i SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
Pada Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta
Oleh
WIWIN TRI SUBIYANTI 06011033
PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA SEPTEMBER 2010
ANALISIS DAMPAKSTOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DANRETURNSAHAM
DI BURSA EFEK INDONESIA
Diajukan oleh
WIWIN TRI SUBIYANTI 06011033
Telah disetujui oleh :
Dosen Pembimbing
ANALISIS DAMPAKSTOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DANRETURNSAHAM
DI BURSA EFEK INDONESIA Diajukan oleh
WIWIN TRI SUBIYANTI 06011033
Skripsi ini telah Dipertahankan dan Disahkan di depan Dewan Penguji Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Tanggal : 9 Oktober 2010
Yang terdiri dari
Dra. Salamatun Asakdiyah, M.Si. Ketua
Hj. Utik Bidayati, SE., MM. Dyah Fitriani, SE., MM.
Anggota 1 Anggota 2
Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ahmad Dahlan
Drs. Sukardi, MM
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul ANALISIS DAMPAK STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURNSAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA (SEKTOR INDUSTRI) ini tidak terdapat karya yang pernah di ajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah di tulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Apabila dikemudian hari terbukti bahwa saya melakukan hal-hal tersebut diatas yakni mengakui karya orang lain seolah-olah sebagai karya saya sendiri, maka dengan ini saya menyatakan menarik skripsi saya, selanjutnya ijazah dan gelar yang telah saya terima dari universitas saya nyatakan gugur.
Yogyakarta, 9 Oktober 2010
Wiwin Tri Subiyanti Saksi 1, Ketua Tim Penguji
Dra. Salamatun Asakdiyah, M.Si.
Saksi 2, Anggota Tim Penguji Saksi 3, Anggota Tim Penguji
"Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi
MOTTO
"Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu"(QS. Al-Baqarah ayat 45) "Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu
PERSEMBAHAN
Dengan memanjatkan syukur Alhamdulillah kehadirat Ilahi Robbi, saya persembahkan karya ini untuk:
Ayahanda Supardi sebagai panutan dan pengabdian saya.
Ibunda Jumaidah yang selalu menberikan semangat, iringan do`a dan kasih sayangnya.
Kakak Hendryk Eko Nugroho dan Erma Dwi Rahmawati yang memberikan pengertian dan semangat.
Suami saya Agus Prastyo yang sudah menemani saya dalam menyelesaikan skripsi.
PENGANTAR
Assalamu’ alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ANALISIS DAMPAK STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA” (SEKTOR INDUSTRI).
Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak mungkin terlaksana dengan baik tanpa bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Kasiyarno, M.Hum, Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu di kampus Universitas Ahmad Dahlan.
2. Bapak Drs. Sukardi, MM, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Ibu Tina Sulistiyani, SE., MM. Ketua Program Studi Manajemen Universitas
Ahmad Dahlan Yogyakarta yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibu Utik Bidayati, SE., MM. selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan, nasehat dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini.
5. Segenap dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang telah memberikan masukan yang berharga guna mendukung penulis dalam penyusunan skripsi ini. 6. Kepada perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan sebagai perantara penambahan
wawasan dan ilmu pengetahuan.
7. Kedua orang tuaku yang telah memberikan dorongan moril, materil dan spirituil, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
8. Serta semua pihak yang terlibat dalam penulisan skripsi ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Semoga Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal kepada Bapak, Ibu serta rekan-rekan yang telah penulis sebutkan. Akhir kata, harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Yogyakarta, 9 Oktober 2010 Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PERSETUJUAN... ii
HALAMAN PENGESAHAN... iii
HALAMAN PERNYATAAN ... iv
HALAMAN MOTTO ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL………. ix
DAFTAR LAMPIRAN………. x
INTISARI... xi
BAB I PENDAHULUAN………... 1
A. Latar Belakang……….. 1
B. Batasan Masalah Penelitian……… 5
C. Rumusan Masalah………...6
D. Tujuan Penelitian………... 6
E. Manfaat Penelitian……… 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA……… 7
A. Landasan Teori……….. 7
1. Pemecahan Saham (Stock Split)……….. 7
2. Saham……….10
3. Studi Peristiwa (Event Study)……….15
4. Abnormal ReturnSaham………16
5. Likuiditas Saham……… 18
7. Bid Ask Spread………...19
B. Penelitian Terdahulu………... 20
C. Hipotesis………... 22
BAB III METODE PENELITIAN…………..……… 24
A. Populasi dan Sampel………... 24
1. Populasi ……….. 24
2. Sampel ……… 24
B. Tehnik Pengumpulan Data………….………. 25
C. Jenis dan Sumber Data……… 25
D. Periode Pengamatan……… 26
E. Definisi Operasional Variabel Penelitian……… 27
F. Alat Ukur Variabel Penelitian………. 28
G. Analisis Data dan Uji Hipotesis……….. 28
BAB IV ANALISIS DATA……….33
A. Gambaran Umum Objek Penelitian……….………. 33
B. Uji Normalitas Data………. 37
C. Uji Hipotesis dan Pembahasan………. 38
1. Aktivitas Volume Perdagangan (TVA)……… 38
2. Bid Ask Spread………. 39
3. Abnormal Return……….. 41 BAB V PENUTUP………... 43 A. Kesimpulan……….. 43 B. Keterbatasan Penelitian………... 44 C. Saran ………... 44 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
4.1 Populasi perusahaan Tahun 2006……….….………33
4.2 Populasi perusahaan Tahun 2007………..34
4.3 Populasi perusahaan Tahun 2008………..34
4.4 Sampel perusahaan Tahun 2006.………...35
4.5 Sampel perusahaan Tahun 2007………36
4.6 Sampel perusahaan Tahun 2008………36
4.7 Uji normalitas data dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov……37
4.8 Hasil perhitungan Mean Volume Perdagangan……….38
4.9 Hasil paired sampel t-test Mean Volume Perdagangan……….39
5.0 Hasil perhitungan MeanBid Ask Spread……….……..40
5.1 Hasil paired sampel t-test MeanBid Ask Spread………...41
5.2 Hasil perhitungan MeanAbnormal Return………42
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Daftar harga saham
Lampiran 2 : Return realisasi
Lampiran 3 : Data IHSG dan perhitunganreturnekspektasi Lampiran 4 : Perhitungan returntidak normal (RTNit) Lampiran 5 : Perhitungan spreadsaham
Lampiran 6 : PerhitunganTrading Volume Activity(TVA) Lampiran 7: Daftar hasil uji normalitas TVA Tahun 2006-2008
Lampiran 8: Daftar hasil uji normalitasBid Ask SpreadTahun 2006-2008 Lampiran 9: Daftar hasil uji normalitasAbnormal ReturnTahun 2006-2008 Lampiran 10: Daftar hasil uji paired sample t-test TVA Tahun 2006-2008
Lampiran 11: Daftar hasil uji paired sample t-testBid Ask SpreadTahun 2006-2008 Lampiran 12: Daftar hasil uji paired sample t-testAbnormal ReturnTahun 2006-2008 Lampiran 13: Daftar hasil mean uji normalitas TVA Tahun 2006-2008
Lampiran 14: Daftar hasil mean paired sample t-test TVA Tahun 2006-2008 Lampiran 15: Daftar hasil mean uji normalitasBid Ask SpreadTahun 2006-2008 Lampiran 16: Daftar hasil mean paired sample t-test Bid Ask Spread Tahun
2006-2008
Lampiran 17: Daftar hasil mean uji normalitasAbnormal ReturnTahun 2006-2008 Lampiran 18: Daftar hasil mean paired sample t-test Abnormal ReturnTahun
2006-2008
Lampiran 19: Daftar sampel perusahaan industri yang melakukan stock split Tahun 2006-2008
INTISARI
Penelitian ini untuk menguji apakah ada perbedaan volume perdagangan sebelum dan sesudahstock split, untuk menguji apakah ada perbedaanBid-ask spread sebelum dan sesudahstock split dan untuk menguji apakah ada perbedaanAbnormal Returnsebelum dan sesudahstock split.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah “purposive sampling” artinya dengan jalan memilih sampel dari sejumlah populasi berdasarkan kriteria tertentu, dimana setiap perusahaan tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian, tetapi hanya perusahaan yang memenuhi syarat atau kriteria tertentu yang bisa digunakan sebagai sampel penelitian. Dan kriterianya adalah perusahaan go public yang melakukan stock split terdaftar di BEI pada tahun 2006-2008, pada periode pengamatan perusahaan tidak melakukan corporate action lain dan data-data yang dibutuhkan dalam perhitungan lengkap dan diketahui dengan jelas. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan dari berbagai industri yang melakukan stock split yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2008.
Hasil pengujian terhadap kenormalan data menunjukkan bahwa secara keseluruhan data berdistribusi normal, sehingga pengujian dilakukan dengan menggunakan alat uji statistik parametik yaitu di uji melalui uji t berpasangan (paired sample t-test). Hasil pengujian terhadap rata-rata volume perdagangan, bid ask spread dan abnormal return antara periode sebelum dan sesudah stock split menunjukkan hanya terdapat perbedaan terhadap volume perdagangan dan abnormal return, sedangkan bid ask spread tidak menunjukkan adanya perbedaan antara periode sebelum dan sesudahstock split. Hal ini dapat disimpulkan bahwastock split berdampak terhadap likuiditas danreturnsaham.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di Indonesia pasar modal mempunyai peranan penting sebagai salah satu sumber pembiayaan dana usaha. Sedangkan di sisi lain, pasar modal merupakan wahana investasi bagi masyarakat, termasuk pemodal menengah dan kecil. Para investor yang melakukan transaksi di lantai bursa bertujuan untuk menghimpun dana dari keuntungan, bagi dirinya maupun perusahaan.
Menurut Lorie, Dodd, and Kimpton (dalam Asri dan Fatmawati, 1999) yang dimaksud dengan harga saham adalah harga yang dibentuk dari interaksi para penjual dan pembeli saham yang dilatarbelakangi oleh harapan mereka terhadap profit perusahaan. Untuk itu investor memerlukan informasi yang berkaitan dengan pembentukan harga saham tersebut dalam mengambil keputusan untuk menjual ataupun membeli saham. Dengan hasil-hasil kenaikan harga saham setelah pengumuman stock split seperti yang didokumentasikan dalam literatur keuangan, satu penjelasan yang mungkin adalah perusahaan membagi lembar sahamnya untuk menunjukkan informasi tentang prospek perusahaan dimasa yang akan datang.
Dalam dunia bisnis terutama pada perdagangan saham yang terdapat di pasar modal, banyak sekali aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh para
investor untuk memperoleh keuntungan (return). Ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan di pasar modal, diantaranya adalah informasi yang masuk ke dalam pasar modal tersebut.
Kunci utama untuk mengukur pasar modal adalah hubungan antara harga sekuritas dengan informasi (Jogiyanto, 2003:370). Pasar dikatakan efisien apabila memenuhi dua kriteria, yaitu harga saham mencerminkan semua informasi yang relevan saat itu dan karena informasi menyebar secara merata maka reaksi harga terhadap informasi baru terjadi seketika karena semua pemain di pasar telah memiliki antisipasi cukup. Efisiensi pasar berdasarkan informasi dibagi menjadi: (1) Efisiensi pasar bentuk lemah(weak form), (2) Efisiensi pasar bentuk setengah kuat (semistrong form) dan (3) Efisiensi pasar bentuk kuat.
Stock split adalah memecah selembar saham menjadi n lembar saham. Pemecahan saham mengakibatkan bertambahnya jumlah lembar saham yang beredar tanpa transaksi jual beli yang dapat mengubah besarnya modal. Harga per-lembar saham baru setelah stock split adalah sebesar 1/n dari harga sebelumnya. Pemecahan saham (Stock split) merupakan perubahan nilai nominal per lembar saham dan menambah jumlah saham yang beredar sesuai dengan faktor pemecah (Split Factors). Pemecahan saham tersebut tidak akan mengakibatkan perubahan jumlah modal dan tidak mempengaruhi aliran kas perusahaan. Dengan demikian peristiwa pengumuman pemecahan saham seharusnya tidak memiliki nilai ekonomis. (Jogiyanto, 2003:415).
Jika suatu pengumuman tidak mempunyai nilai ekonomis tidak akan mengakibatkan reaksi pasar atas pengumuman peristiwa tersebut. Sebaliknya jika pasar bereaksi untuk pengumuman yang tidak mempunyai nilai ekonomis, berarti pasar tersebut belum efisien karena tidak dapat membedakan pengumuman yang berisi informasi ekonomis dengan yang tidak. (Jogiyanto, 2003:415).
Stock split memberikan sinyal yang positif karena manajer perusahaan akan menginformasikan prospek masa depan yang baik dari perusahaan kepada publik yang belum mengetahuinya. Alasan sinyal ini didukung dengan adanya kenyataan bahwa perusahaan yang melakukan stock split adalah perusahaan yang baik. Jadi jika pasar bereaksi terhadap pengumumanstock split, reaksi ini tidak semata-mata karena informasi stock split yang tidak mempunyai nilai ekonomis tetapi karena mengetahui prospek masa depan perusahaan yang bersangkutan. Tidak semua perusahaan dapat melakukan stock split. Hanya perusahaan yang sesuai dengan kondisi yang disinyalkan yang akan bereaksi positif. Perusahaan yang memberikan sinyal yang tidak valid akan mendapat dampak negatif (Hermawanto, 2000).
Penelitian mengenai stock splitdan dampak yang ditimbulkannya sudah pernah dilakukan. Hal ini terlihat pada penelitian Copeland (1998), Conroy, Harris dan Bennet (1990) dalam Sutrisno et., al. (2000) menemukan adanya penurunan likuiditas setelah split dengan masing- masing menggunakan volume perdagangan dan bid-ask spread sebagai proksi. Hasil ini
bertentangan dengan penelitian Murray (1985) yang menyatakan bahwa split tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan maupunbid-ask spread.
Dampak split terhadap keuntungan investor dijelaskan oleh Grinblatt, Masulis dan Titman (1984) dalam Sutrisno et., al. (2000) mengemukakan bahwa disekitar pengumuman splits menunjukkan adanya perilaku harga saham yang abnormal. Pasar memberi nilai positif terhadap split karena adanya tax-option impact. Dampak tersebut berbentuk pembebasan pajak yang dihadapi investor (tax-option impact) sehingga investor tersebut memperoleh keuntungan lebih.
Dalam penelitian Kurniawati (2003) mengenai “analisis kandungan informasistock splitdan likuiditas saham” studi empiris padanon-synchronus trading, mengemukakan bahwa pengumumanstock split memiliki kandungan informasi sehingga direspon oleh pelaku pasar. Dalam pengujian likuiditas saham menunjukan bahwa hanya beta saja yang memiliki perbedaan signifikan, sedangkan volume perdagangan dan bid-ask spread meskipun berbeda tetapi tidak signifikan. Hal ini menunjukan penurunan likuiditas setelah stock split. Hal tersebut yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian tentang dampak stock split yang terdapat dalam likuiditas dan return saham dengan judul “Analisis Dampak Stock Split Terhadap Likuiditas dan Return Saham di Bursa Efek Indonesia” (Sektor Industri).
B. Batasan Masalah Penelitian
Batasan Masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang melakukan stock splitpada tahun 2006-2008 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Penelitian ini menggunakan data harga saham harian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),bid-ask spread dan volume perdagangan harian. 3. Untuk mengukur likuiditas saham dalam penelitian ini diukur berdasarkan
volume perdagangan dan bid ask spread.
4. Untuk mengukur return saham dalam penelitian ini diukur melalui parameterabnormal return saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia. 5. Penelitian ini difokuskan pada muatan informasi (information content)
dari suatu peristiwa pengumuman stock split, terhadap pergerakan harga saham dan volume perdagangan melalui abnormal return dan Trading volume activity (TVA) di Bursa Efek Indonesia dan tidak meneliti efisiensi pasar.
6. Periode Pengamatan
Penelitian ini merupakan event study terhadap stock split dengan menggunakan windows periods pengamatan selama 11 hari, yaitu 5 hari sebelum peristiwa, 1 hari peristiwa dan 5 hari setelah peristiwa pengumuman stock split yaitu t-5, t-4, t-3, t-2, t-1, t0, t+1, t+2, t+3, t+4, t+5.
C. Rumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah ada perbedaan Volume Perdagangan sebelum dan sesudahstock split ?
2. Apakah ada perbedaanBid-ask spreadsebelum dan sesudahstock split? 3. Apakah ada perbedaanAbnormal Returnsebelum dan sesudahstock split?
D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan Volume Perdagangan sebelum dan sesudahstock split.
2. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaanBid-ask spreadsebelum dan sesudahstock split.
3. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan Abnormal Return sebelum dan sesudahstock split.
E. Manfaat Penelitian
1. Sebagai bahan pertimbangan untuk investor dalam melakukan investasi saham pada perusahaan yang melakukanstock split.
2. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan peneliti mengenai pasar modal dan dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi penelitian-penelitian selanjutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
F. Landasan Teori
1. Pemecahan Saham (Stock Split) a. PengertianStock Split
Split adalah tindakan memperkecil atau memperbesar nilai nominal saham. Tindakan memperkecil nilai nominal saham akan membuat saham makin bertambah banyak atau disebut split-up (stock split), sementara tindakan memperbesar nilai nominal saham akan membuat jumlah saham makin sedikit atau disebut split-down (reverse split). Apabila harga saham di pasar sudah dianggap terlalu tinggi sehingga likuiditas perdagangan saham mulai mengecil, maka akan dilakukan split-up. Apabila harga saham terlalu rendah dan dianggap sebagai sampah serta dijauhi oleh investor sehingga likuiditas perdagangan saham tersebut menjadi sangat rendah, maka tindakan split-downakan dilakukan.
Stock split adalah memecah selembar saham menjadi n lembar saham. Pemecahan saham mengakibatkan bertambahnya jumlah lembar saham yang beredar tanpa transaksi jual beli yang dapat mengubah besarnya modal. Harga per-lembar saham baru setelah stock split adalah sebesar 1/n dari harga sebelumnya. Pemecahan saham (Stock split)
merupakan perubahan nilai nominal per lembar saham dan menambah jumlah saham yang beredar sesuai dengan faktor pemecah (Split Factors). Pemecahan saham tersebut tidak akan mengakibatkan perubahan jumlah modal dan tidak mempengaruhi aliran kas perusahaan. Dengan demikian peristiwa pengumuman pemecahan saham seharusnya tidak memiliki nilai ekonomis. (Jogiyanto, 2003:415).
Pada dasarnya ada dua jenis pemecahan saham yang dapat dilakukan yaitu pemecahan naik (split-up) dan pemecahan turun (split -down). Pemecahan naik adalah penurunan nilai nominal perlembar saham yang mengakibatkan bertambahnya jumlah saham yang beredar. Misalnya dengan faktor pemecahan 2:1, 3:1 dan 4:1 menunjukkan bahwa jumlah saham beredar setelahsplit menjadi 2 kali, 3 kali atau 4 kali lebih besar dibandingkan dengan sebelum split. Sedangkan pemecahan turun adalah peningkatan nilai nominal perlembar saham dan mengurangi jumlah saham yang beredar. Misalnya pemecahan turun dengan faktor pemecahan 1:2, 1:3 dan 1 :4 menunjukkan bahwa jumlah saham beredar setelah split menjadi 2 kali, 3 kali atau 4 kali lebih kecil dibandingkan dengan sebelum split. Dalam hal ini split faktor diartikan sebagai perbandingan antara jumlah saham yang beredar setelah split dengan saham yang beredar sebelumsplit.
Menurut Baker dan Powell dalam Wang Sutrisno et, al. (2000 : 1-3), distribusi saham dalam bentuk stock split semata-mata hanya memiliki perubahan yang bersifat “kosmetik” karena stock split tidak berpengaruh pada arus kas perusahaan dan proporsi kepemilikan investor. Pendapat ini bertentangan dengan Baker dan Gallangher yang menyatakan bahwa split mengembalikan harga per-lembar saham pada tingkat perdagangan yang optimal dan meningkatkan likuiditas.
b. Alasan MelakukanStock Split
Manajer mempunyai motivasi yang berbeda-beda dalam memecah sahamnya, walaupun pemecah saham tidak secara langsung mempengaruhi arus kas perusahaan, pemecahan saham menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan oleh investor atau calon investor dalam mengambil keputusan, karena manajer mempunyai alasan ketika memecah saham.
Kieso dan Weygandt (1993) dalam Kurniawati (2003) mengatakan alasan perusahaan melakukanstock splityaitu:
1) Untuk menyesuaikan harga pasar saham perusahaan pada tingkat dimana individu dapat lebih banyak menginvestasikan dananya pada saham tersebut.
2) Untuk menyebarkan atau memperluas pemegang saham dengan meningkatkan jumlah saham yang beredar dengan nilai pasar yang dapat dijangkau.
3) Untuk menguntungkan pemegang saham yang ada dengan member kesempatan pada mereka untuk mengambil manfaat dari suatu penyesuaian pasar yang tidak sempurna setelahstock split. c. Tujuan dariStock Split
Tujuan dilakukan stock split adalah agar perdagangan suatu saham menjadi lebih likuid, karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak dan harga menjadi lebih murah. Hal ini akan segera efektif bila dilakukan terhadap saham-saham yang harganya sudah cukup tinggi. (Darmaji, 2006).
2. Saham
a. Pengertian Saham
Saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan (BAPEPAM, 2003 dalam Panduan investasi di Pasar Modal).
Menurut Siamat (1995) saham (stock)adalah surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada suatu perseroan terbatas. Dalam transaksi jual beli di Bursa Efek, saham atau sering pula disebut share yang merupakan instrument yang paling dominan diperdagangkan. Saham tersebut dapat diterbitkan dengan cara atas unjuk. Selanjutnya saham
dapat dibedakan antara saham biasa (common stock) dan saham preferen (preffered stock).
b. Jenis Saham
1) Saham Preferen
Saham preferen (Preferred Stock) adalah hak atas dividen yang tetap dan hak terdapat aktiva jika terjadi likuiditas. Akan tetapi, saham preferen umumnya tidak mempunyai hak veto seperti yang dimiliki oleh saham biasa. Saham preferen akan dibahas terlebih dahulu diikuti oleh saham biasa (Jogiyanto, 2003:67).
Adapun beberapa keistimewaan dari saham preferen yaitu:
a) Dijamin memperoleh laba (dividen) dalam prosentase tertentu dari nominalnya, meskipun perusahaan yang bersangkutan tidak memperoleh keuntungan.
b) Dijamin bahwa bilamana pada suatu ketika perusahaan tidak sanggup memberikan pembagian laba, maka bagian laba tersebut dapat ditagih pada tahun-tahun berikutnya.
c) Diberikan hak veto yang merupakan hak untuk membatalkan keputusan rapat pemegang saham sampai batas-batas tertentu. d) Diberikan hak untuk didahulukan dalam pembagian sisa
e) Diberikan hak untuk mengembalikan saham tersebut kepada perusahaan yang bersangkutan dengan memperoleh pembayaran kembali uang sebesar nilai nominalnya.
2) Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa (Common Stock) adalah surat bukti kepemilikan atau surat bukti penyertaan suatu perusahaan yang mengeluarkannya (emiten) yang kepemilikannya tidak memberikan suatu keistimewaan tertentu. Pemegang saham biasa akan menerima hak dividen setiap tahunnya apabila perusahaan memperoleh laba. Seandainya pada tahun tersebut perusahaan tidak memperoleh laba, maka dividen tidak akan dibagikan kepada pemegang saham biasa. Laba yang tidak dibagi tersebut akan digunakan sebagai dana cadangan perusahaan. Dana cadangan ini akan digunakan sebagai sumber modal dalam mengembangkan perusahaan.
c. Investasi Saham
Dengan pertimbangan risiko dan luasnya kegiatan investasi, maka seseorang ingin melakukan investasi yang menguntungkan atau setidaknya yang aman dari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Salah satu alternatif investasi adalah melakukan investasi dalam bentuk saham di pasar modal.
a) Deviden yaitu bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham.
b) Capital gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham.
c) Manfaat nonfinansial yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas perusahaan.
Sekuritas merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal (yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut) untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut, dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya. (Husnan, 1998:27).
d. Risiko Investasi Pada Saham
Risiko investasi di pasar modal pada prinsipnya semata-mata berkaitan dengan kemungkinan terjadinya fluktuasi harga. Risiko-risiko yang mungkin dapat dihadapi oleh investor menurut Siamat (1995) antara lain:
a) Risiko daya beli
Berkaitan dengan kemungkinan terjadinya inflasi yang menyebabkan nilai riil pendapatan akan lebih kecil.
b) Risiko bisnis
Suatu risiko menurunnya kemampuan memperoleh laba yang pada gilirannya akan mengurangi pula kemampuan emiten membayar bunga atau dividen.
c) Risiko tingkat bunga
Naiknya tingkat bunga biasanya menekan harga jenis surat-surat berharga yang berpendapatan tetap termasuk harga-harga saham, biasanya kenaikan tingkat bunga berjalan tidak searah dengan harga-harga instrumen pasar modal. Risiko naiknya tingkat bunga misalnya jelas akan menurunkan harga-harga di pasar modal. d) Risiko pasar
Apabila pasar bergairah (bullish) umumnya hampir semua harga saham di Bursa Efek mengalami kenaikan. Sebaliknya apabila pasar lesu (bearish), saham-saham akan ikut pula mengalami penurunan. Perubahan psikologis pasar dapat menyebabkan harga-harga surat berharga anjlok terlepas dari adanya perubahan fundamental atas kemampuan perolehan laba perusahaan.
e) Risiko likuiditas
Risiko ini berkaitan dengan kemampuan surat-surat berharga untuk dapat segera diperjualbelikan dengan tanpa mengalami kerugian yang berarti.
3. Studi Peristiwa (event study)
Studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat.
Pengujian kandungan informasi dan pengujian efisiensi pasar bentuk setengah kuat merupakan dua pengujian yang berbeda. Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return. Jika digunakanabnormal return, maka dapat dikatakan bahwa suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akan memberikan abnormal return kepada pasar. Sebaliknya yang tidak mengandung informasi tidak memberikan abnormal returnkepada pasar.
Pengujian kandungan informasi hanya menguji reaksi dari pasar, tetapi tidak menguji seberapa cepat pasar itu bereaksi. Jika pengujian melibatkan kecepatan reaksi dari pasar untuk menyerap informasi yang
diumumkan, maka pengujian ini merupakan pengujian efisiensi pasar secara informasi bentuk setengah kuat. Pasar dikatakan efisiensi bentuk setengah kuat jika investor bereaksi dengan cepat untuk menyerap abnormal return untuk menuju ke harga keseimbangan yang baru. Jika investor menyerap abnormal return dengan lambat, maka pasar dikatakan tidak efisiensi bentuk setengah kuat secara informasi. (Jogiyanto, 2003:410).
4. Abnormal Returnsaham
Studi peristiwa menganalisisreturntidak normal (abnormal return) dari sekuritas yang mungkin terjadi disekitar pengumuman dari suatu peristiwa. Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap abnormal. Normal return merupakan return ekspektasi (retun yang diharapkan investor). Dengan demikian abnormal return adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasi. Penelitian tentang studi peristiwa lebih terfokus pada penelitian tentang abnormal return yang terjadi atau disebabkan adanya informasi tentang peristiwa, sehingga saluran informasi adalah salah satu elemen dalam melihat kecepatan reaksi pasar (Jogiyanto, 2003:433).
Brown dan Warner (1985) dalam Jogiyanto (2003:433) mengestimasi return ekspektasi dengan menggunakan model-model estimasi sebagai berikut:
a. Mean Adjusted Model
Model disesuaikan rata-rata (mean adjusted model) menganggap bahwareturn ekspektasi bernilai konstan yang sama dengan rata-rata return realisasi sebelumnya selama periode estimasi (estimation perod). Periode estimasi merupakan periode sebelum periode peristiwa.
b. Market Model
Perhitungan return ekspektasi dengan model pasar (market model) dilakukan dengan dua tahap, yaitu: (1) membentuk model ekspektasi dengan menggunakan data realisasi selama periode estimasi, dan (2) menggunakan model ekspektasi ini untuk mengestimasi return ekspektasi pada periode jendela yang dapat dibentuk dengan menggunakan teknik regresi OLS (Ordinary Least Square).
c. Market Adjusted Model
Model disesuaikan pasar (market adjusted model) menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah returnindeks pasar pada saat tersebut. Dengan model ini maka tidak perlu menggunakan periode estimasi.
Return ekspektasi penting karena return ekspektasi merupakan return yang diharapkan dari investasi yang akan dilakukan. (Jogiyanto, 2003:433).Abnormal returndapat terjadi positif atau negatif,abnormal return yang positif menunjukkan bahwa actual return yang terjadi adalah lebih besar
dari expected return. Sebaliknya abnormal return yang negatif menunjukkan bahwa actual return yang terjadi lebih kecil dari expected return. Dalam penelitian abnormal return digunakan sebagai ukuran untuk menentukan apakah aktifitas splitberdampak terhadapreturnsaham.
5. Likuiditas Saham
Likuiditas suatu saham dapat diketahui dari seberapa banyak volume perdagangan saham yang dapat diperjualbelikan di bursa. Semakin banyak saham yang di perdagangkan maka semakin baik nilai likuiditasnya, namun sebaliknya semakin sedikit volume perdagangan saham yang diperjualbelikan maka semakin rendah nilai likuiditasnya. Harga saham yang lebih rendah setelah dilakukan stock split menyebabkan pertemuan antara harga penawaran dan harga permintaan relatif rendah. Hal ini mengakibatkan perbedaan antara besarnya harga penawaran dan harga permintaan saham (bid ask spread) semakin kecil. Sehingga apabilabid ask spreadsuatu saham lebih rendah, maka hal tersebut mengindikasikan likuiditas sahamnya meningkat.
Selain itu, harga saham yang lebih rendah setelah stock split dimaksudkan untuk mengubah investor odd lot yaitu investor yang membeli saham dibawah 500 lembar (1 lot) menjadi investor round lotyaitu investor yang membeli saham minimal 500 lembar (1 lot). Bertambahnya investor round lot dan meningkatnya jumlah perdagangan saham karena investor kecil
dapat melakukan investasi pada harga yang lebih murah, yang menyebabkan tingkat likuiditas saham naik.
Copeland (1979) dalam Kurniawati (2003) melakukan pengujian terhadap likuiditas saham yang diukur dengan besarnya perubahan volume perdagangan dan perubahan biaya transaksi (biaya komisi broker dan bid ask spread). Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume perdagangan mengalami penurunan pada saat setelah stock split, komisi broker danspread menjadi bertambah besar setelah stock split. Menyimpulkan ketiga kondisi tersebut menunjukkan penurunan tingkat likuiditas saham.
6. Aktivitas Volume perdagangan
Volume perdagangan adalah jumlah saham yang diperdagangkan perusahaan pada hari tersebut. Dalam aktivitas pasar modal, aktivitas volume perdagangan merupakan salah satu elemen untuk melihat reaksi pasar terhadap sebuah informasi yang masuk ke dalam pasar.
Perkembangan harga saham dan aktivitas volume perdagangan saham di pasar modal merupakan indikasi penting untuk mempelajari tingkah laku pasar sehingga dapat dijadikan acuan investor dalam menentukan transaksi di pasar modal.
7. Bid Ask Spread
Tingkat likuiditas juga dapat dilihat dari perubahanbid ask spread. Harga saham yang lebih rendah setelah dilakukan stock split menyebabkan
pertemuan antara harga penawaran dan harga permintaan relatif lebih besar. Hal ini mengakibatkan perbedaan antara besarnya harga penawaran dan harga permintaan saham (bid ask spread) semakin kecil. Sehingga apabila bid ask spread suatu saham lebih rendah, maka hal tersebut mengindikasikan likuiditasnya meningkat (Kurniawati, 2003).
Perhitungan spreadsaham periode tertentu dengan formula sebagai berikut : Spread = Ask Price – Bid Price
Ask Price Keterangan :
Ask priceadalah harga penawaran saham. Bid askadalah harga permintaan saham.
G. Penelitian Terdahulu
Murray (1985) dalam Sutrisno (2000:1-3) melakukan studi terhadap 100 perusahaan yang melakukan stock split dan tercatat di OTC (Over The Counter) periode 1972-1976, menyatakan bahwa split tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan maupun bid-ask spread. Penelitian ini tidak mendukung dengan penelitian Copeland (1983), Conroy, Harris dan Bennet (1990) yang menemukan adanya penurunan likuiditas setelah split dengan masing-masing menggunakan volume perdagangan dan bid-ask spread sebagai proksi.
Penelitian yang dilakukan oleh Sudarwadi (2003) pada periode 1999-2000 dengan menggunakan 15 perusahaan sebagai sampel. Menunjukkan hasil yang bertolak belakang dengan penelitian sebelumnya. Hasil yang didapat menyatakan bahwa likuiditas saham sebelum dan setelah stock split mengalami perbedaan yang signifikan yaitu likuiditas saham menjadi menurun.
Sutrisno et, al. (2000:1-3) meneliti mengenai pengaruh stock split terhadap likuiditas dan return saham di Bursa Efek Indonesia periode 1995-1997 yang ditinjau secara individu untuk masing-masing perusahaan maupun sebuah portofolio. Variabel yang digunakan adalah harga saham, volume perdagangan dan persentase spread. Untuk ukuran likuiditas saham dilihat dari besarnya persentase spread. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas split mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham, volume perdagangan dan persentase spread, tetapi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap varians saham danabnormal returnberarti juga tidak ada perubahan pada return saham. Disimpulkan bahwa aktivitas split tidak mempengaruhi return saham baik secara individu maupun sebagai sebuah portofolio. Dengan semakin besarnya persentase spread, secara keseluruhan baik ditinjau secara individual maupun sebagai portofolio disimpulkan bahwa likuiditas saham mengalami penurunan setelah split.
Kurniawati (2003) meneliti tentang “analisis kandungan informasi stock split dan likuiditas saham: studi empiris padanon-synchronous trading”
periode juli 1994-juni 1997 di BEJ, yang menggunakan variabel abnormal return sebagai tolak ukur kandungan informasi dan variabel resiko sistematis, volume perdagangan dan bid-ask spread sebagai ukuran likuiditas saham. Hasil menunjukkan reaksi pasar terbesar terjadi pada hari ke-0 yaitu hari pada saat pengumumanstock split, dan likuiditas menurun setelahstock split.
Penelitian oleh Lamourex dan Pool (1987), Szewezky dan Tsesskos (1991) dalam Kurniawati (2003) yang meneliti mengenai pengaruh stock split terhadap volume perdagangan, menunjukkan bahwa volume perdagangan dan jumlah pemegang saham setelah stock split mengalami peningkatan yang signifikan.
H. Hipotesis
Berdasarkan uraian di atas peneliti dapat menarik hipotesis alternatif yang hendak diuji kebenarannya dalam penelitian ini adalah:
H1: Terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan sebelum dan sesudah pelaksanaanstock splitdi Bursa Efek Indonesia. H2: Terdapat perbedaan yang signifikan antarabid ask spread perusahaan
sebelum dan sesudah pelaksanaanstock splitdi Bursa Efek Indonesia. H3: Terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum
23 A. Populasi dan sampel
1. Populasi
Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang akan diteliti dan mempunyai karakteristik tertentu dalam lingkungan tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan-perusahaan dari berbagai industri yang Listing di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2006 sampai dengan 2008, jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 24 perusahaan.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang karakteristiknya akan diselidiki, dan di anggap dapat mewakili keseluruhan populasi. Jumlah sampel lebih sedikit dari jumlah populasinya.
Sampel yang diambil adalah perusahaan-perusahaan yang melakukan peristiwa pemecahan saham (stock split) di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2006-2008, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 23 perusahaan yang melakukanstock split.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan jalan memilih sampel dari sejumlah
populasi berdasarkan kriteria tertentu, dimana setiap perusahaan tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian, tetapi hanya perusahaan yang memenuhi syarat atau kriteria tertentu yang bisa digunakan sebagai sampel penelitian. Kriteria yang digunakan adalah:
1. Perusahaan yang melakukanstock split dari periode pengamatan tahun 2006-2008.
2. Pada periode pengamatan perusahaan tidak melakukan corporate action lain secara langsung berpengaruh pada volume perdagangan (right issue,stock dividen,cash dividen, danbonus share).
3. Data-data yang dibutuhkan dalam perhitungan lengkap dan diketahui secara jelas.
B. Teknik Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan yaitu dariIndonesia Capital Market Dictorydan Jakarta Stock Exchange yang terdapat di pojok BEI UII, serta sumber pendukung lainnya.
C. Jenis dan Sumber data
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dengan melakukan teknik dokumentasi. Data-data meliputi :
1. Data tanggal pengumuman stock split perusahaan sampel. Data tersebut digunakan untuk menentukan harga saham di sekitar tanggal stock split.
2. Harga saham harian (closing price) perusahaan sampel dalam periode pengamatan (windows period).
3. Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) pada periode pengamatan yang terdiri data harga saham harian selama periode pengamatan.
D. Periode Pengamatan
Periode pengamatan disebut juga periode jendela (window period). Dalam event study, terdapat masalah yang krusial yaitu menentukan panjangnya periode pengamatan. Masalah yang akan dihadapi dalam penentuan panjang pendeknya periode pengamatan yaitu:
a. Semakin pendek periode pengamatan akan semakin mengurangi kekuatan uji statistiknya.
b. Semakin panjang periode pengamatan akan semakin sulit untuk mengontrol adanya efek pengganggu atauconfounding effect. Periode pengamatan (event study)dalam penelitian ini diambil selama 11 hari, yaitu 5 hari sebelum tanggal pengumumanstock split(pre event window), 1 hari saat pengumuman stock split (event date), dan 5 hari sesudah tanggal pengumumanstock split (post event period). Pengambilan periode ini dilakukan untuk menghindari confounding effect dari adanya peristiwa lain, seperti right
issue, waran, additional shares, pengumuman dividen, saham bonus, karena pengambilan periode yang terlalu panjang (lebih dari 5 hari) ataupun terlalu pendek (kurang dari 5 hari) akan menyebabkan pengaruh bias. Dengan demikian pemilihan 5 hari sebelum, 1 hari saat pengumuman dan 5 hari sesudah pengumuman sudah mewakili periode pengamatan yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.
E. Definisi Operasional Variabel Penelitian a. Pemecahan saham (stock split)
Merupakan aksi emiten yang dilakukan dengan cara memecah nilai nominal saham menjadi nominal yang lebih kecil sesuai dengan rasio stock split yang ditentukan.
b. Volume Perdagangan
Yaitu jumlah saham yang diperdagangkan oleh perusahaan pada hari tersebut.
c. Abnormal return
Yaitu selisih antara keuntungan sebenarnya (actual return) dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) (Jogiyanto, 2003).
d. Likuiditas Saham
Tingkat likuiditas saham disini diukur dengan perbedaan antara besarnya harga penawaran dan harga permintaan saham (bid ask spread) dan perubahan volume perdagangan sebelum dan setelah stock split.
e. Bid ask spread
Yaitu, selisih antara harga penawaran dengan harga permintaan saham.
F. Alat Ukur Variabel Penelitian
1. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah studi peristiwa (event study) dengan alasan bahwa penggunaan metode ini adalah untuk mengamati dampak dari suatu informasi pengumuman stock split terhadap harga sekuritas.
2. Return ekspektasi dapat dihitung dengan menggunakan model disesuaikan pasar (Market Adjusted Model) model ini menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasireturn suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut.
G. Analisis Data dan Uji Hipotesis
Analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang mudah dibaca dan di interprestasikan. Pada tahap pertama dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan uji one sample kolmogorov smirnov. Yang dimaksud dengan uji normalitas data adalah alat analisis untuk
mengetahui apakah suatu data berasal dari populasi yang sama (Sujarweni, 2008). Jika data berdistribusi normal maka statistik yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu di uji melalui uji t berpasangan (paired sample t-test). Sedangkan jika data berdistribusi tidak normal maka data di olah menggunakan alat uji statistik non parametrik yaitu wilcoxon signed-rank test. Pengujian hipotesis pertama akan diuji dengan dua metode analisis. Pertama menggunakan studi peristiwa (event study)untuk menganalisis reaksi pasar terhadap informasi melalui parameter abnormal return yang diterima para investor. Kedua, menggunakan pendekatan uji coba beda mean abnormal return sebelum dan setelah peristiwa untuk melihat apakah peristiwa stock split periode 2006-2008 memiliki dampakstock split.
1. Menghitung metode studi peristiwa (event study)
a. Menghitung return Realisasi (Rit) untuk masing-masing perusahaan yang menjadi sampel periode 2006-2008 yang dirumuskan (Jogiyanto : 2003). 1 , 1 , , , t i t i t i t i P P P R Keterangan :
Ri,t :Returnrealisasi
Pi,t : Harga saham sekarang Pi,t -1 : Harga saham kemarin
b. Return ekspektasi E(Ri,t), merupakan return yang diharapkan oleh investor. Untuk menghitung return ekspektasi dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan model disesuaikan pasar (Market Adjusted Model) dikarenakan bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasireturnekspektasi adalahreturnindeks pasar atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada saat tersebut. (Jogiyanto, 2003).
1 1 , ) ( t t t t i IHSG IHSG IHSG R E Keterangan :
E(Ri,t) :Returnekspektasi sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t IHSG : Indeks harga saham gabungan hari ke-t
IHSGt-1: Indeks harga saham gabungan hari ke-t-1
c. Return tidak normal (RTN) dimana merupakan selisih antara return sesungguhnya dengan return ekspektasi yang dihitung dengan persamaan (Jogiyanto: 2003) ) ( , , ,t it it i R E R RTN Keterangan :
RTNi,t : Returntidak normal (abnormal return) sekuritas ke-i pada periode peristiwa.
Ri,t : Return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t.
d. Menghitung rata-rataabnormal return k RTN RRTN k t t i t
1 , Keterangan :RRTNt: Rata-rataabnormal returnsekuritas pada hari ke-t
RTNi,t :Abnormal returnsekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t k : Jumlah sekuritas
2. Menggunakan pendekatan uji beda mean abnormal return seluruh saham sampel sebelum dan sesudah peristiwa. Uji beda rata-rata sampel berpasangan (paired sampel t-test) digunakan untuk menguji perbedaan meanabnormal returnseluruh saham sebelum dan sesudah peristiwa. Pengujian hipotesis kedua dan ketiga menggunakan alat uji beda rata-rata sampel berpasangan (Paired Sampel T-Test). Hal ini dilakukan untuk menguji signifikasi mean bid ask spread dan volume perdagangan saham pada saat sebelum dan setelah pengumumanstock split.
3. Pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis ini dilakukan denganpaired sample T-Test 4. Penelitian ini menggunakan tingkat alpha sebesar 5%
Rumusan Hipotesisnya adalah sebagai berikut :
H01= Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan sebelum melakukanstock splitdan sesudah melakukanstock split.
Ha1 = Terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan sebelum stock splitdan sesudahstock split.
H02 = Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bid ask spread sebelum melakukanstock splitdan sesudah melakukanstock split. Ha2 = Terdapat perbedaan yang signifikan antara bid ask spreadsebelum
stock splitdan sesudahstock split.
H03 = Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return sebelum melakukanstock splitdan sesudah melakukanstock split. Ha3 = Terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal returnsebelum
melakukanstock splitdan sesudahstock split.
Sedangkan kriteria pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: Jika probabilitas > 0.05 maka H0diterima.
32
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Perusahaan yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah
saham-saham yang melakukan stock split yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada tahun 2006-2008. Populasi tahun 2006-2008 terdapat 24 perusahaan
yang melakukanstock split.
Tabel 4.1
Populasi Perusahaan Tahun 2006
No Nama Emiten SEKTOR INDUSTRI Kode
TANGGAL STOCK SPLIT 1.
Arpeni Pratama Ocean Line Tbk, PT
Infrastruktur, Utilitas,
& Transportasi APOL 24-Nov-06
2.
Duta Pertiwi Nusantara Tbk, PT
Industri Dasar dan
Kimia DPNS 8-Jun-06
3.
Ekadharma International Tbk, PT
Industri Dasar dan
Kimia EKAD 10-Jul-06
4.
Jaya Real Property Tbk,
PT Properti dan Real Estate JRPT 14-Aug-06
5. Lippo Karawaci Tbk, PT Properti dan Real Estate LPKR 28-Jul-06
6.
Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT
Perdagangan, Jasa, &
Investasi PJAA 10-Jul-06
7.
Plaza Indonesia Realty Tbk, PT
Perdagangan, Jasa, &
Ivestasi PLIN 26-Dec-06
8.
Pelayaran Tempuran Emas Tbk, PT
Infrastruktur, Utilitas,
& Transportasi TMAS 17-Mar-06
9.
Tempo Scan Pacific Tbk, PT
Industri Barang
Konsumsi TSPC 14-Sep-06
Sumber : Pojok BEI UII (2010) Tabel 4.2
No Nama Emiten SEKTOR INDUSTRI Kode TANGGAL STOCK SPLIT 1. AKR Corporindo Tbk,
PT Kimia AKRA 27-Jul-07
2.
Aneka Tambang Tbk,
PT Pertambangan ANTM 12-Jul-07
3.
Charoen Pokphand
Indonesia Tbk, PT Peternakan CPIN 1-Nov-07
4.
Davomas Abadi Tbk, PT
Industri Barang
Konsumsi DAVO 28-May-07
5. HD Capital Tbk, PT Perusahaan Efek HADE 10-Sep-07
6. Jaya Pari Steel Tbk, PT Logam JPRS 12-Dec-07
7. Pakuwon Jati Tbk, PT
Properti dan Real
Estate PWON 19-Sep-07
8. Semen Gresik Tbk, PT Semen SMGR 7-Aug-07
9.
Sorini Agro Asia
Corporindo Tbk, PT Kimia SOBI 22-Aug-07
Sumber : Pojok BEI UII (2010)
Tabel 4.3 Populasi Perusahaan Tahun 2008
No NAMA EMITEN SEKTOR INDUSTRI KODE TANGGAL STOCK SPLIT 1. International Nickel
Indonesia Tbk, PT Pertambangan INCO 15-Jan-08
2.
Delta Dunia Petroindo
Tbk, PT Tekstil dan Garmen DOID 15-Apr-08
3.
Panorama Sentrawisata Tbk, PT
Restoran, Hotel dan
Pariwisata PANR 11-Feb-08
4.
Suryainti Permata Tbk, PT
Properti dan Real
Estate SIIP 12-Mar-08
5. Panin Sekuritas Tbk, PT Perusahaan Efek PANS 21-Jan-08
6. Mitra Rajasa Tbk, PT Transportasi MIRA 30-May-08
Sumber : Pojok BEI UII (2010)
Sedangkan perusahaan yang melakukan stock split pada tahun
2006-2008 (sampel penelitian) sebanyak 23 perusahaan, dimana ke-23 perusahaan tersebut sesuai dengan kriteria penelitian.
Sampel Perusahaan Tahun 2006
No Nama Emiten SEKTOR INDUSTRI Kode
TANGGAL STOCK SPLIT 1.
Arpeni Pratama Ocean Line Tbk, PT
Infrastruktur, Utilitas,
& Transportasi APOL 24-Nov-06
2.
Duta Pertiwi Nusantara Tbk, PT
Industri Dasar dan
Kimia DPNS 8-Jun-06
3.
Ekadharma International Tbk, PT
Industri Dasar dan
Kimia EKAD 10-Jul-06
4.
Jaya Real Property Tbk,
PT Properti dan Real Estate JRPT 14-Aug-06
5. Lippo Karawaci Tbk, PT Properti dan Real Estate LPKR 28-Jul-06
6.
Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT
Perdagangan, Jasa, &
Investasi PJAA 10-Jul-06
7.
Pelayaran Tempuran Emas Tbk, PT
Infrastruktur, Utilitas,
& Transportasi TMAS 17-Mar-06
8.
Tempo Scan Pacific Tbk, PT
Industri Barang
Konsumsi TSPC 14-Sep-06
Sumber : Pojok BEI UII (2010)
Tabel 4.5
Sampel Perusahaan Tahun 2007
No Nama Emiten SEKTOR INDUSTRI Kode
TANGGAL STOCK SPLIT 1.
AKR Corporindo
Tbk, PT Kimia AKRA 27-Jul-07
2.
Aneka Tambang
Tbk, PT Pertambangan ANTM 12-Jul-07
3.
Charoen Pokphand
Indonesia Tbk, PT Peternakan CPIN 1-Nov-07
4.
Davomas Abadi Tbk, PT
Industri Barang
5. HD Capital Tbk, PT Perusahaan Efek HADE 10-Sep-07 6.
Jaya Pari Steel Tbk,
PT Logam JPRS 12-Dec-07
7.
Pakuwon Jati Tbk,
PT Properti dan Real Estate PWON 19-Sep-07
8.
Semen Gresik Tbk,
PT Semen SMGR 7-Aug-07
9.
Sorini Agro Asia
Corporindo Tbk, PT Kimia SOBI 22-Aug-07
Sumber : Pojok BEI UII (2010)
Tabel 4.6 Sampel Perusahaan Tahun 2008
No Nama Emiten SEKTOR INDUSTRI KODE TANGGAL STOCK SPLIT 1. International Nickel
Indonesia Tbk, PT Pertambangan INCO 15-Jan-08
2.
Delta Dunia Petroindo
Tbk, PT Tekstil dan Garmen DOID 15-Apr-08
3.
Panorama Sentrawisata Tbk, PT
Restoran, Hotel dan
Pariwisata PANR 11-Feb-08
4.
Suryainti Permata Tbk, PT
Properti dan Real
Estate SIIP 12-Mar-08
5. Panin Sekuritas Tbk, PT Perusahaan Efek PANS 21-Jan-08
6. Mitra Rajasa Tbk, PT Transportasi MIRA 30-May-08
Sumber : Pojok BEI UII (2010)
B. Uji Normalitas Data
Uji normalitas data ini menggunakan uji One Sampel Kolmogorov
Smirnow dengan alpha 5%. Apabila Sig < alpha, maka data berdistribusi tidak normal (asimetris). Jika Sig > alpha, maka data berdistribusi normal (simtris). Ringkasan hasil uji normalitas data perusahaan adalah sebagai berikut :
Table 4.7
Tabel Uji Normalitas Data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov
digunakan Sebelum Sesudah 1 Volume Perdagangan 0,457 0,064 Data Berdistribusi Normal 2 Bid-ask spread 0,118 0,064 Data Berdistribusi Normal 3 Abnormal return 0,556 0,503 Data Berdistribusi Normal Sumber : lampiran hasil olah data spss 12
Berdasarkan hasil uji normalitas data dengan menggunakan one sample
kolmogorov smirnow data perusahaan menunjukkan data berdistribusi normal karena nilai Sig > alpha yaitu 5%. Adapun perinciannya sebagai berikut :
1. Likuiditas saham yang di ukur dengan menggunakan volume
perdagangan berdistribusi normal karena nilai signifikansi sebelum
melakukanstock split sebesar 0,457 > 0,05 (alpha), dan signifikansi
sesudah melakukanstock splitsebesar 0,064 > 0,05 (alpha).
2. Likuiditas saham yang di ukur dengan menggunakanbid-ask spread
berdistribusi normal karena nilai signifikansi sebelum melakukan stock split sebesar 0,118 > 0,05 (alpha), dan signifikansi sesudah
melakukanstock splitsebesar 0,064 > 0,05 (alpha).
3. Return saham yang di ukur dengan menggunakan abnormal return berdistribusi normal karena nilai signifikansi sebelum melakukan stock split sebesar 0,556 > 0,05 (alpha), dan signifikansi sesudah
melakukanstock splitsebesar 0,503 > 0,05 (alpha).
C. Uji Hipotesis dan pembahasan
1. Perhitungan aktivitas volume perdagangan saham dilakukan dengan rumus:
∑ saham i yang beredar pada hari t
Tabel 4.8
Hasil Perhitungan Mean Volume Perdagangan
Nama Perusahaan sebelum sesudah
APOL 0,000298696 0,000272609
DPNS 0,000148696 2,21739E-05
EKAD 4,34783E-06 2,17391E-06
JRPT 2,82609E-05 1,30435E-05 LPKR 0,000712174 0,000556957 PJAA 0,000864348 0,000128696 TMAS 0,001248696 0,000323085 TSPC 0,000747826 0,001018696 AKRA 0,00079913 0,00063913 ANTM 0,002646087 0,000506087 CPIN 0,003577826 0,003815652 DAVO 0,000181304 1,86957E-05
HADE 3,91304E-06 4,78261E-06
JPRS 0,000759565 0,0008
PWON 4,34783E-08 2,04348E-06
SMGR 0,000180957 0,000123739
SOBI 0,000906087 0,000836522
INCO 0,00012913 0,000408261
DOID 0,000331739 0,000176957
PANR 0,002694348 0,001693043
SIIP 9,73913E-05 8,3913E-05
PANS 7,82609E-06 1,30435E-07
MIRA 0,017861304 0,000136087
Mean volume perdagangan tertinggi sebelum stock split sebesar
0,017861304. Hal ini karena semakin banyak volume perdagangan saham yang diperdagangkan maka semakin baik nilai likuiditasnya.
Mean volume perdagangan terendah sesudah stock split sebesar
0,0000020434. Hal ini karena semakin sedikit volume perdagangan saham yang diperjualbelikan maka semakin rendah nilai likuiditasnya.
Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample t-test
5 %. Hal ini berarti jika Sig > alpha, maka Ho diterima (Ha ditolak), tetapi jika nilai Sig < alpha, maka Ho ditolak (Ha diterima).
Tabel 4.9
Hasil Paired Sample t-test Mean Volume Perdagangan
NO Mean Volume
Perdagangan
SIG KESIMPULAN
1 0,000 Menolak Ho (Menerima Ha)
Berdasarkan hasil tabel 4.9 likuiditas yang di ukur dengan volume perdagangan lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,000 < 0.05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak (Ha diterima) yang artinya ada perbedaan yang
signifikan antara likuiditas sebelum melakukan stock split dan likuiditas sesudah
melakukanstock split.
2. Bid-ask spreaddihitung dengan rumus: Spread = Ask Price – Bid Price
Ask Price
Tabel 5.0
Hasil Perhitungan MeanBid-ask spread
Nama Perusahaan sebelum sesudah
APOL 0,001448 0,003135 DPNS 0,018952 0,03396 EKAD 0,01252 0,033666 JRPT 0,01252 0,033666 LPKR 0,013083 0,002421 PJAA 0,002037 0,002738 TMAS 0,002041 0,003329 TSPC 0,001473 0,002809 AKRA 0,003634 0,002771 ANTM 0,000815 0,002067 CPIN 0,003771 0,002956 DAVO 0,003674 0,00455 HADE 0,017391 0,01213
JPRS 0,00198 0,002789 PWON 0,065926 0,010508 SMGR 0,000666 0,001745 SOBI 0,05442 0,022315 INCO -0,00035 -0,00122 DOID -0,04615 -0,00311 PANR -0,00154 -0,0028 SIIP -0,01088 -0,06941 PANS -0,00368 -0,01258 MIRA -0,00302 -0,00353
Mean bid-ask spread tertinggi sebelumstock split sebesar 0,065926. Hal
ini dikarenakan semakin tinggi bid ask spreadsaham yang diperdagangkan maka
semakin menurun likuiditasnya.
Mean bid-ask spreadterendah sesudahstock splitsebesar -0,00122. Hal ini
dikarena semakin rendah bid ask spread saham yang diperdagangkan maka
semakin meningkat likuiditasnya.
Tabel 5.1
Hasil Paired Sample t-test MeanBid-ask spread
NO MeanBid-ask spread
SIG KESIMPULAN
1 0,537 Menerima Ho (Menolak Ha)
Berdasarkan hasil tabel 5.1 likuiditas yang di ukur dengan bid-ask spread
lebih besar dari nilai alpha yaitu 0,537 > 0.05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Ho diterima (Ha ditolak) yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara
likuiditas sebelum melakukanstock split dan likuiditas sesudah melakukan stock
split.
k RTN RRTN k t t i t
1 , Keterangan :RRTNt : Rata-rataabnormal returnsekuritas pada hari ke-t
RTNi,t :Abnormal returnsekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t
k : Jumlah sekuritas
Tabel 5.2
Hasil Perhitungan MeanAbnormal Return
Nama Perusahaan sebelum sesudah
APOL 0,000935739 -0,00222517 DPNS 0,000749304 -0,00855526 EKAD -0,004977348 -0,00107439 JRPT -0,005850913 -0,00043983 LPKR 0,001762696 -0,00166778 PJAA 0,002920304 -0,00044113 TMAS 0,005396696 -0,00019622 TSPC 0,002475739 0,001609087 AKRA 0,002410696 0,000144391 ANTM 0,000768609 -0,00005 CPIN 0,003451652 0,001662913 DAVO 0,000835957 -0,001048478 HADE -0,000896609 -0,000629522 JPRS 0,000645696 -0,003241217 PWON -0,00055787 -0,010090478 SMGR 0,000705783 -0,001686304 SOBI 0,004497478 -0,002715783 INCO 0,000298435 -0,00371422 DOID 0,001286739 0,005283087 PANR 0,002437739 0,001088739 SIIP 0,001148174 -0,00062413 PANS 2,57826E-05 -0,00077778
Mean abnormal return tertinggi sebelumstock split sebesar 0,005396696.
Hal ini dikarenakan actual return yang terjadi adalah lebih besar dari expected
return.
Mean abnormal return terendah sesudahstock split sebesar -0,00019622.
Hal ini dikarenaactual returnyang terjadi lebih kecil dariexpected return.
Tabel 5.3
Hasil Paired Sample t-test MeanAbnormal return
NO MeanAbnormal return
SIG KESIMPULAN
1 0,007 Menolak Ho (Menerima Ha)
Berdasarkan hasil tabel 5.3 likuiditas yang di ukur dengan abnormal
return lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,007 < 0.05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak (Ha diterima) yang artinya ada perbedaan yang signifikan
antarareturn sebelum melakukanstock splitdan return sesudah melakukan stock
split.
D. Pembahasan
Dengan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara bid-ask spread
maka investor tidak memperoleh laba dari harga jual dan harga beli yang lebih
dari perusahaan yang melakukan stock split dan hasil tersebut tidak berdampak
42
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampakstock split yang
terdapat dalam likuiditas dan return saham. Berdasarkan hasil analisis
yang telah dilakukan dengan menggunakan sampel data sebesar 23
perusahaan untuk menguji peristiwastock split periode 2006-2008 :
1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan
sebelum dan sesudah stock split. Hasil ini mendukung hipotesis
pertama yang diajukan bahwa terdapat perbedaan volume perdagangan
yang signifikan pada saat sebelum dan sesudahstock split.
2. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antarabid ask spread saham
sebelum dan sesudah stock split. Hasil ini tidak mendukung hipotesis
kedua yang diajukan bahwa tidak terdapat perbedaan bid ask spread
yang signifikan pada saat sebelum dan sesudahstock split.
3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return saham
sebelum dan sesudah stock split.Hasil ini mendukung hipotesis ketiga
yang diajukan bahwa terdapat perbedaan abnormal return yang
signifikan pada saat sebelum dan sesudah stock split.
B. KETERBATASAN PENELITIAN
Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan yaitu sebagai berikut:
1. Periode pengamatan hanya 3 tahun (2006-2008) sehingga belum dapat untuk mengeneralisasikan hasil penelitian secara keseluruhan.
2. Jumlah sampel yang digunakan sangat terbatas yaitu sebanyak 23 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang melakukan pemecahan saham (stock split).
C. SARAN
Saran-saran yang bisa diberikan oleh peneliti sehubungan dengan hasil penelitian yang telah di dapat untuk penelitian yang akan datang adalah sebagai berikut :
1. Penelitian tentang event study ini sebaiknya menggunakan data yang
terbaru (up to date)agar penelitiannya dapat bermanfaat khususnya bagi
pembaca atau peneliti yang lain.
2. Bagi investor sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan investasi
saham pada perusahaan yang melakukan stock split supaya investor
DAFTAR PUSTAKA
Asri, M., dan Fatmawati. S. 1999. “Pengaruh Stock split Terhadap Likuiditas
Saham yang Diukur Dengan Besarnya Bid Ask Spread di Bursa Efek
Indonesia”Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia(April), hal. 93-110.
BAPEPAM dan Japan International Cooperation Agency, 2003. Panduan
Investasi di Pasar Modal. Yogyakarta.
Dahlan, Siamat. 1995.Manajemen Lembaga Keuanga. Jakarta.
Darmaji, Tjiptono. 2006. Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta.
Hermawanto Wawan. 2000. Analisis Pengaruh Stock Split Terhadap Abnormal
Return dan Volume Perdagangan Saham di Bursa Efek Jakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Husnan, Suad, 1998. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas.
Yogyakarta.
Kurniawati, Indah. 2003. “Analisis Kandungan Informasi Stock Split dan
Likuiditas saham”Jurnal Riset Akuntasi Indonesia,hal. 264-275.
Kurniawati Indah, 2003, “Analisis Kandungan Informasi Stock Split Dan
Likuiditas Saham”Jurnal Riset Akutansi Indonesia(Oktober) Vol. 16,
No.4.
Jogiyanto. 2003.Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta.
Sudarwadi, dkk. 2003. Analisis Perbedaan Likuiditas Saham dan PER sebelum
dan Setelah Stock Split Pada Perusahaan di Bursa Efek Jakarta. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Sujarweni, Wiratna. 2008. Belajar Mudah SPSS untuk Penelitian Skripsi, Tesis, Desertasi & Umum. Yogyakarta.
Sutrisno Wang, et., al. 2000. “Pengaruh Stock Split Terhadap Likuiditas dan
Return Saham di Bursa Efek Jakarta” Jurnal Manajemen dan