• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKTRIN DASAR GBI KELUARGA ALLAH TENTANG YESUS ADALAH TUHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DOKTRIN DASAR GBI KELUARGA ALLAH TENTANG YESUS ADALAH TUHAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

DOKTRIN DASAR GBI KELUARGA ALLAH TENTANG YESUS ADALAH TUHAN

Kita telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan

mengizinkannya diam dalam hati kita. Tetapi perlu bagi kita untuk memahami Pribadi-Nya dengan benar. Sehingga pada akhirnya kita mampu bersikap dengan benar dan semakin mengalami kasih

karunia dalam Yesus Kristus Tuhan.

Yesus Kristus bukan manusia setengah Allah. Yesus Kristus benar- benar Allah dan benar-benar manusia. Karena Yesus adalah Allah seutuhnya dan manusia seutuhnya, maka Ia dapat menjadi

pengantara antara Allah dan manusia. Jika Yesus hanya manusia dan bukan Allah, maka Ia tidak bisa membawa manusia kepada Allah. Jika Yesus hanya Allah dan bukan manusia, maka Ia tidak dapat mati

untuk menebus manusia. Karena Yesus adalah Allah dan manusia, maka Ia menjadi satu-satunya jalan yang bisa membawa manusia kepada Allah.

Keilahian Yesus

Pengetahuan orang Kristen yang terdalam tentang siapa itu Yesus ialah: Yesus adalah Allah (Kolose 2:9; Yohanes 20:28; 1 Yohanes 5:20).

1. Keberadaan Yesus Membuktikan bahwa Dia Adalah Allah Berikut ini adalah apa yang dituliskan Alkitab tentang Yesus.

(2)

2

A. Yesus ada sebelum segala sesuatu ada (Kolose 1:17).

B. Yesus menciptakan segala sesuatu (Kolose 1:16; Wahyu 1:8).

C. Yesus sudah ada sebelum Abraham (Yohanes 8:58). Keberadaan Yesus sejak dari semula membuktikan Dia adalah Allah.

2. Sifat-sifat Yesus Membuktikan bahwa Dia Adalah Allah

Yesus Kristus itu adalah Firman Allah yang turun ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Jadi sifat-sifat apa saja yang dimiliki oleh Allah dimiliki oleh Tuhan Yesus Kristus, karena pada dasarnya Yesus adalah Allah. Ada sifat-sifat yang hanya ada pada Allah saja dan tidak dimiliki manusia atau makhluk launnya. Sifat- sifat ilahi yang dimiliki Yesus adalah:

A. Yesus Mahakuasa (Matius 28:18).

B. Yesus Mahatahu (Markus 2:8)

C. Yesus Mahahadir (Matius 18:20; Yohanes 14:23) D. Yesus Kekal (1 Timotius 1:17)

E. Yesus Tidak Berubah (Ibrani 13:8)

Sifat-sifat ilahi ini membuktikan bahwa Yesus adalah Allah.

3. Perbuatan Yesus Membuktikan bahwa Dia Adalah Allah

A. Yesus sanggup mengampuni dosa-dosa manusia (Markus 2:5;

Lukas 7:39-48)

B. Yesus sanggup memberi hidup kekal (Yohanes 10:28; Yohanes 3:16)

Perbuatan-perbuatan Yesus ini membuktikan bahwa Dia adalah Allah.

(3)

3

Keberadaan Yesus, sifat-sifat Yesus, dan perbuatan Yesus

membuktikan bahwa Yesus adalah Allah. Semakin kita mengenal Yesus sebagai Tuhan, maka kita akan semakin berharap dan mengasihi Dia.

Pentingnya Keilahian Yesus:

1. Supaya Yesus bisa taat sempurna kepada Bapa: Jika ia jatuh ke dalam dosa sekali saja. Maka Yesus tidak mungkin menebus dosa kita.

2. Supaya pengorbanan dan kematian Yesus memiliki nilai penebusan yang tak terbatas.

Kemanusiaan Yesus

Dalam Yesus Kristus kita melihat kemanusiaan yang sejati dan sempurna, yaitu sempurna di luar keilahian-Nya. Tuhan Yesus mengenakan sifat manusia sama seperti kita. Ia bertumbuh secara jasmani dan bertambah kemajuan. Tetapi Ia tidak dihalangi oleh dosa, karena tidak ada dosa yang diwariskan kepada-Nya maupun dosa yang diperbuat-Nya. Oleh sebab itulah Ia disebut Anak Manusia yang sempurna, Ia seorang manusia yang sempurna.

Sekalipun Yesus adalah Tuhan, namun Ia rela dilahirkan sebagai manusia. Untuk apa Yesus harus dilahirkan sebagai manusia?

A. Untuk menjadi korban penebus dosa kita manusia (Ibrani 2:17).

B. Untuk menjadi teladan bagi kita (1 Petrus 2:21).

(4)

4

C. Untuk mengungkapkan keberadaan Allah pada kita (Yohanes 14:9).

Apakah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah manusia? Hal- hal berikut ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah benar-benar manusia.

1. Sebutan Manusiawi untuk Yesus Kristus

Berikut ini adalah apa yang dituliskan Alkitab tentang Yesus.

1) Yesus dilahirkan sebagai bayi, anak manusia (Lukas 2:6-7, 11- 12).

2) Yesus menyebut diri-Nya “anak manusia” (Lukas 19:10).

3) Musa menubuatkan kedatangan nabi seperti dirinya, yaitu Yesus (Kisah 7:37).

Sebutan-sebutan ini menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia sejati.

2. Yang Dialami Manusia juga Dialami Yesus Kristus Tuhan Yesus mengalami hal-hal berikut:

1) Yesus Kristus merasa letih (Yohanes 4:6).

2) Yesus Kristus merasa lapar (Matius 8:24).

3) Yesus Kristus merasa haus (Yohanes 19:28).

4) Yesus Kristus dapat menangis (Yohanes 11:35).

5) Yesus Kristus mengalami kematian (Yohanes 19:30).

3. Yesus Kristus Membatasi Kuasa-Nya pada waktu Ia berada di dunia ini.

(5)

5

Sekalipun Yesus adalah Allah, namun Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus

dipertahankan. Ia mengosongkan diri-Nya dan menjadi sama seperti kita (Filipi 2:5-8). Sebagai manusia Ia menunjukkan kebutuhannya akan Allah sebagaimana tindakan-tindakan-Nya berikut ini:

1) Tuhan Yesus sering berdoa dan melalui doa-Nya Ia

mendapatkan kemenangan dan kuasa untuk melakukan pekerjaan-Nya (Markus 1:35).

2) Selama Ia berada di dunia, Ia memperoleh kuasa-Nya dari Roh Kudus, sama halnya dengan manusia biasa (Kisah 10:38;

Yohanes 14:12).

Keterbatasan ini menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah manusia sejati.

Pentingnya Kemanusiaan Yesus

1. Yang bebuat dosa adalah manusia, dan karena itu hukumannya harus ditanggung seorang manusia. Karena itulah Yesus harus menjadi seorang manusia yang sama seperti kita (Roma 8:3;

Ibrani 2:14-17). Tetapi Kristus haruslah menjadi seorang manusia yang suci, karena kalau Ia sendiri berdosa maka Yesus tidak bisa menebus dosa kita (Ibrani 7:26-27).

2. Supaya bisa menjadi pengantara Allah dan manusia (1 Timotius 2:5)

(6)

6

3. Supaya Ia bisa merasakan pencobaan dan penderitaan yang dialami oleh manusia. Dengan demikian ia bisa bersimpati terhadap manusia yang menderita, dicobai dan bisa menolong mereka (Ibrani 2:17-18; 4:15)

4. Supaya Ia bisa menjadi teladan bagi manusia (Matius 11:29,

Yohanes 13:14-15; Filipi 2:5-8, Ibrani 12: 2-4, 1 Petrus 2:21). Kalau Ia tetap Allah, maka Ia tidak bisa menjadi teladan bagi manusia karena manusia tidak bisa melihat Dia. Tetapi dengan Yesus sudah menjadi manusia, maka manusia bisa melihat Dia dan meneladani-Nya.

Ketidakberdosaan Yesus

Bukti Alkitab bahwa Yesus tidak berdosa antara lain:

1. Allah Bapa (Matius 3:17), bahwa Allah Bapa berkenan kepada Yesus jelas menunjukkan kesucian Yesus.

2. Yesus sendiri (Yohanes 8:29, 49)

3. Pontius Pilatus (Lukas 23:4; 14-15; 22, Yohanes 18:38b; 19:4) 4. Istri Pontius Pilatus (Matius 27:19)

5. Herodes (Lukas 23:15)

6. Yudas Iskariot (Matius 27:4)

7. Kepala pasukan Romawi yang menyalibkan Yesus (Lukas 23:47) Ketidakberdosaan Yesus terletak antar hubungan sifat ilahi dan sifat manusiawi. Sifat-sifat itu punya kehendak dan keinginannya sendiri- sendiri tapi keputusan dari pribadi itu selalu selaras dengan

(7)

7

keputusan ilahi-Nya. Kehendak manusiawi-Nya selalu mengabdi

kepada kehendak ilahi-Nya, yang terbatas tidak pernah bertentangan dengan yang tidak terbatas melainkan mentaati sepenuhnya.

Karakter Yesus

Salah satu tujuan Yesus menjadi manusia adalah supaya Yesus menjadi teladan yang harus kita ikuti. Berikut ini adalah karakter Yesus yang perlu kita teladani:

1. Kudus

Ia tidak pernah berbuat dosa (Ibrani 4:15), tetapi selalu

melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Bapa (Yohanes 8:29).

Ini berarti anak-anak Tuhan harus hidup kudus (1 Petrus 1:16), karena Kristus adalah teladan kesempurnaan kita.

2. Kasih

Kristus memiliki kasih sejati. kasihNya melampaui segala pengetahuan (Efesus 3:19).

3. Rendah Hati

Yesus rendah hati (Matius 11:29). Kerendahan hatinya tampak ketika Ia meninggikan kemuliaanNya dan mengosongkan diri untuk menjadi manusia (Filipi 2:5-7). Dia datang untuk melayani bahkan membasuh kaki murid-muridNya.

4. Lemah Lembut

Kelembutan Yesus nampak ketika Ia menghadapi orang berdosa yang bertobat, seperti Petrus dan Tomas (Matius 12:19-20).

(8)

8

5. Tenang dalam segala keadaan

Yesus memiliki karakter yang mantap. Dia memiliki ketenangan yang luar biasa, stabil, penguasaan diri. Ini nampak ketika

meneduhkan gelombang laut yang bergelora, ketika Dia diadili bahkan mengalami sengsara hingga disalib.

6. Tekun Berdoa

Yesus tekun berdoa. Ia sering berdoa pagi-pagi benar (Markus 1:35), sepanjang malam (Matius 14:23). Sebelum melakukan tugas Ia menyerahkan segala sesuatu lewat doa. Yesus berdoa dengan iman, tekun, sungguh-sungguh dan lama. Dia adalah seorang pendoa (Ibrani 5:7).

7. Giat Bekerja

Yesus rajin bekerja dari pagi hingga malam. Dia selalu sibuk untuk menolong orang lain, menyembuhkan, membuat mujizat,

memberitakan kabar baik, dan lain-lain. Yesus bekerja terus sampai sekarang (Yohanes 5:17), bahkan Dia menyuruh kita mengerjakan pekerjaan Allah (Yohanes 9:4).

Penjelasan yang lebih detail tentang Pelajaran ini bisa Anda dapatkan melalui SOM GBI Keluarga Allah.

Untuk informasi dan pendaftaran SOM GBI Keluarga Allah, Anda bisa menghubungi di nomor WA: 081391615553

Referensi

Dokumen terkait

Level Kognitif Pewahyuan Allah dalam Diri Yesus Kristus Gereja Sebagai Umat Allah Hati Nurani Nilai dan Norma Moral Kristiani Pengetahuan. • Menyebutkan • Mengidentifikasi •

(Sementara para siswa menanggapi, pastikan mereka memahami kebenaran berikut: Sebagai Putra Tunggal Allah dalam daging, Yesus Kristus mampu melaksanakan kurban Pendamaian,

5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 5:19 Janganlah padamkan Roh, 5:20 dan janganlah anggap

Sangat baik untuk mengingat kelahiran Yesus Kristus setiap hari dalam kehidupan kita, IA adalah ALLAH yang telah menjadi manusia dan memberikan diriNya mati menebus kita dari dosa,

Baptisan Yohanes atas diri Tuhan Yesus mengawali karya pelayanan Allah dalam diri manusia Yesus Kristus, hingga akhir hidupNya di kayu salib sebagai karya terbesar

Itulah alasan 2 Yohanes, pasal 9 mengatakan: “ Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki

Perjanjian yang pertama ini dilanggar oleh pihak manusia, sehingga Allah mengadakan suatu Perjanjian Baru di dalam dan melalui Yesus Kristus.. Perjanjian Allah

Yesus yang bangkit memperlihatkan diri kepada murid- murid-Nya, agar mereka percaya Yesus adalah Allah dengan bukti Ia berkuasa atas kematian dengan menghidupkan