• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Hubungan Frekuensi Stroke Dengan Gangguan Kognitif Pasien Stroke Non-Hemoragik di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo - Tugas Akhir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Hubungan Frekuensi Stroke Dengan Gangguan Kognitif Pasien Stroke Non-Hemoragik di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo - Tugas Akhir"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pada tipe stroke iskemik didapatkan gangguan fungsi kognitif visuospatial sebesar 60%, gangguan penamaan sebesar 35%, gangguan memori sebesar 90%, gangguan atensi sebesar

variabel yaitu stroke iskemik yang berpengaruh secara signifikan terhadap gangguan fungsi kognitif (p < 0.05), sedangkan variabel lain yaitu usia dan tingkat

Pada tipe stroke iskemik didapatkan gangguan fungsi kognitif visuospatial sebesar 60%, gangguan penamaan sebesar 35%, gangguan memori sebesar 90%, gangguan atensi sebesar

Pada tipe stroke iskemik didapatkan gangguan fungsi kognitif visuospatial sebesar 60%, gangguan penamaan sebesar 35%, gangguan memori sebesar 90%, gangguan atensi sebesar

Berdasarkan tabel 4, dapat diketahui bahwa fungsi kognitif pada pasien stroke non hemoragik tanpa dilakukan perlakuan terapi memori otak di RSUD Kartini Jepara

Dari hasil pemeriksaan didapatkan 18 orang dengan gangguan fungsi kognitif yang disertai dengan depresi.. Kesimpulan: Dari 37 responden, didapatkan 7 orang (19%) yang hanya

Pemahaman aspek imunologi peran homosistein dalam terjadinya gangguan fungsi kognitif pada pasien stroke iskemik tersebut dapat memberikan celah kemungkinan intervensi

Didukung oleh penelitian Euis, Suhartini, 2013 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga yang ditinjau dari empat dimensi dukungan emosional, penghargaan,