Mei Erliana 1202 109 005
ANALISA DIMENSI KUALITAS PELAYANAN
TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN
Tugas Akhir
Bidang Studi Riset Operasi Dan Simulasi Oleh :
Abstrak
Semakin meningkatnya persaingan pada dunia
bisnis, perusahaan harus menemukan cara memenuhi
kepuasan konsumen. Untuk itu dalam penelitian ini
bertujuan mendapatkan variabel-variabel kualitas
pelayanan yang diharapkan (expected service)
konsumen.
Studi kasus yang diambil adalah kualitas
pelayanan di New Anc Motor. Analisis regresi linier
berganda, analisis jalur dan analisis faktor digunakan
untuk mencari nilai kepuasan konsumen dan
variabel-variabel apa saja yang diharapkan konsumen. Penelitian
dilakukan terhadap konsumen New Anc Motor yang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada
tidaknya pengaruh kualitas pelayanan (SERVQUAL) yang
terdiri dari tangible (bukti fisik), reability (keandalan),
responsivenesess ( daya tanggap), assurance (jaminan),
empathy (empati) dan outcome (hasil) terhadap kepuasan
konsumen (costumer satisfacton).
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan ketiga
metode tersebut didapatkan hasil analisis untuk kepuasan
konsumen yang terdiri dari 5 dimensi SERVQUAL sebesar
78,8%. Dan 5 variabel yang mempunyai prosentase
tertinggi dalam memengaruhi kepuasan konsumen. Serta
pemilihan metode yang tepat untuk penyelesaian
tersebut.
Kata Kunci
: service quality, customer satisfaction,
expected service.
Pendahuluan
Latar belakang
KEPUASAN KONSUMEN
Indikator Daya Tanggap Kehandalan Jaminan Empati Bukti Langsung
Perumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam tugas
akhir ini adalah bagaimana menentukan
variabel
apa
yang
paling
dominan
mempengaruhi kepuasan pelanggan, dan
mencari medote yang tepat dan efisien dalam
mencari variabel-variabel yang menunjang
kepuasan pelanggan dengan menggunakan
metode analisis regresi linier berganda, analisis
jalur dan analisis faktor.
Batasan masalah dalam tugas akhir ini
adalah :
1. Sebagai study kasus, responden yang
dipilih adalah konsumen New Anc
Motor yang telah menjadi pelanggan
minimal selama 1 tahun.
2.
Ruang
lingkup
penelitian
dilakukan
terbatas pada bagaimana pengaruh
kualitas pelayanan yaitu dimensi tangible
(bukti
fisik),
reability
(keandalan),
responsivenesess
(daya
tanggap),
assurance (jaminan), empathy (empati)
dan outcome (hasil) terhadap kepuasan
konsumen (costumer satisfacton).
3. Analisis
data
pada
penelitian
ini
menggunakan analisis regresi linier
berganda, analisis jalur dan analisis faktor
dengan menggunakan bantuan software
statistic SPSS 1.3.
1. Uji asumsi klasik
Model regresi linier berganda (multiple regression) dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi beberapa asumsi yang kemudian disebut dengan asumsi klasik. Proses pengujian asumsi klasik dilakukan bersama dengan proses uji regresi sehingga langkah-langkah yang dilakukan dalam pengujian asumsi klasik menggunakan langkah kerja yang sama dengan uji regresi. Ada empat uji asumsi yang harus dilakukan terhadap suatu model regresi tersebut yaitu uji normalitas, Autokorelasi, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.
UJI NORMALITAS
1. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui
apakah variabel pengganggu atau residual
memiliki distribusi normal.
2. Ada dua cara yang biasa digunakan untuk
menguji normalitas model regresi tersebut yaitu
dengan dan analisis statistik (analisis Z skor
skewness dan kurtosis) one sample
Kolmogorov-Smirnov Test.
UJI AUTOKORELASI
1. Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah model
regresi linier ada korelasi antara kesalahan
pengganggu pada periode t dengan kesalahan
pengganggu pada periode sebelumnya (t-1).
2. Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada
problem autokorelasi.
3. Cara untuk mendeteksi gejala autokorelasi yaitu
uji Durbin Watson (DW test),
UJI MULTIKOLINIERITAS
Masalah multikolinieritas muncul jika terdapat
hubungan yang sempurna atau pasti di antara
beberapa variabel atau semua variabel independen
dalam model. Jika terdapat multikolinieritas serius,
koefisien regresi tidak lagi menunjukkan pengaruh
murni dari variabel independen. Uji ViF digunakan
untuk menguji keberadaan multikolinieritas Uji VIF.
UJI HETEROSKEDASTISITAS
1. Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah
dalam model regresi terjadi ketidaksamaan
varian dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika varian tetap maka
disebut homoskedastisitas dan jika berbeda
maka terjadi problem heteroskedastisitas. Model
regresi yang baik yaitu homoskesdatisitas atau
tidak terjadi heteroskedastisitas.
2. Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada
tidaknya heteroskedastisitas yaitu uji Park, uji
korelasi rank spearmann dan uji White.
Analisis Regresi
Analisis regresi merupakan sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih. Dalam analisis regresi, dikenal dua jenis variabel yaitu :
1. Variabel dependent atau juga variabel tergantung yaitu variabel yang keberadaannya diperngaruhi oleh variabel lainnya dan dinotasikan dengan Y.
2. Variabel independent disebut juga variabel bebas yaitu variabel yang bebas (tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya) dan dinotasikan dengan X
Analisis Regresi Linier Berganda
Regresi linier berganda mengestimasi besarnya koefisien-koefisien yang dihasilkan oleh persamaan yang bersifat linier, yang melibatkan dua variabel bebas atau lebih, untuk digunakan sebagai alat prediksi besar nilai variabel tergantung. Fungsi dari regresi adalah untuk menghitung besarnya pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel tergantung dan memprediksi variabel
tergantung dengan menggunakan dua variabel bebas.
Adapun bentuk matematis analisa regresi linier berganda adalah dari sampel :
Y = b0 + b1X1 + b2 X2 + b3 X3 + …….+ bk Xk Dengan :
b0 = estimasi konstanta regresi
b1, b2 ,b3 ,….,bk = estimasi koefisien regresi X1,X2,X3,…..,XK = variable independen
Analisis Korelasi
Analisis korelasi adalah suatu alat statistik untuk menunjukkan seberapa besar tingkat (degree) hubungan suatu variabel secara
“linier” terhadap variabel lain. Korelasi itu sendiri menyatakan tingkat hubungan atau keterkaiatan antara dua variabel. Seringkali analisis korelasi ini digunakan secara bersama-sama dengan analisis regresi untuk mengukur seberapa tepat garis regresi mampu menjelaskan variasi variabel dependen.
1. Koefisien determinasi R2
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur kesesuaian model, atau dinotasikan dengan R2. Indikator ini menyatakan seberapa
besar variasi dari variabel bebas (X) mampu menjelaskan perubahan variabel terikat (Y). R2 bernilai antara 0 sampai dengan 1, R2 = 0
artinya variabel (x) tidak mempengaruhi variabel y, R2 mendekati
angka satu artinya variabel y seluruhnya diakibatkan oleh variabel x atau terdapat hubungan yang kuat.
Dimana SSR = Jumlah Kuadat regresi SSY = Jumlah kuadrat total SSe= Jumlah kuadrat error
2. Koefisien korelasi
Sedangkan untuk koefisien korelasi sample dirumuskan dengan:
Korelasi adalah derajat keterkaitan antara dua variabel, jika : R = -1 menunjukkan hubungan linier negative sempurna
-1< R <0menunjukkan hubungan linier negative R = 0 menunjukkan tidak ada hubungan linier
0 < R <1 menunjukkan hubungan linier positif R = 1 menunjukkan hubungan linier positif sempurna 0 – 0,25 menunjukkan korelasi yang sangat lemah
> 0,25 – 0,5 menunjukkan korelasi yang cukup > 0,5 – 0,75 menunjukkan korelasi yang kuat
Uji Signifikasi Statistik Uji parsial
Uji parsial digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor dimensi kualitas pelayanan (Bukti Langsung, Daya Tanggap,Kehandalan, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pelanggan secara individual.
langkah-langkah untuk uji parsial adalah sebagai berikut: Menentukan hipotesa
H0 : Secara individu signifikan dimensi kualitas pelayanan tidak berpengaruh
terhadap kepuasan pelanggan
Ha : Secara individu signifikan dimensi kualitas pelayanan berpengaruh
terhadap kepuasan pelanggan
Penentuan tingkat signifikansi =0,05 Kriteria pengujian
Uji bersama digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor dimensi kualitas pelayanan (Bukti Langsung, Daya Tanggap, Kehandalan, Jaminan,dan empati) dengan kepuasan pelanggan secara bersama. langkah-langkah untuk uji serempak adalah sebagai berikut:
Menentukan hipotesa
H0:Secara bersama signifikan dimensi kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan
Ha:Secara bersama signifikan dimensi kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan
tingkat signifikasi α = 5% Kriteria pengujian
f tabel = fα;(k; n-k-1)
H0diterima apabila f hitung ≤ f tabel H0ditolak apabila f hitung > f tabel Perhitungan Nilai f
Dimana = F=
SSR= jumlah kuadrat regresi
SSE = jumlah kuadrat residual error n = jumlah sampel atau observasi k = jumlah variabel bebas
Analisis Jalur
Analisis jalur ialah suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang tejadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung”.
Diagram jalur satu persamaan struktural yang juga disebut mempunyai satu substrukur. X1, X2, X3, X4 dan X5 disebut variabel bebas dan Y variable tergantung. Pesamann strukuralnya adalah :
Analisis faktor
Dalam analisis faktor tidak terdapat variabel bebas dan tergantung karena analisis faktor tidak mengklarifikasi variabel ke dalam kategori variabel bebas dan tergantung melainkan mencari
hubunga interdependensi antarvariabel agar dapat menidentifikasikan dimensi-dimensi atau faktor-faktor yang menyusunnya.
Persyaratan pokok yang harus dipenuhi ialah angka Measure Of Sampling Adequacy (MSA) harus diatas 0,5 atau > 0,5. Besarnya angka MSA ialah antara 0 ≤ MSA ≤ 1. Jika digunakan dalam
menentukan penggabungan variabel maka ketentuannya sebagai berikut :
Jika MSA = 1 maka variabel tersebut dapat diprediksi tanpa kesalahan. Jika MSA > 0,5 maka variabel tersebut masih dapat diprediksi dan
dapat dianalisis lebih lanjut.
Jika MSA < 0,5 maka variabel tersebut tidak dapat diprediksi dan tidak dapat di analisis lebih lanjut.
• Pengumpulan dan pengolahan Data
Data yang sudah didapat dari kuisioner kemudian
di deskripsikan dan di analisis reliabilitas dan
validitasnya. Dalam pengujian reliabilitas
dikatakan baik jika nilai alpha cronbach yang
dihasilkan mendekati nilai lebih besar dari 0,6. Hal
ini menunjukkan atribut-atribut yang dijadikan
pertanyaan dalam penelitian adalah dapat
diandalkan. Dari penghitungan dengan bantuan
software spss 1.3 didapatkan nilai reliabilitas
0,924. Maka dapat disimpulkan data kuisioner
reliabel. Dari tabel validitas diketahui bahwa untuk
jumlah data 100 dan tingkat signifikasi 95% maka
r untuk derajat korelasi pada tabel adalah 0,195.
• Dalam pengujian validitas data yang diperoleh
apabila r hitung > r tabel maka dapat disimpulkan
data tersebut valid. Dari tabel 4.3.1 dapat diketahui
r kuisioner kinerja dan kepuasan untuk
masing-masing atribut lebih besar r tabel yaitu 0,195
dengan taraf signifikasi 5% maka semua data dari
kuisioner kinerja dan kepuasan valid.
• Kemudian data yang ada akan ditransformasikan
untuk mengubah data dari skala ordinal ke skala
interval. Tujuan transformasi ini adalah untuk
memberikan nilai standar sehingga nilai tersebut
benar-benar mempunyai bobot nilai yang sama
pada nilai-nilai atribut.
• Uji asumsi klasik
Uji normalitas Uji Jarque-Bera (JB) menunjukkan
bahwa :
JB hitung = 2,049275
JB tabel = 32,67
Kesimpulan 2,049275 ≤ 32,67,
H
0diterima berarti distribusi
uj
mengikuti distribusi
normal.
• Uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa :
D tabel = 0,122
D hitung = 0,068
Kesimpulan 0,068 ≤ 0,122
H
0diterima berarti distribusi
uj
mengikuti distribusi
normal
• Uji Autokorelasi
Uji Durbin-Watson (DW test) menunjukkan bahwa :
d hitung = 2,163
dL
= 1,072
kesimpulan d hitung <
dL
maka H
0ditolak dan H
aditerima sehingga terdapat
autokorelasi dalam model.
• Uji multikolinieritas
Uji VIF menunjukkan bahwa nilai VIF untuk semua
variabel kuarang dari 10 maka tidak terdapat gejala
heteroskedastisitas
• Uji heteroskedastisitas
Uji White menunjukkan bahwa :
χ2(α,df) = χ2(0,05, 21) = 32,67
χ
2= n.R
2= 100.(0,408)
2= 100.0,1664 = 16,64
Kesimpulan 16,64 ≤ 32,67
H
0diterima berarti tidak terdapat masalah
heteroskedastisitas dalam model regresi.
-t( /2, n-2) = -1,98447 dan t( /2, n-2) = 1,98447
Kesimpulan : semua variabel tidak mempunyai
masalah heteroskedastisitas dalam model regresi
uji kolerasi rank spearman menunjukkan tidak
mempunyai masalah heteroskedastisitas
Uji Park menunjukkan bahwa :
-t( /2, n-2) = -1,98447 dan t( /2, n-2) = 1,98447
Kesimpulan : semua variabel tidak mempunyai masalah
heteroskedastisitas dalam model regresi
• Analisis Regresi Linier Berganda • Tingkat signifikasi α = 0,05
• k = 2, n-k-1 = 78, f tabel, fα (k,n-k-1) adalah : 1,69293. Kriteria pengujian
• H0 diterima bila f hitung < f tabel, sig hitung < H0 ditolak bila f hitung > f tabel sig hitung > 0,005.
Kesimpulan H0 diterima karena 1,69293 < 13,837 dan signifikasi 0,000 < 0,005 ini berarti bahwa ada
hubungan linier antara Bukti Langsung
(P1,P2,P3,P4,P5), Daya Tanggap (P1,P2,P3,P4,P5), Kehandalan (P1,P2,P3), Jaminan (P1,P2,P3,P4,P5) dan Empati(P1,P2,P3) dengan Kepuasan pelanggan (Y). Dengan demikian model regresi sudah layak dan benar.
• Nilai R Square adalah 0,788 atau 78,8 %.
Angka tersebut mempunyai arti bahwa
pengaruh Bukti Langsung (P1,P2,P3,P4,P5),
Daya Tanggap (P1,P2,P3,P4,P5),
Kehandalan (P1,P2,P3), Jaminan
(P1,P2,P3,P4,P5) dan Empati (P1,P2,P3)
secara gabungan terhadap Kepuasan
Pelanggan (Y) adalah 78,8 %. Adapun
sisanya 20,2 % disebabkan oleh
variabel-variabel lain diluar model regresi ini
Melihat hubungan dan pengaruh pengaruh secara parsial : • Bukti Langsung (P1) dengan Kepuasan Pelanggan. R =
0,544, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 29,59 %.
• Bukti Langsung (P2) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,534, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 28,51 %.
• Bukti Langsung (P3) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,340, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 11,56 %.
• Bukti Langsung (P4) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,393, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 15,44 %.
• Bukti Langsung (P5) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,307 0,001 < 0,005. Besarnya pengaruh 9,42 %.
• Daya Tanggap (P1) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,724, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 52,41 %. • Daya Tanggap (P2) dengan Kepuasan Pelanggan R =
• Daya Tanggap (P3) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,734, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 53,87 %. • Daya Tanggap (P4) dengan Kepuasan Pelanggan R =
0,274, 0,003 < 0,005. Besarnya pengaruh 7,5 %.
• Daya Tanggap (P5) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,210, 0,018 > 0,005. Besarnya pengaruh 4,41 %.
• Kehandalan (P1) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,681, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 46,37 %. • Kehandalan (P2) dengan Kepuasan Pelanggan R =
0,727, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 52,85 %. • Kehandalan (P3) dengan Kepuasan Pelanggan R =
0,619, 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 38,31 %. • Jaminan (P1) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,644
0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh sebesar 41,47 %. • Jaminan (P2) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,612
• Jaminan (P3) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,628 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 39,43 %.
• Jaminan (P4) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,737 0,000 < 0,005.Besarnya pengaruh 54,31 %.
• Jaminan (P5) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,122 0,114 > 0,005. Besarnya pengaruh 1,48 %.
• Empati (P1) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,583 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 33,98 %.
• Empati (P2) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,568 0,000 < 0,005. Besarnya pengaruh 32,26 %.
• Empati (P3) dengan Kepuasan Pelanggan R = 0,244 0,007 > 0,005. Besarnya pengaruh 5,95 %.
• Persamaan regresi :
Y= -0,053 + 0,109 x1 + 0,053 x2 +
0,089 x3 + 0,006 x4 + 0,005 x5 +
0,118 x6 + 0,196 x7 - 0,049 x8 +
0,011 x9 + 0,023 x10 - 0,005 x11 +
0,119 x12 + 0,058 x13 + 0,116 x14
-0,008 x15 + 0,095 x16 + 0,134
x17 - 0,051 x18 -0,054 x19 + 0,094
x20 + 0,025 x21
5 variabel yang mempunyai prosentase paling berpengaruh pada kepuasan konsumen adalah : • Daya Tanggap (P2) = 58,21%
Pada pelayanan “Kesiapan karyawan menangani keluhan konsumen”
• Jaminan (P4) = 54,31%
Pada pelayanan “Sikap sopan dalam memberikan pelayanan”
• Daya Tanggap (P3) = 53,87%
Pada pelayanan “Kecepatan karyawan menangani konsumen”
• Kehandalan (P2) = 52,85%
Pada pelayanan “Kemampuan karyawan memberikan solusi”
• Daya Tanggap (P1) = 52,41%
Pada pelayanan “Kesediaan karyawan membantu konsumen”
• Analisis Jalur
k = 2, n-k-1 = 78, fα (k,n-k-1) : 1,69293
Kriteria pengujian
H
0diterima bila f hitung < f tabel, sig hitung <
0,005
H
0ditolak bila f hitung > f tabel, sig hitung >
0,005
Kesimpulan
H
0diterima karena 1,69293 <
13,837 dan 0,000 < 0,005 ini berarti bahwa
ada hubungan linier antara Bukti Langsung
(P1,P2,P3,P4,P5), Daya Tanggap
(P1,P2,P3,P4,P5), Kehandalan (P1,P2,P3),
Jaminan (P1,P2,P3,P4,P5) dan
Empati(P1,P2,P3) dengan Kepuasan.
Dengan demikian model regresi sudah layak
dan benar.
• Nilai R Square adalah 0,788 atau 78,8 %.
Angka tersebut mempunyai arti bahwa
pengaruh Bukti Langsung (P1,P2,P3,P4,P5),
Daya Tanggap (P1,P2,P3,P4,P5), Kehandalan
(P1,P2,P3), Jaminan (P1,P2,P3,P4,P5) dan
Empati (P1,P2,P3) secara gabungan terhadap
Kepuasan Pelanggan adalah 78,8 %. Adapun
sisanya 20,2 % disebabkan oleh
• Melihat pengaruh secara parsial
Untuk melihat besarnya pengaruh variabel Bukti Langsung (P1,P2,P3,P4,P5), Daya Tanggap
(P1,P2,P3,P4,P5), Kehandalan (P1,P2,P3), Jaminan (P1,P2,P3,P4,P5) dan Empati (P1,P2,P3) terhadap kepuasan pelanggan secara sendiri-sendiri atau parsial digunakan Uji t, sedangkan untuk melihat besarnya pengaruh digunakan angka beta atau standardized Coefficients.
Persamaan struktural untuk diagaram jalur :
• Y= 0,125 x1 + 0,058 x2 + 0,096 x3 + 0,007 x4
+ 0,005 x5 + 0,135 x6 + 0,224 x7 - 0,055 x8 +
0,012 x9 + 0,026 x10 - 0,006 x11 + 0,135 x12
+ 0,067 x13 + 0,131 x14 -0,009 x15 + 0,104
x16 + 0,150 x17 - 0,058 x18 -0,059 x19 +
0,104 x20 + 0,027 x21
• 5 variabel yang mempunyai prosentase paling berpengaruh pada kepuasan konsumen adalah : • Daya Tanggap (P2) = 22,,4%
• Pada pelayanan “Kesiapan karyawan menangani keluhan konsumen”
• Jaminan (P4) = 15%
• Pada pelayanan “Sikap sopan dalam memberikan pelayanan”
• Daya Tanggap (P1) dan Kehandalan (P2) = 13,5% • Pada pelayanan “Kesediaan karyawan membantu
konsumen” dan “Kemampuan karyawan memberikan solusi”
• Jaminan (P1) = 13,1%
• Pada pelayanan “Kualitas informasi yang diberikan” • Bukti langsung (P1) = 12,5%
Analisis faktor
• Dari analisis faktor didapatkan
variabel-variabel yang mempunyai kepentingan untuk
dianalisa lebih lanjut, dengan syarat nilai MSA
> 0,5.
• Dari semua variabel-variabel bebas yang
digunakan untuk kuisioner setelah dianaliasa
dengan analisis faktor semua mempunyai nilai
MSA > 0,5 maka semua variabel-variabel
Kesimpulan :
Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan
sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal
yaitu:
1. Berdasarkan hasil analisis data dengan analisis
regresi berganda dan analisis jalur didapatkan
kesimpulan bahwa Kualitas pelayanan dilihat dari
sudut dimensi layanan yaitu dimensi tangibles
(bukti langsung), reability (kehandalan),
responsivenesess ( daya tanggap), assurance
(jaminan), empathy (empati) secara
bersama-sama memberikan kepuasan kepada konsumen
sebesar 78,8 %. Adapun sisanya 21,2%
disebabkan oleh variabel-variabel lain diluar model
regresi.
Berdasarkan analisis regresi linier didapatkan 5 variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan pelanggan adalah :
• Daya Tanggap (P2) = 58,21%
Pada pelayanan “Kesiapan karyawan menangani keluhan konsumen”
•Jaminan (P4) = 54,31%
Pada pelayanan “Sikap sopan dalam memberikan pelayanan”
•Daya Tanggap (P3) = 53,87%
Pada pelayanan “Kecepatan karyawan menangani konsumen”
•Kehandalan (P2) = 52,85%
Pada pelayanan “Kemampuan karyawan memberikan solusi” •Daya Tanggap (P1) = 52,41%
Pada pelayanan “Kesediaan karyawan membantu konsumen”
Berdasarkan analisis jalur didapatkan 5 variabel yang
paling dominan memengaruhi kepuasan pelanggan
adalah :
•Daya Tanggap (P2) = 22,,4%
Pada pelayanan “Kesiapan karyawan menangani keluhan
konsumen”
•Jaminan (P4) = 15%
Pada pelayanan “Sikap sopan dalam memberikan
pelayanan”
•Daya Tanggap (P1) dan Kehandalan (P2) = 13,5%
Pada pelayanan “Kesediaan karyawan membantu
konsumen” dan “Kemampuan karyawan memberikan
solusi”
•Jaminan (P1) = 13,1%
Pada pelayanan “Kualitas informasi yang diberikan”
•Bukti langsung (P1) = 12,5%
Pada pelayanan “Lokasi yang mudah dijangkau”
Berdasarkan hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa : •Antara analisis regresi linier berganda dan analisis jalur terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal penentuan besarnya nilai prosentase tiap variabel-variabel yang secara parsial memengaruhi kualitas pelayanan.
•Pada analisis jalur bisa dilihat hubungan/korelasi antar variabel-variabel bebas, yang tidak bisa ditemukan/dicari pada analisis regresi linier berganda. Hal ini lebih penting karena memudahkan para pelaku usaha untuk meneliti dan meningkatkatkan kualitas dari tiap-tiap variabel yang
mempunyai kualitas yang menurut konsumen dianggap kurang.
•Pada analisis faktor hanya untuk mendapatkan variabel-variabel yang dianggap penting oleh konsumen untuk dianalisis lebih lanjut oleh para pelaku usaha.
Saran:
Adapun saran-saran yang dapat diberikan berkenaan
dengan penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut :
1. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan
penggalian variabel-variabel lebih lanjut secara
mendalam, agar dapat memahami kondisi
konsumen dengan lebih baik.
2. Penelitian hendaknya dilakukan secara berkala,
karena perubahan kondisi pasar dan perilaku
konsumen akan mengakibatkan perubahan
preferensi dan persepsi konsumen.
3. Pada penelitian lebih lanjut akan lebih baik jika
ketiga analisis data tersebut digunakan secara
bersama-sama untuk menganalisa data untuk
mendapatkan suatu keputusan yang tepat.
Daftar Pustaka
[1] Kotler, Philip, 1997. Manajemen Pemasaran. Jakarta, Prenhallindo
[2] Tjiptono, Fandy, 1997. Prinsip – Prinsip Total Quality Service, Yogyakarta : Andi Offset, Yogyakarta. [3] Sarwono, Jonathan, 2006. Analisis Data Penelitian
Menggunakan SPSS 13, Andi Offset, Yogyakarta. [4] Supranto, Johanes, 2001. Statistik Untuk Pemimpin
Berwawasan Global, Jakarta, Salemba Empat. [5] Suhermin, ari pujiati. Analisis Regresi linier berganda
untuk mengetahui hubungan antara beberapa
aktifitas promosi dengan penjualan produk. Tugas Akhir Program PascaSarjana Statistika, Institut
[6] Setyadarma, Andryan. 2010. Uji asumsi klasik dengan
SPSS 1.6. Semarang : Universitas negeri Semarang. [7] J Suprianto, 1983, Ekonometrik, Jakarta: LPFE UI
[8] Lupiyadi, Rambat, 2001. Manajemen pemasaran jasa. Jakarta, Salemba empat.
[9] Zeithaml, Valarie A., leonard L. Berry and A Parasuraman, 1985. Problem and strategis in service in services. Journal of marketing.
[10] Junaidi. Tabel-tabel statistik
<URL:http://junaidichaniago.wordpress.com>. Diakses tanggal 27 januari 2010.
[11] Suzanna L. Siregara. Tabel r.
http://ssiregar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9589/Tabel _R.pdf
Diakses tanggal 27 januari 2010 [12] uji normalitas.
http://elisa.ugm.ac.id/files/wahyu_psy/aG1I2RL6/Uji%20Normalit as.pdf