Af-faiz0
ryyofr
Jurnal
Pendidikan
AgamaIslam
DEWAI{REDAKSI
'
PengarahDekan Fakultas Tarbiyah
IAIN
Raden Intan Lampung Prof. Dr.Hi.
Syaiful Anwar,M.
PdPenanggung
Jawab
PD
I
Fakultas TarbiyahIAIN Raden
Intan Lampung Drs.Hi.
Alinis Ilyas,
M.
Ag
Pemimpin
Redaksi Dra. Istihana, M.PdRedaktur
Pelaksanaan SaifulBatri,
M.
Pd. IAnggota
RedaksiA. Fatoni,
M.
Pd. ISauri, S.I.Kom Sunarto,
M.
Pd.I
Tim
Ahli
Dr.
SyamsuriAli,
M.
Ag
Dr. Deden Makbullah,M.Ag
Tata
Usaha /Publikasi
Drs. Abdurrahman Simpi Drs. Ahmad Syukri,
MM
Alamat Redaksi
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung Jl. Letkol H. EndroSuratmin Sukarame Bandar Lampung
Telp. 0721-7808887
/
Fax. 0721-780442 ttr)AGfafuEryyofr
Jurnal
Pendidikan
AgamaIslam
VOL.
6, Oktober 2013DAF"IAR
ISI
Urgensi Pendidika Islam dalam Transformasi dan Proteksi
Nilai-Nilai
Hak Asasi Manusia.M.
AKMANSYAH
1-16
Konsep Manajemen Pendidikan Islam.
ISTIHANA
17-43
Trend Media Pembelajaran Microteaching di Perguruan Tinggi.
AGUS JATMIKO 44
63Konsep Pendidikan
Akal
PerspektifAl-Qur'an.
JUHAETI
YUSUF
64-76
Strategi Pembelajaran Bercerita Pada Pendidikan Anak Usia Dini.
OKI
DERMAWAN
77-104
Strategi Pengembangan Pendidikan Karakter.
A,
FATONI
IO5-127
Implernentasi Islam
Multdisipliner
dalam KehidupanSUNARTO 128-155
Teori Tentang Profesionalisme Dosen Bahasa Arab dalam Mengembangkan Pembelajaran Intematif.
URGENSI
PENDIDIKAN AGAMA DALAM
TRANSFORMASI
DAN
PROTEKSINILAI-NILAI HAK
ASASI
MANUSIA
M.AKMANSYAH
Fakultas Tarbiyah
IAIN
Radel
lrtan
Lan]pullgAbstract
Religius
cducatrontoday
is a
coDtplextask, whlch
is
lnadc
rnoredifficult by
rapid
social, cconomic! xndcultulal
changesIts spccilic
nission
lemailrs thc irltegrallbnnation
of
the hutrrarr person Children andyoulg people
must be
guarantccdthe possibility
of
developing
hannoliously
thcil
own physical, mora1,intcllcclual
and spiritualgilis, and
thcy otust also be hclpcd rodevelop
thcir
senseof responsibility,
leam
the cofiect usc of lieedorn,
andpafticipate
activcly
i[
social
lifc Religious
educationhas
ahvaysplayed
a rnajor roleirl
educatioD, bothlbrmal
andufonn.rl.
Thc Religious education hasalso shared acknowledgmcllt
of
and comrnirmentto
thevalue
auddiglity
of
every hurnan 11fe The religious cducation valuing of l.rumanlife and
digoity
is apowcrful lbundation
fbr
modern
lcgal
lnstruments
and
processesfor
thcplomotion
and protectionof human
rights.
Couplilg
the educahonalrole
and capacitiesof
rcliglous
educatioD to human.ligllity. bumal
righrs educahon hasgradually colnc
to
assurnea
tnorc
prominent place
in the
\\ork
of
faith
communlties and rclatcd organizarionsRe!\rord.
Education Religious,hto an
rigllis
A. Pendahuluan
Pendidika
,
seb[gaimana Pasal3 UU
Nomor 20
tahun 2003
rcnrangSistem Pcndidtkan Nasional, rncrupakarl proses untuk mengembangkan potensi peserta
dtdik agar
rnenjadi manusia yaug bcrirnatr danbellakwa
kepada TuhanYaog Maha
Esa, bcrakhlakrnulia,
schat,berilmu,
cakap,keatil.
urandiri, clan
rncnjadi warga ncgara
ya11gdemokratis
sefla
bertanggung
Jawub
Gunanrcncapai tujuantcrscbut,diperlukall kondist bela.lar yallg kondusrf dan
jauh
dari kekerasan Narnun dewasaini
kita
seringdikcjutkal
deugan berbagai n.]acamkasus
mengenai
keker:asanyang
teljadi
dalarn dunia
penclidikan
(sc/rr:olBudaya kckcrasan yang marak belakangal
ini dan
sebagian mclibatkan sentimer keaganaan, merupakaD pcrluasan kckcrasan sistematis atas anak-an[kdi ruang-ruang
kelas. Mereka hampir
tak mcmilikr
ruang
ekspresi
cliri Kegagalallpeldidikan
sccaraumum dalam
mencerdaskal kehidupan bangsa,juga
seling ditunjuk
sebagai penycbab tcr.ladinya kckcrasancli
rnasyamkalSekolah
dituding
sellatas hanya inemperkcnalkan niJai-nilai yang bersilat
kognitif. iiupun
pada
taraf
rnenghafal.
Tidak
ada
proses
dan trdak
adarntenulisasi
nilai
padadiri
siswa.N{asyarakal yang
plural
mernbutuhkan ikatan keadaban(the
boundoi
.n,i1itt,). ],aknr
pcrgaulan
antarasatu
samalain
yang cliikat
dengan
suatu kcadaban(.llilrlir)
Ikatan ini
pacla dasarnya dapat dibangundari rilai-nilal
univcrsal alaran agarna
Karena itu, bagaimara
guru
agarna
lnarlpu
mcmbclajarkan
pcnclidikal
agalneyang
clifungsikal
sebagaipandua[ moral
dalallr kehiclupal
rnasyu-aknt yang serbaplural
tersebut, dan bagaimana guru agalnamalnpu rnengangkat dimensi-dimensi konseptual
dan
substansial dan .rjarall agama. sepefii kejujuran, kexdilan, kebersamaa\ kesadaran akan h0k dankcrvaliban, ketulusan
dalaln
berarnal,
rnusyarvarahclan
sebagainya, untukl
B. Pcmbahasan
1.
l'ungsi Stratcgis Pcndidikan
Pcndrdikan
mempuryai fungsi
yang sangat penting dalarn keseluruhan aspck kchidupan nranusla. Pendidikan mcrupakan saiah satu agen pcrubahansosirl;
di
satu
sisi
ia drpanclaig
sebagaisuatu
valiabel
modernisasi
atau pcmbangunan.'fanpa pendidikan yang
nemadai,
akansulit bagi
masyarakat rnatapun Lrltuk rnencapai kcrnajuan I Namuudi
sisi lain,pcodtdikai
merupakan humanittet'tnent,z
secara historis rnaupunfilosofis,
il
telahikut
lncuarn;i
din'rmerjadi
landasan moral dan etik dalatn proscs fcrnbelttukkalijati dili
bangsa.]Mcnulxt
Cordero,
dkk,
fungsi
pcndrdikan
bagi
rnasyarakat adalahsebagai
berikut:
Pcrtat
a,
lneilaga
kebudayaan
suatu
lnasyarakat
dallcmindahlarya kepada
generasi
berikutnya
Sekolah.khususnyauniversitas'adalah
gedurg
ihnu
pengetahuarl.
Lcmbaga
perl(lidikanmerefleksikan
nilar-rulai
dotninan
suatu masyatakat;1{crlaa. sckolah
adalah agen sosialisasi yangulama
Setelal keluarga dan kelompok pennainan, sckolah adalah rnelanjutkan proscs sosialisasiDi
sekolah ditanarnkarir
lai,
lonna
selta harapan-harapanda
masyuakat tcrhadap
seseora[g
Di
sekolah
scscolangrrenperoleh
kebiasaan, aprcsrast, sefta pautdangan tcrhadapltidup
Di
sekolah sisrva bclalarko[trol
diri;
14qd, sccar-a stngkat, sekolah ada]ah tcmpat di maDaAzrnnardi Azra. PenlJarutn Pe
tlittika lllah,
dalam Marwan Sxridjo. ,4x,,g" ttdkllntP.
lt I ikotl 1sa", o 1s1a,,, (J akarta: Amissco, 1996)h 23r,^ Malik ladjar.llcornlttuli Pen*dil,nn
Isk
(lakana FaiarDunla, 1999)h l5l
'Salah satu buktl otentiknya sebagaimana drnyatakan datam Tujuan pendrdrkanNasrona pada Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendrdikan Naslona, Pasa
3
menyebutkan tuluan pendldikan nasional adaah meneembanskan pot€nsi peserradrdrk agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esi,,
berakhlak mr.r ia, sehat, b€rilmu, cakap, kreatil mandrrl, dan menladi warsa nesara yans
demokratrs serta bertanggung jawab
'Cordero, dkk, sebagarmana yan8 dlkutlp oleh
P
Paul Nganegung, SVD, d.am ThSumartana, dkk, P/urorsme Konllik don Pendidtkon agamo di tndaneio, (Yosyakarrar Pustaka
Pelalar, 2001),
h
260 selanjutnya sekolah juga berf!fssi unruk menumbuhkan kemampuanOlch
sebabitu,
pendidikan men]adi variabel yaDg tidak dapatdiabaikar
dalam
tnnsfomasi
pcngetahuan, nilai-nLlar dan kctcrampilanyang
dilakukansecara sistematis
dan
bcrkcsinambunganDalam
kontcks
inr,
pcndidikanrnemiliki (lua lungsi
utnma,
yaitu fungsi konserwtif
dan
2rogrcrlsFurrgsi
konservatif pendidikan
adclah bag.rimana mewariskandan
lnempcytahankanidentitas
dar
cita-cita suatu inasyarakat Sedangkan fungsi progresifnya adalahbagaimana aktivitas pelldiclikan dapat memberi pcrbckalan dan pcngcmbangan
pcngetahuan,
nilai-ldlai
dan keterampilan sehingga lienerasi penerusmerniliki
kemanpLla[ dan kesiapan dalam menghadapi tantarrgan kchidupan masa dcpan.
Menutut Mansour Fakih. hal-hal tersebut
di
muka adalahmerjadi
faktor-laklor
penyebab mengapa kebudayaandan keynkinan ummet
manusr.L tcrdsmenerus berusaha
uDtuk menjaga
dan
mempertahankan pcnyclcnggaraanpendklikal
secala
turun
menurun.
Pcnyclcnggaraanpendidikan
selaDjutnyamcnjadi kcwajiban
kemanusiaan dtlu sebagai strategi budayadalam
rangkarnemjrcrrahankan
kchidlrpan merekx.Begitu
penringnyaartr
pendiriikan
bagrurnmat rnanusia, rnenyebabkar
banylk peradaban marrusia yang
"nrcwujih*an''
masyarakatiya
untuk
retap menjaga kchcrlantsungan
llendtdlkcn6
Brnysk
tradlsi
dan keyakinan manusiri rnenekankan akan pcntingnyapcndidikan
danrrewajibkan
pengnnutnya
unluk
lncnuniut
rlmu.
Semua
itu
semata-ma!a didasarkan pada keyakinan bahrva eksistensr umnrat manusia akan tcrancamjika
pcndrdikan diabaikan.
'Kairadi
Hasan. P?tulklikan Dnsarllalam
Sisteh Pedidikdn
Nasiaal
rlanInplikdsin)d te tddar Petlidilan
-Irrrz
dalam Ismail SM. Nurul Huda. Abdul Kholiq (ed)(Pcngantar) dalam FamcN
X
Wahono. KapitaliskrcPewlkliltln
Antatu Konpetiy Ain ,(.adi7a,. (Yogyakarta: Pusraka PeLajar 2001),h rv
2.
Pelrdidikan,
Hak
Dasar lvlanusiaPendidikan, pacla akhirnya, sccara tegas ditelapkan sebagai salah satu
hak
asasimatusia,
salah satuhak
dasar yang scharusnyadmiliki
oleh
setiap orang,baik
scbagai warga suatu negara lnaupun warga dunia Pcmcrintah u,ajibttremenuli[ya apapun
kondisi sosia], ckonon'ti danpolitik
regara tersebut-Tidak ada alasanbagi
setiap warga urltuktidak
rncndalatkan hak-hak dasar tersebutPemikiran
inr
bcrlandaskanpada
Deklarasi
Urivcrsal
Hak
Asasi Manusia
(HAM)
l9,1lJ dimana pada pasal26
ayat
I dnyatakan
dcngan tegas, "Setraporang
harus bebasbiaya,
sctidaknya padati[gkat
dasardan
tingkat
rcndahPcndidlkar
dasarharus
bersifat
rvajibPcndidrkan
teknik dan profesi
harusDeklarasi Univer-sal tentang HAM'tcpatDya
pasal
26.mer:upakalkomitmell
umlnat manusia untuk lncnctapkan bahwa pendidikorl merupakan hakdasar
Aftinya,
negara-negara
anggota
Pcrsellkatall
Blllgsa-Ballgsaberkcrvajiban
untuk
mcnyediakanpe[didikan bagi
anak-anak]ncrcka
taDpa rnelnarldallgsuku, wama
kulit, keyakinal
agama rnauputljcnis
kclamtn
dankelas
sosial ckonorninya Konvensi
PBB
tentatlg
hakhak
anak
bahkalrrnenetaPkan
bahrva ncgara peselta
koflvensi
berkewajiban
nrcmbcrikanpcndidrkan secara gratis
bagi
anakhillgga usia
18tahun
Tugrs negaa
dalalnurusa HAM
adalahmeli[dungi.
rnelnpromosikan dan mcnccgah pe]anggalarltcrhadap
hak
asasiwarga
rlegaranya.Dcngandcmikian. walib
belajur
dalamkolteks
hak
as$i
mallusia
adalah
kcwajiban
negara
untuk
menyediakanpendidikn[
b.rgi warga negaranyaSejak saat
itulah
menurut F'akih, peradabanmalusia
tclah
mclalirkan
suatu pahaln bahwa "pendidikal" pada
dasarnya
adalah
hak
asasl manusia Pcrjalanan pcradaban urnmat manusiaakhinya
lnencapai putlcaknya,di
marra manusid meneguhkanbah*a
pendidikan mcrupakan kcbutuhan dasarrratrusia
ulrtuk
melaDggelgkan eksistensi
umlnat
lnanusia
dari
kepunahanItulah
sebabnya nlcngapa sctiap kcgiatanpolitik,
ekonorni Dtrupul1 sosial yiurg?tan Brorvnlie,
A./rr.,o.r
.ntsa
Hu,Mnbcttuiuan
untuk
mellghalangi, ataupun
yang |tkan
menyebabkan
anSgota masyarakattidak
mcndapatkan pcndidikan. dikatagorikan sebagai pelanggaran HAN{,3Menurut Dalnaningtyas, selain merupakan hak yang harus
dimtliki
olchscmua \\rarga! pendidikan harLls
memikul
tanggungjawab yang berat untuk turutscna
mc\.vujudkan pclaksanaanhak-hak
asasi
lainnya. sepefti
hak
hidup,kebebasan mengeluarkan pcirdapat,
bcrpikir,
berserikat, berkarya, memperolehakses
infomlasi
sccara bcnar, dan lail1 seblgainyu'
1".1,..lol",,
hak menrnero]ehpendidikan terdapat kelvajiban yang harus dilaksanakan Tetapi
kelvajiban
itusendiri
hanyarnungkrn
terlaksanabila
pendidikanberlalgsung
secara benar,bukan sebaliknya, pendidikan
itu
scndiri
yang harus cliarahkan agar berfungsrdalam pengernbangan hak asasi manusra secara utuh.
3. Pcngemb.rrlgan
Nilai-Nilai HAM
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusra pasal 26 ayat 2 mengamaratkan,
''Education shall be drrected
to
thelull
developmenrof
thc human pcrsonalityand to the strengthcntrng ofrespecr
lbr
huma[ rights andfundameltal
frccdomsIt shdll
promote
unclcrstanding, toleraDceand l'riendship
amorg
all
natiuls,
recial or religious
groups, and shall t'urthcrthc
achvitiesof
the United NatioDsfor
the maintcnancc
of
peace.Li (Pendiclikan
harus
diarahkan
bagrpcngcmbangan sepenuhnya
keperibadian manusia
dnll
bagi
penguatanpenghargaan
tcrhadap
hak
asasi
rnrnusia
serta
kcbcbasan-kebebasan yang mendasal. Ia harus mcngcmbangkan pengeftian, toleransi, serta pcrsahabatan diantera scmua bangsa, kelornpok ras atau agama dan halus
rnemajukal
kegiatankegiat
n
Pelserikatan
Bangsa-Bangsa LLalalnpemellharaan
pcrdamaian).1Scda[gkan ayat
3
lnenyatakan, "Para orangtuarnemiliki
hak istimcwa
untukrncmrlihjenis
perldidikan yang akandiberikar
kepada anak anakmcreka"rl
dalanWacana Edisi8. Iahrm II100i,
h
211tTutgga\.
U
iLersul op cit , h11rHadi, Loc
(il
6
a
Untuk
itu
rDelurut
T Mulya
Lubisdkk,
hak asasi harus menjadi tcmascnhal
dalam
kesempatandau
prosespcndidikan,
karenatujuan
pcndidikandiarahkan
kepada
anusia Pcndidikan nrelnbebaskan marlusia dari kondrst yangrrcrclldalrkan
nilai-lilii
kemanusiaanPcndrdikal
harus
rnernunculk:urkcl'ridupan
yang lahir clari
dalam, dalam
mernbeDtuk
rranusia
vangmandiri-Tu.luamrya
adalah
merealisasikanpotcnsi pada
arak
urtuk
menjadiDranusia darl warga llcgara yang ct'ckhfdalam pekerjaan, bcrtanggungjawab dan
demokatis.
LlSekolah
nrenjadi tcmpat khusus
untuk
hrrnbuh
clanberkeurbang.Anak
didik
dibcl
kesempatar untuk berkcmbang, rnengembangkanninat
dan kclnampuannya Perkernbalgan rnetnerlukan penghayatan kebebasallsebagai asas
dcrnokrasi.Sebagaibagiannya adalah kebebasal
ber'fikir
danberpendapat
Didin
Syafrudm lnellegaskan
bahwa
lclnbaga pendidikan harus
rnercspon pcrsoalan hak asasi manusia Sudah mcnjadt t'akta bahwa mxsyal-akatIndoncsia
adalah masyarakatyang
plural dari scgi
suku,
tgxlna clan pahaln
politik-
Ya
g mempdl'rat*an
adalah lcngakuan pluralitasitu
kian rnerosor dantcrbuktiDrudah sekali nrenjadi apipcrpecahan sesama warga ncgara Indoncsta.rr
Untuk
menjamirl
pefturnbuhan sctiapotang dan
keklnpok ke tingkat
optimal,
t
ak
ada caft lain kecualimcnanamkan lai-nilai
kebebasanAsas-asas
kebebasanhalus
menjacli
asasutarra
pengelolaatl masyarakat
)rangpluralistik Derlgan adanl,a
kebebasan,berarti setiap orang rrcrriliki
ltakmengekspresikan kcyakinxn. pemiklran dan
ideologinya Nanlrn
pada saat yangsarna,
iajuga
harus menghargai kebebasan orang lalnrr'l
Nltrlya I ubis. F.uzi ,\bdullah, MulyaDxW
Kusunrah, 1-ul)r,?, K.a.ittn Hot asusranusia di lndohe\id 193 /, (Jakarta: PT Djaya Pirusa, 1981).
h
75,1. Persoalan
HAM
dalam l'eDdidikan
Nilai-Iihi
pluralitas,
HAM
dan
demokrasi
harus
merldapat tempatfcl'lting dalan
penyelenggaraan pendidikalManusia lndorresia mendatang
haruslah manusia
toleran,
inklusif
dan
demokratis
tcrhadap
bcrbagaipengelompokkan nlasyarakat bcrdasarkan paham, suku, bahasa maupun agarna.
Sebab globalisasi secara paradoksal bcrkcmbang discrtai gc1ala
tbrhfikast
ataulahir-dan berkenlbangnya !vana-wama
lokal.
Untuk merlShadapi itu, pendidikanfluralitas.
HAM
dar (lenokrasi rnenjadipentilg
r5Pcrsoalan
yang
kita
hadapi s&rt
ini
rnenurur Darmaningtyas. adalahpendidikan
sudahlama
drlasakantidak
meNberikan ruang
bagi
lurnbuhnyapribadi-pribadi mamrsra yang memiliki
nilai
nilai dasar, scpcrh kctcgxhan dalam
belprinsip, bcrkonsistcnsi. intcg tas,
disiplin,
bertanggungjaweb, berkerelaan.r"Kecemdsan
akao masa depan
pcndidrkan sudaltberkali-k.di dinyatakar
olehpara
pemikir
(pendiclikan)-sepcrtrIvan
Illlcl'l,
dalam
bukurya.
DeschooltngSocicry',r?
Everett
Reinrer, .!ctrr.,o1 r,r Dearl;|8 Poulo Freire. Pedagogyof
iheOppt L:sserl, e
dan
Neil
Postmandalam Encl tyf Etlucation 2t)Sinisme,satir.
dankredo yal1g
melohok
kcnyataanpraktik-praktik
pendidikan rnuncul tanpa hcnhNarnun,
pendiclikal
tetap saja mcnawarkan sesuatu ynng sitetnva material danSonnyKerap (penerlemah). (Jakana: Yayasai Obor h)donesra, 2000) rrEvererr Reimer. Mali
rd
Sakolah (Schoolr
Dead).M
SoeLlomo (pencrjcmah). (Yosvakarre: Hanrndrta Graha Widia. 2000)l't'r\)la Fteire, Penlililkd
Kd
Teiutlts (Pedaroly ot &eOppresse.l). Tnn Redak'r (pencricmah), (.lakarta: LP3ES. 2000)
':oNell Postman,
rhe
Endaf
Educotion: Redilinins the volueaf Schoal
lMatinyaPendid kan: Redifinisi n lar-ni a Seko ah), pent S ti Farlda, (Yosyakarta, Jendela lmu, 2001)
positivistik
scSala scsuatudiukur berdasarkan skala
skalakualltitatil, misalnya
angka paftisipasi masyarakat yang
tinggi, rulai
ujiall
yangtinggi,
scrtajumlal]
lu1usan. Scdikit sckali yang
melihat
aspeknilai nilai
yangdnnilikillya,
seperlikeadilaD,
kcjujuran.
solidar]tas,
empati
terhadaPpcrldentaan
sesama, dalltoleransi yanS tirlggt terhadap segala bentuk perbcdaan.
Stmplifikasi
persoaalanpeldiclikan kc dalam aspek-aspek yang bersifat ckonomrs-material-teknis
lr
Sclain
rtu,
substarci
peldidikan belum
man'rpunellumbuhkan
sikapkritis,
tcnnasuk
tcrhadapkebijakarl
pendidikanitu
sendiri, kar:ena pendidikan
telah direduksi mcnjadi instlumen bagi kepcntingan
politik
penguasa Oleh scbabitu,
isi
pcndidikan memang
tidak
dirancanguntuk
menumbuhkan dayakritis.
menanamkan
nilai-nilai
kejujuran. kcadilan,
solidaritas,
toleransi,
disiplio-taDggunglawab,
dan
konsistcnsi.Tapi semua dilctakkan
dala1t]
kerallgkamcmpeltahanlan ideologi penguasa
Munculnya
kebudayaar bisu(Sllerce
Cultut.e)tdlhh
sebagai cksprcsrdari
kctrdakberdayaxn
dan
ketakutan
dalam
mengungkapkanpikiran
danperasaaD Karena
niali nilai
yangtcrcaltum
dalamkurikulum
pcndidrkal]lbrnal
n'iulai
dari
tingkat
dasarhngga
perguruantrnggi
lcbih
merupakan kewajibanasasi yang tidak dilakasatakan dengan
baik
dan bcftanggungjawab.Buclaya bisutidak
saja bcrkembangdi
kalangan masyarakat awam, tetapijuga telah rncniadisituasi khas
ruang-mangbelajar dalam sistcm
persekolahankita.Kondisi
ini
telah
diciptakaD sedemikianrupa l]ada cra
pcmerilltahanOrde
Banr-
Dalamkunrn u aktu yal1g
parlarlg, para
Dengnasa rclahnematikan
iDisiatif. krcativitesdan
bahlar
sikap
inovarif lndividu
dal1 kelourpok scbagar gambarci darikcpatuha[
atas
nalna
siabr]itas nasional
dari
scgala
bidang
dcmi
lajunyaM! khan
menyimpulkan
bahwa
budaya kekerasan ynl1g
mcrakbelakangan
im
clan
scbagianmclibatken
scntimcn
keagarnaan, merupakanperluasan kekerasan sistcmatis atas anak-anak
di
ruang-ruangkelas
Di
ruangkelas, auak-anak harnpir tak
memiliki
ruang ekspresidrri.
Sosok anak-anakitu
hanya berharga
jika
sesuai dengan citra guru, pengelola pcndidikan, chtc agarrladan pemerintah yang menganggdp
diri
moralis.rlKcunlkan
pribadi dan
keagamaanmenjadi
balang asirlg
di
ruangkclas Anak-anak hanyalah tiluan pribadi kelas. sekolah. masyarakat, bangsa clan
agalna l(escragaman adalah
kebaika[
dan kebenaraD Narnun, anak anak harusbersaing atas
dtrinya
dan oranglain
agar berharga bagi orang tua, masyarakatbangsa
dan
agamanyamenu
rt
veNi
elite
Pendidikall!
negara. bangsa danagama) tanpa disadari, tumbuh sebagai musuh
paling
mcnakutkanyang
tidaklnungkrr
drlrinda
anak-aDak Dari sinilah kerinduall atasjah diri
dican-carj daripeDbrontakan di luar ruang kclas.
Saat
ini
menurut
Suparno, gambaranorang bahwa
bangsa Indonesiasebagai bargsa yang rarnah. bcrbudaya dan berbudi
pekefii
luhur
telah mulaipudar
Kekerasandan tindakan
tidak
manusiawi
terjadi
di mana mana dan
berlangsurlg
lama. Tudingan
yang tidak
dapat
dihindari pada
kegagalanpendidikan
di
sekolah pada umumnya dan secard khusus pendidikannilai
ataupendidikan bucli pekerli 2a
Wajar kiranya
apabila kegagalan pcndidikan
di
sekolah
dalam mcnccrdaskan masyarakat juga diduga menladi penyellab timbulnya kekerasandan kcbiadaban di nasyarakat. Kegagalaf pendrdikan akar rnenghasilkar orang
)ang
tidak
ber*embang daya nalamya, terbatas pe[getahuan dan wawasannyi,:rAbdul Munir Mulkhan,
H
d
i\asi Pendittikdk Isla,,, dalam Taslruirul A&ar E(LisrN.
ll
l.hun200l h ,(l"taul
suparro,s
dkk, ReJarmosi Pendidikan: sebuah Fekomendor,, (Yogyakarta: Kanisius, 2002)h 74
75scrta
suLt
dewasa imamya. Selain kegagalanpcndidikur
secaraulnuln
dalam mcnccrdaskan kehidupan bangsa, yangjuga
banyakditunjuk
scbagai peiyebabtcrjadinya kekcrasan
di
masyarakat aclalah
kcgagalan
pendidikall
rihi
khususnya, karcna tiadarrya pelaJaran budi pekerti
di sckolah. Sekolah
dituding
scbatas hanya n'iemperkelalkan
llilai-llilai
yangbcrsilat
koEitil,
itupun
padataraf mcnghafal Tidak
acla prosesclall
tidak
ada inten1alisasi[ilai
pada dislswa,
Menurut
Suparno, sampai scjauhini
kesadatan dan penghayatan akaltnilai-nilai
luhur dtyakini
oleh
banyak
orang
menjadi
rnotor
penggerakpcrkcrrbangan
anakdidik rneljadi lebih
manusiarvi, berbudaydbermolal
dan bcrbudilul]ur
Kegagalanpend ikall
nilai mcngakibatkanoraig
menjadi I)arbar.alnoral
atautidak beradab-
Olch
sebabrtu.
hendaknya pendidikannilai
diben perhatiar dengan sebaik-baiknya.5. Substansi
Pendidikan Agama
danNilai-Nilai
HAM
Malik Fadjar
bcrpcndapat
bahwa
saat
ini
ada
kcingrnan
untuknenampilkan
kcmbali
nrla-nila
rgamr-rnelalui
pcndldikan agama
baikdalarr
bcntuknya scbagaibagia[
d|tli sistem
nilai
maupu[
dalarnsifatrya yang
paradigmatis darlam kehldupan rnanusia.Dala
SisternPenclidikal
\asiollal,
pendidikan
agamamempunyai
posisi
fonral
yarlg
kuxt
Sebab, pencliclikanaganra
dirvajibkan
untLLkdiajarkarl,
mulai dari
.icnjangpendi(likan
terendahsampat ke jedalg
pelldidikan
tertinggi
Mcrlulutn)ra
neskipun
dulam
hal inr
ycDgterpeltitg
bukan pacla kedudukanlbnnalnya,
tetapi pada substarlsi xtaunluatan keagamaan yang ditranslbnnasrkrn dclam bclltuk ukti\ itas pendidikan r"
25Pa,)1,
Loc CLt
16A MalikFadjar, op
crr,h
1ll
Pcndidikan
agamamempulyai
tempat sangat
penting dan
stratcgisdalam
sistcmpcndidikan
nasional, secarakeselu rharuya
karenapendidikal
agama
dr
antaranyaberujung
padapeldiclikan "akhlall'-
Peran stratcgisnyadalan
sistem tersebut dl antaranya dalarn mcngembangkan potensi peseftadidik
agar menjadi marlusia yang bcrinran dan bcrtakwa kepada Tuhan
Ya[g
MahaEsa,
berakl
ak mulia,
sehat,berilmu,
cakap,krcatif,
mandirr,
dan
menjadiwarga
negcla
yang
delnokratis
scrta
bertanggung
jawab.2rSoecljatmokomcngungkap tugas
kllusus
pendidlkan
agarnadalam
usaha
pembangunanbangsa.la
mergakui
bahwa sudah barang tcntu tugas semua pendidikan adalahr]rcmbil1a DaDusia susila, lnanusia
yang
bcrakhJakrnulia. Tetopi
pencLidikauagama
dalam
suatu perubahansosi^l
nlempunyai
tugas kl1usus,dalam ani
perrbrnaan anak
didik
untuk berkerakuan yang benar dalam suatu situasi yanghdak mcnentu patokalrr-patokar moralnva.ls
Dalam
menenuhi
fungsinya untuk mcmbina kepribadian yang kuat danakhlak yang lul'rur anak
didik,
pendidrkan agatra harusrarnpu
nenghubungkannilai-nilai
nonnatif
yang
abstrak
yang
diterirnn
iulak
didik
dcngankenyxtaan kenyataan sosial yang ada. Dengdn
de[rikian,
para anakdtdik
akantcrdorong
urtuk
bersikap
kritis dan
kreatif
dalam menghadapr
kcnyataa[-ke[yataan sosial
tadi
Jika pendidikxn agama dapat mcmcnuhi f'ungslini,
maka pendidikan
agama
dapat menberikan suatu
sumbanganfada
pcnumbulian
dan
pernupukansikap lolerallsi
antar-agamadan
pcningkatankc4asama altaragaDa dalam mcnghadapi masalah-masalah sosial
di
Indoncsial'enclidikan agama akan dapat memenuhi fungstnya, apabila ia mampu
nlenggerakkan
para anak
dldik
untuk belajar
mellgalnalkan
ajaran-ajaranegarDa vang rnereka terima dalam kchidupan sehari-hirri
mereka
"Peuclidikall:'Lilrt
Pasal 3 Unda g-Undang Nomor 20 rahun 2001 rentang Sistem Pendrd*an'So(dJrtmoko, Lrrkt
Ptnlclusn
Pilihd
Kdtosd t
tqng Ag(lnd, Kebudtrtnn, \e|oruh lon Llmt Pensetdi,rr, (Jakartar LP3S, 1984),h
272agama
yang
hanya
menekankanhafalan kaidah-kaidah
kcagarnaan dalambentuk
yang
abstrak-steril
kurang mompunyai relcvansl dengan
usaharrcngclo)a perubahan sosial
mclalui
berbagai usaha pembangunan dan untukrnembrna a:rak
didik
rnenghadapi rnasa peralihanini
sccarapositif,
sebagairnanusia susila."2e
Substansi
peldidikan
agama
yang
mengajarkan
oilar-r
lai
dasarkcmanusraan,
rlellanarnkan daya
kitis,
rncnanamkannilai-llilai
kcjultuan,kcadilan, solidaritas,
toleransr,
disiplin,
tanggungjawab
dan
konsistcnsi,ti)schingga dalarn
hal ini
transfonDasinilai nilai
pluralitas,HAM
dan deniokrasidalat
dimungkinkan rnclalur pembelajaran Pcndidikan Agama.I'endidikan
agama dapatberycran
aktrf
dalam upaya
sosialisasi danirltcrnalisasi berbagai nilai-ru1a yang saat
ini
dirasakan sangat perluditckankar,
al1talal
lain
(untuk
rnenyebutkan bcbcrapayang
dasar)kcinraoan
dan
kasih sayang,keadilan
dan
kepekaanpada golongan lernah
dan kurang
rnampu.tanggulg jawab pada kepettingan umum, honnat kepada scsarna, kejujur.an clan
kelugusan, solrdaritas
darr
keter]ibatan
sosial,
kcsatua,
kekeluargaan,kreativitas. raslolalitas. kelekunan. keteftiban dan ]arn-larn
Pendidikan agama
dapar
pula
memberikan
sunrbangal
pa<1apernbangunan
pengeftian, solidaritas,
dan toleransl
alltalmanusia.Mengcrnbangkan peDgetahuan,
nilai,
sikap,
kctcraNprlan
yaDgmembawa
pada
rasa
honnat
terhadap
HAM
dan
upaya-upaya
untukmcrnpcdahalkan hak-hak tclscbut.Pemirharnal dan pcngetahuun
tertallg HAM
bukanlah
kodrat
yang menempel pada happnbadi. Diperlukan
scbuah proses'nlbi,t
h
2i4
"'t<ILtk terlaaap pcndidikatr agama nLr seperri tcrlah bersrtar kognilif.laD dogmaris:
pcndidik^n agama tidak bcrhasil rneletakkan mlar-nildi kc.jujuran, keadilan. solidarirds. dan tolcrdDsii korupsi dan berbagar bentuk pcnyclcwengan lain LeLap tinggi, solidariLas sosiaL reDdah
dan tidak ada toleransi terlndap pcrbcdaan perbedaan yang ada
di
masy,rakar Lrlul Darn Dingt],as. Ol) Clil,h
I12rcalisasi untuk menghidupkan
HAM
dalam kesadaran atau bahkan ddlnm aldmbarvah sadar-kita.
Pcndidikan
Agama
Islam
(PAI)
sebagaimanapendklikan
agamaumumnya, rnerupakan bagian
integal
dari sistemnilai,
di rnnnarilai-rilai
HAM
mcnjadi
bagiandan
nilai-nllai
yang drsosialisasrkanmelalui
is1 kunkulumnya.Proscs pcmahaman scrta pcnghayatan nilai-nrlai lerscbut mcl.1lui
kurikulum
P,4.1tentu
akan lebih murlah
dan
lebih
cepat.
Kirena
PAI
berlujuan
untukrnewujudkar
rnanusia muslill1 yang berimnn dal1 beftaqwd kepadaAllah SwT
scria bcrakhlakmulia
dalam kchidupan pribadi, bcrmasyarakat, bcrbangsa danbeflregara Lagipula
PAI
lnempunyai posisi
formal
yang
kuat
dalarn
SistelnPcndidikan Naslol1al
dar
diwajrbkan untukdiajarkar
di
setiapje
s,jalur
danjenjang pcnrlidikan rr
C.
Kesimpulalr
\4cngrngat
HAM
sudah merupakanisu global
dar
penegakarnya telahrrerljirdi
komitmenintenasio[al,
mak
pemerintah berkervajiban menyediakanruang yang cukup untuk
pendidikal
bagi anak-anak mereka txnpa menandangsuku.
r,r,amakulit.
keyakinan agamanaupurl
jenis
kelamin dan kelas
sosialckonominya.Mcski
demikian,
pendidikarl
masih
merawarkan
sesuatu yangsifatnya rnatcnai dan
positivistik
segala sesuatudiukur
berdasarkan skala-skalakuanhtatilScdikrt
sckali yang mellhat aspeknilai-nilai yarg
dimilikinyx,
sepenikcadilan, kelujuran,
solidaritas,
empati
terhadap penderitaan
sesarna, dantolcransl yang
tinggi
terhadap segala bentuk perbedaanSirnplifikasi
persoaalanpcndldikan
kc
dalam aspek-nspek yang bersifat ekonomis rnaterialteknis
Olehsebab
itu,
Pcndidikan
Agama
khusunya_Pendidikan
Islam
yangbcrsubstansrkan
nilai-nilai
dasar kenralusiuan, lnellanalnkan claya kliris,
meranarnkan nilar
nilai
kqujuran,
keadilan, solidaritas,
toleransi,
disiplin.
tanggun&jawab
dan
konsistensi, schingga
dalan hal
ini
traDslolmasi
(lanrLlrhat UUSPN 1998 pdsal
l!
ayat 2. a2cil,
h
l6proteksi
nilai
nilai
pluralitas.flAM
dan demokrasi dapat dimungkinl<anlnelalui
pelnbelajararulya
DAFTAR PUSTAKA
Az1'urnardi Azra, Pcrnbaruan
I'endilikan
Io^lam, dalarnMarvan
Sarld]o, BurrrgaRantpai Pendidtkan
Agunu
Islam. Jakdrta: Amissco. 1996A
Malik
Fadjar. /?cr., t'ien tdsi Pcndidikan Isl.rr?, Jakalta: Fa.jarDunia.
I gg9Abdul Munir
Mulkhan. llunranr:rasiI'endidikan
Is/dz.
dalam TashwirulAtkar
Edisi
No
Ll
tahun 2001Cordero,
dkk,
scbagaimana yxngdikutip olch P- Paul
Nganggurg, SVD..
dalarnTh
Sumartana.dkk, Pluralisne
Kon/lik
lan
Pendidikun
lgdno
Llihldo
eo'io. Yogyakafia: l'ustaka Pclajar,2001Dannanlngtyas
&
J
Sumardianta. /rr;rri r/ananonali
H,4M di DtutiuPcntlitliktr,
dalam Wacana Edisi 8. Tahun
Ii
2001.Didin
SyafiutLirr, Mr:rinjLlu Keherodoan F(rkubas'l'arbiyuh
dalarn KomaruddirlHidayat
&
Hendro Plasctvo \cd), Problenttlan Prospek
IAIli,
Antologi
Pendid*an
Tinggi
L\lun,
Dilektorar
Pernbinaan Pcrguruan
TinggiAgarna
Islaln.
Du-cktorat
Jendlal
PernbinaanKclcntbagaan Agxlnx
Islam: Depar teme11 Agama RI. 2(X)0I 43
Evelett
Reirrq. Mutiry\t
Sckol,:th (School is Dead),M
Soedomo (pelerjernah). Yogyakal-ta: HaninditaCr
haWidia,2000
F'arrrcis
X.
Wahono, KapitolistnePcndklil;on
+l1tat'uKt
npetisi
tlat
Keacliktn, Yogyakarta: Pustaka PclaJar-, 200Hadi
Setia
T]Jnggal,Delclarusi
Unirer\ul tentung Hak-LIak Asusi
Manusia,Jakarta: Harvarindo. 2000
lan
Brorvnlic,
Blsic
Docunrnts on
Htundn
llaights, allh
bahasa BeriaDsyah,Dolcunten clolcumen
Pokok
mengenaiHak
-,lsastManusru.
lakarla.
Ul
l'r'ess. 1993
Ivan
Illich,
-BebaslranMaslaidkdt
cldri BelenggrrSelolal
(Desohoolirg Society)SoDny Kerap (penerjemah), Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,2000
N-eil Postn'ran, The End
ol
EcltrcutionRedlfinhg
the l/ultte
o.f School(Matrrya
Pendidikan:
Redili
sinilai-nilai
Sekolfi), pent
Siti
F.tri(la, Yogyakafta.Jcndela Ilmu. 2001
Panl Supamo
SJ
dkk,
Rc/bmrasi Pentlidilcan: Sebuuh
RekotnentlasiYogyakafta: Kanisius, 2002
I'aulo
Freire.I'enLlitlilian KdLtn
'lbttDtd^
(Pcdagogyof
thc
Opprcsscd),Tim
Reclaksi (penerjernah), Jakartai LP3ES, 2000
SM.
Nurul
Huda,Abdul Kholiq
(et1) ,r'arudigmd PendiLlikdn/s/ari,
Yogyakarta'l'ustaka Pelajar,2001
Soedjatmoko,
Ettku l'enhebasan
Pililttn
Kurangun tentung
AgumuKebuclttyaun, Seicu'ih Llan
Ilmu
Pengetqltuctn, Jakarla LP3S. 1984T
Mulya
Lubis, Fauzi Abdullah, MulyanaW.
Kusumah, I-aprrranKeuiaun
Iluk
ctsa\i
Mdnt6ia
diInlonesia I98I
- J^karla: PT DJaya Pinrsa, 1983Undaig-Undalg
Nonor
20 tahun 2001 tentang Sistcm Pcndidikan Nasional