• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PRS 1103164 Chapter3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PRS 1103164 Chapter3"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Tahapan Penggunaan Media Kartu Mimpi Bergambar dalam

Pembelajaran Bahasa Perancis

Penggunaan media kartu mimpi bergambar pada dasarnya hampir serupa dengan menggunakan gambar atau foto sebagai media. Bedanya adalah bahwa nantinya masing-masing kartu ini memiliki gambar yang berbeda. Sebelumnya pembelajar diberikan terlebih dahulu materi yang akan disampaikan. Materi yang akan pengajar berikan nantinya adalah “Les

Vacances”. Dengan menggunakan media ini selain membantu pembelajar dalam menemukan ide serta mengembangkan ide tersebut. Berikut ini adalah tahapan dari penggunaan media kartu mimpi bergambar:

1. Pengajar menyiapkan beberapa kartu mimpi bergambar. Masing-masing kartu memiliki gambar yang berbeda.

2. Pembelajar dibagi ke dalam beberapa kelompok. Jumlah pembelajar

dalam satu kelompok disesuaikan dengan banyaknya kartu mimpi bergambar yang telah disiapkan.

3. Pengajar menunjuk kelompok pertama untuk maju ke depan kelas untuk memilih kartu. Masing-masing kartu yang disiapkan memiliki gambar yang berbeda sehingga setiap pembelajar dalam kelompok satu akan mendapatkan gambar yang berbeda.

4. Setelah masing-masing pembelajar dalam kelompok sudah memilih kartu dan melihat gambarnya, pembelajar diminta kembali ke tempat duduk masing-masing untuk melakukan persiapan.

(3)

6. Kegiatan ini dilakukan sampai semua pembelajar di kelas mendapatkan kartu masing-masing.

7. Pengajar memanggil kembali kelompok satu untuk maju ke depan kelas dan masing-msaing anggotanya akan menceritakan gambar dalam kartu yang telah dipilih.

8. Kelompok lain menyimak kegiatan para pembelajar kelompok satu. Setelah itu mereka diminta mengoreksi jika ada kesalahan penggunaan verba, kesalahan konjugasi, kesalahan pelafalan, dll.

9. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang sampai semua kelompok maju ke depan kelas dan masing-masing anggota kelompok menceritakan kartunya masing-masing.

Walaupun pembelajar dibagi kedalam kelompok, penilaiannya tetap penilaian individu karena meski dalam satu kelompok mereka menceritakan kartu yang berbeda-beda. Setelah itu, pengajar memberikan award kepada tiga pembelajar terbaik.

3.2 Kelebihan dan Kekurangan Media Kartu Mimpi Bergambar dalam

Pembelajaran Bahasa Perancis.

Berdasarkan hasil kajian penulis kelebihan dari media kartu ini diantaranya adalah mudah dibuat. Selain itu media yang sederhana ini memudahkan pembelajar untuk memahami langsung materi karena tidak ada detil rumit lain selain gambar pada kartu itu sendiri.

Adapun kekurangan dari media ini disebabkan oleh bentuknya 2D sehingga pembelajar bisa mudah bosan. Namun hal itu bisa diatasi dengan inisiatif pengajar untuk aktif membangkitkan semangat pembelajar dengan terus memancing pembelajar dengan pertanyaan-pertanyaan seputar gambar sehingga pembelajar tetap fokus pada materi.

(4)
(5)
(6)

Referensi

Dokumen terkait

mengklasifikasikan kosakata-kosakata tersebut. Misalnya kelompok kata feminin: une poupée, une lampe, une fenêtre, une fille, une table d’appoint, une commode,

Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang dimaksud dengan penggunaan media kartu huruf dalam keterampilan menulis kalimat sederhana bahasa Perancis adalah penelitian

hubungan antartokoh dalam film Coco avant Chanel dengan menggunakan kartu analisis. Menyimpulkan hasil penelitian terhadap hubungan

Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada teknik pengamatan ini yaitu pedoman observasi kemampuan membaca pada Anak Kelompok A dan pedoman observasi untuk

Metode eksperiment dengan racangan Single Subject Research pada penelitian ini, dipilih dikarenakan metode dirasa cocok untuk mengetahui pengaruh perlakuan yaitu

Kartu Data Analisis Campur Kode dalam Acara Kuis Tirage du Loto. Nomor Episode Durasi Tuturan Pembawa

Apabila siswa dapat berbicara dengan lafal yang jelas dan dapat didengar oleh guru dengan suara yang lantang, siswa dapat menceritakan kembali video yang

a) Guru memanggil ketua kelompok untuk menerima penjelasan materi kemudian ketua kelompok kembali ke kelompoknya masin-masing untuk menjelaskan kepada anggotanya.