• Tidak ada hasil yang ditemukan

PreviousPosting Pengantar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PreviousPosting Pengantar"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Hartoyo, 2006. Meningkatkan Keterampilan Mengungkapkan Monolog Descriptive Lisan Sederhana yang Berterima Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 2 Jabon menggunakan Sistim ICARE.

Kata-kata kunci : Monolog Descriptive Lisan Sederhana yang Berterima, Sistim ICARE

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan keterampilan mengungkapkan monolog Descriptive sederhana yang berterima (literary) bagi siswa kelas VIIA di SMP Negeri 2 Jabon Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini sebagai jawaban dari kesulitan guru bahasa Inggris ketika membelajarkan siswa pada siklus lisan. Pelaksanaan (PTK) ini menggunakan tiga siklus dengan sistim ICARE yang melalui lima tahapan yaitu, Introduce (Kenalkan), Connect (Hubungkan), Apply (Terapkan), Reflect (Refleksikan) dan Extend (Perluaslah) pada bahasan Personal Descriptive (Diskripsi Orang) yang terdiri dari sub topik: (1) deskripsi wajah dengan memperkenalkan Possessive Pronoun, (Kata Ganti Milik) “his dan her”, (2) deskripsi postur tubuh dengan mengkaitkan Pronoun as Subject, (Kata Ganti Subyek) “He dan She” dan kata kerja “wears” yang diikuti dengan kata benda yang merujuk pada pakaian (clothes), (3) melaksanakan penilaian individu lanjutan dan melakukan kegiatan remediasi dengan tutor sebaya. Agar pembelajaran bermakna dan menarik bagi siswa, maka pada bahasan Personal Description dikemas untuk mendiskripsikan orang-orang terkenal dengan kriteria penilaian meliputi permahaman kosa kata, pengucapan, kelancaran dan ketepatan menggunakan struktur kalimat.

Hasil analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan angket siswa secara kualitatif dan secara kuantitaif diperoleh dari dokumen penilaian proses pembelajaran dan secara individu menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistim ICARE, dapat meningkatkan keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive lisan sederhana yang berterima terdapat peningkatan sebagai berikut: (1) meningkatnya keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive sederhana, (2) meningkatnya kemampuan siswa didalam menggunakan bahasa Inggris lisan yang beterima dengan pengucapan yang relatif tepat, pada umumnya lancar dan menggunakan struktur kalimat yang tepat, (3) meningkatnya keberanian siswa dalam mengungkapkan monolog descriptive sederhana,

(2)

ABSTRACT

Hartoyo, 2006. Meningkatkan Keterampilan Mengungkapkan Monolog Descriptive Lisan Sederhana yang Berterima Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 2 Jabon menggunakan Sistim ICARE.

Key worlds : Monolog Descriptive Lisan Sederhana yang Berterima, Sistim ICARE

The class action research is as an effort to increase the students’ skill to express the simple descriptive monolog of the students class VIIA, SMP Negeri 2 Jabon, Sidoarjo region. This is a solution of the difficulties of the English teacher to teach the student in oral learning activity. It used three cycles of the ICARE system, there are Introduce, Connect, Apply, Reflect and Extend, with the learning topic was The Personal Description and the sub topic were: (1) The Human’s Face description connected with Possessive Pronoun, “his and her” in the first cycle, (2) The Human’s body description connected with Pronoun as subjects, “He and She” and the verb “wears” followed by nouns related with clothes, in the second cycle and (3) Continuing individual assessment and remedial activity with the peer lesson in the last cycle. In order to get meaningful and interesting teaching and learning, the personal description was connected to describe famous people using English literary proficiency.

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kehadirat Illahirobbi, dan tiada kata lain yang

lebih indah kecuali yang penulis ungkapkan, karena dengan rahmat, hidayah dan

karuniaNyalah, aktivitas penelitian ini dapat berjalan dengan lancar mulai persiapan,

proses sampai dengan menyusun laporan.

Penelitian ini berkat dukungan dana dari Ditjen Peningkatan Mutu

Pendidikan dan Tenaga Kependidikan yang bermitra dengan Lembaga Penelitian

Universitas Negeri Malang dan kerjasama dengan Tim Peneliti serta bantuan dari

berbagai pihak yang terkait. Karena itu pada kesempatan ini penulis sampaikan

terima kasih dan penghargaan yang tidak terhingga kepada:

1. Kepala Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

2. Dr. Ibrahim Bafadal,M.Pd. selaku Kepala Lembaga Penelitian Universitas Negeri

Malang

3. Dra. Hj. Umi Dayati,M.Pd. dan Dra. Hartini Kartini,M.Pd. selaku Pendamping

aktivitas Penelitian Tindakan Kelas untuk kabupaten Sidoarjo

4. MG. Hadi Sutjipto, SH,MM. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo yang

telah memfasilitasi pelaksanaan penelitian ini.

5. H Agus Dainuri,S.Pd dan Ibu Pipit Sulistyo Wardhani, S.Pd. selaku tim pengamat

selama aktivitas penelitian.

6. Bapak/ibu yang tidak bisa saya sebut satu persatu, yang telah membantu

(4)

Akhir kata semoga penelitian ini dapat bermakna sebagai salah satu

inovasi pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa SMP, pada khususnya di kabupaten

Sidoarjo.

DAFTAR ISI

Halaman Sidoarjo, 15 Nopember 2006

Penulis,

(5)

ABSTRAK………

KATA PENGANTAR……….

DAFTAR ISI………

DAFTAR LAMPIRAN………

DAFTAR GAMBAR………

BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah………...

B. Rumusan Masalah……….

C. Tujuan Penelitian………...

D. Lingkup Penelitian………....

E. Definisi Operasional………..

F. Manfaat Penelitian……….

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

A. Tingkat Literasi Bahasa Inggris Siswa SMP……….

B. Kompetensi Komunikatif yang berterima ……….

C. Sistim ICARE ………..……….

D. Monolog Descriptive yang berterima ………

E. Siklus Lisan………

BAB III: METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian……….

i

ii

iii

iv

v

1

4

4

5

5

7

8

10

12

13

14

(6)

B. Model Penelitian………

C. Rancangan Penelitian……….

D. Data dan Sumber Data………

E. Teknik Analisis Data……….

F. Lokasi Penelitian………

G. Waktu Penelitian ………

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran aktivitas pembelajaran pada siklus I………….

B. Gambaran aktivitas pembelajaran pada siklus II…………

C. Gambaran aktivitas pembelajaran pada siklus III………..

D. Pembahasan ……….

BAB V : PENUTUP

A. Kesimpulan………..

B. Saran……….

DAFTAR PUSTAKA………

DAFTAR LAMPIRAN……….

DAFTAR GAMBAR………

16

17

22

23

24

24

25

36

46

55

59

61

62

63

96

DAFTAR LAMPIRAN

(7)

Lampiran 1 : Rencana Pembelajaran Tindakan I Lampiran 2 : Rencana Pembelajaran Tindakan II Lampiran 3 : Rencana Pembelajaran Tindakan III Lampiran 4 : Format Observasi Tindakan I Lampiran 5 : Format Observasi Tindakan II Lampiran 6 : Format Observasi Tindakan III Lampiran 7 : Angket Siswa Tindakan I Lampiran 8 : Angket Siswa Tindakan II Lampiran 9 : Angket Siswa Tindakan III

Lampiran 10 : Kriteria Penilaian Individu Tindakan I Lampiran 11 : Kriteria Penilaian Individu Tindakan II Lampiran 12 : Kriteria Penilaian Individu Tindakan III Lampiran 13 : Format Penilaian Individu Tindakan I Lampiran 14 : Format Penilaian Individu Tindakan II Lampiran 15 : Format Penilaian Individu Tindakan III

Lampiran 16 : Kriteria Penilaian Proses Pembelajaran Tindakan I Lampiran 17 : Kriteria Penilaian Proses Pembelajaran Tindakan II Lampiran 18 : Kriteria Penilaian Proses Pembelajaran Tindakan III Lampiran 19 : Format Penilaian Proses Pembelajaran Tindakan I Lampiran 20 : Format Penilaian Proses Pembelajaran Tindakan II Lampiran 21 : Format Penilaian Proses Pembelajaran Tindakan III

(8)

1. Gambar 1 Model Kompetensi Komunikatif dari Celce Murcia at al

1995;10 dalam Puskur 2005;6

2. Gambar 2 Jenis teks (Genre) Kurikulum 2004 dari Puskur 2003;76

3. Gambar 3 Peta Konsep Human’s Face Description

4. Gambar 4 Peta Konsep Human’s Body Description

5. Gambar 5 Peta Konsep Personal Description

96

97

98

99

Referensi

Dokumen terkait

It is appropriate with KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). It means that an extremely high percentage of the raters supports the statement about the

Konsep dalam penelitian ini adalah entertainment- education dalam drama radio, sehingga terdapat dua variabel di dalamnya: pertama, unsur hiburan (entertainment) dan

Tingkat harga yang melambung sampai 100% atau lebih dalam setahun (hiper inflasi), menyebabkan masyarakat lebih menyukai menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset seperti emas,

permukiman. b) Pusat ini ditandai dengan adanya pampatan agung/persimpangan jalan (catus patha) sebagai simbol kultural secara spasial. c) Pola ruang desa adat yang berorientasi

di station ini, tentang pasien yang datang dengan luka iris dan instruksinya kalau ga salah, di station ini, tentang pasien yang datang dengan luka iris dan instruksinya kalau ga

Sebab lain yang menyebabkan perlakuan panjang entris ini tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang entris adalah cepatnya pembentukan kalus dan graf union

Berdasar pada tujuan pendidikan nonformal yang dikembangkan Rogers tersebut, maka membicarakan pendidikan nonformal bukan berarti hanya membahas pendidikan nonformal sebagai

Peran RT/RW adalah mengatur warga dan turut dalam perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pengawasan penyediaan air bersih bagi masyarakat sehingga secara