BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan

18 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

43

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik korelasional. Penelitian dengan teknik korelasional merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa variabel. Dengan teknik korelasi seseorang peneliti dapat mengetahui hubungan variasi dalam sebuah variabel dengan variabel lainya. Besar atau tingginya hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk korelasi (Arikunto, 2006)

B. Identifikasi Variabel-Variabel Penelitian

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel bebas (X1) : Self-efficacy

(X2) : kecemasan terhadap peluang kerja 2. Variabel terikat (Y) : Minat berwirausaha

(2)

C. Defenisi Opersional Variabel Penelitian 1. Minat Berwirausaha

Minat berwirausaha adalah kemampuan untuk memberanikan diri dalam memenuhi kebutuhan hidup, memajukan usaha atau menciptakan usaha baru dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri.

2. Self-efficacy

Self-efficacy adalah persepsi diri sendiri mengenai seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu. Self-efficacy berhubungan dengan keyakinan bahwa diri mempunyai kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan. Self-efficacy merupakan penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan baik atau buruk, tepat atau salah, bisa atau tidak dapat mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan.

3. Kecemasan terhadap Peluang Kerja

Kecemasan terhadap peluang kerja adalah suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi ketakutan tidak akan mendapatkan pekerjaan yang ditandai dengan rasa keluhan somatik, ketakutan akan kegagalan, perasaan tidak mampu, kehilangan kontrol, dan kesalahan.

(3)

D. Subjek Penelitian 1. Populasi Penelitian

Arikunto (2006) mengatakan populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UIN-Suska Riau angkatan 2009, 2010, dan 2011 yang berjumlah 504 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1

Populasi penelitian

Angkatan Semester Populasi

2011 2010 2009 VI VIII X 179 181 144 Total 504

Sumber: Bagian Akademik Fakultas Psikologi UIN-Suska Riau, 14 Januari 2014

2. Sampel Penelitian

Sugiyono (2011) mengartikan sampel bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Menurut Arikunto (2006) sebagai persiapan dalam penentuan jumlah sampel, apabila jumlah populasinya kurang dari 100 maka lebih baik diambil keseluruhannya. Tetapi jika jumlah populasi lebih dari 100 maka diambil 10 – 15% atau 20 – 25%. Berdasarkan konsep ini maka penulis mengambil sampel

(4)

berdasarkan alternatif kedua yaitu antara 10 – 15% atau 20 – 25% dikarenakan jumlah populasi dari penelitian ini lebih dari 100.

Total jumlah populasi penelitian ini adalah 504 orang, maka penulis mengambil sampel 25% dari total populasi atau 126 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut:

Tabel 3.2 Sampel Penelitian Semester/ Angkatan Populasi Sampel VI/ 2011 VIII/ 2010 X/ 2009 182 184 151 182 x 25% = 44,75 (dibulatkan 45) 184 x 25% = 45,25 (dibulatkan 45) 151 x 25% = 36 Total 126

3. Teknik Pengumpulan Sampel Penelitian

Teknik pengumpilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini secara acak (random) yang berstrata (stratifield random sampling). Dalam penentuan teknik sampling ini populasi dibagi kedalam sub populasi (strata) kemudian setiap strata dipilih sampel.

E. Metode Pengumpulan data 1. Alat Ukur

Untuk mendapatkan data-data yang sesuai dengan tujuan penelitian maka dibutuhkan suatu metode pengumpulan data. Metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitan ini adalah dengan menggunakan skala yang berisi kuesioner yang dijadikan sebagai alat ukur untuk mendapatkan hasil penelitian.

(5)

Skala tersebut diberikan kepada para responden dan kemudian responden akan mengisinya sesuai dengan pendapat dan persepsi responden.

a. Alat Ukur Self-efficacy

Untuk mengungkap self-efficacy menggunakan skala modifikasi dari Hartono (2012) yang mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Bandura yaitu magnitude, strength, dan generality. Skala ini disusun dengan model skala likert dengan empat alternatif jawaban. Pernyataan favorable diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Sangat Sesuai (SS) = 4

2. Sesuai (S) = 3

3. Tidak Sesuai = 2

4. Sangat Tidak Sesuai = 1

Sedangkan penilaian untuk pernyataan unfavorable diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Sangat Sesuai (SS) = 1

2. Sesuai (S) = 2

3. Tidak Sesuai = 3

4. Sangat Tidak Sesuai = 4

Adapun rancangan penyusunan jumlah sebaran aitem try out untuk skala self-efficacy dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut:

Tabel 3.3

Blue Print Skala Self-Efficacy (try out)

No Aspek Indikator Pernyataan

Favorable

Pernyataan Unfavorable 1 Magnitude Pengharapan efikasi

diri pada tingkat kesulitan tugas

1, 11, 21 , 31, 41 6, 16,26, 36, 46 Analisa pilihan

perilaku yang akan dilakukan

(6)

2 Strength Keyakinan yang kuat

akan kemampuan diri 3, 13, 23, 33, 43 8, 18, 28, 38, 48 Pengharapan yang

mantap bertahan dalam usahanya

4, 14, 24, 34, 44 9, 19, 29, 39, 49

3 Geneality Yakin akan

kemampuannya

diberbagai bidang yang luas

5, 15, 25, 35, 45 10, 20, 30, 40, 50

Jumlah 50 Butir

b. Alat Ukur Kecemasan Terhadap Peluang Kerja

Alat ukur untuk kecemasan terhadap peluang kerja adalah skala modifikasi dari skala kecemasan terhadap peluang kerja yang disusun oleh Fitriani (2010) yang mengacu pada aspek-aspek kecemasan secara umum yang dikemukakan Iyus Yoseph yaitu keluhan somatik (somatic complains), ketakutan akan kegagalan (feelings of failure), perasaan tidak mampu (feelings of inadequency), kehilangan kontrol (lost of control), dan kesalahan (guilt). Skala ini disusun dengan model skala likert dengan empat alternatif jawaban. Pernyataan favorable diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Sangat Sesuai (SS) = 4

2. Sesuai (S) = 3

3. Tidak Sesuai = 2

4. Sangat Tidak Sesuai = 1

Sedangkan penilaian untuk pernyataan unfavorable diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Sangat Sesuai (SS) = 1

2. Sesuai (S) = 2

3. Tidak Sesuai = 3

(7)

Adapun rancangan penyusunan jumlah sebaran aitem try out untuk skala kecemasan akan peluang kerja dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut:

Tabel 3.4

Blue Print Skala Kecemasan Akan Peluang Kerja (try out)

No Aspek Indikator Pernyataan

Favorable

Pernyataan Unfavorable 1 Keluhan

Somatic

Mudah merasa gugup terhadap hal yang berkaitan dengan dunia kerja

1, 17, 33 9, 25, 41 Merasa gelisah dengan

kondisi peluang kerja 2, 18, 34 10, 26, 42 2 Ketakutan

akan Kegagalan

Tidak dapat berbuat

sesuai harapan 3, 19,35 11, 27, 43 Penilaian subjektif akan

kemungkinan terjadinya kegagalan dalam mendapatkan pekerjaan 4, 20, 36 12, 28, 44 3 Perasaan Tidak Mampu

Ketidakpuasan akan diri

sendiri 5, 21, 37 13, 29, 45

Perasaan tidak mampu menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan 6, 22, 38 14, 30 , 46 4 Kehilangan Kontrol

Tidak dapat mengontrol apa yang sedang terjadi

7, 23, 39 15, 31 , 47

5 Kesalahan Pernah melakukan

sesuatu dengan cara yang kotor dalam bekerja

8, 24, 40 16, 32, 48

Jumlah 48 Butir

c. Alat Ukur Minat Berwirausaha

Untuk mengungkap minat berwirausaha menggunakan skala minat berwirausaha yang dimodifikasi dari skala minat berwirausaha Fitriani (2010) yang mengacu pada komponen minat berwirausaha yang dikemukakan oleh

(8)

Suwarman (2003) yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif. Skala ini disusun dengan model skala likert dengan empat alternatif jawaban. Pernyataan favorable diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Sangat Sesuai (SS) = 4

2. Sesuai (S) = 3

3. Tidak Sesuai = 2

4. Sangat Tidak Sesuai = 1

Sedangkan penilaian untuk pernyataan unfavorable diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

5. Sangat Sesuai (SS) = 1

6. Sesuai (S) = 2

7. Tidak Sesuai = 3

8. Sangat Tidak Sesuai = 4

Adapun rancangan penyusunan jumlah sebaran aitem try out untuk skala minat berwirausaha adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5

Blue Print Skala Minat Berwirausaha (try out) No

Aspek Indikator Pernyataan

Favorable

Pernyataan Unfavorable 1 Kognitif Persepsi mengenai

kegiatan berwirausaha 1, 11, 21, 31, 41 6, 16, 26, 36, 46 Kepercayaan akan

kemampuan yang dimiliki 2, 12, 22, 32, 42 7, 17 , 27, 37, 47 2 Afektif Merasa senang dengan

kegiatan berwirausaha 3, 13, 23, 33, 43 8, 18, 28, 38, 48 3 Konatif Berani memulai kegiatan

berwirausaha 4, 14, 24, 34, 44 9, 19, 29, 39, 49 Berani mengambil risiko

untuk menjadi sukses 5, 15, 25, 35, 45 10, 20, 30, 40, 50

(9)

2. Teknik Pengolahan Data a. Uji Alat Ukur

Sebelum alat ukur digunakan dalam penelitian yang sesungguhnya, perlu diuji coba (try out) kepada sejumlah mahasiswa dengan tujuan memperoleh aitem-aitem yang layak untuk digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian, sehingga dapat benar-benar mengungkap aspek-aspek dari tiap variabel yang diteliti. Guna mendapatkan data untuk pengujian validitas alat ukur, maka dilakukan try out kepada 130 mahasiswa UIN- Suska Riau, diluar mahasiswa Fakultas Psikologi. Sampel penelitian diambil dengan karakteristik yang sama dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa yang berada pada semester VI sampai semester X. try out dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN-Suska Riau.

Dalam penelitian ini terdapat beberapa aitem dan masing-masing aitemnya akan diuji kevalidannya sehingga terdapat aitem-aitem yang valid dan yang gugur. Uji validitas aitem menggunakan teknik korelasi product moment dimana pengujian dilakukan dengan cara mengkolerasikan skor butir dengan skor totalnya.

Menurut Azwar (2008), biasanya pemilihan aitem berdasarkan korelasi aitem total yang digunakan pada batasan rxy≥ 0,30. Semua aitem yang mencapai

koofesien korelasi minimal 0,30 dianggap memuaskan. Namun apabila jumlah aitem yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan maka peneliti dapat menurunkan batasan kriteria 0,30 menjadi 0,25.

(10)

b. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas

Instrumen penelitian yang dianggap valid adalah suatu instrumen yang benar-benar mampu mengukur variabelnya. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun benar-benar mampu mengukur apa yang perlu diukur. Suatu alat ukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat ukur tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan fungsi ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud alat ukur tersebut. Suatu alat ukur menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dikatakan sebagai alat ukur yang memiliki validitas rendah

Untuk mengetahui apakah instrumen dalam penelitian ini dinyatakan valid, maka digunakan uji validitas dengan teknik korelasi product moment atau yang biasa disebut momen tangkar dari Carl Pearson. Perhitungan validitas menggunakan program SPSS 16.0 for windows dengan melihat correted item total correlation.

Skala untuk variabel self-efficacy dengan jumlah aitem 50 butir pernyataan yang telah diujicobakan terdapat 37 aitem yang valid dan 13 aitem yang gugur. Koefisien korelasi aitem total (rxy) bergerak antara 0,302– 0,721. Adapun rincian

aitem yang valid dan gugur untuk skala self-efficacy dapat dilihat pada tabel 3.6 berikut:

(11)

Tabel 3.6

Blue Print Skala Self-Efficacy yang Valid dan Gugur

No Aspek Valid Gugur

Indikator Favorable Unfavorable Favorable Unfavorable 1 Magnitude Pengharapan efikasi

diri pada tingkat kesulitan tugas

1, 11, 31 26, 36, 46 21, 41 6, 16 Analisa pilihan

perilaku yang akan dilakukan

2, 12, 22,

32 17, 37, 47 42 7, 27

2 Strength Keyakinan yang kuat akan kemampuan diri sendiri 3, 13, 23, 33, 43 8, 18, 28, 38, 48 - -Pengharapan yang mantap bertahan dalam usahanya 4, 24, 34 9, 19, 29, 39, 49 14, 44

-3 Geneality Yakin akan

kemampuannya diberbagai bidang yang luas

5, 25, 35 10, 40, 50 15, 45 20, 30

Jumlah 18 19 7 6

Pada skala kecemasan akan peluang kerja dengan jumlah aitem 48 butir pernyataan terdapat 29 aitem yang valid dan 19 aitem yang gugur. Koefisien korelasi aitem total (rxy) bergerak antara 0,311–0,572. Adapun rincian aitem yang

valid dan gugur untuk skala kecemasan akan peluang kerja dapat dilihat pada tabel 3.7 berikut:

(12)

Tabel 3.7

Blue Print Skala Kecemasan Akan Peluang Kerja yang Valid dan Gugur

No Aspek

Valid Gugur

Indikator Favorable Unfavorable Favorable Unfavorable 1 Keluhan Somatic Mudah merasa gugup terhadap hal yang berkaitan dengan dunia kerja 1, 17, 33 - - 9, 25, 41 Merasa gelisah dengan kondisi peluang kerja 2 10, 26 18, 34 42 2 Ketakutan akan Kegagalan Tidak dapat berbuat sesuai harapan 19,35 11, 27, 43 3 -Penilaian subjektif akan kemungkinan terjadinya kegagalan dalam mendapatkan pekerjaan 20, 36 12, 28, 44 4 -3 Perasaan Tidak Mampu 1. Ketidakpuasan akan diri sendiri 5, 21, 37 13 - 29, 45 Perasaan tidak mampu menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan 6 14, 30 22, 38 46 4 Kehilangan Kontrol Tidak dapat mengontrol apa yang sedang terjadi 23, 39 15, 31 7 47 5 Kesalahan Pernah melakukan sesuatu dengan cara yang kotor dalam bekerja

8 32 24, 40 16, 38

(13)

Sedangkan pada aitem skala minat berwirausaha terdapat 42 aitem yang valid dan 8 aitem yang gugur. Koefisien korelasi aitem total (rxy) bergerak antara

0,309– 0,776. Adapun rincian aitem yang valid dan gugur untuk skala minat berwirausaha dapat dilihat pada tabel 3.8 berikut:

Tabel 3.8

Blue Print Skala Minat Berwirausaha yang Valid dan Gugur

No Aspek Valid Gugur

Indikator Favorable Unfavorable Favorable Unfavorable 1 Kognitif Persepsi mengenai kegiatan berwirausaha 1, 11, 21, 31, 41 6, 16, 26, 36, - 46 Kepercayaan akan kemampuan yang dimiliki 2, 12, 22, 32*, 42* 7, 17 , 27, 37, 47 32, 42

-2 Afektif Merasa senang dengan kegiatan berwirausaha

3, 13, 23,

33, 43 8, 18, 28, 38, - 48

3 Konatif Berani memulai kegiatan berwirausaha 4, 14, 24, 34, 44 9, 19, 29, 39, 49 -Berani mengambil risiko untuk menjadi sukses 45 10, 20, 30, 40, 50 5, 15, 25, 35 -Jumlah 21 23 6 2

Setelah diperoleh aitem-aitem yang valid, aitem tersebut disusun kembali dengan menyesuaikan nomor aitem pada aitem sebelumnya, maka dari itu dibuat blueprintbaru untuk penelitianberisikan aitem-aitem yang valid saja. Berikut blue print skala self-efficacy, kecemasan akan peluang kerja dan minat berwirausaha pada mahasiswa untuk riset.

(14)

Tabel 3.9

Blue Print Skala Self-Efficacy Untuk Penelitian No

Aspek Indikator Pernyataan

Favorable

Pernyataan Unfavorable 1 Magnitude Pengharapan efikasi diri

pada tingkat kesulitan tugas

1, 9, 22 19, 27, 33 Analisa pilihan perilaku

yang akan dilakukan 2, 10, 15, 23 12, 28, 34 2 Strength Keyakinan yang kuat

akan kemampuan diri sendiri

3, 11, 16, 24, 32 6, 13, 20, 29, 35 Pengharapan yang

mantap bertahan dalam usahanya

4, 17, 25, 7, 14, 21, 30, 36

3 Geneality Yakin akan

kemampuannya

diberbagai bidang yang luas

5, 18, 26 8, 31, 37

Jumlah 37 Butir

Tabel 3.10

Blue Print Skala Kecemasan Akan Peluang Kerja Untuk Penelitian

No Aspek Indikator Pernyataan

Favorable

Pernyataan Unfavorable 1 Keluhan

Somatic

Mudah merasa gugup terhadap hal yang berkaitan dengan dunia kerja

1, 12, 23

-Merasa gelisah dengan

kondisi peluang kerja 2 6, 17

2 Ketakutan akan Kegagalan

Tidak dapat berbuat

sesuai harapan 13, 24 7, 18, 28

Penilaian subjektif akan kemungkinan terjadinya

kegagalan 14, 25 8, 19, 29

3 Perasaan Tidak Mampu

Ketidakpuasan akan diri

sendiri 3, 15, 26 9

Perasaan tidak mampu menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan

(15)

4 Kehilangan Kontrol

Tidak dapat mengontrol apa yang sedang terjadi

16, 27 11, 21

5 Kesalahan Pernah melakukan

sesuatu dengan cara yang kotor dalam bekerja

5 22

Jumlah 29 Butir

Tabel 3.11

Blue Print Skala Minat Berwirausaha Untuk Penelitian

No Aspek Indikator Pernyataan

Favorable

Pernyataan Unfavorable 1 Kognitif Persepsi mengenai

kegiatan berwirausaha 1, 10, 19, 28, 36 5, 14, 23, 31 Kepercayaan akan

kemampuan yang dimiliki 2, 11, 20 6, 15 , 4 32, 40 2 Afektif Merasa senang dengan

kegiatan berwirausaha 3, 12, 21, 29, 37 7, 16, 25, 33 3 Konatif Berani memulai kegiatan

berwirausaha 4, 13, 22, 30, 38 8, 17, 26, 34, 41 Berani mengambil risiko

untuk menjadi sukses 39 9, 18, 27, 35, 42

Jumlah 42 Butir

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena intrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu.

Uji Reliabilitas yang digunakan adalah teknik Alpha Cronbach. Skala yang diestimasi reliabilitasnya dibelah menjadi dua, sehingga tiap belahan berisi item-item dalam jumlah yang sama banyak.

(16)

Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang 0,00 – 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitasnya mendekati 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Dan sebaliknya koefisien yang semakin rendah mendekati 0,00 berarti semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 2010)

Apabila skala tersebut dikelompokkan pada lima kelas dengan range yang sama, maka ukuran kemantapan alpha dapat diinterpretasikan seperti tabel 3.12 berikut:

Tabel 3.12

Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha

Alpha Tingkat Reliabilitas

0.0 s.d 0,20 > 0,20 s.d 0,40 > 0,40 s.d 0.60 > 0,60 s.d 0.80 > 0.80 s.d 1.00 Kurang Reliabel Agak reliabel Cukup Reliabel Reliabel Sangat Reliabel Sumber: Triton. 2006. SPSS 13.0 Terapan Riset Statistik Parametrik

Berdasarkan hasil uji reliabilitas dengan program SPSS 16.0 for windows untuk skala self-efficacy, diperoleh koefisien realibilitas alpha sebesar 0,9115. Maka dapat disimpulkan butir pernyataan untuk skala self-efficacy adalah sangat reliabel. Untuk skala kecemasan akan peluang kerja diperoleh koefisien realibilitas alpha sebesar 0, 8575. Maka dapat disimpulkan butir pernyataan untuk skala kecemasan akan peluang kerja tergolong sangat reliabel. Sementara hasil uji reliabilitas untuk skala minat berwirausaha diperoleh koefisien reliabilitas alpha

(17)

sebesar 0,9469. Maka dapat disimpulkan butir pernyataan untuk skala minat berwirausaha sangat reliabel.

F. Teknik Analisis Data

Setelah data-data terkumpul maka dilakukan suatu analisis data. Analisis data adalah suatu proses mengolah data dari penyebaran angket yang telah dilakukan. Dari analisis data akan didapat hasil yang nantinya akan dipakai untuk menguji hipotesis. Dalam penelitian ini data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik.

Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi berganda. Persamaan regresi berganda mengandung makna bahwa dalam suatu persamaan regresi terdapat satu variabel dependen dan lebih dari satu variabel independent (Algifari, 2000). Secara umum model regresi berganda digambarkan sebagai berikut:

Y = a + b1X1+ b2X2... (1)

Keterangan:

Y : Minat berwirausaha pada mahasiswa a : Konstanta

X1 : Self-efficacy

X2 : Kecemasan akan peluang kerja

b1 : Koefisien regresi self-efficacy

b2 : koefisien korelasi kecemasan akan peluang kerja

Untuk uji analisis data dilakukan dengan bantuan komputerisasi program Statistical Product and Service Solution (SPSS) for Windows versi 16.0

(18)

G. Lokasi dan Jadwal Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Psikologi UIN-Suska Riau. Jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel 3.13 berikut:

Tabel 3.13

Rincian Jadawal Penelitian

No Jenis Kegiatan Masa Pelaksanaan

1 Pengajuan sinopsis 03 Maret 2012

2 Acc sinopsis 01 April 2013

3 Penyusunan proposal dan pembuatan alat ukur

April 2013 4 Seminar Proposal Januari 2014 5 Perbaikan seminar proposal Februari 2014 6 Uji caba alat ukur 3–7 Maret 2014

7 Penelitian 1 April 2014

8 Pengolahan data penelitian 21 Mei 2014 9 Seminar hasil penelitian 26 Juni 2014 10 Perbaikan Seminar hasil 3 Juli 2014 11 Ujian Munaqasah 23 Juli 2014

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :