• Tidak ada hasil yang ditemukan

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

( B N P B )

JI. Ir. H. Juanda 36. Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB

Sabtu

, 17 Januari 2009

Pada hari Jum’at, 16 Januari 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Sabtu, 17 Januari 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut :

I. Bencana gempa bumi di propinsi Papua Barat dan Perkembangannya A. Kejadian

1. Jenis Kejadian : Gempa Bumi.

2. Waktu Kejadian : 4 Januari 2009 pukul 02:43:51 WIB. 3. Kekuatan : 7,2 SR.

4. Kedalaman : 10 km.

5. Pusat Gempa : 0.42º LS – 132.93º BT (135 km Barat Monokwari – Irian Barat). Gempa tersebut berpotensi Tsunami.

6. Gempa dirasakan : Sorong,V-VI MMI, Manokwari IV-V MMI.

7. Penyebab Gempa Bumi :

Kejadian gempabumi ini terjadi akibat pergerakan Sesar Sorong. Sesar Sorong tergolong sebagai sesar aktif yang membentang mulai dari Kepala Burung sampai ke wilayah Provinsi Maluku hingga ke lengan timur Pulau Sulawesi. Berdasarkan data mekanisme fokal dari USGS, gempabumi ini disebabkan oleh sesar naik dengan komponen mendatar dan kedudukan N 308o E/ 55o, slip 99°.

Berdasarkan sumber gempabumi utama dan susulan, diduga terjadi zona patahan (rupture zone) yang terganggu seluas 220 km x 130 km. Dengan zona patahan seluas itu patut diduga akan lama terjadi keseimbangan pada sesar aktif. Oleh karena itu diduga masih akan terjadi gempabumi susulan.

(2)

B. Kondisi Mutakhir

1. Gempa Susulan > 5 SR ( tanggal 04 s/d 15 Januari 2009).

Tanggal Gempa Susulan

4 Januari 2009 45 kali 5 Januari 2009 10 kali 6 Januari 2009 8 kali 7 Januari 2009 5 kali 8 Januari 2009 2 kali 9 Januari 2009 6 kali 10 Januari 2009 - kali 11 Januari 2009 4 kali 12 Januari 2009 2 kali 13 Januari 2009 2 kali 14 Januari 2009 2 kali 15 Januari 2009 1 kali 16 Januari 2009 4 kali Total 90 kali

2. Korban jiwa dan kerusakan : a. Korban :

Kab / Kota Korban (jiwa) Keterangan

MD LB LR Pengungsi

Manokwari 1 9 462 327 Korban luka di rawat di RSU Manokwari

Kota Sorong 13 14

-Kab. Sorong 3 9

-Sorong Selatan 2 -

Jumlah 4 31 478 327

Catatan : MD : Meninggal Dunia, LB : Luka Berat dan LR : Luka Ringan

b. Kerusakan :

Kab / Kota Rumah

Tempat

Ibadah Sekolah Lain-Lain RB RR RB RR RB RR Manokwari 1.708 3.193 69 101 63 41 - RS/ Pus19 RR dan 12 RB, - Jalan 6 RR dan 1RB, - Jembatan 9 RR dan 10 RB - Hotel 7 RR dan 4 RB - Fasitas lainnya 52 RR.

Kota Sorong 356 117 11 5 - RS/ Pus 1 RB - Fasilitas lain 8 RR.

Kab. Sorong 52 763 5 3 1 2 - RS/Pus 2 RR dan 3 RB - Jalan 7 RB - Jembatan 6 RB - Fasilitas lain 1RR Sorong Selatan 29 10 6 6 Jumlah 2.145 6.083 91 115 64 43

(3)

C. Upaya Penanganan yang telah dilakukan

Pada Hari Jum’at, 16 Januari 2009 telah berakhir masa tanggap darurat, pada masa tanggap darurat Satkorlak PB Prov Papua Barat telah melakukan upaya-upaya tanggap darurat diantaranya :

1. Selama masa tanggap darurat Satkorlak PB Prov. Papua Barat telah memerima bantuan dari berbagai pihak.

2. Telah melakukan evakuasi, Mendistribusikan bantuan makanan dan pelengkapan lainnyan melalui Pemda/ Pemkot sampai ketingkat kampung yang daerah yang terkena bencana gempa bumi.

3. Mengevakuasi korban ke rumah sakit dan seluruh korban sudah ditangani oleh Tim Medis dan Dokter.

4. telah mendirikan tenda, dapur umum, pos kesehatan untuk melakukan pelayanan kepada korban gempa yang berada di tenda pengungsian.

5. Saat ini situasi kantibmas semangkin stabil, jaringan listrik seluruhnya telah berfungsi normal, kegiatan masyarakat telah berjalan normal.

6. Aktifitas perkantoran pemerintah , pelayanan rumah sakit dan pelayanan umum lainnya seperti sekolah sudah berjalan kecuali sekolah yang rusak untuk sementara proses belajar mengajar menggunakan tenda-tenda darurat.

D. Rekomendasi

• Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Satlak PB dan Satkorlak PB, jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi yang diikuti oleh tsunami.

• Masyarakat agar tetap waspada dengan masih berlangsungnya kejadian gempabumi susulan dan bagi masyarakat yang rumahnya telah mengalami kerusakan, agar mengungsi ke tempat yang lebih aman dan selalu mengikuti arahan petugas untuk menjauhi dari bangunan yang sudah retak.

• Bagi masyarakat yang tinggal di perbukitan agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya tanah longsor. Menurut prakiraan potensi kejadian longsor bulan Januari 2009, wilayah Manokwari dan sekitarnya berpotensi menengah hingga tinggi terjadi longsor.

• Berdasarkan informasi dari Satkorlak PB Papua Barat di Manokwari bahwa persediaan logistik, permakanan lauk pauk, susu anak-anak/balita, obat-obatan, selimut/sarung, tenda dan alat pembersih puing sudah terpenuhi dan masih mencukupi.

• Bagi Masyarakat Kota Sorong yang tertimpa musibah gempa, pemberian bantuan yang berupa permakanan dinilai tidak terlalu penting karena makanan tersedia cukup banyak, dan mayoritas penduduknya tergolong mampu, sehingga kedepan akan lebih baik apabila bantuan untuk korban gempa direalisasikan dalam bentuk bahan bangunan.

Sumber : SATKORLAK PB Prov. Papua Barat, TRC BNPB, Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, BMG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi, Kodim 1703/Manokwaridan Kodim 17044 Sorog.

(4)

II. Pemantauan Ancaman Banjir di Jabodetabek (Laporan Perkembangan

1. Pada hari ini Jum’at, 16 Januari 2009, diperoleh data genangan air di wilayah Provinsi DKI Jakarta sebagai berikut :

A. Lokasi Kejadian

Jakarta Pusat

No Kecamatan Kelurahan Ketinggian Air (cm) pengungsian Lokasi Pengungsi Jumlah Keterangan 1 Tanah Abang Petamburan

Cempaka Putih 057-80 5 - - - - Genang akibat air hujan

Jakarta Utara

No Kecamatan Kelurahan Ketinggian Air (cm) pengungsian Lokasi Pengungsi Jumlah Keterangan 1 Penjaringan Pejagalan

Kapuk Muara

05 10-50

Genang

akibat air hujan

Jakarta Timur

No Kecamatan Kelurahan Ketinggian Air

(cm) pengungsian Lokasi Pengungsi Jumlah Keterangan 1 Keramat jati Cawang

Cililitan 50-120 50 - - 295 jiwa - Genangan akibat air hujan `2 Cakung Rawa Teratai Cakung Timur Cakung Barat 50-120 10-20 10 - - - - - Genangan akibat air hujan 3. Jatinegara Bidara Cina Kampung Malayu Cipinang Besar Utara Cipinang Besar Selatan

30-80 150-275 30-135 - - - 773 - - Jakarta Selatan

No Kecamatan Kelurahan Ketinggian Air

(cm) pengungsian Lokasi Pengungsi Jumlah Keterangan

1 Tebet Bukit Duri 20-100 2 titk 342

`2 Pancoran Rawajati Bintaro 30-200 10-65 - - 138 - - - 3. pesanggrahan Pesanggrahan 20 - - - B. Upaya Penanganan

1. Satkorlak PB DKI telah menghimbau kepada warga masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai untuk tetap waspada dan bersiaga apabila air sewaktu-waktu menggenangi wilayah bantaran Sungai.

2. Satkorlak PB Prov. DKI Jakarta tetap melakukan pemantauan di semua wilayah dan koordinasi dengan masing-masing Satlak PB.

3. Korban di Kelurahan Bukit Duri, sudah menerima bantuan berupa biskuit 10 dus dan terpal 6 buah. Pengungsi masih memerlukan bantuan: tikar, selimut, beras, indomie, bumbu dapur, ikan kaleng, tambang, senter, gula, kopi, susu bayi, gas elpiji dan obat-obatan. Selain itu juga sudah didirikan dapur umum, pos banjir dan pos kesehatan di Kelurahan Bukit Duri.

4. Di Pancoran dapur umum didirikan di 2 rumah warga dan sekolah sedangkan pos banjir di sekretariat RW dan pos kesehatan di Puskes I.

5. Pengadegan dapur umum di Kel. Pengadegan Pos banjir di belakang Komplek DPR, Pos kesehatan di PUSKESMAS.

(5)

2. Kondisi ketinggian permukaan air di 3 Pintu Air Katulampa, Depok dan Manggarai,

pukul 00.00, 06.00, 08.00, 12.00 dan pukul 18.00 WIBsebagai berikut :

KATULAMPA

40 70 70 80 40 120 120 70 110 60 100 80 130 70 110 80 80 120 80 92 0 30 60 90 120 150 180 210

13-Jan 14-Jan 15-Jan 16-Jan

0:00 6:00 8:00 12:00 18:00

DEPOK

135 235 235 175 135 180 180 175 120 145 200 180 150 150 205 175 235 165 195 175 85 135 185 235 285 335

13-Jan 14-Jan 15-Jan 16-Jan

0:00 6:00 8:00 12:00 18:00

MANGGARAI

720 865 865 770 720 855 855 775 780 870 860 760 700 800 860 775 770 780 855 775 600 700 800 900 1000

13-Jan 14-Jan 15-Jan 16-Jan

0:00 6:00 8:00 12:00 18:00

Sumber :Satkorlak PB Prov. DKI Jakarta dan Posko Banjir Dep. PU.

Siaga III (>80 cm) Siaga II (>150 cm) Siaga I (>200 cm) Siaga III (>200 cm) Siaga II (>270 cm) Siaga I (>350 cm) Siaga III (>750 cm) Siaga II (>850 cm) Siaga I (>950 cm)

(6)

III. Prakiraan Cuaca di Jabodetabek

Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Sabtu, 17 Januari 2009 dilaporkan sebagai berikut :

NO L0KASI C U A C A Pagi (00.05 – 12.00) Siang (12.05 – 18.00) Malam (18.05 – 24.00) 1 JAKARTA PUSAT Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan

2 JAKARTA UTARA Berawan dan hujan ringan

sedang Berawan dan hujan ringan

Berawan dan hujan ringan – sedang 3 JAKARTA SELATAN Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan kadang

sedang

Berawan dan hujan ringan – sedang 4 JAKARTA TIMUR Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan kadang

sedang Berawan dan hujan ringan

5 JAKARTA BARAT Berawan dan hujan ringan-sedang

Berawan dan hujan rinhan kadang sedang

Berawan dan hujan ringan - sedang 6 KEP. SERIBU Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan

- sedang 7 BOGOR Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan-sedang Berawan dan hujan

ringan-sedang 8 TANGERANG Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan sedang Berawan dan hujan

ringan-sedang

9 DEPOK Berawan dan hujan ringan

sedang Berawan dan hujan ringan

Berawan dan hujan ringan-sedang

10 BEKASI Berawan dan hujan

ringan-sedang Berawan dan hujan ringan

Berawan dan hujan ringan-sedang

Keterangan :

- Hujan ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari

- Hujan sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari

- Hujan lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari

- Hujan sangat lebat : >20 mm/jam >100 mm/hari

Peringatan Dini : Hati-hati /Waspada potensi hujan yang hampir merata dengan intensitas ringan – sedang yang disertai kilat/petir terutama pada menjelang siang, sore dan malam hingga menjelang pagi hari.

Sumber : Badan Meteorologí dan Geofísika

IV. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia(Laporan perkembangan)

A. Perkembangan situasi gunung api di Indonesia berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada hari Jum’at, 16 Januari 2009, 2 (dua) Gunung Api dinyatakan masih dalam status “Siaga” (Level III) yaitu :

1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara (Laporan

Perkembangan)

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa data visual dan kegempaan, terhitung mulai tanggal 02 Desember 2008 pukul 13.00 WITA hingga hari Jum’at, 16 Januari 2009 pukul 06.00 WITA, status aktivitas G. Api Karangetang masih tetap dalam keadaan ”Siaga” (Level III). Hasil pemantauan G. Api Karangetang sebagai berikut:

a. Aktivitas Kegempaan

NO WAKTU JENIS GEMPA

VA VB TL TJ HMBS LTS GGRN TRS TRMR 1. 15 Januari 2009 ¾ 00.00 – 06.00 13 1 1 4 - - - - Menerus ¾ 06.00 – 12.00 1 3 - - - - ¾ 12.00 – 18.00 1 5 - 3 - - - - Menerus ¾ 18.00 – 24.00 1 3 - 2 - - 1 - - TOTAL I 16 12 1 9 0 0 1 - -2. 16 Januari 2009 ¾ 00.00 – 06.00 - 2 - 2 - - - - - TOTAL II 0 2 0 2 0 0 0 0

Ket : VA = Vulkanik Dalam, VB = Vulkanik Dangkal, TL = tektonik Lokal, TJ = Tektonik Jauh, HMBS = Hembusan, LTS = Letusan, GGRN = Guguran, TRS = Terasa, TRMR = Tremor

(7)

b. Visual NO KONDISI WAKTU 15 Januari 2009 (00.00-06.00 WITA) 16 Januari 2009 (00.00-06.00 WITA)

1. Cuaca Cerah Berawan-mendung 2. Angin Barat Laut Lemah Tenang

3. Pandangan tertutup kabut Tertutup kabut 4. Asap Putih sedang Putih tebal 100 m 5. Lain-lain Sinar api 10 m -

2. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara (Laporan Perkembangan)

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa data visual dan kegempaan, terhitung mulai tanggal 21 April 2008 hingga hari Jum’at, 16 Januari 2009 pukul 06.00 WIT, status aktivitas G. Api Ibu masih tetap dalam keadaan ”Siaga” (Level III). Hasil pemantauan G. Api Ibu sebagai berikut :

a. Aktivitas Kegempaan

NO WAKTU JENIS GEMPA

VA VB TJ HMBS LTS GGRN TRS TRMR 1. 15 Januari 2009 - 00.00 – 06.00 - - - 12 8 - - -- - 06.00 – 12.00 - - - 11 14 - - -- - 12.00 – 18.00 - - - 16 7 - - -- - 18.00 – 24.00 - - - 10 8 - - -- TOTAL I 0 0 0 49 27 0 0 0 2. 16 Januari 2009 - - 00.00 – 06.00 - - 1 9 6 - - - TOTAL II 0 0 0 9 6 0 0 0

Ket : VA = Vulkanik Dalam, VB = Vulkanik Dangkal, TJ = Tektonik Jauh, HMBS = Hembusan, LTS = Letusan, GGRN = Guguran, TRS = Terasa, TRMR = Tremor

b. Visual NO KONDISI WAKTU 15 Januari 2009 (00.00-06.00 WITA) 16Januari 2009 (00.00-06.00 WITA)

1. Cuaca mendung-hujan mendung 2. Angin tenang tenang

3. Pandangan Gunung tertutup kabut Gunung tertutup kabut

4. Asap - -

5. Lain-lain -. -

B. Rekomendasi Umum

1. Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dan gunung Ibu dihimbau agar tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. 2. Masyarakat di sekitar gunung Karangetang serta pengunjung/wisatawan tidak

diperbolehkan mendekati G. Karangetang melebihi ketinggian 500 meter.

3. Masyarakat di sekitar gunung Ibu serta pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati G. Ibu dalam radius 2 km.

4. Jika terjadi hujan abu cukup deras, agar masyarakat menggunakan masker penutup hidung dan mulut, karena abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernafasan.

5. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satkorlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.

(8)

V. Prakiraan Gelombang Tinggi

Prakiraan gelombang tinggi berlaku tanggal 15 Januari 2009 pukul 07.00 WIB -19.00 WIB sebagai berikut :

1.25 - 2.0 m : Samudera Hindia barat Aceh hingga Lampung, Laut Sawu, Laut Timor, Laut Bali, Selat Makassar bagian utara, Laut Banda bagian timur, Perairan Kep. Aru yang berbahaya bagi perahu nelayan.

2.0 - 3.0 m : Perairan utara dan timur Aceh, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga NTB, Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Laut Sulawesi, Perairan Sangihe Talaud, Laut Halmahera, Perairan utara Papua, yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang.

3.0 - 4.0 m : Perairan Bangka Belitung, Selat Karimata, Laut Jawa bagian barat, Perairan selatan Sulawesi, Laut Banda bagian timurl yang berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang dan ferry.

> 4.0 m : Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Perairan timur Kep. Riau, Perairan barat dan utara Kalimantan Barat, Perairan utara Bangka Belitung, Laut Arafuru yang berbahaya bagi semua jenis kapal.

Sumber : Badan Meteorologí dan Geofísika

VI. Lain-lain

3. Bencana Banjir Bandang di Kab. Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat (Laporan Perkembangan)

A. Kejadian

Terjadi pada hari Sabtu, 10 Januari 2009 akibat hujan terus menerus dan meluapnya Sungai Maloso di Kec. Matili (9 desa), Kec. Wonomulyo (7 desa), Kec. Bulo (2 desa), Kec. Luyo, Kec. Tinambung dan Kec. Campalagia.

B. Kondisi Mutakhir - Korban jiwa

- Meninggal : 11 orang meninggal 9 jiwa di Kec. Allu, 1 jiwa di Kec. Mapili dan 1 jiwa di Kec. Campalagian.

- Hilang : 3 orang

- Pengungsi : 220 KK ( Kec. Alu 164 kk, Tinambung 43 kk, Mapili 12 kk dan Campalagian 1 kk)

- Luka : 116 orang luka ringan, 3 orang luka berat

- Kerusakan

- Rumah : 6.160 unit (567 unit hanyut, 1.548 unit rusak berat dan 4.045 rusak ringan.

- Sampai dengan hari Kamis, 15 Januari 2009 pukul 12.00 WIB, dilaporkan air sudah surut. Sarana kesehatan yang rusak dan belum dapat difungsikan hingga kini sebanyak 4 unit yang terdiri dari 3 unit puskesmas (Puskesmas Allu, Puskesmas Tinambung dan Puskesmas Limboro) dan 1 unit Pustu (Pustu Sepak Batu).

- Kondisi sanitasi dan lingkungan pengungsian kurang memenuhi syarat kesehatan karena tidak memiliki MCK dan sarana air bersih.

C. Upaya Penanganan

- Satlak PB setempat masih menyiagakan Posko Pengungsian di 5 titik dan bersama masyarakat terus melakukan pencarian korban yang masih hilang.

- Dinsos dan Dinkes dan KODIM masih mendistribusikan bantuan, memberikan pelayanan kesehatan terhadap korban dan melakukan Karya Bhakti.

- Dinkes setempat melakukan pemantauan kesehatan pasca bencana sekaligus memberikan pelayanan kesehatan di pos kesehatan serta secara mobile mendatangi para korban.

- Telah dibentuk Tim untuk melakukan pembersihan pasca banjir yang di ketuai oleh Wakil Bupati dan koordinator lapangan Dandim 1402 Polmas.

(9)

4. Tenggelam Kapal Teratai Prima di Perairan Baturoro, Kab. Majene, Sulawesi Barat (Laporan perkembangan)

A. Kejadian

Telah terjadi bencana kapal tenggelam yaitu Kapal Teratai Prima yang berangkat dari Pare-Pare tanggal 10 Januari 2009 pukul 19.00 Wita menuju Samarinda, Kalimantan Timur, kemudian kapal tersebut tenggelam di perairan Baturoro, Majene Sulawesi Barat pukul 03.00 Wita pada koordinat 3º LS - 118’55º BT dengan jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 250 orang.

B. Kondisi Mutakhir

Sampai dengan hari Jum’at, 16 Januari 2009 pukul 19.00 WITA, Korban yang

diketemukan 7 korban orang meninggal, 34 orang selamat dan 209 masih dalam pencarian.

Menurut Kepala Pelabuhan Pare-Pare, Ibu Nurwahidah, kecelakaan tersebut bukan karena kapal tidak layak pakai lagi atau karena kelebihan penumpang. Diperkirakan kecelakaan tersebut akibat terjadinya gelombang laut yang tinggi.

C. Upaya penanganan

- Sampai hari Jum,at, 17 Januari 2009, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian korban hilang dengan rincian sebagai berikut :

2) Survey Laut mengerahkan 5 KRI TNI AU, Kapal Patroli Belibis Polairud, Rescue Boat 302/MKS Basarnas, Kapal Survey Geo Exployer, dan 5 kapal lainnya.

3) Survey Udara mengerahkan Boeing 7303 TNI AU, Cassa Patmar P-851, Helly 3314 TNI AU, dan Helly BO 105 TNI AL.

4) Survey Darat mengerahkan Tim Marinir dan tim pendukung Lant-IV, Tim Posal Mamuju Lant-IV, dan Tim SAR Basarnas.

Sumber : Lantamal VI Makasar ( Mayor Adang)

5. Bencana Banjir di Kab. Karawang Prov. Jawa Barat (Laporan kejadian) A. Kejadian

Telah terjadi bencana banjir pada hari Kamis, 15 Januari 2009 pukul 08.00 WIB, akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya sungai Cibeat mengakibatkan jebolnya tanggul citarum di Desa Tunggakjati Kec. Karawang dan Desa Kutaampel Kec. Batujaya, banjir menggenangi terjadi di 17 Kecamatan dengan ketinggian air ± 50 – 200 cm. Bencana tersebut mengakibatkan,

- Pengungsi :12.719 jiwa mengungsi (pengungsi saat ini di tampung di Masjid dan sanak saudara)

- Rumah : 6.157 rumah terendam,

- Sarana umum : 22 unit sekolah dan 8 unit mushola rusak

- Lahan pertanian : 8.018 H sawah rusak, 555 H sawah terendam dan 10 Hektar palawija.

B. Upaya yang di lakukan

- Gubernur / Ketua Satkorlak PB Provinsi Jawa Barat telah meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan makanan dan pakaian.

- Satlak PB kab. Karawang telah mengevakuasi warga dengan menggunakan 2 unit perahu karet, memberikan bentuan makanan, pakaiaan, obat-obatan dan mendirikan posko darurat.

- Dinas Binamarga dan pengairan serta Balai besar wilayah sungai Citarum telah berupaya untuk memperbaiki tanggul yang jebol.

Sumber : Satlak PB Kab. Karawang

Pengawas,

Ir. B Wisnu Widjaja, MSc

Jakarta, 17 Januari 2009 Ketua Kelompok Piket,

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari uji coba tersebut adalah warna yang dihasilkan dalam proses pengelantangandari konsentrasi ini adalah memunculkan warna krem keputih-putihan, memang tidak

7) Tambahkan pula pewarnaan dengan pada karya gambar anda 8) Selesaikan karya dengan teknik menggambar yang dimiliki 9) Kumpulkan karya kepada guru untuk mendapatkan

Dalam pengembangan dermaga.halte sungai terpadu, pelu dikonsep bagaimana arah pengembangannya dengan memperhatikan hasil kajian yang telah dilakuka. Pengembangan

Profilaksis dengan fondaparinux dosis standar juga dapat dipertimbangkan pada pasien COVID-19 yang dirawat, tapi pada kondisi pasien COVID-19 yang kritis tidak menjadi pilihan

Pada penulisan ini akan dilakukan analisa sistem administrasi yang sedang berjalan di Rumah Bersalin Amalia serta merancang sistem administrasi yang baru untuk beralih dari

Hubungan antara elemen-elemen pada dua himpunan bahkan lebih sering kali terjadi. Sebagai contoh hubungan yang melibatkan nama mahasiswa, jurusan dan IPK. Contoh

Manajerial merupakan Satuan Kerja lini PPKP dalam pelaksanaan perencanaan dan pengembangan penilaian kompetensi manajerial (soft competency) pegawai.. (2) Satuan Pelaksana

Menguasai konsep teoretis sains alam, aplikasi matematika rekayasa; prinsip-prinsip rekayasa (engineering fundamentals), sains rekayasa dan perancangan rekayasa yang