujuan, merancangrencanauntukmencapaitujuan dankemudianmenciptakansituasiemrekasendiri
B. PenyebabGangguanFungsiAfektif Penyebabgangguanfungsiafektif, yaitu :
1) Lansia yang terpicu oleh stress
2) Cirikepribadiantertentu pada
lansiakhususnyakecendrunanuntukmemandangsegalasesuatuserba negative 3) Perasaanbersalah pada lansia
4) Lansia yang tidakmendapatkanmotivasidarikeluarga, teman dan orang-orang disekitarlansia. Dungsiafektifdarikeluargamerupakandasarkekuatankeluarga.
Fungsiafektifdarikeluargauntuklansiabergunauntukpemenuhankebutuhanpsiko sosial. Anggotakeluargamenggunakangambarandiri yang positif, perandijalankandenganbaik dan penuh rasa kasihsayangkepadalansia.
5) Kurangnyadukungan social pada lansia. Dukungan social
merupakanketersediaansumberdaya yang memberikankenyamananfungsi dan psikologis yang dapatlewatpengetahuanbahwaindividutersebutdicintai, diperhatikan, dihargaikeluargamaupun orang lain
C. GangguanFungsiAfektif
Gangguanfungsiafektifadalahgangguan “mood” tingkatemosi yang ekstrim dan tidaksesuai, meliputikegembiraan (elation) dan eksediahn (depression) yang ekstrem.
Ada beberapajenis, yaitugangguanafektifringan, gangguanafektif neurotic dan psikologisafektif, yaitu :
1) GangguanFungsiAfektifRingan
Salah satujenisgangguanpenting yang termasukdalamkategoriiniadalahdepresi normal, yaknidukacita(grief) ataukepedihan. Gangguaninimerupakan proses yang berharga, sepertikematianseorangsuami/istrilansia, kehilanganpekerjaan pada lansia dan kehilangan salah satuanggotatubuh (cacat) pada lansiakarenaterkenapenyakittertentu. Lansia yang dilandadepresi normal semacaminibiasanyamenunjukkanbeberapaciriatautandayaknitidakbereaksiterh adapperistiwa-peristiwa lain yang secara normal akanmembangkitaknrespon yang kuat, tenggelamdalamfantasitentangsituasi yang menimbulkankeupasannamun yang kin sudahberlalu, dan akhirnyakembalimampumemberikanresponterhadap dunia luarlansiamenjadiberkurangkesedihannya, gairahbangkitkembali dan kembalimelibatkandiridalamaktivitassehati-hari
2) GangguanFungsiAfekifNeurotik
Gangguanafektif neurotic adalahagangguanemosiatau mood yang mengakibatkanfungsi dan aktivitaspenderita sangat terlambat, namuntidaksampaimengalamiputuskontakdenganrealitas. Salahsatujenisnya yang pentingadalahdepresi neurotic. Lansia akanmenunjukkansikapputusasa, sedih, tidakbersemangat, cemas, aktivitasdiriberkurang, minatberkurang, sulitberkonentrasi dan susahtidur
3) PsikosisAfektif
Gangguaniniberbedadengandepresineurtikhanyadalamduahal.
Gangguanpertamamempengaruhikeseluruhankepribadianlansia.
Gangguankedualansiakehilangankontakdenganrealitas
EVALUASI UJIAN KASUS INDIVIDU
No. Komponen Bobot Nilai Keterangan
1. Kognitif
1. Kemampuan analisa masalah 2. Kemampuan rasional tindakan 3. Menggunakan dasar
teori/konsep
30
2. Psikomotor 1. Pengkajian
- Tepat, sesuai kebutuha - Menggali data subjektif dan
objektif sesuai 2. Persiapan alat tepat 3. Perencanaan
- Menganalisa dengan tepat - Menyusun prioritas dengan
cara tepat
- Melibatkan klien dalam perencanaan
4. Implementasi
- Keterampilan dalam prosedur - Melakukan tindakan
aseptik/antiseptik
- Memperhatikan respon klien selama tindakan
- Berkolaborasi jika diperlukan - Menciptakan lingkungan
terapuetik 5. Evaluasi
- Menilai efektifitas asuhan - Menilai respon klien
50 10
3 10
20
7 3. Afektif
1. Persiapan 2. Pakaian
3. Etis pada klien dan kolega
10
4. Pencatatan asuhan keperawatan 1. Membuat pencatatan dengan
sistematis dan akurat
10
Jumlah 100
Nama dan tandatanganMahasiswa Nama dan TandatanganPembimbing
(...) (...)
RANGKUMAN
Fungsiafektifadalahresponemosional yang seolah-olahterjadi pada lansiasendiri yang
merupakanpusatdaripengalamanempati dan proses-proses
empatikognitifuntukmendukungataumenujupengalamanafektif.
Fungsiafektifdidefinisikansebagaikemampuanuntukmengidentifikasibagamanaperasaanlansia lain atauapa yang dirasakan oleh lansialain. Fungsiafektifadalahransanganemosi yang mengarahkanlansiauntukmerasakankepuasan yang pernahdialamisebelumnya. Pendapat lain mengungkapkan,
fungsiafektifadalahemosiseseoranguntukmenentukanataumempengaruhicaraberpikir dan bertindak. Fungsiafektifmeliputiperasaan, emosi dan afek yang menyertaireaksifisiologis.
Fungsiafektiftidakdapatdipisahkandarikongisikarenasalingekterikatan.
Komponenfungsiafektifdiperlukanuntukterjadinyapengalamanempati, yaitukemampuan
TOPIK 6
GANGGUAN ISTIRAHAT DAN TIDUR
A. PengertianTidur
Tiduradalahkeadaanperilakuritmik dan siklik yang terjadidalam lima tahapmenurut Stanley & Beare dalamZulmi (2016). Tiduradalahkeadaansaatterjadinya proses pemulihanbagitubuh dan otakserta sangat pentingterhadappencapaiankesehatan yang optimal (Maas, 2011)
B. FungsiTidur
Kegunaantidurmasihbelumjelas,
namundiyakinitidurdiperlukanuntukmenjagakeseimbangan mental, emosional dan
kesehatan. Istirahat dan tidur yang cukup sangat pentingbagikesehatan dan pemulihandarikondisisakit. Potter berpendapatbahwa, selamatidur NREM bermanfaatdalammemeliharafungsijantung dan selamatidurgelombangrendah yang
dalam (NREM dalamtahap IV)
tubuhmelepaskanhormonpertumbuhanmanusiauntukmemperbaiki dan memperbaharuiselepitel dan khusussepertiselotak. Selain itu, tubuhmenyimpanenergiselamatidur dan penurunanmetabolik basal menyimpanpersediaanenergitubuh. Selama tidursemuafungsi- fungsitubuhdiperbaharuilagi. Istirahattidakhanyamencakuptidur, tetapi juga bersantai, perubahandalamaktivitas, menghilangkansegalatekanan-tekanankerjaataumasalah- masalahlainnyamenurut Hodgson, 1991 (di kutipdari Potter & Perry dalam Heny, 2013).
Tidurmemang sangat pentingbagitubuhmanusiauntukjaringanotak dan fungsi organ-
organ tubuhmanusiakarenadapatmemulihkantenaga dan
berpengaruhterhadapmetabolismetubuh. Selain itu juga bisamerangsangdayaasimilasikarenatidurterlalu lama justrubisamenimbulkanhal yang tidaksehatdikarenakantubuhmenyerapataumengasimilasisisametabolisme yang berakibattubuhmenjadiloyo dan tidakbersemangatsaatbanguntidur (Mustika, 2014).
C. FisiologiTidur
Fisiologitidurmerupakanpengaturankegiatantidur yang menghubungkanmekanismeserebralsecarabergantian agar mengaktifkan dan menekanpusatotakuntukdapattidur dan bangun. Salah satuaktivitastidurinidiatur oleh sistempengaktivasiretikularis.
Sistempengaktivasiretikularismengaturseluruhtingkatankegiatansusunansarafpusat, termasukpengaturankewaspadaan dan tidur Hidayat dalam Fauziah, (2013).
Waktu tidurlansiaberkurangberkaitandenganfaktorketuaan.
Fisiologitidurdapatdilihatmelaluigambaranelektrofisiologiksel-selotakselamatidur.
Polisomnografimerupakanalat yang dapatmendeteksiaktivitasotakselamatidur.
Pemeriksaanpolisomnografiseringdilakukansaattidurmalamhari. Alat tersebutdapatmencatataktifitas EEG, elektrookulugrafi, dan elektromiografi.
Elektromiografiperiferbergunauntukmenilaigerakan abnormal saattidur. Stadium tidurdiukurdenganpolisomnografi, terdiridaritidur rapid eye movement (REM) dan tidur non rapid eye movement (NREM). Tidur yang normal melibatkanduafase :tahapan Non
REM (Non Rapid Eye Movement) NREM dan tahapan REM (Rapid Eye Movement) (Agustin, 2015).
Tabel 1. TahapanSiklusTidur Tahapan siklus tidur Karakteristik
Tahap 1 : NREM ‑ Tahap transmisi diantara mengantuk dan tertidur
‑ Ditandai dengan pengurangan aktivitas fisiologis yang dimulai dengan menutupnya mata,
pergerakan lambat, otot berelaksasi serta penurunan secara bertahap tanda-tanda vital dan metabolisme,
‑ Seseorang mudah terbangun pada tahap ini
‑ Tahap ini berakhir 5-10 menit Tahap 2 : NREM ‑ Tahap tertidur ringan
‑ Denyut jantung mulai melambat, menurunnya suhu tubuh, dan berhentinya pergerakan mata
‑ Masih relatif mudah untuk terbangun
‑ Tahap ini akan berakhir 10 hingga 20 menit
Tahap 3 : NREM ‑ Tahap awal dari tidur yang malam
‑ Laju pernapasan dan denyut jantung terus melambat karena sistem saraf parasimpatik semakin mendominasi.
‑ Otot skletal semakin berelaksasi, terbatasnya pergerakan dan mendengkur mungkin saja terjadi.
‑ Pada tahap ini, seseorang yang tidur sulit dibangunkan, tidak dapat diganggu oleh stimuli sensori.
‑ Tahap ini berakhir 15 hingga 30 menit.
Tahap 4 : NREM ‑ Tahap tidur terdalam
‑ Tidak ada pergerakan mata dan aktivitas otot
‑ Tahap ini ditandai dengan tandatanda vital menurun secara bermakna dibanding selama terjaga, laju pernapasan dan denyut jantung menurun sampai 20-30 %
‑ Seseorang terbangun pada saat tahap ini tidak secara langsung menyesuaikan diri, sering merasa pusing dan disorientasi untuk beberapa menit setelah bangun dari tidur.
D. KebutuhanTidur pada Lansia
Kebutuhantidurmanusiatergantung pada tingkatperkembangan. Tabel berikutmerangkumkebutuhantidurmanusiaberdasarkanusiamenurut Hidayat dalam Fauziah (2013).
Tabel 2. KebutuhanTidur Manusia
Usia Tingkat Perkembangan Jumlah Kebutuhan