Gambar – 26 : Konsep Massa Bangunan
BAB 6
KONSEP PERENCANAAN
6.1 Konsep Bangunan
6.1.1 Konsep Pola Massa Bangunan
Sesuai dengan posisi site Lapangan dan fungsi dari suatu kegiatan yang berbeda maka pola massa bangunan adalah pola masa ganda. Masa itu sendiri sesuai dengan fungsinya terdiri dari masa yang berbeda elevasi yaitu tower dan podium, tower diperuntukan fungsi untuk Apartemen yang berjumlah dua tower sedangkan podium diperuntukan fungsi untuk pusat perbelanjaan dan servis. Dari segi analisa site bentukkan tower dan podium dibuat semaksimal mungkin dibuat persegi panjang, untuk mendapatkan ruangan yang maksimal serta sirkulasi yang baik dan untuk mendapatkan cahaya alami yang maksimal juga yang paling utama menghindari radiasi matahari yang berlebihan dan mengarahkan angin untuk bergerak searah dengan bangunan.
6.1.2 Konsep Sirkulasi Bangunan
Yaitu dengan pemanfaatan sirkulasi horizontal yang khususnya digunakan pada area pusat perbelanjaan, dimana dengan sirkulasi horizontal pelaku
Massa bangunan berupa tower
Gambar – 27 : Zona Vertikal
kegiatan dapat memperoleh view langsung waktu dilihat, dan pemanfatan sirkulasi vertikal biasa dipergunakan oleh penghuni Apartemen, dimana sirkulasi vertikal menghubungkan perlantai – sampai lantai tertinggi
Sirkulasi dalam tapak didasarkan atas pertimbangan kemudahan dan kenyamanan bagi pengunjung, sirkulasi yang jelas dan terarah sehingga pengunjung tidak kehilangan arah, perbedaan sirkulasi yang jelas bagi pengunjung dan service, pemisahan yang jelas antara sirkulasi pedestrian, kendaraan dan service. Ada pun perincinnya sebagai berikut :
i. Sirkulasi ( kendaraan pribadi ) publik menuju pusat perbelanjaan.
ii. Sirkulasi penghuni menuju ke apartemen. iii. Sirkulasi pengiriman barang ( mobil service ). iv. Sirkulasi maintenance.
6.1.3 Zona Vertikal Apartemen
pemanfatan sirkulasi vertikal biasa dipergunakan oleh pengguna Apartemen, dimana sirkulasi vertikal menghubungkan dari basemen atau parkir ke tempat hunian atau dari lantai ke lantai lain.
6.1.4 Sistem Struktur
Berdasarkan hasi analisis maka sistem struktur yang dipilih adalah : 1. Struktur bawah :
Pada lantai basement menggunakan sistem pondasi box atau raft pondation, untuk bagian bangunan apartemen terdiri dari core inti sebagai fasilitas utilitas utama bangunan serta sebagai struktur dari bangunan itu sendiri. Penyaluran beban dari kolom struktur disalurkan menuju pilecap kemudian diterima oleh titik tiang pancang.
2. Struktur bangunan :
Struktur rangka menggunakan sistem plate and slab atau plat dan balok dari beton bertulang, serta didukung oleh dinding yang berfungsi sebagai struktur yaitu shear wall.
3. Struktur atas :
Penggunaan rangka atap menggunakan atap pelat beton dengan finishing penanaman taman rumput guna ikut berperan serta dalam mengkondisikan udara yang penuh dengan polusi kendaraan.
6.1.5 Sistem Utilitas
Dalam bangunan sangatlah diperlukan sistem utilitas yaitu pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal guna dapat melakukan aktivitas kegiatan yang sedang berlangsung dalam bangunan itu sendiri. Adapun penjelasan dari pekerjaan mekanikal elektrikal sebagai berikut :
Pencahayaan :
1. Pencahayaan alami dengan memberi bukaan di setiap unit hunian dan disepanjang koridoor sehingga pada siang hari dengan optimal pencahayaan bisa menerangi tiap lantai. Dan untuk area pusat perbelanjaan dengan menggunkan sky light glass tempered 20mm 2. Untuk cahaya buatan hanya digunakan pada ruang – ruang hunian
serta setiap retail – retail dengan menggunakan armature lampu downlight 13watt, RMO TL balok 1 x 36 watt.
Pengudaraan :
Sistem pengkondisian udara dengan sistem atrium pada hall di area pusat perbelanjaan serta jendela, grill – grill di ruang pompa, mesin genset, ruang panel – panel utama.
Pengudaraan buatan dengan menggunakan AC VRV ( variabel reducing valve ) untuk ruang hunian dan pusat perbelanjaan, serta ruang lobby mal dan apartemen.
Pencegahan Kebakaran :
Salah satu sistem yang hendak diterapkan pada proyek mix use ini dengan menggunakan sistem :
Aktif :
Dengan sistem instalasi fire alarm yang terkoneksi dengan fire sprinkler dengan menggunakan sistem resistant, bilamana terdapat perbedaan suhu temperatur diruangan maka secara otomatis Head Detector akan memberikan sensor kepada alarm bell yang berada di box hydrant. Dan untuk asap akan terdeteksi oleh Smoke detector. Dengan otomatis head sprinkler akan pecah dan memancarkan air ke segala arah yang terletak dibawah plafond
Pasif :
Dengan menggunakan fire extinguisher portable kelas A,B,C. serta tangga darurat kebakaran.
Plumbing :
1. Sistem plumbing meliputi :
2. Instalasi air bersih : sistem Down Feet
3. Instalasi air kotor : diterima oleh septiktank lalu diolah ke STP
4. Instalasi air kebakaran : dari ground wáter tank
Keamanan :
Keamanan pembangunan dengan menggunakan instalasi CCTV, sistem alarm, security, pintu otomatis sistem sensor.
Telekomunikasi :
Gambar – 28a : Konsep Pencapaian Tapak
1. Telepon : menggunakan MDF yang disuplai dari pihak telkom lalu ditransfer ke IDF tiap lantai lalu dipecah ke setiap line – line outlet telp.
2. Intercom : untuk hubungan langsung antar ruang dan zone yang berbeda.
3. Back ground : untuk area pusat perbelanjaan yang disuplai oleh sistem conference yang disuplai oleh satu unit perangkat sound system.
4. Car call : yang berfungsi untuk memberikan informasi untuk sopir melalui stand mix yang di suplai oleh sound system.
Penangkal Petir :
Sistem pentanahan sangatlah penting untuk menjaga dari arus kuat petir, untuk bangunan ini menggunakan sistem penangkal petir farraday karena dengan radius yang cukup luas posisi letak penangkal petir diletakkan di area tower apartemen.
Pembuangan sampah :
Pembuangan sampah secara manual, yang ditampung pada rumah bak sampah yang berada dibasement. Untuk area pusat perbelanjaan dan hunian sampah organik dan non organik menjadi satu.
6.2 Konsep Tapak
A. Konsep Pencapaian Tapak Entrance kendaraan
pribadi dapat melalui jl.Exit Toll
Entrance pejalan kaki
Entrance kendaraan servis dapat melalui jl.Pemukiman Entrance kendaraan pribadi dapat melalui jl.pemukiman Entrance pejalan kaki Jalur keluar kendaraan Entrance pejalan kaki Jalur keluar kendaraan
Jalur pencapaian kedalam tapak dibedakan kedalam tiga bagian, yaitu:
1. Jalur Pejalan Kaki.
a. Untuk memberikan kenyamanan pencapaian bagi pejalan kaki diusahakan dengan pencapaian kendaraan.
b. Kenyamanan pejalan kaki dibuat dengan peneduh yang didesain dengan unsur penghijauan.
c. Pencapaian untuk pejalan kaki ditempat kan pada area yang kepadatan pejalan kakinya tinggi.
d. Dipasang rambu-rambu oleh pengelola gedung untuk mempermudah / menertibkan pejalan kaki agar mematuhi aturan dalam area bangunan, supaya dapat membedakan area yang boleh dipergunakan / tidak sebab ada kecenderungan pejalan kaki untuk mengambil jalan pintas , sehingga dapat merusak area hijau.
2. Jalur Pencapaian Kendaraan Pribadi
a. Jalur pencapaian kendaraan dibuat searah untuk menjaga kelancaran sirkulasi didalam tapak dan disesuaikan dengan sirkulasi yang ada disekitar tapak.
b. Pintu masuk dan pintu keluar kendaraan dibuat terpisah disesuaikan dengan arah sirkulasi didalam tapak.
c. Dipasang rambu-rambu oleh pengelola gedung dengan maksud mempermudah / menertibkan kendaraan parkir / keluar, sehingga dapat membuat suasana lingkungan nyaman karena terhindar dari kemacetan dan suara kebisingan kendaraan.
3. Jalur Pencapaian Kendaraan Service
a. Jalur kendaraan service diusahakan terpisah dengan sirkulasi kendaraan pribadi.
b. Jalur kendaraan service diusahakan untuk menghindari entrance bangunan dan sirkulasinya melalui bagian belakang bangunan atau langsung masuk kedalam basement bangunan.
c. Dipasang rambu-rambu oleh pengelola gedung dengan maksud mempermudah / menertibkan kendaraan parkir / keluar, sehingga dapat membuat suasana lingkungan nyaman karena terhindar dari kemacetan dan suara kebisingan kendaraan
Gambar – 28c : Sisi timur dan barat mendapatkan perlindungan sinar matahari
Gambar – 28b : Analisa Terhadap Matahari
Gambar – 28d : Penerapan Sunshide & Penghijauan (T.R Hamzah & Yeang,ecology of the sky) B. Konsep Terhadap Matahari
1. Orientasi bangunan tetap dapat mengarah ke timur , barat dengan memiringkan atau melengkungkan permukaan dinding, supaya radiasi matahari tidak terserap sepenuhnya ( terpencar ). Penggunaan material yang dapat merefleksikan panas sangat dibutuhkan,pada sisi barat atau timur ditempatkan core untuk mengurangi panas matahari.
2. Penggunaan Sun shading untuk fasade bangunan yang menghadap lintasan matahari yaitu timur dan barat sangat membantu, adapun bentukan sun shading tersebut di buat pola-pola yang tetap memberikan kesan estetika yang menarik.
Area yang mendapat radiasi paling tinggi Sisi Timur dan Barat
Sinar Matahari yang berkisar antara Sebelum pk.09.00 Sesudah pk.17.00
Radiasi terbesar pada bulan Juli sebesar 88% Radiasi terkecil pada bulan Januari sebesar 36%
(Pusat Meterologi dan Geofisika Jakarta )
Gambar – 28g : Konsep Vegetasi
Gambar – 28f : Penerapan Sunshide & Kanopy (T.R Hamzah & Yeang,ecology of the sky) Gambar – 28e : Penerapan Kanopy & Sunshide vertikal (T.R Hamzah & Yeang,ecology of the sky)
3. Selain Penghalang atau sunshading secara horizontal ada juga penghalang atau sunshading arah vertical sama fungsinya juga untuk mengurangi sinar matahari yang berlebihan dengan arah bangunan barat dan timur
4. pemberian Kanopy (kantilever)pada bukaan atau jendela untuk menghalangi sinar berlebihan atau panas dari radiasi matahari yang masuk ke dalam ruangan yang bisa menaikan suhu ruangan.
5. Pemberian tanaman pada pasade untuk sinar matahari langsung supaya dapat diserap.
Gambar – 28i : Orientasi dan View
Gambar – 28h : Analisa Tearhadap Angin
C. Konsep Terhadap Angin
Massa bangunan berbentuk persegi panjang dengan pertimbangan mengurangi beban angin serta mengarahkan angin untuk bergerak mengelilingi bangunan,pemberian celah lubang pada bangunan supaya angin bisa mengalir melewati bangunan.
D. Konsep Orientasi dan View
Bangunan diorientasikan mengarah ke jalan Toll lingkar luar Jakarta. Terdapat beberapa potensi tapak yang dapat dijadikan orientasi view yaitu fasade bangunan yang menarik dengan perbedaan masa antara tower dan podium serta pengolahan fasade bangunan yang mengarah kearea utara -selatan dan barat sehingga menarik pengunjung yang melewati gedung ini untuk memasuki area ini.
Jl. Toll Outing RingRoad
Jl..pemukiman dan arah kepusat perkotaan Lahan kosong ORIENTASI UTAMA ORIENTASI KEDUA
Gambar – 28k : penghijauan untuk mengurangi kebisingan Gambar – 28j : Kebisingan
E. Konsep Kebisingan
Pada konsep kebisingan elemen tanaman seperti pohon dengan dedaunan yang cukup rapat sebagai penghijauan juga bisa mengurangi tingkat kebisingan
Dari segi fungsi bangunan yang terdiri dari area Apartemen dan pusat perbelanjaan maka perletakan zoning tersebut dibedakan untuk area hunian apartemen diletakkan pada area tingkat kebisingan tenang, sedangkan untuk area pusat perbelanjaan pada area tingkat kebisingan sedang.
F. Konsep Tata Ruang Luar
Ruang luar suatu bangunan perlu ditata secara baik, untuk mendukung fungsi bangunan dan penampilan bangunan. Ruang luar direncanakan kedalam dua bagian, yaitu :
1. Ruang Luar Aktif
Daerah Tenang Apartemen Daerah Bising Daerah Kurang Tenang Perbelanjaan
Gambar –28m : Ruang Luar Pasif Gambar – 28l : Ruang Luar Aktif
Ruang luar yang digunakan sebagai sarana penunjang aktifitas: misalnya pedestrian, tempat duduk, sirkulasi kendaraan dan sirkulasi servis.
2. Ruang Luar Pasif
Ruang luar yang tidak digunakan sebagai sarana penunjang aktifitas, misalnya: penghijauan sebagai bufer kebisingan, ruang hijau terbuka sebagai serapan air hujan.
6.2 Konsep Penzoningan
Pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam mengatur penzoningan didalam tapak adalah :
- Hubungan antar kegiatan didalam tapak. - Situasi dan kondisi tapak.
- Pencapaian dan sirkulasi pejalan kaki atau kendaraan di dalam tapak. - Penataan ruang luar yang ingin dicapai.
-
Gambar – 29b : Penzoningan Vertikal Gambar – 29a : Penzoningan Horizontal
Berdasarkan dari analisa-analisa yang telah diuraikan maka bangunan dibagi kedalam beberapa zoning horizontal dan vertikal.
Berikut definisi dari tiap-tiap zona kegiatan:
- Zona Publik, merupakan fasilitas komersial umum pada pusat perbelanjaan dan Apartemen.
- Zona Privat, merupakan bagian dari Apartemen dan bagian perawatan gedung.
- Zona Semi Publik, merupakan fasilitas yang dapat digunakan bersama-sama seperti lobby,mushola dan kantin pegawai.
- Zona Servis, merupakan bagian dari perawatan gedung, seperti ruang teknik, r.perlengkapan,r.utilitas dan fasilitas parkir. Untuk zona servis terbagi menjadi 3 zona yaitu:
- Zona pedagang, yaitu untuk bongkar muat barang dan parkir kendaraan suplier.
- Zona pengunjung, untuk kendaraan pribadi dan umum.
- Zona pengelola untuk parkir kendaraan pemilik dan karyawan gedung. Keteranagan : Publik – PU Semi Privat – SP Parkir / Taman – PK Servis – S Privat - P
Gambar – 30a : Penerapan Sunshide & Penghijauan (T.R Hamzah & Yeang,ecology of the sky) 6.4 KONSEP BIOCLIMATIC PADA BANGUNAN
1. Elemen Tanaman
- Elemen tanaman seperti pohon dengan daun yang cukup rapat dan lebar selain sebagai penghijauan juga sebagai bufer kebisingan
- Elemen tanaman dengan daun kecil dan tidak rapat tampilan bangunan tetap dapat terlihat. Untuk terciptanya area taman ini maka dibuat aturan-aturan bagi pengunjung untuk tidak merusak area taman ini dengan dibuat rambu-rambu.
2. Vegetasi / Penghijauan
Teras bangunan dilengkapi dengan penghijauan sebagai bufer kebisingan , mengurangi radiasi matahari dan menyejukan udara sekitarnya. Selain itu untuk menunjang terciptanya suasana / udara yang nyaman untuk pengunjung maka dibuat area – area yang diperuntukan untuk area merokok khusus bagi para perokok. Untuk pada area tower penempatan vegetasi ini diletakkan pada area sun shading.
3. Sky courts
Untuk menghambat angin yang berasal dari jalan Toll dibuat sky courts sehingga hembusan udara yang kencang menjadi lebih kecil / nyaman dan segar dan juga sebagai buffer kebisingan dan area ini tidak diperuntukan untuk sirkulasi orang / dipakai orang bersantai karena dapat merusak area skycourt.
Gambar – 30b : skycourt
SKYCOURT
U
PENEMPATAN CORE DI SISI BARAT DAN TIMUR
ORIENTASI BANGUNAN KE TIMUR DAN BARAT
Gambar – 30c : Orientasi Bangunan
4. Orientasi bangunan
Orientasi bangunan tetap dapat mengarah ke timur , barat dengan memiringkan permukaan dinding, supaya radiasi matahari tidak terserap sepenuhnya ( terpencar ). Penggunaan material yang dapat merefleksikan panas sangat dibutuhkan,pada sisi barat atau timur ditempatkan core untuk mengurangi panas matahari.
5. Perletakan Core
Core disini diletakkan pada sisi utara-barat untuk menghalangi atau menangkal radiasi matahari yang masuk ke dalam bangunan.
KANOPY
SUN SHADING HORIZONTAL
SUN SHADING VERTIKAL
Gambar – 30e : Kanopy
Gambar – 30f : Sunshading
6. Kanopy/ Kantilever
pemberian Kanopy (kantilever)pada bukaan atau jendela untuk menghalangi sinar matahari berlebihan atau panas dari radiasi matahari yang masuk ke dalam ruangan yang bisa menaikan suhu ruangan.
7. Sun Shading
Untuk mengatasi fasade bangunan yang viewnya jatuh pada lintasan matahari, yaitu pada area timur dan barat, maka pada area fasade tersebut dibuat fasade yang mempergunakan sistem sun shading dengan maksud untuk menghindari / mengurangi masuknya panas matahari langsung ke area dalam bangunan terutama pada masa bangunan yang elevasinya tinggi / tower.
Perletakan sun shading itu sendiri disesuaikan dengan estetika dari bangunan itu sendiri.