70 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Penyajian Data Tes Hasil Belajar Tiap Siklus
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan subjek penelitian satu kelas yaitu kelas VIII F, sesuai dengan prinsip kerja penelitian tindakan kelas (PTK).
Dalam proses pembelajaran di kelas subjek peneliti juga diberikan tes pada tiap siklusnya, dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa melalui metode variatif pada mata pelajaran IPS.
1. Hasil belajar tes siklus 1
Setelah proses pembelajaran siklus ke 1 selesai maka dilakukan tes hasil belajar siklus ke 1, dimana untuk mendapatkan skor yang diketahui, dikonversi dengan rumus sebagai berikut:
B =
Keterangan :
B = Butir soal yang dijawab benar N = Banyaknya butir soal
Contoh perhitungan tes hasil belajar siswa, diambil sampel 3 responden yaitu responden dengan kode siswa A – 01, kode siswa A – 02 dan kode siswa A – 3 sebagai berikut:
A – 01, diketahui : B = 7 dan N = 10, maka c = x 100 = 70
A – 02, diketahui : B = 6 dan N = 10, maka c = x 100 = 60
A – 03 , diketahui B = 7 dan N = 10,maka
c = x 100 = 70
Untuk perhitungan tes hasil belajar tiap siklus selengkapnya dapat dilihat pada lampiran analisis tes hasil belajar siklus 1, 2 dan 3.
2. Peningkatan Tes hasil belajar siklus 1 dan siklus 2
Dari hasil analisis tes hasil belajar siklus 1, didapat nilai tertinggi 80 sebanyak 8 orang siswa dan nilai terendah 40 sebanyak 1 orang siswa, dengan rata-rata nilai 64,73. Sedangkan pada siklus 2 didapat nilai tertinggi 90 sebanyak 2 orang siswa dan nilai terendah 50 sebanyak 1 orang siswa, dengan rata-rata nilai 69,21.
Dari hasil analisis tes hasil belajar sikluis 1 dan siklus 2 terdapat selisih perbedaan rata-rata kelas, dimana ini terlihat ada peningkatan hasil belajar siswa antara siklus 1 dan siklus 2, sehingga kita dapat melihat selisih rata-rata siklus 1 dan siklus 2 sebesar 4,48.
Melihat selisih dari rata-rata nilai kelas pada siklus 1 dan siklus 2 berarti dengan penggunaan metode pengajaran variatif membuat siswa menjadi lebih paham terhadap materi yang disampaikan oleh Guru sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat pada diagram berikut:
Grafik 1
Rata-rata hasil tes siklus 1 dan siklus 2
3. Peningkatan hasil tes siklus 2 ke tes siklus 3
Pada siklus 2 nilai tertingi yang diperoleh adalah 90 sebanyak 2 orang siswa dan nilai terendah didapat 50 sebanyak 1 orang siswa, dengan rata-rata nilai kelas 69,21. Sedangkan pada siklus 3 nilai tertingi yang diperoleh adalah 90 sebanyak 2 orang siswa dan nilai terendah 60 sebanyak 8 siswa dengan nilai rata- rata kelas 72,10.
Melihat hasil analisis tes siklus 2 dan siklus 3 di atas, dapat diketahui selisih nilai rata-rata kelas yaitu sebesar 3,89. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar dari siklus1 ke siklus 2. Dengan demikian penerapan metode pengajaran variatif pada mata pelajaran IPS menunjukan adanya peningkatan tiap siklus. Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 2 dan silklus 3 dapat dilihat pada diagram berikut ini:
Grafik 2
Rata-rata nilai tes siklus 2 dan siklus 3
Setelah melihat data hasil tes belajar siswa yang diperoleh dari siklus 1, siklus 2 dan siklus 3, maka dapat dikategorikan kedalam 5 kelompok yaitu A = sangat baik, B = baik, C = cukup, D = kurang dan E = sangat kurang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 9
Pengelompokan nilai siswa berdasarkan kriteria
Nilai
Kriteria
Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
90 – 99 A 0 0 2 5,26 2 5,26
80 – 89 B 8 21,05 7 18,42 12 31,58
70- 79 C 12 31,58 14 36,84 16 42,10
60 -69 D 9 23,68 14 36,84 8 21,05
Kurang dari 60
E 9 23,68 1 2,63 0 0
Jumlah 38 100 38 100 38 100
Berdasarkan tabel di atas dapat kita lihat bahwa pada siklus 1 tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai sangat baik (A), nilai baik (B) sebanyak 8 orang siswa dengan prosentase 21,05%, nilai cukup (C) sebanyak 12 orang siswa dengan prosentase 31,58%, nilai kurang (D) sebanyak 9 orang siswa dengan prosentase 23,68% dan sangat kurang (E) sebanyak 9 orang siswa dengan prosentase23,68%.
Pada siklus ke 2 terdapat 2 orang siswa yang memperoleh nilai sangat baik (A) dengan prosentase 5,26%, nila baik (B) sebanyak 7 orang siswa dengan prosentase 18,42%, nilai cukup (C) sebanyak 14 orang siswa dengan prosentase 36,84%, nilai kurang (D) sebanyak 14 orang siswa dengan prosentase 36,84%, dan nilai sangat kurang (E) sebanyak 1 orang siswa dengan prosentase 2,63 %.
Pada siklus ke 3 terdapat 2 orang siswa yang memperoleh nilai sangat baik (A) dengan prosentase 5,26%, nila baik (B) sebanyak 12 orang dengan prosentase 31,58%, nilai cukup (C) sebanyak 16 orang siswa dengan prosentase 42,10%, nilai kurang (D) sebanyak 8 orang siswa dengan prosentase 21,05%.
Pada siklus ke 3 tidak ada siswa yang memperoleh nilai sangat kurang (E).
Apabila kita analisis dari jumlah dan prosentase berdasarkan kriteria nilai (A, B, C, D dan E) di tiap siklusnya, maka terjadi peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 pada kriteria nilai sangat baik (A) dari tidak ada menjadi 2 orang siswa dengan peningkatan prosentaase sebesar 5,26%. Pada kriteria nilai baik (B) mengalami penurunan dari 8 orang siswa menjadi 7 orang siswayang memperoleh nilai tersebutdengan penurunan prosentase 2, 63%. Pada kriteria cukup (C) terjadi peningkatan dari 12 orang siswa menjadi 14 orang siswa dengan peningkatan prosentase 5,26%. Pada kriteria nilai kurang (D) terjadi peningkatan dari 9 orang siswa menjadi 14 orang siswa dengan peningkatan prosentase sebesar 13,16%.
Pada kriteria nilai sangat kurang (E) terjadi penurunan dari 9 orang siswa menjadi 1 orang siswa dengan penurunan prosentase 21,05%.
Dari siklus 2 ke siklus 3 tidak ada penurunan atau peningkatan pada kriteria sangat baik (A) dari 2 orang siswa tetap menjadi 2 orang siswa. Pada kriteria nilai baik (B) terjadi peningkatan dari 7 orang siswa menjadi 12 orang siswa dengan peningkatan prosentase sebesar 10,53%. Pada kriteria nilai cukup (C) terjadi peningkatan dari 14 orang siswa menjadi 16 orang siswa dengan prosentase peningkatan sebesar 5,26%. Pada kriteria nilai kurang (D) terjadi penurunan dari 14 orang siswa menjadi 8 orang siswa dengan prosentase penurunan sebesar 15,79%. Pada kriteria nilai sangat kurang (E) terjadi penurunandadi 1 orang siswa menjadi tidak ada.
Secara garis besar dari siklus 1 ke siklus 2 terdapat peningkatan jumlah siswayang memperoleh kriteria nilai sangat baik (A), dan cukup (C). Terjadi penurunan jumlah siswa yang memperoleh kritria nilai baik (B) kurang (D) dan sangat kurang (E). Dari siklus 2 ke siklus 3 tidak ada perubahan jumlah siswa yang memperoleh kriteria nilai sangat baik (A). Terjadi peningkatan jumlah siswa yang memperoleh kriteria nilai baik (B) dan kriteria nilai cukup (C). Terjadi penurunan jumlah siswa pada kriteria nilai kurang (D) dan pada kriteria sangat kurang (E).
Dari uraian di atas nampak ada peningkatan hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 dan dari siklus 2 ke siklus 3. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan pada kriteria nilai A, B, C. Namun pada kriteria nilai sangat baik
(B)terjadi penurunan dari siklus 1 ke siklus 2. Sebaliknya terjadi penurunan pada kriteria nilai kurang (D) dan sangat kurang (E) yang berarti bahwa siswa yang sebelumnya mendapat nilai kurang (D) dan sangat kurang (E). Hal demikian dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata nilai pada setiap siklusnya.
Grafik 3
Prosentase peningkatan hasil tes siklus 1, siklus 2 dan siklus 3
B. Penyajian Data Hasil Observasi
Adapun observasi yang ada, dilaksanakan pada saat pembelajaran dengan menggunakan metode pengajaran variatif berlangsung. Hasil obervasi yang didapat pada saat pembelajaran berlangsung dari lembar observasi siswa pada siklus 1 adalah sebagai berikut:
Tabel 10 No Aspek yang diamati Hasil pengamatan
1 Keaktifan Pada siklus 1 ini keaktifan siswa belum begitu nampak. Siswa masih kelihatan malu-malu untuk bertanya pada Guru. Siswa hanya menjawab pertanyaan- pertanyaan atau kisi- kisi tertulis yang dibagikan Guru dengan dengan berpedoman pada panduan membaca yang disediakan oleh Guru. Siwa juga tampak masih canggung berdiskusi dengan teman- temannya.
2 Perhatian Perhatian siswa pada siklus 1 sudah mulai nampak. Hal ini sudah bisa ditunjukan dengan adanya antusias siswa untuk mengikuti materi pelajaran. Siswa kelihatan fokus terhadap kisi-kisi atau pertanyaan dan panduan membaca yang diberikan oleh guru. Namun demikan banyak siswa yang gaduh, ngobrol, mengganggu teman yang lain, kelaur masuk kelas bahkan ada yang mainan Handphone 3 Kedisiplinan Secara umum kedisiplinan siswa baik, siswa
datang tepat pada waktunya jika jadwal pelajaran pada jam pelajaran pertama, berada di kelas jika jaka pada jam ke tiga. Kehadiran siswa cukup baik sebab hanya 2 orang siswa yang tidak hadir dengan alasan sakit. Akan tetapi ketika diberikan tugas oleh Guru siswa belum mengerjakan tugas tersebut tepat pada waktu yang sudah ditentukan
Berdasarkann tebel 10 di atas menunjukan aktivitas siswa pada siklus 1 masih rendah, yaitu dilihat dari aspek keaktifan siswa yang masih rendah, aspek perhatian siswa dimana kelas masih terlihat gaduh, aspek kedisiplinanjuga masih rendah dimana siswa masih banyak yang belum tepat waktu ketika diberikan tugas.
Selanjutnya untuk hasil observasi pada siklus ke 2, disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 11 N0 Aspek yang diamati Hasil pengamatan
1. Keaktifan Pada siklus 2 ini keaktifan siswa mulai nampak dimana siswa mulai berani untuk bertanya kepada guru ataupun dengan teman yang berbeda kelompok.Siswa juga gudah mulai terbiasa berdiskusi dengan teman satu kelompoknya.
2. Perhatian Perhatian siswa pada siklus 2 juga sudah mulai nampak dimana siswa lebih fokus dalam membaca panduan membaca yang diberikan oleh guru bersamaan dengan menjawab kisi-kisi pertanyaan yang disediakan. Selain itu ketika guru menerangkan siswa kelihatan antusias untuk mendengarkan
3. Kedisiplinan Pada siklus ke 2 ini kedisiplinan siswa bagus dilihat dari aspek kehadiran yang 100% hadir di kelas. Siswa mulai banyak yang mengerjakan tugas tepat pada waktunya
Berdasarkan tebel 11 di atas menunjukan aktivitas siswa pada siklus 2 mulai meningkat, yaitu dilihat dari aspek keaktifan siswa yang mulai berani mengajukan pertanyaan pada guru. Hal itu bisa dilihat pada hasil analisis
observasi dimana pada siklus 1,total skor aspek keaktifan sebesar 83 kemudian pada siklus 2 mengalami kenaikan sebesar 93. Aspek perhatian siswa juga mulai meningkat dimana kelas tidak terlihat begitu gaduh. Hal ini bisa dibuktikan pada lembar hasil analisis observasi dimana pada siklus 1 total skor pada aspek perhatian meningkat dari 82 menjadi 95. Aspek kedisiplinanjuga sudah terlihat mulaimeningkat dimana siswasudahbanyak yang tepat waktu ketika diberikan tugas. Hal ini bisa dilihat pada lembar hasil observasi dimana pada siklus 1 total skor pada aspek kedisiplinan sebesar 80 meningkat menjadi 92.
Selanjutnya pada siklus ke 3 hasil observasi dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 12 No Aspek yang diamati Hasil pengamatan
1 Keaktifan Pada siklus ke 3 keaktifan siswa terus meningkat dibuktikan dengan semakin banyaknya siswa yang bertanya pada guru, menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru serta banyaknya siswa yang mampu menjelaskan maksud dari materi yang telah didiskusikan oleh masing-masing kelompok.
2 Perhatian Pada siklus ke 3 perhatian siswa meningkat dimana fokus siswa terhadap materi lebih dominan nampak ketimbang membuat gaduh atau ribut di dalam kelas
3 Kedisiplinan Kedisiplinan siswa juga sangat kentara dimana siswa saat mengerjakan tugas tepat pada waktunya. Selain itu juga siswa sudah berada di dalam kelas sebelum guru masuk ke kelas
Berdasarkann tebel 12 di atas menunjukan aktivitas siswa pada siklus 3 meningkat dari siklus sebelumnya. Hal itu bisa dilihat pada hasil analisis observasi dimana pada siklus 2, total skor aspek keaktifan sebesar 93 kemudian pada siklus 3 mengalami kenaikan sebesar 119. Aspek perhatian siswa juga meningkat dimana kelas tidak terlihat gaduh tidak ada yang keluar masuk kelas.
Hal ini bisa dibuktikan pada lembar hasil analisis observasi dimana pada siklus 2 total skor pada aspek perhatian meningkat dari 95 menjadi 118. Aspek kedisiplinanjuga sudah terlihat meningkat dimana siswa banyak yang tepat waktu ketika diberikan tugas. Hal ini bisa dilihat pada lembar hasil observasi dimana pada siklus 2 total skor pada aspek kedisiplinan sebesar 92 meningkat menjadi 130.