Teknik budidaya tanaman wortel (Daucus carota L)

43  64  Download (0)

Teks penuh

(1)

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Wortel (Daucus carota L.) adalah bukan tanaman asli Indonesia, berasal dari Negeri yang beriklim sedang (sub-tropis) yaitu berasal dari Asia Timur dan Asia Tengah. Ditemukan tumbuh liar sekitar 6.500 tahun yang lalu.

Di indonesia budidaya tanaman wortel pada mulanya hanya terkonsentrasi di daerah Lembang dan Cipanas (Jawa Barat). Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerah-daerah sentral (Anonim, 2007).

(2)

Tabel 1.1 Kandungan gizi Tanaman Wortel.

Pengembangan budidaya wortel di indonesia mempunyai prospek yang baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat,perluasan kesempatan kerja, pengembangan agribisnis dan peningkatan pendapatan negara melalui pengurangan impor dan memacu laju pertumbuhan ekspor. Di samping itu juga secara ekonomis agribisnis wortel mempunyai prospek yang bagus untuk di ekspor ke luar negeri seperti ke Hongkong, Singapura dan Malaysia. Hal ini dikarenakan lahan pertanian di negara-negara tersebut semakin berkurang seiring dengan berkembangnya industri. Air di Hongkong, Singapura dan Malaysia biasanya kurang mendukung terutama saat musim dingin dan musim gugur sehingga praktis semua kebutuhan sayuran tergantung ke negara lain.

(3)

bersifat yang bersifat sebagai antioksida yang bermanfaat bagi tubuh (Lesmana, 2015).

Wortel memiliki tekstur serat kayu dan memiliki rasa yang manis lang. Apabila wortel dimasak dengan kurang baik, teksturnya masih terasa keras dan rasa manisnya belum keluar. Oleh karena itu, banyak anak-anak bahkan sampai orang dewasa yang tidak menyukai sayuran teruatama wortel. Wortel juga merupakan komoditas yang mudah rusak setelah pemanenan.

Wortel biasanya diolah untuk membuat masakan sup, capai, bistik, kari, mie, dan sebagainya (Cahyono, 2002). Untuk memperpanjang masa simpan kini wortel dapat diolah menjadi permen jelly yang sehat. Permen jelly yang berbahan dasar dari wortel, tentunya akan disukai anak-anak karena berbentuk seperti permen. Selain itu juga, kandungan seperti betakaroten (Vitamin A., Vitamin B, (B1, B3, B6, dan B90), Vitamin C dan mineral merupakan zar gizi yang bermanfaat bagi anak-anak dan orang dewasa (Lesmana 2015).

Permen atau kembang gula adalah jenis makanan selingan yang berbentuk padat dibuat dari gula pemanis lainya atau campuran gula dengan pemanis lain dengan atau tanpa adanya tambahan bahan makanan lain yang lazim, permen berdasarkan teksturnya dikategorikan, dalam 3 jangka yaitu , permen keras, permen renya, dan lunak (Koswara, 2009).

(4)

pembentuk gel yang biasa digunakan antara lain gelatin, karagenan, agar-agar dan pektinm (Koswara, 2009).

Agar-agar selain pembentuk gel juga dapat berfungsi sebagai pengental, pengemulsi dan sebagainya. Agar-agar memiliki tekstur yang rapuh tetaspi lunak.gelatin memiliki karakteristik yang dapat meleleh di mulut dan biasanya serinmg digunakan di industri pangan, salah satunya pada industri permen (koswara, 2009). Maka dari itu, perlu dilakukan kombinasi agar-agar dan gelatin untuk mendapatkan tekstur permen jelly yang ijinginkan. Selain itu, juga untuk membandingkan dengan standfar yang telah ada.

2.1 Tujuan

Tujuan umum dari kegiantan Praktek Kerja Lapang (PKL)

Agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan mengenali kegiatan-kegiatan di lapangan kerja yang ada di bidang pertanian secara luas.

Meningkatkan pemahaman kepada para mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke dunia kerja.

Agar mahasiswa memperoleh keterampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yaitu secara langsung dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan permasalahan yang ada dalam kegiatan di bidang pertanian.

Meningkatakan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, instansi, terkait dan masyarakat sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

(5)

Memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja dalam bidang pertanian yang diaksanakan di Kelompok Tani Sumberbrantas.

Melihat dan memahami secara langsung upaya dan pengembangan budidaya tanaman sayuran khususnya pada tanaman wortel.

Mahasiswa dapat mengetahui permasalahan yang ada dan cara mengatasinya.

Mahasiswa dapat mengamati serta melihat secara nyata dan mempraktekkan teori yang didapat di bangku kuliah.

Menambah wawasan sebagai bekal persiapan memasuki dunia kerja. 3.1 Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh yang dalam pelaksanaan Prakter Kerja Lapang di Kelompok Tani Sumberbrantas adalah:

Bagi Mahasiswa, kegiatan Praktek kerja Lapang ini bermanfaat untuk memahami dan menambah wawasan tentang aplikasi pertanian dilapangan kerja.

Bagi Fakultas, Praktek Kerja Lapang ini merupakan peningkatan kompetisi dan keterampilan lulusan fakultas pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

(6)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi Tanaman Wortel

Sosok tanman wortel berupa rumput dan mempunyai cadangan makanannya di dalam umbi. Mempunyai batang pendek, berakar tunggang yang bentuk dan fungsinya berubah menjadi umbi bulat dan memanjang. Umbi berwarna kuning kemerah-merahan, berkulit tipis dan jika dimakan mentah terasa renyah manis. Klasifikasi tanaman wortel menurut Alidan Rahayu (1994):

Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)

Wortel merupakan tanaman biannual tetapi bisa diusahakan secara manual semusim pada saat pertumbuhan pertama tanaman menghasilkan bagian-bagian varietas. Sebagian besar bahan makanan disimpan di dalam akar tunggang yang bentuk dan fungsinya menjadi umbi yang membesar dan berdaging, umbi wortel mempunyai kadar carrotene yang sangat tinggi Umbi tersebut terdiri atas dua bagian yang berbeda yaitu bagian corteks yang maksimum dan corteks yang minimum, (Seosarsono 1981).

(7)

berbuah dan berbuah, bungah wortel berbentuk payung berganda kuntum-kuntum bunganya terletak pada bidang lengkung yang sama, warnanya putih atau merah jambu agak pucat. Bunga-bunga wortel dapat menghasilkan buah dan biji yang ukurannya kecil-kecil dan berbulu. Biji-biji ini dapat sebagai digunakan alat atau bahan perbanyakan wortel secara generatif.

Varietas tanaman wortel

Wortel termasuk dalam familli umbelliflorae, yaitu suatu tanaman yang mempunyai bunga yang berbentuk susun seperti payung bunga ini dapat menghasilkan biji yang digunakan untuk perbanyakan tanaman secara generatif varietas yang komersial dilihat dari panjangnya ada 3 macam :

Wortel berumbi pendek mempunyai dua bentuk, yaitu bulat dan sedikit memanjang dengan ujung membulat (tumpul)

Wortel berumbi sedang mempunyai tiga bentuk, yaitu ujung runcing, tumpul atau diantara induknya

Wortel berumbi panjang hanya mempunyai satu bentuk, yaitu berujng tumpul.

2.2 Keadaan Umum Tanaman Wortel

(8)

Pada tanah yang asam (pH-nya rendah, kurang dari 5,0) tanaman wortel sulit membentuk umbi demikian pulah tanah yang mudah becek ataupun mendapat perlakuan pupuk yang berlebihan sering menyebabkan umbi wortel berserat, bercabang dan berambut. Tanaman sayuran membutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini :

Tanah harus gembur hingga kedalaman tertentu.

Didalam tanah tidak terdapat batu, terutama untuk tanaman wortel yang menghasilkan umbi

Air dalam tanah mudah meresap ke bawah, sehingga tanah tidak mudah menjadi padat.

Dalam musim hujan, hendaknya air tidak menggenang ini berarti bahwa pembuuangan air harus cukup baik.

Tujuan pembuatan petak pada tanaman sayuran adalah : Memudah pembuangan air hujan, melalui drainase petakan.

Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman kedalam tanah. Memudahkan pemiliharaan, karena kita dapat berjalan diantara petakan yang satu ke petakan yang satu.

Menghindarkan terinjak-injak tanah tanaman sehingga tanah tidak mudah padat. (Rismunandar, 1983).

Tanaman berikutnya harus terlebih dahulu, tanaman hortikultura yang dari biji umumnya bersifat :

Berakar baik dengan batang yang tinggi.

(9)

(Arif, 1990).

Wortel merupakan tanaman subtropis yang memerlukan suhu dingin 922-24˚Ϲ), lembab dan cukup sinar matahari Di Indonesia kondisis seperti ini biasanya terdapat di daerah ketinggian antara 1.200-1.500 m dpl, tetapi sekarang wortel sudah dapat ditanaman di daerah ketinggian 600 m dpl. Sebaiknya menanam wortel di tanah yang subur, gembur dan kaya humus dengan pH antara 5,5-6,5. Tanah yang kurang subur masi dapat ditanami wortel asalkan pemupukan intensif. Kebanyakan dataran tinggi di indonesia mempunyai pH rendah. Bila demikian, tanah perlu di kapur, karena tanah yang asam menghambat perkembangan umbi (Anonim, 1995).

2.3 Syarat Tumbuh

Iklim : tanaman wortel pada permulaan tumbuhnya menghendaki cuaca yang agak dingin dan lembab. Tanaman ini dapat di tanam sepanjang tahun, baik musim kemerau maupun musim hujan. Keadaan iklim yang sangat berpengaruh pertumbuhan tanaman dan produksi umbi wortel adalah: suhu, cuaca, hujan, kelembapan udara, cahaya matahari, dan angin.

Tanah : keadaan tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman wortel dan pertumbuhan umbi adalah ketiunggian tempat (letak geografis tanah : sifat, kimia, biologi, serta derajat kemiringan tanah. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tanah brtekstur remah, dalam dan subur. Tanah yang subur diperlukan untuk membentuk umbi dan akar yang baik, sedangkan tanah yang becek kurang disukai tanaman wortel.

(10)

Wortel sangat kaya akan vitamin A, yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mata dan menjaga jaringan epitel, yakni jaringan yang ada di permukaan kulit. Selain zat-zat gizi, umbi wortel juga mengandung zat-zat lain, antara lain alkaloia akonitina atau asetbincilakonin, benzoilakonina, akonina, dan neupilina (cahyo, 2002).

Wortel banyak sekali macamnya, tetapi biasa ditanaman orang ada tiga macam, yaitu tipe imperator, tipe chantenay dan tipe nantes:

Tipe imperator mempunyai umbi bentuk yang bentuknyakerucut, bulat panjang dan ujungnya runcing memiliki panjang umbi 20 cm-30 cm, wortel ini tidak begitu di sukai karena rasanya kurang manis sehingga kurang di sukai oleh konsumen.

Tipe chantenay mempunyai umbi yang bentuknya bulat panjang dan ujungnya tumpul. Panjang antara 15 cm-20 cm, wortel ini lebih di sukai karena rasanya manis.

Tipe nantes mempunyai umbi yang bentuknya peralihan dua tipe chantenay, yaitu bulat pendek dengan ukuran panjang 10 cm-15 cm. (Warsito dan Soedijanto, 1981).

Sedangkan Ali dkk (2003) menggolongkan wortel berdasarkan panjang umbinya yaitu:

(11)

Wortel berumbi sedang, umbi sekitar 15-20 cm. Jenis ini memilikio 3 bentuk. Bentuk pertama, yaitu memanjang seperti kerucut dengan ujung umbi bertipe imperator (meruncing). Bentuk kedua chantenay yang tumpul. Sedangkan bentuk yang ketiga adalah memanjang seperti slinder dengan ujung umbi bertipe nantes.

Wortel berumbi panjang, bentuk umbi lebih panjang dari wortel berumbi pendek dan wortel berumbi sedang yaitu sekitar 20-31 cm. Bentuk umbi seperti kerucut dengan ujung bertipe imperator. Jenis ini tidak cocok ditanam sebagai tanaman pekarangan.wortel ini perlu struktur tanah yang dalam, gembur, dan terkena sinar matahari penuh.

Menurut sutaryono (1990), wortel diperbanyak dengan biji dan langsung ditanam di kebun tanpa melalui persemaian terlebih dahulu. Cara menanamnya ialah : mula-mula yang akan ditanami wortel dicangkul sedalam 40 cm. Hal serupa juga dikemukakan dalam buku Budidaya Tanaman Hortikultura (Anonim, 1984) bahwa tanah untuk ditanami wortel digemburkan dengan cara dicangkul minimal sedalam 30 cm, sehingga memungkinkan pertumbuhan yang baik bagi perakaran tanaman. Ditambahkan pula bahwa tanaman wortel menghendaki kondisi tanah yang mengandung bahan makanan yang cukup baik di bagian lapisan bawahnya, karena ia berakar lebih dalam. Jadi dapat diketahui bahwa penggemburan tanah yang untuk tanaman wortel adalah dengan pencangkulan sedalam 30-40 cm.

(12)

yang sudah masak. Hal ini juga dikemukakan oleh Sunaryono (1990) bahwa tanah untuk tanaman wortel perlu diberi pupuk kandang atau kompos yang telah jadi sebanyak 15 ton tiap Ha. Pada tanah-tanah yang masi subur, misalnya tanah bekas tanaman kentang atau kubis dan lain-lain, pemberian pupuk kandang ini dapat ditiadakan. Jadi dapat diketahui tanaman wortel memerlukan tanah yang subur, yaitu tanah yang berstruktur remah dengan penambahan pupuk organik pada saat pengolahan tanah juga tanah bekas tanaman kentang atau kubis.

Menurut Ali ddk (2003), Cahyono (2002) dan Tim penulis PS (1995), penyiraman pada tanaman wortel harus dilakukan secara rutin, terutama pada musim kemerau. Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali atau dua kali sehari tergantung kondisi tanah. Menurut Ali ddk (2003) dan cahyono (2002), pada musim hujan penyiraman tanaman wortel dapat ditiadakan. Penyiraman pada saat musim hujan hanya dilakukan pada saat tanah terlihat kering dan hujan sebelum turun.

Tanaman wortel yang telah tumbuh harus segera diseleksi. Penyeleksian dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang lemah atau kering dan meninggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Tindakan ini sekaligus diikuti dengan penjarangan uang berguna untuk memberikan jarak dalam alur dan menjaga tercukupinya sinar matahari sehingga tanaman tumbuh subur. Penjarangan menghasilkan alur yang rapi berjarak antara 5-10 cm. (Anonim, 1995).

(13)

dibudidayakan. Sehingga gulma perlu dikendalikan dengan cara penyiangan. Sewaktu penggemburan tanah (mendangir) dilakukan pula penutupan umbi wortel yang di permukaan tanah. Bagian umbi yang terkena sinar matahari langsung, berubah menjadi hijau. Wortel seperti ini kurang baik di mata konsumen sehingga perlu dihindari. (Anonim, 2003).

Pupuk mengandung satu unsur atau lebih yang digunakan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Sehingga memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah pupuk akar dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara bagi tanah yang mengenai unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cendrung makin beragam merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkeco. Sebab pupuk dengan merek apapun dan buatan manapun, dari segi unsur yang terkandung, pada dasarnya adal;ah berasal dari pupuk makro atau pupukmikro. Jadi patokan dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997).

Pemeliharaan selanjutnya pada tanaman wortel adalah pemupukan yang dapat dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu dengan dosis 50 kg Urea/Ha, disusul pemberian pupuk kedua (1 atau 1,5 bulan kemudian) berupa urea sebanyak 50 kg/Ha dan KCL 20 kg/ha. Dosis dapat berubah sesuai kondisi tanah dan rekomendasi pemupukan yang ada. Cara pemupukan adalah dengan menaburkan pupuk pada alur sedalam 2 cm yang dibuat memanjang berjarakk sekitar 5 cm dari alur tanaman. (Anonim, 1995).

(14)

bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dampak negatif bagi lingkungan adalah tercemarnya air, tanah, bahkan munculnya strai hama penyakit serta gulma yang lebih resisten terhadap pestisida tertentu akibat penggunaan pestisida secara insnsif pada areal yang sama. Selain itu terganggunya keseimbangan alamiah seperti terbunuhnya musu-musu alami (non target organisme) yang berperan sebagai penentu keseimbangan alam. Sedangkan dampak negatif bagi manusia jelas akan menimbulkan bebagai penyakit. Sebaliknya pestisida yang diaplikasi ke tanah (soil treatment) dapat mempengaruhi ekosistem dalam tanah (Alfizar, 2001). Menurut cahyono (2002) dan Tim penulis PS (1995), wortel dipanen setelah 100 hari. Cahyono (2002) menambahkan umur panen wortel juga dipengaruhi oleh keadaan iklim setempat. Kondisi iklim yang kurang sesuai, misalnya suhu udara yang sangat dingin, dapat memperlambat pertunasan pada awal pertumbuhan tanaman, sehingga memperpanjang masa pertunasan. Dengan demikian umur panen menjadi lebih panjang dari umur panen normal.

(15)

BAB III. METODE PELAKSANAAN PKL 3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanan

Praktek kerja lapang dilaksanakan di Kebun Kelompok Tani Anjasmoro IV Jl. Raya Sumberbrantas No. 129 kabupaten Batu, yang dimulai dari bulan agustus tanggal 06 sampai tanggal 04 bulan september 2018

3.2 Alat dan Bahan

Ada beberapa alat yang digunakan dalam praktek kerja lapang ini adalah cangkul, handsprayer, garfu tana, ajir, tali dan buku tulis. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktek kerja lapang ini adalah pupuk kandang , NPK, Urea, KCL, SP-36 dan Benih wortel.

3.3 Metode Penilitian

(16)

dari hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit pada saat tanaman wortel terserang hama dan penyakit.

3.4 Pelaksanan Kegiatan PKL

Dalam pelaksanaan kegiatan praktek kerja lapang berlangsung yang berjudul teknik budidaya tanaman wortel adapun kegitannya meliputi

Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan praktek kerja lapang teknik budidaya tanaman wortel.

(17)

Gambar 2. Pengolahan 3.5 Penanaman benih wortel

Penanaman pada pagi hari dengan cara menabur secara merata pada bedengan yang sudah siap ditanami wortel.

Gambar 3. Penanaman

Pemeliharaan meliputi penyiraman, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan.

Gambar 4. Pemupukan

(18)

BAB IV. KEADAAN UMUM TEMPAT PKL 4.1 Tujuan PKL

1. Untuk mengetahui tentang budidaya tanaman wortel yang ada di kelompok Tani Anjasmoro IV Sumberbrantas.

2. Untuk menambah wawasan kepada mahasiswa bagaimana cara membudidayakan tanaman wortel.

3. Untuk memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Pada Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

4.2 Lokasi PKL

Praktek Kerja Lapang di laksanakan pada Kelompok Tani Anjasmoro IV Desa Sumberbrantas, Kota Batu.

4.3 Gambar Institusi/Lembaga Sejrah Lokasi

Monografi Desa Sumberbrantas

Legenda Asal Usul Nama Desa Sumberbrantas

(19)

dan Kata Jurang Kuwali yang konon ceritanya bermula dari penemuan warga masyarakat setempat di suatu wilayah tepatnya di Dusun Jurang Kuwali ( Sekarang ), banyak sekali terdapat gerabah yang terbuat dari tanah liat ( seperti/berbentuk Kuwali), karena tempat penemuan di daerah yang tropografinya banyak Jurang (Curah/curam) maka penduduk setempat menamakan tempat tersebut Jurang Kuwali dan sampai sekarang nama-nama lain wilayah yang ada di Desa Sumberbrantas diambil dari sejarah yang konon pada waktu itu betul-betul ada/nyata Contoh nama-nama daerah yang saat ini masih dipakai dan ada sejarahnya seperti:

Tunggangan ( Bahasa Jawa yang berarti Naik) konon pada waktu itu daerah tersebut tempat keluarga orang –orang belanda Berkuda;

(20)

Sejarah Pemerintahan Desa

Desa Sumberbrantas yang pada waktu itu secara administratif masih ikut wilayah Desa Tulungrejo dan dulunya adalah sebuah Dusun yang jarak Dusun ke Desa ±10 km secara tidak langsung pelayanan terhadap masyarakat tidak maksimal, juga karena perkembangan Penduduk sangat cepat, baik sosial maupun perekonomiannya maka masyarakat merasa perlu adanya pelayanan yang cepat dan tepat . Dengan maksud untuk mandapat pelayanan secara optimal/maksimal serta memudahkan masyarakat dalam hal mengurus surat menyurat agar lebih dekat dan cepat, maka masyarakat Desa Sumberbrantas berkeinginan memisahkan diri dari Pemerintahan Desa Tulungrejo degan cara mengajukan permohonan pemekaran Desa ke Pemerintah Kota Batu melalui panitia pemekaran wilayah desa yang dibentuk melalui musayawarah warga, sehingga pada tanggal 21 Desember 2005 Dusun Sumberbrantas diresmikan menjadi Desa Persiapan oleh Walikota Batu Drs. IMAM KABUL Msi,MHum dan setelah selama ± 2 ( dua) tahun menjadi Desa Persiapan, maka pada tanggal 22 Agustus 2007 juga Oleh Walikota Batu Drs. IMAM KABUL Msi,MHum. Desa Persiapan Sumberbrantas diresmikan menjadi Desa Definitif.

Karakteristik Desa

(21)

Welirang merupakan daerah Pegunungan yang mempunyai hamparan lahan pertanian yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Desa Sumberbrantas hampir seluruh penduduknya adalah petani yang pada umumnya menghasilkan produk pertanian sayur mayur unggulan seperti ( Kentang, Kol, Wortel) dan tanaman Hortikultura lainnya yang di Export hamper ke daerah-daerah seluruh indonesia.

Di Desa tersebut sesuai dengan namanya terdapat pusat mata air Sungai Brantas yang mengaliri ke beberapa wilayah Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Batas Wilayah Desa Sumberbrantas

Utara : Hutan / Kabupaten Mojokerto Timur : Hutan Gunung Arjuno

Selatan: Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo Barat : Hutan Gunung Anjasmoro Luas Wilayah Desa Sumberbrantas Luas Wilayah : 541, 1364 Ha

Desa Sumberbrantas terdiri dari tiga Dusun Dusun Lemah Putih : 156,9295 Ha

Dusun Krajan : 108,2273 Ha Dusun Jurang Kuali : 275,9796 Ha Kondisi Geografis

a. Ketinggian Dari Permukaan Laut : 1.400 s/d 1.700 dpa

b. Curah Hujan : Tinggi

c. Topografi : Dataran Tinggi

(22)

e. Koordinat : Lat. 07,76544 °S Long 112,52936 °E

N O

DUSUN LK PR Jumlah KK Prosentase

1 2 3 4 5 6 7

1 Lemah Putih 1.253 1.207 2.460 753 49.9 %

2 Krajan 500 477 977 305 20 %

3 Jurang Kuali 746 727 1.473 473 30.1 %

JUMLAH 2.499 2.411 4.910 1.531

Jumlah Penduduk

Timur : Hutan Gunung Arjuno

Selatan : Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo Barat : Hutan Gunung Anjasmoro

Visi, Misi dan Motto

Visi :

Menjadikan Desa Pertanian Termaju Di Kota Batu Misi :

1. Menggali Potensi Masyarakat

(23)

3. Meningkatkan/memelihara rasa Kegotong-royongan ditengah-tengan Modernisasi

Motto :

“ ASRI” Ayem Seger Resik Indah

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Budidaya Tanaman Wortel

Kegiatan praktek kerja lapang di Kelompok Tanih Anjasmoro IV Desa Sumber Barantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Mempelajari tentang budidaya tanaman wortel. Wortel merupakan komoditas unggulan di Kelompok Tani Anjasmoro IV yang diusahakan sepanjang tahun. Budidaya tanaman wortel di Kelompok Tanih Anjasmoro IV meliputi pengolahan tanah, pembibitan, penanaman pengairan, penjarangan, penyiangan, pendangiran dan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta pemanenan. Berikut adalah uraian dari masing-masing tersebut :

5.2 Pengolahan Tanah

(24)

Keadaan tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman wortel dan pembentukan umbi yang bagus adalah yang mempunyai jenis tanah andosol, aluvial, regosol dan latosol.

Lahan untuk menanam tanaman wortel diusahankan dengan sistem bedengan , yaitu dengan ukuran jarak antara pertengahan selokan satu dengan pertengan selokan yang lain adalah 110 cm. Panjang bedengan 5-7 meter atau disesuaikan dengan lahan yang akan ditanami. Lebar bedengan 120 cm dan tinggi bedengan 15-20 cm. Untuk sisi kanan kiri bedengan dibuat selokan dengan lebar 20 cm dan kedalaman 25-30 cm. Sitem pengolahan tanah dengan sistem bedengan melalui beberapa tahapan yaitu :

1. Mengumpulkan rumput dan menariknya kesatu sisi sekaligus membersikan lahan dari bahan-bahan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman seperti bongkahan gamping dan batu-batuan.

2. Membuat lubang-lubang dengan cara mencabgkul tanah sedalam 40-50 cm

3. Menaikan tanah dengan membuat selebar cangkul

4. Menggemburkan tanah yaitu dengan membuat miring 2/3 bagian bedengan ( pencangkulan tidak terlalu dalam). Sedangkan pda sisi 1/3 bagian bedengan dibuat tetap. Kemudian dilanjutka dengan menyebar bemih wortel.

(25)

b. Setengah bagian yang lain digunakan untuk menutup benih ke bedengan di sampaing kiri ( ke 2/3 bagian bedengan yang lain ). Sistem pengolahan tanah di kebun kelompok tani Anjasmoro IV berbeda dengan sistem pengolahan lahan yang dilakukan oleh para petani biasa / di luar kelompok tani anjasmoro IV yang menggunakan pupuk kandang (organik) ebagai pupuk dasar dengan pertimbangan karena kekurangan anggaran. Sehingga hal ini akan mempengaruhi kesuburan tanah.

Gambar 6. Pengolahan lahan 5.3 Pembenihan Dan Penanaman

(26)

Gambar 7. pembenihan wortel

Benih merupakan salah satu faktor produksi yang memiliki peran penting dalam budidaya tanaman wortel. Penggunaan yang kurang baik, misalnya benih yang tidak murni, berasal dari tanaman induk yang kurang baik, memiliki kadar air yang tinggi, memiliki daya kecambah yang rendah,atau terlalu lamah disimpan, dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan tanaman gagal panen.

Tanaman wortel yang di budidaya di kebun kelompok tanih anjasmoro IV merupakan tanaman wortel jenis lokal, jenis lokal ini lebubh tahan terhadap suhu maupun iklim yang terjadi dibandingkan wortel jenis lain.

Sebagai bahan tanam, kelompok tani anjasmoro IV menggunakan benih berupa biji yang di peroleh dari luar/membeli disamping menghasilkan sendiri. Benih wortel berwarna coklat kehitaman, berukural kecil, ringan dan saling melekat satu sama lain. Benih ini di peroleh dari tanaman wortel yang sengaja di biarkan tumbuh hingga menghasilkan bunga dan di ambil bijinya.

Dalam hal pembenihan, seleksi terhadap tanaman induk harus di lakukan. Tanaman yang akan di jadikan sumber benih sebaiknya memenuhi syarat sebagai berikut:

(27)

Seleksi tanaman wortel untuk benih di lakukan pada saat tanaman berumur sekitar dua bulan. Seleksi di lakukan dengan tujuan agar di peroleh benih wortel yang berkualitas.

Tanaman wortel yang akan di pakai sebagai benih adalah tanaman wortel yang segar dan sehat. Tanaman di cabut, di vlihat umbinya, apakah memenuhi persyaratan untuk pembenihan atau tidak. Terutama di lihat dan umbinya, umbi tidak terlalu tua dan terlalu muda, umbi berukuran sedang, bentuknya bulat memanjang. Bentuk umbi normal, tidak berakar, tidak tercabang dan tidak berlekuk-lekuk, warna kulit umbi mengkilap kuning/jingga serta bertekstur halus.

5.4 Pembuatan Benih

Tahap berikutnya adalah penanaman umbi wortel yang di gunakan sumber benih, berikut adalah perlakuan sebelum penanaman umbi wortel dari tanaman yang di gunakan sumber benih, berikut adalah perlakuan sebelum penanaman umbi wortel dari tanaman yang di gunakan sebagai benih:

Memotong bagian umbi

Memangkas tangkai daun dan menyisakan sekitar sampai 10 cm Menyiapkan bedengan sebagai media tanam

Membuat lubang tanam dengan jarak 50-100 cm

Menanam umbi wortel hingga menutup bagian leher batang

(28)

Pemiliharaan tanaman dilakaukan hingga tanaman berbungg setiap bunga yang muncul di seleksi dan sisakan 5-6 tangkai bunga yang terbaik. Bunga dirawat hingga menghasilakan menghasilkan biji. Bunga wortel yang baru tumbuhadalah berwarna putih, setelah menmghasilkan biji yang siap di ambil sebagai benih, bunga terlihat mengering warnanya bembah menjadi cokla. Hal ini terjadi saat tanaman berumur 180-190 HST. Setelah bunga mencapai waktu panen, maka bunga tersebut di petik. Bunga yang paling baik adalah bunga yang berdiameter sekitar 5 cm.

Proses selanjutnya adalah proses pembuatan benih. Proses ini meliputi: Mengeringkan bunga di bawah sinar matahari selama 2-3 hari

Merontokan biji di dalam bunga

Menggosok-gosok biji dengan kedua tangan dengan tujuan untuk memisahkan bulu pada biji dan ranting-rantingnya.

Biji yang sudah bersih dan kering telah siap untuk di tanam. Biji-biji ini dapat langsung di tanam atau bisa juga di simpan terlebih dahulu. Biji yang hendak di simpan hendaknya di masukan kedalam suatu wadah yang tertutup rapat.wadah di simpan pada tempat yang dingin dan kering. Benih wortel ini dapat bertahan sampai 6-8 bulan apabila di simpan dalam kemasan kedap udara dan pada kondisi yang kering.

(29)

Gambar 8. Pemisahan benih pada tangkai, dan bulu-bulu pada biji 5.5 Penanaman

Waktu penanaman wortel yang paling baik adalah pada awal musim hujan tetapi kadang petani di desa sumber brantas tidak perna memilih musim hujan karena suhu dan cuaca disana sangat mendukung untuk tanaman wortel bahkan untuk semua tanaman hortikultura. Didesa sumber brantas juga mempunyai curah hujan cukup tinggi. Kondisi ini menguntungkan bagi pembudidaya tanaman wortel sepanjang tahun karena ketersedian air mencukupi pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini.

Di Kebun Tani Anjasmoro IV Desa Sumberbrantas, tanaman wortel ditanaman secara tumpang sari dengan tanaman sawi. Benih di tabur atau secara menyebar merata pada bedengan yang telah di persiapkan tanpa melalui persemain terlebih dahulu. Kemudian benih ditutup dengan tanah secara tipis-tipis dan merata. Hal ini dimaksudkan agar benih wortel tidak hanyut oleh percikan air hujan dan untuk menjaga kestabilan kelembaban benih. Selanjutnya benih akan tumbuh setelah sekitar 10-14 HST.

5.6 Pengairan

pengairan pada tanaman wortel sangat di butuhkan karena apabila wortel kekurang air maka kualitas dan ukuran umbi yang kurang baik. Tujuan utama pemberian air pada tanaman wortel adalah membasahi tanah guna untuk menciptakan keadaan lembab pada seluruh sistem perakaran untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman wortel.

(30)

menyebabkan tanaman wortel layu sehingga pertumbuhan terhambat dan umbi yang dihasilkan akan berbentuk tidak normal serta sehingga berukuran kecil (kualitas dan kuantitas produk rendah). Sebaiknya tanaman wortel tidak menghendaki keadaan tanah yang terlalau lembab atau basah. Kelebihan air pada tanaman wortel akan menyebabkan akar tanaman membusuk dan dapat dan dapat menyebabkan kematian. Di samping itu pemberian air yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara dan menghambat sirkulasi udara di dalam tanah (aerasi), sehingga menimbulkan kondisi anacrob (kekurangan oksigen) yang dapat membahayakan kehidupan tanaman.

Di kebun kelompok Tani Anjasmoro IV Desa Sumberbrantas, pada musim penghujan pemberian air kadang tidak dilakukan karena kebutuhan air oleh tanaman tercukupi oleh air hujan. Pada musim kemerau, penyiraman di lakukan hampir dalam satu minggu dua sampai tiga kali penyiraman selamatanaman wortel berumur kurang dari 100 HST. Penyiramannya dilakukan dengan menggunakan alat bantu selang panjang dan pipa dan ujung pipa sudah di pasangkan dengan kincir agar kincirnya berputar dan airnya menyebar. Pemberiaan air perlu di kurangi seiring dengan pertumbuhan umbi wortel.

5.7 Penjarangan

Tanaman wortel akan tumbuh setelah berumur 10-14 HST. Sistem penanaman tanaman wortel adalah dengan cara menaburkan benih di bedengan yang sudah di ratakan namun tanam wortel tumbuhnya tidak teratur maka harus perlu penjarangan.

(31)

pertama, dalam penjarangan, tanaman wortel yang di cabut harus di buang, tujuan penjarangan yaitu untuk menjaga jarak anta tanaman dalam bedengan sehingga tidak terjadi kompetisi antar tanaman dalam memanfaatkan faktor-faktor lingkungan seperti cahaya matahari dan unsur hara. Di samping itu. Penjarangan juga ditunjukan untuk menyeragamkan tanaman. Penyeragaman tanaman di lakukan untuk memperoleh tanaman wortel yang tumbuhnya baik dan subur serta sehat yaitu dengan cara mencabut tanaman yang lemah, kerdil dan tidak sehat. Sementara tanaman yang pertumbuhannya baik dan normal, di sisakan. Penjarangan di lakukan dengan membuat jarak antara tanaman satu dengan tanaman lain menjadi sekitar 5-10 cm, dengan mencabut tanaman yang kurang sehat. Sehingga tanaman wortel tumbuh tidak terlalu rapat dan umbi berkembang dengan optimal.

5.8 Penyiangan dan pendangiran

Penyiangan (pemberantasan gulam) di lakukan secara manual dengan menggunakan alat bantu arit. Penyiangan di lakukan sebanyak 3 kali selama pertumbuhannya. Penyianagn pertama dilakukan bersaman dengan penjarangan pada saat tanaman wortel berumur 30 hari setelah tanam penjarangan kedua 50 hari setelah tanam dan penjarangan ketiga 70 hari setelah tanam.

Gulma merupakan tanaman yang kehadirannya tidak dikehendaki dalam suatua areal petanaman. Adanya gulma menyebkan terjadinya kompetisi antara gulma gulma dengan tanamn pokok di dalam memanfaatkan cahay matahari, unsur hara maupun air. Sehingga gulma yang tumbuh perlu di siangi.

(32)

cahaya matahari, unsur hara dan air, di samping itu gulma atau rumput juga merupakan sarang bagi hama dan penyakit.

Penyiangan di lakukan secara manual menggunakan tangan. Di Kebun Kelompok Tani Anjasmoro IV, penyiangan dilakukan sebanyak 2 kali selama pertumbuhan penyiangan pertama di lakuklan pada saat umur 30-35 HST. Sedangkan penyiangan kedua di lakukan bersamaan dengan penjarangan yaitu pada saat tanaman 60-75 HST. Gulma yang telah di cabut di letakan pada alurt bedengan sedemikian rupa agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman wortel.

Pendangiran bertujuan untuk menggemburkan tanah agar tidak padat serta untuk menumbuhkan bagian pangkal tanaman wortel agar umbinya tertutup oleh tanah sehingga umbi tidak berwarna hijau. Warna hijau ini disebabkan oleh karena bagian pangkal umbi yang tidak tertutup oleh tanah sehingga terkenah sinar matahari. Umbi wortel yang bagian pangkalnya berwarna hijau merupakan umbi yang kurang berkualitas dan kurang di minati oleh konsumen di pasar.

Pendangiran di lakukan dengan cara membersihkan bedengan dari rumput liar dengan menggunakan alat bantu cangkul kemudian tanah di sekitar bedengan di gemburkan dan di timbun di bagian pangkal batang wortel. Pendangiran tanah ini mampu memperbaiki aerasi tanah dan struktur tanah sehingga umbi dapat berkembang dengan baik.

(33)

5.9 Pemupukan

Pemupukan adalah usaha untuk menambah atau mencukupi unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman agar tanaman dapat tumbuh dan berkembagan serta berproduksi tinggi. Ada dua macam pemupukan yaitu pemupukan dasa yang di lakukan sebelum penanaman dan pemupukan susulan. Pemupukan dasa di lakukan bersamaan dengan pengolahan tanah dengan menggunakan pupuk kandang.

Pemupukan susulan merupakan pemupukan yang dilakukan untuk memenuhi unsur-unsur yang di perlukan untuk pertumbuhan tanamn dan pembentukan umbi wortel. Pupuk yang di gunakan adalah pupuk urea dengan kandungan unsur N.

Tanaman wortel memerlukan 3 kali pemupukan susulan dengan dosis yang telah ditetapkan yaitu Urea 150 kg/ha, SP36 100 kg/ha, Ponska Merah 100 kg/ha dan ZA 20 kg/ha.

Untuk pemupukan pertama atau pupuk dasar diberikan pupuk kandang sebanyak 50 ton/ha. Pemupukan susulan pertama diberikan pada saat tanaman berumur 35 hari setelah tanam yaitu dengan menggunakan Urea sebanyak 75 kg/ ha, dan ZA 5 kg/ha.

Untuk pemupukan susulan kedua diberikan pada saat tanaman berumur 50 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk Urea sebanyak 75 kg/ha, ZA 5 kg/ ha.

(34)

KCL untuk meningkatkan produktifitas wortel, karena dapat membesar umbi wortel.

Hal yang utama di perhatikan pada saat pemupukan adalah mengusahakan pupuk tidak terkena atau menempel pada daun tanaman wortel karena dapat menyebabkan daun wortel menjadi terbakar.

5.10 Pengendalian Hama dan Penyakit

Dalam budidaya tanaman wortel, pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek yang penting, karena hama dan penyakit dapat menurunkan kualitas dan hasil panen. Di Kelompok Tani Anjasmoro IV Desa Sumberbrantas kebanyakan hama yang menyerang adalah ulat tanah. Sedangkan penyakit yang menyerang adalah busuk daun (Alternaria Dauci).

Pengendalian hama dan penyakit tanaman wortel di Kelompok Tani Anjasmoro IV di anggap sangat penting. Pertama di lakukan pengamatan pada areal pertanaman. Bila serangan cukup berat dan di duga menurunkan hasil panen maka dilakukan penyemprotan dengan menggunakan bahan kimia. Dalam pemakaian pestisida, Kelompok Tani Anjasmoro IV dapat menggunakan dosis rendah. Tanaman wortel di Kelompok Tani Anjasmoro IV pada umumnya sehat dan frekuensi serangan hama dan penyakitnya juga jarang.

Sedangkan penyakit yang sering menyerang budidaya wortel adalah bercak daun dan bintil akar. Bercak daun disebabkan oleh sejenis cendawan Cerospora. Penyakit ini menyerang daun tua, gejalanya dengan pinggiran hitam.

(35)

Penyakit bintil akar disebabkan oleh nematoda. Gejalanya bentuk umbi benjol-benjol tak karuan. Pencegahan bias dilakukan dengan rotasi tanaman. Gilir tanaman dengan jenis tanaman lain yang berbeda family. Penyemprotan kimia yang di aplikasikan adalah nematisida.

3.11 Panen

3.6.1. Ciri dan Umur Panen

Ciri-ciri tanaman wortel sudah saatnya dipanen adalah sebagai berikut:

1. Tanaman wortel yang telah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau tergantung varietasnya. Varietas Ideal dipanen pada umur 100-120 hari setelah tanam (hst). Varietas Caroline 95 hst., Varietas All Season Cross 120 hst., Varietas Royal Cross 110 hst., Kultivar lokal Lembang 100-110 hst.

2. Ukuran umbi telah maksimal dan tidak terlalu tua. Panen yang terlalu tua (terlambat) dapat menyebabkan umbi menjadi keras dan berkatu, sehingga kualitasnya rendah atau tidak laku dipasarkan. Demikian pula panen terlalu awal hanya akan menghasilkan umbi berukuran kecil-kecil, sehingga produksinya menurun (rendah).

Khusus bila dipanen umur muda atau "Baby Carrot" dapat dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:

1. umur panen sekitar 50-60 hari setelah tanam.

(36)

3.12 Pascapanen 3.7.1. Pengumpulan

Kumpulkan seluruh rumpun (tanaman) wortel yang usai dipanen pada suatu tempat yang strategis, misalnya di pinggir kebun yang teduh, atau di gudang penyimpanan hasil.

3.7.2. Penyortiran dan Penggolongan

a) Pilih umbi yang baik sambil memisahkan umbi yang rusak, cacat, atau busuk secara tersendiri.

b) Klasifikasikan umbi wortel yang baik berdasarkan ukuran dan bentuknya yang seragam.

3.7.3. Penyimpanan

Simpan hasil panen wortel dalam wadah atau ruangan yang suhunya dingin dan berventilasi baik.

3.7.4. Pengemasan dan Pengangkutan

a) Ikat umbi wortel menjadi ikatan-ikatan tertentu sehingga praktis dalam pengangkutan dan penyimpanannya.

b) Potong sebagian tangkai daun untuk disisakan sekitar 15-20 cm.

c) Angkut hasil wortel ke pasar dengan menggunakan alat angkut yang tersedia di daerah setempat.

(37)

BAB VI. PENUTUP 6.1 Kesimpulan

Dari kegiatan Praktek Kerja Lapang yang telah di lakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Kebun Kelompok Tani Anjasmoro IV merupakan kebun yang mengusahakan berbagai tanaman sayuran-sayuran

2. Sayuran wortel merupakan tanaman komoditas unggulan di Kelompok Tani Anjasmoro IV yang di usaahakan sepanjang tahun dengan sistem tumpang sari.

3. Budidaya tanaman wortel meliputi kegiatan pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, pengairan, penjarangan, penyiangan dan pendangiran, pemupukan serta pengendalian hama penyakit. Pencegahan terhadapa hama dan penyakit tanaman wortel sangat diperlukan yaitu dengan perawatan yang baik, menjaga keseimbangan biologi dan mencegah masuknyahama dan penyakit pada tanaman wortel.

(38)

umbi yang kecil-kecil sehingga kualitasnya juga rendah. Pemanen yang baik pada umur 90-120 HST

5. Tanaman wortel di tanamn di sepanjang tahun.

6.2 Saran

Setelah melihat secara langsung keadaan Kebun Kelompok Tani Anjasmoro IV maka penulis dapat meberikan saran-saran yang mungkin berguna berguna untuk kualitas maupun kuantitas hasil yang didapat yaitu:

1. Hendak tetap menjaga pemiliharaan tanaman yang tepat waktu, misalnya proses pernyiangan dan pemupukan tidak tidak di tunda dalam pelaksanaannya.

2. Hendaknya mencoba menerapkan istem pertanian organik dalam budidaya pertanian sehingga kualitas hasil dapat ditingkatkan dan juga aman bagi kesehatan manusia karena terhindar dari residu kimia.

(39)

DAFTAR PUSTAKA

Alfizar. 2001 Agrista Vol.5 No.2: Laju Biodegradasi Fungisida Improdone Oleh Mikroorganismetanak Pada Berbagai Jenis Tanah. FP Syah Kuala Darusalam. Banda Aceh.

Arief, Arifin. 1990. Hortikultura Tanaman Buah Buahan Tanaman Sayur, Tanaman Bunga/Hias. Andiofset. Jakarta.

Sunaryono, Hendro. 1990. Kunci Bercocok Tanam Sayuran RentingDi Indonesia. Sinar Baru. Bandung

Cahyono.B, 2002.Wortel Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius,Yogyakarta

Data Produksi Tanaman Hortikulutura Kabupaten Wonosobo tahun 2006-2011. Badan Pusat Statisitik Kabupaten Wonosobo.

Keliat, S. D. (2008). Analisis Sistem Pemasaran Wortel. (Skripsi). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Kanisius.S.Y, dkk, 2004.Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran.Kanisius, Yogyakarta

Manalu, H. (2007). Analisis Finansial Usaha Tani Wortel. (Skripsi). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Rini, D. K. (2010). Respon Penawaran Wortel (Daucus carota L.) Di Kabupaten Boyolali. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Rukmana, R, 1995.Bertanam Wortel. Kanisius, Jakarta

Rubazky V.E dan M. Yamaguchi, 1997.Sayuran Dunia 2 Prinsip Produksi dan Gizi. Edisi 2 ITB, Bandung

Rahayu.E dan N.V.Ali, 1995. Wortel dan Lobak. Penebar Swadaya, Jakarta

Siti, R. (2008). Analisis Usaha Tani Wortel di Desa Sukatani Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.(Skripsi). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sholeh, M. (2012). Analisis Efisiensi Alokatif Pengunaan Faktor – Faktor Produksi Usaha Tani Wortel. (Skripsi). Malang: Universitas Brawijaya. Santi, Yenny M. 2009. Analisis Usaha Argoindustri Keripik Belut Sawah

(40)

Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. 75 hal (tidak dipublikasikan)

(41)
(42)
(43)

DAFTAR TABEL Tabel 1. Kandungan gizi Tanaman Wortel

No Kandungan Jumlah

1 Kalori 42 kal

2 Protein 1,2 gr

3 Lemak 0,3 gr

4 Hidrat Arang 9,3 gr

5 Kalsium 39 gr

6 Fospor 37 gr

7 Besi 0,8 gr

8 Vitamin A 12,000 si

9 Vitamin BI 0,06 gr

Figur

Tabel 1.1 Kandungan gizi Tanaman Wortel.

Tabel 1.1

Kandungan gizi Tanaman Wortel. p.2
Gambar 1. Alat yang digunakan

Gambar 1.

Alat yang digunakan p.16
Gambar 3. Penanaman

Gambar 3.

Penanaman p.17
Gambar 4. Pemupukan

Gambar 4.

Pemupukan p.17
Gambar 5. Pengendalian

Gambar 5.

Pengendalian p.17
Gambar 6. Pengolahan lahan

Gambar 6.

Pengolahan lahan p.25
Tabel 1. Kandungan gizi Tanaman Wortel

Tabel 1.

Kandungan gizi Tanaman Wortel p.43

Referensi

Memperbarui...