LAPORAN KEGIATAN
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
PENYULUHAN KESEHATAN DAN SENAM LANSIA DI PANTI SOSIAL WERDHA
BUDI MULYA 1 CIPAYUNG JAKARTA TIMUR
OLEH:
ZOMPI, S.Kep, MM SYARIFAH, S.Kep.M.Kes NATHASYA KIRANA MAHARANI AHMAD HIDAYATULLOH
AKADEMI KEPERAWATAN JAKARTA PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN
JUMAT, 25 OKTOBER 2019
LAPORAN KEGIATAN
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
PENYULUHAN KESEHATAN DAN SENAM LANSIA DI PANTI SOSIAL WERDHA
BUDI MULYA 1 CIPAYUNG JAKARTA TIMUR
JAKARTA, 25 OKTOBER 2019
KETUA PELAKSANA. 1
ZOMPI, S.Kep, MM KETUA PELAKSANA. 2
SYARIFAH NUR NURLIANI, S.Kep, M.Kes
MENGETAHUI
DIREKTUR AKPER YASPEN JAKARTA
SULASTRI, SKp, M.Kep
10
A. PENDAHULUAN
Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur.
Kehidupan manusia. Sedangkan menurut UU No. 13 Tahun 1998 tentang kesehatan dikatakan bahwa usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun
Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yakni ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkankematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ. Jika ditinjau secara ekonomi, penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumberdaya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi
11
memberikan banyak manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat
Penetapan usia 65 tahun ke atas sebagai awal masa lanjut usia (lansia) dimulai pada abad ke-19 di negara Jerman. Usia 65 tahun merupakan batas minimal untuk kategori lansia. Namun, banyak lansia yang masih menganggap dirinya berada pada masa usia pertengahan. Usia kronologis biasanya tidak memiliki banyak keterkaitan dengan kenyataan penuaan lansia. Setiap orang menua dengan cara yang berbeda-beda, berdasarkan waktu dan riwayat hidupnya.
Setiap lansia adalah unik, oleh karena itu perawat harus memberikan pendekatan yang berbeda antara satu lansia dengan lansia lainnya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lanjut usia meliputi:
1. Usia pertengahan (Middle Age) adalah orang yang berusia 45-59 tahun.
2. Usia Lanjut (Elderly) adalah orang yang berusia 60-74 tahun.
3. Usia Lanjut Tua (Old) adalah orang yang berusia 75-90 tahun.
4. Usia Sangat Tua (Very Old) adalah orang yang berusia > 90 tahun.
penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu, dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan.
Pelaksanaan penyuluhan tentang pemanfaatan posyandu lansia sangat penting karena memengaruhi terjadinya perubahan perilaku masyarakat karena melalui penyuluhan atau penyebar luasan informasi dapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap masyarakat atau lansia tentang kesehatan
12
Senam lansia merupakan olahraga yang cocok bagi lansia karena gerakan di dalamnya menghindari gerakan loncat-loncat (low impact), melompat, kaki menyilang, maju mundur, menyentak-sentak namun masih dapat memacu kerja jantung-paru dengan intensitas ringan-sedang. Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi organ tubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh manusia setelah latihan teratur.
Senam lansia bisa dilakukan secara teratur minimal sehari dilakukan dalam waktu 30 menit. Dalam sepekan, senam untuk lansia bisa dipraktikkan 4-5 kali demi menunjang kesehatan.
Adapun manfaat pun bisa didapatkan dari senam lansia, antara lain:
- Meningkatkan kekuatan - Meningkatkan keseimbangan - Menambah energy
- Mencegah dan menunda penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis
- Meningkatkan mood dan mencegah depresi
- Meningkatkan fungsi kognitif atau cara kerja otak.
13 Mahasiswa merupakan suatu penggerak yang berperan dalam perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam suatu negara. Mahasiswa memiliki berbagai keahlian yang dapat diperjuangkan untuk kemajuan suatu negara, mahasiswa keperawatan yang berjuang melalui sikap kepedulian antar sesama demi terwujudnya masyarakat yang mandiri dan tanggap terhadap kejadian – kejadian yang sedang terjadi di masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas dan demi terciptanya masyarakat dan generasi muda yang dianggap dan peduli terhadap sesama, Pendidikan Akademi keperawatan bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Akademi Keperawatan Yaspen Jakarta bermaksud untuk mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan lansia dan kegiatan senam lansia
Adapun Akper Yaspen Jakarta sebagai institusi pendidikan yang memiliki tugas tridarma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tugas pengabdian kepada masyarakat meliputi berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat luas.
Sebagai institusi pendidikan di bidang kesehatan khususnya keperawatan peran pengabdian kepada masyarakat ini lebih banyak dalam bentuk kegiatan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini sesuai dengan visi misi Akper Yaspen Jakarta.
14 B. TUJUAN KEGIATAN
1. Adapun tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan pada lansia di Panti sosial werdha adalah :
a. Menambah pengetahuan dan kemampuan lansia tentang kesehatan.
b. Mengubah perilaku lansia ke arah perilaku sehat sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal, untuk mewujudkannya, perubahan perilaku yang diharapkan setelah menerima pendidikan kesehatan
c. Untuk merubah perilaku perseorangan lansia dalam bidang kesehatan.
d. Meningkatkan jiwa sosial dosen dan mahasiswa/i Akper Yaspen Jakarta
2. Adapun tujuan kegiatan senam lansia di Panti sosial werdha adalah : a. Meningkatkan kekuatan otot dan sendi pada lansia
b. Meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia
c. Mencegah dan menunda penyakit, pada lansia seperti penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis
d. Meningkatkan mood dan mencegah depresi pada lansia e. Meningkatkan fungsi kognitif atau cara kerja otak pada lansia C. TAHAP PERSIAPAN
Sebelum melakukan pelaksanaan Kegiatanharus dilakukan :
1. Membentuk panitia dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia.
2. Melakukan kordinasi antara sesama panitia yang terlibat dalam kegiatan
3. Meminta izin pada pihak panti social werdha untuk melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia
4. Mengidentifikasi dan menentukan lansia yang bisa diikutkan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia.
5. Mengetahui perkembangan masing-masing panitia melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia
6. Memaksimalkan persiapan kegiatan yang akan berjalan
15
D. TAHAP PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal Kegiatan : Jumat , 25 Oktober 2019
Tempat Kegiatan : Lapangan Panti sosial Werdha dan Halaman Ruangan Panti Sosial Werdha Cipayung Jakarta Timur
Alamat Kegiatan : Jl. Bina Marga No.58, RT.7/RW.6, Cipayung, Kec.
Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13840
Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Akper Yaspen Jakarta serta individu dan , kelompok lansia yang ada di Panti social werda Cipayung Jakarta Timur.
E. Tahap Evaluasi
1. Evaluasi Struktur a. Panitia
Kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia dilaksanakan oleh Dosen dan mahasiswa Akper Yaspen Jakarta dengan jumlah panitia sebanyak 20 orang dengan tugas yang sudah ditetapkan masing-masing.
b. Peserta
Kegiatan ini dikuti oleh Lansia individu dan kelompok yang ada dipanti social werdha Budi Mulya Cipayung Jakarta Timur.
c. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dari pihak panitia, diantaranya:
1) Kepala panti social werdha Budi Mulya 1 Cipayung, kepala kesehatan panti social werdha Budi Mulya 1 Cipayung Jakrta Timur, sebagai fasilitator atas berjalannya kegiatan ini.
2) Dosen dan mahasiswa Akper Yaspen Jakarta.
16
2. Evaluasi Proses
Kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan waktu dan kesepakatan bersama.
3. Evaluasi Hasil
Kegiatan ini berjalan dengan baik. Adapun susunan acara kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia Akper Yaspen Jakarta terlampir.
F. Faktor Penunjang
1. Adanya kerja sama yang baik dari antar panitia dosen, mahasiswa dan pihak panti social werdha untuk menjalankan kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia Akper Yaspen Jakarta dipanti social werdhaini.
2. Partisipasi yang tinggi dan respon yang baik dari individu dan kelompok pasien yang ada dip anti social werdha yang di libatkan dalam kegiatan.
G. Faktor Penghambat
Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar, walaupun pada saat pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia panti social werdha ada kegiatan rutin, dengan adanya kerja sama antara dosen, mahasiswa , Kepala panti social, kepala bidang kesehatan panti social dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai waktu yang telah di rencanakan.
H. Saran
a) Selalu meningkatkan kerja sama yang baik antara dosen, mahasiswa dan pihak panti Sosial werdha Bidi Mulya 1 Cipayung Jakarta timur untuk kegiatan – kegiatan selanjutnya.
b) Jangan cepat merasa puas dengan keberhasilan yang diraih, tetapi terus kembangkan untuk mendapat hasil yang lebih baik lagi.
c) Untuk para lansia yang telah di berikan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia di berikan penjelasan agar bisa melaksanakan dipanti dan selalu diberikan motivasi tentang kesehatan.
17 I. Lampiran
1. Susunan Panitia 2. Susunan Acara
3. Anggaran Dana Kegiatan 4. Daftar Hadir
5. Dokumentasi
J. Penutup
Demikian Laporan kegiatan pengabdian masyarakat kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam lansia ini kami buat, semoga laporan ini dapat menjadi gambaran untuk kegiatan ini serta peningkatan kegiatan yang akan datang. Kami selaku panitia kegiatan penyuluhan kesehatan dan kegiatan senam mengucapkan terimakasih kepada kepala panti Sosial dan kepala bidang kesehatan panti social werda Budi Mulya 1 Cipayung Jakarta Timurs serta pasien lansia individu dan kelumpok dipanti social werdha yang telah membantu kami demi terlaksananya kegiatan ini.
Jakarta, 29 Oktober 2019
Mengetahui, Ketua Pelaksana
Ka Prodi
Resmiati, SKp, M.Kes Zompi, S.Kep, MM.
Mengetahui
Direktur Akper Yaspen Jakarta
Sulastri, SKp, M.Kep
18 Lampiran 1
Susunan Panitian Kegiatan
Penanggung Jawab : Sulastrin SKp, M.Kep Ketua pelaksana : - Zompi, S.Kep, MM
- Syarifah Nur Nurliani, S.Kep, M.Kes Sekretaris : Dra, Yuntinawati
Bendahara : Deby Ratih, SE
Sie acara : Nathasya Kirana Maharani Ahmad Hidayatulloh Afi Rahma Sari Putri Guneti Rozqi Amalia Sie Humas : Milda Septiani
Sap Mei Lianti
Sie dokumentasi : Suci Surya Rossa
Sie perlengkapan : Frima Anggih Wildan Aulia M Ari Susanto Yuda
Sie Konsumsi : Lutfia Anam Alfia Safitri Sie Keamanan : Prasongko
Hanggara Bimantara Sie Kesehatan : Fian Alfiana
Fani
Zahratul Wardha
19 Lampiran 2
Susunan Acara Kegiatan Donor Darah
Hari / Tanggal : Jumat, 25 Oktober 2019
Tempat : Panti social werdha Budi Mulya 1 Cipayung Jakarta Timur Waktu : 09:00 s/d 11.00
Waktu Agenda / Acara Penanggung Jawab
07:30 s/d 09.00 Senam Lansia Nathasya Kirana Maharani 010:00 s/d 11.00 Penyuluhan Keshatan Lansia Ahmad Hidayatulloh
Jakarta, 29 Oktober 2019
Mengetahui, Ketua Pelaksana
Direktur Akper Yaspen Jakarta
Sulastri, SKp, M.Kep Zompi, S.Kep, MM.
20 Lampiran Dokumentasi Kegiatan
21
Gambar Kegiatan Senam Lansia
22
23
24
25
26