commit to user
43 BAB IIIMETODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori atau eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian eksplanatori atau eksplanatif merupakan penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan yang lain (Sugiyono, 2012:21).
Singarimbun (2003:46), menambahkan bahwa mengenai metode
pengaruh kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis maka dinamakan penelitian penjelasan (Eksplanatory Research
Jadi penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh antara lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja PNS di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta sesuai dengan data-data kuantitatif yang diperoleh.
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta yang beralamat di Komplek Balaikota, Jl. Jend. Sudirman No. 2
commit to user
Surakarta. Adapun pertimbangan yang melandasi dipilihnya lokasi penelitan tersebut adalah:
1. Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta merupakan instansi pemerintah yang betanggung jawab penuh atas pelaksanaan penataan pasar khususnya pasar tradisional di Kota Surakarta 2. Adanya program revitalisasi pasar tradisional yang belakangan ini
sangat terlihat jelas di Kota Surakarta sehingga menuntut agar pegawai yang bekerja di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta mampu menjadi pemangku amanat masyarakat yang bertanggungjawab, dengan selalu bersikap disiplin dalam bekerja yakni dengan memperhatikan aspek lingkungan kerja dan motivasi kerja
3. Adanya ijin dari Dinas Pengelolaan Kota Surakarta kepada peneliti untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja PNS di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta
C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/
subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2009:80). Populasi pada penelitian ini
commit to user
adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta baik yang bekerja di dalam maupun di luar lingkungan kantor Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta berjumlah 313 pegawai.
2. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Purposive Sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2009:85).
Dengan teknik ini peneliti akan memperoleh data dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan menguasai terhadap permasalahan yang sedang diteliti. Dalam memperoleh data yang digunakan untuk penelitian ini, pertama-tama peneliti mengumpulkan data dari responden sesuai dengan fokus penelitian yang dilaksanakan yaitu PNS yang khususnya berada di luar lingkungan kantor DPP Kota Surakarta serta dianggap tahu dan menguasai terhadap permasalahan yang diteliti
Adapun responden tersebut adalah 36 PNS yang menjabat sebagai Kepala/ Lurah Pasar di 36 pasar yang tersebar di seluruh Kota Surakarta
commit to user
D. Sumber DataData merupakan sesuatu yang diketahui atau sesuatu yang diasumsikan (anggapan). Adapun sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung dari lapangan penelitian (Purwanto, 2011:20). Data primer yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh secara langsung oleh peneliti dari pihak- pihak yang berkepentingan dengan objek penelitian melalui kuesioner yang kemudian diolah sendiri oleh peneliti.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui penelitian terdahulu yang dilakukan oleh pihak lain (Purwanto, 2011: 20). Dalam penelitian ini, data sekunder diperoleh dari buku-buku, dokumen (jurnal, surat kabar, arsip-arsip, dll), laporan penelitian pihak lain, laporan instansi terkait, dan sumber lain yang telah terpublikasi.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang ditempuh oleh peneliti untuk memperoleh data yang diperlukan. Penelitian ini akan menggunakan teknik pengumpulan data berupa:
commit to user
1. Kuesioner (angket)Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011: 162).
2. Observasi
Observasi merupakan metode pengumpulan data yang bersifat non verbal (tanpa kata-kata) dengan penggunaan indera visual (Slamet, 2006: 85)
3. Studi Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dan mengkaji dokumen-dokumen dari instansi yang relevan, penelitian terdahulu, dan peraturan perundang- undangan yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan.
Dokumen tersebut untuk mendapatkan data sekunder
F. Skala Pengukuran
Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2009:92).
Penelitian ini menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2009:93), skala likert merupakan skala yang dapat digunakan untuk
commit to user
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Dan diperoleh data ordinal. Data ordinal menunjukkan data dalam suatu urutan tertentu atau dalam satu seri (Bungin, 2006: 11). Jadi data ordinal merupakan skala kategorikal dengan menguru
Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan
Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Sedangkan, menurut Sugiyono (2009:93), untuk keperluan analisis kuantitatif, maka akan dijabarkan berupa jawaban yang dapat diberi skor, yakni sebagai berikut:
Sangat tidak setuju = 1 Tidak setuju = 2
Netral = 3
Setuju = 4
Sangat setuju = 5 G. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan
commit to user
dalam bentuk kalimat pertanyaan, (Sugiyono, 2009:64). Terdapat dalam penelitian yaitu hipotesis alternatif (hipotesis kerja) disingkat Ha dan hipotesis nol yang disingkat Ho. Hipotesis alternatif (Ha) menyatakan adanya pengaruh antar variabel atau adanya perbedaan antara dua kelompok atau lebih. Sedangkan hipotesis nol (Ho) menyatakan tidak adanya pengaruh antar variabel atau tidak adanya perbedaan antara dua kelompok atau lebih. Sehubungan dengan uraian teoritis tersebut, dapat disusun hipotesis penelitian ini sebagai berikut:
Ho : Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Disiplin Kerja
Ha : Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara
Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Disiplin
Kerja
H. Definisi Konseptual dan Definisi Operasional 1. Definisi Konseptual
Definisi konseptual merupakan penarikan batasan yang menjelaskan suatu konsep secara singkat, jelas dan tegas. Definisi konseptual ini sangat diperlukan agar ada batasan yang jelas bagi peneliti untuk menentukan konsep yang digunakan. Sehingga terjadi kesamaan persepsi antara penulis dengan pembaca. Definisi konseptual yang akan
commit to user
dipaparkan dalam penelitian ini adalah Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja
a. Lingkungan Kerja: Segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja baik sebagai perseorangan ataupun kelompok kerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan, baik secara fisik maupun non fisik yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan pencapaian produktivitas serta memberikan kesan yang menyenangkan, mengamankan, mententramkan, dan betah dalam bekerja
b. Motivasi Kerja: Dorongan atau mengerakan daya/ potensi seseorang untuk bekerja yakni dalam hal pembangkitan semangat dalam upaya pemenuhan kebutuhan serta untuk mencapai tujuan yang tertentu
c. Disiplin Kerja: Kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundangundangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin
2. Definisi Operasional
Menurut Purwanto (2011:18), dalam penelitian, suatu konsep harus didefinisikan secara operasional agar konsep bisa diukur atau diobservasi.
Maksud dari definisi operasional ialah untuk memberikan rujukan-rujukan secara empiris hal-hal yang ditemukan di lapangan untuk menggambarkan
commit to user
suatu konsep tersebut sehingga dapat diamati dan diukur. Definisi operasional dibuat oleh peneliti itu sendiri berupa informasi-informasi yang dibutuhkan untuk mengukur variabel-variabel yang akan diteliti
Adapun definisi operasional dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2
Operasional Variabel Penelitian
Variabel Dimensi Indikator Skala
Lingkungan Kerja (X1)
Lingkungan fisik
Peralatan
Bangunan kantor Perabot
Tata ruang Desain Tata letak
Cahaya (penerangan) Warna
Suhu Kelembaban Sirkulasi udara
Ordinal
Lingkungan non fisik
Suasana sosial
Pergaulan antar personil Peraturan kerja (tata tertib) Kebijakan organisasi
Ordinal
Motivasi Kerja (X2)
Physiological Needs (kebutuhan fisik dan biologis)
Gaji yang memadai (mencukupi sandang, pangan dan papan) Pemberian bonus dan intensif/
tunjangan
Ordinal
Safety and Security Needs
Mengikutsertakan pegawai dalam program asuransi
Penyediaan fasilitas kesehatan
Ordinal
commit to user
(kebutuhankeselamatan dan
keamanan)
Pemberian pensiun atau jaminan hari tua
Perlakuan yang adil
Affiliation or Acceptance Needs (kebutuhan sosial)
Hubungan dengan teman sekerja dan atasan
Perasaan diterima dan dihormati
Ordinal
Esteem or Status Needs (kebutuhan akan
penghargaan)
Perasaan dihargai atau dihormati sesuai dengan kapasitasnya (kedudukannya)
Perasaan tidak ingin dianggap dirinya lebih rendah dari yang lain
Adanya pengakuan/ penghargaan kepada pegawai yang telah menunjukkan prestasi membanggakan
Ordinal
Self
Actualization (aktualisasi diri)
Promosi ke jenjang yang lebih tinggi
Mendapatkan peluang untuk meningkatkan pengalaman dalam bekerja
Pengembangan potensi diri Sikap pemimpin terhadap
peningkatan karir pegawai
Ordinal
Disiplin Kerja (Y)
Menaati kewajiban
mengucapkan sumpah/janji PNS;
mengucapkan sumpah/janji jabatan;
setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah;
menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan;
melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
Ordinal
commit to user
menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat PNS;
mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan;
memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan;
bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara;
melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil;
masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja;
mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya;
memberikan pelayanan sebaik- baiknya kepada masyarakat;
membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;
memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier; dan
menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.
Menghindari larangan
menyalahgunakan wewenang;
menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain;
tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk
Ordinal
commit to user
negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional;
bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing;
memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barangbarang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik Negara secara tidak sah;
melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara;
memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan;
menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya;
bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya;
melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani;
menghalangi berjalannya tugas kedinasan;
memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat,
commit to user
Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara:
ikut serta sebagai pelaksana kampanye;
menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS;
sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain;
dan/atau
sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara;
memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara:
membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; dan/atau
mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat;
memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundangundangan; dan
memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, dengan cara:
commit to user
terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah;
menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye;
membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; dan/atau mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat.
I. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui pengaruh antara Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta, digunakan analisis regresi ordinal (ordinal regression analysis) dengan bantuan program SPSS 20. Analisis
regresi ordinal merupakan analisis regresi dimana variabel dependen maupun variabel independennya mempunyai skala pengukuran ordinal.
Analisis regresi ordinal digunakan untuk memodelkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen di mana variabel dependen
commit to user
berskala ordinal (data tingkatan, rangking) (Yamin dan Kurniawan, 2011).
Model umum regresi ordinal yaitu:
Jika diinginkan, peneliti dapat juga menghitung besar sumbangan relatif masing-masing prediktor terhadap prediksi. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menentukan sumbangan relatif tiap prediktor merupakan tugas keempat dari analisis regresi (Sutrisno Hadi, 2001:2).
Hal tersebut dapat diketahui dari bahan-bahan yang telah diperoleh dari analisis regresi
Tabel 3.3
Ringkasan Analisis Regresi Dua Prediktor
Sumber Variasi Db JK
Regresi (reg) Residu (res)
M
N m 1
b1 x1y + b2 x2y y2 - b1 x1y - b2 x2y
Total (T) N 1 y2
Sumber: Sutrisno Hadi, 2001:42
Dari tabel tersebut kelihatan bahwa JK regresi atau Jumlah Kuadrat Regresi (JKreg)/ Regression Sum of Squares atau dalam analisis regresi
commit to user
ordinal disebut Intercept Only of -2 Log Likelihood merupakan sebagian dari JK total atau Jumlah Kuadrat Total (JKtot)/ Total Sum of Squares atau dalam analisis regresi ordinal disebut Final of -2 Log Likelihood yang terkumpul dari N kasus dengan m (dua prediktor). Juga kelihatan dari tabel itu bahwa JK regresi sendiri tersusun dari dua komponen, yaitu b1 x1y dari prediktor X1 dan b2 x2y dari prediktor X2. Sumbangan prediktor X1
dapat diketahui dari harga komponen b1 x1y terhadap keseluruhan JK regresi, sumbangan prediktor X2 dapat diketahui dari harga komponen b2 x2y terhadap keseluruhan JK regresi juga. Misalkan dari analisis dua prediktor dapat digunakan rumus sebagai berikut; JKreg = b1 x1y + b2 x2y
Jika diinginkan informasi mengenai sumbangan relatif tiap prediktor dari keseluruhan prediksi, maka haruslah dihitung dahulu sien determinasi (R2)/ Adjusted R Square atau dalam analisis regresi ordinal disebut juga dengan Nagelkerke of Pseudo R-Square, hal mana dicerminkan dalam perbandingan antara JK
regresi terhadap JK total
Sumbangan prediktor yang dihitung dari keseluruhan efektifitas regresi ini disebut Sumbangan Efektif prediktor, disingkat SE. Sedangkan jika kita ingin menghitung sumbangan efektif tiap prediktor dari keseluruhan prediksi, maka SE% tiap prediktor harus dihitung dari presentase efektivitas garis regresi. Oleh karena efektivitas regresi
commit to user
dicerminkan dalam koefisien determinasi (R2), maka SE% tiap prediktor dapat dihitung langsung dari R2 (Sutrisno Hadi, 2001:45).
Rumusnya adalah SE% X1 = SR% X1 x R2
J. Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Sumber data dalan penelitian ini akan menggunakan data dari hasil kuesioner. Tentunya dalam penyusunan sebuah kuesioner harus benar- benar bisa menggambarkan tujuan dari penelitian tersebut (valid) dan juga dapat konsisten bila pertanyaan tersebut dijawab dalam waktu yang berbeda (reliabel). Oleh karena itu perlu ada uji validitas dan uji reliabilitas.
1. Uji Validitas
Menurut Arikunto (2010:211), validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Uji validitas bertujuan untuk melihat kelayakan butir-butir pertanyaan dalam kuesioner sehingga dapat mendefinisikan suatu variabel.
Sebelum menyebar kuesioner untuk sejumlah sampel yang dikehendaki, peneliti melakukan uji coba kuesioner terlebih dahulu dengan menyebar ke 30 responden yang bertujuan untuk melihat kelayakan butir-butir soal yang ada, sehingga dapat mendefinisikan variabel
Uji validitas yang digunakan adalah teknik korelasi skor butir pertanyaan dengan skor indikator. Pengujian validitas menggunakan
commit to user
program SPSS versi 20. Dalam hal ini, perhitungan korelasi menggunakan koefisien korelasi Spearman. Nilai r (koefisien korelasi) il uji validitas tiap variabel:
Tabel 3.4
Pengujian Validitas Variabel Lingkungan Kerja Butir
Pertanyaan
Koefisien Korelasi Spearman
Nilai Sig Keterangan
P1 0,497 0,005 Valid
P2 0,758 0,000 Valid
P3 0,658 0,000 Valid
P4 0,641 0,000 Valid
P5 0,735 0,000 Valid
P6 0,696 0,000 Valid
P7 0,814 0,000 Valid
P8 0,448 0,013 Valid
P9 0,565 0,001 Valid
P10 0,432 0,017 Valid
P11 0,741 0,000 Valid
P12 0,693 0,000 Valid
P13 0,720 0,000 Valid
(Sumber: data diolah)
commit to user
Jumlah item uji coba untuk variabel lingkungan kerja sebanyak 13 pertanyaan. Setelah dianalisis dengan uji validitas, tidak ditemukan item yang tidak valid, sehingga item pertanyaan semua dipakai
Tabel 3.5
Pengujian Validitas Variabel Motivasi Kerja Butir
Pertanyaan
Koefisien Korelasi Spearman
Nilai Sig Keterangan
P1 0,545 0,002 Valid
P2 0,454 0,012 Valid
P3 0,407 0,025 Valid
P4 0,402 0,027 Valid
P5 0,432 0,017 Valid
P6 0,650 0,000 Valid
P7 0,537 0,002 Valid
P8 0,437 0,016 Valid
P9 0,421 0,020 Valid
P10 0,502 0,005 Valid
P11 0,526 0,003 Valid
P12 0,564 0,001 Valid
P13 0,746 0,000 Valid
P14 0,619 0,000 Valid
P15 0,458 0,011 Valid
(Sumber: data diolah)
commit to user
Jumlah item uji coba untuk variabel motivasi kerja sebanyak 15 pertanyaan. Setelah dianalisis dengan uji validitas, tidak ditemukan item yang tidak valid, sehingga item pertanyaan semua dipakai
Tabel 3.6
Pengujian Validitas Variabel Disiplin Kerja Butir
Pertanyaan
Koefisien Korelasi Spearman
Nilai Sig Keterangan
P1 0,477 0,008 Valid
P2 0,554 0,002 Valid
P3 0,637 0,000 Valid
P4 0,532 0,002 Valid
P5 0,594 0,001 Valid
P6 0,583 0,001 Valid
P7 0,618 0,000 Valid
P8 0,632 0,000 Valid
P9 0,654 0,000 Valid
P10 0,570 0,001 Valid
P11 0,549 0,002 Valid
P12 0,680 0,000 Valid
P13 0,595 0,001 Valid
P14 0,557 0,001 Valid
P15 0,527 0,003 Valid
P16 0,529 0,003 Valid
P17 0,523 0,003 Valid
commit to user
P18 0,600 0,000 Valid
P19 0,530 0,003 Valid
P20 0,534 0,002 Valid
P21 0,634 0,000 Valid
P22 0,730 0,000 Valid
P23 0,678 0,000 Valid
P24 0,490 0,006 Valid
P25 0,616 0,000 Valid
P26 0,508 0,004 Valid
P27 0,657 0,000 Valid
P28 0,599 0,000 Valid
P29 0,705 0,000 Valid
P30 0,522 0,003 Valid
P31 0,590 0,001 Valid
P32 0,626 0,000 Valid
(Sumber: data diolah)
Jumlah item uji coba untuk variabel disiplin kerja sebanyak 33 pertanyaan. Setelah dianalisis dengan uji validitas, tidak ditemukan item yang tidak valid, sehingga item pertanyaan semua dipakai
2. Uji Reliabilitas
Menurut Arikunto (2010: 221), reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen
commit to user
tersebut sudah baik. Dengan mengetahui instrumen penelitian tersebut reliabel, maka bisa dipastikan data penelitian juga akan reliabel atau dapat diandalkan.
Maksud dari reliabel adalah apabila instrumen penelitian tersebut digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Uji reliabilitas dilakukan terhadap 30 responden menggunakan program SPSS versi 20 dengan Metode Cronbach Alpha. Kriterianya adalah suatu instrumen dikatakan reliable apabila koefisien reliabilitas
> 0,6 (Siregar, 2013: 57). Berikut hasil uji reliabilitas tiap variabel Table 3.7
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Alpha Cronbach Keterangan
Lingkungan Kerja 0,888 Reliabel
Motivasi Kerja 0,803 Reliabel
Disiplin Kerja 0,915 Reliabel
(Sumber: data diolah)
Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach > 0,6.
Maka dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan yang digunakan untuk setiap variabel dalam penelitian ini adalah reliabel, sehingga butir pertanyaan dapat digunakan untuk mengukur variabel dalam penelitian.