EKONOMI TEKNIK
KHAMALUDIN, S.T, M.T Pertemuan 1
PENDAHULUAN
The Accreditation Board of Engineering and Technolody
menyatakan bahwa
engineering
(teknik)
“adalah profesi
dimana
pengetahuaan
tentang
matematika
dan
ilmu
pengetahuan
alam
yang
diperoleh
dengan
studi,
pengalaman, dan praktek dipergunakan dengan bijaksana
dalam mengembangkan cara-cara untuk memanfaatkan
secara ekonomis bahan-bahan dan kekuatan alam untuk
kemanfaatan manusia.”
PENDAHULUAN
Ekonomi Teknik (Engineering Economy)
adalah disiplin
ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam
teknik; yang terdiri dari evaluasi sistematis dari biayabiaya
dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik.
Prinsip-prinsip
ini
dimanfaatkan
untuk
menganalisis
penggunaan-penggunaan
alternative
terhadap
sumber
daya uang, khususnya yang berhubungan dengan
aset-aset fisik dan operasi
PENDAHULUAN
Para engineer dapat langsung meluaskan kemampuan
bawaan mereka dibidang analisis untuk menjadi cakap
menganalisis aspek ekonomis aplikasi ilmu teknik. Lebih
jauh lagi para enggineer yang menginginkan posisi kreatif
dalam ilmu teknik akan menganggap bahwa kecakapan
menganalisis ekonomi sangat membantu. Para praktisi
manajerial
yang
berlatar
belakang
engineer
akan
menemukan
bahwa
kecakapan
menganalisis
aspek
ekonomi tersebut merupakan keharusan.
PENDAHULUAN
Beberapa contoh situasi yang didalamnya ekonomi teknik
memegang peranan penting di antaranya:
1. Memilih rancangan terbaik untuk tungku gas efisiensi
tinggi.
2. Memilih robot yang paling cocok untuk operasi
pengelasan peralatan otomotif.
3. Membuat rekomendasi apakah harus dibeli atau disewa
untuk pesawat terbang yang dioperasikan.
4. Mempertimbangkan pilihan untuk botol-botol minuman
yang amat diminati apakah botol minuman pakai ulang
atau sekali pakai.
PENDAHULUAN
Dari gambaran-gambaran ini jelas bahwa ekonomi teknik
mencakup pertimbangan-pertimbangan teknis yang nyata.
Jadi ekonomi teknik melibatkan analisis-analisis teknis,
yang menitikberatkan pada aspek-aspek ekonomi dan
bertujuan membantu membuat keputusan.
PRINSIP-PRINSIP EKONOMI TEKNIK
Prinsip 1: Membuat alternatif-alternative
Prinsip 2: Fokus pada perbedaan-perbedaan
Prinsip 3: Gunakan sudut pandang yang konsisten Prinsip 4: Gunakan satuan pengukuran yang umum Prinsip 5: Pertimbangkan semua kriteria yang relevan Prinsip 6: Bentuk ketidakpastian menjadi eksplisit
EKONOMI TEKNIK & PROSES RANCANGAN
Suatu studi ekonomi teknik dilakukan dengan menggunakan suatu prosedur terstruktur dan teknik-teknik pemodelan secara matematis. Hasil analisis ekonominya kemudian digunakan dalam pengambilan keputusan yang melibatkan dua alternatif atau lebih dan biasanya termasuk pengetahuan analisis engineering. Suatu prosedur analisis ekonomi yang baik menggabungkan prosedur 7 prinsip dasar ekonomi teknik.
Prosedur tujuh langkah ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan di dalam proses perancangan teknik, seperti terlihat pada tabel. Dalam hal ini kegiatan proses perancangan menyumbang informasi untuk langkah-langkah terkait dalam prosedur analisis ekonomi.
CONTOH 1.1
Tim manajemen suatu perusahaan kecil mebel ditekan untuk meningkatkan kemampulabaannya dalam rangka mendapatkan sejumlah pinjaman bank yang sangat diperlukan untuk membeli sebuah mesin pemotong pola yang modern. Salah satu solusi yang diusulkan adalah menjual serpihan dan tatal kayu ke perusahaan
pembuatan arang setempat daripada memanfaatkannya untuk bahan pemanas ruangan.
a) Rumuskan masalah perusahaan. Berikutnya rumuskan kembali masalah itu dalam berbagai cara yang kreatif.
b) Kembangkan paling sedikit satu alternatif potensial untuk masalahyang dirumuskan kembali dalam bagian a) tersebut. (dalam hal ini anda tidak perlu memikirkan kelayakan).
PENYELESAIAN 1.1
a) Masalah perusahaan terlihat sebagai tidak mencukupinya
pendapatan untuk menutupi biaya. Beberapa perumusan ulang dapat diusulkan, umpamanya:
1. Masalahnya adalah untuk meningkatkan pendapatan sambil mengurangi biaya.
2. Masalahnya adalah untuk mempertahankan pendapatan sambil mengurangi biaya.
3. Masalahnya adalah suatu sistem akuntansi yang menyajikan informasi biaya yang terdistorsi.
4. Masalahnya adalah bahwa mesin baru tidak benar-benar diperlukan (yang berarti pinjaman dari bank tidak diperlukan).
PENYELESAIAN 1.1
b) Berdasarkan pada reformulasi 1, sebuah alternatif adalah menjual serpihan puingpuing kayu sepanjang tambahan pendapatannya lebih besar daripada pengeluaran tambahan yang mungkin diperlukan
untuk memanaskan ruangan. Alternatif lain adalah tidak meneruskan pembuatan mebel khusus dan memusatkan perhatian yang volume permintaannya tinggi. Masih ada alternatif lain yaitu menyatukan
pembeliaan, akuntansi, engineering, dan layanan bantuan kerjasama dengan perusahaan kecil lain yang bidangnya sama.
CONTOH 1.2
Berita buruk, anda baru saja mengalami kerusakan mobil. Untuk kendaraan itu pembeli kendaraan bekas menawar seharga $2000,-Karena kendaraan tersebut diasuransikan, perusahaan asuransi memperkirakan biaya perbaikan kendaraan tersebut sebesar $2000,-. Perusahaan asuransi hanya membayar $1000,- karena biaya resiko yang ditanggung sendiri sebesar $1000,-. Pembacaan Odometer adalah 58000 mil. Oleh karena itu anda memerlukan kendaraan pengganti segera. Apa yang harus anda lakukan?
PENYELESAIAN 1.2
a) Prinsip-1 . Kembangkan alternatif-alternatif.
1. Jual mobil rusak sebesar $2000,- kepada pembeli kendaraan bekas dan manfaatkan uang itu dijumlahkan dengan uang asuransi $1000,- ditambah lagi uang tabungan $7000,-. Jumlah itu semua dapat dibelikan mobil yang lebih baru yang catatan jarak tempuhnya masih 28000 mil.
2. Manfaatkan uang asuransi $1000,- dan tambahkan dari tabungan sebesar $1000,- untuk memperbaiki mobil. Jadi jumlah total uang yang dikeluarkan $1000,- dengan kondisi mobil catatan jarak
3. Manfaatkan uang asuransi ditambah tabungan $1000,-untuk memperbaiki mobil, kemudian mobil tersebut dapat dijual $4500,-. Kemudian belanjakan $4500 ditambah tabungan $5500,-untuk membeli mobil lebih baru. Jadi jumlah total yang dikeluarkan dari tabungan $6500 dan mobil dengan kondisi catatan jarak
tempuhnya 28000 mil.
4. Perbaiki mobil pada seorang mekanik yang kurang ahli, yang akan memperbaikinya dengan biaya $1100,- ($1000 dari uang asuransi ditambah tabungan anda $100), tetapi akan memerlukan waktu tambahan perbaikan, dan kita perlu sewa mobil $400 per bulan
(dibayar dari tabungan), Jumlah total yang dibayarkan dari tabungan sebesar $500, dan mobil mempunyai catatan jarak tempuh 58000 mil.
5. Sama seperti 4, tetapi kemudian jual mobil itu dengan harga $4500 dan gunakan uang itu ditambah tabungan $5500 untuk membeli mobil yang lebih baru. Jadi jumlah biaya yang dikeluarkan dari tabungan $6000, dan mobil itu akan mempunyai catatan jarak tempuh sejauh 28000 mil.
Asumsi-asumsi
Tambahan waktu yang diperlukan untuk memperbaiki mobil itu pada 4 ; 5 tidak akan lebih dari tambahan 1 bulan .
Setiap mobil akan bekerja dalam kondisi normal seperti yang
diinginkan pada kondisi aslinya dan sampai jarak tempuh total yang sama sebelum dijual.
Bunga yang diperoleh dari sisa uang dalam tabungan dapat diabaikan.
b) Prinsip-2. Fokuskan pada perbedaan perbedaan.
1. Alterntif 1 berbeda dari semua yang lain karena mobil itu tidak
diperbaiki tetapi semata-mata untuk dijual. Kondisi ini mengabaikan tambahan keuntungan sebesar $500 dari harga mobil bila ia
diperbaiki dan kemuadian dijual. Juga alternatif ini tidak menyisakan uang sama sekali di Bank.
2. Alternatif 2 berbeda dengan alternatif 1 karena melibatkan
perbaikan kendaraan. Alternatif 2 berbeda degan alternatif 4 dan 5 karena menggunakan fasilitas perbaikan yang lebih mahal ($500) dan yang kurang berisiko. Alternatif ini juga berbeda dari alternatif 3 dan 5 karena mobil ini dipertahankan.
3. Alternatif 3 memberikan tambhan $500 dengan cara memperbaiki mobil itu dan menjualnya untuk kemudian membeli mobil yang sama dengan alternatif 1.
4. Alternati 4 menggunakan gagasan yang sama seperti pada alternative 2, tetapi dengan biaya perbaikan yang lebih murah. Tempat perbaikan itu lebih berisiko dalam mutu produk akhirnya
tetapi hanya memerlukan biaya perbaikan $1100 dan tambahan sewa mobil selama satu bulan sebesar $400,.
5. Alternatif 5 sama seperti alternatif 4 tetapi memberikan tambahan $500 dengan jalan menjual mobil yang telah diperbaiki dan
kemudian membeli sebuah mobil yang lebih baru seperti dalam alternatif 1 dan 3.
c) Prinsip-3. Gunakan sudut pandang yang konsisten
Sudut pandang yang digunakan disini adalah sudut pandang dari pemilik mobil yang rusak itu.
d) Prinsip-4. Gunakan satuan pengukuran yang umum.
Besarnya dollar menyatakan nilai kendaraan itu bagi pemilik. Maka dollar digunakan sebagai nilai konsisten terhadap sesuatu yang diukur. Hal ini mereduksi semua keputusan ke tingkat kuantitatif, yang kelak kemudian dapat ditijau kembali dengan faktor-faktor kualitatif yang mungkin membawa nilai dollarnya sendiri (misalnya seberapa jauh tempat perbaikannya dapat dipercaya).
e) Prinsip-5. Pertimbangkan semua kriteria yang relevan.
1. Alternatif 1 dihapuskan, karena alternatif 3 memberikan hasil akhir yang sama dan juga akan memberikan kepada pemilik mobil tambahan uang tunai $500. Hal ini dapat dijalankan tanpa adanya perubahan resiko terhadap pemilik. Harga mobil = $10000,
tabungan=0.
2. Alternatif 2 merupakan alternatif yang baik untuk dipertimbangkan, karena alternatif ini membelanjakan jumlah uang tunai yang paling sedikit, dengan menyisakan tabungan sebesar $6000. Alternatif 2 memberikan hasil yang sama dengan alternatif 4 tetapi biaya
perbaikannya lebih mahal $500. Dengan demikian, alternatif 2 dihapuskan. Harga mobil = $4000, tabungan = $6000.
3. Alternatf 3 dihapuskan karena alternatif 5 juga memperbaiki mobil itu tetapi dengan biaya yang harus dikeluarkan dari tabungan lebih rendah $500, serta baik alternatif 3 maupun alternatif 5 mempunyai hasil akhir yang sama dari pembeliaan mobil yang lebih baru. Harga mobil = $10000, tabungan = $500.
4. Alternatif 4 menjadi suatu alternatif yang baik, karena menghemat $500 dengan menggunakan fasilitas perbaikan yang lebih murah, dengan syarat bahwa resiko perbaikan di tempat yang lebih murah itu kecil saja. Harga mobil = $4000, tabungan = $6500.
5. Alternatif 5 adalah alternatif yang diterima, karena alternatif ini biaya perbaikan mobilnya lebih rendah $500, tetapi menghapuskan resiko mogok dengan cara menjualnya kepada orang lain dengan hasil tambahan $500. Harga mobil = $10000, tabungan = $1000.
f) Prinsip-6. Jadikan ketidakpastian menjadi eksplisit.
Diantara ketidakpastian-ketidakpastian yang dapat ditemukan dalam masalah ini, berikut ini yang paling relevan dengan keputusan itu. Jika mobil asli itu diperbaiki dan dipertahankan, ada kemungkinan mobil ini akan memiliki frekuensi kerusakan lebih tinggi (berdasar pada pengalaman pribadi). Jika fasilitas menggunakan perbaikan yang lebih murah, peluang kerusakan dimasa depan bahkan lebih besar (berdasar pada pengalaman). Juga mobil yang lebih baru yang dibeli mungkin terlalu mahal, berdasar pada tambahan harga yang dibayarkan (yang paling tidak $6000 / 30000 mil = 20 cent/mil).
Akhirnya mobil yang lebih baru mungkin juga telah pernah mengalami kecelakaan dan dapat memiliki riwayat perbaikan lebih parah
daripada mobil yang kini dimiliki.
g) Prinsip-7. Meninjau kembali keputusan.
Mobil yang lebih baru tadi ternyata baru melewati test drive sejauh 20000 mil dan memang benar-benar bagus. Catatan jarak
tempuhnya hebat, dan tidak ada perbaikan yang diperlukan. Proses sistematis dalam pemecahan masalah ini benar-benar bermanfaat.
AKUNTANSI & STUDI EKONOMI TEKNIK
Studi ekonomi teknik menyediakan informasi mengenai bagaimana memberi dasar kepada keputusan-keputusan di waktu sekarang yang berkaitan dengan pengoperasian suatu organisasi di masa depan.
Setelah keputusan untuk menanamkan modal dalam suatu proyek telah diambil dan uang telah ditanamkan, maka yang memasok dan mengelola modal itu ingin mengetahui hasil keuangannya. Sehingga harus ditentukan prosedur akuntansi sedemikian sehingga keuangan yang berkenaan dengan investasi itu dapat dicatat, disimpulkan, dan unjuk kerja keuangannya dapat ditetapkan. Pada saat yang sama, melalui peggunaan informasi keuangan yang baik, dapat ditentukan kontrol-kontrol yang digunakan untuk membantu mengarahkan operasional menuju sasaran keuangan yang diinginkan.
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan merupakan bagian utama dari keberadaan manusia dalam memecahkan masalah yang dihadapinya setiap hari. Ekonomi teknik adalah salah satu alat analisis pengambilan keputusan kuantitatif yang menitikberatkan pada aspek ekonomi dalam bidang teknik. Proses pengambilan keputusannya tidak hanya sekedar memilih satu dari berbagai alternatif yang ada. Namun untuk melakukan pengambilan keputusan yang rasional, setidaknya harus tercakup langkah-langkah berikut :
1. Mengenali adanya suatu masalah
• Masalah harus dimengerti dengan baik dinyatakan secara eksplisit. • Kadang-kadang tidak disadari adanya masalah.
2. Mendefinisikan Tujuan
• Karena masalah, menyebabkan tidak tercapainya tujuan yg telah ditetapkan.
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
3. Mengumpulkan data-data yang relevan
4. Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang dapat dipilih. • Minimal dua alternatif
• Dua alternatif yang kadang diabaikan :
Alternatif untuk tidak melakukan apa-apa (tetap melakukan seperti saat ini, tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyelesaikan
masalah ini)
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
5. Memilih kriteria untuk menentukan alternatif terbaik Yang paling sedikit menyebabkan kerugian ekologi
• Yang meningkatkan kesejahtraan orang banyak • Menggunakan uang secara efisien
• Meminimumkan pengeluaran • Memaksimalkan laba
• Meminimumkan waktu
• Meminimumkan pengangguran
6. Membangun hubungan antara tujuan, alternatif,data, dan kriteria yang dipilih untuk dijadikan sebuah model.
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
8. Pemilihan alternatif terbaik untuk mencapai tujuan. • Akibat yang ditimbulkan harus dipertimbangkan. • Memilih yang sesuai dengan kriteria.
CONTOH 1.3 MENGUMPULKAN DATA YANG
RELEVAN
Cost acounting sebuah perusahaan besar memperlihatkan biaya rata-rata bulanan dari 3 orang pekerja dept. percetakan sbb:
• Gaji/upah langsung : $6000
• Bahan baku yang dipakai : $7000
• Overhead costs (untuk ruangan 200 m2) : $5000
Untuk menutupi biaya tersebut Dept. percetakan membebankan biaya kepada dept. lainnya dengan perhitungan untuk mencetak 1000 copy sbb:
• Gaji/upah langsung : $7,6
• Bahan baku yang dipakai : $9,8 • Biaya lain-lain : $9,05
Dept-A mengecek di percetakan komersial luar, ditemukan bahwa untuk mencetak 1000 copy biayanya hanya sebesar 22,95. Selanjutnya dept-A memutuskan untuk memesan ke luar meskipun hanya mencetak rat-rata 30.000 copy per bulan. Akhirnya GM-nya meminta anda mengkaji hal tersebut serta merekomendasikan apa yang harus diputuskan GM.
PENYELESAIAN 1.3
Analisis komponen biaya untuk 30.000 copy departemen A:
Bila pesan di Dept.Printing, perhitungan biaya = 30 x $26,45 = $793,5 Bila pesan di luar, perhitungan biaya = 30 x $22,95 = $688,5
Penurunan biaya bila dept. A pesan di luar:
o Upah langsung (asumsi tidak lembur): 30 x $7,6 = $228 o Bahan baku: 30 x $9,8 = $294
o Biaya overhead: penurunan tidak signifikan (=tidak ada penurunan), karena biaya $5.000/bulan adalah biaya untuk ruangan, AC, listrik. Jadi penghematan di dept. Printing = $522 / bulan. Dampak bagi perusahaan secara total adalah: Dept A perlu tambah biaya $688,5/bulan diimbangi penghematan di dept.printing $522/bulan, sama dengan perlu
mengeluarkan biaya tambahan sebesar $166,5/bulan.
Kesimpulan: Dalam menyusun data kadang-kadang data tersebut memuaskan untuk akuntansi biaya, tetapi mungkin tidak reliabel digunakan dalam analisis ekonomi.
CONTOH 1.4 MEMILIH MATERIAL
Suatu campuran beton yang diinginkan diperlukan proporsi pasir sejumlah 31%. Toko bahan bangunan memperdagangkan dua jenis kombinasi bahan campuran; jenis -1 : 25 % pasir, 75% kerikil dengan harga 30.000 rupiah per m3. jenis-2: 40% pasir, 60% kerikil dengan
harga 44.000 rupiah per m3.
Tentukan biaya terendah dari campuran bahan beton tersebut per-m3.,
PENYELESAIAN 1.4
Biaya terendah dari campuran beton diperoleh bila volume jenis-1 maksimum.
Misalkan: untuk campuran yang dikehendaki porsi dari jenis-1 = X ; porsi dari jenis-2 = 1-X. Maka porsi pasir dari masing-masing jenis campuran dapat diformulasikan:
(X) (0,25)+(1-X)(0,4) = 0,31 0,25X + 0,4 – 0,4X = 0,31 (0,25– 0,4)X = 0,31- 0,4 X = 0,6
Jadi kombinasi beton tersebut agar mempunyai proporsi pasir 31% adalah: 60% jenis-1 dan 40% jenis-2.
Sedangkan harga terendah per meter kubik campuran beton dicapai: 60% x Rp30.000,- + 40% x Rp44.000,- =
Rp35.600,-CONTOH 1.5 MEMILIH METODE
Salah satu onderdil mesin diproduksi dengan biaya per unit; untuk bahan baku 4000 rupiah, upah kerja langsung 1500 rupiah. Untuk memenuhi pesanan 3 juta unit telah ditanamkan investasi alat sebesar 5 milyar rupiah. Setelah dipenuhi separuh pesanan ada metode baru yang memberikan efek menekan biaya bahan baku menjadi 3400 rupiah dan upah kerja langsung menjadi 1000 rupiah. Akan tetapi untuk hal ini diperlukan biaya tambahan alat sebesar 1 milyar rupiah. Apabila seluruh biaya alat disusutkan selama masa memproduksi seluruh pesanan, serta biaya lainnya sebesar 250% dari upah langsung. Apakah penggantian metode tersebut menguntungkan?
PENYELESAIAN 1.5
Analisis dilakukan untuk memenuhi sisa pesanan: 1,5 juta unit. Menghitung Total biaya:
Metode eksisting
biaya bahan baku : 1,5 juta x Rp4.000 = Rp 6.000.000.000,-Biaya upah langsung: 1,5 juta x Rp1.500 = Rp 2.250.000.000,-biaya lain-lain: 2,5 x Rp 2.250.000.000,- = Rp 5.625.000.000,-Total biaya :
Rp13.875.000.000,-Metode baru
biaya bahan baku : 1,5 juta x Rp3.400 = Rp 5.100.000.000,-Biaya upah langsung: 1,5 juta x Rp1.000 = Rp 1.500.000.000,-biaya lain-lain: 2,5 x Rp 1.500.000.000,- = Rp 3.725.000.000,-Total biaya :
CONTOH 1.6 MEMILIH DESIGN
Dalam mendesign suatu gudang pendingin diperlukan bahan isolasi dinding yang mampu mentransfer panas 30.000 joules/jam/mpersegi, pada kondisi perbedaan temperatur 30 derajat celcius. Ada dua jenis bahan isolasi dengan spesifikasi sbb:
• bahan rock wool yang mempunyai tingkat conductivity 140 harganya 125 rb rupiah/m3.
• Bahan isolasi foamed dengan tingkat conductivity 110, harga 140 rb rupiah/ m3.
Persamaan konduksi: Q=K(delta T)/L
Dimana Q: heat transfer, K: conductivity, delta T: perbedaan temperatur 2 dinding, L: ketebalan bahan isolasi
PENYELESAIAN 1.6
Ada dua step untuk memecahkan masalah ini:
1. Menghitung ketebalan yang diperlukan dari masing-masing isolasi. 2. Mencari biaya per meter persegi dari isolasi tersebut.
1. Ketebalan isolasi yang diinginkan: Rock wool Q = k(delta T)/L
30.000 = 140.(30)/LR LR = 0,14 m
Foamed Q = k(delta T)/L 30.000 = 110.(30)/LF
LF = 0,11 m
2. Biaya isolasi per m2 dinding = (biaya/m3) x tebal isolasi. Rock wool Rp125.000x 0,14 =
Rp17.500,-Foamed Rp140.000x 0,11 =
Rp15.400,-Jadi biaya untuk isolasi Foamed lebih rendah dibanding isolasi Rock Wool.