• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUHASABAH AKHIR DAN AWAL TAHUN MILADIYAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MUHASABAH AKHIR DAN AWAL TAHUN MILADIYAH"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Edisi 1141

Tahun XXIII/2021 20 Jumadil Ula 1443 H / 24 Desember 2021 M

Diterbitkan oleh :

Bidang Penyelenggara Peribadatan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI)

Telp : 021-3868347

MUHASABAH AKHIR DAN

AWAL TAHUN MILADIYAH

(2)

Waktu Adzan : 11.56 WIB

Khatib : Laksma TNI (Pur) KH. Asep Saepudin Imam I : H.A. Rofi’uddin Mahfudz, M.Ag Imam II : H. Ahmad Muzakkir Abdurrahman, Lc Muadzin I : Abdullah Sengkang, S.Pd.I

Muadzin II : H. Ahmad Achwani, S.Ag Qori : H. Ahmad Achwani, S.Ag

(Maqro : QS. Al-Baqarah ayat 217 - 218) Agenda Shalat Jum’at Masjid Istiqlal

Tanggal 20 Jumadil Ula 1443 H / 24 Desember 2021 M

nPengantar Redaksi - 1 nKhutbah Jum’at - 2 nHikmah - 11 nGoresan Imam Besar - 14 nKajian Zhuhur Pilihan - 16 nPelayanan Bimbingan Ikrar Syahadat dan UPZ BAZNAS Istiqlal - 20 nPelayanan Masjid Istiqlal - 21 nJadwal Narasumber Kajian Dialog Zhuhur - 22 nShalat Ghaib - 23 nJadwal Waktu Shalat - 24 nPelaksana Penerbitan Mimbar Jum’at - 24

Daftar Isi

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah bersabda : Artinya : “Apabila engkau berkata pada temanmu “diamlah”

sewaktu imam (khatib) berkhutbah, maka engkau telah lalai (telah sia-sialah pahala Jum’atnya)” (HR. Bukhari dan Muslim).

IBADAH SHALAT JUMAT DILAKSANAKAN TERBATAS DENGAN KETENTUAN PPKM LEVEL II

Disiarkan Langsung :

TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (TVRI) Nasional YOUTUBE MASJID ISTIQLAL TV

(3)

PENGANTAR REDAKSI Bismillah, walhamdulillah,

wasshalatu wassalam ‘ala sayyidinaa Rasulillah.

Para pembaca Mimbar Jum’at yang mulia.

Waktu adalah makhluk Allah yang sangat spesial/khusus.

Sebagai makhluk, dia “seakan hidup”, dan terus berjalan tanpa kompromi. Dia akan melindas apa saja dan siapa saja yang bertemu dengannya. Apakah dia si kaya, miskin, pejabat, atau rakyat. Waktu bekerja dengan sangat akurat, tepat, teliti, rapi dan disiplin. Dan tentu saja adil. Tiada satupun makhluk Allah yang dikurangi jatah hidup dan kesempatannya. Semua diberikan full 24 jam/sehari, 30 hari/sebulan. Waktu akan selalu menyapa dan mengunjungi seluruh alam jagat raya dengan adil dan transparan.

Waktu tidak mungkin berjalan mundur. Maka apapun yang telah berlalu waktunya, tidak dapat dikejar oleh siapapun dengan alat secanggih apapun. Waktu terus berjaya, namun satu per-satu makhluk Allah akan menyerah, tua, keriput, lemah. Sampai pada waktunya, setiap makhluk akan takluk dan tunduk pada “vonis”- Nya untuk mengakhiri “kontrak hidupnya” dengan sang waktu.

Dan sebagai makhluk Allah, sang waktu sangat taat atas apapun perintah Allah terhadapnya, termasuk kapan harus menjadi

“malam” ataupun “siang hari”.

Sekarang tinggallah kita sebagai manusia, makhluk terbaik yang diciptakan Allah subhanahu wata'ala, bagaimana menyikapi dan mengisi waktu ciptaan Allah itu dengan bijaksana atau tidak, kita memohon kepada Allah subhanahu wata'ala agar semua waktu yang tersedia, dapat kita isi dengan amal shalih yang bermanfaat untuk keselamatan hidup kita dunia-akhirat.

Aamiin, Ya Mujibas-Sailin. Selamat membaca. r

(4)

KHUTBAH JUM’AT

Oleh : Laksamana Pertama TNI (Pur) Asep Saepudin (Intisari Khutbah Jum’at, 20 Jumadil Ula 1443 H / 24 Desember 2021 M)

Muhasabah Akhir dan Awal Tahun Miladiyah

Khutbah Pertama

ْ دِ ِلله ِ هاْ دهيَََُ هُهَُُِِْع ْتدََََْ ه ههْنِيَع ْتدََََْ هُهددَمْ َنَ ِللهِ َدْمَحْلإ ّنِإ ه َ ُّد ِ ه َُدََ هف ُِِددْ َْ ْ دَ ادَهِلاَ ْعَْأ ِتاَئّي َسََ اَه ِتْهَُُْأ ِر َْه هشُ

هدَهد ْشَأََ هف ّلاِإ َ ِإ َلا ْنَأ هدَهْشَأ هَ َيِداَه َََُ ُِْلْ هي ْ َ ََ

ّنَأ

ِ ِ لِأ لىدَعََ ٍدّمَحه لىَع ّْلّ َسََ ُّ َص ّمههللَإ ه ه ْ هس َرََ هُهدْبَع إًدّمَحه ِ ِباَ ْصَْأَِ

ذ هن دهمَت َلاََ ِ دِتاَقهت ذقَح َ ذللَّإ إ هقذتإ إ هنَ لِأ َ يِ ذلَّإ اَ هَْأ َيَ .

َن همِل ْْه ْ هتَُُْأََ ذلاِإ

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah.

Puji dan syukur kita persembahkan kehadapan Allah subhanahu wata'ala yang telah memberi kenikmatan berupa kesehatan dan kesempatan serta izinNya kepada kita, sehingga kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jumat di Masjid Istiqlal.

Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga dan para sahabatnya.

Sebagai khatib Jum’at hari ini, saya mengajak kepada jamaah sekalian, marilah kita memelihara dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wata'ala, semoga dengan ketaqwaan yang kita jalani setiap hari, akan mendatangkan keberkahan Allah subhanahu wata'ala kepada kita. Aamiin.

(5)

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk esok (hari akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri, Mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS.

Al-Hasyr/59: 18-19)



























































Jamaah shalat Jum’at rahimakullah.

Judul Khutbah Jum’at hari ini adalah “Muhasabah Akhir dan Awal Tahun Miladiyah” tentu kita maklumi bersama bahwa judul ini berkaitan dengan satu minggu ke depan akan berakhirnya tahun 2021 dan datangnya awal tahun 2022.

Seperti kita rasakan bersama bahwa zaman atau masa dalam kehidupan kita terdiri masa lalu adalah kenangan, masa kini adalah kenyataan dan masa yang akan datang adalah harapan, masa lalu sudah lewat, masa yang akan datang masih ghaib atau harapan dan kita hanya punya masa saat ini untuk berbuat sesuai pilihan kita masing masing.

Bagi orang beriman kepada Allah subhanahu wata'ala dan kepada hari perhitungan amal (yaumul hisab), masa lalu tidak akan dibiarkan berlalu, tetapi dijadikan momentum untuk Muhasabah yakni menghitung amal baik dan buruk yang pernah dilakukan, introspeksi, mawas diri, atau meneliti diri sehingga di kehidupan berikutnya bisa lebih hati-hati, lebih baik lagi dalam berfikir, berkata dan berbuat. Orang beriman akan selalu mengingat firman Allah subhanahu wata'ala :

(6)

Ayat tersebut menjadi isyarat pentingnya muhasabah utamanya untuk cheking apa yang sudah diperbuat atau disiapkan untuk kehidupan yang akan datang yaitu akhirat, kehidupan yang kekal.

Kemauan untuk muhasabah juga mencerminkan orang bijak dan cerdas karena hidup tidak hanya berfikir dan berbuat untuk kepentingan dunia saja, tapi juga berfikir dan berbuat untuk kepentingan sesudah mati, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :

Dalam hal muhasabah ini, sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bernama Umar bin Al-Khatab pernah berkata :

Artinya : “Dari Syadad bin Aus radhiallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Orang yang bijak (pandai/

cerdas) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) diri sendiri dan beramal untuk kehidupan sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsu serta ber angan-angan terhadap Allah” (HR. Imam Turmudzi).

ع ن ش د ب دا ن و ا ر س هالل ض ن هه ع ع نلا ن ب ص هالل ل ل ي ع ه

و س لّ

ق لا لا : ك ي هس م ن نا د ن ف س هه و ع ل

َ م ل ب ا

َ ع د لا

َ م و ت

و علا هز جا م ن ا ت ب ع ن ف س هه و ه هها و ت م نّ

ل ع الل

Artinya : “Hisablah diri kamu sekalian (introspeksi) sebelum kalian dihisab dan berhias dirilah kamu sekalian untuk menghadapi penyingkapan (hisab) yang besar. Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya (muhasabah) pada saat hidup di dunia”.

ح سا ب و ا ا ن ف س ك ب ق ل ن أ ت س ا ب و و ا ت ز يُ ن او

و وُبرك ضُعل ل

ا ن

ُ م

َا

ف ي

لا

س ح

ي با

و م

لا

ق ي

ما

ع ة

م ل

ح ن

سا

ب

ف

دا

ن يا

(7)

Adapun aspek-aspek muhasabah yang perlu diperhatikan antara lain :

1. Pelaksanaan ibadah, sebab Allah menciptakan manusia adalah untuk ibadah. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala :

Ibadah adalah rangkaian perbuatan yang mendatangkan kecintaan Allah dan keridhaanNya, baik ibadah mahdah yaitu ibadah yang macam dan tata caranya sudah ditentukan oleh Allah subhanahu wata'ala seperti ibadah shalat, shaum, zakat dan ibadah Haji bagi yang mampu menuju ke tanah suci Mekah.

maupun ibadah ghairu mahdah yang macam dan tata caranya tidak diatur oleh Allah subhanahu wata'ala maupun oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Tuntunan utama dalam setiap ibadah adalah ikhlash karena Allah semata-mata, sebab Allah tidak memerintahkan ibadah kecuali dengan keikhlashan hambaNya, sebagaimana firmanNya :

Artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS.

Adz-Dzariat/51: 56).















Artinya : “Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaatiNya, semata-mata karena (menjalankan) agama, dan agar melaksanakan shalat,dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)” (QS. Al-Bayyinah/98 : 5).



































(8)

2. Aspek pemanfaatan pemberian Allah subhanahu wata'ala, karena kita tahu bahwa tubuh dengan perlengkapannya, umur, rezeki, ilmu dan seluruh kenikmatan yang kita terima, akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wata'ala, sebagaimana firmaNya :

Malahan kenikmatan tersebut sudah mulai dipertanyakan kepada manusia saat berdiri pada hari kiamat, sebelum melangkahkan kedua kakinya sebagaimana hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :

Artinya : “Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu (hari perhitungan amal) tentang seluruh kenikmatan” (QS.

At-Takatsur/102: 8)













Artinya : “Dari Abi Barzah Nadhlah bin Ubaidin al-Aslami radhiallahu anhu, Ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidak tergelincir dua kaki seorang hamba hingga dia ditanya tentang umurnya dalam hal apa dihabiskan, tentang ilmunya dalam hal apa dia kerjakan, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan dalam hal apa dia keluarkan, dan tentang jasadnya (tubuh/jasmani) dalam hal apa dia gunakan sampai hancur” (HR. Tirmidzi).

ن ع ِب ا َ ز ة ر ن ض َ ل ِن ب ي ع د ِ لا س ل ر ى ِم ِض الل ن ه ع ق لا :

ق ر لا و س ل ِالل ص َلّ

الل ل ي ع و ِه س َلّ

ل : َ و ز ل ق م َ د ع ا ب د ح َتّ

س ي أ ع ل ن ِر ِه ع ي م ِف ا ا ف ن و ؟ ها ن ع ِع ل ِم ِه ي م ِف ف ا ع ل ي ِه ِف و ؟ ن ع

م ِِلا ن ِم أ ي ن كا س ت ب ه و ِف ي م نا ا ف ق و ؟ ه ن ع س ِج ِم ِه ي م ِف ا ا ب ه ل

؟

(9)

3. Aspek kehidupan bermasyarakat

Bisa jadi kita sudah banyak beribadah kepada Allah, namun bila tidak disertai perbuatan baik kepada sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat, maka ibadah kepada Allah bisa rusak bahkan bisa jadi bangkrut di akhirat nanti, hal ini ditanyakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabatnya :

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab : orang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki harta benda. Rasulullah bersabda : sesungguhnya orang yang bangkrut dari umat hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat. Namun ia juga datang dengan dosa kedzaliman, ia mencerca sana-sini, menuduh tanpa bukti terhadap seseorang, meminta harta si anu, menumpahkan darah orang lain, dan melawan orang itu, maka sebagai tebusan atas kedzalimannya itu dibayar dari pahala amalnya, bila masih ada yang belum selesai, maka dosa yang dizaliminya akan diambil dan ditumpahkan kepada orang ahli ibadah waktu di dunianya, kemudian orang tersebut di lemparkan ke neraka” (HR. Muslim).

Inilah muhasabah kita tentang kewajiban ibadah kepada Allah, tentang pemanfaatan kenikmatan yang diberikan oleh Allah dan tentang kehidupan bermasyarakat selama tahun 2021, tentunya kita sudah bisa mengukur dan introspeksi diri kita masing tentang ke ikhlasan beribadah, kesyukuran atas nikmat Allah dan menjaga kehidupan bermasyarakat dengan baik. Bila ternyata ada kekhilafan ataupun dosa kepada Allah subhanahu wata'ala marilah kita bertaubat dan mohon ampun kepada Allah, bila ada orang yang pernah kita dzalimi, maka segeralah minta maaf kepadanya agar kita tidak bangkrut kelak di hari akhirat.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah!

Setelah kita muhasabah atas amal kita selama tahun 2021, kita sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan kita, kekuatan dan kelemahan kita, dengan niat dan tekad yang kuat, kita akan siap

(10)

memasuki tahun 2022 dengan langkah tegap, kita ingin tahun 2022 lebih baik karena siapa yang tahun 2022 lebih baik dari tahun 2021 maka kita beruntung, bila tahun 2022 sama keadaannya dengan tahun 2021 maka kita akan rugi, apalagi kalau tahun 2022 lebih buruk keadaannya maka kita akan sangat buruk.

Untuk itu, memasuki tahun 2022 marilah kita memperhatikan nasihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai- mana diuraikan oleh Ibnu Abbas radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Dengan memanfaatkan masa muda, masa sehat, masa kaya, masa senggang dan masa hidup kita untuk beribadah kepada Allah, bersyukur atas nikmat Allah dan berbuat yang terbaik dalam kehidupan bermasya- rakat, berbangsa dan bernegara, maka Allah subhanahu wata'ala, akan menurunkan keberkahan kepada kita di tahun 2022. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. r

Artinya : “Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara :masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang sakitmu, masa kayamu sebelum masa fakir (miskin)mu, masa senggangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang masa matimu”.

ت غا ِن س خ ق ا ب ل خ س ش:

ب با ك ب ق ه ل ر ِم و , ك ح ِص ت ك

ق ب س ل ق ِم و , ك ِغ ن كا ب ق ل ق ِر ف و , ك ف ر غ ا ك ب ق ل ش غ ِ ل ,

و ح ي ا ت ك ب ق م ل و ِت ك

انىم ىهْيىفاامىب ْ مكُ ايَّ

ِ ااو ىنِاعافاناو ,ى ْيْ ىظاعلْا ىن آْرمقلْا ىفِ ْ مكُالاو ىلِ الله اكار ابَ

ى ْيْىكاحْلا ىرْكىذلااو ىتايَّ لا مهاتاوالاىت ْ مكُْنىماو اانىم مالله الاباقاتاو

مهانىااو

معْيىم اسلااومه مهان

ِ ا ا ْيْ ىظاعلا االله مرىفْغات ْ سااف ااذاه لِ ْواق ملْومقَآ ,م ْيْىلاعلا

ْيْىحارلا مر ْومفاغلا اومه

(11)

Khutbah Kedua

َإ ََُددََْأ ُو ِإَا ََ َا ِإ ْلََّا ُدَُد ْهْشَأ و َ.دَََا َََ ااددَْحَ ِلله ُدْمَلحَا دداَ َاَ ا ُ َ َ ددْيِ َشَ َ َ َد ِ َ دد ِلَّْش ُدَُدد ْهْشَأ َ.ددَََ َأ َِددِ َدددَدَح ْ ددَمِل

ِ د َ ِّ دُُُِّمَا ودِ َ َِلاَأ َِدَََِِِا ُد ِ َ د ُ ُ ْلُد ُ َََأ َُُددْبَع اادِمَحَُ

ْ دَع ْعَُّد َلِصا دََ َِدِبْ َصََأ ِ ِ َا َلََعَأ ٍدِمَحَُ َ ِد ِ َ َلََع ْ ِلِ َ َأ ْش , ٍ َبََ ِبِ لَُّذُاَأ ٍ. َظَنِ

َ ْ ِمُِّد ْسمُلا َ ِشَ َعََ َيَف :ُدْعَ َِ

اْلُدُقِصَا ……

اْلُ ُظِف دَََأ َ د َطَي َََأ َ ْنَِْ َ.ََُظ ََ َشِخاَلََُلا ا ْأََُذَأ َلَ َعَص َو ْ ُ َ.دََْش َو ِلَّْش الُدُمَُّْعاَأ ِةدَع َمَلجاَأ ِةَعُمُلجا َِْلُ ُضُخَأ ِةَع ِطلا َلََع ْشَدَ ٍ.َْْأِ

َنِ َِْيِف ِةدََََِِِمِ ِىدَثَأ َِ ِسَْ

َ دَقَف فَِد ِ ْدُُ ِةَد ِب َ دسُلما

َلَدَع َلَّ ْلُُِّّد َلُي َُدَََََََُِِِأ َو ِلََّا دامْ َُِّع اِِِ دَُ ْ ََدَي ْ َلَأ َلَ َعَص ِ دُُُِّمَا و امْ ُِّد ْسَي اْلُُمِ ُّد َ ِأ َِدْ ََُّع اْلُُِّّد َ اْلُدُوََْش َ دْيِ ِذا دَِيََّا َيَ ِ ِبِنلا ِ دد َ , َ ْ ددِعَ ْش َِددِبْ َصََأ ِ ِ ْش َلَددَعَأ ٍدددِمَحَُ َ ِد ِ َ دد َلَددَع ْ ِلِدد َ َأ اْلُدُُ َاَأ َِدَلح ِبِ اْلُ َضَُ َ ْيِ ِذا َ ْيِد ِهاِ.لا ِء ََََُُّا ِ َع َضَْاَأ ِ ُُُِّمَا

ِ.ِِ د َ ْ َعَأ ٍ ِلَعَأ َلَّ َمْثُعَأ َ.َ ُعَُأ ٍ.ََْب ِبِْش َنِصاَد َ َلَّ ْلُُلِدْعَي َِِ

َلَ

َ ا ِلَّ د َسْح َ ِبِ ْ َُُعِبَص ْ َََأ َ ْ ِعِ ِتلا ِ َعَأ َ ْ ِعَ ْ ْش َ ِيَُِِ ِب َ ْصَْش

َ َِددلاَأ َبِ ِ.ددلاأ َء َبَِلُددلاَأ َءَِددَللا ددِنَع ْ ددَفْدا ِ ددُُُِّمَا و ِ ددْي ِِّا ِ ْلُددَي

َ د َطَ دَََأ دَ ْنَِْ َ.دََُظ دََ ِ َتََِلا َءْلُ ُ َأ َ َحِمْلاَأ َ ِزَإ َِلاَأ

ْ دَع

(12)

ِبََ َيَ اةدَِ َعلا َ ِمُِّدسُلما ِدَِدِ ِ.ِِ د َ ْ دَعَأ اةد ِ ََ اََدَه َ ِ َلَِ

َ ِوَِْ دددُلماَأ َِ َمُِّدددسُلماَأ َ ْ ِمُِّددد ْسُمُِّْم ْ.دددَِْ ا ِ دددَُُُّما وَ ِمَل دددَعلا َ ْ ِ ِحَاِ.دلا َ دَحَْْش َيَ َ ِتَ ْحََ.ِب َِاَلَُْْلأاَأ ْ ُ ْنَِْ ِء َيْحْلأَا َِ َوَِْ ُلماَأ و

َ ِمُِّدددسُلما َ ِشَ دددَعََ

ِلَّ ددد َسْح َ ْإاَأ ِ ْددددَعل ِبِ ُ.َُرأدددَي َو ِلَّ ا َ ……

ُكُ ُظِعَي ِيْلَبلاَأ ِ.ََْنُلماَأ ِء َشْخََلا ِ َع ىَ ْنَْيَأ َبِ.ُقلا ىِذ ِء َتْي

َ اَأ َلَدَع َُ ْأ ُ.َُد ْهاَأ ْ ُ ْ.ُ َْدَي َ َْد ِظَعلا َو ا ْأ ُ.ُ ْذ دَف , َلَّ ْأ ُ.ِ َََص ُكَُُِّعَل ِمَعُِ

َُبَ ْش ِو ُ.ْ ِ َذَأ ْ ُكُ ِطْعُي ِ ِلِ ْضَف ْ َِ َُْلُُلْأ ْ اَأ ْ ُ ْدََِي َِ

و…

َصا.بأ و ةحََأ كُ ُّع ِسلاأ

,رئاص بئارخ لىا هنارعم ,لةذم رادو,لةزم ضحد اينلدا نا نهكاسو لىا اهانغو ,فوقوم قرفلا لىع اهلشم ,رئاز روبقلا لىا ا

راسعا ايهف راثكالا ,فوصرم رقفلا ,

راسي ايهف راسعالاو

font 28

Dunia adalah batu yang licin dan kampung yang kumuh. Bangunannya kelak roboh, penduduknya adalah calon penghuni kubur, apa yang dikumpulkan akan ditinggalkan, apa yang dibanggakan akan disesalkan, mengejarnya sulit, meninggalkannya mudah.

“Dunia adalah batu yang licin dan kampung yang kumuh. Bangunannya kelak roboh, penduduknya adalah

calon penghuni kubur, apa yang dikumpulkan akan ditinggalkan, apa yang dibanggakan akan disesalkan,

mengejarnya sulit, meninggalkannya mudah”

(Imam Syafi'i rahimahumullah)

(13)

P

ergantian waktu dapat menjadi momentum muhasabah kita, dimana kita sudah cukup lama hidup di Dunia. Tidak terasa bilangan umur kita sudah berkepala empat atau lima, bila diminta menulis ulang perjalanan hidup yang telah kita lalui, temyata cerita yang kita lalui tidak sebanding dengan masa yang kita lalui itu sendiri. Mengapa...? Karna prestasi kita tidak menarik untuk menjadi kenangan diri sendiri.

Masa hidup kita telah terlanjur kita lalui, mari kita evaluasi beberapa prestasi kita, seberapa kekurangan kita, berapa banyak amal sholeh kita, berapa banyak ma'siat kita terhadap kesusahan atau kesenangan dan kenikmatan mari kita syukuri.

Akhlaq seorang mu'min sangatlah indah karna selalu bersyukur dan bersabar. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan dari Shuhaib. "Sesungguhnya seorang mu’min itu apabila ia diberikan kebaikan maka ia bersykurur, Dan apabila ditimpa musibah maka ia bersabar".

Terhadap maksiat marilah kita mohon ampunan kepada Allah dan berjanji memperbaikinya.

Hikmah Muhasabah Dipenghujung Tahun HIKMAH

Oleh : Dewan Redaksi Mimbar Jumat

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat” (QS. Ibrahim: 7).

























(14)

Artinya : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui”

(QS. Al-Imran : 135).”

















































Dalam upaya melakukan kebaikan mintalah kemampuan kepada Allah agar berhasil meraih kesuksesan untuk di masa mendatang. Contohlah permohonan Nabi Ibrahaim sehingga beliau diberi kepintaran, kebajikan serta berhasil menjadi panutan bagi generasi sesudahnya. "Rabbi habli min as- shalihin".

Masa merupakan untaian kejadian dan peristiwa yang saling berhubungan, keberhasilan dan kerugian masa lalu dalam cerminan kehidupan maka mari kita belajar, "Fa'tabiru ya ulil abshar". Sebaik-baik manusia adalah yang dapat mengambil hikmah dari apa yang telah ia lakukan, lalu menatap hari esok yang lebih baik. "Man kana yaumuhu khairan min amsihi, fahuwa Rabihun, wa man kana yaumuhu mitslu amsihi fahwva khasirun, wa man kana yaumuhu syarran min amsihi fahuwa maghbunun".

Para ulama berpendapat ada 5 (lima) hal yang patut kita renungkan :

l. Muhasabah

Mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas diri dengan selalu mengambil Hikmah dari setiap perbuatanyang terjadi dalam kehidupan diri kita.

(15)

2. Mu'ahadah

Mengingat-ngingat janji yang pemah kita ucapkan, setiap shalat kita mengucapkan “Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in".

Dan berjanji "Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati Lillahi Rabbil 'alamin". Semakin sering kita mengingat janji Insya Allah kita akan menapaki kehidupan ini dengan nilai- nilai ketaqwaan dan amal shaleh.

3. Mujahadah

Ada kesungguhan dalam beribadah. "Walladzina jahaduu fina lanahdiyannahum subuluna". Terkadang banyak orang yang beribadah tidak sungguh-sungguh hanya sekedar menggugurkan kewajiban tanpa kesungguhan dalam menjalankan kehidupan beragama.

4. Muraqabah

Merasa diawasi oleh Allah dalam segala perilaku dan ini menjadi pilar ketaqwaan yang sangat penting. Dahulu dimasa sahabat sifat muraqabah sangat tertanam dengan baik dihati setiap muslim, seperti yang kita pahami dari Kisah Umar Bin Khattab terhadap seorang penggembala. Seorang anak penggembala yang tidak berpendidikan dan hidup dalam shata sosial yang rendah. Tetapi memiliki sifat yang mulia yaitu merasa di awasi oleh Allah subhanahu wata'ala. Sehingga ia selamat dunia dan akhirat. Lalu, bagaimana dengan Kita?

5. Mu'aqobah

Memberi sangsi terhadap diri kita sendiri manakala melakukan kesalahan atau kelalayan, seperti jika kita shalat tidak berjama'ah maka hukumlah diri kita dengan mengeluarkan infaq di siang hari. Jika kita tidak membaca Al-Qur'an hukumlah diri kita dengan memberikan santunan kepada Faqir Miskin. "Wattabi'i As-sayyiata Al-hasanata Tamhuha ...".

Demikian hikmah berharga dalam muhasabah dan menyongsong hari esok Yang lebih baik lagi. r

(16)

B

erbeda dengan kalangan teolog yang menggambarkan di mana ada sesuatu (alam semesta) di situ tidak ada Allah, karena alam semesta adalah makhluk. Alam semesta bagi para teolog jelas adalah “the Not He” atau the worlds are everything other than God (alam ialah segala sesuatu selain Allah). Bagaimana mungkin diterima akal kalau Sang Pencipta (al-Khaliq) menyatu dengan ciptaan (al-makhluq), sementara dipahami Sang Khaliq adalah azali dan makhluq adalah baharu (al-hawadits). Mereka membayangkan Allah subhanahu wata'ala terpisah jauh (transcendent) dengan makhluq-Nya, termasuk alam semesta ini.

Perdebatan secara teologis tentang substansi alam akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan mendatang.

Penyebutan alam semesta dalam bentuk jamak muzakkar salim (al-‘alamin) menegaskan alam semesta bukan hanya banyak, tetapi serbakompleks. Tentu saja yang termasuk al-

‘alamin ialah alam raya (macrocosm), manusia (microcosm), dunia spiritual seperti alam barzakh (corporeal world), alam imajinasi (imaginal worlds), atau yang diistilahkan Imam al-Ghazali dengan al-‘alam al-hayal atau al-‘alam al-mitsal menurut Ibn

‘Arabi. Para ahli kosmologi Islam klasik membahas kosmologi dengan penekanan pada alam raya (cosmos) karena mereka secara skematis membedakan dengan tegas antara alam semesta dengan Tuhan. Berbeda dengan kalangan kosmolog belakangan membahas kosmologi secara terperinci dengan penekanan pada

GORESAN IMAM BESAR Makna Esoterik Tahmid (6)

Pengertian Al-‘Alamin

Oleh : Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA

(17)

20 Jumadil Ula 1443 H / 24 Desember 2021 M 15 segala keberadaan (al-hadharat/the presences) dengan tingkatan- tingkatannya yang berbeda satu sama lain. Pendekatan terakhir ini tidak lagi membedakan secara skematis antara alam semesta sebagai makhluk dan Tuhan sebagai Sang Khaliq, tetapi Tuhan

“hadir” pada setiap keberadaan. Pada akhirnya pendekatan terakhir ini menyimpulkan bahwa keberadaan-keberadaan tidak lain adalah “keberadaan Ilahi” (al-hadharat al-uluhiyyah/The Divine Presence). Tokoh yang paling terkenal dengan gagasan seperti ini ialah Ibn ‘Arabi, Qunawi, dan al-Qaisary.

Ibn ‘Arabi mempresentasikan keberadaan (al-hadharat) ke dalam lima macam yang lebih dikenal dengan al-hadharat al- khamsah, yaitu (1) Allah (Ahadiyyah), (2) Allah (Wahidiyyah), (3) Alam Jabarut, (4) Alam Malakut, dan (5) Alam Syahadah.

Perbedaan antara Ahadiyyah dan Wahidiyyah sudah dijelaskan di dalam pembahasan terdahulu. Alam Jabarut ialah alam roh, alam yang paling tinggi, karena itu ia disebut entitas (ta’ayyun) kedua. Alam Malakut ialah alamnya para malaikat dan makhluk spiritual lainnya. Alam Syahadah atau alam mulk ialah alamnya manusia dan makhluk biologis-material lainnya. Yang termasuk alam (al-‘alamin) dalam konteks ini ialah urutan ketiga sampai lima. Yang pertama dan tidak bisa disebut alam karena masih wilayah Dia. Urutan tiga sampai lima biasa juga disebut entitas luar (al-a’yan al-kharijiyyah) atau menurut istilah Chittik “Not He”. r (DN)

يلَايَّللا ِةَثِداَحِل ْعَزَت َلََو ءَاقَب َايْنُّدلا ِثِدَوَحِل اَمَف ˜

font 28

Dan janganlah kau kehilangan kesabaran dalam menghadapi berbagai musibah. Karena semua

musibah di dunia ini tidak ada yang kekal (Imam Syafi’i)

(18)

K

etika seorang anak manusia dilahirkan ke dunia ini, maka pada saat itu sudah tercatat dan disiapkan dalam ilmu Allah segala hal yang ia butuhkan selama hidupnya di dunia. Ini berarti bahwa apa yang ada di sisi kita sekarang ini baik berupa rezeki harta benda maupun anak keturunan, tidak lain adalah bagian yang telah Allah tentukan untuk masing-masing kita tanpa dikurangi atau dilebihkan sedikitpun. Maka kelebihan, atau kecukupan, atau kekurangan yang kita rasakan dengan apa yang ada pada diri kita, tidak lain hanyalah bergantung kepada respons kita dalam menyikapi pemberian Allah ini.

Jika diibaratkan seseorang yang haus teramat haus, saat diberi sedikit air untuk melepas dahaganya, boleh jadi bersikap syukur dan merasa sangat gembira dan bahagia dengan air sedikit itu. Baginya beberapa teguk air itu adalah anugerah yang teramat besar karena dapat menyambung asa hidupnya. Tetapi di lain pihak, boleh jadi dalam kondisi yang sama, air beberapa teguk tidak berarti apa-apa baginya. Karena yang diinginkan dan dibayangkan dalam angan- angannya adalah air yang melimpah, bukan saja untuk melepas dahaganya, melainkan untuk memuaskan, memenuhi perutnya dan bahkan untuk disimpannya sebagai persediaan nanti.

Dalam kondisi yang pertama, sifat dan sikap qana’ah telah menjadikan nikmat yang sedikit menjadi cukup bahkan berlebih sehingga menimbulkan rasa syukur dan terima kasih. Namun pada kondisi yang kedua, sifat dan sikap rakus dan tamak telah menjadikan nikmat yang sedikit, bahkan nikmat yang banyak sekalipun tidak akan pernah cukup untuk membuatnya bersyukur dan berterima kasih.

Qana’ah: Pangkal Segala Kebajikan

Oleh : DR.KH. Saifuddin Zuhri, MA KAJIAN ZHUHUR PILIHAN

(19)

Apa yang kita alami saat ini kurang lebih sama dengan contoh orang yang kehausan di atas. Masing-masing kita mengalami kondisi ekonomi yang berbeda-beda. Ada yang hidup berkelebihan, ada yang hidup serba berkekurangan. Ada yang dapat memiliki rumah dan kendaraan yang mahal dan berharga, ada pula yang tidak memiliki selain yang melekat di badan. Ada yang tidur di atas kasur empuk adapula yang tidur beralaskan bumi. Ada yang istirahat di ruang berpendingin udara, banyak juga yang istirahat berkolong langit.

Di sinilah pentingnya sifat dan sikap qana’ah. Tanpanya, seberapapun harta yang dimiliki tidak akan pernah mencukupi keinginan dan ketamakan nafsu amarah.

Jadi, apakah qana’ah itu? Imam Roghib al-Ashfahani mengatakan: “Qana’ah adalah merasa cukup dengan sesuatu yang sedikit dari sesuatu yang dibutuhkan” (al-Mufrodaat fi Ghoriib al- Qur’an). Imam al-Jurjani berkata: “Qana’ah adalah rela terhadap pemberian, mencukupkan diri dengannya dan menghindar dari meminta” (at-Ta’riifaat).

Rela atau ridha dengan rezeki yang Allah berikan berkontribusi besar pada kehidupan jiwa yang tenang. Ketenangan jiwa bisa diibaratkan sebagai aura atau radiasi positif yang memancar ke sekelilingnya. Siapapun yang bersahabat dengan orang memiliki sifat qana’ah akan terpengaruh. Sikap orang tua yang tetap tersenyum di saat usaha lagi seret untung, memberi implikasi positif kepada anak-anak dan keluarganya, sehingga jiwa mereka tetap bertumbuh dengan baik. keluarga-keluarga yang tenang pada gilirannya akan menciptakan masyarakat yang tenang pula, dan masyarakat yang tenang, masyarakat yang qana’ah terhadap anugerah Allah subhanahu wata'ala pada negeri tercinta ini pun berimbas pada kondisi negara yang tenang pula. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Mencapai qana’ah tidak lain caranya adalah dengan menyembuhkan sifat rakus dan tamak dalam diri. Qana’ah berkebalikan dengan sifat dan sikap tamak dan hirsh (rakus). Imam

(20)

al-Ghazali memberikan beberapa tips agar seseorang terhidar dari keburukan tamak dan rakus, sehingga mencapai qana’ah : 1. Berhemat dalam belanja dan konsumsi. Tidak sedikit problem

yang timbul ketika konsumsi melebihi produksi. Besar pasak dari tiangnya. Yang ada adalah defisit sehingga berhutang menjadi solusi. Dengan mengurangi konsumsi atau pengeluaran, maka akan semakin bernilai apa yang tersisa. Rasulullah shallallahu

‘alaihi wasallam bersabda :

Hemat bukan berarti kikir atau pelit. Ia adalah kebalikan dari sikap mubazir.

2. Optimis dan tidak selalu khawatir akan masa depan, sebab yakin bahwa rezkinya telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wata'ala sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 6 : “Tiada sesuatu yang melata di bumi melainkan ditangan Allah rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya, semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)”.

Syaitan lah yang selalu mentakut-takuti manusia akan suramnya masa depan, sehingga mendorongnya untuk berbuat al-fahsya wal munkar. Dalam syair arab disebutkan :

الله هرقف أ رذب نم و الله هانغ أ دصتقا نم

Artinya : “Siapa yang berhemat maka Allah akan membuatnya kaya, dan siapa yang mubazzir maka Allah akan memiskinkannya” (HR. Ahmad).

رقفلا لعف يذلاف رقف ةفاخم # هلام عمج يف تاعاسلا قفني نمو

Artinya : “Siapa yang menghabiskan waktunya mengumpulkan harta karena takut miskin, maka dialah orang miskin itu”.

(21)

3. Menyadari bahwa dalam qana’ah itulah diperoleh kemuliaan dan kehormatan. Sedangkan tamak dan rakus hanya akan membawa kehinaan. Ketamakan membuat seseorang menjadi ketergantungan kepada orang lain. Rasulullah shallallahu

‘alaihi wasallam bersabda :

4. Selalu melihat kepada orang yang lebih di bawah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Demikianlah qana’ah akan selalu membawa kebajikan, pada diri sendiri dan orang lain. Qana’ah menjadikan siapapun, baik yang kaya maupun yang miskin untuk selalu bahagia, senang hati dan bersyukur menikmati karunia Allah di kehidupan dunia yang sementara ini.

Artinya : “Kemuliaan seorang mukmin adalah ketika ia tidak bergantung kepada orang lain” (HR. Thabrani)

سانلا نع هؤانغت سا نمؤلما زع

ُه َتَ أ اَمِب ُالله ُهَعَّنَقَو ،اًفاَفَك َقِز ُرَو ،ََلَ ْسَأ ْنَم َحَلْفَأ ْدَق

Artinya : “Sungguh beruntung orang yang memeluk Islam, diberi rezki yang cukup dan Allah menganugerahi sifat qana’ah atas apa yang telah diberikan-Nya” (HR. Muslim). r

قللخإو لالمإ في هيلع الله لهضف نم لى إ كمدح أ رظن إذ إ هنم لضف نمم هنم لفس أ وه نم لى إ رظنيلف

Artinya : “Jika engkau melihat kepada orang yang Allah lebihkan harta dan ciptaannya darimu, maka segeralah berpaling melihat kepada orang yang lebih di bawah, yang Allah lebihkan engkau darinya” (Muttafaq ‘alaih)

(22)

Nama Agama Semula No.

1 Arifin Kurniawan Judistira Budha Telah terlaksana Ikrar Syadahat di Masjid Istiqlal pada periode tanggal 14 - 20 Desember 2021 :

PELAYANAN BIMBINGAN IKRAR SYAHADAT

Pelayanan Ikrar Syahadat / Pembinaan Muallaf / Kajian dan Kegiatan Remaja Masjid Istiqlal, Narahubung: (Jamal) 0813 1412 4444 dan (Subhan) 0812 8829 7714.

1. Mengisi form data via online https://muallafcenter.istiqlal.

or.id/daftar.php

2. Pas foto ukuran 3 x 2 cm : 3 (tiga) lembar (warna) 3. Surat Pengantar dari RT bagi WNI

4. Foto copy KTP

5. Foto Copy Kartu Keluarga 6. Materai 10.000 : 2 (dua) lembar 7. Menyerahkan Surat Baptis

(Asli)

8. Surat Pengantar Kedutaan bagi WNA

9. Foto copy pasport bagi WNA 10. Saksi 2 (dua) orang

Persyaratan Pelayanan Bimbingan Ikrar Syahadat :

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Masjid Istiqlal

Menerima dan menyalurkan zakat, infaq, shadaqah Bank Mega Syari’ah (BMS) No. rekening 1000212008

(an. UPZ Masjid Istiqlal)

Narahubung : Bapak H. Budi Firmansyah, MM No HP/WA : 0856 9233 3688

(23)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Majelis Ta’lim Kaum Ibu Pengajian Remaja Istiqlal (ARMI) Marching Band Istiqlal Seni Budaya Remaja Pagar Nusa Istiqlal Tapak Suci Istiqlal Konsultasi Agama

Hari Rabu &

Ahad Setiap Ahad

Setiap Ahad Setiap Ahad Setiap Ahad Setiap Ahad Senin s/d Jum’at

Pukul 08.00 - 11.00 11.00 - 12.00

09.00 - 15.00 09.00 - 11.00 07.00 - 11.30 15.30 - 20.00 10.30 - 15.00

Materi Al-Qur’an, Aqidah, Akhlak, Hadits, Fiqh Tahsinul Qur’an, Kajian Kitab Minhajul Abidin, Majelis Taklim Pemuda

Perkusi, Horn line, Pit, dll

Hadrah, Marawis dan Band

Seni Beladiri Seni Beladiri Pelayanan

Permasalahan Agama Kegiatan

Bagi jama’ah dan kaum Muslimin yang ingin meningkatkan wawasan ke-Islaman dapat mengikuti kegiatan kajian dan ta’lim, dibimbing oleh para Ustadz / Guru yang berpengalaman sebagaimana jadwal dibawah ini :

PELAYANAN MASJID ISTIQLAL

(24)

No 1

2 3

4 5 6

Hari Sabtu

Ahad Senin

Selasa Rabu Kamis

Tgl/Bln 25 Des

26 Des 27 Des

28 Des 29 Des 30 Des

Narasumber KH. Romli Jawahir, MA Dr. H. Bambang Irawan, MA Drs. H. Abdul Halim Sholeh, MM Drs. H. Sholeh Asri, MA

KH. Abdurrahman Bustomi, MA Andi Ahmad Juardy, SH,MA

Bahasan/ Materi Tafsir Al-Munir Ar-Risalatul Qusyairiyyah Fit-Tashawwuf Fathul Bari Syarhu Shahihil-Bukhari Tafsir Jalalain Khuluqul Muslim Undang-undang Perkawinan JADWAL NARASUMBER KAJIAN DIALOG ZHUHUR

Saksikan siaran langsung shalat lima waktu di AJWA TV dan Kajian Ba’da Dzuhur / Jum’at di Youtube : Masjid Istiqlal TV.

Kegiatan kajian atau program yang terlewatkan dapat pula disaksikan melalui kanal Youtube diatas.

(Dukung layanan media Masjid Istiqlal silahkan subscribe, comment, like and share)

(25)

Niat Shalat Ghaib :

Shalat Ghaib berjama’ah yang telah dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 17 Desember 2021, adalah untuk :

1. Almarhumah Hj. Laikun binti Supardi, usia 86 tahun Wafat, 14 Desember 2021 di Karang Anyar Pekalongan Jateng

2. Almarhum Djoko Rusdianto bin Roestam, usia 72 tahun Wafat, 7 April 2021 di Jakarta

3. Almarhum H. Said bin Atim, usia 59 tahun Wafat, 9 Desember 2021 di Depok

4. Almarhum Sukimin Hadi Pawiro bin Kerto Pawiro Wafat, di Kadirejo, Mranggen Jatinom Klaten

5. Almarhum Wagiman bin Ronggo Darmo Wafat, di Tangerang 6. Almarhum Muzazin bin Zubair Tohir, usia 70 tahun Wafat, 21

Oktober 2021 di Depok

7. Almarhumah Semi Hadi Pawiro binti Harjo Setiko Wafat, 10 Oktober 2021 di Klaten

8. Almarhumah Hatikah binti Abdul Kholid, usia 64 tahun Wafat, 14 Desember 2021 di Riau

9. Almarhumah Sri Wigianti binti Raden Buang Kasiman, usia 73 tahunWafat, 13 Mei 2021 di Jakarta

10. Almarhum H. Mustafa Kamal bin Abdullah, usia 55 tahunWafat, 30 Juni 2021 di Jakarta

11. Almarhum Amir Radjad bin Djalaludin usia 75 tahun Wafat, di Banda Aceh

12. Sukimin Hadi Pawiro bin Kerto Pawiro, Wafat di : kadirejo, Mranggen Jatinom Klaten

13. Semi Hadi Pawiro binti Harjo Setiko Wafat 10 Oktober 2021, Wafat di kadirejo Mranggen Jatinom Klaten

14. Wagiman bin Ronggo Darmo Wafat Jl. H. Unus Larangan Ciledug, Tangerang.

ا ىلَع ِىّلَصُا ا ِتاَو م َل

ِبِئاَغ ل َن ي تاَر يِب كَت َعَب رَا ىلاَعَ ت ِهَّلِل ِةَياَفِك لا َض رَ ف

SHALAT GHAIB

(26)

Pelaksana Penerbitan Mimbar Jum’at Penasehat: Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA Penanggung Jawab: Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan, KH. Bukhori Sail Attahiri, Lc, MA Pimpinan Redaksi: H. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc, MA Wakil Pim.

Redaksi: H. Djamalullail, M.Pd.I Sekretaris Redaksi: H. Ahmad Mulyadi, SE.I Wakil Sekretaris: Abdul Rasyid Teguhdin Hamid, M.Pd Dewan Redaksi: H. Saparwadi, SE.I; Drs. H.A. Dzulfatah Yasin, M.Ag; Hendra Sofiyansyah, S.Sos; Budi Utomo, Lc, MA;

Ibrahim Atho, S.Ag; Habibah Munawaroh, S.Pd.I Bendahara:

Endang Suherna, SE Wakil Bendahara: Subhan, S.Pd.I TU dan Sirkulasi: H. Aminuddin; Rullyansyah; Didiet Nanditio, SE; Joni Sagara; Suharti; Aril Muhrizadipura.

Shubuh Zhuhur Ashar Maghrib ‘Isya Tanggal

26 04 : 16 11 : 57 15 : 23 18 : 11 19 : 26 27 04 : 16 11 : 57 15 : 23 18 : 11 19 : 27 28 04 : 17 11 : 58 15 : 24 18 : 12 19 : 27 29 04 : 17 11 : 58 15 : 24 18 : 12 19 : 28 30 04 : 18 11 : 59 15 : 25 18 : 13 19 : 28 31 04 : 19 11 : 59 15 : 25 18 : 13 19 : 29

Untuk Jakarta dan sekitarnya berlaku Desember 2021 JADWAL WAKTU SHALAT

Jadwal shalat berdasarkan kalender Masjid Istiqlal Jakarta

(27)

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA memberikan sambutan kegiatan Capacity Building Plus dengan tema workshop Executive Presence Istiqlal di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, 15-16 Desember 2021

(28)

JADWAL KAJIAN DI MASJID ISTIQLAL

@masjidistiqlalofficial Masjid Istiqlal TV 1. Tasawuf, Membedah Kitab Ihya Ulumiddin

Setiap Sabtu (Pukul 05.15 - 07.00)

Nara Sumber : Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA 2. Tematik Tafsir Al-Qur’anul Karim

Jum’at Pertama (Pukul 10.30 - 11.30) Nara Sumber : Dr. KH. Muchlis M. Hanafi 3. Tasawuf, Membedah Kitab Al-Hikam Jum’at Kedua (Pukul 10.30 - 11.30)

Nara Sumber : Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA 4. Tematik Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Jum’at Ketiga (Pukul 10.30 - 11.30)

Nara Sumber : Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, MA 5. Fiqih, Membedah Kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu Jum’at Keempat (Pukul 10.30 - 11.30)

Nara Sumber : Dr. H. Syaifuddin Zuhri, MA

6. Dialog Zhuhur (Mengkaji Kitab-kitab Klasik/Turats) Senin s.d. Ahad (Usai Shalat Zhuhur)

Narasumber : Para Asatidz Pilihan

Referensi

Dokumen terkait

Amalan terbaik dicadangkan berdasarkan dapatan kajian dengan menyenaraikan sifat dan kebolehan melakukan operasi proses penggadaian oleh penyedia perkhidmatan yang

Pada tata ruang kantor pada PT Sharp Electronics Indonesia sangat penting, dimana kantor yang belum memenuhi standar baik segi penerangannya maupun udara padahal

Data dibawah ini adalah hasil pengukuran aliran dan hujan lebat dengan duration 6 jam, luas daerah pengaliran sungai yang diukur ini = 316 Km 2.. Hitung dan gambar unit

Berdasarkan hasil penelitian ini Status gizi anak prasekolah di TK Al- Aqsha Desa Bangun Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto sebagian besar adalah baik sebanyak

Lokasi riset adalah beberapa ruas jalan dan ruas sungai di dalam wilayah Kecamatan Sragen, yaitu di 13 ruas jalan (untuk objek jalur hijau) dan 2 ruas sungai

Kantor Pelayanan Pajak Pratama dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang mempunyai tugas mengkoordinasikan pelayanan penyuluhan, pelayanan dan pengawasan Wajib Pajak di bidang

Dalam penelitian ini mikroba yang digunakan yaitu bakteri Zymomonas mobilis yang diketahui merupakan bakteri gram negatif dan dianggap sebagai mikroba alternatif yang dapat

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesesuaian materi dan soal dalam Lembar Kerja Siswa MGMP matematika Kabupaten Pati kelas IX SMP semester gasal