Sesi 7:
KONSELING
KONSEP
counseling (konseling)
Hubungan yang bersifat memberi pendidikan kesehatan yang
dilakukan melalui komunikasi
interpersonal / percakapan dengan tujuan untuk membantu klien.
CIRI-CIRI KONSELING
Wawancara tatap muka Terencana
Mempunyai tujuan khusus
Lebih dari satu kali pertemuan
MAKSUD/TUJUAN KONSELING
Mendorong klien memikirkan masalahnya sehingga menjadi sangat paham tentang sebab-sebab masalahnya, dengan
berpedoman pada pemahaman tsb. Ia dapat mengambil tindakan untuk memecahkan masalahnya.
Konselor tidak memutuskan cara pemecahan masalah yang harus dipakai.
KONSELING
Hubungan yang bersifat memberi bantuan yang dilakukan melalui percakapan sesuai dengan persyaratan tertentu, dengan tujuan untuk membantu klien
• Lebih memahami dirinya sendiri: apa keinginannya, apa yang dia khawatirkan, bagaimana sikapnya terhadap
masalah yang dia hadapi
• Melihat permasalahannya secara jelas, sehingga dia dapat memilih sendiri pemecahan masalah yang dia hadapi
Pihak yang memberikan konseling disebut konselor sedangkan yang meminta konseling disebut konseli (counselee, klien)
• Konselor : pihak pemberi konseling
• Konseli, counselee, kline : Penerima konseling
• Dasar: permintaan klien (counsellee)
• Proses: menggali informasi dari klien tentang masalah dan upaya pemecahan masalah
• Tujuan: pemecahan masalah
TIGA TEORI KONSELING
1. Client Centered Counseling (humanistic).
- Dikembangkan oleh Carl Roger
- Penekanan pada hubungan antara konselor dengan klien, hubungan positif merupakan entry point
- Bersifat non-direktif nasehat konselor sangat sedikit - Pusat perhatian terutama pada proses, bukan pada isi
2. Behavioral counseling (~ behaviorisme) - Lebih bersifat direktif
- Pusat perhatian adalah perilaku spesifik yang sudah diketahui dan intervensi spesifik untuk menghasilkan perubahan.
- Pada bc di zaman modern, penekanan pada hubungan konselor dengan kllien juga menjadi sangat penting:
hubungan positif merupakan prasyarat
Pusat perhatian adalah perilaku spesifik yang sudah diketahui sebagai sumber masalah dan intervensi spesifik untuk menghasilkan perubahan
sebagai pemecahan masalahnya.
BEHAVIORAL COUNSELING
TIGA TEORI KONSELING
3. Decision making counseling
- Berada di antara client centered dengan behavioral dalam hal direktif dan non-direktif
APLIKASI UNTUK PASIEN
PRINSIP DASAR KONSELING
HUBUNGAN KLIEN DENGAN KONSELOR
Dasar: hubungan baik (rapport) menumbuhkan kepercayaan dari klien
Variabel-variabel: empati, kepercayaan, membuka diri Syarat-syarat konselor:
1. memiliki kepribadian mantap & penampilan meyakinkan.
2. memiliki minat terhadap masalah 3. berempati perasaan klien
4. dapat menumbuhkan rasa aman pada klien 5. pandai mendengarkan
6. mampu meningkatkan status klien
APLIKASI UNTUK PASIEN
PRINSIP DASAR KONSELING
MENENTUKAN KEBUTUHAN
mencari masalah bersama klien Syarat konselor:
1. melatih diri sebagai pendengar yang baik dan keberhati- hatian
2. melatih diri dalam mengemukakan pertanyaan terbuka mencari masalah
PERASAAN
Tumbuhkan kesadaran klien tentang perasaannya & terima apapun perasaan klien (empati)
PARTISIPASI
KERAHASIAAN
PEMBERIAN INFORMASI
d
Mendorong klien memikirkan masalahnya sehingga menjadi sangat paham tentang sebab-sebab masalahnya, dengan
demikian klien dapat mengambil
tindakan untuk memecahkan masalahnya.
APLIKASI UNTUK PASIEN
SARANA KONSELING
RUANGAN
- aman - nyaman - tenang
SIKAP & PERILAKU KONSELOR 1. Memberi perhatian
- Memberi salam
- Duduk dengan enak & nyaman - Kontak mata secukupnya
- Tanggapi pernyataan klien dengan singkat sambil mendorong agar klien terus menguraikan masalahnya 2. Mendorong klien untuk bicara
Faktor yang dibutuhkan Konselor
• Memiliki rasa empati
• Keterampilan mendengarkan
• dapat menumbuhkan rasa aman pada klien
• Memunculakan kepercayaan dan keterbukaan
• Memiliki kepribadian mantap &
penampilan meyakinkan.
6. Menjaga kerahasian kline