• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG PENENTUAN BIAYA PEMELIHARAAN DAN PENYIMPANAN BARANG GADAI (Studi di Pegadaian Syariah Cab. Raden IntanBandar Lampung) - Raden Intan Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG PENENTUAN BIAYA PEMELIHARAAN DAN PENYIMPANAN BARANG GADAI (Studi di Pegadaian Syariah Cab. Raden IntanBandar Lampung) - Raden Intan Repository"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan prinsip gadai syariah ( rahn ) pada pegadaian syariah di Lhokseumawe berjalan di atas dua akad transaksi Syariah yaitu; Akad Rahn dengan akad ini Pegadaian menahan

2 Tahun 2008 tetang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah serta untuk mendapatkan kepastian mengenai akibat hukum dari Penghitungan Biaya Sewa Penyimpanan (ijarah) dalam

Penyelesaian hukum jika rahin (nasabah) melakukan wanprestasi yang dilakukan oleh Pegadaian Syariah Cabang Raden Intan yaitu dengan 3 tahapan penyelesaian yaitu peringatan

Pihak rahin dan murtahin boleh memanfaatkan barang gadai sebagai pengganti atas biaya pemeliharaan, perawaran dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjaga

Pegadaian KC Syariah Radin Intan Lampung menyediakan beberapa produk diantaranya, Gadai Syariah ( Ar-rahn ), Gadai Emas dan Arrum ( Ar-rahn untuk usaha mikro kecil) dan

Dalam Rahn emas penentuan biaya dan pendapatan sewa (ijarah) atau penyimpanan dapat dilakukan berdasarkan akad pendamping dari gadai syariah yaitu akad ijarah (PSAK 107)

Penulis mengikuti program S-1 pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Program studi Hukum Ekonomi Syariah dan mengambil judul skripsi ANALISIS PELAKSANAAN PELELANGAN

Apabila utang (marhun bih) telah jatuh tempo, maka penggadai (murtahin) memperingatkan pemberi gadai (rahin), untuk segera melunasi utang (marhun bih), jika tidak