• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT KENYAMANAN TAMAN KOTA BLITAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TINGKAT KENYAMANAN TAMAN KOTA BLITAR"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

TINGKAT KENYAMANAN TAMAN KOTA BLITAR

Defrin Rizgiandra, Surjono, I Nyoman Suluh Wijaya

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan Mayjen Haryono 167 Malang 65145 -Telp (0341)567886

Email: [email protected] ABSTRAK

Pemerintah Kota Blitar melakukan upaya penghijauan kota dengan cara penyediaan ruang terbuka hijau dengan konsep Green City berupa taman kota. Ruang terbuka hijau merupakan kebutuhan yang harus diperhatikan, dikarenakan termasuk salah satu elemen kota dan kehadirannya dalam suatu kota didasarkan pada ketentuan- ketentuan dan standar-standar tertentu. Mengidentifikasi karakteristik pengunjung sangat diperlukan untuk perencanaan pada setiap taman. Penentuan taman penelitian berdasarkan rencana strategis (RENSTRA) dinas lingkungan hidup daerah tahun 2016-2021. Data didapatkan dari survei primer karakteristik taman. Metode pengumpulan data dilakukan terhadap sampel pengunjung yang dihitung menggunakan rumus linear time function. Data primer didapatkan melalui survei primer dengan cara menyebarkan kuisioner, wawancara serta dokumentasi. Data yang sudah didapat diukur menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik taman pada 4 taman Kota Blitar secara fungsi keseluruhan taman memiliki karakteristik yang sama. Kecenderungan pengunjung taman adalah laki-laki, pengunjung berumur 15-64 tahun dan tujuan pengunjung adalah rekreasi/jalan-jalan.

Kata Kunci: Ruang-terbuka-hijau, Linear-time-function, Analisis-statistik-deskriptif ABSTRACT

Blitar city government is making efforts to green the city by providing an open space, with Green City concept of City park. The green open space is a need to be noticed, as it is one of the city's elements and its presence in a city is based on certain provisions and standards. Identifying the characteristics of a visitor is indispensable for planning on each park. Determination of the research park based on the strategic Plan (RENSTRA) of the area Environment office in 2016-2021. Data obtained from a garden-characteristic primary survey. The data collection method is done against the sample visitor that is calculated using the linear time function formula. Primary Data is obtained through a primary survey by spreading the questionnaire, interviews and documentation. The Data already gained is measured using descriptive statistical analysis. Results showed that the garden characteristics in the 4 functions of Blitar City Park in the overall function of the park have similar characteristics. The tendency of garden visitors is male, visitors aged 15-64 years and the visitor's destination is recreation/walking.

Keywords: Green-open-space, Linear-time-function, Statistic-descriptive-analysis

PENDAHULUAN

Berdasarkan Rencana Strategis tahun 2016-2021 Kota Blitar adalah salah satu kota yang berada di Jawa Timur, Kota Blitar merupakan kota terkecil kedua setelah Kota Mojokerto. Kota Blitar sangat identik dengan wisata sejarahnya karena sering dikaitkan dengan nama besar Bung Karno yang merupakan Presiden pertama Republik Indonesia. Kota Blitar merupakan tempat Bung Karno dimakamkan, selain dari pariwisata sejarahnya Kota Blitar memiliki cukup banyak daya tarik wisata non-sejarah salah satunya adalah Taman Rekreasi Kebon Rojo.

Pembangunan dan pertumbuhan kota selalu identik dengan perkembangan dan perubahan fisik kota, akibatnya kerusakan ekosistem dan degradasi lingkungan terjadi, selain itu kita juga

dihadapkan dengan berbagai macam permasalahan perkotaan, di mana permasalahan tersebut timbul karena kurangnya ruang terbuka hijau di tengah kota.

Kota Blitar selalu melakukan pembangunan baik sarana maupun prasarana untuk memenuhi kebutuhan serta kenyamanan penduduk Kota Blitar. Semakin meningkatnya pembangunan menyebabkan permasalahan yang semakin kompleks terutama terkait ruang terbuka hijau yang mengalami beberapa permasalahan mengenai kenyamanan. Konsep tentang kenyamanan (comfort) sangat sulit untuk didefinisikan karena lebih merupakan penilaian responsif individu (Zabdi, 2016). Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 5 Tahun 2008 Taman kota adalah lahan terbuka dengan kondisi fisik memiliki fasilitas tertentu yang

(2)

berfungsi sosial dan estetik sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan lain pada tingkat kota. Taman kota adalah ruang yang terbatas penggunaannya dan fleksibel bentuknya kemudian dikembangkan dengan struktur yang minimal dan didominasi oleh elemen alami yang dipergunakan untuk tempat santai, istirahat, bersosialisasi dan lain-lain (Grove, 1983). Taman kota dibuat oleh pemerintah, mempunyai fungsi sebagai tempat rekreasi, baik rekreasi aktif yang dilengkapi dengan sarana lapangan olah raga, rekreasi pasif untuk menghirup udara segar dan untuk menghilangkan kejenuhan.

Menurut Nazzaruddin (1994), taman adalah sebidang lahan terbuka dengan luasan tertentu di dalamnya ditanam pepohonan, perdu, semak dan rerumputan yang dapat dikombinasikan dengan kreasi dari bahan lainnyaPerencana kota sudah seharusnya merencanakan ruang terbuka hijau (RTH) yang ideal bagi warga kota agar dapat memberikan kenyamanan dalam beraktivitas. fasilitas kebersihan berupa tempat sampah dan satu fasilitas yang digunakan sebagai toilet/WC.

Taman sebagai ruang publik, taman memiliki beberapa fungsi sosial seperti tempat bermain dan berolahraga.

Pada perencanaan dan pengembangan RTH yang berfungsi sebagai menambah ruang terbuka hijau dan paru- paru kota, sebagai tempat untuk menyelamatkan berbagai jenis tanaman dan satwa lokal, pengembangan sarana rekreasi. Penentuan taman penelitian berdasarkan rencana strategis (RENSTRA) dinas lingkungan hidup daerah tahun 2016-2021 Kota Blitar akan menjadi tempat yang akan banyak dikunjungi masyarakat untuk beraktivitas sosial, sehingga dibutuhkan persepsi kenyamanan terhadap Taman Sentul, Taman Rekreasi Keluarga Kebon Rojo, Taman Green Park, serta Taman Pecut sebagai penilaian masyarakat/pengunjung taman tersebut serta rekomendasi untuk pemerintah agar dapat maksimalnya pelayanan RTH sesuai harapan pengunjung 4 Taman tersebut.

METODE PENGUMPULAN DATA

Data yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah data primer. Data primer didapat dari pengamatan langsung di lapangan.

Data primer ini berupa kondisi taman dan karakteristik pengunjung dari 4 taman kota di Blitar. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau

teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner (angket), form wawancara dan observasi.

Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1 Variabel Penelitian

Variabel Sub Variabel

Sirkulasi

• kemudahan akses menuju lokasi taman

• Kemudahan dalam mengelilingi taman

Kemudahan dalam memarkirkan kendaraan Iklim/Kekuatan

Alam

• Tingkat keteduhan taman di siang hari

• Aliran angin yang dirasakan saat berada di area taman

• Sarana tempat berteduh bila terjadi hujan Kebisingan • Tingkat kebisingan kendaraan di

lingkungan taman

Aroma/ bau- bauan

• Kondisi taman terhadap aroma/bau-bauan yang berasal dari saluran air kotor (selokan)

Kondisi taman terhadap aroma/bau-bauan yang berasal dari tempat pembuangan sampah

Bentuk

• Kondisi tempat duduk; Gazebo; Shelter;

kolam; batuan; dan tebing buatan. yang tersedia di taman

• Keragaman jenis fasilitas bermain yang ada di taman

Kondisi tumbuhan (pohon, perdu, semak, rumput, dll) di are taman

Keamanan

• Kondisi keamanan fasilitas bermain saat digunakan

• Keamanan dalam beraktivitas di sekitar area taman

Kebersihan

• Kondisi kebersihan di area taman

• Kondisi dan ketersediaan fasilitas kebersihan (air bersih dan tempat sampah)

• Kondisi saluran air kotor (selokan) yang ada di taman

Keindahan

• Kondisi dan ketersediaan fasilitas pencahayaan

• Keindahan bentuk fasilitas yang tersedia di area taman

Keindahan tumbuhan di area taman Sumber : Hakim, 2003

Populasi dan Sampel Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Kota Blitar dan sekitarnya yang berkunjung ke taman kota yang diteliti.

Sampel

Menggunakan purposive sampling dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus linear time function (Sari, 1993).

𝑛 =𝑇−t0𝑡1

dimana

(3)

n: jumlah sampel

T = Waktu yang tersedia untuk penelitian (8 jam x 7 hari= 56 jam)

t0 = waktu tetap tidak tergantung pada besarnya sampel, yaitu waktu pengambilan sampel (5 jam x 7 hari = 35 jam)

t1 = waktu yang digunakan setiap sampling unit yaitu waktu yang dibutuhkan responden untuk mengisi kuesioner = 0,25 jam/kuesioner

𝑛 =56 − 35 jam

0,25 jam = 84 sampel/minggu Sehingga didapat jumlah sampel sejumlah 336 pengunjung. Kemudian sampel dibagi 4 taman dan selama 7 hari Penelitian.

Tabel 2 Jumlah Sampel Penelitian

No Taman Jumlah Sampel

(Orang)

1 Taman Pecut 84

2 Taman Rekreasi Kebon Rojo 84

3 Taman Green Park 84

4 Taman Sentul 84

Metode Analisis Statistik Deskriptif

Statistik Deskriptif dipergunakan dengan cara menguraikan maupun menjelaskan keterangan-keterangan yang berasal dari data persepsi pengunjung taman dan karakteristik, kemudian data disajikan dalam bentuk ukuran pemusatan data yang berupa tabel.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik Taman, Analisis IPA, Analisis Gap serta Rekomendasi Meningkatkan Tingkat Kenyamanan.

A. Karakteristik Taman

Pada 4 taman kota Blitar memiliki karakteristik taman yang berbeda dimana pada dasarnya kondisi eksisting dan pelayanan apa saja yang terdapat di taman. Berikut adalah karakteristik kondisi pada 4 taman Kota Blitar.

Tabel 3 Kategori Taman

No Taman Kondisi Taman Luas Taman

Kategori Taman 1 Taman

Pecut

Taman Pecut merupakan taman yang difungsikan untuk kegiatan sosial berupa berkumpul, tempat bersantai, tempat melakukan sosialisasi yang ditumbuhi pepohonan di sekitar taman.

1 Ha RTH

Keluraha n pasif

No Taman Kondisi Taman Luas Taman

Kategori Taman 2 Taman

Rekreasi Kebon Rojo

Taman Rekreasi

Kebon Rojo

merupakan taman yang difungsikan untuk kegiatan sosial berupa berkumpul, tempat bersantai, tempat melakukan sosialisasi yang ditumbuhi pepohonan di sekitar taman.

2.94 Ha RTH Kecamat an pasif

3 Taman Green Park

Taman Green Park merupakan taman yang difungsikan untuk kegiatan sosial berupa berkumpul, tempat bersantai, tempat melakukan sosialisasi yang ditumbuhi pepohonan di sekitar taman.

0,52 Ha RTH Rukun Warga

4 Taman Sentul

Taman Sentul merupakan taman yang difungsikan untuk kegiatan sosial berupa berkumpul, tempat bersantai, tempat melakukan sosialisasi yang ditumbuhi pepohonan disekitar taman.

0,93 Ha RTH Keluraha n pasif

Perencanaan yang sama dan sarana prasarana yang hampir sama pada 4 taman, namun pada ke 4 taman memiliki perbedaan.

Perbedaan dapat dilihat pada tabel, bahwa ke 4 taman masuk ke dalam kategori yang berbeda- beda. Penentuan kategori dalam penelitian ini menggunakan dasar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no. 05/PRT/M/2008 tentang RTH, dimana penentuan kategori berdasarkan ketersediaan sarana yang meliputi panjang sirkulasi jalur pejalan kaki, jumlah WC umum, jumlah kursi-kursi taman dan jumlah tanaman yang ada di taman serta luasan taman.

Berdasarkan ketersediaan sarana prasarana beserta luasan taman, disimpulkan bahwa semua taman optimal, taman dengan kategori tertinggi adalah Taman Rekreasi Kebon Rojo dan taman dengan kategori terendah adalah adalah Taman Green Park. Berikut adalah penjelan karakteristik kondisi pada Taman Pecut, Taman Kebon Rojo, Taman Green Park dan Taman Sentul. pada kondisi eksisting pada masing-masing taman masih terdapat fasilitas yang harus diperbaiki dan tingkatkan, sehingga dapat dijadikan masukan pemerintah Kota Blitar

(4)

agar dapat meningkatkan pelayanan berdasarkan kondisi eksisting taman.

Tabel 4 Karakteristik kondisi Taman

Karakter istik

Taman Pecut

Taman Rekreasi Kebon Rojo

Taman Green Park

Taman Sentul

Aktivitas Rekreasi/j alan-jalan dan berolahra ga

Rekreasi/j alan-jalan dan berolahra ga

Rekreasi/j alan-jalan dan berolahra ga

Rekreasi/j alan-jalan dan berolahra ga Luas

Taman

1 Ha 2,94 Ha 0,52 Ha 0,93 Ha Jam

buka

06.00- 17.00 (weekday) dan 06.00 (weekend )

06.00- 17.00 (setiap hari)

06.00- 17.00 (setiap hari)

06.00- 17.00 (setiap hari)

Waktu puncak pengunj ung

hari sabtu malam dan pada hari besar

pada hari libur atau siang hari

pada hari libur

pada hari sabtu dan minggu Perawat

an

setiap harinya terdapat 4 orang petugas kebersiha n yang bekerja untuk membersi hkan area taman serta setiap 2 minggu sekali terdapat pengecek ann sarana dan prasarana pada setiap taman.

setiap harinya terdapat 4 orang petugas kebersiha n yang bekerja untuk membersi hkan area taman serta setiap 2 minggu sekali terdapat pengecek ann sarana dan prasarana pada setiap taman.

setiap harinya terdapat 4 orang petugas kebersiha n yang bekerja untuk membersi hkan area taman serta setiap 2 minggu sekali terdapat pengecek ann sarana dan prasarana pada setiap taman.

setiap harinya terdapat 4 orang petugas kebersiha n yang bekerja untuk membersi hkan area taman serta setiap 2 minggu sekali terdapat pengecek ann sarana dan prasarana pada setiap taman.

Kategori RTH Kelurahan pasif

RTH Kecamata n pasif

RTH Rukun Warga

RTH Kelurahan pasif Fungsi

optimal

Sudah memenuh i

Sudah memenuh i

Sudah memenuh i

Sudah memenuh i

Dapat dilihat dari penjelasan tabel di atas bahwa karaktertistik dimasing-masing taman memiliki karakteristik yang berbeda dimana perbedaan itu adalah memiliki luas dan kategori yang berbeda, dengan Taman Pecut adalah Kategori RTH Kelurahan pasif, Taman Rekreasi Kebon Rojo adalah kategori RTH Kecamatan, Taman Green Park Kategori RTH rukun warga dan Taman sentul adalah kategori Kelurahan pasif.

sTaman Pecut yang jam bukanya malam hari yaitu pada hari minggu, Taman Rekreasi Kebon Rojo memiliki kebun binatang beberapa jenis hewan

yang dipelihara. Berikut adalah penjelasan kondisi eksisting pada 4 Taman Kota Blitar.

Tabel 5 Kondisi Eksisting Taman

No Taman Kondisi Eksisting 1 Taman

Pecut

Pada kondisi eksisting pada Taman Pecut tidak terdapat tempat parkir kendaraan di dalam taman, dan tidak tersedianya fasilitas bermain anak-anak di dalam taman.

2 Taman Kebon Rojo

Pada kondisi eksisting tempat parkir di luar taman tidak memadaiparkir roda 4 di luar, dan keberagamanan fasilitas bermain hanya ayunan saja.

3 Taman Green Park

Pada kondisi eksisting bau dari selokn terutama di luar taman kurang baik, kondisi sarana dan prasarana kurang baik dan kurang memadai taman masih kurang bersih dan tumbuhan sudah cukup banyak namun kondisi kurang terawat dengan baik.

4 Taman Sentul

Pada kondisi eksisting jalan masuk ke tempat parkir dalam taman hanya dapat dilalui kendaraan roda 2, tempat parkir dalam taman yang kurang memadai, tidak terdapat tempat parkir di luar taman, terdapat denah taman dan perkerasan pasir yang kurang baik untuk berjalan di dalam taman dan sarana dan prasarana di dalam taman terbuat dari semen

Dapat dilihat dari penjelasan tabel di atas bahwa pada kondisi eksisting pada masing- masing taman masih terdapat fasilitas yang harus diperbaiki dan tingkatkan, sehingga dapat dijadikan masukan pemerintah Kota Blitar agar dapat meningkatkan pelayanan berdasarkan kondisi eksisting taman. Berikut adalah penjelasan mengenai karakteristik pengunjung pada Taman Pecut, Taman Kebon Rojo, Taman Green Park dan Taman Sentul.

B. Karakteristik Pengunjung Taman

Pada 4 taman kota Blitar memiliki karakteristik yang berbeda dimana pada dasarnya pengunjung taman mempunyai tujuan tertentu ketika mengunjungi taman, kecenderungan pengunjung di Taman Pecut, Taman Kebon Rojo, Taman Green Park dan Taman Sentul.

1. Taman Pecut

a. Pengunjung Taman Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan data yang terkumpul dari 84 responden, dapat dilihat bahwa jumlah persentase antara responden laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang jelas. Mulai dari kalangan anak-anak, usia produktif dan lanjut usia dimana data menggunakan data primer dengan menyebarkan kuisioner pada Taman Pecut. Sebaran responden berdasarkan jenis

(5)

kelamin dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

Tabel 6 Pengunjung Berdasarkan Jenis Kelamin Taman Pecut

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki – laki 62 74%

Perempuan 22 26%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada tabel diatas, terlihat bahwa responden laki-laki sebanyak 62 orang dengan presentase sebesar 62% dan responden perempuan yaitu sebanyak 22 orang dengan presentasi sebesar 26%.

b. Pengunjung Taman Berdasarkan Umur Pengunjung yang datang ke Taman Pecut berasal dari berbagai kalangan usia yang beragam. Mulai dari kalangan anak-anak, usia produktif dan lanjut usia. Hal tersebut merupakan Taman Pecut yang merupakan terbuka untuk umum dan merupakan tempat wisata keluarga maupun tempat berolahraga. Sebaran responden berdasarkanusia dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.

Tabel 7 Pengunjung Berdasarkan Umur Taman Pecut

Umur Jumlah Persentase

15 - 64 Tahun 80 95%

0 - 14 Tahun 4 5%

Diatas 64 Tahun 0 0%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik umur responden pada tabel, terlihat bahwa responden berumur 15 - 64 tahun sebanyak 80 orang dengan presentase sebesar 95%, berumur 0 - 14 tahun sebanyak 4 orang dengan presentase sebesar 5%, dan responden berumur Di atas 64 tahun sebanyak 0 orang dengan presentase sebesar 0%.

c. Pengunjung Taman Tujuan Ke Taman Setiap pengunjung yang datang ke Taman Pecut tentunya memiliki tujuan. Tujuan tersebut dapat berupa tujuan untuk rekreasi/jalan-jalan, dan berolahraga. Sebaran responden berdasarkan tujuan dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

Tabel 8 Pengunjung Berdasarkan Tujuan Taman Pecut

Tujuan Jumlah Persentase

Rekreasi/Jalan-jalan 64 76%

Berolahraga 20 24%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik tujuan responden pada tabel diatas, terlihat bahwa

responden rekreasi/Jalan-jalan sebanyak 64 orang dengan presentase sebesar 76% dan responden perempuan yaitu sebanyak 20 orang dengan presentasi sebesar 24%. lagi, serta 2 taman yang lainnya yang mempunyai karakter fisik yang berbeda. Berikut adalah karakteristik pada Taman Kota Blitar.

2. Taman Rekreasi Kebon Rojo

a. Pengunjung Taman Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan data yang terkumpul dari 84 responden, dapat dilihat bahwa jumlah persentase antara responden laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang jelas.

Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

Tabel 9 Pengunjung Berdasarkan Jenis Kelamin Rekreasi Kebon Rojo

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki – laki 53 63%

Perempuan 31 37%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada tabel diatas, terlihat bahwa responden laki-laki sebanyak 63 orang dengan presentase sebesar 63% dan responden perempuan yaitu sebanyak 31 orang dengan presentasi sebesar 37%.

b. Pengunjung Taman Berdasarkan Umur Pengunjung yang datang ke Taman Rekreasi Kebon Rojo berasal dari berbagai kalangan usia yang beragam. Mulai dari kalangan anak-anak, usia produktif dan lanjut usia. Hal tersebut merupakan Taman Rekreasi Kebon Rojo yang merupakan terbuka untuk umum dan merupakan tempat wisata keluarga maupun tempat berolahraga. Hal tersebut merupakan Taman Kebon Rojo yang merupakan terbuka untuk umum dan merupakan tempat wisata keluarga maupun tempat berolahraga. Mulai dari kalangan anak-anak, usia produktif dan lanjut usia dimana data menggunakan data primer dengan menyearkan kuisioner pada Taman Kebon Rojo. Sebaran responden berdasarkan usia dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.

Tabel 10 Pengunjung Berdasarkan Umur Rekreasi Kebon Rojo

Umur Jumlah Persentase

15 - 64 Tahun 69 82%

0 - 14 Tahun 15 18%

Diatas 64 Tahun 0 0%

Total 84 100%

(6)

Berdasarkan Karakteristik umur responden pada tabel di atas, terlihat bahwa responden berumur 15 - 64 Tahun sebanyak 69 orang dengan presentase sebesar 82%, berumur 0 - 14 tahun sebanyak 15 orang dengan presentase sebesar 18%.

c. Pengunjung Taman Tujuan Ke Taman Setiap pengunjung yang datang ke Taman Rekreasi Kebon Rojo tentunya memiliki tujuan.

Tujuan tersebut dapat berupa tujuan untuk rekreasi/jalan-jalan, dan berolahraga. Sebaran responden berdasarkan tujuan dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

Tabel 11 Pengunjung Berdasarkan Tujuan Rekreasi Kebon Rojo

Tujuan Jumlah Persentase

Rekreasi/Jalan-jalan 67 80%

Berolahraga 17 20%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik tujuan responden pada tabel diatas, terlihat bahwa responden Rekreasi/Jalan-jalan sebanyak 67 orang dengan presentase sebesar 80% dan responden perempuan yaitu sebanyak 20 orang dengan presentasi sebesar 20%.

3. Taman Green Park

a. Pengunjung Taman Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan data yang terkumpul dari 84 responden, dapat dilihat bahwa jumlah persentase antara responden laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang jelas.

Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

Tabel 12 Pengunjung Berdasarkan Jenis Kelamin Taman Green Park

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki – laki 51 61%

Perempuan 33 39%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada tabel diatas, terlihat bahwa responden laki-laki sebanyak 62 orang dengan presentase sebesar 62% dan responden perempuan yaitu sebanyak 22 orang dengan presentasi sebesar 26%.

b. Pengunjung Taman Berdasarkan Umur Pengunjung yang datang ke Taman Green Park berasal dari berbagai kalangan usia yang beragam. Mulai dari kalangan anak-anak, usia produktif dan lanjut usia. Hal tersebut merupakan

Taman Green Park yang merupakan terbuka untuk umum dan merupakan tempat wisata keluarga maupun tempat berolahraga.

Karakteristik berdasarkan umur peneliti menggunakan data primer yaitu pengunjung yang datang ke Taman Pecut, Taman Kebon Rojo, Taman Green Park dan Taman Sentul. Sebaran responden berdasarkan usia dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.

Tabel 13 Pengunjung Berdasarkan Umur Taman Green Park

Umur Jumlah Presentase

15 - 64 Tahun 72 86%

0 - 14 Tahun 12 14%

Diatas 64 tahun 0 0%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik umur responden pada tabel, terlihat bahwa responden berumur 15 - 64 tahun sebanyak 72 orang dengan presentase sebesar 86%, berumur 0 - 14 tahun sebanyak 12 orang dengan presentase sebesar 14%, dan responden berumur Diatas 64 tahun sebanyak 0 orang dengan presentase sebesar 0%.

c. Pengunjung Taman Tujuan Ke Taman Setiap pengunjung yang datang ke Taman Green Park tentunya memiliki tujuan. Tujuan tersebut dapat berupa tujuan untuk rekreasi/jalan-jalan, dan berolahraga. Sebaran responden berdasarkan tujuan dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.

Tabel 14 Pengunjung Berdasarkan Tujuan Green Park

Tujuan Jumlah Persentase

Rekreasi/Jalan-jalan 68 81%

Berolahraga 16 19%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik tujuan responden pada tabel diatas, terlihat bahwa responden Rekreasi/Jalan-jalan sebanyak 68 orang dengan presentase sebesar 81% dan responden perempuan yaitu sebanyak 16 orang dengan presentasi sebesar 19%.

4. Taman Sentul

a. Pengunjung Taman Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan data yang terkumpul dari 84 responden, dapat dilihat bahwa jumlah persentase antara responden laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang jelas. Data Pengunjung taman menggunakan data primer yang disebarkan pada saat survei primer. Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

(7)

Tabel 15 Pengunjung Berdasarkan Jenis Kelamin Taman Sentul

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki – laki 63 75%

Perempuan 21 25%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada tabel diatas, terlihat bahwa responden laki-laki sebanyak 63 orang dengan presentase sebesar 75% dan responden perempuan yaitu sebanyak 21 orang dengan presentasi sebesar 25%.

b. Pengunjung Taman Berdasarkan Umur Pengunjung yang datang ke Taman Sentul berasal dari berbagai kalangan usia yang beragam. Mulai dari kalangan anak-anak, usia produktif dan lanjut usia. Hal tersebut merupakan Taman Sentul yang merupakan terbuka untuk umum dan merupakan tempat wisata keluarga maupun tempat berolahraga. Sebaran responden berdasarkan usia dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.

Tabel 16 Pengunjung Berdasarkan Umur Taman Sentul

Umur Jumlah Persentase

15 - 64 Tahun 75 89%

0 - 14 Tahun 9 11%

Diatas 64 Tahun 0 0%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik umur responden pada tabel diatas, terlihat bahwa responden berumur 15 - 64 tahun sebanyak 75 orang dengan presentase sebesar 89%, berumur 0 - 14 tahun sebanyak 9 orang dengan presentase sebesar 11%, dan responden berumur diatas 64 Tahun sebanyak 0 orang dengan presentase sebesar 0%.

c. Pengunjung Taman Tujuan Ke Taman Setiap pengunjung yang datang ke Taman Sentul tentunya memiliki tujuan. Tujuan tersebut dapat berupa tujuan untuk rekreasi/jalan-jalan, dan berolahraga. Sebaran responden berdasarkan tujuan dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

Tabel 17 Pengunjung Berdasarkan Tujuan Taman Sentul

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Rekreasi/Jalan-jalan 68 81%

Berolahraga 16 19%

Total 84 100%

Berdasarkan karakteristik tujuan responden pada tabel diatas, terlihat bahwa responden rekreasi/jalan-jalan sebanyak 68 orang dengan presentase sebesar 81% dan

responden perempuan yaitu sebanyak 16 orang dengan presentasi sebesar 19%.

Dapat dilihat Pembahasan di atas yang terdiri dari kondisi taman dan karakteristik pengunjung memiliki persamaan dan perbedaan dimasing-masing taman. Berikut penjelasan karaktistik pada masing-masing taman.

A. Persamaan Karakteristik Taman Kota Blitar

Pemilihan lokasi tempat penelitian 4 Taman Kota Blitar karena berada pada rencana strategis Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar tahun 2016-2021. Perencana dari segi perawatan taman dan kondisi fisik taman yang hampir sama sehingga keberagaman karakteristik pengunjung pun sama. Kesamaan karakteristik pengunjung dikarenakan pada kondisi eksisting pada setiap taman tidak memiliki fasilitas anak yang memadai, tidak adanya fasilitas pengunjung berusia diatas 64 tahun, serta tidak adanya fasilitas olahraga.

B. Perbedaan Karakteristik Taman Kota Blitar

Perencanaan yang sama dan sarana prasarana yang hampir sama pada 4 taman, namun pada ke 4 taman memiliki perbedaan.

Perbedaan dapat dilihat pada tabel, bahwa ke 4 taman masuk ke dalam kategori yang berbeda- beda. Penentuan kategori dalam penelitian ini menggunakan dasar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no. 05/PRT/M/2008 tentang pengoptimalisasin RTH, dimana penentuan kategori berdasarkan ketersediaan sarana yang meliputi panjang sirkulasi jalur pejalan kaki, jumlah WC umum, jumlah kursi-kursi taman dan jumlah tanaman yang ada di taman serta luasan taman. Berdasarkan ketersediaan sarana prasarana beserta luasan taman, disimpulkan bahwa semua taman optimal, taman dengan kategori tertinggi adalah Taman Rekreasi Kebon Rojo dan taman dengan kategori terendah adalah adalah Taman Green Park. Perbedaan lainnya terdapat pada jam buka taman dan jam puncak pengunjung, dimana terdapatnya perbedaan dikarenakan adanya taman pecut yang memiliki tipe taman yang cukup berbeda. Pada Taman Pecut difungsikan menjadi pusat hiburan Kota Blitar yang biasanya terdapat pentas seni, karena letak taman yang bersebrangan dengan alon-alon Blitar serta lokasi yang berada pada pusat kota.

Taman Pecut pada hari sabtu merupakan jam puncak ramai pengunjung dengan jam buka jam

(8)

06.00 - 22.00 WIB, sedangkan 3 taman hanya digunakan untuk aktivitas sosial seperti berkumpul dan rekreasi/jalan-jalan dengan jam buka 06.00-17.00 WIB.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian ini, maka disimpulkan sebagai berikut:

1. Pada rencana strategis (RENSTRA) dinas lingkungan hidup daerah tahun 2016-2021 menyebutkan bahwa Taman Kota Blitar pada umumnya memiliki karakteristik yang sama yaitu memiliki soft material (meliputi pohon, perdu, semak, dan rumput) dan hard material (kolam, gazebo, serta area bermain) dengan fasilitas kebersihan berupa tempat sampah dan satu fasilitas yang digunakan sebagai toilet/WC, namun kenyataannya pada kondisi eksisting ada beberapa atribut kenyamanan yang perlu ditingkatkan.

2. Berdasarkan karakteristik kondisi taman pada 4 taman Kota Blitar secara fungsi keseluruhan taman memiliki karakteristik yang sama, yaitu difungsikan untuk kegiatan sosial berupa berkumpul, tempat bersantai, tempat melakukan sosialisasi yang ditumbuhi pepohonan di sekitar taman namun kategori pada setiap taman berbeda- beda disesuaikan dengan kondisi eksisting pada setiap taman yang diatur menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no.

05/PRT/M/2008, yaitu berdasarkan lebar sirkulasi jalur pejalan kaki, jumlah wc umum, ketersediaan fasilitas taman yang meliputi gajebo dan kursi-kursi taman, jumlah pohon yang ada di taman, ketersediaan pos jaga dan tempat parkir serta luasan taman.

Kategori di taman Kota Blitar yaitu RTH Rukun Warga (Taman Green Park), RTH Kelurahan pasif ( Taman Pecut dan Taman Sentul) dan RTH Kecamatan Pasif (Taman Rekreasi Kebon Rojo).

3. Berdasarkan jenis kelamin, kecenderungan pengunjung adalah laki-laki. Karakteristik berdasarkan umur, kecenderungan pengunjung adalah berumur 15-64 tahun dan tidak adanya pengunjung berumur 64 tahun. Karakteristik berdasarkan tujuan,

kecenderungan pengunjung adalah rekreasi/jalan-jalan.

4. Berdasarkan Pengoptimalan fungsi pada 4 taman Kota Blitar yaitu Taman Pecut, Taman Kebon Rojo, Taman Green Park dan Taman Sentul sudah memenuhi standard Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no.

05/PRT/M/2008.

5. Dapat dilihat dari Pembahasan bahwa pada kondisi eksisting pada masing-masing taman masih terdapat fasilitas yang harus diperbaiki dan tingkatkan, sehingga dapat dijadikan masukan pemerintah Kota Blitar agar dapat meningkatkan pelayanan berdasarkan kondisi eksisting taman.

6. untuk mendukung upaya penyelenggaraan dan pengelolaan ruang terbuka hijau kota terutama pada 4 taman lokasi penelitian melalui partisipasi aktif dengan cara memberikan saran, masukan dan pengawasan kepada Pemerintah Kota Blitar serta Menjaga dan memelihara ruang terbuka hijau agar tetap berada pada kondisi terbaiknya meningkatkan kesadaran masyarakat terutama pengunjung taman akan pentingnya ruang terbuka hijau dalam suatu kota

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pekerjaan Umum. 1995. Spesifikasi Tanaman Lansekap Jalan. Direktorat Jenderal Bina Marga.

Grove. 1983. City Landscape. United Kingdom.

Construction Industry Conference Centre.

Hakim, Rustman. 2003. Komponen perancangan lansekap. Jakarta. bumi Aksara.

Nazaruddin. 1994. Penghijauan Kota. Jakarta.

Penebar Swadaya.

Sari, Endang s. 1993. Audience research : pengantar studi penelitian terhadap pembaca, pendengar dan pemirsa.

Yogyakarta. Yogyakarta Andi Offset Zabdi. 2016. Kajian Kenyamanan Fisik Pada

Terminal Penumpang Stasiun Besar Yogyakarta. Yogyakarta. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Standar deviasi untuk kinerja sosial adalah 2.639 menunjukkan bahwa data pengungkapan kinerja sosial pada perusahaan sampel menyebar di jauh dari nilai mean sehingga dikatakan

b) mempertahankan keanekaragaman hayati, satwa, tipe ekosistem, dan keunikan alam. Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya meliputi hutan lindung dan kawasan

Dismutase (SOD), TNF-alfa, dan IL-1 beta pada Sputum dan Serum Iin Noor Chozin, dr, SpP DPP 18 Hubungan Antara Kadar Vitamin D Dengan Ekspresi Cytokin Sel Th 17 Pada.. Pasien

Jejak pelat screed akan terlihat pada posisi arah melintang penghamparan, jejak ini terjadi karena alat penghampar terdorong/tertabrak oleh truk pada saat pengisian. Jejak ini

fluorescens PG01, baik yang diintegr asikan dengan teknik invigor asi menggunakan matriconditioning ser buk bata mer ah atau ser buk ar ang sekam dapat dir ekomendasikan

Bilamana, sebagai akibat dari risiko yang dijamin asuransi ini, perjalanan yang diasuransikan diakhiri di suatu pelabuhan atau tempat selain dari dimana obyek asuransi dijamin

Tujuan dari penelitian ini adalah Mempelajari pengaruh temperatur terhadap pengurangan konsentrasi kalsium hidroksida pada sintesis hidroksiapatit dengan metode

Dalam hal ini peneliti mencari informasi dari narasumber yang mempunyai informasi tentang objek yang diteliti. Informan yang disebut disini antara lain kepala desa,