• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI PENGELOLAAN KELAS HONDA PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR DI SMK NEGERI 9 MALANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STUDI PENGELOLAAN KELAS HONDA PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR DI SMK NEGERI 9 MALANG"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI PENGELOLAAN KELAS HONDA PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR DI SMK NEGERI 9 MALANG

Oleh:

Muhamad Aji Slamet, Yoto, dan Widiyanti

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Email: [email protected]; [email protected]; dan [email protected]

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persiapan kerjasama pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, penyusunan dan model kurikulum dalam program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, persyaratan guru pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, sistem pembelajaran pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, pelaksanaan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen, pengamatan, dan wawancara.

Hasil penelitian adalah program kerjasama kelas Honda pada program keahlian teknik sepeda motor di SMK Negeri 9 Malang berjalan sangat baik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 9 Malang, hal tersebut tercermin pada sinkronisisi kurikulum, pengadaan sarana dan prasarana, pelatihan guru, penempatan praktik kerja industri, pelaksanaan uji kompetensi kejuruan, dan penyerapan tamatan kerja.

Kata Kunci: pengelolaan, kelas Honda, Teknik Sepeda Motor, SMK

Pendidikan mempunyai suatu peran yang sangat strategis dan penting dalam mening- katkan kualitas sumber daya manusia untuk upaya dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dan mewujudkan kesejah-teraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya poten- si peserta didik menjadi manusia yang ber- iman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Ma- ha Esa, berakhlah mulia, sehat, berilmu, mandiri, kreatif, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertangung jawab (UU Sisdiknas No 20 Tahun 2013, Bab II Pasal 3).

Sekolah Menengah Kejuruan merupa- kan satuan pendidikan formal yang menye- lengarakan pendidikan secara sistematis dan terstruktur yang memfokuskan peserta didik yang kompeten diberbagai bidang keahlian.

Satuan Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang me-musatkan pendidikan

untuk di pelajari sehingga menjadi kompeten di bidang tertentu sehingga outcome yang dihasilkan dari kgiatan pendidikan kejuruan siap bersaing di dunia usaha dan industri, serta dalam penyelengaraan pendidikan yang mengacu terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kebutuhan duania usaha dan industri. Me- nurut Sonhadji (2014:113) menyatakan pen- didikan kejuruan memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan umum, karena pendidikan kejuruan di-selenggarakan untuk penyiapan lulusan memasuki dunia kerja (education work). Dalam upaya tersebut satuan pendidikan menjalin kerjasama untuk meningkatkan mutu pendidikan serta me- menuhi tuntutan sekolah menengah kejuruan.

Dunia Usaha Industri (DUDI) merupa- kan komponen terpenting dari suatu perkem- bangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

(2)

berperan melaksanakan suatu pendidikan harus mampu mendekati industri untuk me- maksimalkan suatu pendidikan yang terin- tegrasi pada dunia kerja. Pendekatan satuan pendidikan kejuruan dengan dunia usaha industri dapat berupa sebuah kerja-sama da- lam bentuk program pemagangan, program pelatihan, program produksi (produk inovatif), dan program penyaluran lulusan.

Pada dasarnya prinsip kerja-sama in- dustri antara satuan pen-didikan kejuruan dengan dunia kerja bertujuan untuk mem- percepat waktu penyesuaian bagi lulusan sekolah kejuruan dalam memasuki dunia kerja yang pada akhirnya akan me-ning- katkan mutu sekolah menengah kejuruan dan mengintegrasi Ilmu pengetahuan dan Tekno- logi (IPTEK) sejalan dengan perkembangan jaman. Prinsip kerjasama merupakan konsep link and match, link and match merupakan kebijakan Depdiknas pada tahun 1993, konsep link and match berorien-tasi pada ke- butuhan pasar (demand driven) ter-kait an- tara SMK, siswa, orang tua, dan dunia kerja (Hadi dan Rabiman, 2014). Selain itu inti dari konsep link and match adalah adanya keter- kaitan antara program pendidikan yang di- berikan di sekolah dengan kebutuhan masya- rakat secara luas, dan adanya kesesuaian atau kecocokan antara program dan produk pendidikan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat (Djojonegoro, 1998).

Kelas industri merupakan program kerja sama antara industri dengan satuan pendidikan kejuruan dalam menintegrasikan pembelajaran di sekolah dengan dunia indus- tri. Kelas industri juga merupakan sebagai salah satu pola penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memadukan antara sistem pendidikan sekolah dan sistem yang ada di Industri secara relevan dan terarah

untuk mencapai peng-uasaan kompetensi siswa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kelas industri bertujuan untuk (1) menghasilkan tenaga kerja yang bermutu yaitu tenaga yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan, (2) memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan pasar kerja, (3) meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga ber- mutu, (4) memberi pengakuan dan peng- hargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan (Pakpahan, 2002). Adapun kriteria yang harus dipenuhi dalam menjalin kerja sama dengan Sekolah Me-nengah Kejuruan (SMK) adalah (1) industri minimal berskala nasional, (2) adanya MOU kerja sama industri dengan SMK, (3) bidang kerja yang digunakan sebgai program kerjasama harus sesuai de- ngan kompetensi yang ada di sekolah.

SMK Negeri 9 Malang merupakan salah satu lembaga pendidikan kejuruan tingkat menengah yang memiliki akreditasi A dan sudah bersatandar ISO 9001 yang diraih pada tahun 2008. Selain itu SMK Negeri 9 Malang mampu men-jalin kerja- sama dengan PT. Mitra Punasthika dalam program kerjasama kelas Honda. Program kerjasama kelas industri yang dijalin SMK Negeri 9 Malang betujuan untuk meng- integrasi pendidikan berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan industri. Menurut Saptono (2015) ada empat hal yang harus diper- hatikan untuk membangun hubungan kerja- sama Industri dan SMK dalam program kerja sama kelas industri yaitu standarisasi kelas industri, perencanaan kelas industri, pelak- sanaan kelas industri, dan evaluasi atau pengawasan kelas industri.

(3)

Adapun yang menjadi fokus pe-nelitian studi pengelolaan kelas Honda pada program keahlian teknik sepeda motor di SMK Negeri 9 Malang yaitu untuk mengetahui penge- lolaan kerjasama antara SMK Negeri 9 Malang pada bidang keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) dengan PT. Mitra Punasthika Mulia (MPM) dalam progam keahlian kelas Honda yang meliputi: (1) persiapan kerja- sama pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (2) penyusunan dan model kurikulum dalam program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (3) persyaratan guru pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (4) sistem pembelajaran pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (5) perlaksanaan Praktik Kerja Industri (Praker- in) pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (6) pelaksanaan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Hal berdasarkan pendekatan kuali- tatif dapat mempresentasikan hasil pene- litianya sesuai dengan fakta-fakta yang ada dilapangan secara nyata dan sunguh-sung- guh. Pendekatan kualitatif juga dipandang bersifat praktis, dan dapat mengungkapkan komplektisitas yang mendalam terhadap ke- jadian atau suatu kebijakan. Sumber data pa- da penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang hubungan masyarakat, wakil kepala sekolah bidang sarana dan pra- saran, kepala program keahlian otomotif, ke- pala bengkel otomotif, guru produktif kelas

pulkan dengan analisis dokumen, penga- matan dan wawancara, sedangkan untuk prosedur analisis data dalam penelitian ini mengunakan seperti yang di-kemukakan dikemukakan oleh Miles & Huberman dalam (Ulfatin, 2015:257), setelah data terkumpul (data collection) maka model interaksi analisis data dapat dilihat pada Gambar 1, yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data;

dan (3) penarikan kesimpulan atau penilaian (kesimpulan sementara, verifikasi, dan kesimpulan akhir).

Gambar 1. Siklus Interaktif Proses Analisis Data Penelitian Kualitatif (Sumber: Miles &

Huberman, 1994 dalam Ulfatin, 2015:257).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian beri-kut ini akan dipaparkan secara rinci tentang: (1) persiapan kerjasama pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (2) penyusunan dan model kurikulum dalam program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (3) per-syaratan guru pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (4) sistem pembelajaran pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (5) pelak-sanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) pada program keahlian kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang, (6) pelaksanaan Uji Kom-petensi Kejuruan (UKK) pada program keahlian

Pengumpulan Data (Data

Colection) Reduksi

Data

Penyajian Data (Data Conclusion

Drawing and Verifycation

(4)

Persiapan Program Keahlian Kelas Hon- da di SMK Negeri 9 Malang

Landasan pokok dibentuknya kerjasa- ma antara SMK Negeri 9 Malang dengan PT.

Mitra Punasthika Mulia dalam bentuk program kerjasama kelas Honda adalah ber- dasarkan kebijakan link and match. Kebijak- an link anda match diterbitkan oleh Depar- temen Pendidikan dan Kebudayaan (1995) yang memiliki tujuan utama yaitu; (1) meningkatkan mutu pendidikan yang sepadan dengan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri, (2) menciptakan suatu keadaan yang dapat menunjang program yang selaras dengan kebutuhan akan tenaga terampil dan ahli pada Industri yang terus berubah dan berkembang. sasaran dalam pembentukan kerjasama program keahlian kelas Honda yaitu peserta didik pada program keahlian Teknik Sepeda Motor di SMK Negeri 9 Malang.

Bentuk kerjasama dalam program kerjasama kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang memiliki bermacam-macam bentuk yaitu; (1) singkronisasi kurikulum, (2) pe- ngadaan sarana dan prasaran, (3) penem-pat- an praktik kerja industri, (3) pelaksanaan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK), (4) pelatihan bagi guru, (4) dan penyaluran tamatan kerja.

Persiapan SMK Negeri 9 Malang dalam kerjasama tersebut meliputi: (1) mengum- pulkan informasi mengenai pelaksanaan kerja-sama kelas Honda, (2) sekolah harus siapkan infarastruktur/gedung, (3) pengada- an sarana dan prasarana, (4) pelatihan guru, (5) singkronisasi kurikulum, dan (7) penye- leksian calon peserta didik kelas Honda.

Penyusunan dan Model Kurikulum dalam Pengelolaan Program Keahlian Kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang

Kurikulum merupakan acuan pembela- jaran dan pelatihan dalam pendidikan, dalam satuan pendidikan kejuruan kurikulum

mempunyai fungsi sebagai pengorganisasian keseluruan proses pendidikan. Pada kelas in- dustri Honda mengunakan kurikulum imple- mentatif dimana kurikulum tersebut telah dikolaborasikan antara kurikulum nasional dengan kompetensi dasar di industri sehingga kurikulum implementatif sudah terintegrasi dengan industri. Hal tersebut selaras menurut Iriani dan Soeharto (2015) mengungkapkan

“kurikulum implementatif sebagai kurikulum singkronisasi yang disusun oleh pihak DU/DI (Dunia Usaha/Dunia Industri) dan pihak sekolah benar-benar tealh sesuai dan diterap- kan pada kegiatan prakerin siswa sehingga pelaksanaan prakerin berjalan lancar, efesi- en, dan efektif”.

Kurikulum implementatif me-rupakan kurikulum yang segaja dirancang untuk kelas Honda, karena dalam isi kurikulum imple- mentatif disisipi muatan-muatan berdasarkan kompetensi di industri, sehingga secara fokus kelas Honda di-persiapkan dalam mempe- lajari kompetensi keahlian teknologi Honda dan para peserta didik akan memiliki kompetensi dan keahlian berdasarkan ke- butuhan industri.

Adapun perbedaan antara kurikulum program keahlian kelas Honda dengan kelas reguler dapat ditinjau dari persentase ketiga rana pembelajaran yaitu afektif, kognitif dan psikomotik. Ketiga rana tersebut dapat ditin- jau dari porposi setiap sajian mata pelajaran yang terancang dalam struktur kurikulum implementatif yaitu mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif untuk lebh jelas sebagai berikut.

Tebel 1. Persentase Perbedaan Program Keahlian Kelas Honda dan Kelas Reguler

No Rana Pm.Bljn

Kls.

Honda

Kls.

Reg

Prost.

1 A 50 50 100%

2 K 50 50 100%

3 P 60 40 100%

(5)

Persyaratan Guru pada Kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang

Adapun perbedaan guru yang menda- sar yaitu bahwa guru kelas Honda memiliki surat peryataan telah melaksanakan pelatihan yang diadakan oleh Honda. Surat pernyataan tersebut hanya diperuntukan untuk guru mata pelajaran produktif. Dalam mengajar kelas industri Honda harus memenuhi suatu per- syaratan yang dikeluarkan oleh SMK Negeri 9 Malang, persyaratan tersebut meliputi guru yang memiliki (1) kompetensi, (2) mempu mentransferkan ilmunya, (3) sertifikat kom- petensi kusus yang di-keluarkan oleh Honda.

Pendaftaran untuk menjadi guru kelas Honda akan berjalan secara otomatis dengan berjalanya program kerjasama semua guru akan terdaftar menjadi guru kelas Honda, secara otomatis juga guru yang telah ter- daftar akan training sebagai syarat untuk me- miliki kompetensi mengajar kalas industri Honda. Program pelatihan guru merupakan salah satu bentuk kerjasama dan industri yang mengadakan pelatihan tersebut. Setelah malaksanakan pelatihan selain telah memili- ki kompetensi juga.

Sebagai upaya untuk meratakan kom- petensi untuk mengajar kelas Honda maka dalam faktanya guru yang telah melaksa- nakan pelatihan secara pribadi atau dapat di- istilahkan training by trining terhadap guru yang belum melaksanakan pelatihan hal ter- sebut bertujuan untuk memeratakan kom- petensi keahlian guru, sehingga dalam me- ngejar kelas Honda guru akan memiliki kom- petensi yang sama.

Sistem Pembelajaran pada Program Keahlian Kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang

Teknik pembelajaran antara kelas Hon- da dan kelas reguler tidak ada suatu per-

pembelajaran diserahkan pada guru yang mempertimbangkan kebutuhan dalam pem- belajaran baik dari teknik pembelajaran dan pendekatan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Hal tersebeut selaras pernya- taan Alvin W. Howard dalam Slameto (2015:32), bahwa mengajar adalah suatu aktifitas untuk mencoba menolong, mem- bimbing sesorng untuk mendapatkan, meng- ubah dan mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), appreaciation (pengharga- an), dan knowledge (pengetahuan), namun apabila ditelisik lebih dalam lagi ada suatu perbedaaan antara pembelajaran kelas indus- tri Honda dan kelas reguler meliputi inputan peserta didik, kelengkapan sarana dan pra- saran, dan konten pembelajaran. Pembela- jaran kelas Honda mengunakan bermacam- macam sumber be-lajar dalam bentuk buku BSE, Modul khusus kelas Honda dari semester 1 sampai dengan semester 6, Manual Book, perpustakaan, dan internet.

Praktik Kerja Industri pada Kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang

Pelaksanaan praktik kerja industri akan dilaksanakan pada jenjang kelas XI dan selama 3 bulan itu berlaku baik untuk kelas Honda atau kelas reguler. selaras dengan hasil penelitian Mahande (2013) yaitu bentuk kerjasama dalam pelak-sanaan praktik kerja industri merupa-kan konsep link and match dimana bertujuan untuk mendekatkan antara supply dan demand, mutu sumber daya manusia (SDM), terutama yang berhubungan dengan kualitas ketenagakerjaan, namun adapun perbedaan dalam pelaksanaan praktik kerja industri tersebut pada sisi penempatan peserta didik dimana untuk kelas Honda penempatan akan didistribusikan oleh pihak Honda ke bengkel-bengkel resmi Honda seluruh Provinsi Jawa Timur dan NTT,

(6)

praktik kerja industri bersifat flexible karena tidak me-nuntut ditempat bengkel-bengkel resmi.

Persiapan dalam pelaksanaan praktik kerja industri pada kelas Honda yaitu: (1) pertama, ketika kelas Honda berada pada jenjang kelas XI, sekolah akan mengirimkan biodata peserta prakerin ke industri; (2) kedua, setelah menerima data tersebut industri akan men-distribusikan peserta prakerin ke seluruh bengkel-bengkel resmi Honda terutama untuk wilayah Jawa Timur.

Pada akhir kegiatan praktik kerja industri diadakan suatu kegitan evaluasi selama pelaksanaan praktik kerja industri.

Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) pada Program Keahlian Kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang

Pelaksanaan kegiatan UKK akan dilak- sanakan pada jenjang kelas XII dan di- gunakan sebagai tolak ukur kemampuan peserta didik serta sebagai persyaratan kelulusan. Hal tersebut sesuai dengan Direktorat Pembinaan SMK (2017) bahwa uji kompetensi keahlian bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai dengan kompetensi keahlian yang ditempu di SMK. Pelaksanaan ujian kompetensi kejuruan pada kelas Honda di laksanakan di SMK Negeri 9 Malang, dikarenakan di SMK Negeri 9 Malang sudah terakreditasi atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), hal tersebut diperkuat menurut DP SMK (2017) yang menyatakan ujian praktik kejuruan dilaksanakan oleh pelaksa- na Ujian Nasional tingkat provinsi dan satuan pendidikan ter-akreditasi atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pihak pertama, pihak kedua atau pihak ketiga yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Persiapan yang dilakukan sekolah antara lain mempersiapkan daftar peserta Uji Kompetensi Kejuruan (UKK), instrument ujian kompetensi, tempat untuk Uji Kompetensi Kejuruan (UKK), media dan alat yang berstandar Honda, dan penguji dari sekolah. Sedangkan industri mempersiapkan perwakilan dari industri sebagai penguji dan mengeluarkan sertifikat Uji Kom-petensi Kejuruan (UKK). Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) tidak ada suatu persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik.

Pelaksanaan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) diperuntukan untuk peserta didik pada jenjang XII.

Pelaksanaan uji kompetensi kejuruan akan melibatkan penguji eksternal dan internal, penguji eksternal merupakan pe- nguji yang berasal dari industri mitra ker- jasama yaitu PT. Mitra Punasthika Mulia Honda yang akan mengirimkan perwakilan untuk menjadi penguji pelaksanaan ujian kompetensi kejuruan, sedangkan untuk pe- nguji internal yaitu penguji dari internal sekolah yaitu guru yang memiliki kom- petensi dan sudah sertifikasi (LSP).

PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:

(1) Persiapan pelaksanaan program keahlian kelas Honda di SMK Negeri terbentuk berdasarkan landasan kebijakan link and match. Adapun persiapan yang dilakukan SMK Negeri 9 Malang meliputi pengajuan proposal kerjasama, workshop, MoU, penyusunan kurikulum, pengadaan sarana dan prasarana, sedangkan persiapan PT.

Mitra Punasthika yaitu menyelengara-kan workshop. (2) Perencanaan penyusunan dan model kurikulum dalam pengelolaan

(7)

program keahlian kelas Honda di SMK Ne- geri 9 Malang berdasarkan keputusan ber- sama PT. Mitra Punasthika Mulia, hal ter- sebut diwujudkan dalam kurikulum imple- mentatif. (3) Kualifikasi guru pada kelas Honda di SMK Negeri 9 Malang yaitu men- daftarkan ke PT. Mitra Punasthika Mulia dengan mengirim biodata, kemudian menda- patkan jadwal dan tugas pelaksanaan pelatih- an, melaksanakan pelatihan selama 3 sampai 10 hari, mendapatkan surat keterangan pelatihan dan mengajar kelas Honda. (4) Pelaksanaan proses pembelajaran kelas Honda pada dasarnya tidak berbeda dengan kelas reguler, adapun yang membedakan yaitu inputan peserta didik, kurikulum se- hingga konten dan alokasi waktu berbeda. (5) Pelaksanaan prakerin pada kelas Honda dilaksanakan di bengkel-bengkel resmi Hon- da, penepatan tempat tersebut dilakukan oleh PT. Mitra Punasthika. Pelaksanaan prakerin selama 3 bulan dan setelah selesai prakerin akan diadakan evaluasi dan mendapat sertifikat dari industri. (6) Pelaksanaan Uji Komptensi Kejuruan (UKK) pada kelas Hon- da masih belum terlaksana karena masih pada jenjang kelas XI, karena pelaksanaan UKK akan dilaksanakan di jenjang kelas XII.

Saran

Kepada guru, selaku guru program keahlian kelas Honda perlu adanya peman- faatan sarana dan prasaran yang sudah tersedia untuk menunjang kegiatan pem- belajaran kelas Honda, pemahaman akan implementasi kurikulum serta disarankan untuk lebih memperhatikan mengenai aspek ke-disiplinan, kerapian dan kesopanan.

Kepada Kepala Sekolah, Selaku kepala sekolah SMK Negeri 9 Malang untuk lebih

meningkatkan komunikasi dengan industri dalam upaya manjaga jalinan kerjasama yang sudah terbentuk serta melakukan kajian ulang mengenai kurikulum yang diimple- mentasikan pada program keahlian kelas Honda.

Kepada SMK Negeri 9 Malang, SMK Negeri 9 Malang sebagai lembaga pendidik- an yang berperan dalam program kerjasama kelas Honda perlu adanya peningkatan dalam kompetensi tenaga pendidik, pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia dalam menunjang pembelajaran kelas Honda serta turut meningkatkan standarisasi kelengkapan sarana dan prasarana dalam upaya mening- katkan mutu pendidik di SMK Negeri 9 Malang.

Kepada PT. Mitra Punasthika Mulia, selaku industri yang telah memiliki track and record dalam perindustrian di Indonesia dan perduli akan mutu pendidikan disarankan untuk lebih kooperatif dengan membuka kesempatan yang besar untuk SMK yang akan menjalin kerjasama baik dalam bentuk program kerjasama kelas industri atau diluar dari hat tersebut. Serta selalu berkontribusi dan mendukung pihak-pihak dalam usaha perbaikan suatu program kerjasama melalui kegiatan ilmiah dengan cara memberikan jalan dan kesempatan.

Kepada Mahasiswa, selaku peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih mengem- bangkan penelitian ini dengan melakukan perbandingan penelitian yang selaras dengan konteks permasalahan tersebut, sehingga didapatkan suatu informasi komplek berda- sarkan perbedaan untuk membanding ma- cam-macam program kerjasama

(8)

DAFTAR RUJUKAN

Arifin. Z. 2013. Konsep dan Model Pengem- bangan Kurikulum. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Direktoran Pembinaan SMK. 2017. Penye- lengaraan Penyelengaraan Uji Kom- petensi Keahlian. Jakarta.

Djojonegoro, Wardiman. 1994. Konsep Pen- didikan Sitem Ganda. Jakarta: Depdik- but Direktorat Dikmenjur.

Hamalik. O. 2013. Dasar-Dasar Pengem-ba- ngan Kurikulum. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.17 Tahun 2015 Tentang sistem Pen-didikan Nasional. Jakarta: Presi- den RI.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.

22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sagala, Syaiful. 2011. Manajemen Strategi dalam Peningkatan Mutu Pendidi-kan.

Bandung: CV. Alfabeta.

Slameto. 2015. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sonhadji, A. 2014. Manusia, Teknologi, dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.

Malang: Universitas Negeri Malang.

Ulfatin, Nurul. 2014. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan (Teori dan Aplikasinya). Malang: Media Nusa Craative.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor.

20 Tahun. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian untuk variabel prestasi praktik kerja industri pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 1 Jumo Temanggung termasuk

Pengembangan Media Pembelajaran Komik Teori Kesetimbangan Pada Mata Pelajaran Statika Di Kelas X Program Keahlian Pendidikan Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) karakteristik pemilihan tempat praktek kerja industri program keahlian multimedia di SMK Negeri Jumo Temanggung, (2)

Besarnya pengaruh hasil belajar praktik terhadap keberhasilan praktik kerja industri siswa kelas XII bidang keahlian teknik bangunan program keahlian teknik perkayuan SMK Negeri

Besarnya pengaruh hasil belajar praktik terhadap keberhasilan praktik kerja industri siswa kelas XII bidang keahlian teknik bangunan program keahlian teknik perkayuan SMK Negeri

2017.. Hubungan Penguasaan Fisika dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Mekanika Teknik Pada Siwa Kelas XI Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1

Data untuk variabel Y diperoleh dari jawaban yang diberikan responden siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Garut terhadap pernyataan

Judul Skripsi : PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL SENI LUKIS DENGAN MEDIA ASAP PADA MATA PELAJARAN LUKIS MODERN DI KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN SENI LUKIS SMK NEGERI 9 SURAKARTA