• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Gumilar Saepurohim, 2014

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan di SMKN 9 Garut, Jalan Raya Bayongbong, Km. 7 No. 10, Desa Panembong, subjek penelitiannya yaitu siswa kelas X Audio Video A sebagai kelas eksperimen dan kelas X Audio Video B sebagai kelas kontrol.

2. Populasi dan Sampel a. Populasi

Setiap penelitian akan selalu berhadapan dengan objek yang akan diteliti. Pada umumnya objek yang diteliti berupa suatu kelompok atau populasi. Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2011:117). Populasi yang diambil yaitu kelas X Audio Video SMKN 9 Garut,

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel akan mewakili suatu populasi dengan pertimbangan tertentu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (Sugiyono,2011:117).

Teknik pengambilan sampel yaitu secara sampling purposive. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011:124). Sampel dalam penelitian ini adalah terdiri dari dua kelas yang dipilih yaitu kelas eksperimen dan kontrol, dimana yang menjadi kelas eksperimen adalah Kelas X Audio Video A yang

(2)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional berjumlah 32 siswa. Sedangkan yang menjadi kelas kontrol adalah Kelas X Audio Videro B yang berjumlah 30.

B. Metodologi Penelitian

Metode penelitian menurut Sugiyono (2011: 3) yaitu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini metode yang digunakan metode penelitian eksperimen. Metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan (sugiyono, 2011: 14).

Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan perlakuan kepada kelas

eksperimen dengan menggunakan media Multimedia Logic dalam proses

kegiatan mengajarnya sedangkan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil perlakuan tersebut kemudian diolah secara statistik dan menghasilkan hasil penelitian berupa angka-angka. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh media terhadap hasil belajar siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor pada mata pelajaran Teknik Digital.

C. Desain Penelitian

Desain penelitian adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Desain digunakan adalah Nonequivalent control group design, yaitu desain yang observasi dilakukan sebanyak dua kali pada saat sebelum perlakuan dan sesudah perlakukan. Observasi sebelum eksperimen disebut pre-test disebut (O1) sedangkan Observasi setelah eksperimen disebut post-test (O2).

(3)

Gumilar Saepurohim, 2014

Tabel 3.1 Desain Nonequivalent Control Group Design

Kelompok Pre-Test Perlakuan Post-Test

Kelas Kontrol T1 X1 T2

Kelas Eksperimen T1 X2 T2

Keterangan:

T1 = Pre test dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal siswa

T2 = Post test dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diberi perlakuan

X2 = Berupa pembelajaran dengan multimedia logic

X1 = Berupa pembelajaran yang tidak menggunakan multimedia logic

D. Definisi Operasional

Definisi operasional dimaksudkan untuk menghindari kesalahan pemahaman dan perbedaan penafsiran yang berkaitan dengan istilah-istilah tertentu. Seperti yang dikemukakan Moh. Nasir (1988) bahwa definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut.

Adapun beberapa penjelasan definisi yang digunakan dalam judul penelitian ini, sebagai berikut:

(4)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional

1. Komparasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komparasi adalah perbandingan. Yang dimaksud perbandingan pada penelitian adalah hasil

belajar terhadap perbandingan kelas yang menggunakan media Multimedia

Logic dengan kelas yang menggunakan pembelajaran Konvensional. 2. Hasil Belajar

Merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Hamalik 2010:23). Yang dimaksud hasil belajar pada penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran Teknik Digital setelah menerapkan media pembelajaran

Multimedia Logic.

3. Media pembelajaran

Media pembelajaran adalah “media yang membawa pesan–pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud–maksud pengajaran” (Arsyad,2007:12).

4. Multimedia Logic

Multimedia logic adalah software yang digunakan untuk mensimulasikan rangkaian elektronika digital. Proses desain rangkaian yang mudah, serta

input gerbang logika yang bisa digunakan dalam jumlah yang banyak.

E. Variabel dan Prosedur Penelitian 1. Variable Penelitian

Variabel penelitian adalah sesuatu yang berbentuk apa saja ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti dibagi menjadi dua kelompok Sugiyono (2011:60), yaitu:

(5)

Gumilar Saepurohim, 2014

a. Variabel bebas (independent variable)

Variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi penyebab terjadinya perubahan atau timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini variabel

bebasnya (X) adalah penerapan perangkat lunak multimedia logic.

b. Variabel Terikat (dependent variable)

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat (Y) adalah peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran teknik digital.

2. Prosedur penelitian

Penelitian merupakan suatu proses yang terdiri atas beberapa langkah. Langkah ini bukan sesuatu yang sekuensial atau langkah-langkah yang harus diikuti secara kaku. Proses penelitian adalah sesuatu kegiatan interaktif antara peneliti dengan logika, masalah, desain dan interpretasi (Nana, 2005:9). Berikut ini merupakan bagan prosedur dan alur penelitian.

(6)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional

Mulai Uji Validitas Kelas Eksperimen Pretest TreatmentPosttest Kelas Kontrol Pretest TreatmentPosttest Selesai Tidak Ya Menyusun Instrumen Dibuang Menganalisis dan Menyajikan Hasil Menginterpretasikan Temuan, Membuat Kesimpulan dan Rekomendasi Menyusun Laporan

Prosedur dan Alur Penelitian

Gambar 3.1 Prosedur dan Alur Penelitian

 Mengidentifikasi Masalah

 Merumuskan dan Membatasi Masalah  Melakukan Studi Kepustakaan  Melakukan Hipotesis

 Menentukan Desain dan Metode Penelitian

Praktikum Praktikum

Soal Valid

(7)

Gumilar Saepurohim, 2014

Uraian dari bagan diatas adalah sebagai berikut:

a. Mengidentifikasi Masalah

Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah penting (esensial), hangat (aktual), dan mendesak (krusial yang dihadapi saat ini, dan yang paling banyak arti atau kegunaannya bila isu atau masalah tersebut diteliti.

b. Merumuskan Masalah dan Membatasi Masalah

Perumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan faktor-faktor, atau variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. Faktor atau variabel-variabel tersebut ada yang melatarbelakangi ataupun diakibatkan oleh fokus masalah. Karena faktor atau variabel yang terkait dengan fokus masalah cukup banyak, maka perlu ada pembatasan faktor atau variabel, yaitu dibatasi pada faktor atau variabel-variabel yang dominan.

c. Melakukan Studi Kepustakaan

Studi Kepustakaan merupakan kegiatan untuk mengkaji teori-teori yang mendasari penelitian, baik teori yang berkenan dengan bidang ilmu yang diteliti maupun metodologi. Dalam studi kepustakaan juga dikaji hal-hal yang bersifat empiris bersumber dari temuan-temuan penelitian terdahulu.

d. Merumuskan Hipotesis

Hal-hal pokok yang ingin diperoleh dari penelitian dirumuskan dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan penelitian. Rumusan hipotesis dibuat apabila penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data statistik inferensial.

e. Menentukan Desain dan Metode Penelitian

Desain penelitian berisi rumusan tentang langkah-langkah penelitian, dengan menggunakan pendekatan, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan sumber data tertentu serta alasan-alasan mengapa menggunakan metode tersebut.

(8)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional

f. Menyusun Instrumen dan Mengumpulkan Data

Kegiatan pengumpulan data didahului oleh penentuan teknik, penyusunan dan pengujian instrumen pengumpulan data yang akan digunakan. Dalam pelaksanaan pengumpulan data, selain objektivitas dan keakuratan data yang akan diperoleh, segi-segi legal dan etis dalam proses pelaksanaannya perlu mendapatkan perhatian.

g. Uji Validitas

Menurut Sugiyono (2011:46), Uji validitas adalah suatu langkah

pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian. Mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya. Agar data yang diperoleh bisa relevan/sesuai dengan tujuan diadakannya pengukuran tersebut.

h. Pretest

Pada penelitian ini, masing-masing kelas diberikan tes awal (pretest) untuk mengetahui hasil belajar siswa ranah kognitif sebelum diberikan perlakuan.

i. Treatment

Kelompok eksperimen diberikan treatment (perlakuan) menggunakan media perangkat lunak Multimedia Logic berbantu trainer, sedangkan kelompok kontrol diberikan treatment secara konvensional berbantu trainer.

j. Posttest

Pada penelitian ini masing-masing kelas diberikan tes akhir (posttest) untuk mengetahui hasil belajar siswa ranah kognitif setelah dilaksanakan pembelajaran pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

(9)

Gumilar Saepurohim, 2014

k. Menganalisis dan Menyajikan Hasil

Analisis data menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, berupa tabel, grafik, profil, bagan, atau menggunakan statistik inferensial berupa korelasi, regresi, perbedaan, analisis jalur, dan lain-lain.

l. Menginterpretasikan Temuan, Membuat Kesimpulan dan Rekomendasi

Hasil analisis data masih berbentuk temuan yang belum diberi makna. Pemberian makna atau arti dari temuan dilakukan melalui interferensi. Interferensi dibuat dengan melihat makna hubungan antara temuan yang satu dengan yang lainnya, antara temuan dengan konteks ataupun dengan kemungkinan penerapannya.

F. Instrumen Penelitian

Tindakan yang harus dilakukan setalah berhasil merumuskan konsep variabel penelitian yaitu penyusunan instrument. Instrument adalah alat untuk mengukur informasi atau melakukan pengukuran. Proses pengukuran dilakukan dengan melibatkan beberapa aktivitas diantaranya: menentukan dimensi, indikator, tingkatan atau skala ukur, dan membuat instrument (Darmadi, 2011: 86).

Uji coba instrumen merupakan tindakan untuk mengetahui kelayakan instrumen yang digunakan. Yaitu pengujian soal-soal dalam ranah kognitif. Adapun tahapanya sebagai berikut:

a. Uji Validitas Instrumen

Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur, sebuah item (butir soal) dikatakan valid apabila mempunyai derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti (Sugiyono, 2011: 173).

(10)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional

2 1 2 r n r t   

Untuk menguji validitas item instrumen pada penelitian ini digunakan rumus korelasi product moment dengan angka kasar sebagai berikut :

(Arikunto, 2010:317) Keterangan :

rXY = Koefisien validitas butir item

N = Jumlah test (subjek)

X = Skor rata-rata dari X

Y = Skor rata-rata dari Y

Pengujian signifikansi koefisien validitas, selain dapat menggunakan tabel juga dapat dihitung dengan menggunakan rumus uji t hitung sebagai berikut.

(Arikunto, 2010:337)

Keterangan : t = nilai t hitung

n = banyaknya peserta tes r = validitas tes

Kriterianya adalah jika thitung positif dan thitung > ttabel maka koefisien item soal tersebut valid dan jika thitung negatif dan thitung ≤ ttabel maka koefisien item soal tersebut tidak valid, ttabel diperoleh pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) dengan derajat kebebasan (dk) = n-2

(11)

Gumilar Saepurohim, 2014

b. Uji Reliabilitas

Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil tes yang tetap. Maka pengertian reliabilitas tes berhubungan dengan masalah hasil tes atau seandainya hasilnya berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti. Reliabel merupakan derajat konsistensi data dalam interval waktu tertentu (Sugiyono, 2011: 186).

Dalam menentukan reliabilitas tes dalam penelitian ini rumus yang digunakan peneliti adalah rumus K-R 20, dari Kuder dan Richardson yang ditulis dalam rumus :





t t

V

pq

V

k

k

r

1

11 (Arikunto, 2012:231) Keterangan :

r11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan Vt = Varians total

k = Banyaknya butir soal

p = Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar q = Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah

Harga varians total (Vt) dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

2 2 ( ) t Y Y N V N  

(Arikunto, 2010:227) dimana :

= Jumlah skor total N = Jumlah responden

(12)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional Hasil r kemudian dikonsultasikan dengan rumus t-student sebagai berikut:

2

1

2

r

n

r

t

Kemudian r hasil perhitungan dibandingkan dengan r tabel dengan tingkat kepercayaan 95 % dengan dk = n-2. Penafsiran dari harga koefisien korelasi ini yaitu :

r11 > rtabel maka instrumen tersebut reliabel r11 ≤ rtabel maka instrumen tersebut tidak reliabel

c. Uji Tingkat Kesukaran (TK)

Tingkat kesukaran butir soal dapat diketahui dengan cara melihat proporsi yang menjawab benar untuk setiap butir soal, menurut Sumarta (1986:135) dikatakan bahwa untuk menentukan tingkat kesukaran yaitu dengan cara menentukan kelas atas dan kelas bawah dengan presentasi 27% untuk kelas atas kelas bawah 27% sisanya 46% menjadi kelas tengah dari jumlah siswa, untuk kelas tengah sisihkan karena tidak diikutkan dalam analisis. Tingkat kesukaran yang baik adalah jika nilai hitung antara 25% sampai 75%. Item yang mempunyai nilai dibawah 25% berarti item tersebut terlalu mudah, sebaliknya item yang mempunyai tingkat kesukaran diatas 75% berarti item tersebut terlalu sukar. Rumus yang digunakan sebagai berikut. nH nL WH WL DK    (Sumarta, 1986:136) Dimana :

DK= Derajat kesukaran/tingkat kesukaran

WL= jumlah individu kelompok bawah yang menjawab salah pada item tertentu.

(13)

Gumilar Saepurohim, 2014

WH= jumlah individu kelompok atas yang menjawab salah pada item tertentu.

nL= jumlah kelompok bawah nH= jumlah kelompok atas

d. Uji Daya Pembeda

Menurut Sumarta (1986:135) dikatakan bahwa untuk menentukan daya beda yaitu dengan cara menentukan kelas atas dan kelas bawah dengan presentasi 27% untuk kelas atas kelas bawah 27% sisanya 46% menjadi kelas tengah dari jumlah siswa, untuk kelas tengah sisihkan karena tidak diikutkan dalam analisis. Daya beda yang ideal adalah daya beda 0,40 keatas, namun untuk ulangan-ulangan harian masih dapat ditolerir daya beda sebesar 0,20. Rumus yang digunakan sebagai berikut.

n WH WL DB  (Sumarta, 1986:136) Dimana : DB = Daya beda

WL = jumlah individu kelompok bawah yang menjawab salah pada item tertentu.

WH = jumlah individu kelompok atas yang menjawab salah pada item tertentu.

n = jumlah kelompok atas atau kelompok bawah.

G. Penyusunan Instrumen Afektif

Pengukuran ranah afektif tidaklah semudah mengukur ranah kognitif. Pengukuran ranah afektif tidak dapat dilakukan setiap saat (dalam artian pengukuran formal) karena perubahan tingkah laku siswa tidak dapat berubah dalam sewaktu-waktu (Suharsimi, 2012:193)

(14)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional a. Untuk mendapatkan umpan balik (feedback).

b. Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku siswa.

c. Untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat.

d. Untuk mengenal latar belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah laku anak didik. (Depdikbud, 1983: 2).

Pada penelitian ini menggunakan Skala Likert menurut Sugiyono (2010) digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social. Skala ini menggunakan respon yang dikategorikan dalam empat macam kategori jawaban yaitu: Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), Kurang (K). Konversi jawaban kedalam hitungan kuantitatif seperti pada tabel 3.2.

Tabel 3.2 Konversi Skala Likert

Jawaban Skor

Sangat Baik (SB) 4

Baik (B) 3

Cukup (C) 2

Kurang (K) 1

H. Penyusunan Instrumen Psikomotor

Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan skill dan kemampuan bertindak setelah sesorang menerima pengalaman tertentu. (Suharsimi, 2012:57).

Pengukuran ranah psikomotor dilakukan terhadap hasil-hasil belajar yang berupa penampilan. Namun demikian biasanya pengukuran ranah ini disatukan atau dimulai dengan pengukuran ranah kognitif sekaligus. Pemahaman terlebih dahulu terhadap penggunaan suatu alat, kemudian baru cara menggunakannya dalam bentuk keterampilan. (Suharsimi, 2012:198).

Instrumen yang digunakan untuk mengukur ranah keterampilan biasanya berupa matriks. Lajur kebawah menyatakan perperincian aspek (bagian

(15)

Gumilar Saepurohim, 2014

keterampilan) yang akan diukur, kekanan menunjukkan besarnya skor yang bisa dicapai (Suharsimi, 2012:57).

Ada beberapa ahli yang menjelaskan cara menilai hasil belajar psikomotor. Menurut Suharsimi (2012) menjelaskan bahwa hasil belajar keterampilan dapat diukur melalui:

a. Pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses

pembelajaran praktik berlangsung;

b. Sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada

peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap;

c. Beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.

Dari penjelasan di atas dapat dirangkum bahwa dalam penilaian hasil belajar psikomotor atau keterampilan harus mencakup persiapan, proses, dan produk. Penilaian dapat dilakukan pada saat proses berlangsung yaitu pada waktu peserta didik melakukan praktik, atau setelah proses berlangsung dengan cara mengetes peserta didik.

I. Teknik Pengumpulan Data

Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu kualitas instrument penelitian, dan kualitas pengumpulan data. Kualitas pengumpulan data berkenanaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Suatu instrument yang teruji secara validitas dan reliabelitasnya belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan reliable, apabila instrument tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya (Sugiyono, 2011:193). Arti pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini ada beberapa teknik pengumpulan data yaitu:

1. Studi Pendahuluan, dilakukan sebelum kegiatan penelitian dilakukan.

(16)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional diantaranya: kondisi pembelajaran, metode dan media pembelajaran, data hasil belajar siswa, mekanisme proses pembelajaran teknik digital.

2. Studi Literatur, dilakukan untuk mendapatkan informasi yang relavan dengan

fokus penelitian, dengan cara mempelajari, mengutip pendapat dan informasi dari berbagai berupa buku, jurnal, skripsi, diktat, internet dan sumber lainnya.

3. Wawancara, dilakukan untuk menemukan permasalahan yang diteliti, dan

untuk mengetahui hal-hal dari responden atau narasumber yang lebih mendalam (Sugiyono, 2011:194). Responden atau nara sumber pada penelitian ini yaitu: guru mata pelajaran teknik digital, siswa yang mempunyai berkemampuan diatas dan yang berkemampuan dibawah pada pelajaran teknik digital.

4. Tes, merupakan alat atau prosudur yang digunakan untuk mengetahui dan mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang telah ditentukan (Arikunto, 2010:53). Teknik tes yang digunakan berupa tes objektif pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban. Tes dilaksanakan pada awal (pretest), dan pada akhir perlakuan (posttest) untuk mengukur kemampuan siswa.

5. Observasi, digunakan untuk mengetahui prilaku manusia, proses kerja, dan keterampilan bila respon tidak terlalu besar (Sugiyono, 2011:203).

Untuk lebih jelasnya ringkasnya mengenai teknik pengumpulan data yang dilakukan, dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3. Teknik Pengumpulan Data

No Teknik Instrumen Jenis Data Sumber Data

1 Studi Pendahuluan Pertanyaan Terstruktur

Metode dan media pembelajaran, data hasil belajar,

Guru mata

pelajaran

2 Studi Literatur - Teori penunjang

penelitian

Buku, jurnal, skripsi, dan referensi lainnya 3 Wawancara Pertanyaan Informasi seputar Guru mata

(17)

Gumilar Saepurohim, 2014

Terstruktur pembelajaran teknik digital

pelajaran dan siswa.

4 Tes Soal Pretest dan

Postest

Hasil belajar ranah kognitif

siswa 5 Observasi Lembar penilaian

observasi

Hasil belajar ranah Psikomor

siswa

J. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data terkumpul, dengan cara mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab perumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis (Sugiyono, 2011:207).

1. Analisis Data Kognitif

a. Data Pretest dan Postest dan Gain siswa

Data Pretest didapati sebelum perlakuan (treatment), dan data Postest

yang didapat setelah diberikan perlakuan (treatment), serta melihat ada atau tidaknya peningkatan (gain).

b. Langkah Analisis Data

Pemberian skor terhadap jawaban yang diberikan siswa berdasarkan butir soal yang dijawab benar oleh siswa. Setelah penskoran tiap butir jawaban, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan skor yang diperoleh oleh masing-masing siswa dan mengkonfersinya dalam bentuk nilai dengan rumus berikut :

Nilai siswa =

c. Analisis Gain Ternormalisasi

Menurut Hake (1999) skor gain ternormalisasi yaitu perbandingan dari skor gain aktual dan skor gain maksimal. Skor gain aktual yaitu skor gain yang diperoleh siswa sedangkan skor gain maksimal yaitu skor gain

(18)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional

tertinggi yang mungkin diperoleh siswa. Rumus indeks gain

ternormalisasi menurut Meltzer (2008) yaitu:

Tingkat perolehan gain skor ternormalisasi dikategorikan ke dalam tiga kategori, seperti yang terlihat dalam Tabel 3.4.

Tabel 3.4.Kategori perolehan skor

Batasan Kategori

g > 0,7 Tinggi

0,3 ≤ g ≤ 0,7 Sedang

g < 0,3 Rendah

(Hake, 1999)

2. Analisis Data Afektif

Data hasil belajar afektif dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Nilai siswa =

(Suharsimi,2012) Untuk mengetahui persentase tingkat keberhasilan pencapaian afektif ditunjukan pada Tabel 3.5.

Tabel 3.5. Tingkat Keberhasilan Pencapaian Afektif

Katagori Perolehan Nilai

Sangat baik Bila 90% Nilai 100%

Baik Bila 80% Nilai 89%

Cukup Bila 70% Nilai 79%

Kurang Bila 50% Nilai 69%

(19)

Gumilar Saepurohim, 2014

3. Analisis Data Psikomotor

Data hasil belajar psikomotorik dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Nilai siswa =

(Suharsimi,2012) Untuk mengetahui persentase tingkat keberhasilan pencapaian psikomotor ditunjukan pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6. Tingkat Keberhasilan Pencapaian Psikomotor\

Katagori Perolehan Nilai

Sangat baik Bila 90% Nilai 100%

Baik Bila 80% Nilai 89%

Cukup Bila 70% Nilai 79%

Kurang Bila 50% Nilai 69%

Sangat Kurang Bila 0% Nilai 49%

4. Uji Normalitas

Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Kondisi data berdistribusi normal menjadi syarat untuk menguji hipotesis menggunakan statistik parametrik. Menurut Sudjana (2005: 151) menyatakan bahwa:

Teori-teori menaksir dan menguji hipotesis berdasarkan asumsi bahwa populasi yang sedang diselidiki berdistribusi normal, maka kesimpulan berdasarkan teori itu tidak berlaku. Uji normalitas distribusi bertujuan untuk menguji hipotesis berdistribusi normal atau tidak. Normal atau tidaknya

distribusi dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan Chi-Square.

(20)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional kenormalan distribusinya. Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menghitung rentang skor (r)

r = skor tertinggi - skor rendah (Sudjana, 2005: 91)

b. Menentukan banyak kelas interval (K)

k= 1+3,3 log n (Sudjana, 2005: 47)

c. Menentukan panjang kelas interval (k)

p = (Sudjana, 2005: 47)

d. Membuat distribusi frekuensi

e. Menghitung mean (rata-rata X )

i i i F X F X    (Sudjana, 2005: 67)

f. Mengitung simpangan baku (SD)

1 2    n X X F S i i (Sudjana, 2005: 95)

g. Tentukan batas bawah kelas interval (χin) dengan rumus :

(χin) = Bb - 0.5 dan Ba + 0.5 kali desimal yang digunakan interval kelas, dimana : Bb = batas bawah interval dan Ba = batas atas interval kelas.

h. Menghitung harga baku (Z)

1,2 ( ) i x x Z SD   (Sudjana, 2005: 99)

i. Menghitung luas daerah tiap-tiap interval (l)

Lihat nilai peluang Zi pada tabel statistik, isikan pada kolom ι0, harga xi dan xn selalu diambil nilai peluang 0,5000. Hitung luas tiap interval, isikan pada kolom ιi.

(21)

Gumilar Saepurohim, 2014 Li = L1 – L2

Keterangan : L1 = nilai peluang baris atas L2 = nilai peluang baris bawah

j. Menghitung frekuensi expetasi (frekuensi yang diharapkan)

ei =

L

i

.

f

i k. Menghitung Chi-kuadrat (x) χ2 =

 

i i i

e

e

f

.

2 (Sudjana 2005: 273)

l. Hasil perhitungan χ2 hitung selanjutnya di bandingkan dengan χ2tabel dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Tingkat signifikansi 5 % b. Derajat kebebasan (dk = k – 3)

c. Apabila χ2 hitung < χ2tabel berarti data berdistribusi normal m.Menghitung tabel uji normalitas

Tabel 3.7 Tabel Uji Normalitas

No Kelas

interval Fi

BK Zhitung Ztabel ι

Ei χ2

1 2 1 2 1 2

n. Membandingkan nilai χ2hitung yang didapat dengan nilai χ2tabel pada derajat kebebasan dk = k – 3 dan taraf signifikansi 5%.

o. Kriteria pengujian Jika χ2

hitung < χ2tabel maka disimpulkan data berdistribusi normal.

5. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data kedua kelas berasal dari populasi dengan varians yang sama atau tidak. Langkah-langkah perhitungan dalam uji homogenitas adalah sebagai berikut:

(22)

Gumilar Saepurohim, 2014

Studi Komparasi Pengaruh Media Multimedia Logic Dengan Pembelajaran Konvensional F = (Sudjana 2005: 303) Dimana : Varians = S2 Vb = varians terbesar Vk =varians terkecil

b. Menentukan derajat kebebasan

dk1 = n1 - 1; dk2 = n2 - 1

c. Menentukan nilai Ftabel pada taraf signifikansi 5% dari responden.

d. Penentuan keputusan.

Adapun kriteria pengujian, sebagai berikut :

Varians dianggap homogen bila Fhitung < Ftabel. Pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan dk1 = n1 - 1 dan dk2 = n2 - 1, maka kedua varians dianggap sama (homogen). Dan sebaliknya tidak homogen.

6. Uji Hipotesis

Uji hipotesis penelitian didasarkan pada data peningkatan hasil belajar siswa.

Menurut Sudjana (2005: 238), “Untuk sampel independen (tidak berkorelasi)

dengan jenis data interval menggunakan uji t-tes. Untuk melakukan uji test syaratnya data harus homogen dan normal. Pengujian ini dilakukan terhadap nilai rata-rata pada tes akhir (posttest) dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Adapun langkah-langkah pengujian rumus uji t adalah:

a. Mencari standar deviasi gabungan dengan rumus:

=

(Sudjana, 2005: 239) b. Uji t-tes dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

t =

(23)

Gumilar Saepurohim, 2014

Setelah melakukan perhitungan uji t, maka selanjutnya dibandingkan dengan nilai tabel. Jika dilihat dari statistik hitung (thitung) dengan statistik tabel (ttabel), penarikan kesimpulan ditentukan dengan aturan sebagai berikut: Tolak Ho jika thitung terletak diantara batas –t1-1/2a < thitung< t1-1/2a: Tidak terdapat perbedaan pengaruh terhadap hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan media Multimedia Logic dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional pada ranah kognitif.

Terima Ha jika thitung tidak terletak diantara batas –t1-1/2a < thitung< t1-1/2a: Terdapat perbedaan pengaruh terhadap hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan media Multimedia Logic dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional pada ranah kognitif.

Gambar

Tabel 3.1 Desain Nonequivalent Control Group Design
Gambar 3.1 Prosedur dan Alur Penelitian
Tabel 3.2 Konversi Skala Likert
Tabel 3.3. Teknik Pengumpulan Data
+4

Referensi

Dokumen terkait

Peta topografi atau citra satelit yang sudah “di-registrasi” atau transformasi koordinatnya dalam format digital, kita simpan di Handphone, sehingga dari hasil

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar dalam bentuk multimedia interaktif untuk pembelajaran mata kuliah Teori Graph yang diharapkan dapat

Bahasa Inggris 21 ASTO WISANG GENI

Asuransi Jiwasraya (Persero) cabang Surakarta adalah ketika mengoreksi persyaratan yang dikumpulkan oleh pemegang polis dengan menggunakan pensil untuk memberi tanda

Metode kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti populasi suatu sampel tertentu, pengumpulan datanya menggunakan instrumen penelitian, analisis data

Subkhan Zulmedia, D0206100, Kekerasan Dalam Game Online Point Blank (Studi Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Formal, Tingkat Usia, dan Pola Bermain Game Online

In partnership with the World Bank's OpenDRI and with the technical collaboration of ITHACA, a non-profit association that works on acquisition, management and

PERPU dapat dipandang sebagai satu contoh penerapan “omnibus law” di Indonesia, bahkan mendahului pembahasan pelbagai rancangan UU yang memang diniatkan oleh Pemerintah sebagai